Part 2 –Morning Activity
Aku telah berjanji pada diriku sendiri, aku akan membuat Jaejoong bahagia bersamaku, aku sudah berjanji dan aku bersumpah kepada orangtuaku dan orangtuanya aku akan menjaga Jaejoong, akku akan selalu mencintainya apapun yang akan terjadi, aku akan selalu disampingnya kapanpun ia membutuhkanku dan aku akan setia padanya. Hidupku bergantung pada Jaejoong. Tapi, untuk 3 bulan ini, aku seperti menghianati janjiku. Aku membuatnya sedih, aku meninggalkannya, dan aku membuat ia menangis. Dan melihatnya menangis, itu menyakitiku.
"Yunnie.." suara lembut itu memanggil namaku, tetapi aku tidak menyadarinya.
"Yun..," tangan kananya menyentuk wajah Yunho dan membelainya lembut
"Ouucchhh.., sakit Boo" aku baru menyadarinya. Ia menatapku ketika ia mencubit pipiku. Ia hanya terkekeh melihat poutku.
"Morning Yunniebear.." ia tersenyum dan mencium kilat bibir yunho.
"Morning too My Baby Boo.." Yunho mencium bibir istrinya.
"Apa yang kau pikirkan huh?"
"Tidak," aku tersenyum.
"Pembohong" ia menyingkirkan tanganya dan mempoutkan bibirnya dan mencoba pergi dariku.
Aku hanya terkekeh dan menciumnya "Maaf sayang"
Dia hanya diam dan mendengus "Boo.." aku menciumi wajahnya
"aku tahu aku salah, aku meninggalkanmu 3 bulan ini, aku membuatmu sedih, aku tidak ada disampingmu ketika kau butuh aku, dan.. aku membuatmu menangis. Itu menyakitkan melihat tangisanmu semalam, aku merasa mengingkari janjiku pada ayahmu. Aku minta maaf ne, aku tahu aku bukan suami yang baik, Aku.." sebelum aku menyelesaikan kalimatku, ada bibir lembut yang memberhentikanku.
"jangan berkata seperti itu Yun-ah, kau suami terbaik di dunia dan aku minta maaf karena membuat mu berfikir seperti itu. Aku hanya rindu padamu, kita tidak pernah terpisah sejauh ini bukan." Kepala Jaejoong mendekat ke leher Yunho.
"aku tahu baby.. aku tidak akan meninggalkanmu lagi," aku tersenyum dan merasakan bibirnya menciumi leherku
"Yunnie.. kapan terakhir kali kita melakukan 'itu' sayang?" wajah Jaejoong memerah saat ia menanyakan itu.
"sebelum aku pergi Jae, tapi malam itu kita tidak melakukannya kan? Kau tidak ingin dan kita hanya saling memeluk. Kau menginginkanku sekarang Jae?" Yunho menggoda istrinya.
"aku rindu kau.. sangat. Aku rindu sentuhanmu, tubuhmu, aromamu, wajahmu, aku rindu semua yang ada padamu."
Ia bangun dan melingkarkan tanganya di leher Yunho dan mulai menciumi Yunho. Itu hanya sebuah ciuman mesra dan mereka saling memeluk sebelum Yunho mengubah posisi mereka, ia ada di atas Jaejoong sekarang. Tangan Jaejoong masih melingkar manis di leher Yunho dan merengkuh tubuh Yunho mendekat padanya dan memperdalam ciuman mereka,Jaejoong dengan bangga membuka mulutnya dan disambut dengan senang hati oleh lidah Yunho. Jaejoong tidak bisa menahan desahannya, ia mengerang dan meremas rambut Yunho. Setelah beberapa menit, Yunho mulai menciumi leher Jaejoong, ia membuat 'red mark' disana, ia menggigit leher putih Jae dan ia mengerang sangat keras
"Arrgghhh..Yunho-ah, Jangan.. terlalu keras, gigi..mu..aarrghhh.."
Sebuah 'red mark' telah melekat sempurna di leher Jaejoong, Yunho tersenyum melihat karyanya. Tangan yunho membuka baju Jaejoong dan mulai menciumi dadanya dan menghisap nipple kananya dan meremas nipple kirinya, Jaejoong hanya bisa mendesah dan desahannya menjadi lebih keras ketika Yunho menggigit nipplenya
"Yun.. nnnggghhh.. oh Tuhan! Yunho-ahhh.. oh My.. aaarrrgghhhh.."
"Baby, kau sangat..."
Yunho memutar ke sebelah kiri Jaejoong, ketika ia menghisap nipple kirinya ia merasakan tubuh Jaejoong bergetar, ia tau bahwa nipple kirinya sangat sensitif untuknya, ia ingin mengerjai istrinya tapi tubuhnya bergetar hebat dan ia bangun dan mencium bibir istrinya lagi, ia merasa lidah Jaejoong mencoba untuk memasuki mulutnya, ia membiarkan Jaejoong mengeskplor mulutnya sedangkan tanganya mulai membuka bajunya, Jae tau dan membantu Yunho melepas baju dan celananya, setelah beberapa bantuan dari istrinya, Jaejoong merona hebat melihat suaminya.
"Ini tidak adil Baby.." Yunho tertawa renyah
"Bukakan ini untukku Yunnie.." ia mengerjai suaminya
"Dengan senang hati Ratuku" Yunho menyeringai dan membuka celana Jaejoong dan berbaring di kasur mereka.
Mata Yunho seperti terhipnotis oleh pemandangan indah didepanya.
"Yunnie.. *tidak ada jawaban* Baby.. *tidak ada jawaban*" Jaejoong tertawa renyah dan merona ketika ia tau suaminya memandanginya.
