Alexis: saya mau membalas review senior dulu ya!
Koizumi inaho: wahh.. terima kasih… untul nge-upload fic ini aku berpikir sangat lama karena kukira ini fic yang nggak bagus..
Zane : dasar alexis padahal dia di sekolah girang2 sendiri mau bikin fic di fanfiction.
Fitria – alyssYouNightray: makasih reviewnya dan saranya semoga chapter 2 ini lebih baik.
Gembokkunci47: iya aku juga bikin fic ulquihime, aku nge-fans berat sm ficnya kakak-senior ( bingung mau manggil apa).
Ruki4062jo: aku berusaha memperbaiki tulisanya dan tanda baca, terima kasih saranya..
Zane: hei gantian aku lagi balas reviewnya!
Alexis: iya deh..
kick The Ball: waah.. saranya sangat berguna silahkan lihat perkembangan kami berdua di chapter 2 vampire itu akan aku jawab di bawah setelah chapter 2 selesai.
aRaRaNcHa: salam kenal juga, ulqui bukan vampire kok jawabannya lihat saja di bawah.
Marianne vessalius: di fav kan boleh banget!, filgaia-chan? Boleh kok tapi kalau mau ngomong sama salah satu dari kami tulis namanya ya! Kalau mau dua-duanya pke filgaia aja
Amber Queen UlquiHime: terima kasih masih ada lanjutanya kok.. di tunggu ya!
Title: bloddy love
Original fic by © alexis. zane ©
Pairing: Ulquiorra x Orihime
Rating: T
Disclaimer: bleach Disclaimer: bleach bukan punya alexis dan zane tapi punya tite kubo. Om kalau udah tutup usia warisin ke kami berdua ya bleachnya.(kidding)
Summary:cerita saat Orihime akan di bawa ke hueco mundo oleh Ulquiorra ia tinggal bersama dengan para espada di hueco mundo.. Ia merasakan suatu perasaan pada Ulquiorra saat ingga sebuah kenyataan para espada terungkap.
Warning: gaje banget, asli jelek n pasti ada typo(s)mengandung sadismegak suka tombol back menunggu
Disini bakal ada istilah karanganku, yang udah kami jelaskan di chapter sebelumnya.
HAPPY READING
.
.
.
Flash back:
"u-Ulquiorra-kun….. ,"ucap Orihime dengan nada sedikit -shun rikka Orihime sedikit berpendar, terdengar oleh Orihime teriakan tsubaki."Orihime berbahaya cepat lari." Orihime hanya bertanya. K-kau kenapa Ulquiorra-kun," suaranya mulai bergetar karena takut.
Ulquiorra tak menjawab apapun malahan ia mendekatkan mulutnya pada leher Orihimedan menancapkan taringnya. Dan darah segar pun keluar mengalir melewati tenggorokan sang espada.
"Aaaakhhhhh…. Ja-jangan…. Kumohon…..
U-Ulquiorra-kun….."
Bloddy love chapter 2
"Aakhhh… Ulquiorra-kun kumohon jangan..!," suara teriakan sakit Orihime serasa di abaikan saja oleh Ulquiorra. Ulquiorra yang kini bergeliatan dengan bibir yang penuh darah dan taring yang masih menancap di leher Orihime. Menghisap darah yang mengalir dari leher Orihime.
"Aaakkh…..."teriakan Orihime terdengar makin keras, saat Ulquiorra akan mencabut taringnya dari leher jenjang Orihime. Di jilatnya sedikit sisa darah yang masih mengalir di leher Orihime. Ulquiorra pun menjauhkan wajahnya dari leher Orihime, terlihat oleh Orihime bibir Ulquiorra penuh dengan bekas-bekas darah Orihime yang masih sangat segar. Namun gigi taringnya telah kembali seperti semula.
Orihime terjatuh lemas dan menatap Ulquiorra takut.
"Maaf,"hanya itu yang Ulquiorra ucapkan.
"K-kenapa.. kau melakukan ini Ulquiorra-kun,?" ucap Orihime sambil memegang bekas luka gigitan Ulquiorra.
"Maaf aku melakukan ini karena aku hampir jatuh ke level A suatu saat nanti kamu akan mengetahuinya. Sebaiknya kita pulang jangan sampai ada orang lain yang tahu hal ini."
