Cerita Sebelumnya :
Tiba-tiba...
Cklek ! Pintu kamar dibuka Inuyasha..
"A-apa? I-Ia melihat perut buncitku.. Ohhh tidak.."seru Kagome dalam hati.
Muka Kagome memerah karena malu sedangkan inuyasha melongo menatap ke arah Kagome.
"..."
Inuyasha melongo menatap Kagome yang berdiri di depan cermin masih dengan tangan memegang perut buncit miliknya.
"Kau sedang apa?" tanya Inuyasha pura-pura tidak tau.
"Ehm.. Uh.. Ah.. A-aku mau mengerjakan PR ! Hehehe.." seru Kagome langsung melompat ke meja belajar.
"Bukankah sekolah libur sekarang?"
"Ahh tidak.. Masih sekolah kok ! Aku mau buat PR sekarang"
"Hmm? Benarkah itu, gendut? Kau mencoba membodohiku, hah?"
"Apa kau bilang? Gendut,hah? Dasar anjing bodoh ! Inuyasha OSUWARI ! OSUWARI ! OSUWARIIIIIII !" akhirnya mantra sakti Kagome keluar.
"A-ampun Kagome.. Aku tidak akan mengataimu gendut lagi"
"Huh.. Pergi sana ! Pulang ! Huss huss.." gerutu Kagome.
Kagome langsung menarik baju Inuyasha dan menyuruhnya pulang ke era feodal.
"Hmmm.. Baiklah.. Aku pulang sekarang.."
Inuyasha pun pulang ke era feodal, ia paham betul dengan sifat Kagome yang mudah emosi.
"Jangan jemput aku lagi ! Cari sendiri sana pecahan shikon no tama nya ! Huh !"
"Grrrrr... Baiklah ! Aku tidak akan menjemputmu lagi !" timpal Inuyasha ketus.
Dengan sekejap Inuyasha melompat dari jendela dan berlari ke dalam sumur tua. Kagome yang masih kesal dengan Inuyasha memilih untuk menutup paksa jendela dan kembali berbaring di tempat tidur.
"Huh.. Apa aku segendut itu? Sampai-sampai Inuyasha terus-terusan memanggilku dengan sebutan 'GENDUT' ?"
"Hhhh.. Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa aku harus diet? Tapi.. Diet itu.. Arrghhh tidak ! Tidak ! Tidak ! Aku tidak suka diet.."
Kagome masih menggerutui dirinya sendiri, ia menangkup kedua pipi bulatnya dan mencubit-cubitnya.
"Ahhhh.. Aku memang sudah gendut sekarang ! Beratku saja sudah di atas 70"
Tok tok tok
"Kakak ! Kau ada di dalam? Ibu menyuruhku memanggilmu.. Ayo cepat turun !"
"Ya ! Bilang pada ibu aku segera turun !"
"Hhhh.. Sepertinya aku harus diet sekarang ! Setidaknya aku bisa mengurangi tumpukan lemak di badanku" seru Kagome dalam hati.
"Kagome.. ? Kagome.. ?"
"Iya bu.. Iya ! Aku turun sekarang ! Huh.. Menyebalkan"
Tap tap tap
"Ada apa,bu?"
"Inuyasha mana? sudah pulang?"
Kagome mengangguk.
"Kalian berantem lagi.. ?"
"Uhmm ti-tidak.. Kami baik-baik saja kok bu" balas Kagome dengan senyum terpaksa.
"Ohh syukurlah.. Besok ibu mau memberinya kado natal, dia menjemputmu kan besok?"
"Eh? Itu sih.. A-aku sudah bilang 3hari lagi bu !"
"Ng? Selama itu? Yang benar saja.. Padahal ibu sangat ingin memberinya hadiah natal. Kalau begitu besok Kagome pergi temui Inuyasha ya?"
"A-apa? Menemui Inuyasha, bu?"
"Ya.. Mau gimana lagi? Inuyasha kan sudah bantu kakek menebang pohon natal tadi"
"Uhmm begitu ya? Uhmm.. Baiklah.. Kita lihat saja besok,bu" jawab Kagome tertunduk lesu.
"Aku ke atas sekarang.. Aku mengantuk hooaamm"
Kagome menaiki satu persatu anak tangga dengan malasnya. Padahal ia sudah bilang pada Inuyasha bahwa ia tidak mau lagi ke jaman era feodal tapi ibunya malah menyuruhnya menemui inuyasha.
"Gawat.. Gimana nih ? Masa aku harus menemui Inuyasha dan memberikan hadiah natal padanya dan bilang kalo hadiah itu dari ibu.. Apa aku serendah itu? Ck ! Aku harus cari cara".
Keesokan harinya...
" Kagome ? Sayang.. Kau sudah bangun? Ibu masuk ya.."
