Pagi hari disebuah kamar mewah dengan arsitektur abad pertengahan seorang pemuda bersurai kuning masih terlelap dalam tidurnya dengan posisi yang gajelas kaki diatas ranjang sedangkan kepalanya ada dibawah lantai.
tak berselang lama seorang wanita cantik berambut pirang memasuki kamarnya,menghela nafas wanita itu mendekati kearah ranjang dan menggoyang-goyangkan tubuh pemuda kuning yang sedang terlelap itu dengan pelan-pelan.
"hey Naruto-san ayo bangun ini sudah siang tahu!" ucap wanita bermbut pirang lurus panjang itu.
"engh...sebentar 5 menit lagi Gabriel-san!" jawab pemuda yang bernama Naruto atas perkataan wanita cantik itu sambil menggeliat.
"sekarang... bukan 5 menit lagi"
"i_itei... aw l_lepaskan" teriak pelan Naruto saat kedua pipinya ditarik cukup keras oleh Gabriel.
"hehehe bangun juga" ucap Gabriel tersenyum polos.
"itu tadi sakit ttebayou" ucap Naruto mengusap pipinya yang tampak memerah itu.
"hmm..lagian kamu susah bangun sih"
"bukan begitu Gabriel-san"
"hee...masa sih?"
"tentu saja"
"hai hai...terserah Naruto-san saja!" ucap Gabriel dengan ekspresi wajah yang dibuat-buat tak peduli sambil pergi melangkahkan kakinya.
"hei apa maksud dari ekspresimu barusan!" ucap Naruto kesal.
"hey dengarkan aku bicara" ucapnya lagi sambil jingkrak-jingkrak gajelas.
"jika sudah selesai turunlah kebawah...ya itu juga jika kau mau sesuatu?" ucap Gabriel lalu pergi kebawah.
"apa waktunya makan?" tanya Naruto langsung semangat karena perutnya kebetulan sudah lapar.
"hai ... ini waktunya makan!" jawab Gabriel.
"uooo ... " ucap Naruto sambil berlari keruang makan mendahului Gabriel.
Ruang Makan
Dong
wajah Naruto langsung pucat seketika dengan backround suram dibelakangnya.
'apa-apaaan ini?' pikirnya dengan wajah horor.
"AKU TIDAK SUKA SAYURAN TTEBAYOU!" teriak Naruto menggema diseluruh tempat itu.
"aaa...buka mulut'mu ayo" ucap Gabriel memaksa Naruto untuk makan sayuran.
dan dengan cepat Naruto menutup mulutnya dengan tangan sambil menggelengkan kepalanya.
"ayolah rasanya tidak terlalu buruk kok, bahkan menurutku enak!" ucap Gabriel.
"hoo.. jadi kau tidak mau ya,kalau begitu..." ucap Gabriel sambil memasang ekspresi suram diwajah cantiknya.
Naruto yang melihat Gabriel memasang ekspresi seperti itu entah kenapa perasannya menjadi tidak enak.
"memangnya ap-hmpt..."
tanpa pikir panjang Gabriel dengan senyuman manisnya menurut Naruto,langsung menyuapi Naruto dengan paksa.
"bagaimana enak'kan?" tanya Gabriel tersenyum.
"HHOOEEK!!!" Naruto langsung memuntahkan seketika sayuran yang masuk kemulutnya itu.
"HORA...JANGAN DIMUNTAHKAN" teriak Gabriel kesal.
"HHOOEEKKK"
Skip Time
setelah acara makannya selesai kini Naruto sedang duduk berhadapan dengan Gabriel disalah satu ruangan.
"aku janji takan pernah memakan rumput-rumput pahit itu lagi!" gumam Naruto kesal dengan lesu.
"itu sayuran Naruto-san bukan rumput!" jelas Gabriel memperbaiki pandangan Naruto terhadap sayuran.
