Firstly, saya minta maaf sebesar-besarnya karena ceritanya diedit. Saya kurang puas, ya sudah lah.. saya edit. Semoga ceritanya lebih baik.
Another fiction from me, well enjoy.. Please expect my mistakes here..
Naruto © Masashi Kishimoto
Rumah Hantu © Min-Sunye
Rating: K+/T
Genres: Humor/Horror
No Pair for now
Warning: AU, OOC, OC, GJ-ness, Garing-ness, even Chrunchy-ness etc.
-
Summary: Naruto diajak Sasuke ke Rumah Hantu, kira-kira apa yang akan terjadi?
Chapter Two
-
Masih di siang yang bolong, panas yang terik. Sasuke dan Naruto mendapat sebuah tantangan dari sebuah brosur misterius ketika mereka sedang berjalan-jalan di mall yang baru dibuka itu. Sasuke dan Naruto berada di basement sekarang, tempat parkir mobil. Sedangkan Uchiha Mikoto, ibunya Sasuke sedang sibuk mencari anaknya.
"Aduh, anak gue mana ya?" kata Mikoto sambil berjalan-jalan menelusuri mall yang kaya' pasar itu -kan gak ada atapnya-. Putus sudah harapan Mikoto setelah berjam-jam mencari anaknya, namun tidak kunjung ketemu juga. "Oh iya, kan ada hand phone! Bodoh, jaman ini kan semuanya canggih." Lalu Mikoto mengeluarkan hand phone dari sakunya dan langsung memasukan nomer telfon anaknya. Sambil menunggu telfonnya diangkat, Mikoto menikmati RBTnya Sasuke, yaitu lagu 'Menunggumu'.
-
Sementara itu, Sasuke dan Naruto sedang sibuk mempersiapkan mentalnya untuk memasuki rumah hantu.
"Tuhan, bila aku mati hari ini, tolong jaga orang tuaku dan teman-temanku baik-baik." Naruto membaca do'a dengan lirih, do'a yang patut untuk dicontoh.
"God, jika gue mati, jangan pertemukan gue dan Naruto di surga nanti~" ucapnya lantang. Do'a yang tidak patut dicontoh.
Sekian lama aku menunggu
Untuk kedatanganmu
Bukankah engkau telah berjanji
Kita jumpa di sini
Datanglah, kedatanganmu kutunggu
Telah lama, telah lama 'ku menunggu
Tiba-tiba iPhone Sasuke berbunyi, ketika Sasuke mengeluarkan iPhone dari sakunya, hal itu dicegat oleh Kakuzu yang tiba-tiba muncul.
"No phone, no call, no communication here~" kata Kakuzu sok inggris.
"Habis translate dari mana lo?" keluh Sasuke kesal karena iPhonenya diambil.
"Pokoknya, hand phonemu sebagai jaminan kalo gak bayar!" Kata Kakuzu tegas.
"Enak aja! Hand phone gue jauh lebih mahal dari harga tiket plus rumah hantu lo!" Sasuke gak mau kalah.
"Sudah, sudah jangan berterngkar." Lerai Naruto.
"Ya udah, sekarang kita nunggu apa lagi? Ayo masuk!" Sasuke melangkahkan kakinya untuk membuka pintu, namun lagi-lagi dicegat Kakuzu.
"Eit~ gak boleh!"
"Hhh! apa lagi sih?" dengus Sasuke kesal.
"Tunggu guidenya dulu!" jelas Kakuzu.
Naruto dan Sasuke sweatdrop.
"Memangnya kenapa harus pake guide sih?" Tanya Naruto.
"Nanti kalian tersesat, he he." Kata Kakuzu dengan tampang innocentnya, Sasuke dan Naruto lagi-lagi sweatdrop.
"Maksudnya tunggu penjelasan guidenya, biar gak tersesat." Tambah Kakuzu lagi.
Tiba-tiba seseorang datang dari kejauhan, mereka bertiga ngelirik ke sosok orang itu yang lama-lama semakin dekat, semakin dekat, dan..
"GOOOL!"
(BUAGH! Author dipukul, iya deh.. scenya dirubah!)
"Ma-maaf Kakuzu, saya terlambat!" Kata orang itu sambil ngosh-hosh-an karena capek lari-lari.
"Kenapa lo? Kok kaya' habis dikejar apaan gitu." Tanya Kakuzu bingung.
"I-itu," orang itung ngosh-hoshan lagi, "Saya ngeliat setan kaya' hiu di depan!" Jelasnya.
"Beh, itu perasaan lo aja kalik! Si Hidan mana?" Tanya Kakuzu ke orang itu.
"Hidan nyusul katanya." Jelas orang berambut hitam panjang, tampang lumayan, keriputan tapinya. Sasuke menatap orang itu dalam-dalam seolah-olah kenal dengan orang itu. 'Siapa ya?' batinnya. Berjam-jam kemudian, akhirnya Sasuke ingat siapa orang itu. Lampu di atas kepalanya pun nyala*?*.