"B-Baik.. kyaaa," teriak Orihime kaget karena Ulquiorra menggendongnya ala Bridle style.
"Pegangan yang erat!," ucap Ulquiorra masih datar. Mereka pun ber-sonido ke kastil Aizen.
Saat sampai di kastil Aizen rupanya Orihime telah tertidur di pelukan Ulquiorra.
"Mungkin dia lelah karena kejadian tadi, lebih baik dia ku antar ke kamarnya" . Ulquiorra merebahkan tubuh Orihime di sofa panjang di kamarnya, sebelum ia pergi kembali lagi ia menjilat bekas gigitanya yang ada di leher Orihime."Maaf.. Orihime, ini semua karena aku mencintaimu," ucapnya pelan .
Keesokan harinya Orihime di kejutkan dengan adanya salah satu espada di ruanganya dengan rambut berwarna hijau yang mencolok.
"K-Kamu siapa?," Tanya Orihime terkaget-kaget.
"Ah.. perkenalkan namaku Neliel Tu Oderschvank Panggil saja aku Neliel," di sertai senyum ramah.
Karena menurut Orihime itu cukup ramah dan tidak berbahaya ia pun balas menegurnya.
"Salam kenal Neliel-san sebaiknya aku memanggilmu seperti itu karena kau lebih tua dariku namaku Inoue Orihime,"ucap Orihime ramah.
Pandangan mata Neliel tertuju pada luka di leher Orihime.
"Ahaha.. Ulquiorra, baru kubilang kemarin dasar anak itu, mungkin dia udah nggak tahan lagi mungkin." Ucap Neliel santai di selingi tawa kecil.
"Apa maksudmu Neliel-san." tanya Orihime bingung.
"Kemarin kau di gigit oleh Ulquiorra kan ?, Hime-chan." Tanya Neliel.
"I-Iya… Tapi kenapa Ulquiorra-kun melakukan itu padaku Neliel-san dan apa maksudnya level A?," Tanya Orihime dengan suara yang lumayan keras.
"Sst… Hime-chan kecilkan sedikit suaramu, karena dia sudah meminum darahmu, dan dia telah melanggar ketentuan seorang espada, tapi aku juga pernah melanggarnya sih…,"ucap Neliel santai.
"Memangnya ketentuan apa itu Neliel-san," Tanya Orihime dengan mata yang sudah sangat penasaran.
"Dia…dia.. telah jatuh cinta padamu, Hime-chan, jika Ulquiorra tidak meminum darahmu kemarin mungkin pagi ini dia sudah kehilangan kekuatanya dan jatuh ke level A. Dan Hime-chan pun juga akan…..," suara Neliel terhenti ketika mendegar suara ketukan di pintu kamar Orihime.
"Onna.. aku membawakanmu makanan," suara Ulquiorra mengejutkan mereka berdua.
"Ah!.. Neliel kenapa kau ada di sini,"Tanya Ulquiorra heran melihat salah satu espada ada di kamar Orihime.
"Ah.. Ulquiorra rupanya, aku hanya mau melihat keadaan Hime-chan, sepertinya aku mengganggu ya kalau gitu aku pergi dulu ya!." selesai berbicara Neliel pun bersonido pergi dia sedikit tersenyum saat merasakan reiatsu Grimmjow mendekat.
"Apa yang neliel lakukan tadi di sini? ," Tanya ulquiorra.
"Kami hanya mengobrol sedikit kok!," ucap orihime, berharap ulquiorra tidak menyadari kebohonganya.
"Ya sudah kalau begitu, makanlah makananmu, perintahnya dingin.
Tak ada kemauan makan dari Orihime dia menyentuh se-gelas susu yang ada di nampan makananya. Di teguknya sedikit susu, tetapi.
Prang! Sebuah gelas pecah karena terjatuh. Orihime tampak tersiksa sambil memegang lehernya.
"Ma-maaf.. akan ku bersihkan," ucap Orihime sedikit takut, dia masih memegang lehernya dan tampak kesakitan.
"Tidak usah onna.. biar arrancar pelayan saja nanti membersihkanya," ucap Ulquiorra tegas ia takut darah kembali lagi mengalir dari tangan Orihime. "Kenapa denganmu onna..," tanyanya heran.