"I-ibu.. Entah kenapa tiba-tiba.. Ba-badanku panas.. Brrrr"
"Kamu demam ya? Coba ibu lihat "
Ibu Kagome memegang kening Kagome untuk melihat suhu tubuhnya.
"Uhmm.. Kok tidak panas? Kau pasti membohongi ibu ! Hayo .. !"
"Ti-tidak bu.. nyatanya memang sudah sakit, nih liat aku pake selimut"
"Ayo bangun.. Sudah ! Jangan membohongi ibu" seru ibu Kagome menarik selimut yang menutupi tubuh Kagome.
"Huh ibu.. Menyebalkan sekali ! Aku tidak mau memberinya hadiah !"
"Kau bilang semalam ingin ke era feodal kan? Sudah.. Cepat mandi dan ganti pakaianmu ! Lalu pergi dan berikan hadiah natal untuk inuyasha dan temanmu yang lainnya.
" hmmm.. Iya iya ! Huuhhh.."
Akhirnya Kagome pun menuruti ibunya, dan segera bergegas mandi.
"Ahhh ini memalukan sekali.. Aku harus menemui Inuyasha dan memberinya hadiah natal. Yahh sepertinya mau tidak mau aku harus kesana"
10 menit kemudian..
"Hmm.. aku harus memakai sweater dan mantel tebal.. kali ini cuaca dingin sekali"
Kagome mengobrak-abrik lemarinya dan mencari sweater dan mantel kesayangannya.
"Yup ! Ketemu.."
"Ukhh.. Sepertinya sweater ini agak mengecil.. Ukhh gak ! Gak bisa di pake.."
Kagome melepaskan sweater tersebut dan menggantinya dengan yang lebih besar.
"Ck ! Sepertinya memang badanku sudah melar sekali.. Hhhh.. Aku pasti di katain 'gendut' lagi sama inuyasha.. Hhhh ternyata di bully itu menyakitkan"
Setelah selesai berpakaian dan pergi ke bawah untuk sarapan Kagome menyiapkan kado-kado natal yang akan ia bawa ke era feodal.
"Inuyasha.. Sango.. Miroku.. Kirara.. Dan Shippo ! Yup ! Selesai"
"Ibu.. Aku pergi dulu.. Aku segera kembali !" seru Kagome keluar dari rumah.
sumur_tua
"Semangat Kagome ! Kau pasti bisa ! Yosh ! Jangan hiraukan Inuyasha.. Berikan semua kadonya dan langsung pulang ! Hmmm.. Kok sepertinya mirip sinterklas ya? Bagi-bagiin kado .. Ahh sudahlah.. Aku masuk sekarang ! Hup !"
Tak berapa lama Kagome sampai di era feodal ia segera menuju ke gubuk nenek Kaede.
Tok tok
"Sebentar.." seru suara wanita dari dalam gubuk.
"Lho? Siapa ya?" tanya wanita itu yang tak lain Sango.
"Eh ?" Kagome mengernyitkan alisnya.
"Kok sepertinya kenal.. Tapi dimana ya? Cari siapa bu?"
"Sangooo... Kau tidak mengenaliku,hah?" gerutu Kagome.
"Ya ampun .. Kagome ! Ternyata kau.. Kok tidak mirip ya? Haha.. Masuk ! Masuk !"
"Hhh.. Bodoh sekali.." batin Kagome.
"Mana yang lain?" tanya Kagome.
"Eh? Oh.. Inuyasha dan Miroku mancing tuh di sungai belakang, Kirara sama Shippo main.. Nenek Kaede lagi berkelana entah kemana"
"Ohh begitu.."
"Oh ya Kagome ngomong-ngomong kok kamu sekarang agaakk.. Gen.. Dut.. Ya? Hehehe"
"Apa? Dia menyadari kegendutanku? Oh Tuhan.. Kenapa engkau beri cobaan begini kepadaku?" teriak batin Kagome.
"Uhmm itu.. uuhm.. Oh ya ini kado natal untukmu dan yang lainnya tolong di berikan satu-satu ya, Sango.. Aku mau segera pulang !"
"Lho? Kok secepat itu? Apa kata-kataku tadi menyakitimu.. Gomen ne !"
"Ahh ti-tidak kok.. Sudah ya Sango.. Aku mau pulang dulu"
Tiba-tiba tak berapa lama Miroku pulang tapi tidak bersama Inuyasha. Ia langsung masuk ke gubuk dan melihat heran.
"hm? Siapa ini.. ? Ada perlu apa bu? Temannya Sango ya?" tanya Miroku.
"E-eh? Mi-miroku pun tidak menyadari bahwa aku Kagome.. Oh Tuhan.. Cobaan apalagi ini" batin Kagome.
