Seorang lelaki berambut brunet kini sedang berkerja. Jari-jari tangannya tengah menari di atas keyboard laptopnya. Sesaat, dirinya melirik kalender yang ada di atas meja kerjanya, lalu beralih pada bingkai foto di samping laptopnya. Jari tangannyanya berhenti mengetik dan tangannya beralih untuk mengambil bingaki foto itu.
Mata blue lazulinya menatap foto di dalam bingkai itu dengan tatapan datar. Kenapa dia masih menyimpan foto itu?
Di foto itu, terlihat sosok perempuan berambut blonde dan seorang lelaki berambut brunet—dirinya, sedang berfoto sambil bergandengan tangan. Mata brown hazel milik wanita itu jelas menunjukkan kecerian, sedangkan dirinya dalam foto itu hanya tersenyum kecil saja. Kalau kita perhatikan baik-baik, maka kita akan mendapati bahwa di foto itu, sang lelaki beriris lazuli menatap wanita itu tatapan sayang.
Lelaki itu lalu berdecak kesal dan meletakkan foto itu kembali ke tempatnya dengan kasar.
Perkataan 'seseorang' kembali terngiang di kepalanya. Kata-kata yang terus dipegangnya dengan teguh selama ini...
"Kau tidak boleh terjebak dalam cinta, Seto. Walau saat orang itu berkata dia mencintaimu, pasti suatu saat cintanya akan memudar dan menghilang tanpa jejak—seperti yang dilakukan ibumu pada kita!"
Sang pemilik surai brunet berdecak kesal dan kembali mengetik di atas keyboard laptopnya dengan kasar.
'Hampir saja kau membuatku terjatuh pada lubang yang paling dalam! Ya, benar kata chichiue, cinta itu menjebak...'
.
.
Forgotten Love
.
By : Gia-XY
.
Previously :
"Jadi... Begitu ya... Kita pacaran, Ryuuji?" tanya Jou.
Ryuuji menagguk pelan.
"Ya, kita pacaran sudah sejak kau lulus dari universitas," ucap Ryuuji.
Yurika lalu mengisyaratkan Mokuba dan Noa untuk pergi keluar meninggalkan kedua orang itu. Mereka bertiga lalu keluar meninggalkan kadua orang yang sedang berbincang-bincang itu.
Dalam hatinya, Yurika lega karena kini dia sudah menemukan lelaki yang tepat untuk mendampingi sepupunya.
Tetapi... Apa benar seperti itu...?
.
Summary :
Setelah 9 tahun, akhirnya Seto kembali ke Jepang. Apa reaksinya ketika mengetahui Jou sama seakli tidak mengingatnya? /"Aku... Tidak pernah pacaran di Amerika... Satu kalipun tidak pernah... Tidak ada gadis yang membuatku tertarik..."/"Kau ingat surat yang kau kirim pada Katsuya?"/
.
Disclaimer :
Yu-Gi-Oh! © Takahashi Kazuki
Story, Gia's OC : Kisaragi Yurika, Jounouchi Ryuuta, Kaiba Seichi, Sennen Yoichi, Sennen Yoichi, Honda Kyouya © Gia-XY
.
Warning :
OC, OOC, AU, gender bender, misstypo(s), sedikit bahasa Jepang, krisis kosakata, DLDR, dll.
.
~For Anisa Phantomhive
.
Chapter 2
Forgotten Ex-Boyfriend
.
.
Jou kini tengah berjalan di trotoar jalan sambil menggandeng lelaki kecil berambut blonde. Sampai di zebra cross, mereka berdua lalu menghentikan langkahnya sejenak, menunggu sampai rambu-rambu lalu lintas menunjukkan tanda saat para pejalan kaki boleh berjalan. Jou lalu menatap lelaki kecil itu sambil tersenyum kecil. Sang bocah lalu membalas tatapan sepasang mata brown hazel itu dengan mata blue lazulinya.
"Hahaue, kapan hahaue akan menikah dengan Ryuuji ji-san?" tanya sang lelaki kecil pada Jou.
Jou langsung terdia mendengar perkataan lelaki kecil itu. Padahal baru berumur 8 tahun, tapi kenapa anak ini bisa membahas hal seperti itu?
"Yah, selama 8 tahun ini hahaue belum bisa menikah karena entah kenapa Mokuba terlihat seperti agak keberatan dengan keputusan kami. Tapi tenang saja, Ryuuta, namamu akan berganti dari Jounouchi Ryuuta menjadi Otogi Ryuuta 2 minggu lagi karena Mokuba sudah tidak menghalangi kami lagi untuk menikah," ucap Jou sambil tercengir lebar dan mengelus-ngelus rambut lelaki kecil itu—anaknya, Jounouchi Ryuuta.
Ya, memang selama 8 tahun ini—tepatnya setelah Ryuuta lahir, Mokuba terus-terusan menentang rencana pernikahan Jou dan Ryuuji. Padahal Mokuba bukan keluarganya, tapi entah kenapa Jou sama sekali tidak bisa menentang perkataan Mokuba. Entah kenapa Jou rasanya terlalu menyayangi Mokuba sebagai adiknya sendiri, sampai-sampai dia tidak mau melihat gadis itu sedih karena dirinya menikah dengan Ryuuji tanpa persetujuan Mokuba.
