Radix Malorum
Bergabung harmonis dalam kegelapan
Keputusasaan dan masa depan
Cahaya bulan yang mengekspos kesedihan ini
Bersinar dingin
Naruto ㊒ Masashi Kishimoto
Radix Malorum ㊒ Me a.k.a 'Aka' no 'Shika'
Summary: Di zaman Jepang Kuno, muncullah seorang pembunuh berdarah dingin nan kejam yang telah menewaskan orang-orang penting. Disaat yang sama, muncul juga seseorang yang sangat mirip wajahnya dengan pembunuh itu.
Mencari seseorang yang ingin menjadi tuannya. Dan mematuhi segala perintahnya.
Main chara (s) : Shikamaru/Neji
Genre (s) : Mysteri/Suspense
Rated : M
Warning : AU, OOC, Gaje bin Gak nyambung! Saia bingung nentuin judul, summary dan lainnya! Jadi jangan langsung terpaku pada judul, summary, genre, dan ratednya. Don't like, don't read! Don't blame, don't flame!
Capitulus Duo : Diabolus
"Disco me... ancilia vis." Ucapan lelaki bernama Shikamaru tersebut telah sukses membuat Neji terperangah.
"Apa maksudmu?" tanya Neji sambil membelalakkan matanya.
"Saya akan melakukan apapun yang Anda suruh. Saya akan melaksanakan segala perintah Anda. Saya akan menjadi anjing penjaga Anda, dan bersedia bertarung untuk Anda. Oleh karena itu, jadikanlah saya anak buah Anda." Jawab Shikamaru yang masih bertekuk lutut di depan Neji. Seperti gaya seorang pangeran yang akan melamar sang putri.
"Aku tak mengerti! Lagipula, aku belum mengenalmu! Aku tak bisa mengabulkan permintaanmu itu!" jawab Neji setengah membentak pada lelaki berkepala nanas itu dan beranjak meninggalkan Shikamaru yang masih dalam posisi bertekuk lututnya itu.
"Saya yakin, kelak Anda pasti akan membutuhkan saya. Saya bersedia kapan saja jika Anda menginginkan saya menjadi anak buah Anda, Hyuuga Neji." Neji tertegun mendengar ucapan Shikamaru yang terucap lancar dari mulutnya. Langkah Neji yang cepat itu seketika berhenti karena tertegun.
"Kau, dari mana kau tahu namaku?" tanya Neji sambil membalikkan badannya ke arah dimana Shikamaru saat ini berada.
"Karena saya punya sesuatu yang tidak dimiliki oleh kalian, para manusia biasa." Jawabnya tenang sembari tersenyum. Kemudian ia melangkahkan kakinya dan mendekati sang Hyuuga yang kembali tertegun.
'Dia bukan manusia? Apa dia adalah setan yang menyamar menjadi manusia dan ingin mencari tumbal?' hati Neji kini dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan aneh yang mungkin takkan bisa ia pecahkan sendiri.
"Anda pasti bertanya-tanya dalam hati, apakah saya bukan manusia? dan apakah saya ini adalah setan yang menyamar menjadi manusia dan ingin mencari tumbal, ya kan?" tanya Shikamaru yang kini tepat berada di depan Neji. Bagi Neji, suara Shikamaru hanya berupa bisikan yang sepertinya hanya Neji yang bisa mendengarnya.
"Malum!" teriak Neji yang sudah tidak tahan dengan situasi. Dari tadi ia terus berpikir, kenapa orang 'aneh' ini terus mendekatinya dengan gerakan dan kata-kata yang terlihat seperti manusia.
"Yup! Jawaban Anda hampir benar. Tapi saya bukanlah setan. Saya hanyalah seorang iblis setengah manusia (?)." jawab Shikamaru dengan wajah datar. Yang diajak bicara langsung membuka mulutnya selebar mungkin.
"Quidnam?" tanya Neji tak percaya. Ia bicara dengan iblis?
"Jangan ganggu aku! Pergi kau!" teriak Neji yang marah dan setengah ketakutan. Tak peduli mau sang iblis itu marah dan membunuhnya. Tak peduli orang-orang kini memperhatikannya atau pun para pengaman berdatangan karena ia dianggap sudah membuat keributan. Shikamaru membelalakkan matanya, tak menyangka bahwa 'calon tuannya' itu akan berteriak.
