Because I'm not a liar
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rate: T lah!
Author: Arum Fionitia (Minjem akunnya Kimoto Yuuhi)
Warning: OOC! TYPO! EYD NGGAK ADA! ABAL-ABALAN! NGACO! GAJE! GILA! DST… MEMBACA FIC INI (MUNGKIN) BISA MEMBUAT ANDA STRESS,KANKER,PENYAKIT JANTUNG,LEUKIMIA,TBC,OVER- HMMPHHHHH! *disumpel*
.
.
.
Sebelum itu, saya akan balas beberapa review untuk fic ini.
Uchiha Yuko: Wahaha! Makasih ya atas saranmu! Hehehe… iya nih.. iseng aja bikin hidadei.. hehehe…abis kayaknya lucu aja gitu… *disambit plus dikatsu* Yo'i! pasti saya sudah izin dong!
Tifa: Huwaaa! Tifa! Kamu baca fic ini?!Aku kira kamu gak bakal baca… -/- Yaudah deh, tifa. Thanks reviewnya!
Dwiputri: Wah… thanks ya… udah dibilang bagus… tapi apanya yang bagus ya?Hehehe…. *PLAK!* Thanks Reviewnya!
Adnan Uyeeaahhh: Wahahaha! Namamu lucu! Eh? Humornya kerasa tuh? *author gak nyadar* Heheh… thanks reviewmu ya!
Frieska: Heehhh?! Kamu Hidadei lovers juga toh?! Waaahh… senangnyaa…. *peluk2frieska*Iya, pasti Deidara seksi banget tuh Wakakaka! *dikatsu* Iya, ini udah dilanjutin… makasih atas reviewmu ya! 3
ChocolateHazelnut: Penasaran ya? *Author bahagia bikin orang penasaran* Hmmm…. Tadinya author mau bikin lowongan OC…Tapi karena waktunya mepet… yah… gak jadi deh… *Author Disemenin para OC*
Hater: Uwaaahh… thanks banget atas masukannya! Oke! Saya akan mencoba untuk memperbaiki chapter 1! *kalo ada waktu* Thanks atas review dan masukannya!
Ok! Thanks banget yang udah review ini! OK,Then..
.
.
.
Yoshh! Ceritanya akan dimulai!
.
.
.
Preview: "Oh iya… kau manis sekali." BLUSH! "Siap?! Kamera.. Roll and ACTION!"
.
.
Don't like? Then, don't read! Get it?!
.
.
.
Happy reading! 3
.
.
.
Chapter 2: Syuting dimulai!
Author notes: Nih, pasti kalian bingung kenapa ada beberapa karakter yang bukan anggota Akatsuki ikutan syuting ini, sebenernya anggap aja itu editan para kru – kru Akatsuki. Pokoknya, yang bener bener asli meranin film ini mah cuman Hidan, Deidara dan Itachi, yang lainnya editan XD wahahaha! (Readers: Ckckckck…*elus2 dada*)
"ACTION!" Teriak Pein yang memenuhi satu ruangan sempit ini. Tap…tap…tap…. "CUT!" Teriak Pein lagi. "Kenapa di cut, un?!" "Siapa yang jadi naratornya?" Tanya Pein "…." .tak ada suara yang menyambut. "Kenapa gak elu aja Pein?" Tanya Kisame "Hmmmm… boleh juga tuh… yaudah deh, ulang lagi dari awal ya! Siap… and… ACTION!" Kata Pein
Syuting Mode: ON
Tap…tap ….. tap…. Langkah langkah lamban ini mulai cepat iramanya,seiring berjalannya waktu,orang yang sedang berjalan atau berlari, atau bisa disebut berjalan lari ini adalah seorang siswi di SMA ternama, AKATSUKI HIGH SCHOOL. Gadis ini terus saja berlari hingga ia berhasil melewati gerbang sekolah,dan dia bernafas lega karena dia berhasil sampai di sekolahnya. "Hufft…selamat, un…" Kata gadis itu. Ah,aku lupa mengenalkannya pada kalian.