Dan soal Ryuuta, 8 tahun lalu dia lahir, tentunya dengan nama Jounouchi Ryuuta karena Jou belum menikah sama sekali dengan lelaki manapun, dan itu berarti Ryuuta tidak memiliki ayah yang sah secara hukum. Hanya saja, selama ini bocah kecil itu menganggap Ryuuji sebagai ayahnya karena Ryuujilah yang paling perhatian dengannya dan setahu Ryuuta, ayah kandungnya memang Ryuuji.
Baru saja lampu rambu-rambu lalu lintas berganti menjadi hijau, Ryuuta langsung melesat menuju ke zebra cross tanpa melihat dulu ke arah jalan raya.
Alhasil, Jou langsung panik karena Ryuuta melepas gandengannya dan Jou tidak bisa menyusul Ryuuta karena dihalangi oleh segerombolan orang yang berada di depannya. Tentu saja Ryuuta yang berbadan kecil akan lebih mudah untuk melewati orang-orang itu daripada Jou kan?
Baru setengah jalan Ryuuta menyebrangi zebra cross, tiba-tiba saja terlihat sebuah limousine yang kini melesat ke arah Ryuuta.
Jou yang melihatnya langsung meneriakkan nama Ryuuta dari tempatnya sambil terus berusaha melewati orang-orang itu.
"RYUUTAAAAA!"
Beruntungnya, sebelum sempat menabrak Ryuuta, limousine itu sudah berhenti duluan. Sang penumpang lalu keluar dari pintu belakang bersamaan dengan Jou yang berhasil melewati orang-orang tadi. Jou langsung melesat ke arah Ryuuta, lalu berjongkok menatap bocah kecil itu dengan tatapan sangat khawatir.
"Ryuu! Kau tidak apa-apa kan?! Apa ada yang terluka?!" tanya Jou dengan nada panik.
Ryuuta hanya menatap Jou dengan tatapan datar—seakan tidak terjadi apapun, lalu berkata, "Aku baik-baik saja, Hahaue. Hahaue lihat sendiri kan kalau mobil itu belum sempat menabrakku?"
Menyadari sang penumpang limousine yang berjalan mendekati mereka berdua, Jou langsung membungkuk meminta maaf ke arah orang itu.
"Hontou ni gomenasai! Aku benar-benar minta maaf atas kelakuan anakku yang menyeberang tanpa melihat-lihat dulu tadi!" seru Jounouchi.
Ryuuta tidak berkata apapun. Masih dengan wajah datar, bocah kecil itu lalu menatap sepasang iris blue lazuli milik lelaki yang menaiki limousine tadi.
Lelaki berambut brunet itu lalu tertergun melihat sosok Ryuuta yang ada di depannya. Dia lalu menatap Jou, lalu memanggil wanita itu.
"Katsuya...?"
Jou yang merasa namanya dipanggil, lalu menoleh menatap wajah lelaki itu. Jou langsung terbelalak melihat sosok lelaki itu.
"JAMUR?!" seru Jou dengan tidak sopannya sambil menunjuk-nunjuk sosok lelaki yang ada di depannya.
Ryuuta lalu menarik ujung jari ibunya itu.
"Hahaue kenal dia?" tanya Ryuuta sambil menunjuk lelaki tadi.
Baru saja Jou akan menjawab, tetapi lelaki tadi sudah memotong duluan.
"Lebih baik kalian naik ke limo. Aku akan mengantar kalian sebagai permintaan maaf karena hampir menaberak bocah ini tadi," ucap lelaki tadi sambil menarik pergelangan tangan Jou untuk naik ke dalam limo bersamanya—tentunya Ryuuta juga.
"Isono, jalan," ucap lelaki itu dengan nada datar pada supirnya—Isono.
Tanpa banyak bicara, Isono langsung kembali menjalankan mobil itu.
"Kalian mau ke mana?" tanya lelaki tadi.
"Rumah Yo dan Yukari," ucap Ryuuta.
Lelaki itu lalu mengernyitkan alisnya bingung. Jou langsung buru-buru memperjelas perkataan Ryuuta tadi.
"Maksudnya, ke rumah Yami dan Yurika! Er, kalau tidak tahu alamatnya, turunkan saja kami di ujung jalan sana," ucap Jou.
"Tujuan kita sama, jadi aku tidak perlu menurunkan kalian," ucap lelaki itu.
Ryuuta lalu menarik ujung lengan baju Jou.
"Hahaue, dia siapa? Sepertinya hahue kenal," ucap Ryuuta.
Jou lalu menghela napas pelan.
"Ano, Ryuuta, ini Kaiba Seto, CEO Kaiba Corporation yang sombong, tidak tahu diri, dan menyebalkan," ucap Jou dengan nada mengejek pada lelaki berambut brunet itu—Kaiba Seto.
Ekspresi wajahRyuuta langsung berubah kaget mendengar kata-kata 'CEO Kaiba Corporation' dari mulut Jou. Seto lalu menyeringai tipis sambil menatap Jou.
"Ternyata kau masih tidak berubah, Katsuya. Dan lagi, siapa anak ini?" tanya Seto sambil menunjuk Ryuuta.
Jou lalu menunjukkan wajah kesal.