"I-i-itachi?" Sasuke mendekati orang yang sibuk berbincang-bincang dengan Kakuzu itu.
"Sasuke, otouto-chan?" Itachi yang sadar bahwa Sasuke mendekatinya yakin bahwa itu Sasuke, adiknya.
Setelah melihat keriput yang ada di muka Itachi, Sasuke langsung yakin bahwa itu kakaknya. "ITACHI!!" teriaknya dan langsung memeluk Itachi karena rindu. Sudah 100 tahun mereka tidak bertemu, "Hueeee~ aku kira dirimu pergi ke London untuk menjadi orang sukses, tapi ternyata malah bekerja di tempat aneh seperti ini." ujar Sasuke. Itachi membalas pelukan Sasuke.
"SASUKE!!!" Bales Itachi sambil teriak tepat di telinga Sasuke, "Diriku tersesat dan terdampar di tempat ini~"
"Itachi~"
"Sasuke~"
Kakuzu dan Naruto sweatdrop.
"Itachiiiii-niisan~"
"Sasuke-baka"
"Naruto-ganteng"
"Kakuzu-kaya"
"Kisame(?)!"
"Kisameeee?!!" teriak semuanya -minus Kisame- serempak. Setelah menyebutkan nama itu, mereka langsung lari dan masuk ke ruangan utama.
"Aduh, emangnya ada hantu lagi ya?"
-
***
-
Naruto dan Sasuke masuk ke rumah hantu tersebut, bukannya di chapter yang lalu sudah masuk? Ya, tapi 'kan di rumah hantunya banyak pintu gitu. Namanya juga rumah hantu, jadi didesain seseram mungkin. Banyak pajangan aneh-aneh di ruangan itu. Lampu hanya remang-remang saja, ada yang berwarna merah, kadang hijau, dan kuning –kaya' pelangi aja- supaya kesannya menyeramkan, diiringi dengan lagu horror supaya suasana lebih mencekam.
"Silahkan jalan, lurus.. aja sampai ada perempatan, belok kanan, nanti ada turunan jangan tancap gas, pas tanjakan baru tancap gas, nanti ada sungai, sewa aja perahu, murah kok! Terus nanti turun di pelabuhan, naik taksi ke hotel 626, kalo udah sampai telfon gue aja." jelas Itachi. Naruto hanya mengangguk sedangkan Sasuke menggelengkan kepala.
"Selamat menikmati~" kata Kakuzu dengan nada horror.
"Otouto-chan hati-hati ya, nanti kalo ada hantu kamu bilang ke kakak ya, jangan nakal di sana~ Naruto juga jaga diri ya." kata Itachi keibu-ibuan. Naruto mengangguk lagi. Sasuke memukul kepalanya sendiri.
"Iye iye, cuma rumah hantu mainan ini." Sasuke dan Naruto mulai berjalan menelusuri tempat horror itu. Mereka membuka pintu yang pertama. Sasuke berjalan di depan, sedangkan Naruto di belakangnya sambil mengumpat di balik punggung Sasuke. Tempat pertama pohon beringin.
"Dobe, kalo di pohon beringin ada setan apa biasanya?" tanya Sasuke stay cool.
"Hmm, a-aku gak tau, cepetan jalan, nanti ada yang muncul!" Naruto mendorong-dorong Sasuke supaya jalan lebih cepat. Naruto berjalan di belakang Sasuke sambil memegang pundak Sasuke.
"Sas, lama banget jalannya?" tanya Naruto heran. Sasuke malah diam.
-
Sementara Kakuzu dan Itachi sibuk mengobrol. "Chi, kasih musik dong biar serem.. hmm.. musik Kuburan aja!" perintah Kakuzu. Itachi mengangguk, lalu ia pergi ke studio*?* musik untuk menyetel lagu.
(BGM: Kuburan Band – Lupa-lupa ingat)
Lupa.. lupa lupa lupa.. lupa lagi syairnya..
Setelah mendengar lagu 'Kuburan' Kakuzu langsung sweatdrop. "ITACHI BAKA! BUKAN KUBURAN BAND! TAPI LAGU HORROR DI KUBURAN!" teriak Kakuzu. Itachi yang lagi si studio*?* langsung nyengir gak jelas.
"He he, maaf Zu" Itachi langsung mengganti BGMnya.
(BGM: Huuuuu Hi hi hi Ha ha ha Ho ho ho*?*~ suara hantu plus horror *sama aja kalik!*)
-
Back to Sasuke dan Naruto..
"Sas, lama banget jalannya??" protes Naruto yang baru –berhasil- berjalan lima langkah. Sasuke hanya diam. "SAS! Kamu kenapa sih?" tanya Naruto bingung.
(Author's note: Di rumah hantu ada sensornya, gak keliatan, jadi kalau Naruto dan Sasuke nyentuh sensornya maka hantu(-hantuan)nya bakal muncul secara otomatis).
