Chapter 1 – My Lovely Dr. Rabbit

.

.

.

Main Pair

Kim Jonmyeon aka Suho

Do Kyungsoo (GS)

.

.

.

Happy Reading !

.

.

.

-oOo-

Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Yonsei merupakan Rumah Sakit dengan kualitas terbaik. Ada banyak dokter muda elit yang hebat untuk masa depan dunia kedokteran disana. Inilah salah satu cerita cinta dokter muda tampan yang bekerja disana dengan julukan anehnya. ^^

-oOo-

"Ugh… sudah kuduga! Jam prakteknya sudah selesai, seharusnya aku tidak perlu datang kesini.." Kyungsoo menangis sambil berjongkok di depan papan yang menunjukkan jam praktek para dokter di Rumah Sakit Universitas Yonsei.

"Ada apa ?" Tanya seseorang yang tiba-tiba berada di depan kyungsoo.

DEG

Kyungsoo tersipu saat melihat orang yang berbicara kepadanya.

"Kamu tidak apa-apa ?" sekali lagi orang tersebut bertanya kepada kyungsoo.

"Tampan sekali. Rasa sakitku sesaat menghilang. Tapiii… tidak juga, ini tetap sakit" Kyungsoo berkata dalam hati dan tanpa disadari dia menangis lagi akibat rasa sakitnya.

"Eeekkhh" Laki-laki di depan kyungsoo terkejut.

"Emh, maaf ini bukan salahmu. Aku menangis karena gigiku sakit…hiks hiks" Kyungsoo menjelaskan, takut orang didepannya salah paham. "Gawat. Di depan orang yang pertama kali aku temui seperti ini. Memalukan. Pasti ditertawakan." Batin Kyungsoo.

Bukannya tertawa laki-laki tampan didepan Kyungsoo malah tersenyum dan berkata, "Kenapa? Aku ini dokter gigi disini lho! Sini biar kuperiksa. ^^"

"..Eh?"

.

Setelah laki-laki tadi mengatakan bahwa dia dokter gigi di RS ini, dia langsung membawa kyungsoo ke ruang prakteknya. Dan disinilah kyungsoo sekarang duduk di kursi pemeriksaan dengan gelisah dan tegang, sedangkan dokter gigi tampan duduk disebelahnya siap untuk memeriksa giginya.

"Eeeh, Tunggu dulu aku belum siap" kyungsoo berteriak dalam hati. Dokter gigi adalah kelemahan kyungsoo.

"Siapa namamu?" Tanya dokter tersebut.

"Do.. Do kyungsoo."

"Kyungsoo, gigi yang ini harus dicabut." Dokter berkata setelah melihat kondisi gigi yang menyebabkan rasa sakit pada kyungsoo.

Kyungsoo semakin tegang setelah mendengar perkataan dokter tentang kondisi giginya, kyungsoo juga semakin gelisah saat mencium bau obat dari penghilang rasa sakit dan juga suara alat yang disiapkan oleh dokter untuk mencabut giginya.

Saat sang dokter memberikan obat penghilang rasa sakit pada gigi Kyungsoo, kyungsoo merasakan sakit lagi pada giginya. Nyuut…

"Dokter sakiiittttt…" teriak kyungsoo.

"Tenang Kyungsoo, aku belum melakukan apapun. Aku hanya memberikan obat penghilang rasa sakit saja."

"Tunggu dokter."

BUGH!

Kyaaaa…..

"Maafkan aku, maafkan aku, aku tidak sengaja." Sesal kyungsoo.

Kyungsoo terus meminta maaf karena tidak sengaja memukul wajah sang dokter saat akan mulai mencabut giginya.

"Aku akan dimarahi ya? Maaf.." kyungsoo menundukkan kepala merasa takut.

"Tidak apa-apa kyungsoo, jangan takut." Sang dokter tersenyum pada kyungsoo sambil mengusap pelan kepala kyungsoo.

Melihat wajah dokter yang begitu lembut, membuat kyungsoo ingin meneteskan airmata. "Bagaimana bisa dokter masih tersenyum, setelah menerima pukulan dariku?" batin kyungsoo.