Dia adalah Deidara, salah satu gadis primadona di sekolah ini. Dia dikagumi banyak orang karena… rambut pirang nan cantiknya itu! Rambut pirang panjang senada sekali dengan warna matanya yang berwarna aquamarine, juga tak kalah dengan bentuk tubuhnya yang ramping itu!Belum lagi dia juga termasuk salah satu yang pandai dalam membuat kerajinan tangan. Benar-benar deh!
Sekarang, Deidara sedang berjalan menuju ruangan kelasnya. Saat dia sampai di kelas, entah kenapa tidak ada yang di kelasnya. "Eh? Kemana semua orang, un? Perasaan tadi banyak orang di halaman sekolah…kok, sekarang… hilang semua, un?" Deidara pun kebingungan sendiri,dan saat ia melihat papan tulis, disanalah baru ia mengetahui kemana semua orang-orang pergi. Dan, segera deidara berlari. Mau tau tulisan apa? Begini tulisannya…
KELAS XI-A,KITA DISURUH KE AULA SEKARANG! DISURUH SAMA TSUNADE-SENSEI!
Makanya Deidara lari,soalnya disuruhnya sekarang, bukan tahun depan. Deidara pun lari dengan nafas yang terengah-engah, tapi sukses! Dia berhasil ke aula sebelum para guru datang. Dia pun segera mencari teman-temannya. "Itachi,un!" Teriak Deidara. "Ah, Deidara… kau hampir telat tau…" Kata Itachi, sang ketua kelas. "Maaf, un… tadi aku telat karena aku lupa kerjakan pr, un.."
"Haah… kau ini….." "Oh iya, un… kenapa kita disuruh ke aula, un?" Tanya Deidara kepada Itachi "Entahlah. Tapi, dari yang kudengar katanya bakal ada pengumuman penting." Kata Itachi lagi. "Hmm…. Kira-kira apa ya, un…" "Ekhem, ekhem! Perhatian semuanya!" Teriak seorang perempuan di podium aula. Semua mata langsung tertuju padanya. "Saya, berdiri disini untuk memberitahukan bahwa kita akan mengganti ketua OSIS lama kita, dengan ketua OSIS baru.
Suara berisik pun langsung memenuhi ruangan tersebut, mereka berdiskusi siapa yang akan menjadi ketua OSIS yang baru. "Ekhem! Dengar, untuk itu kami akan mengadakan voting dari kalian semua! Calon ketua OSIS ada 3! Silahkan!" Teriak sang kepala sekolah, Tsunade. "Selamat pagi, semuanya.. perkenalkan nama saya Hyuuga Neji dari kelas XI-B. Saya disini akan menjelaskan visi misi saya jika saya menjadi ketua OSIS" Kata laki – laki yang bernama Neji itu.
"Kelas XI, un? Bukankah berarti sama dengan kita, un?" Tanya Deidara kepada Itachi. "Iya, yang calonin diri itu dua dari kelas X dan XI." Jelas Itachi lagi. "Haahh… membosankan, un…." Kata Deidara "Berikutnya, silahkan!" "Perkenalkan nama saya Uchiha Sasuke dari kelas X-B. Saya akan segera menjelaskan visi misi saya jika saya menjadi ketua OSIS…" Kata laki – laki lainnya yang bernama sasuke itu. "Hee… adikmu ikutan, un?" "Ho'oh… tau tuh… tumben…." Kata Itachi
"Baiklah, Yang terakhir!" "Perkenalkan, nama saya Yahiko Pain! Saya dari kelas XI-A. Saya akan menjelaskan visi misi saya jika saya terpilih menjadi ketua OSIS!" Seru laki – laki yang diketahui bernama Pain itu. "Visi saya yang pertama! Saya akan menjadikan sekolah kita yang tercinta ini menjadi salah satu sekolah terfavorit di dunia!" "Wuuiiiihh!" Seru para penonton kagum atas visinya. " Visi saya yang kedua! Saya akan menghilangkan PR!" "WOOOOOOWWWW!"