"Dobe, gu.. gue.. ta.. takut!" Sasuke langsung pindah ke belakang, tidak sengaja Naruto terdorong ke depan.
Dan benar, tiba-tiba sosok berjubah putih, muka pucat, rambut panjang, tapi warnanya blonde(?) muncul dari.. ntah dari mana.
"Hi~ hi~ hi~, un." Penampakan itu menakuti-menakuti mereka berdua. "Aku kuntil anak Un~" Jelas Kuntil anak berambut blonde itu dengan nada horror.
"HUAAAA!" Naruto teriak histeris. Sasuke malah cengo.
"Selamat datang di rumah hantu, silahkan masukan koin 500 untuk mengetahui sejarah kuntil anak, un." kata si Kuntil anak sambil menunjuk sebuah kotak hijau di depannya, yang tak lain adalah kotak amal*?*.
"Na.. Naruto, a.. ada du.. duit ga?" kata Sasuke gemeteran. Naruto langsung merogoh kantung celananya.
"Yah, adanya 200 Tem"
Sasuke kecewa. Lalu ia merogoh kantung celananya.
"Ok, dapet gopek!" Sasuke langsung memasukan koin 500 itu ke kotak hijau tersebut.
"Terima kasih, silahkan masukan password, un!" lanjut si Kuntil anak. SasuNaru sweatdrop.
"Mana gue tau passwordnya?" protes Sasuke.
"Silahkan masukan 200 perak untuk mendapatkan passwordnya, un." Kata si Kuntil anak ala mesin duit.
Naruto menghela nafas lalu memasukan koin 200-nya, "Nih.."
"Terima kasih, passwordnya adalah password. Silahkan masukan 500 untuk memasukan password, un."
"WOY! INI BANK APA RUMAH HANTU SIH?" teriak Sasuke dongkol sambil memberi death glare ke si Kuntil anak itu.
"A.. ampun bang, i.. ini disuruh ama me.. menejernya bang! Un" kata si Kuntil ketakutan. Sasuke malah memasang tampang lebih horror lagi dan pada akhirnya si Kuntil malah ketakutan, "SETAAAAN, UUUUUUN!" teriaknya sambil lari ngibrit ntah kemana.
"WOY! TAMPANG GANTENG KAYA' GINI LO BILANG SETAN?! AWAS LO!" Sasuke sudah bersiap-siap ingin lari, namun dicegah Naruto.
"Sudahlah Sasuke, ayo lanjutin jalannya." Akhirnya Sasuke dan Naruto kembali melangkah. Sasuke di depan, sedangkan Naruto di belakang sambil memegang pundak Sasuke. Sepuluh langkah kemudian.
(BGM: Masih -- Huuuuu Hi hi hi Ha ha ha Ho ho ho*?*~ suara hantu plus horror *sama aja kalik!*)
"Nyehehehehehe~" tawa nenek lampir di sebelah kanan.
"HUEEE HANTUUUUU!" teriak mereka berdua. Lalu mereka mempercepat langkah mereka.
"Hihihihi~" sosok berambut panjang muncul dari atas. Sasuke dan Naruto lagi-lagi teriak dengan lebaynya.
"Hu hu hu~" tangis anak kecil dengan muka berdarah-darah di sebelah kanan. Sasuke teriak lagi, sedangkan Naruto diam saja gara-gara suaranya habis.
"Ho ho ho~" sosok berbaju merah, jenggotan, dan gemuk muncul dari atas sambil menaiki kereta rusanya dan memberi hadiah ke anak yang baik. "
(BUAGH! Author kena pukulan Kakuzu, scene diganti deh!)
"BA!" sosok hitam putih, berkepribadian ganda muncul dari tanah, yang tak lain adalah Zetsu*?*.
"SETAN BENERAN!" Teriak Sasuke dan Naruto serempak.
(BUAGH! Author kena pukulan Zetsu, scene diganti lagi dah!)
Naruto dan Sasuke mempercepat langkahnya, lalu mendobrak pintu berikutnya.
"Kok gelap ya?" guman Naruto setelah berhasil mendobrak pintu. Ia melangkahkan satu kakinya ke depan.
Tiba-tiba lampu remang-remang menyala, BGM masih yang tadi. "Hi hi hi," dari sebelah kanan, cewek dengan pakaian suster berjalan ke arah mereka sambil ngesot. Lalu sosok yang yang terbaring di atas tempat tidur rumah sakit dan ditutupi oleh kain putih, terbangun dari tidurnya, "HOOOOO!"
"AAAAA!" Naruto dan Sasuke langsung lari. Sayangnya si suster ngesot lewat di depan mereka, alhasil Sasuke yang larinya paling cepet langsung tersandung dan jatuh.
"Aduh" Sasuke memegangi kedua kakinya yang terbentur lantai, lalu ia menengadah ke atas.