"Baiklah, saya akan pergi. Sampai jumpa lagi." Ujar Shikamaru mohon diri. Kemudian ia melangkah cepat ke arah dimana tadi ia berasal.
"Dia iblis? Hah, yang benar saja?" gumam Neji sembari melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.
Kita berpindah ke lain tempat. Dimana tempat ini banyak terdapat gedung-gedung tua tak beraturan, gedung-gedung tua yang bertekstur Eropa dengan sedikit polesan desain Jepang kuno. Bangunan-bangunan yang kini menjadi tempat sebuah gens untuk berteduh. Nama gens tersebut adalah Gens Uchiha.
Saat ini, keturunan dari gens tersebut harus memiliki setidaknya seorang promus ataupun seorang custos yang setia dan pastinya akan selalu melindungi sang Uchiha itu.
Dan marilah kita lihat keadaan sebuah rumah bernuansa Romawi Kuno yang terletak di antara bangunan-bangunan tua itu. Rumah milik Uchiha Fugaku.
"Itachi, apa kau benar-benar tak tahu dimana ibumu sekarang?" tanya sang kepala rumah, Fugaku kepada Uchiha Itachi yang rupanya merupakan anaknya.
"Tidak. Tapi aku punya suatu firasat buruk tentang ibu." Jawab Itachi sambil berpikir. Entah apa yang dipikirkannya.
"Kak." Panggil seorang lelaki muda berwajah tampan, dengan rambut seperti ayam ayan *author dilemparin kardus ama Sasuke dan FCnya*. Ternyata lelaki itu adalah Sasuke, adik Itachi.
"Ya, ada apa, Sasu-chan?" tanya Itachi sambil tersenyum memandang adik satu-satunya itu.
"Jangan panggil aku begitu!" tegas Sasuke yang tak terima karena dipanggil 'Sasu-chan' oleh Itachi. Kemudian ia melanjutkan pembicaraannya, "Kak, aku sudah mendapatkan seorang promus yang mungkin akan cocok denganku."
"Ha? Benarkah? Wah, hebat kau. Bisa mendapatkan sendiri promus yang cocok denganmu. Tidak seperti kakakmu ini yang melawan tidak ingin diberi promus." Ujar Fugaku bangga kepada Sasuke. Sedang Itachi yang mendengar ucapan ayahnya itu hanya mendengus kecil.
"Sebab aku kan pemberani. Mana mau aku dikawal dengan promus segala macam itu!" bantah Itachi.
"Jadi maksudmu, aku ini penakut?" tanya Sasuke yang merasa tersindir dengan pernyataan Itachi.
"Haha. Tidak, kok. Cuma karena, Sasu-chan kan adik manisku satu-satunya." Jawab Itachi sembari memberi cengiran lebar. Sukses membuat Sasuke melemparkannya sebuah kardus bekas (?) yang di dapatnya dari Negeri Ishtentangbola (Entah bener apa gak nih tulisan negaranya).
"Kalau begitu, dimana promusmu itu, Sasuke?" tanya Fugaku tanpa mempedulikan kegilaan Itachi *author digebukin Itachi dan dilempar sampe ke Negeri Ishtentangbatu* yang semakin menjadi.
"Hn. Shika, kemari!" Sasuke memanggil sebuah nama dan menyuruh orang itu untuk ke tempatnya. Orang yang dimaksud pun memperlihatkan dirinya.
"Sic, meus dominos."
"Hmm..." Fugaku tampak berpikir. Sepertinya beliau masih mempertimbangkan kelayakan (?) promus tersebut untuk benar-benar menjadi promus Sasuke. Kalau dilihat dari wajah, orang yang dipanggil Shika itu berwajah cukup tampan. Tapi kalau dilihat dari penampilan keseluruhan, sepertinya sangat sulit sekali untuk mempercayakan sebuah pekerjaan kepadanya.
"Apa-apaan penampilanmu itu? Rambut panjangmu, diurai tak beraturan. Gayamu berpakaian kelihatan seperti orang yang tak tahu tata krama! Lagipula, tailcoat yang kau gunakan sudah butut sekali?" ucapan yang sebenarnya ingin diucapkan oleh Fugaku malah terucap dengan cepat, jelas, dan lantang dari mulut Itachi. Membuat Sasuke naik darah. Sedangkan sang promus hanya berucap, "sudah bawaan sejak lahir." dengan tatapan tajam.
