akira udah capek nih banyak tugas *sigh*
tapi akhirnya bisa juga update, walaupun tetep gaje
akira mau berterima kasih kepada semua orang yang telah mereview
dan menolong akira dalam penulisannya.
yaudah langsung aja deh, tolong ya om disclaimer
Disclaimer : saya tidak memiliki KHR dan character-character yang ada di dalamnya, kalau iya saya akan membuat ryohei tokoh utamanya, tapi sayangnya itu semua milik amano-sensei
Warning: Gaje, Almost Typo, Jelek, Ancur
Illusion Apprentice
Chapter 2: Traitor
"bagaimana jika aku mengajari ilusi" mukuro tersenyum lebar.
"…" fran terdiam dengan orang yang baru saja dia kenal, dan fran terlihat sedikit bingung.
'apakah orang ini bisa dipercaya. Atau dia hanya penjahat yang ingin menyeretku hidup-hidup dan menjualku ke orang lain dengan harga yang sangat murah, semurah minuman kaleng. Dan memangnya dia bisa membuat ilusi, aku rasa dia hanya membual' pikir fran.
"kau tidak perlu takut, aku ini bisa dipercaya, aku juga tidak akan menyeret kamu dan menjual kamu dengan harga yang murah seperti satu buah minuman kaleng, aku juga bisa membuat ilusi, jadi percayalah sama aku ya" lalu mukuro mengulurkan tangannya ke fran untuk membantu fran berdiri. Fran mulai terdiam beberapa saat.
'bagaimana orang ini bisa tau apa yang aku pikirkan' fakir fran lagi.
"aku bisa membaca pikiran, dan itu adalah salah satu dari kelebihanku, kufufufufufu"
"tapi kau tidak bisa membuat ilusi kan"
"Swoosh…" ada asap mengelilingi tubuh mukuro, dan dalam hitungan detik, asap itu mulai menutupi tubuh mukuro. Tiba-tiba di tempat mukuro berdiri, muncul banyak kodok yang berlompatan keluar asap.
"…" fran tercengang melihat kejadian itu.
"kufufufufu" terdengar suara tertawa dari belakang tubuh fran.
Fran menoleh ke belakang dan dia melihat mukuro keluar dari balik pohon.
"apakah kau mempercayaiku sekarang" Tanya mukuro
Fran mulai mengangguk dan mulai keheranan melihat mukuro melakukan ilusi tersebut.
"maukah kau pergi sekarang untuk berlatih" Tanya mukuro sembari mengulurkan tangannya lagi ke fran.
Setelah Fran melihat itu semua, dia semakin percaya dengan kekuatan orang ini, fran mengambil tangan mukuro, kemudian fran mulai berdiri dan berdiri di samping mukuro.
"baiklah, ayo kita pergi" mukuro mulai tersenyum lebar.
Asap mulai muncul lagi dan mengelilingi mereka berdua.
beberapa detik sehabis asap-asap itu menutupi mereka berdua, asap itu mulai pudar, dan mereka tidak berada di tempat yang sama.
"tempat apa ini" Tanya fran bingung sembari melihat-lihat tempat yang dipersembahkan oleh mukuro.
"ini tempat dimana kita akan melatih ilusi"
Lalu fran mengangguk sedikit tanda dia mengerti.
"kufufufu ayo kita mulai mempelajari ilusi" mukuro memberatkan suaranya serasa dia sebagai guru yang sudah pro dalam mengajar anak-anak.
"eh… tuan berkepala nanas, aku mau ijin sebentar ya" fran mengangkat tangannya dan bersuara dengan suara monotonenya. Terlihat mukuro sudah iritasi dan gatal-gatal dengan kalimat nanas.
"namaku mukuro"
"muku apa"
"mukuro"
"mu… muu…. ko.. ru"
"mukuro! Mu-ku-ro, atau aku harus mengejakannya untukmu, m u mu, k u ku, r o ro, mukuro"
"eehh, susah banget sih punya nama. Yaudah tuan m u mu, k u ku, r o ro. Saya ijin dulu sebentar ya"
"yaudah, sana pergi, jangan lama-lama"
Fran kemudian berjalan ke pojok ke arah sudut dinding dan mulai melakukan sesuatu. Mukuro memperhatikan gerak geriknya dengan serius, fran mulai mengangkat kedua tangannya dan membelokkannya ke kanan dan ke kiri kemudian dia seperti mengucapkan sesuatu, di dalam fikiran mukuro dia sedang melakukan ritual untuk memulai pelajaran.
"ganbatte" fran menggunakan suara monotonenya lagi
'kufufufufufu ternyata dia memang mau meningkatkan percaya dirinya sendiri untuk melancarkan pembelajaran ilusi' fikir mukuro
Beberapa detik sehabis fran berkata ganbatte dia kembali ke mukuro.
"nah, sekarang sudah lega, ayo kita lanjutkan ke topik pembelajaran" kata fran yang sembari menutup resleting celananya.
Mukuro melihat sudut dinding itu basah, dan seperti terkena cairan, dan seketika mukuro menyadari apa yang baru saja fran lakukan.
"aduh fran, kamu bisa ngasih tau terlebih dahulu kan, lagian disana kan ada kamar mandi" kata mukuro yang hanya bisa melihat apa yang baru saja diperbuat oleh muridnya.
"ah, tuan gak nanya" mendengar kalimat itu yang dilengkapi dengan suara monotone, mukuro pun mulai sweatdrop dengan anak murid barunya itu.
Amarah mukuro mulai meningkat, tapi mukuro menahannya.
"baiklah, kita lanjut ke pelatihan"
"yasudah, ayo mulai, tuan berkepala nanas berlama-lama sih" kata fran yang mengejek mukuro dengan entengnya.
Amarah mukuro mulai meningkat, dan amarah mukuropun sudah mencapai batasnya, kepala mukuro mendidih karena mukuro sudah tidak sanggup menahan itu semua.
"oh iya fran, aku ingin memberikanmu satu hal"
"apa" fran terlihat bingung.
"ini adalah sesuatu yang akan membuatmu kebal jika kau dipukuli atau diperlakukan tidak baik oleh orang-orang di sekitarmu"
"ap-"
Omongan fran terpotong dengan munculnya asap di tangan kanan mukuro. dalam sekejap di tangan mukuro mengeluarkan trisula, dan mukuro menancapkan trisula itu ke bagian dada fran dengan cepatnya sampai ketiga mata trisula menembus punggung fran dan mengeluarkan darah.
"kufufufufu, aku tau kau sudah lama ingin menanti ini kan" bisik mukuro dengan senyumannya.
yah, itu doang sih chapter 2 nya
maaf kalo jelek banget ya, dan gaje
jangan kasih flame, kecuali memang sudah fatal jeleknya
dan RnR ya