"Sejak kapan kau memanggilku dengan sebutan 'Katsuya'? Dan soal Ryuuta, dia anakku," ucap Jou.
Seto terbelalak mendengar jawaban Jou. Apa maksud gadis itu dengan 'sejak kapan'? Kalau gadis itu berkata 'apa kau masih pantas memanggilku dengan nama kecilku', Seto masih bisa mengerti. Dan lagi, anak? Apa jangan-jangan Ryuuta itu...
Seto lalu menatap Ryuuta dengan tatapan observatif. Kalau dilihat-lihat, dari bentuk rambut, wajah, dan warna matanya, Ryuuta memang mirip dengan dirinya.
"Siapa ayahnya?" tanya Seto dengan nada tajam.
Jou lalu bergidik ngeri mendengar nada bicara Seto. Ryuuta, dengan sigapnya langsung menggantikan Jou menjawab pertanyaan Seto.
"Nama ayahku Otogi Ryuuji. Oh, ya, kata hahaue kau CEO Kaiba Corporation, yang katanya vice CEOnya adalah ibu dari Seichi ya? Kalau tidak salah, Kaiba Seto itu Duelist yang terhebat ketiga kan di dunia ini? Aku benar-benar tidak menyangka hahaue kenal dengan orang sehebat ini!" seru Ryuuta dengan semangatnya.
Seto lalu mengernyitkan alisnya. Bagaimana anak yang tadinya tidak banyak bicara dan terus bicara dengan nada datar—seperti Seto, kini bisa menjadi semangat seperti ini—mirip dengan Jou? Soal Seichi yang disebut-sebut oleh Ryuuta, Seto sudah tahu dia siapa.
Kaitou Seichi, dia adalah anak lelaki satu-satunya dari Kaitou Noa dan Kaiba Mokuba—adik dari Seto. Bagaimana mungkin Seto tidak tahu?
Oh, ya, lalu, siapa nama ayah dari Ryuuta tadi? OTOGI RYUUJI?!
"Ka-kau dan Ryuuji... Sudah menikah...?" tanya Seto tidak percaya pada Jou.
Jou lalu menggaruk-garuk kepalanya.
"Er... Tidak. Anggap saja kami pacaran... Memang seharusnya sekarang kami sudah menikah kalau bukan karena Mokuba yang menentang kami. Lalu, Kaiba, aku penasaran, apa rivalku yang satu ini sudah dapat pacar di luar negeri, huh? Rasanya tidak mungkin kalau selama 9 tahun kau tidak dapat pacar. Oh! Atau mungkin kau malah dapat banyak MANTAN pacar? Kau kan terkenal playboy dulu," ucap Jou sambil terkekeh kecil.
Kini Seto semakin bingung. Sejak tadi, kenapa dirinya sama sekali tidak menerima satu pukulan atau omelan pun dari Jou? Bukankah seharusnya Jou memukulnya karena dendam pada dirinya? Dan lagi, bagaimana dia bisa membicarakan hal seperti ini tanpa sakit hati—dan bahkan masih bisa terkekeh seperti itu. Rasanya ada yang aneh...
Atau mungkin Jou memang tidak dendam padanya?
"Aku... Tidak pernah pacaran di Amerika... Satu kalipun tidak pernah... Tidak ada gadis yang membuatku tertarik...," ucap Seto.
'Itu semua karena kau terus menghantui pikiranku, Bonkotsu!' pikir Seto kesal.
Jou lalu melipat tangannya sambil menatap Seto dengan tatapan bingung.
"Bukannya gadis luar negeri itu katanya cantik-cantik? Malah harusnya lebih cantik dari pada wanita di Domino. Che! Kau memang aneh, Money bag," ujar Jou.
Seto hanya tersenyum miris saja mendengar perkataan Jou.
'Entah kenapa rasanya wanita yang bisa menarik perhatianku sekarang hanya kau...,' pikir Seto.
Ryuuta yang menyadari keanehan pada atmosfir di sana, langsung membuka mulutnya.
"Nee, Seto-san dan hahaue ini sepertinya dekat sekali ya? Apa kalian sahabat? Atau mungkin Seto-san ini mantan pacar hahaue?" tanya Ryuuji tanpa ragu-ragu dengan wajah polosnya.
Seto langsung terbelalak mendengar pertanyaan Ryuuta. Anak sekecil ini sudah bisa mengerti, bahkan mengatakan kata-kata 'mantan pacar'?! Wow! Sebenarnya selama ini bagaimana cara Jou membesarkan anaknya? Oh, tidak-tidak, Jou terlalu idiot untuk membahas cinta-cintaan. Apa mungkin ini ajaran Ryuuji? Ryuuji kan dikenal sebagai playboy nomor 2 setelah dirinya—walau Seto semua orang tahu Ryuuji berhenti menjadi playboy sejak lulus SMA. Atau memang IQ anak ini yang terlalu tinggi?
Jou lalu langsung menggelengkan kepalanya dan membantah pernyataan Ryuuta.
"Tidak mungkin aku pernah pacaran atau sahabatan dengan si jamur sombong sok pintar ini, Ryuuta! Dia rivalku! Ri-val! Kau mengerti rival itu apa kan?! Rival itu musuh!" seru Jou buru-buru.
