Cho Kyuhyun, seorang pilot yang selamat dari kecelakaan maut jatuhnya sebuah pesawat mengalami Fear of Flying atau rasa takut untuk terbang, bertemu dengan Choi Siwon, seorang namja yang tengah berusaha meraih impiannya menjadi pilot terbaik, mampukah Siwon mengembalikan impian Kyuhyun yang telah dibuangnya jauh – jauh karena ketakutan yang dialaminya itu? Ataukah ia justru merelakan Kyuhyun menyerah begitu saja?

Fly Baby, Fly

Chohyunnie present

A wonkyu fanfiction

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Jung Yunho

Desclaimer : I have nothing except the story, semua cast punya Tuhan dan entertainment masing – masing

Warning : BL, DLDR, Typo(s), tidak sesuai EYD, No Bash

.

Di udara kau adalah pemegang nyawa kami, tapi dalam hidup, Tuhan-lah yang mengatur semuanya,

Happy Reading

.

"kau… ramyeon pedas?!" Siwon menatap tak percaya namja yang berdiri di hadapannya dengan tatapan dingin dan terlihat kosong itu. Namun Siwon buru – buru menutup bibirnya dengan kedua tangan. Ia sudah bersikap tidak sopan, artinya, kehidupannya setelah ini akan berbahaya.

"namaku bukan ramyeon pedas asal kau tahu Choi Siwon –ssi, aku adalah pengajarmu selama dua hari ini, kau bisa membaca namaku?" Kyuhyun membalikkan id card yang ia kenakan hingga foto dan namanya terlihat jelas.

Mata Siwon sedikit menyipit dan berusaha keras membaca huruf yang tertera. Namja itu sedikit terlonjak ketika Kyuhyun membalik id cardnya dan mendengus, "apa matamu minus? Kenapa kau tidak bisa membacanya?" ucap Kyuhyun dingin dan berjalan memutari meja lalu mengeluarkan beberapa lembar kertas.

Siwon menganga, astaga, memang siapa yang bisa melihat huruf sekecil itu dari jarak yang cukup jauh begini? Matanya masih normal dan ia tidak minus, Siwon sudah akan bersiap untuk protes ketika Kyuhyun tiba – tiba telah berdiri di depannya dan meletakkan kertas – kertas yang tadi ia bawa di atas meja Siwon, "kerjakan semuanya dalam waktu satu jam, aku akan kembali dan memeriksa, jangan coba – coba berbuat curang karena ruangan ini terdapat cctv, arrasseo"

Siwon menelan ludahnya dan menatap takut – takut ke arah Kyuhyun yang menampilkan wajah tegasnya, "n, ne, ramyeon, ah, maksudku, seongsaengnim" ucap Siwon dengan suara bergetar,

"kau memang cukup pintar seperti yang tertulis di file" Kyuhyun berjalan santai keluar dari dalam ruangan kelas dan menutup pintunya.

Siwon langsung menghembuskan nafasnya yang tidak sadar sudah ia tahan sejak Kyuhyun berada di dekatnya tadi, "huah oh jinjja, dia benar – benar, aigoo" Siwon mengelus – ngelus dadanya, jantung namja itu berdetak cepat sekali. Entahlah ia merasa aura yang dipancarkan Kyuhyun benar – benar membuatnya ketakutan. Siwon tidak menyangka di balik wajah manis yang ia lihat ada tatapan mata yang sedingin itu, "apa dia orang yang sama yang aku lihat di supermarket malam tadi? Dan…" Siwon menatap kepergian Kyuhyun yang terlihat oleh matanya saat melewati ruangan kelas tempatnya berada, "apakah dia orang yang sama dengan dia yang menangis di anjungan kemarin? Seseorang yang membuatku tiba – tiba kehilangan kosentrasi dalam bekerja".

Mendadak Siwon mengalihkan pikirannya pada beberapa lembar kertas yang tadi diletakkan oleh Kyuhyun saat wajah namja yang ia anggap manis itu berubah menjadi menyeramkan, Siwon melotot kaget melihat begitu banyak pertanyaan yang terketik rapi di sana, dan semua pertanyaan itu jawabannya adalah penjelasan, tahu artinya bukan? Artinya Siwon harus menulis jawaban dengan cukup panjang lebar dalam waktu satu jam,

"ohh micheoso, ini gila, mana mungkin aku menjawab semua pertanyaan ini dalam waktu satu jam, aigoo, dia benar – benar, aish, jinjjaaaaa" Siwon mengacak – acak rambutnya yang sudah ia tata dengan baik sejak pagi.