Ketika kyungsoo melihat kearah jas putih yang dipakai oleh sang dokter, dibagian kantung jas yang berada di dada sebelah kiri, tidak sengaja dia melihat ID Card menggantung disana dengan tulisan "RS Universitas Yonsei, Drg. Suho"

"Namanya Suho, ya?" ucap kyungsoo sangat pelan. "Sebenarnya aku benci dokter gigi. Tapi kalau yang disini sepertinya tidak apa-apa." Pikir kyungsoo sambil melihat kearah sang dokter.

-oOo—

"Kemarin aku tidak sadar, ternyata disini dokter gigi anak, aish memalukan." Kyungsoo terduduk lemas di kursi tunggu sambil menunggu namanya dipanggil untuk diperiksa.

Ya, hari ini kyungsoo kembali ke rumah sakit untuk memeriksakan giginya setelah dicabut kemarin malam. Tapi, ketika mencapai tempat praktek Drg. Suho, betapa terkejutnya kyungsoo saat mengetahui bahwa dokter yang memeriksanya kemarin malam merupakan dokter gigi bagian anak.

Saat kyungsoo menunggu gilirannya, tiba-tiba seorang anak laki-laki kecil datang menghampirinya dan berkata, "Noona, noona mau bertemu dokter rabbit ya ?"

"Manisnya.." pikir kyungsoo saat melihat anak kecil didepannya.

Sesaat kyungsoo ingat pertanyaan anak tersebut, kemudian tersenyum dan bertanya balik pada anak manis didepannya, "Dokter rabbit itu maksudnya dokter Suho ya?. Iya noona mau bertemu dengannya. Kamu suka dokter Rabbit ya?"

"Iya noona. Dokter rabbit itu lucu." Jawab anak kecil itu dengan antusias.

"Lucu? Bukannya lembut ya?" pikir kyungsoo saat membayangkan dokter suho.

"Do Kyungsoo, silahkan masuk." Panggil seorang perawat.

"Iya" sahut kyungsoo, kemudian berbalik pada anak kecil tadi, "Bye adik kecil."

"Bye noona."

.

Klek..

"Siapa ya temanku selanjutnya? Rabbit sudah menunggu loh?!" Suho tersenyum sambil memainkan sarung tangan berbentuk kelinci yang dipakainya untuk menyambut pasiennya. Tapi saat suho melihat pasiennya…

Hening..

Kyungsoo dan Suho sama-sama terdiam.

"Ehem.." Suho berdeham memecah keheningan, kemudian memalingkan mukanya karena malu dan untuk menyembunyikan rona merah dipipinya.

"Manis" pikir kyungsoo.

Akhirnya suho memakai masker untuk menutupi rona merahnya dan mulai pemeriksaan kepada kyungsoo.

Diselang pemeriksaan kyungsoo terus tertawa saat melihat Suho.

"Apa boleh buat, anak-anak takut pada dokter gigi sich, jadi inilah caraku agar anak-anak mau diperiksa giginya." Suho mencoba menjelaskan pada kyungsoo.

Saat kyungsoo akan keluar setelah pemeriksaan, dia berhenti dan berbalik pada Suho, "Dokter wajah anda memerah..hehehe". Setelah itu kyungsoo benar-benar keluar meninggalkan Suho yang terkejut dengan ucapannya.

Bagaimana ini ? Aku jadi semakin ingin mengetahui semua tentang dokter Suho.

-oOo—

Ini adalah akhir pekan dan kyungsoo memutuskan untuk keluar. Inginnya kyungsoo mengajak teman-temannya tapi mereka semua sudah punya janji sendiri terpaksa kyungsoo berjalan-jalan sendiri.

Saat berjalan di area baju pria, tiba-tiba kyungsoo berhenti dan melihat pakaian pria yang dipajang dimanekin. "Baju ini sepertinya cocok untuk dokter."

Setelah pemeriksaan terakhirnya dengan dokter suho. Kyungsoo terus memikirkan dokter rabbit itu.

"Eh.." Kyungsoo terkejut saat melihat sosok yang muncul dikaca toko tersebut.