"Hey ! Psst psst.. Miroku ! Itu Kagome-chan.." Bisik Sango menyadarkan Miroku.
"Lho? Lho? Kok.."
"Sudah-sudah.. Jangan dikomentari, Kagome kesini cuma mau mengantarkan hadiah natal untuk kita"
"Waah.. Maafkan aku Kagome-sama.. Aku bahkan tidak menyadari bahwa itu dirimu.. Hahaha"
"Y-ya.. Baiklah.." jawab Kagome datar.
"Oh ya Kagome-chan.. Soal hadiahnya.. Arigatou ne !"
"Hmm ya.. Aku mau pulang sekarang.. Mungkin aku akan kembali 3 hari lagi"
"Baiklah.. Jaga dirimu Kagome-chan.."
"Tunggu Kagome-sama.." Seru Miroku.
"Ya? Miroku-sama?"
"Kok kamu berubah? Uhm.. Anu.. Ka-kau.. Te-terlihat seperti ibu dengan dua orang an mmppphh mpphh" Belum selesai Miroku melanjutkan kalimat Sango menutup mulutnya.
"Hehehe.. Ok Kagome-chan.. Sayonaraaa.."
"Sayonara.."
Kagome segera keluar dari gubuk nenek Kaede dan pulang ke rumahnya dengan kesal hati. Di perjalanan pulang ia banyak menggerutu.
"Aku datang cuma memberi hadiah ehh.. malah dapet bully.. Sakit sekali ! Apa yang bisa kulakukan? Cuma berdiam diri dengan ejekan seperti itu..? Hiks hiks.. "
Sesampainya di rumah Kagome langsung masuk ke rumah dan berlari menaiki tangga kamarnya menuju tempat tidur.
"Huhuhuu.. I-ini tidak adil.. Semua orang mengejekku.. Hiks hiks bahkan mereka tidak mengenaliku.. Apa salahku? Apa karena badanku gemuk?" Kagome menangis sejadi-jadinya sampai ia tertidur karena lelah.
Krieett
Pintu jendela terbuka perlahan dan masuklah Inuyasha, ia berjongkok di depan Kagome yang sedang tertidur pulas.
"Hmm.. Kagome-Kagome.. Ckckck"
Inuyasha melihat muka Kagome dari dekat dan membelai pelan rambut hitam pekat milik Kagome.
"Huummphh.." Kagome terbangun, Inuyasha langsung berlari keluar jendela.
"Lho? Aku tertidur..?" Kagome melihat ke sekeliling ruangan berharap Inuyasha datang kepadanya. Nyatanya hanya hembusan angin yang menerpa gorden merah muda miliknya. Ia duduk di tepi tempat tidur dan melamun sesaat.
"Aku harus berubah ! Aku harus bisa merubah tubuhku kembali seperti semula" seru Kagome bersemangat.
"Gendut.. Berarti banyak lemak ! Aku harus berlari keliling hari ini.. Hmm? Sekarang baru jam 1 siang.. Baiklah ! Let's go !"
"1 ! 2 ! 3 ! Yosh.. Harus semangat ! 1 ! 2 ! 3 ! Semangat Kagome .. Kau pasti bisa" seru Kagome menyemangati dirinya.
10menit berlari berkeliling rumah penduduk tapi sepertinya keringat yang keluar tidak begitu banyak, karena faktor cuaca dingin saat ini.
"1 ! 2 ! 3 ! Ganbatte ! Ganbatte ! Ganbatte ! Hhhh.. Capek juga.. Berhenti sebentar.. Aku capek !"
"Kagome bodoh sekali.. Kenapa harus menyiksa diri seperti ini? Padahal aku tidak menyuruhnya untuk menguruskan badan.. Hmmm"
Kagome tidak tau kalau diam-diam Inuyasha membuntutinya dan melihat apa yang dia lakukan.
"Lanjut lagi.. 1 ! 2 ! 3 ! 1 ! 2 ! 3 ! .. Ya ampun.. Keringatnya dikit sekali.. Gimana aku bisa dapet tubuh kurus yang instan ? Hadeuhh.. Aku lelah dengan semua ini.."
"Tapi tidak ! Aku harus semangat.. Setelah berlari saatnya berenang ! Yup ! Aku harus berenang di kolam taman.. Aku harus tahan ! Semangat Kagome... "
Sesampainya di kolam taman.
"Brrr dingin sekali airnya.. Apa sebaiknya aku tidak usah berenang ya? Ahh tapi tidak ! Tidak ! Aku harus berolahraga.. Berenang itu sehat !"
Kagome memaksakan dirinya untuk berenang di kolam yang airnya sangat dingin, baru beberapa menit ia berenang. Bibirnya mulai berubah warna menjadi biru dan seketika ia menggigil menahan hawa dingin dari air kolam. Karena sudah tidak dapat menahan dingin nya air kolam Kagome tiba-tiba pingsan.