"BA!" penampakan berbalut kain kavan berhasil membuat bulu kuduk Sasuke naik semua.
"POCOOOOONG!" teriaknya ketakutan. " NARUTOOOO DI MANA LO?"
"GUE DI SINI SAS!" teriak Naruto dari ruangan sebelah. "GUE CABUT DULUAN YA! SAMPAI BERTEMU NANTI!"
'Sial, gue ditinggalin' batinnya. Sasuke langsung berdiri dan berlari ke arah pintu ruangan sebelah. Ia mendobrak pintu itu.
DUAGH!
Mukanya berhasil mengenai pintu, sayangnya pintu dikunci. 'Siaaaal! Gak bisa dibuka!' batinnya sambil mengelus-elus jidatnya.
"Kuncinya ada di saya bang~" kata si pocong dengan nada horror. Si pocong masih ngkutin Sasuke dari belakang sambil lompat-lompat kaya' lagi balap karung, disusul dengan suster ngesot dan sosok yang tadi terbaring di atas kasur. Sasuke terpojok di depan pintu. Lama-lama trio setan rumah sakit itu mendekati Sasuke, semakin dekat dan dekat.
"Hi hi hi~"
'Tuhan, biarkan aku mati di rumahmu tuhan, bukan di rumah Kakuzu' karena Sasuke gak mau mengakhiri hidupnya di rumah itu, Sasuke dengan kekuatan supernya langsung nonjok muka si pocong.
BUAGH!
Si pocong berhasil terhempas ke belakang. Alhasil si pocong nimpa si suster ngesot, dan si hantu yang tadi terbaring di tempat tidur.
"Give me the key or you'll die" ancam Sasuke –sok inggris- yang berhasil bikin trio hantu itu pada merinding.
"I.. iya bang, am.. ampun!" kata si pocong. "Tapi bang, saya kan gak punya tangan bang, abang ambil aja di kantong saya, nih.." lanjutnya sambil melirik ke kantung kavannya*?*. Sasuke pun mengambil kuncinya.
-
***
-
Naruto masih diam di tempat. 'Sekarang di mana ini?' batinnya sambil melihat sungai(buat-buatan pastinya) di depannya. (SFX: Suara air mengalir).
Di tengah sungai itu ada jembatan kayu tua yang harus dilewati jika ingin ke pintu berikutnya. Setelah berpikir lama, akhirnya ia langkahkan kakinya ke jembatan itu. Ia menyebrangi jembatan itu pelan-pelan, langkah demi langkah, dan akhirnya setelah 3*?* langkah ia berhasil menyebranginya.
"YES!" ujarnya girang sambil melangkah ke pintu selanjutnya. Ketika ia hampir membuka pintu. Angin berhembus pelan, daun berguguran, sungai mengalir dan ikan berenang*?*. Naruto membalikan badannya pelan-pelan.
"GAAAAAAAH~" lagi-lagi sosok tidak diharapkan muncul di belakangnya –ntah dari mana- dengan pakaian yang lusuh, kulit berwarna hijau, tampang jelek banget. Ya, itu adalah zombie.
"HUUUUEEEE!" Naruto langsung mukul sosok di depannya itu sambil nutup matanya. Tidak disangka-sangka, pukulan Naruto itu langsung mendorong zombie itu masuk dan ikut berenang bersama ikan-ikan di sungai*?*. Naruto mengatur nafasnya yang tidak teratur.
Baru beberapa detik berlalu, ada sosok yang keluar dari sungai. Rambutnya panjang dan basah, mungkin karena kelamaan berenang di dalam air. "Huuuuuu~" sosok itu mengeluarkan suara horror. Naruto langsung memasang tampang takut dan membuka pintu di belakangnya.
BLAM!
Naruto menutup pintu. Ia bersandar ke pintu itu sambil mengatur nafas.
-
Di lain tempat, Sasuke..
"Woy lo lo pada yang berenang di sungai duaan, liat Naruto yang brengsek itu gak?" tanya Sasuke sinis sambil memberi death glare kedua orang –si zombie sama si hantu cewek- itu. Mereka menggeleng-gelengkan kepala. Sasuke mendengus kesal. "Sial tuh orang!"
-
Balik ke Naruto..
Naruto masih bersandar di depan pintu. Tiba-tiba perasaannya jadi tidak enak. 'Kaya'nya Sasuke mau mendekat, aku harus pergi..' Naruto melangkahkan kakinya pelan –takut kena sensor lagi-.
"Tapi gimana caranya jalan ke pintu sebrang tanpa melangkah? Kalo aku melangkah lagi, nanti ada hantu lagi" Naruto mengelus-elus dagunya, seolah-olah sedang berpikir. Beberapa detik kemudian.
"Aha!" Naruto mengeluarkan hair spray*?* dari sakunya. "Mungkin saja ada sensor di sini, cara satu-satunya adalah menyemprotkan hair spray ini, supaya sensornya kelihatan!" tumben Naruto pintar. Naruto pun menyemprotkan hair spray itu ke sekitarnya. Beberapa detik kemudian, sensor terlihat.