"itu sama saja aku tak akan memakan rumput seperti itu lagi tebayou!" gumam Naruto dengan wajah horornya membayangkan rumput yang dia maksud.
"ngomong-ngomong apa yang ingin kau sampaikan Gabriel-san?" tanya Naruto karena tadi Gabriel bilang ada sesuatu yang ingin disampaikan padanya.
"mm ... mungkin sebuah misi, etoo .. perintah atau apapun terserah Naruto-san saja menganggapnya apa?" ucap Gabriel yang tidak dimengerti sedikitpun oleh Naruto.
"hah" gumam Naruto dengan wajah blank.
"begini, dalam waktu dekat didunia manusia akan terjadi penyerangan terhadap sekelompok iblis muda yang merupakan adik dari 2 Mou oleh seorang jendral datenshi" ucap Gabriel.
"jadiii..." tanya Naruto.
"jadi kamu harus menghentikan datenshi itu, tak perlu membunuhnya hanya membuatnya sekarat saja dan menurutku akan ada suruhan pihak datenshi datang untuk menghentikannya tapi sepertinya akan sedikit terlambat" jelas Gabriel.
"untuk apa seorang petinggi datenshi menyerang sekelompok iblis muda" tanya Naruto.
"bisa saja hanya iseng tapi itu tidak mungkin melihat bagaimana sifat datenshi itu, aku rasa dia ingin memicu kembali terjadinya..."
"GREAT WAR"
mendengar penjelasan Gabriel Naruto bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi Great War perang akbar yang menelan korban dari semua pihak,Gabriel sudah memberi tahunya semua tentang dunia ini beberapa bulan lalu.
yan sudah tak terasa sudah satu tahun dirinya tinggal ditempat yang di impi-impikan semua makhluk ini.
"Great War, apa dia sudah gila itu sungguh menakutkan huu..." ucap Naruto dengan pose konyol seperti ketakutan.
melihat itu Gabriel menatapnya datar kemudian berkata.
"aku lagi serius tahu"
"jaa... aku hanya membuatnya sekarat dan serahkan sisanya pada pihak datenshi begitu?" tanya Naruto.
"hai begitulah" jawab Gabriel.
"siap... akan kulakukan Ojou-sama" ucap Naruto dengan pose tegap sambil menghormat pada Gabriel.
"hehe...aku lebih suka kau memanggil namaku?" ucap Gabriel sedikit malu.
"baiklah Gabriel-san" ulangi Naruto.
"kamu akan berangkat nanti sore jadi beristirahatlah terlebih dulu" ucap Gabriel sambil pergi menuju ruangan pribadinya.
"hai" jawab Naruto yang juga langsung pergi kekamar'nya untuk bersiap-siap.
Sore Hari Didepan Kastil.
Naruto dan Gabriel sedang berdiri berhadapan satu sama lain.
"jadi... ini perpisahan?" tanya Naruto dengan wajah kikuk.
Gabriel yang melihat itu tersenyum geli sebelum menepuk bahu Naruto yang lebih tinggi darinya itu.
"tentu saja tidak Naruto-san,kau hanya beberapa hari disana!" jawab Gabriel.
"baiklah...kalau begitu jaa Gabriel-san" ucap Naruto sambil berjalan kearah robekan dimensi yang dia ciptakan sebelumnya.
"dan berhentilah mengikuti kami Michael-san apa kamu tidak lelah?" ujar Naruto.
"ketahuan ya" gumam Michael berjalan kearah Gabriel dari tempat persembunyiannya.
"begitulah" ucap Naruto sesaat sebelum benar benar masuk ke dalam robekan dimensinya.
"mm... kurasa nii-sama terlalu meremehkannya?" ucap Gabriel.
"yah sepertinya begitu...dan bisa kau jelaskan apa itu tadi?" tanya Michael.
"apa yang harus kujelaskan?" tanya balik Gabriel bingung atau pura-pura bingung.
