Chapter 2

Don't Like Don't Read!

-Happy Reading-


Hari semakin larut, para pekemahpun segera mendirikan tenda mereka dengan pola melingkar dan membuat api unggun ditengahnya untuk membedakan antara kelompok satu dengan yang lain.

"Besok pagi, kalian ingin pergi kemana?" Tanya Kibum selayaknya pemandu wisata, mereka tampak berpikir "Bagaimana kalau memanjat bukit itu?" Tanya Eunhyuk dengan senyuman khasnya. "Mianhae Eunhyuk-ah, bukit itu akan sangat bagus jika dipanjat disaat saat terakhir kita berlibur disini, jika kita memanjat bukit itu besok nanti tidak ada hal yang menarik lagi untuk dilihat" Eunhyuk hanya dapat mengerucutkan bibirnya, dengan sigap Donghae menghampiri Eunhyuk dan segera memeluknya.

"Tenanglah Hyukkie-ya , masih ada tempat lain yang bisa kita kunjungi disini.." Jelas Donghae yang berhasil membuat Eunhyuk sedikit terhibur. Ryeowook mengacungkan tangannya "Bagaimana jika kita pergi perkebunan dan pertenakan itu?" Kibum tersenyum cerah "Baiklah, besok pagi kita akan pergi ketempat perkebunan dan peternakan"

"Lebih baik kalian tidur sekarang, biar kami yang berjaga disini" Ujar Kangin yang dengan lembut menyuruh para Yeoja untuk tidur di dalam tenda terutama untuk Heechul yang memiliki trauma. Benar saja, saat beberapa Yeoja sudah masuk kedalam kemah, Heechul justru masih berkutat dengan pikirannya dengan tubuh mulai bergetar.

Dengan Sigap Kangin kembali menyakinkan Heechul "Heechul-ah… Jika kau mau kau boleh tidur bersama Leeteuk-ah agar kau merasa aman dengannya, aku janji aku akan menjagamu" Ujar Kangin pada Heechul yang mulai beranjak masuk kedalam tenda milik Leeteuk dan tidur disana.

Hankyung terlihat bingung dengan hal yang terjadi di depannya sekarang "Kenapa kalian memperlakukannya lebih manis dari yang lain?" Mendengar pertanyaan Hankyung mereka hanya dapat menundukkan kepala mereka. Siwon pun menjawab pertanyaan Hankyung dengan perlahan agar Heechul tak mendengarnya.

Hankyung pun mendengar cerita Siwon tentang Heechul dengan serius "Jadi.. itu yang menyebabkannya menjadi trauma berkumpul dengan Namja?" Siwon mengangguk pelan dengan wajah yang sedih.


"Ya! Bangun kalian! Mau sampai kapan kalian tidur disini hn?!" Teriakan Leeteuk membuat Hankyung, Siwon, Kangin, Donghae, Yesung, dan Kyuhyun sadar dari mimpi indah mereka.

"Ayo cepat bangun!" Teriak yang sangat benci di dengar oleh para Namja. Kangin menguap dengan sangat lebar seraya merenggangkan tubuhnya 'Dia seperti jelmaan eomma ku... Berisik' Batin Kangin yang mengingat ibunya disaat seperti ini.

Siwon melihat para Yeoja itu keluar dengan pakaian yang sudah rapih "Kalian sudah mandi?" Kibum menoleh kearah Siwon "Sudah! Disana ada kamar mandi khusus Namja dan Yeoja, jika kalian ingin mandi cepatlah mandi di sana". Wajah Siwon nampak mulai memerah mendengar suara Kibum berbicara padanya "Ba-baiklah"

Donghae berdiri dengan keadaan yang sangat berantakan "Mandi disana bayar tidak?" Tanyanya pada Kibum, Kibum tersenyum dan tertawa "Tentu saja tidak, semua yang ada disini itu gratis jika kita sudah membeli tiketnya" Donghae tersenyum puas dengan bekas air liur yang tergaris panjang di pipinya "Huh.. Syukurlah~"

Tanpa basa basi pun para Namja itu segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka yang bau keringat. Sedangkan para Yeoja membereskan kemah mereka.

"Ahh! Aku tidak tahu jika air disini lebih segar daripada di Seoul!" Teriak Donghae setelah selesai mandi, Siwon nampak tertawa mendengarnya sedangan Kyuhyun mendengus "Hentikan! ini untuk umum!" Donghae pun memperlihatkan cengirannya yang aneh.

Kibum memberhentikan langkahnya tepat di depan perkebunan Apel "Kita sudah sampai di destinasi liburan kita yang pertama!"

Mereka pun segera menikmati liburan mereka di sini, Bahkan Eunhyuk dan Donghae memetik beberapa buah apel untuk cemilan mereka nanti. Ada juga beberapa dari mereka yang memanfaatkan momen ini untuk bermesraan, namun ada juga yang saling diam satu sama lain.

Siwon melihat Kibum yang sedang kesusahan meraih buah apel merah yang ingin ia santap. Dengan sigap Siwon berjalan mendekati pohon apel itu namun keadaan jangtung yang berdebar membuat keringan Siwon sedikit bercucuran.

Krkk!

Kibum pun hanya dapat terdiam saat melihat Siwon memetikkan buah apel yang dia incar, Siwon memberi apel itu pada Kibum dengan senyuman yang sebenarnya sangat konyol. "Ini untukmu" Kibum mengambil apel yang ada di tangan Siwon itu. Siwon nampak memperhatikan perubahan warna pada pipi Kibum yang sedang menggigit apelnya "Pipimu merah.." Kibum hanya dapat terpaku mendengar ucapan Siwon.

Ia memegangi pipnya sendiri 'Di saat begini?!' Kibum terus memeganggi pipinya yang merona tanpa berani menatap Siwon sedikitpun. Dengan nekat yang kuat Siwon mulai memberanikan dirinya untuk memegang lengan Kibum dan menjauhkannya dari wajah Kibum "Wajahmu itu cantik… Apa yang harus kau tutupi?"

Pertanyaan Siwon membuat Kibum tak dapat berkutik, ia benar benar kaku seperti patung dengan pipi yang semakin merah 'Ya Tuhan! Apa yang harus kulakukan? ' Batin Kibum dalam hatinya yang semakin tak karuan. Entah apa yang merasuki Choi Siwon saat ini, Ia justru menggenggam kedua tangan Kibum seakan mengunci gerakan Kibum walaupun Kibum tak dapat bergerak sama sekali.

Perlahan tapi pasti, Siwon membuat jarak antara wajahnya dengan wajah Kibum semakin tipis. Siwon pun mulai memejamkan matanya, seakan tak peduli dengan keadaan sekitarnya sekarang yang memang sedang sepi walau masih ada suara berisik di sekitar mereka, begitupun dengan Kibum.

Setelah jarak mereka benar benar dekat. Bibir mereka berdua pun akhirnya bertemu tanpa penolakan dari Kibum sama sekali, kedua bibir itu saling berpaut dengan penuh cinta. Dengan perlahan Siwon pun melepaskan pautan bibirnya pada bibr Kibum.

Mereka kembali saling bertatapan tapi kali ini tanpa yang canggung seperti sebelumnya, Siwon terlihat menundukan kepalanya ' Maaf… ' ia juga terlihat ingin pergi dari tempat itu, namun tangan Kibum masih erat menggenggam tangan milik tuan Choi itu.

Siwon pun mengurungkan niatnya untuk pergi dan merubahnya dengan menatap wajah Kibum yang terlihat tak menginginkan Siwon pergi begitu saja. "Setelah kau melakukan itu padaku… Aku sama sekali tak mengatakan apapun? Itu… Mengecewakan" Kibum menundukkan kepala, Siwon sedikit berpikir dan akhirnya senyum cerah lah yang ada di wajahnya.

"Serahkan apel itu" Kali ini Kibum yang di buat bingung dengan Siwon, tapi tanpa basa basi Kibum segera memberikan apel merah itu pada Siwon.

Kraukk!

Kibum hanya melihat tingkah Siwon dengan tatapan tak percaya 'Dia ingin memakan apelku? Apa apaan…' Siwon pun mulai duduk dengan hanya bertumpu pada satu kaki seperti seorang pangeran yang ingin melamar tuan putri dan kembali menyerahkan apel itu pada Kibum. "Jika kau menerimaku sebagai Namjachingumu silahkan kau gigit bagian apel yang sudah ku gigit" Kibum pun mengambil apel itu dan melihat bagian apel yang sudah di gigit oleh Siwon.