"Ha ha ha" Naruto tertawa ala pahlawan yang berhasil menendang musuhnya. "Tapi.." senyumnya pun pudar, "Sensornya ada di mana-mana! GAAAH!" Naruto menjambak-jambak rambut kuningnya. Ia diam lagi, lalu berpikir.. hm.. hm.. hm..
Satu jam berlalu..
"Aha!" lampu di kepala Naruto nyala lagi. "Aku tiru saja mata-mata yang suka di film-film, badanku kan lentur!" katanya PeDe. Naruto langsung meniru gaya mata-mata yang lagi ngehindar dari sensor-sensor. (BGM: Lagu Hip Hop*?*)
-
Balik lagi ke Sasuke..
"NARUTO!!!" teriak Sasuke yang akhirnya berhasil membuka pintu. "Naruto?" Sasuke langsung sweatdrop ketika melihat Naruto yang masih dalam setengah perjalanan menuju pintu selanjutnya.
Naruto langsung menghentikan kegiatannya. Tangan kanannya di angkat ke atas. Tangan kiri menyentuh lutut sebelah kiri yang ditekuk ke atas. Kaki kanan berdiri seperti biasa. "Sas.. UKE! Aku jadi berhenti nih.." ujarnya dengan posisi yang tidak wajar.
"Kenapa lo?" tanya Sasuke heran.
"Kalo di sentuh sensornya, hantu-hantu bakal keluar!" jelas Naruto masih dalam posisi yang sama.
"Ada-ada saja kau ini!" ujarnya tidak percaya. Sasuke melangkahkan kakinya, hendak menyusul Naruto.
Melihat Sasuke melangkahkan kainya, Naruto langsung panik, "JANGAAAAN!" Naruto langsung jatuh dan bokongnya berhasil mengenai salah satu sensor di situ.
"Ha ha ha~" penampakan dari arah kiri keluar dengan kedua gigi taring, dan jubah berwarna hitam, yang tak lain adalah Edward Cullen.
"KYAAAA! ADA EDWARD CULLEN!" teriak Naruto dan Sasuke ala FC-nya Edward.
(BUAGH! Author dipukul Robert Pattinson, iya deh.. ganti scene lagi!)
"Ha ha ha~" penampakan dari arah kiri keluar dengan kedua gigi taring, dan jubah berwarna hitam, yang tak lain adalah Vampir.
"HUEEEEE!" Naruto langsung berdiri dan berlari ke arah Sasuke.
Dari sebelah kanan, muncul manusia setengah serigala sambil meraung-raung. "GRAAAA! GRAAAA!"
Lalu dari atas, ada kepala tengkorak yang melayang-layang. Setelah Naruto menghampiri Sasuke –dan memeluknya- dan menjauhi sensor-sensor itu. Penampakan-penampakan tadi hilang dan kembali ke asalnya. Naruto menghela nafas lega. Sasuke gak bisa bernafas karena dipeluk sama Naruto.
"Lepasin ah!" Sasuke mendorong Naruto. Lagi-lagi bokong Naruto nyentuh sensor-sensor itu.
"Ha ha ha~" si vampir keluar lagi.
"GRAAAA! GRAAA!" raung si manusia serigala.
Kepala tengkorang melayang.
Naruto langsung bangkit dari jatuhnya.
(BGM: Jatuh bangun)
-
Kembali ke Kakuzu dan Itachi dulu..
"ITACHIIII! JANGAN SETEL DANGDUT!" teriak Kakuzu. Mendengar itu Itachi langsung ketakutan.
"I.. iya Zu, sebentar" Itachi mengganti BGM ke lagu horror lagi.
-
(BGM: : Huuuuu Hi hi hi Ha ha ha Ho ho ho*?*~ suara hantu plus horror *sama aja kalik!*)
"Sasuke! Jangan dorong-dorong, nanti kena sensornya lagi!" keluh Naruto.
Sasuke menghela nafas panjang, "Dobe, ini cuman mainan! Wajar didesain dengan sensor seperti ini, baka! Ayo jalan!" Sasuke menarik tangan Naruto lalu melangkah ke pintu berikutnya.
"Ha ha ha~" si vampir keluar lagi.
"GRAAAA! GRAAA!" raung si manusia serigala.
Kepala tengkorang melayang.
Setelah lima belas langkah, sampailah mereka di pintu berikutnya.
-
***
-
"Udah berapa lama kita di sini, Dobe?" Tanya Sasuke.
"30 menitan lah." jawab Naruto sambil melirik jam tangannya.
"Oh, kok lama banget?" Tanya Sasuke heran. "Pintu keluarnya di mana ya?"
Sementara Sasuke dan Naruto menikmati*?* perjalanannya, Kakuzu dan Itachi asik ngobrol di luar.