Satu jam kemudian, tepat seperti yang diucapkan Kyuhyun, namja itu kembali dan menemukan Siwon menatap horror kertas yang tadi ia berikan. Seulas senyum kecil terlihat di bibir Kyuhyun melihat ekspresi Siwon yang nampak menderita dan pasrah, namun buru – buru ia hentikan senyumannya dan kembali menatap Siwon dengan tajam, "apa kau belum selesai Siwon –ssi?" Kyuhyun berjalan masuk dan mendekati Siwon, tanpa aba – aba ia mengambil paksa kertas ujian yang masih ada dalam pegangan namja itu,

"mwo?!" karena terlalu keras berfikir, Siwon sama sekali tidak menyadari jika Kyuhyun telah kembali, ia menatap kaget Kyuhyun yang hanya diam sambil membaca semua jawaban yang sudah ia tulis.

"dari lima puluh soal yang kuberikan kau hanya bisa menjawab lima? Apa saja yang kau pelajari selama ini eoh? Meski dalam ujian sertifikasi praktek adalah hal penting tapi jangan lupakan soal teori Siwon –ssi, kau akan langsung gagal bahkan tanpa melakukan ujian praktek jika kemampuan mu hanya seperti ini" Kyuhyun mengembalikan kertas yang sudah ia periksa kepada Siwon dan memberi tanda mana jawaban yang benar mana yang salah.

Siwon menganga, hanya lima jawaban? Apa ia tidak salah dengar? Seingatnya ia sudah mengerjakan lebih dari separuh dan merasa yakin jika jawabannya benar.

"ye? lima? Apa kau tidak salah?" tanya Siwon masih dengan raut tidak percaya,

"kau cari tahu saja sendiri jawabannya, aku yakin, semua yang kau tanyai pasti mengatakan jika aku yang benar, kau benar – benar tidak sepintar yang aku duga ternyata, ck, nampaknya perusahaan telah salah memberikan promosi"

Ucapan pedas Kyuhyun sontak membuat Siwon terdiam, tak disangkal, ia merasa tersinggung dengan perkataan itu. Ia berusaha keras untuk menjadi seorang pilot, dan ia telah membaca banyak buku agar tidak membuat perusahaan malu karena mempromosikannya, tapi apa yang baru saja dikatakan oleh Kyuhyun tadi? Perusahaan salah memberikannya kesempatan? Ia tidak terima dengan perkataan itu, sungguh ia merasa tidak terima,

"tunggu" Siwon memanggil Kyuhyun yang sudah akan kembali berjalan ke arah mejanya, namja itu melangkahkan kakinya mendekati Kyuhyun dan berdiri tepat di sampingnya, Kyuhyun hanya diam dan nampak tidak perduli,

"kau membaca semua jawabanku tidak lebih dari lima menit dan kau menyimpulkan jika jawabanku semua salah? Apa kau yakin sudah membacanya dengan benar?" Siwon menatap tidak terima ke arah Kyuhyun,

Kyuhyun menampilkan senyum mengejeknya dan balas menatap Siwon, "jika kau tidak terima dengan apa yang sudah ku kerjakan kau bisa protes pada sajangnim, tapi, jika apa yang kuperiksa benar, maka kau akan menerima hukuman dari ku. Pertama, karena kau sama sekali tidak menggunakan bahasa sopan padaku, aku ini gurumu, meski nampaknya aku lebih muda darimu, kedua, kau tidak mempercayai kemampuanku? Ketiga, kau tidak bisa membaca namaku, dan keempat, apakah kau seorang penguntit? Memandangi seseorang yang tidak dikenal dari atas hingga ke bawah di sebuah supermarket apakah itu sopan? Aku beri kau waktu untuk mencari tahu semua jawabannya, pelajaran hari ini cukup sampai di sini, ah sebentar, besok aku akan melakukan ujian lagi padamu, baca semua materi yang ada di buku ini, dan kau harus memahaminya dalam waktu satu malam, pelajaran hari ini selesai" tanpa menunggu jawaban Siwon, Kyuhyun memberikan sebuah buku yang tersampul rapi dan bertuliskan B777, lalu meninggalkan namja itu seorang diri, ia bahkan tidak perduli dengan ekspresi di wajah Siwon yang menunjukkan kemarahan serta tangannya yang mengepal erat membuat kertas yang ia pegang menjadi tidak berbentuk.