"Dokter…"

Benar yang dilihat Kyungsoo di kaca adalah Suho yang sedang berada si seberang jalan.

Tanpa melihat kondisi dibelakangnya, Kyungsoo langsung berbalik memanggil suho. "Dokter Su…"

Bruuuk..!

"Sakit.. kena mukaku" kyungsoo terjatuh setelah menabrak punggung seseorang yang berjalan didepannya.

"Maaf nona, kamu tidak apa-apa?" Tanya orang tersebut.

Tes Tes..

Saat akan menjawab pertanyaan orang tersebut, kyungsoo terkejut melihat darah yang menetes dari mulutnya. Kyungsoo segera menutup mulutnya.

"Gawat. Luka yang kemarin bekas dicabut terbuka.." panik kyungsoo.

"Nona, apa perlu aku panggilkan ambulans?" orang yang ditabrak kyungsoo kembali bertanya.

Nyuuut…. Nyuuuttt…

"Tidak perlu tuan. Tidak apa-apa kok." Jawab kyungsoo sambil menahan sakitnya.

Bagaimana ini,, sakit sekali….

Tiba-tiba…

"Tahan dengan ini." Seseorang menyerahkan sapu tangan kepada kyungsoo. "Tenang saja, nanti akan kuperiksa.."

Kyungsoo mendongakkan kepalanya. Dokter…

"Tidak apa-apa. Aku mengenalnya" Suho berbicara kepada orang yang ditabrak oleh kyungsoo. Kemudian, orang tersebut pergi meninggalkan mereka berdua setelah meminta maaf sekali lagi pada kyungsoo.

"Kyungsoo, ayo naik ke mobil. Akan ku obati lukamu dirumahku." Ajak Suho.

.

Skip time..

Kediaman Dokter Suho

"Ayo, buka mulutmu."

"…aku malu…" jawab kyungsoo sambil tetap menutup mulutnya dengan sapu tangan.

Sret

Suho mengambil sapu tangan dari mulut kyungsoo, kemudian memegang dagu kyungsoo dan mengangkatnya agar kyungsoo melihat kearahnya. "Kalau malu, tutup saja matamu.."

Kyungsoo yang tersipu dengan perlakuan Suho kemudian menutup matanya, membiarkan Suho memeriksanya.

"Darahnya sudah berhenti. Sudah tidak apa-apa. Jangan bergerak dulu." Ucap Suho setelah mengobati Kyungsoo.

"Baik. Terima kasih dokter."

"Tadi… Aku terkejut, rasanya seperti ada yang memanggilku. Lalu, saat melihat kearahmu, aku melihatmu jatuh dan berdarah." Suho berkata sambil berjalan kearah westafel untuk mencuci tangannya.

"Maaf ya. Dokter selalu melihatku berbuat bodoh."

Setelah itu, keadaan menjadi hening. Kyungsoo melihat sekeliling rumah Suho, tapi tidak ada siapa-siapa.

"Keluarga dokter dimana ?"

"Tidak ada. Aku tinggal sendiri disini."

"Wah, tinggal sendiri di rumah sebesar ini? Enak ya.." Kyungsoo bertanya antusias tanpa tahu perubahan ekspresi yang ditunjukkan Suho.

"Hahaha.. Tidak juga." Jawab Suho dengan suara tawa yang terdengar terpaksa. Kemudian Suho berjalan kearah Kyungsoo, "Ayo kuantar pulang."

.

Klek..

"Ah, hujan." Kata Suho setelah membuka pintu rumahnya. Tiba-tiba raut muka suho berubah menjadi datar.

"Dokter?"

"Maaf,ya. Sepertinya kamu harus pulang sendiri. Akan kupinjami payung.!"

"Ah, baiklah" jawab kyungsoo bingung dengan perubahan sikap Suho.

"Hati-hati, ya" Suho mengatakan sambil menyerahkan payung kepada Kyungsoo. Setelah itu, meninggalkan kyungsoo sendiri didepan rumahnya.

Kyungsoo melihat kearah pintu rumah Suho, "Dokter terlihat aneh atau hanya perasaanku saja?"

.