"kamu mengerti maksud ku Gabriel" ucap Michael tersenyum.
"hah... iya iya nii-sama itu adalah kekuatanya, dimensi ruang dan waktu" ucap Gabriel.
"dimensi ruang dan waktu... kenapa selama ini kamu tidak memberitahuku soal ini Gabriel jika dia itu punya kekuatan" ucap Michael dengan serius.
dia pikir Naruto hanya manusia biasa tapi kalau diingat-ingat lagi kedatangannya kesini juga tidak biasa jadi mungkin sejak awal dia adalah manusia yang mengetahui adanya makhluk Supranatural.
sudah setahun Naruto tinggal disurga ini,sebenarnya Michael agak berat mengizinkannya tinggal disini karena Naruto itu adalah seorang manusia yang masih hidup,ini sudah termasuk kesalahan jika mengizinkan manusia tinggal seenaknya disurga apalagi mungkin sebelum sekarang kehilangan ingatannya dia adalah manusia yang penuh dosa.
"nii-sama juga yang tidak bertanya bukan?" ucap Gabriell tersenyum.
"ya ampun,jadi ini alasan kenapa kamu tidak ingin melepas Naruto-san selama ini Gabriel?" tanya Michael sedikit memijit pelipianya dengan kelewat Ooc.
"hai...tapi bukan berarti aku ingin memilikinya dan menjadikannya seorang Tenshi" ucap Gabriel memandang kakanya tersebut.
"aku hanya tak mau ada makhluk diluar sana yang memanfaatkannya karena kekuatan yang dimilikinya itu,Nii-sama juga tahu mungkin karena dia kehilangan hampir seluruh ingatannya sikapnya itu masih polos seperti bayi,jadi aku ingin mengajarkan beberapa hal padanya,awalnya aku juga tidak tahu dia mempunyai sebuah kekuatan tapi suatu hari dia tak sengaja mengeluarkannya dan sejak saat itu aku melatihnya walau dengan latihan ringan saja" jelas Gabriel panjang lebar.
"begitu ya aku mengerti" gumam Michael sambil tersenyum.
"baiklah Gabriel,aku pergi dulu masih banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan" ujar Michael langsung mengepakan enam pasang sayapnya yang seperti merpati itu.
"hai aku juga Nii-sama" kata Gabriel sambil memandang kakaknya yang sudah menjauh lalu kembali keruangannya untuk mengerjakan pepetinju seperti biasannya.
Dunia Manusia
"ini terlalu berlebihan!" gumam Naruto dengan memandangi sebuah rumah mewah bertingkat dua.
memasuki rumah itu dan melihat-lihat sebentar sebelum memutuskan untuk beristirahat di kamar yang dipilihnya karena waktu sudah malam.
Crooouggh
tapi tiba-tiba perutnya meraung kelaparan seperi singa dan dengan terpaksa diapun pergi keluar untuk mencari makan.
sekarang Naruto tengah mencari sebuah rumah makan, restoran,kedai atau apalah itu karena dari tadi perutnya sudah meminta jatah terus.
disepanjang jalan dia juga tak luput dari perhatian orang-orang khususnya para wanita, dari yang masih remaja sampai dewasa meliriknya.
yah dia memang bisa dibilang tampan atau sangat tampan malah, dengan tubuh tinggi tegap, otot yang sempurna tidak besar dan tidak kecil juga ditambah rambut kuning jabrik yang memanjang menambah daya tariknya sebagai seorang lelaki,ditambah umurnya juga masih tujuhbelas tahunan dan siapapun itu wanita normal pasti langsung tertarik kepadanya.
melihat ada sebuah kafe didepannya diapun langsung masuk.
"mau pesan apa Kak?" tanya seorang pelayan wanita mungkin melihat Naruto yang terlihat sedikit diatasnya dia lebih memilih memanggilnya kakak.
Naruto melihat daftar menu lalu memilih salah satu makanan yang terlihat enak dimatanny.