"mwo? Apa – apaan dia itu? Apakah ini yang dimaksud dengan memberikan pelajaran teori? Dia bahkan hanya memberikan kertas soal untuk ku jawab dan tidak memberitahu jawaban yang benar" Siwon mengomel panjang lebar, matanya lalu melihat buku yang tadi ditinggalkan oleh Kyuhyun.

Dengan kesal Siwon mengambil buku itu dan membacanya, "eh?" wajahnya berubah heran saat membaca halaman depan buku yang seprtinya ditulis sendiri oleh seseorang itu, "Cho Kyuhyun?" Siwon menoleh mencari – cari keberadaan Kyuhyun yang telah hilang dari pandangannya, "apa dia yang bernama Cho Kyuhyun itu?" Siwon lagi – lagi menatap buku yang ada di tangannya dan membolak – balik isinya, semua yang tercatat di sana seperti sebuah rangkuman dari berbagai macam materi yang pernah ia baca sebelumnya, hanya saja ia lebih cepat paham dengan penjelasan yang ada di buku itu sekarang, "dia…" Siwon merasakan ada yang aneh pada dirinya, entah mengapa jantungnya terasa berdetak cukup keras saat ini.

.

.

"kudengar kau sedang jadi pengajar sekarang" seorang namja dengan seragam dan jas pilotnya berjalan mendekati Kyuhyun yang tengah memandang deretan pesawat SJ Air,

"sepertinya berita cukup cepat menyebar ya" jawab Kyuhyun tanpa memandang lawan bicaranya, toh ia sudah tahu siapa itu.

Seseorang tersebut tertawa kecil dan berjalan mendekati Kyuhyun sambil menggeret kopernya, "berita kau keluar dari rumah sakit saja sudah berhembus sejak beberapa hari lalu, jika hanya berita kecil seperti ini rasanya tidak heran jika terdengar di telingaku. Cho Kyuhyun menjadi seorang pengajar, kau tahu, berapa banyak rekan kita yang bertaruh mengenai nasib muridmu itu, aigoo, aku merasa kasihan padanya"

Kyuhyun menoleh sekilas kesamping dan tersenyum, "aku tidak semenakutkan itu"

"benarkah? Kalau aku tidak salah ingat ada sekitar tujuh atau delapan pilot trainee yang akhirnya mengundurkan diri setelah dilatih olehmu" sesorang tersebut berpura – pura menghitung dengan jarinya dengan gerakan seperti mengingat – ingat,

Kyuhyun memutar bola matanya malas mendengar ucapan tersebut, "hyung terlalu berlebihan, mereka saja yang tidak memiliki mental kuat"

"hey, mana ada orang yang bermental kuat jika kau suruh mereka olahraga setiap pagi dan menghafal beberapa buku tebal dalam waktu sebulan, ckck"

"kenapa? Bukankah dulu aku bisa melakukannya? Bahkan Kapten Lee…" kalimat Kyuhyun terhenti ketika mengingat gurunya yang sangat berjasa dulu saat ia masih menjadi trainee. Mengingat seseorang yang sudah tidak ada lagi di dunia ini untuk mengajarinya.

"Kyuhyun –ah?" namja yang ada di sebelah Kyuhyun menatap khawatir kepadanya, "kau tidak apa – apa?"