"Kakak! Kau tak berhak mengata-ngatai dia! Dia sekarang sudah menjadi menjadi bawahanku!" bentak Sasuke pada kakaknya. Akhirnya mereka jadi adu lotot-lototan.
"Sudah, hentikan kalian berdua. Kau yakin kau bisa menjadi promus anakku?" tanya Fugaku pada Shika yang terdiam.
"Ya. Lagipula, yang memanggil dan meminta saya untuk menjadi promusnya adalah dia sendiri. Saya juga sudah melakukan persyaratan dengannya. Jadi, saya harus mengambil risiko apapun itu." Jawab Shika mantap dan diakhir dengan sebuah seringai mengerikan yang tak dipedulikan Fugaku.
"Baiklah. Kalau Sasuke sendiri yang sudah memutuskannya, apa boleh buat. Kau, namamu siapa?" tanya Fugaku pada sang promus bermata hitam kelam yang senada dengan warna rambut dan tailcoat butut yang dipakainya itu.
"Nama saya Shikamaru. Anda bisa memanggil saya Shika." Jawab Shika sambil menunduk dan meletakkan tangan kanannya di atas dadanya.
"Heh. Shika, ayo ikut aku!" Sasuke mengajak Shika ke suatu tempat. Tempat dimana sang bungsu Uchiha itu bisa mendapatkan ketenangannya, ruang minum teh.
"Buatkan aku puniceus crapula." Perintah si bungsu itu kepada promusnya.
"Sic, meus dominus." Dengan segera Shika membuatkan Sasuke afternoon drink hari ini. Minuman yang tadi dipesan Sasuke.
Belum sampai lima menit Sasuke menyuruh Shika, sang butler tersebut sudah selesai membuatkannya minuman. Terlihat di nampan terdapat sebuah poci teh dan juga beberapa camilan seperti makaroni coklat isi selai strowberi dan short cake.
"Cuppedia." Ujar Sasuke disela-sela makannya. Kemudian ia tersenyum kepada sang promus yang kini sedang merapikan sarung tangannya.
"Gratia." Balas Shika tanpa ekspresi.
"Meskipun penampilanmu tidak mencerminkan dirimu sebagai seorang promus, tapi keahlianmun aku beri jempol. Pilihanku memang tepat!" sambung Sasuke sambil menghirup winenya.
'Besok aku akan bertemu kembali dengannya. Hehe.' Ujar Sasuke dalam hati. Sebenarnya, siapa yang akan Sasuke temui besok?
Kita ke tempat lain. Daerah ini merupakan daerah dimana musuh bebuyutan Gens Uchiha tinggal. Sebut saja mereka Gens Hyuuga. Gens tersebut beranggotakan orang-orang bermata aneh yang disebut Byakugan. Mata mereka tidak seperti mata biasa karena berwarna keabu-abuan, seperti mata orang buta. Namun, penglihatan mereka lebih tajam, melebihi tajamnya penglihatan mata biasa (Readers: Woi! Ini bukan maen ninja-ninjaan! Masa yang kayak gini juga dijelasin! *author ditimpuk pake batu*).
Sekarang kita ke tempat dimana salah satu tokoh utama kita berada. Sebut saja dia Hyuuga Neji (Readers: Dari tadi main sebut saja terus?). Dia tinggal di daerah pemukiman (?) Gens Hyuuga. Dia tinggal sendiri sejak ayah dan ibunya meninggal dalam sebuah tragedi peperangan yang terjadi antara Kerajaan Edogawa dan kerajaan tetangga. Kejadian itu terjadi sewaktu ia masih kanak-kanak. Jadi ia kurang bisa mengingat kejadian pahit itu. Sewaktu remaja, ia dititipkan kepada pamannya yang bernama Hyuuga Hiashi. Pamannya itu tinggal 2 blok dari rumah Neji. Pamannya mendidiknya dengan cara militer. Sama seperti ia mendidik kedua anak perempuannya, Hyuuga Hinata dan Hyuuga Hanabi. Sampai akhirnya, Neji memutuskan untuk mempelajari ilmu filsafat di Negeri Romawi selama 5 tahun.