-
"Itachi, kok mereka lama banget? Jangan-jangan mereka kabur lagi!" Kata Kakuzu yang sibuk mainin iPhonenya Sasuke.
"Iya ya? Kok lama banget?" Itachi malah balik nanya. Tiba-tiba dari kejauhan, muncul seseorang dengan banyak piercing di mukanya.
"Hey Kakuzu! Itachi! What's up?" kata orang itu sok inggris.
"Woy Pein, ngapain lo ke sini?" Tanya Kakuzu balik.
"Mau kerja, biasa." Jawab orang yang dipanggil Pein itu santai.
"Hah?! Emang kerja lu apaan di sini? Gue merasa gak mempekerjakan lo deh." Kakuzu memegang dagunya.
"Jah, gue kan yang buat and mendesaign rumah hantunya, sekarang gue mau mendesaign pintu keluarnya. Cocoknya gimana ya?" Pein minta saran.
"Apa kata lo? Pintu keluar?" Tanya Itachi.
"Iya, kemaren belum sempet gue selesein."
"Be-be-berarti, otouto gue—"
"Itachi! Cepet susul mereka ke dalam!" Perintah Kakuzu panik, dia takut Sasuke gak balik lagi dan gak bayar masuk.
"Sip bos! Pein, temenin gue dong!" Itachi langsung berhamburan ke dalam sambil menarik tangan Pein.
-
Back to Sasuke dan Naruto..
Sasuke mendobrak pintu selanjutnya, ntah berapa pintu yang sudah mereka dobrak dan rusak. Dan ruangan yang satu ini hanyalah ruangan kosong, tidak ada isinya, gelap.
"Aduh, ruangan apaan lagi nih?" Sasuke melirik ke sekeliling ruangan.
"Teme, baca deh~" kata Naruto sambil menunjuk-nunjuk sebuah tulisan yang nemplok di tembok.
"Apaan tuh bacaannya? Kagak keliatan," Sasuke berusaha membacanya dengan mendekatnya matanya ke tulisan yang tertera di tembok itu, "Bentar, Ghost House, under construction." Setelah membacanya, Sasuke langsung sweatdrop.
"Apa artinya, Teme?" Tanya Naruto penasaran.
"AAHH! Katanya grand opening! Ini masih direnovasi!" Keluh Sasuke kesal, lalu menyandarkan dirinya ke dinding. Diikuti dengan Naruto.
"Be-berarti, ki-kita gak bisa keluar dong?" guman Naruto hampir menangis.
"Iye, mana gue lupa jalan masuk ke sini gimana!" Protes Sasuke sambil mendengus kesal.
Sekarang mereka berdua hanya bisa diam saja sambil meratap ke nasib masing-masing…
-
Sementara itu, Itachi dan Pein dengan sukses berhasil melewati rintangan-rintangan yang datang menghampiri mereka, diikuti dengan kuntil anak berambut pirang Deidara, Konan yang ikut-ikutan masuk, dan Sasori yang mengontrol boneka-boneka hantu. Mereka semua pegawai di rumah hantu.
"Emangnya mereka kemana Dei?" Tanya Itachi.
"Meneketekkutau, ehh? Meneketehe, un!" Jawab Deidara santai.
"Tadi gue liat mereka ke sana," Konan menunjuk sebuah pintu besar.
"Loh? Itu kan ruangan yang mau gue jadiin pintu keluar!" Kata Pein.
"Nah, sekarang kita gimana keluarnya?" Tanya Sasori.
"Bener un, kita udah terjebak di sini un, kita gak pernah keluar un!" Keluh Deidara.
"Gue buat dulu lah~" Kata Pein sambil membawa cangkul di pundaknya.
"Mestinya gue gak merelakan Sasuke masuk, baka!" Itachi memukul kepalanya ke pintu besar itu, alhasih pintu itu tetep gak kebuka yang ada kepala Itachi benjol.
"Aduh! Sakit baka!" Kali ini Itachi menendang pintu itu, lagi-lagi kakinya bengkak, sedangkan Itachi lompat-lompat GeJe gara-gara kaki plus kepalanya bengkak. yang lain-minus Itachi- cuma geleng-geleng.
"Ya sudah, kita tunggu Zetsu, dia kan satu-satunya yang bisa keluar dari tempat ini." Kata Konan pasrah. Ya iyalah, Zetsu bisa datang tak dijemput, pulang tak diantar.
"Tapi kalo pintu ini gak bisa dibuka, gimana Sasuke dan Naruto masuk?" Tanya Sasori.
"Hmm, iya juga ya, coba sini gue buka.." Pein menuju ke pegangan pintu itu, lalu membukanya. "Bah~ tinggal buka doang, gak usah dipukul-pukul segala!" Pein melirik Itachi, Itachi hanya menatap dengan tatapan-mana-gue-tau?
NGIEEEKK
Pintu dibuka perlahan-lahan, di sana terlihat dua orang yang sudah tepar di dalam gara-gara kehabisan oksigen.