Kyuhyun coba memaksakan seulas senyum dan mencoba menenangkan perasaannya, "ya, aku tidak apa – apa, aku hanya… teringat pada Kapten Lee…"

"Kyuhyun –ah…"

"sungguh, aku merasa bersalah padanya hyung, andaikata saat itu aku bersedia menggantikannya , Kapten Lee pasti masih bisa memarahiku saat ini dan kecelakaan itu…"

"Kyuhyun –ah… itu adalah murni kecelakaan, kalian sudah berusaha sangat keras saat itu, siapa yang bisa melawan kematian yang sudah diatur oleh Tuhan, bahkan, para keluarga korban pun tidak ada yang menyalahkan kru yang sedang bertugas, terlebih, apakah ada bedanya jika kau yang saat itu menjadi pic nya? Jika Tuhan sudah menggariskan kematian bagi hambanya, tidak akan ada yang bisa merubahnya Kyuhyun -ah"

Kyuhyun menelan ludahnya dan menghela nafas, uap putih keluar dari bibir namja itu, "aku menyalahkan diriku sendiri hyung" jawabnya pelan. Kyuhyun menghadapkan tubuhnya hingga berhadapan dengan seseorang yang juga memiliki tanda empat garis kuning di jas yang ia kenakan, "jika saja saat itu aku menyadari system auto pilot tidak bekerja, penumpang yang selamat akan lebih banyak, bahkan, mungkin tidak perlu ada korban yang meninggal"

Keheningan menyapa kedua namja yang sama – sama menjadi pilot kesayangan Leeteuk itu. Semilir angin dingin menerbangkan helaian demi helaian rambut mereka yang sudah tertata rapi. Kyuhyun menundukkan kepalanya sementara namja yang ada di hadapannya justru menatap lurus – lurus ke arah langit yang nampak cerah meski semalam sempat turun salju.

"semua bukan kesalahanmu Kyuhyun –ah, bukankah, penyidik sudah mengatakan hal itu, semua bukan karena human error, kau sudah berusaha yang terbaik saat itu"

Kyuhyun masih tetap menundukkan kepalanya, angin semakin bertiup cukup kencang dan terus saja menerbangkan rambut keduanya, "hyung…" perlahan Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap namja yang ada di hadapannya, "bukankah hari ini hyung terbang? Kenapa hyung masih ada di sini dan memata – mataiku?" tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan setelah terdiam cukup lama, ia sudah tidak ingin lagi membahas masalah tersebut.

Namja di hadapan Kyuhyun tersentak dengan kalimat dongsaeng kesayangannya itu, ia merasa tidak percaya Kyuhyun merubah arah pembicaraan mereka dengan sengaja, tapi ia kemudian tertawa kecil, "aku hanya ingin menemuimu sebentar sebelum masuk pesawat, apa tidak boleh? Oh kenapa kau berhenti di depan pesawat yang akan ku terbangkan eum?" ucapnya mengikuti keinginan Kyuhyun. Paham Kyuhyun sudah tidak ingin membahas tentang kecelakaan tiga tahun lalu itu.

Kyuhyun mendengus, "aku tidak tahu kalau itu pesawat yang akan hyung terbangkan nanti, kebetulan saja mungkin, hyung tahu kan tempat ini adalah favoritku" jawab Kyuhyun sekenanya, ia memaksa perasaannya agar lebih baik dan menikmati suasana yang ada di bandara saat ini.

Namja yang dipanggil hyung itu tertawa kecil, dia menepuk pelan pundak Kyuhyun, "arasseo arasseo, kau memang paling pintar mengelak"

"sudah sana pergi Kapten Jung Yunho, nanti jika pesawat mengalami delay sajangnim akan memangkas habis gajimu, aku tidak mau hyung kesayanganku ini jatuh miskin hanya karena tidak digaji" ucap Kyuhyun pedas sambil bersedekap, sejujurnya ia ingin menyendiri saat ini, tanpa kehadiran siapapun, termasuk Yunho, orang yang paling dekat dengannya di SJ Air, "sudah sana, kenapa hyung masih di sini, jangan sampai hyung terlambat hanya karena mengkhawatirkanku, aku baik – baik saja" Kyuhyun mendorong pelan tubuh kekar Yunho agar menjauh darinya ketika namja itu tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.

Yunho tersenyum mengiyakan, namun, jika seseorang mampu membaca arti senyuman itu, dia pasti tahu jika senyuman yang ditampilkan Yunho adalah senyuman miris, selalu seperti ini, Kyuhyun selalu mengusir siapapun yang dekat dengannya jika ia sedang ada masalah. Kalau saja bisa, Yunho tidak ingin meninggalkan anak itu sendirian, tapi, apa yang bisa ia lakukan, ia tidak bisa egois dan melupakan tanggung jawabnya.