Seto tertegun mendengar perkataan Jou. Apa mungkin dia sebegitu dendamnya sampai tidak mau mengakuinya sebagai mantan pacarnya?
Ryuuta lalu mengangguk-ngangguk mengerti.
"Oh, aku baru tahu kalau hahaue punya rival... Yah, sebenarnya tidak aneh sih, secara, kalian beda 1 tingkatan di permainan Duel Monster...," ucap Ryuuta dengan nada sedikit menyindir Jou.
Jou lalu menanggapi perkataan anaknya dengan tersenyum kesal.
Benar-benar... Anaknya ini hobi sekali menyindirnya jika ada kesempatan. Entah kenapa rasanya Ryuuta ini mirip dengan lelaki berambut brunet yang semobil dengan mereka itu. Seperti ayah dan anak saja.
Tidak-tidak! Itu tidak mungkin! Bagaimanapun Ryuuta ini anak Ryuuji, bukan Seto!
"Memang apa salahnya menduduki urutan keempat huh? Aku yakin suatu hari nanti aku pasti mengalahkan jamur sombong ini!" seru Jou dengan penuh keyakinan sambil menunjuk wajah Seto dan menatapnya dengan tatapan bermusuhan.
"Coba saja. Paling juga tetap kalah," ucap Seto dan Ryuuta bersamaan dengan nada meremehkan Jou.
Twitch!
Beraninya mereka meremehkan seorang Jou seperti itu! Dan lagi, bagaimana bisa anaknya kompak begitu dengan si jamur sialan itu?!
"Nani?! Ryuuta! Sejak kapan kau kompak dengan si money bag ini?! Dan money bag, kau pasti akan kalah suatu hari nanti!" seru Jou kesal.
Seto dan Ryuuta lalu tertawa bersamaan. Jou hanya bisa memasang wajah bingung saja melihat kelakuan dua orang itu.
"Ternyata kau tidak berubah. Pasti akan sangat senang sekali kalau setiap saat ada orang bisa dikatai seperti ini. Bukan begitu, Ryuuta?" tanya Seto masih sambil tertawa dan merangkul bahu anak kecil yang tertawa bersamaan itu.
Ryuuta hanya mengangguk-ngangguk mengiyakan perkataan Seto sambil terus tertawa melihat ibunya yang menatap mereka dengan tatapan bingung.
"Ahaha! Benar, rasanya tiap hari tidak ada bosan-bosannya mengerjai hahaue!" sahut Ryuuta.
Twitch!
Jou lalu menggeram kesal sambil menatap kedua orang itu.
"Kalian berdua... Awas saja kalian! Ryuuta! Nanti aku akan melaporkanmu pada Ryuuji!" seru Jou pada kedua orang itu.
Tidak mempedulikan omelan Jou, kedua orang itu masih terus tertawa. Sebetulnya Jou sedikit kaget, bagaimana bisa Seto yang dikenal orang sebagai sosok yang dingin, sombong, dan jarang tertawa, bisa tertawa lepas begini dengannya dan Ryuuta? Apalagi caranya dan Ryuuta tertawa itu mirip sekali.
Yah, mungkin Seto terlalu lelah bekerja selama 9 tahun ini makanya dia senang sekali begitu dapat mengerjai Jou lagi. Dan soal kemiripan dua orang itu, yah, mungkin hanya kebetulan saja mereka mirip.
Limo itu lalu terus melaju menuju ke rumah sepupu sang pemilik diiringi dengan ejekan, omelan, dan gelak tawa dari para penumpangnya.
~XxX~
Di sebuah rumah, terlihat Yurika sedang duduk di atas sofa ruang tamu di rumah itu sambil menatap seorang lelaki kecil berumur lima tahun berambut brunet sedang bermain bersama dengan seorang gadis kecil berumur tiga tahun berambut blonde. Kedua mata blue aquamarine milik Yurika menatap kedua anak kecil itu dengan penuh kasih.
'Kapan Jou akan sampai ke sini?' pikir Yurika sambil melihat jam yang tergantung di dinding.
Yurika lalu merasakan sepasang tangan menarik tangannya. Dia lalu menengok ke arah lelaki kecil yang menarik tangannya itu.
"Nee, hahaue, kapan Ryuuta dan Jou ba-san sampai ke sini?" tanya lelaki kecil brambut brunet itu.
"Kenapa Yoichi-nii tidak sabaran sih? Dasar payah," ucap sang gadis kecil bermata red crimson itu dengan nada meremehkan.
Twitch!
Aura gelap mulai bermunculan di sekitar lelaki kecil bermata blue aquamarine itu—kakak dari gadis kecil tadi, Sennen Yoichi.
"Apa katamu Yukari?! Enak saja! Aku ini sudah cukup sabar menunggu tahu!" seru Yoichi kesal.
Gadis kecil tadi—Sennen Yukari, tidak mempedulikan kata-kata kakaknya. Dia malah beranjak duduk di sebelah ibunya.
"Hahaue, hari ini chichiue pulang cepat kan?" tanya Yukari.
Yurika hanya mengangguk sambil tersenyum kecil.
"Ya, dia akan pulang cepat hari ini," ucap Yurika sambil mengelus-ngelus kepala Yukari.