Beberapa hari kemudian…

"Dokter, tadaaaa.." Kyungsoo berteriak saat memasuki ruangan suho dengan membawa boneka tangan berbentuk kelinci.

Hari ini kyungsoo kembali ke rumah sakit untuk memeriksakan giginya. Dan juga untuk memberikan hadiah yang sudah dia buat untuk suho.

"Lucu kan ? aku buat sendiri loh. Ini hadiah. Maaf sudah sering merepotkan dokter." Kyungsoo menyerahkan hadiahnya pada Suho.

"….."

"Kalau Rabbit sendirian saja, bisa kesepian kan?"

DEG

"Kyungsoo sepertinya tidak berbakat ya.." akhirnya suho bersuara setelah tadi hanya mendengarkan kyungsoo berbicara.

"Dokter jahat. Aku kan sudah berusaha." Protes kyungsoo tidak terima.

"Bohong kok, terima kasih ya kyungsoo." Suho berkata dengan senyum yang sangat tulus.

DEG

Kyungsoo terdiam melihat senyum Suho, tapi jantung kyungsoo tidak bisa diam dan berdetak semakin cepat. Bagaimana ini aku semakin menyukainya….

"Lihat, sekarang rabbit sudah punya pasangan." Suho memperlihatkan boneka barunya pada pasien-pasien kecilnya. Dan kyungsoo hanya tersenyum melihatnya.

"pasangannya rabbit kita main bersama yuk.." ajak gadis kecil yang menjadi salah satu pasien suho.

"Baiklah, setelah ini kita bermain." Jawab Suho, kemudian berjalan kembali kearah Kyungsoo sambil melambaikan tangannya pada pasien kecilnya.

Skip time…

"Mau tertawa sampai kapan ?" Tanya Suho pada Kyungsoo sebelum memeriksa giginya.

"Dokter manis." Dasar kyungsoo ditanya apa jawabnya apa…ckckckck

"Aku terlihat aneh ya?" Tanya Suho sekali lagi.

"Tidak kok. Menurutku itu bagus. Aku suka dokter yang seperti itu." Kyungsoo tersenyum kearah Suho.

"…"

"Dokter benar-benar suka anak-anak, ya ? Dokter punya adik, ya ?" Kyungsoo bertanya setelah melihat beberapa boneka yang ada di ruangan Suho.

"Ya. Aku punya adik laki-laki yang umurnya beda jauh dariku. Dia sangat lucu…" Suho menjawab dengan suara pelan dan pandangan sedih.

Kyungsoo melihat mata Suho, "Dokter lembut sekali. Tapi ada kehampaan dimatanya, sama seperti saat hujan hari itu, matanya juga seperti itu." Ucap kyungsoo dalam hati.

-oOo-

Kyungsoo sedang menikmati liburannya dengan bermalas-malasan dirumahnya, sampai ibunya menyuruh untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Tapi bukannya langsung berbelanja, kyungsoo malah berjalan kearah rumah dokter Suho.

"Seharusnya rumah dokter disekitar sini.." pikir kyungsoo saat melihat-lihat lingkungan sekitar rumah dokter Suho.

"Ah, benar itu dia" kyungsoo antusias saat menemukan rumah dokter suho.

"Dokter ada tidak ya, kalau lihat sebentar saja tidak apa-apa kan ? emh aish apa-apaan sich aku ini ?"

Karena terlalu sibuk berpikir, kyungsoo tidak menyadari kehadiran seseorang yang berada di belakangnya.

"Ah, ada apa ya ?"

"uwaaa" teriak kyungsoo karena terkejut. "Aku tadi mau belanja terus lewat sini, ternyata rumah dokter disekitar sini." Kyungsoo mencoba memberi alasan kepada suho. "maafkan aku, aku bukan peguntit." kyungsoo menundukkan kepalanya.

"hahahahaa…" suho hanya bisa tertawa mendengar kepanikan kungsoo. Tiba-tiba…

Tes.. tes…

"Gawat hujan" kyungsoo mendongakkan kepalanya melihat ke langit yang sudah mulai gelap akibat mendung.

Sret..

Suho membuka jaketnya untuk melindungi kyungsoo dari hujan, "ayo, nanti kehujanan."