"hyung ppaliwa, kenapa masih di sini sih, sana cepat masuk ke kokpit dan berisap – siap" Kyuhyun lagi – lagi mendorong tubuh Yunho agar segera pergi dari dekatnya, ia tidak mau Yunho melihat sosoknya yang sedang berpura – pura kuat seperti sekarang.

Yunho kembali menepuk pundak Kyuhyun beberapa kali dan tersenyum lembut setelah berhasil menguasai perasaannya, "arasseo, nampaknya kau tidak ingin kutemani, hyung jadi merasa sedih" ucap Yunho berniat menggoda Kyuhyun agar namja itu tidak terlalu larut dalam kesedihannya, mungkin hanya itu yang bisa ia lakukan untuk Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Yunho, "aniyo, bukan seperti itu hyung" balas Kyuhyun, ia merasa tidak enak sudah mengusir Yunho meski secara halus,

"aigoo aku tersinggung, hatiku sakit, dongsaeng kesayanganku mengusirku huhu" jawab Yunho sedikit mendramatisir keadaan dan berpura – pura memasang wajah sedih,

"ish aniyo kubilang, bukan begitu Yunho hyung, aish, hyung, mianhae, aku tidak bermaksud"

Cup.

Mata Kyuhyun melebar sempurna saat Yunho mengecup kilat pipi chubby tersebut. Namja itu tertawa terbahak – bahak dan berjalan santai meninggalkan Kyuhyun sambil melambaikan tangannya dan menggeret kopernya, "bye dongsaeng ku yang manis, hyung menang lagi ne, jangan lupa hadiahnya harus sudah ada di meja apartmenku malam ini, aku akan mengeceknya nanti" Yunho membalikkan badannya dan berteriak ke arah Kyuhyun sambil melambaikan tangannya lagi, "uljima, kau terlihat sangat jelek jika menangis, asal kau tahu mataku ini setajam musang, aku bisa melihatmu dari dalam kokpit, jika aku melihat mu menangis, aku pastikan akan membatalkan penerbanganku pagi ini, kau mengerti?! Jadi jangan menangis!"

Kyuhyun lagi – lagi terdiam mendengar ucapan Yunho, jangan menangis, ya, Yunho memang sangat mengenalnya dengan baik, Kyuhyun melebarkan kedua matanya sebesar yang ia mampu dan berteriak "yak Yunho hyung menyebalkaaaann!" balasnya dan menggembungkan pipinya hingga bibirnya ikut terpout sempurna.

Yunho hanya tertawa dan mengedipkan satu matanya ke arah Kyuhyun, ia lalu memasang kaca mata hitamnya dan berjalan berbaur dengan para kru yang tadi bersamanya meski beberapa kali ia tetap menoleh ke belakang. Khawatir. Ya, ia sangat khawatir pada keadaan Kyuhyun. Emosi namja itu sering naik turun sejak kecelakaan itu. Sejak otak Kyuhyun telah tervonis dengan sebuah Fikiran menyakitkan. Fikiran menyakitkan yang paling ditakuti oleh seluruh pilot. Fikiran yang bernama Fear Of Flying.

.

Kyuhyun menghembuskan nafas lelah setelah punggung Yunho sudah tak terlihat di matanya. Namja itu menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas dan meletakkan dagunya di atas pagar yang sedikit tertutup salju itu. Ia memandang lama seluruh badan pesawat yang masih terparkir rapi di hadapannya. Melihat berbagai kesibukan yang terjadi di apron. Mereka yang sibuk memasukkan barang – barang ke dalam bagasi pesawat, mengisi bahan bakar atau sekedar melakukan pengecekan singkat sebelum terbang.

Rasa rindu untuk terbang menggelayuti hati dan fikiran Kyuhyun, tak bisa dipungkiri, tiga tahun tidak berada dalam kokpit membuatnya merasa sedih dan tertekan. Ia bahkan tidak yakin mampu memegang kendali pesawat seperti dulu, "Kapten Lee… kenapa saat itu anda melindungiku… kenapa anda mengorbankan diri anda sendiri demi menyelamatkanku?"

Kyuhyun berjalan meninggalkan kawasan anjungan saat ia melihat Yunho sudah berada dalam kokpit. Ia lalu melangkahkan kaki meninggalkan bandara Incheon dan menyetop sebuah taksi, "antarkan saya ke komplek pemakaman ya pak" ucapnya pelan, "ah sebelumnya, tolong mampir dulu ke toko bunga yang ada di ujung sebelah sana"

.