"aku pesan ini ini dan ini" ucap Naruto sambil menunjuk daftar menunya.
"b_baiklah... pesanan segera datang" gumam perempuan itu gugup karena terpaku sebelumnya melihat mata biru shapire milik Naruto seolah menghipnotisnya.
Naruto melihat sekelilingnya memang cukup ramai kelihatanya,tapi bukan itu yang mengganggunya,melainkan tatapan intens dari para wanita yang ada disana.
dari wanita yang kelihatannya masih lajang alias jomblo sampai yang bersuamipun sepertinya tertarik padanya, sampai-sampai ada suaminya yang melotot karena marah kepadanya.
"p_pesanan datang i_ini silahkan m_makanannya Kak!" ucap pelayan perempuan tadi yang sudah membawa pesanannya.
"h_hai" jawab Naruto sweatdrop karena perempuan itu membawa makanannya dengan gugup sampai-sampai tangannya bergetar diapun memilih langsung makan saja daripada menanyai perempuan didepannya.
"i_ini adalah masakanku sendiri b_bagaimana enakkan rasanya" tanya perempuan itu dan hanya dijawab anggukan oleh Naruto.
"aku pesan lagi dengan porsi sedikit banyak" baru saja satu langkah perempuan sudah membalikan badannya lagi melihat pemuda kuning itu dan langsung sweatdrop.
'perasaan barusan masih banyak' pikirnya saat melihat satu porsi ludes hanya beberapa detik saja.
"h_hai... tunggu sebentar" ucap'nya dengan wajah blank.
30 Menit Kemudian.
setelah menghabiskan beberapa porsi Naruto langsung pergi melihat-lihat kota kuoh ini, tentu saja setelah membayarnya walaupun harganya cukup tinggi karena memang dia memesan cukup banyak tadi.
"Haaah.. kenyang kenyang aku rasa tenagaku sudah pulih hehehe..." gumam'nya tertawa pelan sambil melakukan beberapa pukulan kedepan sambil berjalan seperti seorang petinju.
Brukk
"i_itei" karena terus bergumam tak jelas membuat Naruto tak fokus hingga akhirnya menabrak...
tiang listrik.(hayo siapa yang mikirnya menabrak cewe...HAHAHA)
mengusap dahinya yang barusan membentur tiang,Naruto melihat sekelilingnya yang kebetulan tak ada siapa-siapa disana yang melihatnya.
kecuali seorang anak kecil yang kelihatan sedang menahan tawanya yang akan membludak dengan tangannya sendiri.
"yoo... gadis manis kenapa kau duduk sendirian hmm?" memutuskan mendekati anak itu, Naruto bertanya padanya.
"itu ... ibuku sedang membeli manisan nii-san,apa nii-san baik-baik saja" jawab sekaligus tanya gadis kecil itu.
"ya ... tak apa tak apa, baiklah aku pergi dulu dah.." ucap Naruto melambaikan tangannya.
"dah nii-san, hati-hati jangan tabrak tiang lagi ya" ucapnya tertawa kecil.
"o_oke" gumam Naruto lesu dengan aura suram ditubuhnya.
'ini sangat memalukan tebayou' pikirnya.
'baiklah tak apa' pikirnya lagi lalu pikirannyapun melayang pada masalah selanjutnya yang akan dia alami malam ini dan tujuannya sekarang adalah Kuoh Akademi.
Skip Time
waktu sudah semakin malam di sebuah tempat terlihat sedang ada pertarungan yang bisa dibilang tidak seimbang itu.
Kuoh Akademi, nama tempat itu terlihatlah sekelompok iblis muda yang masih memakai seragam sekolah tengah kelelahan setelah menghadapi beberapa hewan yang dipanggil oleh seorang Datenshi yang bahkan tidak memiliki luka sedikitpun walau sudah diserang secara bersamaan oleh mereka.