"Huah, defessus..." gumam Neji sambil mendudukkan dirinya di atas sebuah kursi goyang tua peninggalan kakeknya yang terletak di sisi kanan kamarnya.
Tok tok tok...
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Neji. Entah siapa yang berada di luar sana. Tidak mungkin ada orang lain di rumah itu selain ia sendiri. Lagi pula, semua pintu dan jendela masih terkunci rapat. Karena ia langsung ke kamarnya untuk beristirahat setelah pulang.
'Siapa itu? Perasaan aku masih mengunci semua pintu dan jendela? Apa itu paman atau Hinata, ya? Tapi...'
"Akh! Mana mungkin mereka tahu bahwa aku pulang hari ini?" tanya Neji pada dirinya sendiri dengan suara agak tinggi.
Tok tok tok...
Bunyi ketukan pintu itu kembali terdengar. Kini temponya (?) sedikit lebih cepat dari tempo ketukan yang pertama. Suaranya pun terdengar lebih keras dari yang tadi. Neji yang semakin curiga pun akhirnya mendekati sang pintu lalu mengintip lewat lubang kecil di dekat knop pintu. Meskipun kecil, tapi terlihat di situ warna gelap yang terlihat seperti baju seseorang.
'Apa kubuka saja, ya?' pikiran Neji kini kembali bertanya-tanya. Antara dibuka, atau tidak.
'Baiklah. Biar kubuka saja pintunya.' Neji yang sudah bertekat bulat itu secara perlahan-lahan mendekati gagang pintu berwarna abu-abu itu. Keringatnya sudah membanjiri wajahnya ketika gagang itu disentuhnya. Dan ketika pintu itu sudah terbuka, sang Hyuuga muda itu tercekat.
"Ka-kau! Kau yang tadi! Kenapa bisa kau ada di sini!" pekik Neji sambil menunjuk-nunjuk orang yang ada dihadapannya itu. Ya, orang itu adalah Shikamaru.
"Saya bisa menembus ruang. Itu adalah salah satu keistimewaan saya." Jawab Shikamaru tenang sambil menaruh tangannya di dadanya (Kayak Sebastian di Kuroshitsuji itu lho).
"Ap-apa? Apa maksudmu?" kini pikiran Neji berusaha untuk terus mencerna perkataan iblis 'setengah manusia' itu. Dia benar-benar dibuat bingung, pangling, kesal, bahkan takut oleh makhluk bernama Shikamaru itu.
"Saya akan melakukan apapun yang Anda suruh. Saya akan melaksanakan segala perintah Anda. Saya akan menjadi anjing penjaga Anda, dan bersedia bertarung untuk Anda. Oleh karena itu, jadikanlah saya anak buah Anda." Ucapan Shikamaru itu mengingatkan Neji dengan kejadian yang terjadi beberapa saat lalu di jalan menuju rumahnya tadi. Kejadian dan ucapannya benar-benar sama dengan yang tadi dialaminya.
"Haah. Sudah kubilang, aku tidak bisa menerimamu sebagai anak buahku! Kau, memang iblis egois!" Neji berusaha untuk menolak permintaan sang iblis jadi-jadian (?). Namun, sang iblis jadi-jadian itu tetap tak bergeming dari hadapan Neji. Kemudian, terlihat mulut dari sang iblis berambut nanas itu mengucapkan sesuatu.
"Mungkin Anda tak ingin menjadikan saya anak buah Anda. Tapi, saya punya suatu rahasia yang mungkin akan merubah hidup Anda." Ujar Shikamaru sambil menatap Neji sendu.
'Apa yang dibicarakannya? Kenapa ekspresi wajahnya berubah begitu?' tanya Neji bertubi-tubi dalam benaknya.
"Mungkin saya tahu, siapa pelaku pembunuhan wanita yang Anda temukan tadi. Yang mungkin saja, pembunuhan itu akan menjadi pembunuhan berantai." Lanjut Shikamaru sambil menatap ke arah bawah. Mungkin ia tak ingin melihat mimik ekspresi Neji yang sangat kaget kala itu.
"A-a-aaah..."
"Karena mungkin, saya juga akan terlibat dalam pembunuhan itu."