Siwon membuka pintu apartmentnya dengan tergesa – gesa, sungguh ia paling benci dengan musim dingin, ia tidak suka harus melawan udara yang selalu saja membuatnya harus mengenakan pakaian tebal. Siwon melemparkan kunci mobilnya begitu saja dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dan menyalakan pemanas ruangan,

"ahhh hangatnya…. Aigoo kapan musim dingin berakhir hufft" Siwon melepas mantel yang ia pakai dan kembali melemparnya ke sembarang arah, tangannya lalu mengambil buku yang tadi diberikan Kyuhyun padanya, lalu mulai membaca dengan serius setiap isi yang ada di sana. Mendadak ia seperti mengingat sesuatu, dengan cepat Siwon membuka tasnya dan mengambil kertas ujian yang tadi diberikan Kyuhyun padanya. Namja tampan itu mendengus saat menyadari jawabannya memang salah. Tak butuh waktu lama bagi Siwon untuk larut dalam memeriksa soal – soal pemberian Kyuhyun. Ia bahkan sudah melupakan rasa kesal dan marahnya pada namja manis itu. Ia justru berterima kasih pada Kyuhyun, karena jika bukan karena namja itu ia pasti akan gagal dalam ujian sertifikasi nanti.

Aktifitas Siwon terhenti saat ia teringat cerita Kangin, namja itu bergegas meraih ponselnya dan mengetikkan sebuah nama di mesin pencari, "Cho Kyuhyun" mata Siwon menyusuri berbagai artikel mengenai Kyuhyun, "jinjjayo?!" teriak Siwon saat ia membaca track record namja manis tersebut, "ini benar – benar Cho Kyuhyun? 3 Februari 1988, dia lebih muda dariku tapi, prestasinya luar biasa sekali, jinjja, mendapatkan lisensi untuk menerbangkan boeing dan airbus hampir disemua type, ommooo" mata Siwon melotot saat membaca kalimat tersebut, ia bahkan menjauhkan pandangannya dari ponselnya dan menatap horror ke depan, "dia benar – benar…" Siwon membaca lagi artikel yang tertulis di sana,. "Kyuhyun –ssi orang yang sangat disiplin dan keras saat melatih, karena Kyuhyun –ssi saya menyadari kesalahan saya untuk menjadi pilot. Dia tidak akan segan – segan mengatakan jelek jika memang jelek dan tidak ragu memuji jika memang bagus. Saya terlalu sombong saat berkata menjadi pilot adalah hal mudah" Siwon lagi – lagi terkejut saat membaca sebuah artikel, namja itu menggeleng – gelengkan kepalanya, "pantas saja dia sedingin itu padaku, aigoo, kenapa aku tiba – tiba merinding, bagaimana dengan pembelajaranku besok?" Siwon menatap lekat buku yang tadi sempat ia pelajari, buru – buru namja itu meletakkan ponselnya dan kembali meraih buku dari Kyuhyun saat perintah namja yang menjadi gurunya itu terngiang di telinganya, "aku masih sayang nyawaku, sepertinya aku tidak boleh bermain – main jika diajari oleh nya, ommo, Tuhan ku tolong selamatkan aku besok, amin" Siwonpun kembali larut dalam pelajarannya.

.

Taksi yang ditumpangi Kyuhyun berhenti di depan sebuah bukit yang merupakan pemakaman umum. Namja itu berjalan pelan menaiki beberapa undakan tangga untuk sampai di tempat yang ia tuju. Setelah memberi penghormatan, Kyuhyun duduk bersimpuh di depan sebuah makam. Nama keluarga Lee tertera di papan nisan yang terbuat dari batu, "annyeong Kapten Lee, apa kabar anda hari ini? Anda pasti merasa senang karena bisa terus berada di langit, ya kan? Berkumpul lagi dengan istri anda di sana, mungkin, anda sedang mengajak istri anda untuk menaiki pesawat di sana?" Kyuhyun tertawa kecil saat mengucapkan kalimat itu, "Kapten Lee, aku bertemu seseorang yang mirip dengan ku dulu, seseorang yang merasa dirinya pintar, tapi ternyata ia tidak sepintar dugaannya" Kyuhyun menundukkan kepalanya, "aku rasa, saat ini orang itu sedang belajar dengan keras membaca tulisan yang aku rangkum dalam satu buku" lanjut Kyuhyun. Yah memang yang ia ucapkan benar, saat ini Siwon sedang sangat serius belajar, "aku serasa menjadi anda saat mengajariku dulu" Kyuhyun kembali tertawa kecil namun kemudian ia terdiam.