"Tapikan ini sama saja dengan kita berciuman secara tidak langsung?" Tanya Kibum membuat Siwon mengangkat alis matanya dan tertawa kecil dengan sifat Kibum yang ternyata kelewat polos "Hehe… Bukankah kita baru saja berciuman secara langsung?"

'Eh? Jadi itu bukan mimpi?' Batin Kibum yang mulai tersenyum konyol untuk menutupi rasa malunya "Oh iya, aku lupa hehe Mianhae!" Siwon hanya dapat tertawa melihat tingkah Kibum yang konyol dan menunggu Kibum memberikan jawaban.

Kibum tampak masih berpikir apa sekarang adalah yang tepat untuk ini atau bukan, Sedangkan Siwon semakin cemas dengan caranya yang terkesan mendadak Siwon menundukkan kepalanya karena ia mulai putus asa…

Kraukk!

Dengan cepat, Siwon mendongakkan kepalanya kembali seraya berdiri lalu melihat wajah Kibum yang cantik dengan seulas senyum disana. Kibum membalik apelnya dan disana terlihat bekas gigitan Siwon..

Yang kembali di gigit oleh Kibum!

Otot pipi Siwon mulai bergerak keatas dan membuat senyuman yang sangat lebar disana "Kau…". Kibum tersenyum dan membuka suaranya "Namjachingu-ku!" Tanpa aba aba Siwon pun memeluk Kibum erat sangat erat sedangkan Kibum hanya tertawa diperlakukan seperti ini oleh Siwon.

Mereka juga kembali saling berpaut bibir lebih hangat dari sebelumnya dalam pelukan yang hangat juga. "Akhirnya aku memilikimu…" Ucap Siwon ditengah ciuman mereka, Kibum mulai membalas "Harusnya aku yang bilang begitu". Siwon terlihat bingung dan menatap Kibum lekat "Apa maksudmu?"

"Aku ingin tanya, berapa lama kau mengagumiku?" Siwon berpikir dan menjawab pertanyaan Kibum "Dua tahun.. Memangnya kenapa?" Kibum menyentuh hidung Siwon jahil "Aku sudah mengagumi selama Tiga tahun, Tuan Choi!"

"Hah? Jeongmal?" Tanya Siwon tak percaya dengan ucapan Kibum. Kibum kembali menggoda, "Jika kau tak percaya juga tidak apa apa, tapi aku akan menolak jika kau menciumku lagi!" Ancam Kibum membuat Siwon sedikit bergidik ngeri, bagaimana tidak mereka baru saja jadian tapi Kibum sudah berani memberi ancaman pada Siwon? Yeoja ini terlalu ceroboh…

"Baiklah aku percaya padamu Kim- ehmm Maksudku.. Choi Kibum…" Ujar Siwon yang kembali mendekati bibirnya dengan bibir Kibum dan lagi lagi tanpa ada penolakan yang berarti dari Kibum.

"E-khem..!"

Sebuah suara yang sangat mereka kenali membuat aktifitas mereka terhenti begitu saja. "Teruskan saja… ini memang untuk umum, tapi ini ditempat yang sepi~" Ujar Leeteuk dengan wajah jahilnya, sedangkan Donghae dan Eunhyuk sedang tertawa gembira dan meledek Siwon dengan wajah mereka yang sungguh menyebalkan.

'Oh jadi kalian…' Batin Siwon yang sudah memberikan Deathglare untuk Donghae dan Eunhyuk yang langsung terdiam melihat tatapan dari Siwon. Ryeowook tersenyum bahagia "Selamat ya..!" Ucapnya untuk pasangan baru diantara mereka ini.

Kibum tersenyum bahagia "Ne! Gomawo!" Ucapnya bersamaan dengan Siwon, namun disisi lain ia tak melihat dua orang yang paling dekat dengannya. Siwon mengalihkan pandangannya pada Leeteuk "Dimana Hankyung dan Heechul? Mereka berkencan?"

Leeteuk sedikit tertawa mendengar candaan Siwon di akhir pertanyaannya "Itu lucu Siwon-ah , Tapi kurasa keinginanmu agar Hankyung dan Heechul bersama hanyalah khayalan saja…" Siwon terlihat bingung "Kenapa bisa begitu?"

"Mereka selalu berkelahi untuk hal apapun, bahkan sekarang mereka ada di tempat yang berbeda! Hankyung di pemancingan dan Heechul di pemandian air panas" Jelas Kangin untuk jawaban Siwon. Kibum sedikit berpikir untuk ini "Apa ada yang berpikiran sama denganku?" Mereka saling menatap satu sama lain.

"Memangnya apa yang kau pikirkan?" Tanya Yesung dengan wajah polosnya, entah karena ia memang tidak tahu atau otaknya sedang bermasalah? Ok lupakan. Kibum memulai pembicaraannya kembali "Kenapa Hankyung ada di pemancingan dan Heechul ada di pemandian air panas?" Mereka semua menggeleng satu sama lain, kecuali Siwon.

"karena Hankyung suka menunggu ikan saat memancing bukan saat mendapatkan ikannya, dan Heechul suka ketenangan saat ia ada di dalam air bukan mendapat kesegaran saat ia selesai mandi" Ujar Siwon pada Kekasih barunya itu.

"Begitukah? Berarti dugaanku benar" Mereka memiliki pertanyaan masing masing di otak mereka, Kyuhyun pun ikut bingung dengan Kibum "Dugaan apanya?" Kibum sedikit tersenyum…

"Hankyung ada di pemancingan, karena ia suka saat menunggu ikan menyambar kail pancingnya bukan saat mendapatkan ikannya, dan Heechul yang ada di pemandian air panas, karena ia suka saat dengan ketenangan saat ada di dalam air bukan saat ia selesai mandi… mereka punya kesamaan yang unik… Mereka sama sama menyukai saat saat menunggu dan melihat gerakan air yang ada di hadapan mereka" Jelas Kibum panjang lebar

Donghae mulai membuka suara "Lalu apa yang ingin kalian lakukan?" Leeteuk menatap Donghae sendu "Kami ingin Hankyung menjaga Heechul". Donghae nampak sedikit aneh dengan pernyataan Leeteuk "Hah? Tapikan mereka berdua baru bertemu selama sehari?! Bagaimana kalian yakin Hankyung bisa menjaga Heechul?" Siwon tersenyum pada Donghae yang memiliki sejuta pertanyaan di dalam otaknya

"Dia sepupuku, aku tahu benar bagaimana sifat Hankyung. Lagi pula… Hankyung pernah mengatakan suatu hal padaku"

-FlashBack-

"Jadi.. itu yang menyebabkannya menjadi trauma berkumpul dengan Namja? " Siwon mengangguk pelan dengan wajah yang sedih.

Siwon pun kembali membuka suaranya "Ada apa?" Tanyanya pada Hankyung yang juga terlihat sedih tanpa alasan yang jelas "Aku hanya kasihan melihatnya… Dia Yeoja yang sangat cantik, tidak ku sangka ia memiliki trauma seburuk itu"

Ucapan Hankyung membuat Siwon sedikit melihat Hankyung curiga "Apa katamu tadi?" Hankyung menatap Siwon polos "Yang mana?" Siwon membenarkan posisinya "Saat kau bilang, aku kasihan padanya- lalu? " Hankyung kembali mengingat kata katanya tadi "Tidak kusangka ia memiliki trauma seburuk itu"

"Bukan! Bukan yang itu! Sebelumnya!" Seru Siwon yang membuat Donghae yang sudah terlelap sedikit menggeliat. Hankyung pun mengingat dengan keras "Oh.. yang ini maksudmu, Dia Yeoja yang sangat cantik" Siwon terlihat membulatkan mata dan bibirnya "Apa aku tidak salah dengar?"

"Salah dengar apanya?" Tanya Hankyung polos. "Kau bilang Heechul cantik?!" Hankyung mengangguk "Tentu saja dia kan Yeoja". Siwon membelalak "Jinjja? Apa kau jatuh cinta padanya?!" Hankyung yang sedang minum soda dengan otomatis menyemburkan soda yang ada di mulutnya.

"Apa kau gila?! Aku bilang aku tidak mung-!"

"Jangan pernah membohongi perasaanmu, Hangeng Tan!" Hankyung terdiam saat nama aslinya disebut oleh Siwon "Ceritakan saja bagaimana Heechul dimatamu mungkin aku bisa membantumu" Hankyung terlihat mulai menarik nafasnya.