"sudah cukup main-mainnya aku sudah bosan melihat pertunjukan murahan ini" ujar tiba-tiba Kokabiel.
"mari kita akhiri ini" ucapnya lagi dengan membuat puluhan light spear berukuran sedang yang terlihat menghiasi langit malam kuoh.
"dengan ini Great War yang kedua akan segera dimulai HAHAHA" teriak Kokabiel menggema diseluruh penjuru kuoh akademi.
"nah... aku tidak pernah berharap itu terjadi"
tiba-tiba terdengar suara yang terkesan santai itu,mengedarkan pandangannya Kokabiel akhirnya melihat seseorang tak jauh darinya sedang duduk diatap sebuah gedung sekolah.
dia memakai jubah hitam yang dipakai menutupi seluruh tubuhnya kecuali hanya matanya saja dan memberikan kesan misterius pada orang itu.(jubahnya seperti Toppo DBS saat muncul pertama kali dicanon)
bukan hanya Kokabiel yang terkejut, tetapi juga para iblis mudapun ikut terkejut melihat kehadirannya yang tidak bisa dirasakan dan diketahui.
"siapa kau manusia?" tanya Kokabiel dengan penasaran kepada orang didepannya yang dari aura'nya bisa dirasakan kalau dia seorang manusia.
"aku bukan siapa-siapa dan tak ingin jadi apa-apa, tapi yang pasti aku akan menghentikanmu disini, malam ini Kokabiel" ucapnya santai tapi mengandung ancaman juga.
"HAHAHA... jangan bercanda manusia rendahan,jangan menghiburku dengan lelucon murahanmu itu" ucap Kokabiel tertawa keras.
"dan sepertinya kau ingin mati, sebenarnya kau mendatangi orang yang tepat, jadi karena kau telah mengganggu acaraku maka...MATILAH" teriak Kokabiel sambil mengarahkan seluruh light spear'nya kearah orang misterius itu.
"boleh juga" gumam orang itu.
dan puluhan bahkan ratusan light spearpun menghujani orang misterius itu.
DUAR
DUAR
DUAR
ledakan beruntunpun terjadi dengan skala besar seiring ratusan light spear yang terus mengarah pada'nya.
"UWAHAHAHA seharusnya kau tidak datang kesini dan mungkin kau masih hidup,nah... mari kita lanjutkan acara yang tertunda" ucapnya dengan melihat kearah para iblis muda.
"ya terserahmu saja" tiba-tiba terdengar suara persis seperti orang misterius tadi dari balik kepulan asap hasil ledakan serangannya.
"K_KAU... ternyata masih selamat ya" ucap Kokabiel sedikit terkejut diawal melihat penampilan orang itu yang tidak lecet sedikitpun.
"tenang saja itu hanya keberuntungan, atau mungkin juga bukan" jawab si misterius dengan nada menoton diakhirnya.
"kau orang yang menyebalkan manusia" ucap Kokabiel menciptakan dua buah light spear berukuran sedikit besar kedua tangannya
SRINGG
"TERIMA INI" teriaknya sambil melempar light spear ditangan kirinya kearah orang misterius itu.
WHUSS
GEPP
tapi sesaat sebelum mengenainya orang itu berhasil menangkap light spear itu dengan tangan kanannya.
"lambat" gumam'nya.
'A_APA' pikir semuanya kaget.
"kau... bagaimana bisa tidak terluka sedikitpun, padahal aku yakin seranganku tadi mengenai'mu?" tanya Kokabiel dengan tatapan mengobservasi.
'dan juga menangkap serangan yang kubuat' lanjutnya dalam hati.
"hanya satu jawabannya" ucap simisterius itu.
"apa itu" tanya Kokabiel.
"menghindarinnya" jawab simisterius.
Kokabiel yang muak dengan simisterius itu melempar light spear di tangan kanannya.