Kita kembali ke Kediaman Gens Uchiha. Dimana saat ini, Sasuke bersama sang promus dan Itachi sedang berada dalam satu ruangan. Serius dengan sebuah pembicaraan.
"Apa? Pembunuhan?" tanya Sasuke sambil menikmati minumannya.
"Yah. Aku tadi melihat mayatnya. Mayat itu ditemukan oleh seorang Hyuuga. Hyuuga Neji namanya." Jawab Itachi membenarkan. Tatapan matanya tajam, sepertinya ia benar-benar serius dengan ucapannya.
"Akh, aku tak mau tahu soal urusan seperti itu. Karena aku tak mau menjadi pengaman kerajaan seperti kau." Tanggap Sasuke sambil melirik jam dinding yang terus berdentang.
"Tapi, aku seperti mengenal sang mayat!" bentak Itachi sambil menggebrak meja kayu di depannya. Sontak membuat Sasuke dan Shikamaru (promus Sasuke) kaget.
"Itachi, tenanglah." Ujar Sasuke berusaha untuk menenangkan kakaknya yang sepertinya sedang terbakar emosi.
"Maaf. Sepertinya aku merasa bahwa mayat itu adalah orang terdekat kita. Mayat itu adalah mayat seorang wanita. Dan aku berpikir, dan aku berpikir bahwa mayat itu adalah... adalah..." Itachi tak bisa mengucapkan kata-kata selanjutnya. Mungkin ia tak ingin bahwa ucapannya yang akan diucapkan selanjutnya itu adalah kebenaran.
"Siapa, kak?" kini Sasuke mulai penasaran. Karena Itachi tak kunjung melanjutkan perkataannya, Sasuke mulai mengguncang-guncangkan tubuh kakaknya sampai kakaknya berkata, "ibu kita."
"A-ah. Dari mana kau berpikiran begitu?" tanya Sasuke yang tak mempercayai perkataan Itachi.
"Ibu sudah menghilang sejak kemarin. Keberadannya bahkan tak terlacak oleh petugas pencari. Dan sesaat sebelum ibu pergi dari rumah, ia terlihat gemetaran dan ketakutan. Entah apa yang ibu pikirkan. Aku tak tahu, dan mungkin takkan pernah tahu." Jawab Itachi sambil melepaskan diri dari cengkraman Sasuke.
"Hmm." Sasuke nampak berpikir. Kemudian ia melirik sang promus yang hanya terdiam sambil menundukkan kepala ke bawah.
"Itu adalah pembunuhan berantai." Ujar Shika tiba-tiba. Membuat seluruh isi ruangan itu kaget.
"Hah? Pembunuhan berantai?" tanya Itachi dan Sasuke bersamaan. Bahkan ekspresi mereka benar-benar sama.
"Mungkin, saya tahu siapa pembunuh itu. Dan mungkin, saya juga akan terlibat dalam kasus itu."
Capitulus Duo Consumo
Obtuneo
Malum! : Setan!
Quidnam? : Apa?
Gens : Klan
Promus : Pelayan
Custos : Penjaga
Sic, meus dominos. : Baik, tuanku.
puniceus crapula : anggur merah
Cuppedia. : Lezat
Gratia. : Terima kasih.
Huah, defessus... : Huah, capek...
Fic apa ini! Fic apa ini! *tereak gaje, pundung di pojokan kamar*
Apa chapter ini makin gaje nan gak nyambung, readers-tachi?
Yah, dari pada saia bergaje ria terus. Lebih baik kita balas review dulu.
Ella-cHan as NaGi-sAn : Weh, jangan panggil saia senpai! Panggil Aka aja. Untuk sang pembunuh, saia punya dua tebakan. Antara Shikamaru yang jadi promusnya Sasuke. Atau Shikamaru yang akan menjadi vincilianya Neji. Sedang sang mayat akan kita ketahui di capitulus 3. RnR lagi ya!
Cendy Hoseki : Capitulus ini udah lebih panjang kan? Terima kasih ripienya. Tetap RnR ya!
Murasaki Sakura : Sip! Ini udah apdet! Wah, makasih udah difave. ^^ Hn, arti judulnya yaitu 'Akar Kejahatan'. Tetap RnR yah!
Yup! Sekian untuk chap ini. Tak tunggu lho reviewnya. Sampai jumpa di chapitulus 3^^