"Kapten Lee, sampai saat ini, aku tidak tahu jawaban dari pertanyaan anda saat kita bertemu pertama kali dulu"

"Kyuhyun –ssi, menurutmu, pilot yang baik itu yang seperti apa?"

"pilot yang baik itu seperti apa memangnya? Anda tidak pernah memberitahukan jawabannya hingga saat – saat terakhir anda, saat itu, anda malah memintaku menjadi pilot yang baik. Tapi aku tidak tahu, pilot yang baik itu seperti apa? Dan… mungkin aku memang tidak akan pernah mengetahui jawabannya karena aku sudah tidak mampu lagi berada dalam kokpit, aku merasa, diriku sudah bukan lagi seorang pilot saat ini, jadi, aku bahkan tidak tahu jawaban dari pertanyaan anda sejak dulu hingga aku memutuskan untuk berhenti menjadi seorang pilot seperti sekarang"

Angin kencang tiba – tiba berhembus saat Kyuhyun mengucapkan kalimatnya, namja itu merasa tersentak, ia memperhatikan kiri dan kanannya, merasa ada suasana yang terasa janggal, bulu kuduknya mendadak berdiri, takut. Ia merasa seprti ada yang sedang marah padanya, Kyuhyun lalu menatap nisan Kapten Lee yang masih berdiri kokoh di tempatnya, "Kapten Lee… apakah anda tidak suka dengan keputusanku?"

Angin kencang kembali berhembus meski tidaklah sekuat tadi, seolah – olah hal itu adalah jawaban dari pertanyaan Kyuhyun, "aku tidak bisa lagi menjadi seorang pilot, aku tidak mampu menginjakkan kakiku di kokpit, bagaimana aku bisa tetap menjadi seorang pilot jika tempat di mana aku seharusnya berada sudah tidak mampu lagi kudatangi" teriak Kyuhyun, ia merasa tertekan, sedih, dan seluruh perasaan menyedihkan sedang ia rasakan saat ini, bahkan Kapten Lee, seseorang yang merupakan Guru dan panutannya selama di SJ Air pun tidak menyetujui keputusannya untuk berhenti, "kumohon mengertilah Kapten Lee, jangan siksa aku untuk kembali menjadi seorang pilot" lirih Kyuhyun, "aku memutuskan untuk menyerah, aku sudah menyerah, maafkan aku, anda pasti kecewa, tapi, aku sudah memutuskannya, aku akan berhenti" bisik Kyuhyun untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi dari tempat itu.

Kyuhyun sama sekali tidak menyadari, jika setetes air yang entah datangnya dari mana jatuh membasahi nisan milik Kapten Lee, seolah – olah menjadi tanda bahwa seseorang yang ada di dalamnya tengah menangis sedih.

.

Hari yang cerah, itulah yang Siwon rasakan saat ini, salju tidak turun malam tadi, dan pagi ini matahari bersinar terang. Dengan senyum mengembang Siwon keluar dari dalam mobilnya, ia merasa percaya diri setelah semalaman membaca buku dari Kyuhyun dan memahami isinya, ini benar – benar diluar dugaan. Ia yang selalu harus memaksakan diri untuk membaca kali ini tidak perlu melakukan hal tersebut. Ia malah merasa senang dan terus – terusan membaca tulisan Kyuhyun, tidak ada rasa bosan yang ia rasakan. Tulisan Kyuhyun benar – benar membuatnya paham akan segala hal yang selama ini belum ia mengerti.

Siwon melihat Kyuhyun yang keluar dari dalam taksi dan bersiap masuk ke dalam kantor SJ Air yang terletak tidak jauh dari Bandara Incheon, sambil berlari Siwon mendekati Kyuhyun dan menyapanya, "selamat pagi Kyuhyun seongsaengnim, tidur anda nyenyak semalam?"