"OTOUTO-CHAN!" Itachi langsung lari ke adiknya. "Bangun otouto-chan, maafin niisan, harusnya niisan ngasih tau kalo ini rumah masih under construction." Itachi menggerak-gerakkan tubuh adiknya yang tergeletak dengan posisi-seperti-korban-bencana-alam. Sasuke gak bergeming juga.
"TIDAAAAK!" Teriak Itachi dramatis kaya' di film-film, sedangkan yang lain hanya menunduk. Yang lain –minus Sasuke, Itachi, dan Naruto- menundukan kepalanya. Itachi berniat memberikan nafas buatan, lalu mendekatkan mukanya ke Sasuke.
"EMOOOOOH!" tiba-tiba Sasuke bangun dari pingsannya dan langsung menjitak Itachi.
"Aduh, sakit otouto-chan, aku 'kan berusaha untuk menolongmu!" protes Itachi sambil mengelus-elus jidatnya.
"Gak usah ngasih nafas buatan kali' lo kebanyakan nonton film drama sih!" celetuk Sasuke.
"Hueeee~ Otouto-chan! Maafin kakak!" Itachi langsung memeluk Sasuke.
"Udah ah lepas! Keluarin gue dari sini!" Kata Sasuke yang berusaha melepaskan pelukannya dari Itachi.
"Ya, masih under construction sih.." jelas Pein dengan tampang innocent.
"Bah, Liat nih, temen gue udah mati duluan!" Kata Sasuke sambil menunjuk-nunjuk Naruto yang tergeletak di atas lantai dengan posisi menggenaskan. Yang lain –minus SasuNaru- menundukan kepalanya lagi.
"Tapi un, si Pein cuma bawa cangkul un, gimana dong un?" Kata Deidara si kuntil anak versi Amerika itu –'kan rambutnya blonde-.
"Gali, cepetan! Ge Pe El!" Perintah Sasuke, Pein langsung menuruti kata-kata Sasuke dan mulai menggali di sekitar tembok. Sisanya -minus Pein dan Naruto- duduk dan bersandar di tembok.
Sambil menunggu ternyata di ruangan itu tidak lari dari yang namanya hantu. Sosok bertopeng, sambil membawa senjatanya Grim -apa nama senjatanya? Author lupa!- muncul dari dalam tanah. Sasori yang pertama kali menyadari kedatangannya hanya bisa cengo, speechless, mati gaya. Diikuti dengan Deidara yang duduk di sebelahnya, baru melihat tampangnya saja Deidara sudah pingsan, lalu diikuti oleh Sasori. Diikuti lagi oleh Konan dengan tampang cengonya, sambil berkata. "Apaan tuh?"
"GRIM!" Teriak Itachi yang ikut menyadari.
"Bukan! Itu yang di film Scream itu loh!" Sasuke menambahkan.
"APA? GRIM!" Naruto sadar dari pingsannya, tapi pingsan lagi gara-gara ngeliat Grim di depannya.
Itachi langsung mendekat ke Sasuke lalu menutupi mukanya, sedangkan Sasuke dan Konan hanya memasang tampang bingung.
"Hi~ hi~ hi~" Grim itu mengeluarkan suara.
Sasuke dan Konan sweatdrop, mana mungkin grim ngeluarin suara kuntil anak?
"Tapi Sas, di sini tidak ada grim, soalnya Grim itu kostumnya mahal!" jelas Konan. "Jangan-jangan itu beneran grim?" Konan melanjutkan.
"Iya, mungkin juga sih." Jawab Sasuke.
"Gimana sih kalian berdua? Itu beneran grim! Ayo semua lari!" Itachi langsung berdiri dari duduknya lalu mencoba mencari jalan keluar dengan meraba-raba tembok. "Pein! Cepetan!"
"Iya, orang sabar disayang Jashin." Sejak kapan Pein menganut agama anutan Hidan?
"Hi~ hi~ hi~" si Grim itu bunyi lagi. Membuat semua yang ada di ruangan itu merinding -minus Pein, yang sibuk ngegali lubang, Naruto yang masih pingsan-. Grim itu menaikkan senjatanya, yaitu sabit buat motong rumput, ehh? Sabit yang biasa dibawa sama Hidan. "GAAAAH!" Grim itu menyerang Sasuke dan Konan, mereka berhasil menghindar dari serangan tersebut.
Hal itu membuat semua yang ada di ruangan itu -minus Pein dan Naruto- berteriak, "HANTUUUUUU!" Mereka semua -minus Pein dan Naruto- langsung berhamburan dan lari menerobos tembok berlapis tiga itu, Sasuke menarik Naruto yang pingsan sampai keseret-seret tanah, Pein terbawa lari oleh segerombolan itu, akhirnya tembok berlapis tiga itu jebol. Dan jadilah pintu keluar.
"Woy, ada apa?" Kakuzu tiba-tiba muncul.