Kyungsoo terkejut dengan tindakan suho dan hanya pasrah saat suho membawanya masuk ke dalam rumah.

.

Di dalam rumah suho…

"Maaf, aku selalu merepotkan dokter."

"Hahaha jangan khawatir. Untung tidak kehujanan."

"Dokter, dokter baik-baik saja? Sepertinya dokter tidak sehat" kyungsoo bertanya setelah melihat suho yang duduk disampingnya dengan raut wajah yang buruk.

"oh tidak apa-apa kok, maaf kuambilkan teh dulu ya." Suho sudah siap beranjak dari tempat duduknya.

"eh? Dokter sebaiknya duduk saja." Cegah kyungsoo sambil menarik baju bagian belakang Suho.

Karena terlalu kuat menariknya, akhirnya suho terjatuh kebelakang dengan kepala berada dipangkuan kyungsoo.

"Eeekkhhh" keduanya sama-sama terkejut dengan posisi mereka saat ini.

Wajah kyungsoo sudah memerah padam, sedangkan suho setelah sadar dari keterkejutannya mencoba bangkit dari pangkuan kyungsoo, namun ditahan oleh kyungsoo.

"Maaf dokter, sudah tidak apa-apa. Seperti ini saja." Kyungsoo berkata sambil mengusap kepala suho dengan lembut. "waktu sakit harusnya dimanja." Kyungsoo kembali berkata sambil sedikit memijit kepala suho.

"hahaha.." suho hanya bisa tertawa melihat perlakuan pasiennya itu, dia tidak tahu harus berkata apa. Jadi, dia menikmati saja dengan apa yang dilakukan kyungsoo.

"Emh dokter, dokter tidak suka hujan, ya ?" akhirnya kyungsoo menanyakannya juga, kyungsoo sangat penasaran kenapa setiap hari hujan dokter selalu menunjukkan sikap yang berbeda dari biasanya.

Tidak ada jawaban dari Suho.

"Aku ingin tahu lebih banyak tentang dokter.." kyungsoo menundukkan kepalanya menyembunyikan semburat merah yang kembali muncul di pipinya.

Suho terkejut mendengar perkataan kyungsoo, tapi kemudian dia tersenyum, "mungkin tidak apa-apa aku menceritakan sedikit tentang diriku" pikir suho. Kemudian suho mulai menyamankan posisinya dan mulai menceritakan pengalaman buruk dalam hidupnya "Di waktu hujan, orang tuaku dan adikku kecelakaan.. dan mereka meninggal.. waktu itu, tepat di hari kelulusanku dari fakultas kedokteran dan sejak itu, hujan mengingatkanku akan kesedihan. Maka dari itu, aku tidak menyukai hujan."

Kyungsoo terkejut mendengar cerita dokter Suho,, pasti sulit menjalani hidup sendirian seperti itu, kyungsoo merasa bodoh ketika mengingat percakapannya dulu dengan dokter suho.

Flashback

"Wahh.. Tinggal sendiri di ruah sebesar ini, enak ya?" kyungsoo bertanya pada dokter suho.

"Hahaha.. Tidak juga." Jawab Suho dengan suara tawa yang terdengar terpaksa.

Flashback End

Kyungsoo akhirnya menyadari, sebenarnya suho kesepian tinggal sendiri dirumahnya. Bodoh kyungsoo…

"Dokter tahu tidak ? kelinci itu bisa mati kalau kesepian. Karena itu, kalau dokter kesepian, panggil aku saja. Apa aku berlebihan…?" kyungsoo memukul mulutnya yang sudah lancing berbicara seperti itu.

DEG… DEG… DEG…

"Kyungsoo itukan hanya mitos." Suho berkata sambil mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping. Sehingga membelakangi kyungsoo.

"Eh, masa sich?" tanpa kyungsoo sadari, Suho tersenyum mendengarnya.

"Dokter, setelah hujan ada pelangi kan?"

"Eh.." tiba-tiba suho bangkit dari posisi tidurnya dan…

Brugh..

"Sakiiitt." Ucap kyungsoo dan suho bersamaan.