"M-Maaf itu saat aku meminum susu itu rasanya tenggorokan ku terbakar dan panas"…. Ucap Orihime dengan nafas tersengal-sengal.
Muka Ulquiorra sedikit menunjukan kekagetan, tak di sangka crisis limited blodd bakal terjadi secepat itu.
"U-Ulquiorra-kun tolong aku … aakh… a-aku kenapa?... ," Orihime histeris, matanya memerah air mata pun tak terelakan mengalir, kerena siksaan yang terjadi padanya jantungnya serasa tercabik-cabik.
Ulquiorra kaget, hatinya seperti di sayat-sayat melihat orang yang di cintainya, menderita. Di ambilnya pecahan kaca yang berserakan di dekatnya, menaikan lengan hakama putih Ulquiorra. Di torehkanya luka di kulitnya yang putih dan pucat, darah mengalir dari pergelangan tangannya.
"Minum!..," Ulquiorra menyodorkan tanganya yang penuh darah pada Orihime.
"Tidak,!" Orihime menolak,ia tidak mau meminum darah itu.
"Akkhh….," Lagi-lagi Orihime merintih sakit.
Ulquiorra mengertakan giginya kesal." Kau harus minum darahku, kau sudah crisis limited blodd," jawab Ulquiorra.
"Tidak!..," lagi-lagi Orihime menolak, Orihime terus memegang dadanya dengan wajah tersiksa.
Ulquiorra tak lagi menghiraukan jawaban hisapnya darah yang mengalir di tanganya. Lalu di minumkannya pada Orihime menggunakan mulutnya. Awalnya Orihime menolak, namun Ulquiorra menahanya, merangkul tubuhnya, dan memaksanya menelan darahnya.
Mereka berdua tak menyadari ada seseorang yang memperhatikan mereka, cowok berambut hitam kecoklatan dan tampak mengantuk, dia tersenyum melihat mereka berdua dan berkata.
"Heee…. tak kusangka mereka melakukan itu, tunggu saja kalian berdua, aku akan memberikan hukuman untuk kalian," ucapnya, lalu meninggalkan kamar Orihime.
Setelah Orihime meminum darah Ulquiorra, ia sedikit tenang dan tertidur. Dibaringkannya tubuh lemah Orihime di sovanya, oleh Ulquiorra. Di bersihkanya semua kekacauan yang ada di sana. Setelah itu ia pun kembali ke kamarnya dan tidur.
Orihime yang terbangun dari tidurnya dan berdiri melihat dirinya penuh darah, mulai dari baju tangan muka dan bibir! . Muka Orihime seketika berubah menjadi merah tomat membayangkan apa yang terjadi tadi. Dilihatnya ada tumpukan pakaian putih ia pun segera mengambilnya dan pergi mandi dan membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi dan berpakaian ala arrancar yang serba putih, sampai saat seseorang mengetuk pintu kamar Orihime,tanpa izin ia pun seenaknya masuk.
"Ichimaru-san..!,"Orihime kaget melihat dia datang senyum rubahnya yang khas menyapa Orihime.
"Ah.. Orihime-chan kamarmu akan pindah ke menara timur, karena Aizen-sama akan melakukan eksperimen bersama szayel dan menggunakan reiatsu sebagai bahan utamanya, Aizen-sama takut kau terkena dampak reiatsu Aizen-sama yang sangat besar." Ucap ichimaru beserta senyumnya.
"B-Baik.., tapi aku bersama siapa di sana," Orihime bertanya pada ichimaru.
"Kalau itu kau akan bersama Ulquiorra,Neliel,dan,Grimmjow, ku harap kalian bisa berhubungan baik kalau begitu aku pergi dulu ya Orihime-chan.," ichimaru pun meniggalkan Orihime.
"Waaaah.. pasti menyenagkan satu tempat dengan Neliel-san..," Orihime tampak senang.
Seseorang kembali mengetuk pintu kamar Orihime.
"Hime-chan ini aku," sapanya.
"Ah.. Neliel-san," ia pun membuka pintu dan melihat ada dua orang di sana dengan rambut yang sama tampak mencolok.