Ting! Tong!
Yoichi yang mendengar suara bel rumahnya dibunyikan, langsung beranjak mengambil kunci rumah dan berjalan menuju ke pintu depan dengan semangat. Yurika dan Yukari hanya bisa menghela napas saja melihat kelakuan Yoichi—terlalu semangat, seperti ayahnya.
Yurika lalu menggendong Yukari dan berjalan menyusul Yoichi menuju ke pintu depan.
~XxX~
"Ryuuta!" seru Yoichi dengan semangatnya sambil membuka pintu dengan kencang.
Yang pertama kali dilihat oleh Yoichi adalah sosok Jou yang berdiri di depan pintu dengan wajah kesal. Jou lalu tertegun melihat Yoichi, lalu berusaha tersenyum.
"Kon'nichiwa, Yoichi. Ini Jou ba-san. Wah, kau rajin sekali, membantu mamamu membuka pintu," ucap Jou sambil berjongkok mengelus kepala Yoichi.
"Er, Kon'nichiwa... Ba-san, di mana Ryuuta?" tanya Yoichi.
Wajah Jou lalu menjadi cemberut lagi mendengar pertanyaan Yoichi.
Dari belakang Jou, terlihat sosok Seto yang sedang tertawa bersama Ryuuta berjalan menuju ke rumah itu. Jou lalu menatap kedua orang itu dengan tatapan kesal.
"Hei! Sudahlah! Apa kalian tida capek menertawaiku terus selama perjalanan?!" tanya Jou kesal.
Kedua lelaki tadi masih tertawa, sementara Yoichi, dirinya terlihat bingung melihat Seto.
"Itu siapa, Ba-san?" tanya Yoichi sambil menunjuk Seto.
Sebelum Jou sempat menjawab pertanyaan Yoichi, Yurika sudah muncul di belakang Yoichi dengan wajah horor.
"Se-Seto? Katsuya, kenapa kau bisa bersama—"
"Aku baru pulang dari Amerika. Tadi aku hamper menaberak anak ini di tengah jalan. Aku mengantar mereka karena tujuan kami sama. Oh, ya, ada banyak yang ingin kutanyakan padamu. Kau pasti mengerti maksudku, ya kan, Yurika?" tanya Seto dengan senyum lembut.
Yurika merinding melihat senyuman Seto itu.
Oh, jangan salah! Walaupun tampak seperti senyuman malaikat, sebenarnya itu adalah senyuman iblis!
"A-aku... Nanti saja ya, Seto. Aku tidak mau kau kaget di sini. Ah, ayo masuk!" ucap Yurika sambil mempersilakan ketiga orang itu masuk.
Seto mengangkat sebelah alisnya bingung mendengar kata-kata 'kaget' yang dilontarklan Yurika, lalu berjalan masuk ke dalam rumah itu. Sedari tadi, Jou hanya menatap Yurika dan Seto dengan tatapan bingung.
Apa yang mereka bicarakan tadi?
~XxX~
Sejam berlalu. Di ruang tamu rumah Yurika, tampak Yoichi sedang seru bermain dengan seorang lelaki kecil berambut brunet bermata blue sapphire yang seumuran dengannya. Sedang, Ryuuta, dia tampak sedang menemani Yukari.
Tidak jauh dari tempat keempat anak itu, terlihat seorang wanita dewasa berambut brunette bermata blue sapphire sedang duduk di atas sofa bersama Jou, Yurika, dan Seto. Jou terlihat asyik berbincang dengan wanita berambut brunette itu, sedangkan Yurika tampak tegang karena Seto terus menatapnya dengan tatapan menuntut.
Yurika menghela napas pelan.
Merasa Jou tidak akan mendengar suaranya, Yurika mulai menjelaskan pada Seto.
"Retrograde...," bisik Yurika pelan.
Seto menaikkan sebelah alisnya.
"Apa? Kau bilang retrograde? Apa maksudnya?" tanya Seto.
Yurika menatap Seto tajam.
"Kau ingat surat yang kau kirim pada Katsuya?" tanya Yurika dengan nada tajam.
Seto bergidik ngeri menerima tatapan dari gadis yang merupakan sahabat baiknya itu. Dia lalu mengangguk pelan. Yurika terus menatapnya tajam.
"Cek, Katsuya berniat mengembalikan cek yang ada di dalam surat itu padamu. Tetapi kau tahu apa yang terjadi padanya setelah itu?" tanya Yurika.
Seto menggelengkan kepalanya. Dia semakin tegang dengan suasana itu. Kenapa Yurika terus menatapnya dengan tatapan seperti itu?
"Dia kecelakaan," ucap Yurika dengan nada tajam.
Seto terbelalak.
Apa dia tidak salah dengar? Jou? Kecelakaan?
"Ya, dia kecelakaan Seto, dia kecelakaan! Oh, bukan hanya itu! Kau tahu apalagi yang dialaminya?" tanya Yurika lagi berusaha menurunkan nada suaranya.
Seto kembali menggelengkan kepalanya. Yurika terdiam sebentar. Suasana semakin tegang.
"Retrograde... Retrograde amnesia... Ya, retrograde... Itu yang dialami oleh Katsuya...," ucap Yurika dengan nada tajam.