"Dia… entahlah tapi aku sangat tertarik pada rambut hitam panjangnya itu, aku ingin memegang rambut itu yang mengingatkanku pada ibuku, ia juga cantik apalagi saat ia tersenyum, aku suka melihatnya! Sifatnya juga unik, ia keras kepala, pemarah, menyebalkan, dan mungkin orang yang menyusahkan karena ia ceroboh tapi entah kenapa aku menyukai sifatnya yang hampir bertolak belakang dengan ku… ini terasa seperti aku ingin menjaganya tapi aku yakin itu tidak mungkin karena ia tidak mencintaiku benar?"

-FlashBackEnd-

"Kenapa aku bisa tidak tahu itu?!" Protes Donghae pada dirinya sendiri, Kyuhyun memutar bola matanya "Saat itu kau sudah tidur dengan pulas, tidak seperti aku yang masih terjaga saat itu" Siwon menoleh kerarah Kyuhyun "Itu artinya kau mendengar semua pembicaraanku dengan Hankyung?"

"Tentu saja"

Jawab Kyuhyun singkat. Siwon terus menatap Kyuhyun 'Berarti dia tahu rahasia Hankyung?' Kyuhyun yang di tatap Siwon hanya terus fokus pada benda keramat yang selalu ada di tangannya kapanpun dan dimanapun.

"Jadi Hankyung itu jatuh cinta pada Heechul?" Tanya Eunhyuk pada Siwon yang masih menatap Kyuhyun diam "Kurasa begitu, tapi Hankyung juga orang yang keras kepala untuk mengakui perasaannya sendiri" Eunhyuk hanya ber-oh-ria ketika mendengar jawaban Siwon.

Kibum terlihat baru saja mendapat sesuatu di otaknya, di wajahnya terlihat ukiran senyuman yang indah "Aku dapat ide~" Semua mata tertuju pada Kibum. "Dapat ide apa?" Tanya Yesung dengan –lagi lagi- polosnya, Kibum mulai menarik nafasnya pertanda pembicaraannya pasti panjang "Aku dengar katanya musim panas kali ini akan diadakan lomba bagi para pengunjung disini, lombanya kalau tidak salah mengumpulkan koin emas sebanyak banyaknya, lokasi mencari koin emas ditentukan oleh penyelenggara lomba dan tidak bisa dirubah atau berpindah tempat, lomba ini juga diselenggarakan khusus untuk para pengunjung yang sudah memiliki pasangan!"

Sungmin memotong pembicaraan Kibum "Tunggu dulu! Jika lombanya di khususkan untuk mereka yang sudah memiliki pasangan, bagaimana dengan yang belum memiliki pasangan? Mereka tidak boleh ikut?". Kibum tersenyum "Pertanyaanmu bagus Sungmin-ah , jika mereka ingin ikut lomba tetapi belum memiliki pasangan, mereka diperbolehkan mencari pasangan mereka masing masing agar mereka dapat bergabung dengan perlombaan ini"

"Jadi maksudmu, kau ingin kita semua ikut lomba itu?" Kibum mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Yesung. "Bagaimana dengan Hankyung dan Heechul? Merekakan tidak punya pasangan, apa mereka tidak ikut?" Tanyanya polos pada Kibum yang memperlihatkan Smirk nya "Tentu saja mereka ikut"


Heechul terlihat malas dengan pembicaraan teman temannya yang sibuk dengan lomba yang menerutnya murahan itu. Kibum menoleh pada Heechul "Kau ikutkan Heechul-ah?" Heechul menatap Kibum datar

"Tidak"

Leeteuk sudah tahu jika Heechul akan menjawabnya dengan kata kata itu, tapi bukan Leeteuk namanya jika ia mudah menyerah dengan seorang Yeoja yang sangat cantik bernama Kim Heechul "Ayolah… Heechul-ah.. ikut ya… kau maukan?" Heechul yang memang keras kepala masih saja menggeleng.

Namun tidak kehabisan akal Leeteuk mulai bertanya pada Kibum dengan suara yang cukup keras "Kibum-ah~ Jika kita memenangkan lomba ini apa imbalannya?" Kibum awalnya bingung dengan pertanyaan temannya itu, tapi ia mengerti apa maksudnya "Aku tidak tahu pasti, tapi kalau tidak salah hadiahnya sekitar 100 Juta Won"

"Jinjja?!" Kibum mengangguk cepat mendengar suara Heechul yang tiba tiba keluar ketika mendengar nominal uang itu. Memang itu tidak begitu banyak untuk anak konglomerat seperti Siwon tapi bagi Heechul yang notabenenya hanyalah gadis SMU biasa, uang sebanyak itu benar benar dibutuhkannya sekarang.

Heechul pun merubah posisinya lebih tegap dari sebelumnya "Beritahu aku peraturan dan syarat dari lomba itu!" Kibum tertawa melihat sahabatnya sesemangat itu, jarang sekali Kibum melihat Heechul seperti ini sejak kejadian itu. Kibum pun kembali menceritakan peraturan dan syarat dari lomba itu.

Namun, semakin lama Kibum bicara wajah Heechul kembali datar bahkan ia memasang wajah menyebalkannya, apalagi saat Heechul mendengar kata 'lomba ini dikhususkan untuk pasangan, semuanya boleh ikut asalkan memiliki pasangan, jika belum memiliki pasangan dapat mencari pasangannya sendiri'

"Ini menyebalkan!" Gerutu Heechul saat Kibum selesai berbicara "Menyebalkan apanya?" Heechul semakin mendengus mendengar pertanyaan Kibum. "Jangan pura pura bodoh! Aku tahu kau ingin memaksaku memiliki pasangankan? Itu tidak akan terjadi lagi!" Kibum hanya terdiam mendengar perkataan Heechul.

Ryeowook memperhatikan Hankyung yang ada disampingnya sedang melihat Heechul dari jauh "Hankyung-ah.." Hankyung menoleh mendengar Ryeowook menyebut namanya "Hm?". Mata Ryeowook masih setia melihat lurus kedalam cangkir berisi cokelat panas yang ada di tangannya "Kau mau ikut lomba ini?" Hankyung sedikit berpikir dan menjawab

"Terserah kalian…"

Kyuhyun menoleh dan memberi tanda di tangannya untuk diam dan mendengar ucapan Hankyung

"Jika kalian ingin aku ikut lomba ini, aku akan menerimanya siapapun pasanganku"

Siwon menatap Hankyung tidak percaya "Kau serius?" Hankyung balik menatap Siwon dan mengangguk yakin. Kangin pun bertanya pada Hankyung "Apa kau yakin dengan itu?" Sekali lagi Hankyung mengangguk yakin dengan apa yang dia ucapkan.

Leeteuk mulai tersenyum dan kembali melihat Heechul dengan tatapan yang berubah 90 derajat "Kau yakin tidak mau ikut? Kau akan sendirian disini, tidak ada yang menemanimu, tidak ada yang menjagamu, apalagi melindungimu" Heechul terlihat memeluk lututnya dan menundukkan kepalanya. Semua mata tertuju pada Heechul yang belum memberikan jawaban, Heechul menghela nafasnya berat

"Baiklah aku ikut"

Leeteuk dan yang lain menatap Heechul tak percaya "Jinjja?" Heechul mengangguk malas "Aku terpaksa menjawab itu daripada aku sendirian disini" Kibum mengalihkan pandangannya pada Leeteuk yang juga melihatnya, KIbum pun tersenyum dan memberikan tanda Ok di jarinya sebagai arti dari Kerja bagus.

Leeteuk terlihat memulai pembicaraannya kembali "Baiklah! Ini adalah kesepakatan kita bersama, Kita akan mengikuti lomba ini dengan pasangan masing masing!" Beberapa pasangan yang ada di sana saling menatap satu sama lain, kecuali Hankyung dan Heechul yang justru menatap bingung Siwon dan Kibum yang sedang berpelukan.

"Hey…" Suara Heechul membuat mereka menghentikan aktifitas mereka, terutama Siwon dan Kibum. "Kenapa kalian bisa berpelukan mesra seperti itu?" Tanya Heechul memastikkan dengan tatapan horror pada Siwon dan Kibum yang segera melepaskan pelukan mereka dan terdiam begitu saja.

"Ya! Jawab pertanyaanku!"