WUUSS
TRANK
namun serangannya dipentalkan oleh tombak cahaya milik Kokabiel sendiri yang ada ditangan si misterius itu.
"Kokabiel sebaiknya hentikan keinginanmu untuk memulai perang kembali dengan begitu aku akan membiarkanmu hidup" ucap simisterius itu.
"heh... jangan banyak bicara,seolah kau bisa membu-"
'A_APA' pikir Kokabiel dan semua yang ada disitu kaget.
tiba-tiba simisterius itu sudah ada didepan Kokabiel dengan tangan kanan memegang Ligh Spear bersiap menebaskannya kearah Kokabiel.
CRASSH
dengan cepat tebasan itu bersarang tepat dibadan Kokabiel dan tak cukup sampai disitu simisterius itu langsung mengarahkan Ligh Spear ditangannya kearah perut Kokabiel.
CLEBB
COUGH
membuatnya mengeluarkan darah segar dan bertekuk lutut dihadapan simisterius itu karena Ligh Spear yang menusuk perutnya.
PRANK
tiba-tiba kekai yang dari tadi dipertahankan oleh salah satu kelompok iblis muda pecah ketika seseorang berarmor putih menerobos masuk dari atas.
Tap Tap Tap
mendekati dirinya orang berarmor putih itu berkata.
"terimakasih telah membantu, seharusnya ini menjadi tugasku,aku sungguh minta maaf atas keterlambatan ini dan sisanya serahkan saja padaku karena pimpinan kami menyuruh membawanya hidup-hidup untuk diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya" ucap sosok berarmor itu lalu menyentuh tubuh Kokabiel.
DIVINE
terdengar suara mekanik dari arah pria berarmor putih itu dan seketika Kokabielpun tak sadarkan diri seperti kehabisan tenaga.
"hm... aku terkesan atas kejujuranmu ini,sebenarnya dari awal aku merasakan kehadiran seseorang yang sama sepertimu namun ... mungkin itu hanya perasaan saja,ya mungkin begitukan Hakuryukou" ucap simesterius dengan menekankan kata terakhirnya pada sosok yang ternyata adalah Hakuryuukou itu.
"sepertinya aku tidak bisa mengelak, jadi bisakah kau memperkenalkan dirimu" ucap Hakurukou dengan pandangan tajam dan serius dibalik armornya.
"itu tidak penting, aku bukan siapa-siapa, hanya seorang manusia biasa yang kebetulan lewat,ah dan juga sepertinya aku harus pergi" ucap simisterius itu.
"tunggu" ucap Hakuryuukou membuat sosok misterius itu terdiam dan menoleh kearahnya.
"aku tidak tahu apapun tentangmu, bisa saja musuh atau bukan walau sebenarnya aku tidak peduli" ucap Hakuryuukou.
"jika tidak peduli kenapa kau tanyakan?" tanya simisterius.
"tentu saja untuk laporan pada atasanku" jawab Hakuryuukou.
"simesum Azazel itu" ucap simisterius.
"sepertinya kau tahu banyak hal, untuk seorang manusia biasa itu adalah hal yang tak wajar, jadi bisakah kau memperkenalkan diri supaya tidak terjadi kesalah pahaman diantara kita" ucap Hakuryuukou.
tak jauh dari mereka, tepat diarah belakang simisterius terlihatlah sekelompok iblis muda dari keluarga Gremory yang sedang mendengarkan percakapan kedua orang itu.
"baiklah..." ucap simisterius yang tiba-tiba maju selangkah kedepan.
"namamu Vali bukan?,Vali Lu-"
"ya... kau tak usah mengatakannya lagi" ucapan simisterius terhenti saat sang Hakuryuukou itu dengan cepat menyela'nya.
"huuhh" menghela nafas berat simisterius lalu membuka sedikit memperlihatkan sebagian wajahnya.
"Vali... kuharap kau merahasiakan ini dan kau bisa memanggilku Maelstorm" ujar simisterius itu yang bernama Maelstorm.