"Baby Boo.. kau sangat cantik.." Yunho berkata namun matanya tidak dapat beralih dan hanya memandangi istrinya yang telah berada didepannya
"Kemarilah Yunnie.." kata Jaejoong dan ia merona hebat ketika ia memegang lengan Yunho dan menolakkan tubuh Yunho keatasnya.
"Tidak sabar..?" Yunho menyeringai
"Ya..! Aku menginginkanmu sekarang Yunnie.." kata Jaejoong di telinganya, sangat menggoda..
Yunho mulai mencium kening Jaejoong, mata, hidung, pipi, bibir, leher, dada, perut dan jjunior, ia membuka mulutnya dan memasukan jjunior kemulutnya,
"Oh Yunn.. hisap dengan kuat.. aaaaarrggghh.. ngggggghhhhh.."
Yunho menghisap jjunior kuat dan merasakan jjunior didalam mulutnya.
"Aku suka rasamu Boo," Yunho melihat ke istrinya, terengah-engah, berkeringat, rambutnya berantakan, bibirnya memerah. 'Y..~' dalam pikirnya.
"Aku menginginkanmu sekarang Yunnie.. tolong.. aku tidak bisa menolak itu"
"Ok baby," Yunho mengambil sebotol lube dan menuangkan ke tanganya,
"Uhhmmmmmmm.." Jaejoong bergumam ketika Yunho memasukan jari pertamanya
"Lagi Yunnn.. aaaarrgghh.." tubuhnya tersentak ketika Yunho memasukkan jari keduanya
"Aaaaarrrgggggggghhhhhhh.." Jaejoong mendeesah sangat keras ketika Yunho memasukan jari ketiga dan mulai melonggarkan hole Jaejoong
"Urrgghh.. Arrrghhhh.. Yuunnnnn.. Aku.. Aku rindu ini.. Urrggghhhh.."
"Aku juga Baby.. Aku rindu.. ini juga.."
Setelah sekian menit,
"Yunnie, masuki aku sekarang tolong.. aarrrghh.. berhenti.. meng..goda..ku.. nggghhhh.."
Yunho mengeluarkan jarinya dan mendekatkan yjunior didepan hole Jaejoong, ia mulai memasukannya perlahan
"Aaaarrrgggghhhhhh.. Yunn..Yunnie..ooooh..nggghhh.."
"Baby.. uuurrgghhh, sempit.." Yunho menghentakkan yjunior kedalam hole Jaejoong
"Aaaaaarrrrrrgggggghhhhhh... Sakit.. sakit.." Jaejoong menjerit keras,
"Relaks baby.. sakitnya akan hilang, relaks" Yunho menciumi pundak Jaejoong dan membelai dada Jaejoong, ia melihat air mata keluar dari mata istrinya, 'Ini sangat menyakitkan baginya' Yunho berpikir,
"Baby, jika kau ingin ak berhenti, Aku akan berhenti.. aku tidak ingin menyakitimu"
"Jangan.. Aku.. Aku tidak ingin berhenti, aku merasa.. lebih baik sekarang, bergeraklah Yun,"
"Okay, jika kau merasa sakit katakan padaku untuk berhenti ok?" dan Jaejoong hanya menganggukan kepalanya, Yunho mencoba mengeluarkan dan memasukan yjunior perlahan
"Nggghhh.. Yunn.. aaaaaahhhhhh.. cepat.. lebih cepat.. uuurrghhh...,"
Yunho bergerak lebih cepat sekarang, ia mencari prostat Jaejoong,
"Ohhh..Oohhh.. Yunn.. Yunnn.. Aaahhh.. Aaaaahh.. keras..keras Yunn.. oohh aaarrgh.."
Yunho bermain dengan keras dan cepat sekarang, dan ketika Jaejoong mengatakan untuk lebih dalam, ia dengan bangga melakukannya
"Ohh.. Ohhh.. Disana! Disana! Yunn..! Hantam lagi! Uurrgh.. uurrgghh.. Lagi Yun..!"
Mereka bermain cepat dan tempat tidur mereka bergerak seirama dengan mereka
"Yunn..nniee, Aku ingin.. ooohh nggghhh.."
"Tahan baby.."
"Aku ingin .. cum...nowww.. aaarrrggghhhhhhh.."
"Bersama.. Bersama-sama Baby.." Ia menekan yjunior dalam ke hole Jaejoong
"Aarrghhhh.. Yunnn.. Yunnnniiieeeeeee..!"
"I love you Baby...!"
Jaejoong memeluk Yunho sedangkan Yunho didalamnya, mereka terengah-engah dan berkeringat, Yunho jatuh diatas Jejoong tapi ia bergeser kesamping istrinya dan menarik istrinya lebih dekat ketubuhnya,
"Aku.. Aku mencintaimu juga.. My Yunniebear" ia berkata dengan terengah dan menempelkan bibirnya ke bibir Yunho
"Kau tau baby, kau sangat HOT, Y, BEAUTIFUL dan PERFECT!" Jaejoong tertawa renyah dan menempelkan kepalanya ke dada Yunho
"Aku mencintaimu Yunho.. so much" Ia berkata dan mencium dada Yunho dan memeluknya
"Aku mencintaimu juga Baby.. Ayo tidur, kau pasti merasa sangat sakit dan lelah" Yunho menutupi tubuh mereka dengan selimut dan memeluk istrinya
'mmmmm".. dan mereka tertidur..
-TBC-
Aku bakal coba buat update tiap hari hehe maafin buat yang merasa diphpin sama chap 1 karena kalian mikir kalo ffnya Cuma itu maaf ya aku lupa kasih TBC