Kibum hanya tetap terdiam dan menyuruh Siwon menjawabnya namun Siwon pun tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Hankyung memperhatikan tingkah mereka berdua yang terlihat aneh, Hankyung pun melihat pancaran mata Siwon dan menemukan jawaban baru namun ia tak yakin "Jangan katakan kalian…"

"Mereka pacaran!" Teriak Eunhyuk yang mulutnya sudah dibekap Donghae. Hankyung dan Heechul mengerutkan dahi mereka saat melihat Siwon dan Kibum yang terkejut dengan teriakan Eunhyuk yang tidak disangka sangka.

Hankyung menghela nafasnya "Kapan kalian jadian?" Siwon menjawabnya dengan pelan "Tadi siang…". Siwon melihat wajah Hankyung yang datar namun tak berani menatap wajah Heechul yang seperti sedang tak karuan. "Oh… Selamat ya" Siwon mendongakan kepalanya karena terkejut mendengar ucapan selamat dari Hankyung.

"Kau tidak marah?" Tanya Siwon pada Hankyung tersentak aneh mendengar pertanyaannya "Untuk apa aku marah? Harusnya aku bahagia, jika tahu sepupuku sudah dapat memiliki Yeoja incarannya kan?" Jawab Hankyung dengan tawa khasnya. Kibum mulai membuka suaranya "Tapikan itu artinya hanya kau yang belum memiliki pasangan?". Hankyung menatap Kibum datar "Hanya aku?" Kibum mengangguk

Hankyung mengalihkan pandangannya kearah Yeoja berambut hitam panjang yang sedang digerai begitu saja sedang berkacaria "Apa kau pikir dia juga sudah memiliki pasangan?" Tunjuknya kearah yang ia lihat tadi. Kibum pun mengikuti arah tangan Hankyung dan menjawab "Kurasa… sudah"

Hankyung terkejut "Siapa?!" Siwon dan Kibum saling bertatapan mendengar pertanyaan Hankyung yang seperti orang kebingungan. "Kenapa? Kau terkejut?" Tanya Donghae pada Hankyung, Hankyung menoleh "Tidak! Aku hanya ingin tahu siapa yang sudah memilikinya!" Teriakkan Hankyung membuat Heechul kembali fokus pada pembicaraan teman temannya.

Kangin tersenyum jahil "Kau ingin tahu siapa yang sudah memilikinya?" Hankyung mengangguk dan meminum sodanya, Heechul pun terlihat menunggu siapa orang yang dikatakan memilikinya oleh teman temannya. Kangin pun menjawab "Jawabannya adalah…" Mereka terlihat ingin menjawabnya bersama, kecuali Heechul dan Hankyung yang justru penasaran dengan teman teman mereka.

"HANKYUNG!"

Hankyung dan Heechul saling menatap satu sama lain mendengar jawaban teman teman mereka itu….

"ANDWAEEE!"

"Hentikan itu! Ini untuk umum!" Tegas Sungmin yang memberi peringatan. Leeteuk tertawa melihat tingkah laku teman temannya yang sangat aneh "Baiklah, jadi kesepakatannya adalah kita mengikuti lomba ini dengan pasangan masing masing, itu artinya Aku dengan Kangin, Kyuhyun dengan Sungmin, Yesung dengan Ryeowook, Donghae dengan Eunhyuk, Siwon dengan Kibum, dan untuk Heechul-ahaku ingin Hankyung-ah yang menjadi pasanganmu dalam lomba ini, karena aku tidak percaya dengan Namja lain selainnya. Lagipula aku tidak ingin hal buruk terjadi padamu"

Heechul terlihat berpikir tentang resikonya bersama orang lain selain Hankyung, dan akhirnya ia mengangguk sebagai jawabannya atas persetujuannya dengan Leeteuk. Leeteuk tersenyum dengan jawaban Heechul dan beralih ke Hankyung "Apa kau setuju Hankyung-ah?"

"Aku sudah bilang kan, jika kalian ingin aku ikut lomba ini aku akan menerimannya siapapun pasanganku" Jawab Hankyung dengan yakin. Siwon mulai bersifat jahil "Walaupun itu Heechul?" Hankyung mengangguk yakin, Siwon kembali menjahili sepupunya itu "Aku tahu kau pasti senangkan jika kau bersama dengan Heechul?" Hankyung tersentak mendengar pertanyaan Siwon.

"A-apa? Aku tidak! Sudah lupakan!" Jawab Hankyung asal dengan bergetar hebat dan menyembunyikan wajahnya dibalik kedua lututnya. Siwon kembali menggodanya "Aku tahu pipimu pasti merahkan?!" Hankyung kembali mendongakkan kepalanya "Tidak!" Gelak tawa pun terdengar ketika semua mata pipi Hankyung mulai berwarna merah padam. Heechul hanya melihat semua kejadian yang hangat itu dengan tatapan yang dingin

'Apa apaan kalian…'


Perlombaan pun hampir dimulai.

Seluruh peserta terlihat sudah siap dengan persiapan mereka, salah satunya Hankyung dan Heechul walaupun sebenarnya hanya Hankyung yang sudah siap sedangkan Heechul.. Ia masih memilih barang apa saja yang akan dia bawa agar tasnya tak begitu berat, tapi kenyataannya

Heechul tidak bisa meninggalkan barangnya satupun.

Hankyung hanya mendengus melihat Heechul yang repot sendiri dengan bawaannya 'Dasar Yeoja' Batinnya saat melihat Heechul menggerutu sendiri karena kesal dengan barang barangnya.

"Annyeonghasimnikka!"

Suara pembawa acara lomba mulai berkicau dan mulai pembicaraannya panjang lebar. Hankyung semakin bosan dengan keadaan di sekitarnya, pembawa acara itu terlalu lama berbicara bahkan sampai membicarakan keluarganya sendiri. Lebih parahnya lagi, Hankyung dikelilingi pasangan yang sedang memadu kasih bahkan Siwon dan Kibum sedang bermesraan di sampingnya, terlebih Heechul masih terus menggerutu dengan barang barangnya.

Namun Hankyung lebih suka mengisi pagi yang membosankan itu dengan mengunyah permen karet, bahkan ia membuat balon yang besar sampai pecah menutupi separuh wajahnya.

"Nah untuk mengetahui dimana lokasi kalian untuk mencari koin emas, salah satu kalian dapat maju kemari dan mengambil bola yang ada di dalam aquarium kaca itu! Dan yang beruntung, mereka akan mendapatkan bola dengan bertuliskan Hutan sebagai lokasinya! Jadi kami persilahkan salah satu dari kalian maju kemari dan tentukan sendiri lokasi kalian!" Hankyung mendengar dengan jelas pembawa acara itu memberikan arahan dengan sangat baik.

Hankyung menoleh pada Heechul yang seperti baru saja selesai dengan barang barangnya "Kau dengar apa kata pak tua yang bawel itu?" Tanya Heechul pada Hankyung yang masih menatapnya "Tentu saja" Heechul mulai berdiri tegap "Kalau begitu, majulah!" Hankyung menaikan alisnya

"Kenapa aku?" Heechul menatapnya malas "Aku sedang malas berjalan" Lanjutnya dengan santai. Hankyung mulai melihat keadaan sekitar, rata rata yang ada di sana Namja para Yeoja lah yang berjalan mengambil bola yang berisi kertas "Tapi yang ada disini adalah Namja.. kau tak takut?" Heechul menjawabnya dengan santai "Ada Siwon disini" Hankyung menoleh kesebelahnya dan menemukan sosok Siwon sedikit pun.

Hankyung kembali menatap Heechul "Dimana?" Lagi lagi dengan santai "Dia disi-" Ucapan Heechul ketika tidak melihat Siwon di samping Hankyung, Hankyung kembali bertanya pada Heechul "Kau masih tetap ingin aku yang pergi kesana?" Tunjuknya pada tempat pengambilan bola. Heechul mulai berpikir "Baiklah… Aku yang pergi" Jawabnya membuat Hankyung tersenyum puas dan melihat kepergian Heechul 'Cantik..'

"Terpesona dengannya hmm?"

Hankyung terkejut mendengar suara yang sangat familiar di telinganya "Sejak kapan kau disini?!" Tanya Hankyung yang tertangkap basah memperhatikan Heechul oleh Siwon, tidak bukan hanya Siwon, teman temannya yang lain pun memergokinya juga walaupun dari jauh.