"Visi saya yang ketiga, Saya akan membebaskan anak – anak dari jam masuk! Jadi, kalian semua tak perlu takut telat lagi!" Teriak Pain itu dengan semangat "WAAAAAHHH!" Seru para siswa dan siswi sambil teriak teriak. "Lalu, misi saya…." Kemudian, setelah Pain itu memberitahukan misinya, para siswa dan siswi langsung tepuk tangan atas visi misinya.
BUGH! Pain itu langsung mendapat hadiah sebuah pukulan di mukanya yang indah (?) dari sang kepala sekolah, Tsunade. "Uwaaa!" "Dasar bodoh, apa gunanya sekolah kalau seperti itu, haaah?!" Teriak Tsunade murka. "M-maaf… Tsu-Tsunade… sama…" Kata Pain sambil memegang pipinya yang bengkak karena terkena pukulan Tsunade. "Pain! Sekarang kau ke kantorku! Dan kalian semua, KEMBALI KE KELAS MASING – MASING!" Teriak Tsunade (lagi)
"H-Haaa'i!" Seru semua siswa sambil berlarian menuju kelas masing – masing. "Adududuhh… un.. susah banget larinya,un…." Kata Deidara sambil berusaha berlari ke kelasnya, dan akhirnya dia menyerah dan pergi ke toilet. Setelah keluar dari toilet, Deidara melihat kalau keadaan mulai sepi, dan dia melihat jam tangannya. "Kyaa, un! Bentar lagi jam pelajaran Kakashi – sensei, un!" Teriak Deidara , dan dengan segera Deidara berlari sehingga menabrak seseorang.
GUBRAK! "A-aduh, un… sakit, un…." Kata Deidara "Hei, un! Kalau jalan lihat – lihat dong!" Teriak Deidara kepada orang yang telah ditabraknya itu. "Aduh…. Sial… sakit banget…" kata pemuda itu "U…. Un? K-kau siapa, un?" "Hm? Oh, jadi kau yang menabrakku ya? Bukannya minta maaf, malah nanya siapa aku. Dasar." Sahut pemuda itu. "Kau…. Aku tak pernah melihatmu disini, un…. Kau itu siapa, un?" Kata Deidara yang masih terduduk di lantai.
"Haaah…. Jelasinnya panjang, lebih baik kau pergi ke kelas. Sebentar lagi pelajaran akan dimulai." Kata pemuda itu "Eh? Oh iya, un! Ka-kalo gitu aku duluan ya, un!" Teriak Deidara pada pemuda itu. "Iya." Jawab sang pemuda itu santai. Sekarang Deidara tengah berlari menuju ruang kelasnya, dia pun membuka pintu kelasnya dan beruntung Kakashi belum datang. "Huufft….. selamat, un…." Kemudian, Deidara pun pergi ke tempat duduknya.
Tak lama menunggu, Kakashi pun datang dengan tampang bahagia (?!) "Ohayou, murid - muridku!" Kata Kakashi "Ohayou, Sensei!" Jawab semua anak murid serempak "Coba tebak… hari ini Sensei punya kabar gembira loh!" Kata Kakashi sambil tersenyum. "Kabar apa, sensei?!" Kata salah satu murid berambut mangkok, Rock Lee. "Kita mendapatkan siswa pindahan baru!" Sahut Kakashi. Serentak, para murid pun menebak, siapa kira – kira siswa pindahan itu.
"Baiklah, daripada kalian mati penasaran(!). Lebih baik kita perkenankan saja dia masuk, Ayo silahkan masuk!" GREK! Pintu kelas langsung tergeser, dan siswa pindahan itu langsung masuk ke kelas itu. Siswa pindahan ini pun berjalan mendekat Kakashi, lalu membalikkan dirinya sehingga dia dapat melihat seluruh kelas dengan jelas. Dan, saat itu juga Deidara sedang menatap siswa pindahan tersebut, sehingga kedua mata mereka saling bertemu.