"Itu, ano, apa namanya? Itu loh!" Kata Sasori gugup.
"Ada grim!!" ujar Itachi.
"Ada apaan sih?" Pein masih bingung, toh sebenarnya dia gak tau kalo di sana ada grim gara-gara sibuk nyangkul.
"KAKUZUU!" Dari kejauhan sana, dua orang berteriak dan lama-lama mendekat.
"Hidan? Zetsu? Dari mana aja lo?" Tanya Kakuzu sang menejer.
"Habis makan siang," kata Zetsu santai, "By the way nih ya, kekuatan gue buat menembus tanah diambil sama Tobi!" Keluh Zetsu kesal.
"Senjata gue juga diambil sama dia!" Kata Hidan.
"Hah? Tobi?" Tanya semua -minus Naruto yang masih pingsan- serempak.
"Jangan-jangan, grim yang tadi.." Kata Sasori dengan nada horror.
(BGM: Jeng.. jeng.. jeng)
"TOBI, un! Tobi anak nakal, un!"
Orang yang dipanggil dan dianggap grim itu keluar dari liang lahatnya, ehh? Dari rumah hantu.
"He he, Tobi anak baik! Tobi cuma bercanda kok senpai." Katanya sambil melepas topeng Screamnya, meskipun topeng Screamnya sudah dilepas, ia tetap menggunakan topeng.
"TOBI!" Semuanya -minus Kakuzu dan Naruto- langsung menggebuk Tobi. Tobi berteriak meminta tolong, namun tak ada yang mendengar. Kakuzu hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Lagi-lagi suara horror muncul, angin berhembus membawa hawa penasaran, hal itu membuat bulu kuduk Kakuzu naik. Ia merasa ada sesuatu di belakangnya, merasa ada seseorang yang berdiri di belakangnya.
"Si-siapa ya?" Kakuzu membalikkan badannya, dan.. "HANTU BENERAN!" Kakuzu teriak histeris dan dramatis.
Kakuzu tanpa basa dan basi langsung lari, diikuti semua orang -minus Naruto- yang sibuk ngehajar Tobi. "HANTUUUU!" Semuanya -minus Naruto- lari. Segerombolan itu hilang dalam 10 detik.
Naruto tiba-tiba sadar dari pingsannya, "Aduh~" Naruto duduk sambil mengelus-elus kepalanya.
"Hei bocah, orang-orang itu kenapa?" Tanya si Hantu itu, sebenarnya bukan hantu, lagi-lagi itu adalah Kisame.
Naruto melihat segerombolan orang yang jejaknya sudah hilang ditelan bumi "Gak tau, mereka semua sinting!"
"Oh, dikirain ada hantu." Kata Kisame dengan tampang innocentnya. "Kenalin, gue Kisame, orang ganteng, kerja ngabasmi hantu.. katanya di rumah ini banyak hantunya ya?" katanya panjang lebar.
"Huh? Tempat apaan nih? Gak tau. ARGH! Aku pergi saja.." Naruto pergi meninggalkan Kisame yang kepalanya masih dipenuhi tanda tanya.
-
***
-
Berakhirlah kisah GeJe mereka. Segerombolan orang yang lari tadi menghilang entah kemana. Sasuke dan Itachi akhirnya pulang sambil diceramahin Mikoto sepanjang perjalanan pulang. Naruto kembali ke mall, bertemu dengan ibunya, Kushina. Mereka pulang sambil membawa belanjaan yang begitu banyaknya.
"Kamu dari mana nak?" Tanya Kushina bingung.
"Hmm, gak tau Ma, amnesia nih." Kata Naruto dengan tampang innocent.
-
The End
Review Reply Chapter One (buat yang gak log in)
Perut-saia-Bundar: -hahaha, terima kasih ya sudah membaca. Perut anda sakit? Jangan salahkan saya ya :D-
Sakura lover: -terima kasih ya udah mau baca ^^b-
Vi-chan Uchiha: -yaaa, kesannya kaya' pasar gitu, hahaha brosurnya kan gahoel. Terima kasih sudah membaca ^^b-
Shikon no Tama: -Kyaaaa, mereka memang kaya' anak kecil umur 5 tahun! *digebuk Sasu dan Naru* terima kasih ya udah mau baca ^^b-
Luthfi: -? terima kasih udah mau baca, hehe :D-
A/N: Gimana? garing? Yeah i know. Ini fic humor pertama saya. Ya, saya lebih suka tertawa dari pada menertawakan. Jujur, saya susah untuk mendeskripsikan suasanan, jadi rada ancur gitu. Sudah lah, terima kasih yang sudah membaca, yang sudah mendo'akan saya buat masuk RSBI SMAN 1 Bogor dan lulus UN. Tuhan menyertai kalian semua. Komentar bisa dikirim lewat review or e-mail. Maaf review belum bisa dijawab sekarang.
Take care. God bless you all :)
-
Review if you mind..