Siwon menatapnya aneh "Kenapa? kau terkejut?" Hankyung menggeleng cepat namun sepertinya percuma jika ia bilang tidak, itu sama saja membohongi dirinya sendiri untuk kesekian kalinya. Ia tidak mau termakan ucapannya sendiri jadi ia lebih memilih untuk diam. Sebagai sepupu yang paling akrab, Siwon tentu mengerti apa maksud Hankyung "Tenanglah… aku tidak akan menggodamu lagi Han…"

"Bukan itu maksudku!" Bentakkan Hankyung membuat Siwon terdiam dan berpikir, Siwon pun mendekatkan telinganya pada telinga Hankyung "Aku tahu… perasaanmu kacau kan?" Hankyung mengangguk pelan, Bisikkan siwon pun kembali terdengar "Itu artinya kau sedang jatuh cinta!" Hankyung membelalakan matanya

"Jatuh cinta pada siapa?" Tanyanya pada Siwon dengan polos. "Kurasa kau tahu siapa orang yang kau cintai" Ucap Siwon pada Hankyung yang masih bertanya tanya dalam hatinya. Hankyung mengalihkan pandangannya pada Heechul yang baru kembali dengan membawa bola berwarna merah ditangannya.

Entah kenapa, Hankyung menjadi lebih penasaran dari pada biasanya "Kita dapat dimana?" Heechul terus berjalan menuju Hankyung karena sebenarnya jarak mereka cukup jauh "Kita belum boleh membukanya sebelum ada aba aba darinya" Hankyung mengangguk "Begitu ya…"

"Oh iya kenapa kau mengambil warna merah?" Tanya Hankyung pada Heechul yang menggenggam bola warna merah, Heechul melihat bola yang ada di tangannya "Ini warna kesukaanku… yang selalu menjadi keberuntunganku, kenapa?" Hankyung tersenyum mendengar suara Heechul yang terdengar lembut 'Ya Tuhan… Apa benar aku mencintainya?'

"Ya! Jangan menatapku begitu! Aku benci melihatmu! Jawab saja pertanyaanku tadi!" Bentak Heechul berhasil membuyarkan lumanan Hankyung tentangnya "A-ah… Tidak! Tidak apa apa… Aku hanya bertanya saja, lagipula warna merah dalam mitologi China itu artinya kebahagiaan" Heechul yang awalnya menatapnya dingin, sekarang berganti menjadi senyuman cerah dari seorang Kim Heechul yang terlihat sangat cantik di mata Hankyung "Itu sebabnya aku suka warna merah!" Itu kalimat yang keluar dari mulut Heechul dengan tawa yang mengiringinya

Hankyung hanya dapat menatap Heechul dalam diam 'Dia…' degup jantung Hankyung berdetak lebih cepat saat melihat tawa Heechul yang ternyata menambah kecantikan seorang Kim Heechul 'Benar benar Cantik!'

Deg! Deg..

'Apa aku jatuh cinta? Padanya?'

Hankyung pun menggelengkan kepalanya cepat dan memeganginya, entah kenapa tapi ia merasa apa yang ia rasakan bukanlah hal yang benar. "Kau kenapa?" Dengan cepat Hankyung kembali mengalihkan pandangannya pada Heechul yang bertanya padanya "Kepalamu pusing?" Tanya Heechul dengan tangannya memegangi tangan Hankyung yang ada di kepalanya, membuat Hankyung terdiam karena terkejut.

Hening…

Keadaan itulah yang sedang terjadi sekarang. Hankyung tidak mengerti kenapa ia bisa segugup ini ada disamping Heechul, begitupun dengan Heechul yang tidak sadar jika tangannya sudah menyentuh tangan Hankyung. Mereka saling bertatap satu sama lain tanpa suara sedikitpun.

Siwon dan Kibum yang ada di samping mereka, memberi sinyal pada teman teman mereka yang lain. Kibum tersenyum "Perasaan yang melakukan itu bukan tubuh mereka" Siwon pun memeluk Kibum "Sudah ku bilang kan, mereka itu pasangan yang sedang di mabuk cinta" Siwon dan Kibum pun terkekeh pelan melihat dua temannya itu.

Hankyung dan Heechul masih saling bertatap sampai Heechul mengerjapkan matanya dan melepaskan tangannya dari tangan Hankyung bahkan sedikit membuat jarak antara mereka, dalam diam tentunya…

"Nah! Kurasa ini saatnya! Silahkan kalian membuka bola yang ada di tangan kalian dan lihatlah dimana lokasi kalian untuk mencari koin emas!" Perintah sang pembawa acara lomba yang sudah memberikan aba aba, semua pasangan mulai membuka dan mengetahui dimana lokasi mereka.

Heechul masih menatap bingung bola yang ada di tangannya, Hankyung yang melihatnya mulai bertanya "Kenapa tidak kau buka?" Heechul menyerahkan bola itu pada Hankyung "Kau saja yang membukanya, aku punya firasat aneh dengan lokasi yang ada di bola itu" Hankyungn pun mengambil bola itu dan mengambil yang ada didalamnya "Kau yakin aku yang membacanya?" Heechul mengangguk pasti.

"Baiklah" Hankyung pun membuka gulungan kertas kecil dengan tulisan lokasi pengambilan koin disana. Awalnya Hankyung biasa biasa saja dengan isi kertas itu namun setelah ia mengingatnya Hankyung membelalakkan matanya. Heechul melihat tingkah Hankyung yang mulai aneh "Kenapa?" Hankyung hanya menyuruh Heechul mendekat padanya untuk membaca isi kertas itu.

"Ada apa?" Heechul pun membaca isi kertas itu, reaksi yang Heechul keluarkan pun sama dengan reaksi Hankyung. Kibum yang melihat tingkah mereka pun bertanya "Kalian dapat dimana?" Siwon menimpalinya "Kami dapat di perkebunan apel"

Hankyung dan Heechul menatap teman mereka itu dengan tatapan yang aneh, Hankyung menelan air liurnya berat "Kami dapat di… Hutan…" Siwon dan Kibum nampak terkejut mendengar ucapan Hankyung. "Kalian beruntung!" Ucap Kibum dengan senang walaupun kedua temannya memiliki raut wajah yang menyeramkan saat ini.

Pembawa acara lomba terlihat membetulkan dasi kupu kupunya dan kembali berbicara "Itu adalah tempat kalian yang tidak bisa kalian rubah karena itu adalah pilihan hati kalian! Ngomong ngomong aku ingin tanya, Apa diantara kalian ada yang mendapatkan lokasi di Hutan?" Tanyanya pada semua peserta lomba, para peserta hanya saling melihat satu sama lain mencari siapa pasangan yang mendapatkan lokasi itu.

Dengan ragu, Hankyung mengacungkan tangannya tinggi agar pembawa acara lomba dapat melihatnya diantara ratusan pasangan lainnya. Pembawa acara itu mulai melihat sosok Hankyung yang dengan ragu mengacungkan lengannya "Apa Yeoja cantik yang ada disampingmu adalah pasanganmu?" Tanya pembawa acara yang sudah berumur itu.

Hankyung menoleh pada Heechul yang ada di sebelahnya dan mengangguk pelan, pembawa acara itu tersenyum walaupun Hankyung tidak dapat melihat senyumannya "Kemarilah kalian berdua… untuk yang lain selamat berjuang!" Sorak sorai mulai terdengar pertanda lomba dimulai.

Siwon dan Kibum berjalan di depan Hankyung dan Heechul yang masih menjaga jarak "Semoga kalian beruntung!" Ucap keduanya yang hanya di balas dengan anggukan dari Hankyung dan Heechul.

Mereka pun mulai berjalan kearah pembawa acara lomba yang sebelumnya menyuruh mereka untuk pergi ketempatnya. Pembawa acara itu terlihat senang melihat Hankyung dan Heechul yang sudah sampai di tempatnya "Kalian terlihat sangat serasi" Ucap seorang Yeoja paruh baya yang ada di samping pembawa acara itu, bisa dipastikan jika ia adalah istrinya.