"Hm? Ada apa?" Tanya Kakashi – sensei kepada pemuda itu. "KAU!" Teriak Deidara barengan dengan pemuda itu. "Loh, ada apa? Deidara, kau mengenalnya?" Tanya Kakashi "Dia, yang tadi menabrakku, un…" Kata Deidara "Enak saja! Kan kau yang menabrakku!" Kata pemuda itu. "KAU,UN!" "KAU!" "KAU,UN!" "KAU!" "DEIDARA! HIDAN! BERHENTI BERKELAHI!" Teriak Kakashi. "Hahh…kalian ini….. pagi – pagi sudah berantem….." kata Kakashi sambil elus2 dada.
"Maaf, Kakashi sensei, un…" "Maaf." "Haaah… sudahlah… nah, sekarang hidan. Perkenalkan dirimu kepada teman – temanmu." "Namaku Hidan. Aku pindahan dari SMA Tokyo. Sekarang ini aku tinggal tidak terlalu jauh dari sekolah ini." Kata pemuda yang diketahui bernama Hidan itu. "Ya, sekarang aku akan menentukan kau duduk disebelah siapa. Hmmm…" Kakashi pun melihat ke seluruh penjuru kelas dan menemukan tempat yang bagus X3
"Hmmm… bagaimana jika kau duduk disebelah Deidara?" Kata Kakashi sambil tersenyum "APA(UN)?!" Teriak Hidan dan Deidara barengan. "Hehehe… aku yakin kalian akan menjadi teman sebangku yang baik, mungkin lebih dari itu." Kata Kakashi sambil terkekeh pelan. "Baiklah, silahkan duduk hidan." Kata Kakashi "Iya…" Jawab Hidan sambil menuju Deidara,yah.. ke tempat duduknya yang disebelah Deidara.
"Ya, sekarang kita mulai pelajaran pertama kita, buka buku paket kalian halaman 87. Sekarang saya akan menjelaskan tentang bab tentang 'Sejarah terbentuknya kota Kyoto'."Kata Kakashi, sementara dari judulnya saja, para murid – murid pun langsung lemes dan ngantuk tiba – tiba, kecuali Hidan dan Itachi. Hanya mereka berdua lah yang mengamati pelajaran dengan serius, mereka mengamati dengan detail penjelasan yang diberikan oleh Kakashi.
Kriiing kriiing kriiing !
Bunyi bel itu berarti menandakan pelajaran pertama selesai dan akan diganti dengan pelajaran kedua. "Ya, Kalau begitu sekian untuk hari ini. Dan, saya akan memberikan PR untuk kalian. PR nya adalah kerjakan Uji Kompetensi hal 97 dan 98." Kata Kakashi sambil membereskan bukunya. Setelah Kakashi pergi dari kelas, semua murid – murid langsung ngobrol dan ngomongin si siswa baru, yah… siapa lagi kalo bukan si Hidan itu.
"…" Saat ini, orang yang diomongin itu sedang berkutat dengan buku pelajarannya, Deidara pun hanya sekali kali menengoknya dan melihatnya belajar dengan serius, niatnya sih cuma mau liat sebentar aja, eh… malah kebablasan, jadi… Deidara ngeliat Hidan kelamaan. Hidan pun yang merasa diperhatikan terus, dia langsung nengok, dan terjadilah pertemuan antara mata dengan mata(lagi). Iris violet Hidan pun bertemu Iris aquamarine Deidara.