Langsung saja Inuyasha melompat ke arahnya dan mengeluarkannya dari dalam air.
"Kagome ! Kagome ! Bertahanlah.." Inuyasha mendekap erat tubuh Kagome yang hampir beku.
Untung saja saat itu ada Inuyasha kalau tidak Kagome bakal kehilangan nyawa karena tidak ada orang yang menolongnya.
"Kagome.. Kumohon maafkan aku.. Karena aku kau jadi begini.. Maafkan aku kagome.. Tolong maafkan aku.. " seru Inuyasha sembari mendekap Kagome ke dalam hangat pelukannya.
Tanpa pikir panjang Inuyasha segera menggendong Kagome dan membawanya pulang ke rumah.
"Lho Kagome ! Kau kenapa? " seru ibu Kagome terkejut.
"Kagome pingsan di tengah kolam.. Sebaiknya siapkan handuk dan air hangat. Aku akan membawanya ke atas"
"Ya baiklah ! Akan ku siapkan !"
Ibu Kagome segera mengganti pakaian Kagome yang basah kuyup akibat air kolam. Dan memakaikannya pakaian tebal agar hangat.
"Inuyasha.. Terimakasih sudah menyelamatkan Kagome.."
"Ya.. Itu sudah kewajibanku.."
"Baiklah.. Tolong jaga Kagome. Aku akan ke bawah sebentar"
Inuyasha mengangguk.
"Hmm.. Kagome ada-ada saja" seru ibunya geleng kepala.
"Kagome.. Ayo sadarlah.. Ada aku disini.. Kagome.. Kau mendengarku?"
Tidak ada tanda-tanda Kagome siuman, Inuyasha membelai pelan rambut Kagome.
"Hmm.. Inuyasha membelai rambutku.. Aku bahagia" seru batin Kagome.
Kagome sebenarnya sudah hampir siuman tapi ia ingin melihat Inuyasha khawatir tentang dirinya.
"Kagome.. Kau ini bodoh sekali ! Kenapa memperdulikan penampilan demi aku?"
"Padahal aku tidak ingin kau kenapa-napa.. Bodohnya diriku yang sudah menyebutmu 'gendut' maafkan aku Kagome.. Maafkan aku.. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi"
"A-aku.. Aku.. Aku mencintaimu Kagome, aku mencintaimu apa adanya ! Tak perduli bentukmu bagaimana.. Aku tetap mencintaimu"
Tiba-tiba mata Kagome terbuka dan ia menoleh ke arah Inuyasha. Inuyasha terkejut.
"Benarkah itu Inuyasha ? Benarkah yang kau katakan tadi?" tanya kagome.
"Eh ? Apa? A-aku tidak mengatakan apa-apa tentangmu.. " seketika muka Inuyasha blushing.
"Hmm.. Kenapa mukamu memerah?"
"Ahh tidak.. Hanya perasaanmu saja"
Kagome perlahan bangun dan duduk di tepi tempat tidur menghadap inuyasha yang duduk di depannya.
"Hmm.. ? Kau mencintaiku Inuyasha?" tanya Kagome menggoda Inuyasha.
"Kauu ge'er sekali nona Kagome ! Siapa bilang aku.. Mmpphhh"
Belum sempat Inuyasha bicara Kagome tiba-tiba melumat bibir Inuyasha. Seketika muka inuyasha kembali blushing, tapi akhirnya ia pun membalas ciuman Kagome. Setelah beberapa detik mereka melepaskannya.
"Inuyasha.. Kau tau ? Aku juga mencintaimu.. Sangat mencintaimu.. "
"Hm ! Aku tidak mencintaimu !"
"Hah? Kenapa?"
"Aku tidak mencintaimu kalau kau mengulangi kejadian hari ini lagi ! Berjanjilah akan selalu menjadi apa adanya.. Jangan mengubah dirimu, tetaplah jadi kagome yang apa adanya. Yang tidak merubah penampilan hanya demi aku.. Berjanjilah !"
"Ya ! Aku berjanji, Inuyasha" balas kagome langsung memeluk Inuyasha.
"Oh ya .. Masalah kado natalnya, bagus sekali ! Aku suka syal ini.. " seru Inuyasha sembari menunjukkan syal yang melingkar di lehernya.
"Ya.. Dan kau begitu tampan dengan syal itu"
Horeeee..
Finish ! Gimana endingnya? Kurang so sweet kah ? 😛
Hohoho..
Kyaaa.. Falling in love ama Inuyasha.. 😍 Sumpah.. Jadi pengen ada pacar kayak gitu ! Yang bisa nerima apa adanya.. 😘
Tuhan.. Tolong carikan jodohku ! *baper* 😜