Mata Seto terbelalak semakin lebar.
Retrograde... Amnesia yang membuat penderitanya tidak bisa mengingat beberapa, atau mungkin semua ingatan masa lalunya.
"Ma-maksudmu Katsuya melupakan semua—"
Sebelum Seto sempat menyelesaikan kata-katanya, Yurika langsung memotong.
"Tidak, dia hanya melupakan kejadian dari 14 tahun lalu sampai saat dia kecelakaan," ucap Yurika.
Seto mulai memutar otaknya. 14 tahun lalu berarti... Jou juga melupakan pernyataan cintanya—tepatnya, pernyataan cinta main-main darinya.
"Oh, dan bukan cuma itu. Saat itu dokter juga bilang, kalau janinnya selamat. Janinnya selamat, Seto! Kau tahu kan apa maksudku?! Dia hamil saat itu, Seto! Dia mengandung anakmu!" ucap Yurika mulai kembali menaikkan nada suaranya, tetapi dia tetap menjaga agar suaranya tidak terdengar oleh Jou.
Seto terbelalak kaget. Kalau begitu, Ryuuta adalah...
"Ma-maksudmu Ryuuta adalah—tetapi, tadi Ryuuta sendiri berkata bahwa ayahnya adalah Otogi Ryuuji!" ucap Seto yakin.
"Soal itu, tanya saja sendiri pada Ryuuji!" seru Yurika kesal.
Baru saja Seto akan kembali bertanya, tapi suara seorang gadis kecil membuatnya mengurungkan niatnya.
"AKU BENCI KYOU! BENCI!" seru Yukari pada seorang lelaki kecil berambut brunet sambil berlari menuju ke kamarnya dan Yoichi.
BRAK!
Yukari membanting pintu kamar itu kencang-kencang.
Semua orang di sana hanya bisa terdiam mendadak dengan kejadian itu. Mereka lalu menatap ketiga anak yang masih berada di sana.
"Jelaskan," ucap Yurika tegas sambil menatap anaknya dengan tatapan menuntut.
Yoichi lalu menghela napasnya dan menunjuk sang lelaki kecil berambut brunet di sebelahnya—Masaki Kyouya.
"Dia yang menyebabkan semua masalah ini, bukan aku. Biasalah, perang cin—"
"INI BUKAN PERANG CINTA!" seru sang pemilik surai brunet itu dengan nada kesal pada Yoichi.
"Ano, Kyou, Yoichi, apa tidak apa Yukari dibiarkan begitu?" tanya Ryuuta takut-takut.
"Sudah, biarkan saja. Emosi Yukari memang suka tidak stabil, seperti mamanya," ucap Yoichi yang tidak sadar kini dari belakangnya sudah muncul aura membunuh yang membuat orang lain merinding.
"Apa maksudmu, hah?" tanya Yurika sambil tersenyum mengerikan pada anaknya.
Kedua anak lainnya langsung menjauh dari arena perang, sementara Yoichi hanya tersenyum gugup sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya.
"E-eh, aku cuma bercanda kok, Hahaue...," ucap Yoichi dengan nada gugup.
Sang lelaki kecil berambut brunet—Honda Kyouya, kini telah beranjak menuju ke depan pintu kamar Yukari. Dirinya lalu mengetuk pintu kamar itu beberapa kali.
"Yukari, buka pintunya!" seru lelaki itu.
"Tidak! Aku tidak mau! Aku benci Kyou!" seru Yukari yang ada di dalam kamar.
"Yukari! Cepat buka pintunya!"
Dan berbagai macam kata paksaan dan tolakan terus keluar dari mulut kedua anak itu, sampai akhirnya...
BRAK!
...Kyou menggeberak pintu kamar Yukari...
"..."
Semua orang di ruangan itu terdiam.
Brak!
Kyou masuk ke kamar itu dan menutup pintunya dengan kasar.
"Aku beri suara untuk Kyou," ucap Yoichi sambil tersenyum lebar.
"Aku beri suara untuk Yuka," balas Ryuuta dengan nada datar.
"Yo, apa mereka selalu begitu...?" tanya Jou takut-takut.
"Ah, itu sudah biasa kok, Ba-san~ Perang cinta~ Muahaha!"
Kedua anak yang tersisa tertawa bersama, lalu kembali bermain tanpa merasa khawatir.
"Terkadang anak-anak memang sulit dimengerti...," ucap sang wanita dewasa pemilik mata sapphire—Masaki Anzu sambil menggelengkan kepalanya.
Pintu kamar Yukari kembali terbuka dengan Yukari yang berjalan keluar dengan wajah masam dan Kyou yang mengikutinya dengan senyum penuh kemenangan.
Yoichi lalu menengok ke arah Ryuuta dengan senyum lebar.
"Sepertinya aku menang taruhan," ucap Yoichi dengan nada setengah menuntut.
Ryuuta langsung menunjukkan wajah kesal pada sepupunya itu.
"Che! Dasar menyebalkan! Baiklah-baiklah, aku akan membantumu," ucap Ryuuta kesal.
Yukari yang merasa dirinya dijadikan bahan taruhan, tentunya Kyou juga—LAGI, langsung menatap tajam kedua orang itu. Oh, benar, ini memang bukan pertama kalinya mereka berdua bertengkar dan dijadikan bahan taruhan.
