Disclaimer : Bleach & para karakternya punya Tite Kubo-sensei
Story by : Nogari from NoChiro-497
Just Short Story
Chapter 2
Kedua gadis itu duduk di atas ranjangnya masing-masing sambil berhadapan dan mengobrol. Awalnya selalu Hinamori yang mencari bahan obrolan, sementara Rukia menjawab setiap pertanyaannya dengan singkat. Tapi, setelah hampir 1 jam mereka bersama, Rukia terlihat mulai mengakrabkan diri dengan Hinamori.
"Apa penyakitnu?" tanya Hinamori pada Rukia.
"Tangan kiriku lumpuh karena kecelakaan, tapi hanya untuk sementara. Setelah keluar dari rumah sakit nanti, dokter bilang tanganku sudah bisa di gerakkan lagi."
"Memangnya kecelakaan apa?"
"Jatuh dari tangga." Rukia menghela nafas, "Aku kesal dengan mamaku yang sama sekali tidak perhatian. Sejak orangtuaku bercerai, tidak ada yang mau mengurusku. Mama sibuk kerja, papaku sudah punya keluarga baru. Jadi, aku sengaja jatuh dari tangga di rumahku."
Hinamori kaget mendengar cerita Rukia, namun belum sempat ia berkomentar, Rukia kembali menambahkan, "Aku pikir Mama akan berubah saat tau kecelakaan ini. Tapi …kamu dengar sendiri kan, dia bahkan nggak mau menemaniku saat malam pertamaku di rumah sakit, nggak peduli tangan aku lumpuh atau badanku yang sakit semua. Mungkin kalau aku mati pun, Mama tetap lebih sibuk mengurusi pekerjaannya."
Keadaan hening sebentar sampai akhirnya Rukia balas bertanya. "Kau sendiri sakit apa?"
Hinamori hanya tersenyum kecil, "Hanya penyakit ringan yang akan sembuh kok."
"Penyakit ringan apa ?"
Hinamori terdiam sebentar, lalu kembali tersenyum manis, "Ayo, aku ajak kamu keliling rumah sakit!" ujar gadis itu dengan semangat.
Hinamori bangkit berdiri dari ranjangnya, mengambil sebuah tas kecil di lemari pakaian kemudian menarik tangan Rukia dan mengajak teman barunya itu keluar dari kamar rawat mereka berdua dengan langkah yang sangat pelan dan sembunyi-sembunyi.
"Kenapa harus diam-diam kayak gini, sih?" tanya Rukia dengan nada berbisik.
"Karena setelah lewat dari jam 5, seharusnya pasien gak boleh keluar dari kamarnya…" belum sempat Hinamori menyelesaikan kalimatnya, ia menarik Rukia untuk bersembunyi di salah satu sisi tembok saat seorang perawat dan dokter berjalan di koridor yang mereka lewati. "Kalau ketahuan, kita bakal ditegur terus disuruh masuk lagi ke kamar." Lanjut Hinamori.
"Hinamori, sebenarnya kamu mau ajak aku kemana sih?" Rukia mengerutkan keningnya sambil melihat pergelangan tangannya yang digenggam kuat oleh Hinamori, sementara teman barunya itu sibuk memperhatikan jalan dan tidak menjawab pertanyaannya.
Setelah lewat dari 15 menit berjalan dengan cara mengendap-endap, Hinamori dan Rukia turun dari dalam lift dan sampai pada sebuah tempat yang penuh dengan orang tanpa baju pasien (yang seperti Hinamori kenakan), dokter, dan suster. Kali ini, Hinamori dan Rukia tidak perlu berjalan pelan lagi seperti yang dilakukannya saat menyusuri koridor kamar rawat pasien di lantai atas.
"Kalau sudah sampai sini, aman. Nggak ada suster atau dokter rese yang maksa-maksa kita buat masuk kamar. Soalnya, kantin ini tempat umum di rumah sakit," Hinamori segera memberi penjelasan kemudian melepaskan genggaman tangannya, "O iya, aku mau nunjukin tempat yang paling aku suka di rumah sakit ini, ayo ikut aku!" lanjut gadis itu sambil melanjutkan langkah kakinya diikuti dengan Rukia yang berjalan pelan dibelakangnya.