"Maelstormkah... maaf tapi sepertinya tidak bisa" ucap Vali.
"begituya sayang sekali" gumam Maeltorm.
setelah mengatakan itu dia kembali menutupi kepalanya seperti semula
"kalau begitu aku pergi dulu" ucap Maelstorm.
"jika kita bertemu lagi aku akan menantangmu bertarung Maelstorm, jujur saja kau sangat cepat saat bertarung dengan Kokabiel tadi sampai mataku tidak bisa melihat pergerakanmu" ucap Vali dengan seringaiyan diakhirnya sembari mengumbar aura mengerikan dari tubuhnya.
"sayang sekali tapi sepertinya jika kita bertemu lagi aku akan menolaknya jadi maaf ya jaa na" ucap Maelstorm yang tiba-tiba menghilang dengan cepat bak ilusi yang tidak pernah ada.
'Albion apa kau dapat menebak siapakah dia sebenarnya?' tanya Vali dalam pikirannya.
entahlah... aku tidak mengetahui siapa dia, dan juga kekuatannya itu... bagaimana ya mengungkapkannya yang pasti dia seorang manusia dengan kekuatan yang sulit dimengerti dan tak masuk akal' ungkap sang naga putih Albion mengutarakan pendapatnya.
"ya... tak masuk akal" gumam vali dibalik armornya sebelum berbalik menghadap pada sekelompok iblis.
"aku sungguh minta maaf atas kejadian ini, sungguh ini tidak ada kaitannya dengan atasan kami,ini murni keinginan Kokabiel pribadi" ucap Vali kemudian berjalan kearah Kokabiel yang sepertinya tak sadarkan diri.
"yoo... putih apa kau melupakanku" tiba-tiba sebuah suara dari guinlet merah menghentikan langkah kakinya.
"merah lama tak bertemu" balas guinlet milik Vali.
"sepertinya inangmu kali ini sedikit berbeda merah?" ucap Albion dengan nada mengejek.
"ya... begitulah tapi suatu saat aku yakin dia akan menjadi kuat melebihi inangmu itu!..." balas Draig dengan nada santai.
"...apa kau mengetahui sesuatu tentang orang tadi, putih?" tanya Draig sang Naga merah.
"aku dan kau tak jauh berbeda, aku tak tahu apa-apa tentang manusia itu" balas Albion.
"kalau begitu aku pergi" ucap Vali sambil membawa pergi tubuh Kokabiel terbang.
WHUSSS
beberapa menit kemudian.
"Rias, apa tadi Hakuryuukou datang?" tanya seorang perempuan pendek berambut hitam bob dengan sepasang kacamata yang menutupi matanya.
"hai, Sona sepertinya kita harus memberitahukan hal ini pada para Maou,bagaimanapun ini bisa dikatakan sebuah serangan walaupun bukan murni dari pihak datenshi" ucap Rias.
"yah... sepertinya memang harus begitu,apa kau sudah menghubungi kakakmu Rias?" tanya Sona.
"belum, kenapa tidak kau saja menghubungi nee-san mu Sona?" tanya balik Rias.
"kau tahukan bagaimana nee-sanku?" ucap Sona sambil membuang muka kesamping.
"baiklah, sepertinya kita harus pergi kedunia bawah untuk melaporkan kejadian ini!" ucap Rias.
"ya kupikir juga begitu,urusan disini kita serahkan saja pada yang lainnya" ucap Sona.
"ara ara Bucho,serahkan saja pada kami"
"hai akan kami lakukan taichou" ucap dua orang perempuan yang tak lain adalah queen masing-masing, Akeno dan Tsubaki.
"jaa.. urusan disini kami serahkan pada kalian, kami pergi dulu" ucap Rias yang langsung pergi melalui lingkaran sihirnya disusul oleh Sona menuju Mekai.
To Be Continued...