"Kalian bukan sepasang kekasih, benarkan?" Hankyung dan Heechul mengangguk ketika mendengar pertanyaan dari Song ahjussi yang tak lain tak bukan adalah pembawa acara perlombaan. Song ahjussi terlihat menarik tangan Hankyung dan Heechul dan melihat telapak mereka "Tapi kalian akan menjadi sepasang kekasih, itu tertulis disini"

"Itu tidak mungkin" Ucap Hankyung dan Heechul bersamaan membuat Song ahjussi tertawa pelan seraya melepaskan tangan mereka. Song ahjussi kembali melanjutkan pembicaraannya "Tidak apa jika kalian tidak percaya dengan ucapanku karena aku bukan Tuhan, aku hanya hambanya yang dapat melihat masa depan seseorang tetapi tenang saja pembacaanku tidak selamanya benar… Ada yang perlu kalian ketahui tentang Hutan yang akan kalian masuki"

Hankyung dan Heechul mulai mendengarkannya dengan serius. "Di hutan sana, ada banyak sekali jebakan yang mungkin bisa membahayakan nyawa kalian jika kalian tidak hati hati, kalian ku beri waktu lebih lama jika yang lain hanya memiliki waktu 10 hari untuk mencari koin emas.. kalian ku beri waktu 2 minggu untuk itu, carilah koin emas sebanyak banyaknya agar kalian bisa memenangkan lomba ini. Jangan keluar dari hutan sebelum waktu yang ku beri habis, jika kalian beruntung kalian akan menemukan sepasang bebatuan Sapphire Blue berbentuk hati di hutan"

"Jika kami menemukan Sapphire Blue itu, apa yang akan terjadi?" Song ahjussi pun menjawab pertanyaan dari Heechul "Intinya kalian akan mendapatkan keajaiban yang luar biasa, banyak pasangan yang berhasil masuk dan keluar dari hutan dengan selamat tetapi tidak ada satupun yang berhasil menemukan Sapphire Blue itu" Jawabnya dengan serius, Song ahjussi pun kembali tersenyum. "Baiklah, hanya itu yang dapat kuberi tahu pada kalian, sekarang bisa memulai petualangan kalian… Berhati hatilah! Dan semoga beruntung!" Ujarnya sekaligus memberi doa pada Hankyung dan Heechul.

Hankyung dan Heechul pun mengangguk dan pergi meninggalkan tempat itu untuk segera masuk kedalam hutan "Han" Suara Heechul memaksa Hankyung untuk menjawabnya "Hm?" Mereka terus berjalan mendekati Hutan yang cukup jauh dari tempat mereka.

Dengan susah payah, Heechul melangkahi beberapa kubangan air sisa hujan yang ada di sekitar sana "Apa kau percaya dengan ucapannya?" Hankyung pun terus melangkahkan kakinya "Entahlah… Jika aku tidak percaya aku akan malu sendiri nanti, tapi jika aku percaya pun itu belum memiliki bukti sama sekali" Ujarnya dengan yakin. Sesekali Heechul berhenti untuk mencari tempat kering yang bisa ia pijaki. Heechul terus menghindari kubangan air tanpa melihat apa yang ada di depannya

Brukkk!

"Akh!" Erang Heechul saat dahinya mencium tas Hankyung yang cukup besar "Kenapa kau berhenti huh?! Kau membuat kepalaku sakit!". Hankyung hanya terus terdiam dengan apa yang ia lihat "Menurutmu kenapa aku berhenti?" Tanya Hankyung balik tanpa menjawab pertanyaan Heechul, sebenarnya Heechul kesal dengan itu tapi ketika Heechul melihat apa yang Hankyung lihat, reaksi Heechul justru lebih parah dari Hankyung

"Ini…" Kata kata Heechul terputus ketika mengetahui ia ada di depan Hutan yang penuh dengan pohon besar yang menjulang tinggi seakan tak berujung, bahkan saat Heechul melihat kedalam Hutan, di dalam sangat gelap hanya beberapa cahaya yang berhasil masuk kesana.

Air mata Heechul memenuhi pelupuk matanya bahkan mendesak untuk turun walau rasanya sulit karena ia terlalu takut "Aku ingin pulang…" Ucap Heechul yang mulai membalikkan tubuhnya dan beranjak pergi namun gagal, tangan Hankyung meraih tangannya sehingga ia tak bisa pergi jauh "Ini tantangan untuk kita, kau tidak bisa pergi begitu saja" Heechul masih terdiam di tempatnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Dengar, aku tahu ini terkesan tidak adil untuk kita… mereka mendapatkan tempat yang lebih mudah dari kita, tetapi jika kita menyerah terlebih dulu sebelum mencobanya itu sama saja dengan kita pengecut…" Heechul masih terdiam mendengar perkataan Hankyung, Heechul membalikkan tubuhnya dan menatap Hankyung "Aku tahu, tapi aku yakin kau pasti sudah tahu jika aku memiliki trauma dengan tempat gelap bersama Namja… apa kau ingin menyiksaku?"

Pertanyaan Heechul membuat Hankyung terdiam, dia tidak tahu apa yang ia lakukan agar Heechul ingin masuk kedalam Hutan. Hankyung mulai berpikir dan melihat tangan Heechul yang masih ada digenggamannya "Berpeganganlah pada lenganku, Aku janji akan melidungimu apapun yang terjadi tanpa melakukan hal aneh padamu" Ucap Hankyung meyakinkan Heechul.

Heechul menatap wajah Hankyung cukup lama hanya untuk meyakinkan dirinya sendiri apa Hankyung dapat dipercaya atau tidak "Baiklah.. Aku mempercayaimu" Ujar Heechul yang kembali mendekatkan dirinya dengan Hankyung.

Heechul mulai berpegangan dengan tangan Hankyung, Hankyung tersenyum tipis merasakan tangan Heechul yang melingkar di tangannya 'Ini menyenangkan' Batin Hankyung dengan senang. "Kau siap?" Heechul mengangguk tanda ia siap.

Hankyung pun melangkahkan kakinya masuk kedalam Hutan diikuti Heechul yang ada di belakangnya. Cengkraman tangan Heechul pada tangan Hankyung semakin kuat, Hankyung tahu jika Heechul mulai ketakutan sekarang 'Ok ini bukan waktu yang tepat untuk bersenang senang' Ucap Hankyung di dalam hatinya seraya menyiapkan pisau lipat yang sekarang ada di salah satu tangannya.

Hankyung mulai merasakan ada beberapa tetas air yang hangat jatuh ke lengan pakaiannya, ia pun menoleh dan melihat Heechul menyembunyikan wajahnya. Walaupun begitu ia tahu jika Heechul, sedang menangis… 'Ini trauma yang buruk'

Hankyung menyimpan pisau lipatnya kedalam kantung celana Jeansnya dan mengarahkan tangannya yang sudah kosong itu kearah pipi Heechul yang tertutup poni panjangnya, Hankyung menyingkirkan poni itu dan berhasil menyentuh pipi Heechul yang basah.

Heechul sedikit mengangkat kepalanya dan melihat wajah Hankyung tepat berada di depan wajahnya, namun jujur Heechul tidak melakukan apapun dan membiarkan tangan Hankyung menari nari di pipi mulusnya.

Ibu jari Hankyung mulai bergerak dibawah mata indah Heechul dan menghapus air mata yang membasahi pipi Heechul dengan perlahan "Kumohon… Jangan menangis…" Heechul memegang tangan Hankyung yang ada di pipinya dan melepaskannya

"Kau tidak mengerti apa yang ku rasakan…"

Hankyung tersentak mendengar ucapan Heechul, namun ia mengerti jika Heechul masih sulit menerimanya. Hankyung hanya menatap Heechul penuh harap "Kau… percaya padaku kan?" Heechul masih terdiam tanpa memberi jawaban apapun.

"Aku mungkin memang tidak mengerti apa yang kau rasakan… tetapi setidaknya, izinkan aku untuk melindungimu…" Heechul mendongakkan kepalanya dan menatap Hankyung tak mengerti "Kenapa kau sangat ingin melindungiku?"

"Aku hanya tidak ingin kau terluka, karena kita berdua bukan dokter… Aku sangat ingin melindungimu karena, aku merasa kau adalah tanggung jawabku sekarang… Jika kau terluka kau boleh membunuhku, jika kau mau…" Heechul lagi lagi hanya terdiam mendengar perkataan Hankyung, ia tak tahu jika Hankyung adalah orang yang sangat berani mengambil resiko seberat apapun asalkan keinginannya terpenuhi.

Hankyung pun ikut terdiam karena Heechul tak menanggapi perkataannya untuk kesekian kalinya. "Baiklah aku percaya padamu…" Suara Heechul yang tiba tiba terdengar, membuat Hankyung mengembangkan senyumannya "Aku tahu kau bukan pengecut!" Ucapnya seraya mengacak acak rambut Heechul.

"YA! Hentikan itu! Aku benci rambutku berantakkan!" Hankyung tertawa pelan mendengar keluhan Heechul yang sedang merapihkan rambutnya, Hankyung yang masih tertawa pun kembali mengacak acak rambut Heechul yang membuat Heechul kembali merengek seperti anak kecil.