Kedua gadis remaja itu menghentikan langkah kaki mereka di sebuah taman. Taman kecil yang penuh dengan pohon yang rindang, serta beberapa jenis bunga yang memagari taman tersebut.
Hinamori menatap Rukia yang berdiri di sampingnya, "Taman ini letaknya cukup tersembunyi. Jarang sekali pasien yang datang ke sini, karena jauh dari kamar rawat mereka."
"Kamu sering ke sini?" tanya Rukia.
Hinamori mengangguk. "Setiap hari," jawabnya sambil duduk bersila di atas rumput diikuti dengan Rukia yang duduk disampingnya. "Aku ke sini untuk mencari udara segar dan inspirasi," lanjut Hinamori sambil mengeluarkan alat lukisnyadi dalam tas kecil yang sejak tadi ia bawa.
"Kamu bisa melukis?" tanya Rukia pada Hinamori.
"Ya, sedikit. Lukisanku masih jelek." Hinamori mulai menggoreskan pensil di atas kertas kosong dihadapannya.
Rukia mengambil sebuah buku yang ada di dalam tas kecil milik Hinamori lalu memperhatikan setiap lembar yang berisi gambar di dalamnya. Ia tersenyum kagum lalu berkomentar, "Yang seperti ini kau bilang jelek? ini sangat bagus Hinamori, aku sampai terkagum-kagum melihatnya."
Hinamori berpaling menatapnya, "Ehe... Terima kasih Rukia-san. Tapi, itu belum sebagus hasil lukisan ayahku."
"Aku suka semua lukisanmu. Terutama yang ini," kata Rukia sambil menunjukan sebuah halaman pada Hinamori. Pada lembaran tersebut, Hinamori melukis seorang ayah yang berdiri di samping istrinya sambil menggendong anak perempuan mereka yang masih kecil. Di bawah lukisan tersebut tertempel sebuah foto yang persis seperti gambar.
"Itu keluargaku, dan anak perempuan itu adalah aku waktu berusia 5 tahun," Hinamori berhenti melukis dan menatap foto itu, "Aku merindukan mereka..."
"Apa orang tuamu sibuk seperti mamaku?" tanya Rukia
Hinamori menggeleng, "Mereka sudah meninggal karena kecelakaan 3 tahun yang lalu, dan kini aku tinggal bersama kakak sepupuku," jawabnya.
_To Be Continued_
Chiro : Chapter 2 UPDATE ! Gak nyangka si Gari bisa nyelese'in chapter 2 gak sampe 1 1/2 jam (nulis di buku), padahal besok (2 Juni) dia harus ikut ul'um susulan. Ckckckck...emang canggih+nekat tu anak. ==
Ok, bagaimanakah Chapter 2 ? Apa sudah lebih baik dari chapter sebelumnya ? Kalo belum, di chapter selanjutnya akan di perbaiki deh ! Untuk yang udah baca n nge-review thanks banget ya :D !
Ini balesan reviewnya C: :
DwiMut sii Kawaiii : Makasih ! Ini Chapter 2 nya... XD
yumemiru reirin nggak login : Yup, yang ngomong di prolog itu Rukia. :)
Mika Zaoldyeck-623 : Ok, makasih atas sarannya Mika-san . ^^
ruki4062jo : Ok, akan saya perbaiki.
Sagara Ryuuki : Makasih untuk koreksinya. Salam kenal juga !
aRaRaNcHa : Wah, ternyata salahnya banyak banget ! . Makasih untuk koreksinya, jadi bisa di perbaiki deh ! :D. Chapter 2 nya gimana? Apa masih banyak salah ?
chappythesmartrabbit : Ohohoho, terima kasih untuk doanya ! Ini, sudah saya lanjutkan. :9
Baiklah, itu tadi balasan review dari chap. sebelumnya.
Bagi yang udah baca tolong review chap. ini ya ! ARIGATO ! ^^
_NoChiro-497_