Suho mengusap kepalanya yang sakit setelah membentur dagu kyungsoo, kenmudian melihat keadaan kyungsoo. "kamu tidak apa-apa kan? Gigimu kena tidak?" Tanya suho khawatir.

"hihihihi…" bukannya menjawab pertanyaan suho, kyungsoo malah tertawa.

"Hei, ada apa ?" suho semakin khawatir melihat pasiennya itu.

"Dokter ceroboh juga ya." Kyungsoo tersenyum kearah suho.

Entah dorongan darimana, setelah melihat senyum kyungsoo. Suho semakin mendekatkan wajahnya ke wajah kyungsoo.

Kyungsoo yang melihat itu hanya menutup matanya dan gugup.

Sebelum terjadi apa-apa Suho tersadar dari tindakannya, kemudian bangkit dari tempat duduk, "Hujan sudah reda, kamu sudah bisa pulang, kan ?"

"Ah iya.." kyungsoo terkejut melihat perubahan sikap Suho. Dalam hati dia berpikir suho akan menciumnya tadi..fiuuh.

Kemudian kyungsoo bangkit dari tempat duduk dan berjalan kearah pintu dengan suho berjalan dibelakangnya, "Kalau begitu aku pulang dulu dokter, terima kasih. Maaf sudah merepotkan." Kyungsoo sudah melangkah keluar sebelum dihentikan dengan perkataan Suho.

"Kyungsoo. Aku ini dokter gigi anak. Selanjutnya kamu periksa ke dokter gigi dan bedah mulut saja."

Kyungsoo berbalik, "Aku tidak mau, aku mau dirawat dokter saja sampai sembuh. Soalnya, aku…."

Kyungsoo tidak menyelesaikan perkataannya karena dipotong oleh Suho.

"Dokter disana lebih berpengalaman dan lebih ahli dariku. Sampai nanti."

BLAMMM..

Dan dengan itu, suho menutup pintu di depan kyungsoo.

Akhirnya, kyungsoo meninggalkan rumah dokter suho untuk melanjutkan tujuan awalnya yaitu belanja. Namun, tanpa disadari kyungsoo berjalan sambil menangis mengingat tindakan suho pada dirinya sebelum pulang.

Dokter kenapa tiba-tiba seperti itu? Kupikir akhirnya aku sudah bisa lebih dekat dengannya…

-oOo—

Rumah Sakit Universitas Yonsei Bagian Dokter Gigi Anak

"Ah anda belum tahu, ya? Anda mulai sakarang dirawat oleh dokter gigi dan bedah mulut." Ucap seorang perawat saat kyungsoo ingin mendaftarkan diri untuk pemeriksaan.

Kyungsoo yang terkejut dan tidak terima, kemudian menerobos masuk saat suho melakukan pemeriksaan pada pasiennya.

BLAAMMM..

"Dokter.." panggil kyungsoo setelah membuka pintu dengan kerasnya.

"Dokter gigi dan bedah mulut ada di sebelah nona Do kyungsoo." Ucap suho datar.

Do Kyungsoo..

Kyungsoo semakin mengeratkan pegangannya pada tali tas yang dipakainya, sejak kapan dokter suho memanggil namanya seperti itu.

"Maaf, aku salah masuk." Kemudian kyungsoo berlari keluar sambil menangis.

"Dokter kakak itu menangis." Ucap gadis kecil yang sekarang sedang diperiksa oleh suho.

"Giginya memang sakit, tapi tidak apa-apa. Dokter gigi yang lain akan memeriksanya." Jawab suho datar.

.

Kyungsoo terus berjalan sampai tidak sadar dia sudah berada di pusat kota. Kyungsoo berdiri di depan toko baju yang dulu pernah dia lihatnya sebelum terjadi kecelakaan yang membawanya sampai kerumah dokter suho.

Kyungsoo kemudian menangis sambil berjongkook mengingat kejadian itu. Kyungsoo terus berpikir apakah salah jatuh cinta dengan seorang dokter. Tidak, ini tidak salah.. perasaanku pada dokter sama sekali tidak salah.