"Yoichi sialan, kau bahagia di atas penderitaanku lagi kan?" tanya Yukari dengan nada kesal.
Yoichi tercengir lebar sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf 'V' pada Yukari.
"Gomen-gomen~ Oh, dan, sudah berapa kali kukatakan padamu untuk memanggilku nii-san?" tranya Yoichi sambil merangkul pundak Yukari dengan senyuman maut.
Yukari sama sekali tidak terpengaruh dengan senyuman mengancam kakaknya.
"Aku tidak peduli. Kau tidak pantas dipanggil nii-san," ucap Yukari sambil melepaskan rangkulan Yoichi dan berjalan ke arah Ryuuta.
"Che, dia ngambek," ucap Yoichi.
"Jelas saja. Siapa suruh kau menjadikan kami bahan taruhan lagi," ucap Kyou dambil berjalan menyusul Yukari.
Orang-orang dewasa di sana hanya duduk terdiam menonton para anak kecil itu.
Ternyata memang benar, terkadang, orang dewasa itu sulit dimengerti untuk para anak kecil, tetapi di lain pihak, anak kecil juga misterius bagi orang dewasa...
"Oh, Katsuya, ngomong-ngomong, 2 minggu lagi kau akan menikah kan? Bagaimana perasaanmu?" tanya Yurika sambil melirik Seto sebentar, lalu kembali melirik ke arah sepupunya dengan wajah senang.
Sepertinya Yurika memang sengaja menanyakan hal itu pada Jou agar Seto merasa agak risih. Dan usahanya berhasil, Seto langsung menunjukkan wajah tidak senang begitu mendengarkan perkataan Yurika tadi.
Di lain pihak, wajah Jou langsung bersemu merah. Anzu juga terlihat ikut-ikutan menggoda temannya itu.
"Jadi, Jou, apa kau senang? Setelah 9 tahun ditentang oleh Mokuba, akhirnya kau dapat restu juga," ucap Anzu sambil merangkul pundak Jou.
Seto langsung kaget mendengar perkataan Anzu.
Mokuba tidak merestui hubungan Jou dan Ryuuji selama 9 tahun ini? Apa tidak salah? Apa mungkin karena... Dia tidak ingin orang yang sudah dia anggap sebagai kakak iparnya tiba-tiba akan menikah dengan orang lain yang bukan kakaknya...?
Seto tampak mulai tertarik dengan topik ini.
"Su-sudahlah, kalian ini membuatku malu saja! Apa kalian tidak sadar ada anak-anak di sini?" tanya Jou sambil menundukkan wajahnya yang semakin memerah.
Seto terbelalak melihat reaksi Jou.
Dia tersipu? Apa mungkin... Jou menyukai sungguh-sungguh menyukai Ryuuji? Apa Jou menikah dengan Ryuuji bukan hanya karena menerima tanggung jawab Ryuuji yang mengaku sebagai ayah dari Ryuuta?
Seto merasakan sebuah perasaan aneh di dadanya.
Sesak...
Perasaan apa ini? Cemburu?
Sungguh, ini semakin aneh. Seto belum pernah merasa seperti ini sebelumnya. Dia merasa seperti benda kesayangannya direbut orang lain. Apa mungkin benar kata Mokuba dulu? Apa benar yang dirasakannya pada Jou benar-benar cinta...?
"Nii-sama, kau yakin akan melakukan semua ini? Bukankah hau... Mencintai Jounouchi...?"
"Kuzakeruna! Aku tidak akan pernah merasakan yang namanya cinta! Ya... Tidak akan pernah... Wanita di luar sana itu memuakkan... Aku tidak akan mau... Mencintai seseorang selain keluargaku sendiri..."
.
.
Tsuzuku
.
.
Gia : Hehehehe... AKHIRNYAAAAAA~! SELESAI JUGA! wb
Yurika : Ternyata time skipnya jauh juga ya?
Yoichi : Gue nampang~! Muahaha!
Ryuuta : Gue serasa anak bego di atas...
Yukari : *Bawa cambuk* Baka Author~ *Senyum maut* Berani-beraninya lu malu-maluin gue...
Gia : /GLEK!/ MAMIIIIH! TTATT (IBU ANAK SAMA AJAAAAA!)
Jou : *Mata berbinar* ANAK GUE GANTENG AMAT! XD *Meluk-meluk Ryuuta*
Seto : WOI! APA-APAAN NIH?! GUE SERASA ORANG JAHAT TAU!
Gia : Emang nasib lu begini di sini -w- Oh, dan... LADY LITTE! AKHIRNYA YOICHI NAMPANG JUGA! Dari nama sampe penampilan Yoichi, bukan saya yang buat, tapi Litte Yagami Osanowa! Tapi Yoichi tetap punyaku! XD
Yami : (Gue kebagian nampang kaga ya nanti...?)
Kyou : Kenapa nama gue...
Gia : Mirip Ootori Kyouya dari Ouran High School Host Club? Awalnya nama lu Cuma Kyou, tapi iseng aja gue panjangin~
Ryuuji : Okay, saatnya bales review...
.
Anisa Phantomhive :
Jou : *Garuk-garuk kepala* kepengennya juga gak lupa ingatan, tapi gue mesti iutin naskah...