"Apa?" Tanya Hidan. "Eh? U-un… nggak apa – apa kok, un…" Kata Deidara sambil memalingkan wajahnya dengan muka yang merah. "Oh iya..maaf ya tadi pagi aku menabrakmu ya.." Kata Hidan. "Tidak apa apa, un… aku yang salah kok, un…" Kata Deidara. "Oh iya… kalau aku boleh tau… pelajaran kedua apa?" Tanya Hidan. "Pelajaran kedua MTK, un…" "Hmm… begitu ya…" Tak lama kemudian, tiba tiba saja ada yang membuka pintu kelas mereka. Ternyata….
"Semuanya! Hari ini Anko sensei tidak masuk karena sakit, tapi kita tetap diberi tugas! Kerjain paket halaman 77!" Teriak sang wakil ketua kelas, Tenten. "Yaaakkhhh….." kata semua murid murid yang tadinya mau bersorak gembira tapi malah jadi lemes. "Dan satu berita lagi! Hari ini, para guru mengadakan rapat mendadak dengan guru guru dari sekolah lain. jadi hari ini kita pulang cepat!" Teriak Tenten lagi "YYYYYYEEEEEAAAHHHHH!" Teriak semua murid serempak
Serentak, murid murid pun langsung mengambil tasnya dan bergegas pulang. "Itachi, un!" Teriak Deidara kepada Itachi "Kenapa?" "Bisa bantuin aku ngerjain MTK, un?" "Wah, sorry Dei.. hari ini aku mau pergi ke kantor ayahku… maaf ya Dei.." Kata Itachi merasa bersalah karena tak membantu sahabatnya itu. "Yaudah deh, un.. nggak apa apa un…." Kata Deidara "Maaf ya Dei!" Teriak Itachi sambil meninggalkan Deidara dan Hidan di kelas "…..un…."
"Gimana kalo aku yang bantuin?" Tawar Hidan "Eh?" "Yah… Hitung – hitung permintaan maafku tadi pagi…" "…Yaudah deh,un! Mohon bantuannya ya, un!" Kata Deidara sambil membungkukkan dirinya. "Iya, iya… oh iya ngerjainnya mau dimana?" "Hm…. Gimana kalo dirumahku aja, un?" "Emangnya nggak apa – apa?" "Nggak apa – apa kok, un… yaudah deh, yuk kita jalan, un!" Kata Deidara dengan ceria "Hn…."
Deidara dan Hidan pun jalan beriringan menuju rumah Deidara, sementara itu pas sekali mobil Itachi tepat di belakang mereka dan memotret Hidan dan Deidara yang jalan barengan. 'Hihihi…ternyata ada untungnya ke kantor ayah ya…' batin Itachi sambil tertawa. "Hm? Itu kan mobil Itachi, un…" Kata Deidara kepada Hidan. "Terus kenapa?" "Nggak… nggak kenapa napa kok, un…." Kata Deidara. "Oi… rumahmu itu dimana?Masih jauh?" "Dikit lagi kok, un!"
Tak lama kemudian, Hidan dan Deidara pun tiba di rumah Deidara. "….. Ini rumahmu?" Tanya Hidan kepada Deidara "Iya, un… emang kenapa? Salah, un?" "Nggak sih…" Kata Hidan lagi "?" Deidara pun masih bingung dengan perkataan Hidan sebelumnya "Aku nggak disuruh masuk nih?" Kata Hidan dengan muka lemes "O…Oh iya, un! Hehehe… maaf ya, un… ayo, un!Silahkan masuk, un!" Kata Deidara lagi dengan nada ceria kepada Hidan
Kemudian, Deidara dan Hidan pun masuk ke rumah Deidara. "Tadaima, un…." Kata Deidara dengan nada datar "…" Hening. Tak ada yang menjawab perkataan Deidara "Ayo, un! Masuk saja, un!" Tawar Deidara kepada Hidan "… Iya…" Kemudian, Hidan membuka sepatunya dan berjalan mengikuti Deidara. "Disini saja ya, un?" Kata Deidara sambil menunjuk kamarnya. "Ya…" Setelah mendengar jawaban Hidan, Deidara membuka pintu kamarnya.