"Grimmjow-kun..," Orihime sedikit kaget.
" Cih kenapa aku harus satu markas dengan Ulquiorra dia sangat menyebalkan," gerutu Grimmjow.
"Hime-chan yuk kita jemput Ulquiorra."ajak Neliel
"Iya!" ,Orihime antusias dan berjalan menuju ke kamar Ulquiorra, namun ia hanya mengikuti jalan Neliel dan Grimmjow, ia takut akan tersesat di koridor kastil Aizen yang seperti labirin. Sampailah mereka di depan sebuah kamar, tampak ada tulisan 4 di sana.
"Nah Hime-chan masuklah dan bangunkan Ulquiorra, tampaknya dia tadi kelelahan dan tidur." Ucap Neliel sambil membuka pintu kamar itu.
"B-Baik.."
Masuklah Orihime di kamar itu, kamar yang luas dan dominan warna hitam sebagai penghias kamar itu. Tampak seseorang sedang tidur di atas sebuah sova panjang. Dilihatnya Ulquiorra berbaring di sana, muka Orihime memerah, saat melihat rupanya Ulquiorra tidur bertelanjang dada dan di lenganya masih ada luka yang belum kering. Di goyangkanya sedikit tubuh Ulquiorra agar terbangun. Dan benar saja Ulquiorra terbangun dan seakan tahu apa yang akan Orihime katakan, ia langsung mengambil hakama putihnya dan mengenakanya serta menarik tangan Orihime mengajaknya keluar dari kamarnya.
"Ah!.. kau sudah bangun Ulquiorra," Neliel menyapa Ulquiorra ramah namun tak ada jawaban dari Ulquiorra.
"Cih cepatlah! Aku tak menyangka kau cowok yang lelet," ucap Grimmjow mengejek.
"Apa maksudmu cowok norak," balas Ulquiorra mengejek namun masih dengan tanpa ekspresi.
"Apa!," tantang Grimmjow kesal.
"Aku bilang apa maksudmu cowok norak," balas Ulquiorra.
"Sudahlah kalian ini seperti anak kecil saja selalu bertengkar," Neliel berusaha melerai mereka.
Grimmjow yang bersiap bersonido ke menara timur berkata sesuatu ke Ulquiorra,
"Hei Ulquiorra sebaiknya kau menggendong pet-sama bersama kamu, soalnya pasti dia nggak bisa mengejar sonido kita."
"Apa..?, kyaaa..," tepat seperti dugaan Orihime, ia bakal di gendong ala bridle style oleh Ulquiorra.
West Tower
"Wah akhirnya sampai juga, oh iya Hime-chan kamu satu kamar denganku ya, karena kamar di sini hanya ada 2 kebanyakan ruang latihan sih.. kamu keberatan?," ucap Neliel.
"Tidak kok.. malahan aku senang, soalnya aku selalu sendirian sih..," ucap Orihime senang.
"Apa? Aku harus 1 kamar bersama cowok lelet itu?," gerutu Grimmjow kesal.
"Apa maksudmu cowok norak, aku juga nggak mau sekamar denganmu!," balas Ulquiorra tenang.
"Mulai lagi deh.. hah.. ," Neliel menghela napas.
"Ahaha…," Orihime tertawa kecil melihat tingkah kekanakan mereka berdua.
"Hime-chan ayo kita ke kamar," ajak Neliel.
"Hai'.. Neliel-san," balas Orihime.
Mereka berberes di ruangan itu karena penuh dengan debu, saat mereka bersih-bersih, Orihime tak sengaja melihat luka gigitan di leher Neliel. Saat mereka berbaring untuk istirahat Orihime memberanikan diri untuk menanyakanya.
"Neliel-san itu bekas luka apa?," Orihime menunjuk leher Neliel.
"Ah.. ini Hime-chan tahu?, Grimmjow hampir jatuh ke level A karena menyukaiku, dia orang yang nggak bisa jujur apalagi saat dia butuh darahku, dia terus diam saja kalau aku tidak menanyakanya di pasti nggak mau ngomong, saat aku crisis limited blodd pun dia malu-malu memeberikan darahnya padaku, sifatnya sangat bertolak belakang dengan sekarang ini,oh iya ngomong-ngomong… Hime-chan sudah crisis limited blodd kan?," ucap Neliel.