Ryuuji : Iya, biar guenya dapet bagian juga gitu
Seto : *Kesel* WOI BAKA AUTHOR! BALIKIN INGETAN SI BONKOTSU!
Gia : Uwawawa! Gak bisa, Set! Liat aja nanti balik atau kaga!
Ryuuta : Sebenernya ayahku yang mana sih?
Yoichi : Palingan nanti juga kebongkar sendiri kok, Ryuu -w-
Yukari : Thanks for review!
.
Ruega Kaiba :
Ryuuji : Yah, demi Katsuya apa sih yang kagak? *Ngerangkul pundak Jou*
Seto : *Deathglare* Ngajak berantem lu?
Ryuuji : Ayo!
Gia : Eits! Berantem ke lapangan!
Seto & Ryuuji : *Siapin Duel Disk* hah? Ngapain ke lapangan? *Cengo*
Gia : *Cengo juga* loh? Gue kira lu pada mau main kekerasan fisik...
Seto & Ryuuji : YA KAGAKLAH! DI FANDOM INI KITA MENYELESAIKAN SEMUANYA DENGAN DUEL MONSTERS!
Jou : Pengannya bilang Amin, tapi... *Lirik Ryuuta* TIAP HARI GUE DISINDIR MULU DI RUMAH! Mirip banget sama bokapnya kalo udah mulai ngatain!
Yurika : *Dorong Yoichi sama Yukari* Anak gue udah ada dua nih... Maunya ngundang, tapi gue dihadang sama Seto A di depen gerbang mansion dimensi A
Noa : *Semangat* PERLU! PAKE BANGET!
Mokuba : Noa! *Blushing*
Seto : Hah? Lu mau mutilasi siapa?
Gia : Silakan~ *Dorong Seto* Gih! Temenin sono! Oh, dan soal pendeskripsian, nae usahain! Habis ane lemah banget di sono! Tapi aku tidak akan menyerah untuk memperbaikin kekuranganku! *Semangat*
Ryuuta : Thanks for review!
.
Litte Yagami Osanowa :
Seto : Keterpaksaan itu namanya... Gue mesti ikut naskah...
Gia : Woh! Sabar neng! OAO Nih udah update chap 2!
Yoichi : Iya, udah update, tapi telat!
Gia : Salahin latihan wisudaaaa! Gue juga kaga pengen telat! Apalagi otak gue agak mentok!
Yurika : Iya, otak lu mentok gara-gara tiap hari kerjaannya main terus di depen komputer!
Yukari : Makan siang aja kadang sampe di skip gara-gara main komput mulu!
Yami : Bener tuh! Setuju banget!
Gia : KENAPA SEKELUARGA MOJOKIN GUE SEMUAAA?! TTATT
Jou : Thanks for review! :D
.
Ayu 186 :
Gia : Muahaha! Tenang aja neng! TNJ plotnya udah kepikiran di otak! Sekarang ane lagi beranjak ngetik nih! XD
Seto : Bukan salah gueee! SALAHIN NASKAH SI BAKA INI! *Nunjuk Gia*
Jou : Tau tuh! Gak bertanggung jawab jadi cowok!
Seto : APA?!
Yami : gue suaminya~ Biasa, ngurus perusahaan yang kagak penting =A="
Yurika : Thanks for review!
.
Hugo Hizukawa :
Seto : Oh Ra, apa salahku? Ini semua gara-gara naskah sialan ini!
Jou : Emang peran lu jahat di sini kok =w=
Ryuuji : Makasih dukungannya! *Hepi*
Gia : Kita lihat aja terakhir Jou milih siapa~ Ahahaha!
Ryuuta : Thanks for review!
.
evilblueclouds :
Seto : Tuntutan naskah... Dan kata author, ada alasan sendiri kenapa gue ninggalin dia...
Ryuuji : Demi Katsuya aku akan melakukan apapun~
Seto : *Deathglare Ryuuji*
Noa : Arigatou, Blue! XD
Gia : Yah, di ceritanya, Noa tiap hari diteror lewat telepon sama Seto menjelang hari-hari pernikahan dan pas Mokuba hamil...
Yurika : Soal balik, dia sih udah balik... Soal inget atau kagak... Kita lihat saja nanti~
Yami : Kita kawinnya paling awal! Muahaha! XD
Pegasus : Pantesan gue rasanya liat orang mirip gue di nikahannya Yami Boy =w=
Gia : Ternyata Peggy B toh =w=
Yukari : Jaa! Thanks reviewnya!
.
Gia : Fiuh! Ternyata reviewnya banyak juga~!
Jou : Makasih juga buat para silent reader yang udah baca cerita ini! Maaf kalau banyak typo dan kesalahan tanda baca!
Ryuuji : Selamat menunggu chapter depan!
Seto : *Bawa golok* Semoga kalian tidak berbahagia di atas penderitraanku... *Deathglare Gia*
Gia : E-eh...? AMPUN! *Kabur* JAA, MIN'NA! SAYA MAU MENYELAMATKAN DIRI DULU! KAGAAAAK! GUE MASIH MAU HIDUUUP! TTATT
Seto : EH! JANGAN KABUR LU BOCAK TENGIK!