Mendengar rengekkan Heechul yang seperti itu, Hankyung pun tertawa. Namun sepertinya suara tawanya terlalu keras sampai membuat beberapa burung gagak dan kelelawar berterbangan di atas mereka berdua.

'Itu…' Heechul yang masih membereskan rambutnya tiba tiba terhenti mendengar suara gagak yang sangat menyiksa telinganya. Mata Heechul kembali menghasil air dan bermuara di pelupuknya "Han…" Hankyung kembali terdiam setelah mendengar Heechul menyebut namanya, Hankyung tahu jika Heechul mulai merasa ketakutan lagi.

Brrttt!

"KYAAAAA!" Sesuatu melesat dengan cepat secara tiba tiba tepat di belakang Heechul membuatnya kembali meneteskan air matanya dan berlari dengan cepat kearah Hankyung lalu melingkarkan tangannya erat di tubuh Hankyung yang sedikit terdorong.

Hankyung terdiam kaku dengan perlakuan Heechul yang terlalu tiba tiba. Mulutnya terbuka cukup lebar dengan mata yang masih menatap ke tempat Heechul sebelumnya. Perlahan Hankyung mulai mengalihkan pandangannya pada Heechul yang masih memeluk tubuhnya.

Otot pipi Hankyung mulai bergerak ke atas secara perlahan membuat seluas senyum terlukis di wajahnya, ia senang diperlakukan seperti ini tapi ia juga tidak tahu kenapa ia senang diperlakukan seperti ini… Apa ini yang namanya

Cinta?

"Heechul-ah Gwaenchana?" Hankyung merasakan Heechul menggeleng di dadanya, ia mulai berspekulasi jika Heechul sedang menangis lagi. Hankyung bahkan sampai lupa apa yang harus mereka cari disini karena Heechul terus ketakutan, ia pun mengingat ingat apa tugasnya dan kembali bertanya pada Heechul

"Sampai kapan kau akan terus menangis?" Heechul kembali menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Hankyung dan tidak merubah posisinya. "Hahh… Sampai kapan juga kau terus memelukku?" Heechul terdiam sesaat, ia pun menarik wajahnya dan melihat apa yang ada di depan matanya saat ini, ia pun melihat tangannya yang melingkar pada sesuatu kemudian ia mendongakkan kepalanya perlahan dan melihat sosok Namja menyebalkan dihadapannya.

"MENJAUH DARIKU! DASAR BODOH!"

Bentak Heechul yang mendorong Hankyung sampai terjungkal ke tanah basah yang ada dibawahnya. Namja China itu mengaduh kesakitan karena tanah yang basah itu tertanya lumayan sakit, terlebih bokongnya mencium tanah itu cukup keras "Akh… Harusnya aku yang bilang begitu…!" Bentak Hankyung cukup lemah karena merasa ngilu dibagian bokongnya itu.

Heechul pun berjalan dengan keberanian yang entah ia dapat darimana tanpa peduli dengan Hankyung yang masih kesakitan. Heechul bahkan menginjak telapak tangan kiri Hankyung yang berada cukup jauh dari tubuhnya dengan keras, ia tidak sengaja namun ia juga tidak minta maaf pada Hankyung yang mengalami sakit sampai dua kali… Kasihan.

Hankyung yang masih menahan sakit pun kembali berdiri walaupun bokongnya masih terasa sakit begitupun dengan telapak tangannya 'Aku ini beruntung atau sial sih? Dia menyebalkan…' Batinnya saat ia berhasil menegakkan tubuhnya dengan sempurna.

Hankyung pun mulai menyusul Heechul yang sudah berjalan jauh didepannya "Kau ingin berjalan kemana? Memang kau tahu arah? Kalau kita tidak bisa kembali pulang bagaimana?" Tanya Hankyung panjang lebar pada Heechul yang terus menerjang dedaunan yang ada di depannya tanpa menjawab pertanyaan Hankyung.

Tiba tiba saja Heechul berhenti, Hankyung sedikit bingung dengannya 'Jangan jangan ia mulai ketakutan lagi…' Batinnya yang masih melihat Heechul yang terdiam tiba tiba. "Hey…" Panggil Heechul pada Hankyung yang hanya menatapnya polos dari belakang "Apa?"

"Aku ingin bertanya satu hal padamu" Hankyung menjawab "Apa itu?" Heechul menoleh kebelakang dan melihat Hankyung dengan wajah yang menurutnya sok polos itu "Kau mau tidak berjalan didepanku?" Pertanyaan Heechul membuat Hankyung menganga lebar 'Kukira apa…' Batin Hankyung yang kemudian berjalan mendahului Heechul, Heechul pun membututi langkah Hankyung dalam diam.

Mereka pun menyusuri hutan itu dan berusaha mencari koin emas yang diperintahkan agar mereka dapat memenangkan lomba itu. "Ngomong ngomong koin emas itu bentuknya seperti apa ya?" Tanya Hankyung yang masih setia berjalan. Heechul mengangkat kedua bahunya "Mana aku tahu", Hankyung mulai mendengus kesal.

Mereka masih berjalan menyusuri hutan yang seakan tidak memiliki ujung. Jika diperhatikan, setiap hutan pasti memiliki keajaiban tersembunyi didalamnya tapi kali ini.. Hankyung dan Heechul hanya melihat pepohonan yang menjulang tinggi dengan lumut yang menempel di batangnya dengan beberapa serangga yang tinggal disana.

Hankyung mulai memperhatikan sekelilingnya berharap menemukan apa yang mereka cari 'Ini terlalu luas' Batinnya saat matanya tak menemukan apa yang ia cari. "Han!" Hankyung pun berhenti saat Heechul menarik tas yang ada dipunggungnya "Ada apa?" Hankyung melihat mata Heechul mengarah pada sesuatu yang ada di atas pohon, ia pun mengikuti apa yang Heechul lihat tapi ia tidak menemukan apapun.

Hankyung terus menggerakkan kepalanya kesana kemari untuk mencari apa yang Heechul lihat di atas sana. Karena merasa terganggu Heechul pun menarik rambut Hankyung kearah yang ia lihat dengan matanya "Itu..!" Tunjuknya pada benda itu.

Mata Hankyung tiba tiba bersinar melihat benda yang ada di atas pohon itu "Apa itu koin emasnya?" Heechul pun melepaskan tangannya dari rambut Hankyung yang ia tarik "Kurasa begitu" Hankyung tersenyum cerah mendengar perkataan Heechul "Kalau begitu ayo ambil!" Heechul menatap Hankyung bingung "Apa kau gila?"

"Hah? Tunggu apalagi Heechul ayo ambil koinnya!" Seru Hankyung pada Heechul yang hanya diam menatapnya jijik. Menyadari ia dilihat jijik oleh Heechul, Hankyung kembali memasang wajah polosnya "Kenapa?" Heechul masih menatapnya layaknya melihat orang bodoh "Apa kau ingin aku naik keatas sana dan mengambil koinnya?" Hankyung mengangguk cepat dan kembali menatap Heechul dengan wajah polosnya.

Heechul mengerjapkan matanya "Apa?!" Heechul benar benar tidak mengerti dengan sepupu Siwon yang satu ini, entah Hankyung itu memang polos, sok polos, atau bodoh(?). Heechul berpikir cepat dan bertanya lagi pada Namja aneh yang ada disampingnya ini "Apa rencanamu hm?" Tanya lembut pada Hankyung.

"Aku ingin kau yang naik kesana dan mengambil koin emas itu lalu turun dari pohon dengan selamat, jika kau jatuh sebelum kakimu menyentuh tanah aku yang akan menangkapmu agar bokongmu tidak mendarat di tanah ini, asal kau tahu saja ya.. jika bokongmu mendarat di tanah ini kau akan merasakan sakit yang luar biasa!" Heechul menganga cukup lebar, sepertinya Heechul merasa jika Hankyung adalah manusia paling bodoh yang ada didunia sampai sampai ia menahan amarahnya yang sudah sampai ke ujung kepalanya.

Heechul menatap Hankyung dengan tatapan ingin membunuh "Jika kau tidak berhasil menangkapku apa yang akan kau lakukan hmmm?!" Tanyanya dengan penekanan dibagian akhirnya. Hankyung kembali menunjukkan wajah polos tanpa dosanya "Apa maksudmu?"