JRENG! Kamar Deidara agak sedikit membuat hidan terkejut sekaligus sweatdrop berat. "Kau… salah nunjuk kamar ya?" Kata Hidan "I-ini kamarku kok, un…" Kata Deidara kebingungan "Terus kenapa berantakan gini?" "Eh?" Kemudian, Deidara pun melihat kamarnya dan betapa terkejutnya dia.. "KYAAA! UNN! SIAPA YANG BERANTAKIN KAMARKU, UNNN?!" Teriak Deidara kaget "Meow." Deidara dan Hidan pun menengok ke arah sumber suara itu.
"? Kucing?" Kata Hidan sambil melihat kucing perkataan Hidan tadi, Deidara langsung menengok dan melihat kucing itu dan langsung saja… "Kenapa kau berantakkin kamarku, Hira?!" Teriak Deidara kepada kucing yang sepertinya bernama Hira itu. "Meow… Meow… Meow… :3" Sekarang, Hira malah menggeliat di kaki Deidara "Ahhh…. Kenapa aku bisa marah padamu, un… kau itu kan lucu, un~ " Kata Deidara sambil meluk meluk Hira.
"….. -_- " Hidan masih diam, melihat penampakan yang tidak biasa itu. "Unnn~ kau itu emang lucu, unnn~ " Kata Deidara yang masih meluk Hira "Oi." "Eh? Ah, iya… Gomen, un… sebentar ya, un… kubereskan dulu, un.." Setelah itu, Deidara dengan sangat cepat membereskan kamarnya "Baik! Silahkan masuk, un!" Kemudian, Hidan pun memasuki kamar Deidara dam duduk di karpet yang telah disediakan Deidara. "Sebentar ya, un! Kuambil mejanya dulu!" Kata Deidara
Kemudian Deidara pun berlari kebawah meninggalkan Hidan dan Hira dikamarnya. "Meow?" "… Kemarilah." Kata Hidan. Hira pun agak takut takut mendekati Hidan, kemudian Hidan pun segera mengelus kepala Hira dengan lembut, lama kelamaan Hira pun mulai menyukainya sehingga Hira pun naik ke pangkuan Hidan dan mulai mendengkur disana. Tanpa disadari, Hidan pun tersenyum tipis dan pas banget Deidara datang sambil bawa meja kayu.
"Wah… mesra banget, un…" Kata Deidara sambil terkekeh kecil "! Apaan sih?! Masa aku mesra mesraan sama kucing?!" Kata Hidan dengan nada kesal "Hehehe… gitu aja marah, un…" "Hmm… apa jangan jangan kau cemburu ya?" Kata Hidan sambil tersenyum evil. "Ih ngaco, un! Masa aku cemburu sama kucing, un!" Kata Deidara "Terus, kalo ibaratkan Hira ini cewek lain kau cemburu?" Tanya Hidan lagi sambil mengeluarkan evilsmirknya.
DEG! "A-apaan sih, un?! Hidan ngaco deh!" Kata Deidara sambil memalingkan mukanya, menyembunyikan mukanya yang sudah merah itu. "Hehehe… Bercanda kok…" "Udahlah, un! Ayo kita kerjain, un!" "Ya.." Kata Hidan sambil mengeluarkan bukunya dari tasnya itu. Tek tek tek tek suara jarum jam sangat terdengar saat ini. "…." Nampaknya sekarang Hidan sudah selesai dengan tugasnya, karena sekarang ia sedang tiduran di lantai, sementara itu….
"….. UUUNNN! AKU FRUSTASI, UNNN!" Teriak Deidara kesal "Memangnya yang mana nggak bisa?" Kata Hidan "S…semuanya, un…" "…..Haaah… yaudah..aku ajari semuanya deh." Kata Hidan "Benarkah, un?!" "Iya." "Makasih, un!" "Tapi satu syarat." "Eh? Syarat apa, un?" "Kalau kau tak mengerti juga,kau akan ku…..-" Hidan berhenti, kata katanya tak dilanjutkan lagi. Lama diapun diam, tak lagi melanjutkan kata katanya itu. Terus berlangsung selama 10 menit.