"A-Ano itu… kurasa sudah," ucap Orihime sedikit malu.
"Woi kalian lagi ngapain!," Tanya Grimmjow, yang seenaknya masuk, di sampingnya, Ulquiorra mengikuti.
"Grimmjow, apaan sih kamu main masuk aja!," Bruuk! Lemparan bantal tepat mengenai muka Grimmjow, "ahahaha muka ganteng Grimmjow hancur," Neliel tertawa melihat muka Grimmjow memerah terkena lemparan bantal.
"Apa?," Grimmjow kembali membalas lemparan Neliel, tetapi Neliel berhasil mengelak dan bantalnya terlempar ke muka Orihime.
"Ahahaha.. pet-sama kenapa mukamu?", Grimmjow tertawa ria.
"Ungg….eit… ," Orihime balas melempar namun terlempar ke muka Ulquiorra.
"Beraninya kalian!," terjadilah perang bantal besar-besaran saat itu di kamar Neliel dan Orihime. Semua tertidur tak terkecuali Ulquiorra. Namun Orihime terbangun mendengar igauan Grimmjow.
"Ukkh.. awas kau Ulquiorra, aku akan nyam nyam….." igauan Grimmjow membuat Orihime tertawa geli
Sesekali di tatapnya wajah Ulquiorra saat tidur,sungguh membuat Orihime terkesima, Ulquiorra yang selalu memasang wajah cool dan dingin, saat tidur bisa tanpa perlawanan seperti ini. Di pandangnya bulan hueco mundo yang selalu tampak terang.
" Akankah hari-hari menyenangkan seperti ini terus berlanjut bagaimana jika kurosaki datang dan membawaku kembali," gumamnya pelan dan tertidur.
Saat bangun ia tinggal sendiri di kamar tak ada orang sampai seseorang mengetuk pintu.
"Onna.. aku masuk," tampak Ulquiorra masuk dan berjalan kearah Orihime , biasanya ia membawa banyak makanan tapi kali ini ia tidak tampak membawa banyak makanan.
"Maaf tapi ini makananmu," ucap Ulquiorra dingin.
Orihime agak kaget melihatnya. Itu segelas darah. Dan dilihatnya ada bekas luka di tangan Ulquiorra yang belum mengering.
"Ulquiorra-kun aku tidak keberatan harus meminum darah sebagai makananku. Tapi kumohon jangan melukai dirimu sendiri," ucap Orihime cemas. Lalu menarik Ulquiorra duduk di kasur.
"Souten kesshun, ucapnya dan keluar dua peri yang membuat selubung berwarna orange, di tangan Ulquiorra yang terluka, dan perlahan menutup.
"Terima kasih Orihime ucapnya pelan," Dan meniggalkan Orihime.
Muka Orihime sontak merah, baru pertama kalinya Ulquiorra memanggil dirinya dengan nama kecilnya. Lalu Orihime mengambil segelas darah tadi dan meneguknya habis, kecepatan debaran jantung orihime meningkat dan kembali normal.
Di lain tempat ulquiorra, neliel, dan grimmjow sedang ada di tempat berbeda di menara itu, sampai mereka kaget merasakan 2 reiatsu besar mendekat.
"Orihime!" Bentak mereka bertiga dan langsung menuju kamar orihime
Seseorang mengetuk pintu kamar orihime, orihime mengira itu ulquiorra atau neliel, rupanya tidak , raut muka orihime berubah seketika melihat orang yang ada di depanya.
"Tidak mungkin! Kak sora!"
Iya ini aku orihime.."
To Be Continued
Alexis: chapter 2 selesai juga
zane: ada pertanyaan nih
apakah itu memang benar, kakak orihime, inoue sora?
siapa orang yang memperhatikan ulquihime di kamar orihime?
reiatsu siapa yg di rasakan ulquiorra dkk?
alexis: soal vampire itu bukan kok! itu cuma penyakit penjelasan ada kan di chapter 1? itu cuma penyakit yang menyerang espada yang telah jatuh cinta
© alexis. zane ©
Arigatou gozaimasu….. (nunduk-nunduk)
Maaf jika ada salah kata dan omongan…