'KAU MINTA DIBUNUH YA?!' Batin Heechul mulai mengamuk seiring dengan perubahan wajahnya, sepertinya Hankyung benar benar bodoh…

"Maksudku… JIKA AKU JATUH DARI POHON ITU DAN KAU TIDAK BISA MENANGKAPKU APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?!"

Hankyung diam seketika dengan perasaan yang mulai menciut karena bentakkan Heechul yang lebih keras dibandingkan bentakkan ayahnya. Ia baru pertama kali bertemu dengan Yeoja yang memiliki sifat yang lebih menyeramkan daripada ayahnya Siwon.

Heechul masih menatap Hankyung dengan tatapan yang menyeramkan, namun Hankyung mulai merubah tatapannya menjadi lebih keren dari sebelumnya "Jika aku tidak berhasil menangkapmu…"

"Kau boleh membunuhku jika kau mau"

Heechul menatap Hankyung tak percaya "Kau yakin?" Hankyung kembali mengangguk yakin dengan tatapan yang benar benar tajam. "Aku tidak mau…" Hankyung terdiam sesaat mendengar ucapan Heechul "Kenapa?" Heechul termenung

"Jika aku membunuhmu, aku akan sendirian disini… Bagaimana aku bisa kembali pulang kerumah jika aku saja tidak tahu arah dan takut dengan tempat gelap…" Hankyung tersenyum namun tiba tiba senyumnya menghilang dan digantikan dengan wajah bingung yang aneh

"Jadi apa yang kau inginkan?" Tanya Hankyung pada Heechul "Aku ingin kau yang naik keatas sana" Hankyung berteriak dalam hatinya mendengar keinginan Heechul yang terdengar sangat mengerikan di telinganya. Jujur ia takut jika ia terjatuh dari atas pohon, ia tidak takut ketinggian tapi jika ia terluka parah disaat seperti ini pasti akan sangat merepotkan.

"Kau yakin…?" Heechul mengangguk senang atas pertanyaan Hankyung. Hankyung mulai mengeluh dan mengutarakan berjuta alasan agar Heechul tidak menyuruhnya naik keatas sana, namun Heechul hanya menatapnya santai

"Kau lebih pilih mana? Aku yang naik keatas dan aku terluka, atau kau yang naik keatas dan aku selamat? Kau sudah janji padaku, kau akan melindungiku dan tidak akan membiarkanku terluka karena kita berdua bukan dokter" Hankyung tersentak dengan pilihan Heechul, ia tidak tahu apa ia di bodohi atau ia memang bodoh… Ia tidak menyangka jika Heechul akan mengulang kata katanya lagi

Hankyung menghela nafasnya berat dan sedikit menggaruk kepalanya yang memang gatal "Baiklah baik… aku yang naik keatas, kau tunggu disini ok?!" Heechul mengangguk sekali tanda ia setuju.

Hankyung pun bersiap dan ia pun memanjat pohon yang berdiameter cukup besar itu, dengan mudah Hankyung memanjat pohon itu dari satu batang kebatang lain karena lumut yang ada disana tidak tumbuh banyak. Pohon itu cukup tinggi dengan batang batang besar yang menjalar di setiap sisinya, Perlahan Hankyung mulai mendekati tempat dimana koin emas itu disimpan.

Grabb!

"Dapat!" Ucap Hankyung saat tangannya meraih kantong yang menurut Heechul berisi koin emas yang mereka cari untuk mendapat hadiah. Hankyung pun membuka kantong itu dengan perlahan agar ia tidak jatuh, ia mengintip apa yang ada didalam sana

"HEECHUL-AH! INI BENAR BENAR KOIN EMASNYA!"

"BENARKAH?!"

"YAA! AKU TIDAK BERCANDA!"

"KALAU BEGITU LEMPAR KANTONG ITU PADAKU!"

"OK!"

Hankyung pun melemparkan kantong yang berisi koin emas itu dari atas pohon pada Heechul yang ada di bawah.

Hap!

Dengan mudahnya Heechul menangkap kantong itu dan melihat isinya. Mata Heechul membulat dengan sempurna melihat kantong itu terisi oleh koin emas yang sangat banyak, dilihatnya satu per satu koin emas yang sekarang ada di tangannya. Koin emas itu seperti koin biasa namun warnanya emas dengan lambang aneh di kedua sisinya, Heechul sedikit ragu dengan koin emas itu namun sepertinya setan yang ada di dalam tubuh Heechul lebih banyak daripada malaikatnya sehingga ia tidak peduli itu milik siapa yang penting ia bisa pulang kerumah dengan selamat dan membawa oleh oleh berupa uang.

Heechul pun mulai melangkahkan kakinya dengan senang kearah hutan yang lain berharap ia mendapat kantong seperti ini lebih banyak lagi tanpa memperdulikan Hankyung yang masih berada di atas pohon. Hankyung hanya menatap kepergian Heechul dari atas sana.

"Heechul-ah! Tunggu aku!" Teriaknya dari sana, Heechul masih terus berjalan tanpa menoleh kebelakang. Hankyung kembali menarik nafas "Heechul-ah! Aku tidak bisa turun dari sini!" Heechul berhenti sejenak "Bagaimana bisa kau naik kesana tapi tidak turun dari sana? Jangan bercanda disaat seperti ini" Ujarnya tanpa melihat Hankyung yang memang benar benar kesulitan turun.

"Bercanda katamu?! Apa kau kira disaat yang menentukan aku hidup atau mati ini aku masih bisa bercanda?! Pohon ini terlalu tinggi Heechul! YA! KIM HEECHUL!" Heechul tetap tidak peduli pada Hankyung dan terus berjalan lurus tanpa melihat orang yang sedang kesusahan turun.

Hankyung tidak punya pilihan sekarang. Sangat percuma meneriaki Heechul, sampai suaranya habis pun pasti tidak ada gunanya! Heechul terlalu senang dengan kantong koin yang ada ditangannya.

Dengan hati hati, Hankyung mulai menggerakkan kaki nya dan berusaha turun dari pohon yang tinggi itu. Ia mulai bergerak dari satu dahan ke dahan lain dengan perlahan, sesekali ia melihat Heechul yang terus berjalan bersamaan dengan kakinya yang menginjak dahan besar. Ia terus hal itu terus menerus sampai

Sltt!

"WOAAAA!"

Hankyung terpeleset, kakinya tidak sengaja menginjak bagian batang pohon yang berlumut. Dengan sigap tangannya meraih batang pohon lain agar ia tidak langsung jatuh ketanah. "HEECHUL-AHHH! TOLONG AKU!" Heechul terdiam sebentar walaupun matanya masih menatap kantong yang ada di tangannya "Tolong apa?"

"AKU HAMPIR JATUH!" Heechul menggelengkan kepalanya pelan dengan mata terpejam "Jangan bercanda Hankyung-ah…" Hankyung hampir tidak percaya dengan ucapan Heechul yang sedari tadi meragukannya "INI SUNGGUHAN! AKU TIDAK BERCANDA! AKU HAMPIR JATUH!" Teriaknya dengan menggerakkan tubuhnya yang masih bergelantungan di dahan pohon

Heechul semakin menyebalkan "Bagaimana aku bisa percaya padamu? Wajahmu saja tidak dapat dipercaya fufufu~" Hankyung terus menggerakkan tubuhnya kesal "AKU SUNGGUHAN! BAGAIMANA BISA DISAAT SEPERTI INI AKU MENGAJAKMU BERCANDA?! CEPATLAH TOLONG AKU SEBELUM AKU-!"

KKRRRTTKKK!

Hankyung mengarahkan matanya pada asal suara yang mengejutkan untuknya, ujung batang besar yang ia jadikan penopang tubuhnya hampir patah "Oh… tidak…"

TAK!

"WOOOAAAAAA!"

BRUKKK!

Heechul tersentak mendengar suara benda jatuh dengan keras dari belakangnya "Han?" Tidak ada jawaban, yang ia dengar dari sana hanya sura seseorang menahan sakit yang sepertinya amat sakit. Ia pun memutarkan kepalanya secara perlahan diikuti tubuhnya yang lemas seketika saat melihat Hankyung yang terkulai menahan sakit dengan kepala yang berdarah dan tangan kanan yang tertindih batang besar.

"HANKYUNG!"


Huaaahhhh~! Akhirnya aku bisa balik lagi ngebawa chap yang kedua! kebanyakan tah? yang penting lanjut terus pantang mundur ^_^)/
Gomawo ya buat yang udah review di chap kemarin, hehehe~

Sekian terima Rnr~