Kemudian kyungsoo mendongakkan kepalanya dan menatap langit. Tapi bukan langit cerah yang dilihat kyungsoo melainkan awan mendung yang siap menteskan airnya.

"Ah, bukannya dokter tidak suka hujan.."

"….hujan mengingatkanku akan kesedihan. Maka dari itu, aku tidak menyukai hujan."

Seperti itulah ucapan Suho saat mengatakan dia tidak menyukai hujan. Dengan itu, kyungsoo segera berlari kembali ke rumah sakit.

.

"Selesai juga.." ucap Suho selesai menyelesaikan praktiknya hari ini.

Kemudian dia melihat boneka yang diberikan kyungsoo padanya. Suho tersenyum mengingat kyungsoo tapi juga merasa bersalah mengingat apa yang dia lakukan pada gadis itu siang tadi.

Saat melihat keluar jendela, suho melihat siluet tubuh seseorang yang bersembunyi dibelakang tiang listrik dan suho mengenali pemilik siluet tubuh itu. Dia memutuskan untuk menghampirinya.

"Apa yang kau lakukan ditempat seperti ini ?"

"Eh.." Kyungsoo terkejut melihat kehadiran dokter suho.

"Jam prakteknya sudah selesai, sebaiknya cepat pulang."

"Dokter memanggilku kan?"

"Eh..?"

"Dokter memanggilku kan?" ulang kyungsoo.

Suho terdiam, kemudian dia ingat perkataan kyungsoo saat terakhir kali dia berada dirumahnya "…karena itu, kalu dokter kesepian panggil aku saja."

Suho menghembuskan nafasnya, kemudian berbalik untuk meninggalkan kyungsoo dan berkata, "Jangan berkata bodoh, pulanglah."

GREP..

"Bohong, dokter memanggilku, kan?" kyungsoo terus mengatakan itu sambil memeluk suho dari belakang.

"Hei, lepaskan tanganmu." Suho berusaha melepaskan tangan kyungsoo, tapi kyungsoo semakin mempererat pelukannya.

"Aku… Aku suka dokter, sangat suka." Akhirnya kyungsoo menyampaikan perasaannya pada suho dengan suara gemetar akibat menangis.

"… Sesuatu yang paling berarti suatu saat akan menghilang. Karena itu, dari awal aku tidak membutuhkannya." Suho tahu tubuh yang tadi bergetar memeluknya, kini tegang setelah mendengar perkataannya.

Tiba-tiba suho membalik badannya dan..

CUP

Kyungsoo melebarkan matanya saat suho menciumnya, belum sempat bereaksi suho kemudian memeluknya setelah menciumnya.

Suho menempatkan dagunya diatas kepala kyungsoo sambil mempererat pelukannya. "Dulu kupikir begitu. Sekarang aku menemukanmu, sesuatu yang paling berarti itu.."

Kyungsoo semakin melebarkan matanya mendengar pengakuan suho, kemudian dia menangis dan membalas pelukan suho. "Aku akan selalu berada disisi dokter." Ucap kyungsoo disela tangisnya.

Suho tersenyum mendengar ucapan kyungsoo. Setelah itu, Suho mulai merenggangkan pelukannya pada kyungsoo dan mulai mencium kyungsoo mulai dari dahi turun ke hidung kemudian ke mulut pink kyungsoo.

Kyungsoo yang mengerti akhirnya mengalungkan kedua tangannya ke leher Suho, kemudian menutup matanya dan membalas ciuman suho.

Keduanya tersenyum diantara ciuman mereka.

.

.

Dokter Rabbit.. Dokter yang lembut tapi kesepian.. Aku akan selalu berada di sisimu agar bisa membuatmu tersenyum.

.

.

.

.

.

END

.

.

.

An : Chapter 1 disini,, maaf kalau ceritanya jelek dan membosankan, maaf juga kalo banyak .

Aku banyak kehilangan mood saat menulis chapter ini, jadi mohon maaf kalau ceritanya membingungkan dan akhirnya aku telat updatenya. Untuk chapter selanjutnya aku usahain lebih cepat dan ceritanya lebih baik. Terima kasih yang udah review, follow dan favorit. Bow ^^

.

.

.

.

.

Review and Comment, please!