Syuting Mode: Off
"CUT! Hidan! Kenapa kau malah berhenti?! Udah bagus juga! Kan jadinya kita gak usah Cut kayak gini!" Teriak Pein dengan toanya itu. "Tapi… ah! Kata katanya horror tau!" Teriak Hidan tak kalah kencangnya "Hm? Alah… Cuma gitu doang kok..lebay ah…" Kata Pain "Tapi ini malu maluin Negara, tau!" Teriak Hidan dengan kerasnya "UDAH KITA LANJUTIN LAGI! KAU HARUS BISA LOH HIDAN! SIAP….AND ACTION!" Teriak Pein membahana badai
Syuting Mode: On
"Kalau kau tak mengerti juga, kau akan kucium." Kata Hidan sambil menunjuk ke arah bibirnya sendiri. "E-eh?! A-apa maksudmu, un?!" Kata Deidara terkejut mendengar perkataan Hidan "Yah… kau mau atau tidak?" "B-baiklah un.." Kata Deidara "Yaudah, akan kujelaskan. Dengarkan baik baik ya!" "I-iya, un!" Kata Deidara bersemangat. 1 Jam pun berlalu, Hidan pun menyelesaikan penjelasannya dan memberikan tugas tadi kepada Deidara.
"Sekarang, coba buktikan kalau kau benar benar bisa!" Ujar Hidan sambil memberikan soal kepada Deidara "Yoooshh! Aku akan berjuang, un!" Teriak Deidara bersemangat. 2 jam pun berlalu… "Selesai, un!" "Coba kulihat." Kemudian, Deidara memberikan hasil kerja kerasnya itu kepada Hidan. "Pasti bener semua kan, un?!" "Tunggu.. aku kan belum periksa -_-…." Kata Hidan sambil sweatdrop yang ngeliat Deidara terlalu antusias itu.
25 menit pun berlalu… Hidan masih setia memeriksa hasil kerja Deidara, sementara itu sang Deidara sendiri pun takut dicampur merinding, dikarenakan ekspresi Hidan yang menyeringai evil. "Aku… sudah selesai memeriksanya.." Jawab Hidan dengan nada pelan, tapi terdengar kencang di telinga Deidara. "B-berapa nilaiku, un?" Kata Deidara sambil sesekali menyeka keringat yang keluar darinya. "…." Hidan terdiam beberapa saat
"Un? H-Hidan, un?" Tanya Deidara "…." Hidan diam, kemudian secara tiba tiba dia mendorong Deidara ke tembok dan mengurungnya dengan kedua tangannya. "H-Hidan, un?!" "…" Hidan masih diam, kemudian dia menangkat muka deidara, agar berhadapan dengan mukanya, Hidan pun mulai memajukan mukanya lebih dekat ke Deidara, dan mulai memiringkan wajahnya. Deidara pun hanya bisa menutup matanya dengan takut, sehingga… Cu-"!"
To Be Continued
Author's note: Huahahaha! Akhirnya Update lagi! Btw, makasih ya! Yang udah nge-review fic ini, yang nge-favorite fic ini, yang nge-follow fic ini, dan yang nge-flame fic ini. Sungguh, saya sangat terharu T_T. Btw, Untuk chapter pertama itu, gomen banget kalo jelek… yah namanya juga manusia… pasti gak sempurna lah…(jiahh…) Dan satu lagi! Kayaknya saya akan sedikit lama untuk publish chapter 3! Soalnya saya harus bertarung dengan yang namanya UN. Hiii…. Oh iya, Chapter 3 adalah Chapter terakhir! Jadi siap siap ya!
REVIEW ONEGAI?!