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatap heran ke arah Siwon bukan heran karena namja itu tahu namanya, tapi heran melihat wajah ceria yang Siwon hadirkan pagi itu, "apa kau sedang mabuk? Atau otakmu bergeser karena belajar semalaman?"

"aniyo, aku hanya merasa senang saat ini, anda tahu, aku saaangaaaat ingin berterima kasih karena berkat buku ini aku jadi paham segalanya" Siwon tersenyum lebar dan mengikuti Kyuhyun yang berjalan memasuki area kantor, menununjukkan kartu pengenal pada sekuriti yang menjaga dan berjalan bersama Kyuhyun memasuki lift menuju kelas yang akan ia tuju sebentar lagi,

"benarkah? Baguslah kalau begitu, tapi tetap saja, kau tidak akan luput dari hukumanku"

"ne?" wajah Siwon berubah horror saat mendengar kalimat itu senyumnya menghilang sempurna, ia fikir Kyuhyun akan melupakan keinginannya untuk menghukumnya saat ia berterima kasih dan bersikap sopan pada namja itu,

"ayo ikut" Kyuhyun menghentikan gerakan lift saat benda kotak itu berhenti di lantai dua,

"y, ye" Siwon buru – buru mengikuti Kyuhyun dan menatap heran ruangan mereka berada saat ini.

Keduanya berjalan menyusuri lorong dan melewati sebuah jembatan panjang memutar yang menghubungkan kantor dengan hanggar pesawat milik SJ Air. Decak kagum terdengar keras dari bibir Siwon, meski ini bukan pertama kalinya ia mengunjungi hanggar, tapi melihat puluhan mekanik yang tengah sibuk memperbaiki pesawat adalah hal luar biasa menurutnya.

"kita ada perlu apa di hanggar?" tanya Siwon saat Kyuhyun menyerahkan helm safety padanya,

Kyuhyun tidak menjawab dan terus berjalan, namun bukannya berhenti namja itu malah berjalan keluar menuju wilayah yang cukup dekat dengan runway. Kyuhyun berhenti di depan pintu hanggar yang terlihat besar dan tinggi. Dari tempat itu mereka bisa melihat dengan jelas pesawat yang akan melakukan take off ataupun landing.

"kita mau apa kemari?" tanya Siwon penasaran, matanya menelusuri segala sudut, coba mencari tahu,

Kyuhyun menghadapkan tubuhnya ke arah Siwon dan tersenyum, "hukumanmu yang pertama akan dimulai setelah ini" ucap Kyuhyun tegas,

"ne?"

"hukumanmu adalah…"

Dor. Tiba – tiba sebuah suara tembakan terdengar memekikkan telinga, menghentikan kalimat Kyuhyun. Siwonpun reflek berteriak, "mwoya?!"

-tbc-


hayooo ada yang bisa nebak apa yang terjadi? Khukhukhu

akhirnyaaa updateeeee setelah sekian lama vakum(?) menulis inilah ff comeback ku, rasanya tidak percaya diri mengupdate cerita ini hmmm…

hyunie ucapkan terima kasih buat kalian semua yang udah review dan follow atau favorite chap satu ff fly baby fly, hyunie senaaaaaanggg sekali jika kalian suka hehehe…

chap duanya udah apdet nih, mianhae kalau agak ancur T_T ini belum sempat diedit sempurna karma saya sedang buru buru #alesan

dan saya ucapkan terima kasih sekali buat someone yang tiap saat nerror supaya dilanjut ff nya, ini udah dilanjut yaa dongsaengkuuu, semoga suka.

Untuk dua ff yang lain akan segera saya kerjakan setelah ini, karena saya masih harus berkutat dengan pekerjaan dulu, tapi tetap akan saya update secepatnya.

Oh ya, ada yang minta kalau ff ini dibuat brothership, mianhae, sepertinya untuk cerita ini tidak mengarah ke sana, ya meski ada unsur brothershipnya, tapi cerita ini murni BL, mianhae #bow

Di sini sejujurnya hyunie masih bingung, apakah Yunho jadi orang ketiga atau tidak, ada yang mau kasih idenya? Kkkk

Semoga kalian suka, ditunggu lagi reviewnya, kalau ga review ga akan di lanjut hohoho~~~~~

Sampai jumpa di chap depan

-Chohyunnie-

151003