Cast: Minhyun X Jihoon
brothership
.
.
Minhyun mendengus sebal sesaat setelah dia sampai di dorm Wanna One. ia baru saja pulang dari shooting Happy Together bersama Daniel, Jisung, Jihoon, dan Seungwoo, dan saat membuka pintu hal pertama yang dilihatnya adalah sampah bungkus snack yang bertebaran dimana-mana.
ia menatap tajam semua member yang berada di dorm hari ini, yang saat ini sedang mengalihkan pandangan kemana saja, asal tidak bertatapan dengan Minhyun. terutama maknae-line minus Jihoon, yang saat ini pura-pura tidak terjadi apa-apa dihadapan mereka.
"Bisa kalian jelaskan kenapa dorm bisa berantakan seperti ini? sepertinya tadi pagi aku sudah membereskan seruluh penjuru dorm ini!" Minhyun berujar penuh penekanan. "Jaehwan, dan Sungwoon hyung kan ada didorm, kenapa kalian tidak membereskan dorm, kalian betah sekali duduk didekat bungkus snack betebaran dimana-mana seperti ini" Minhyun berujar penuh emosi.
Sedangkan Jaehwan, dan Sungwoon hanya bisa bungkam, lebih baik mereka diam, daripada mereka berbicara malah akan menambah daftar omelan Minhyun.
"Hyung, i- itu tadi-
"Tadi apa Lai Guanlin?"
"I- itu, ta-tadi kita main game, dan tidak sadar kalau kami bermain sambil memakan banyak snack, dan kami membuat dorm kotor" Jinyoung mencicit diucapan terakhirnya, ia menatap takut pada Minhyun yang sudah siap meledak karena melihat sampah dimana-mana.
"Kami lapar Hyung" Daehwi melancarkan aksinya merengek pada Minhyun, ia mencebilkan bibir bawahnya berakting seolah-olah akan menangis. biasanya Minhyun akan luluh dengan rengekan Daehwi, apalagi kalau sampai membawa kata lapar. Minhyun tidak akan pernah tega melihat adik-adiknya kelaparan.
"Hah... Baiklah hyung maafkan, sebagai hukumannya, kalian bereskan semua kekacauan ini. Kalian masih lapar 'kan? Hyung akan memasak untuk kalian" Minhyun berujar sambil melangkahkan kakinya kearah dapur.
Semua yang ada diruang tamu dengan kompak menghela napas lega. sungguh tidak ada yang lebih menyeramkan dari pada melihat seorang Hwang Minhyun yang marah-marah.
Jisung menatap para maknae minus Jihoon dengan tajam "Kalian! Cepat bereskan ini, untung saja Minhyun sedang dalam mode baik, kalau tidak, habis kalian semua" Jisung berujar tajam.
"Maaf, hyung, kami tidak sengaja" mereka menjawab dengan kompak.
"Yasudah, sana cepat bereskan! Sebelum Minhyun kembali dari dapur" Jisung mengibaskan tangannya.
ooOoo
Minhyun keluar dari dapur membawa semankuk besar ramyeon, dia menatap puas rang tamu yang bersih dari sampah yang bertebaran. ia melirik kearah maknae line yang sedang gelindingan tidak jelas di lantai dorm mereka. Hyung-Line Daniel, Ong, dan Jaehwan sepertinya sudah berada didalam kamar. Karena Minhyun tidak melihat mereka di ruang tamu.
Jihoon sedang menoton, mulutnya tidak berhenti mengunyah cake yang tadi dibelinya saat perjalanan pulang.
Daehwi sedang bergelayut manja di lengan Baeijin, Gualin yang sedang berbaring dengan nyaman di sofa, kepalanya ia taruh diatas paha Jihoon. Woojin yang sedang berguling kesana, kemari sambil memeluk boneka milik Daniel.
Minhyun menaruh satu mangkuk besar ramyeon yang dibawahnya ke atas meja. ia terkekeh kecil saat melihat anak-anak itu dengan cepat mendekatkan diri kearah meja.
"Makanlah, selesai makan cuci muka, gosok gigi terus tidur" Minhyun berujar lembut.
"Minhyun hyung, tidak ikut makan?" Jihoon bertanya bingung.
"Tidak, hyung akan langsung tidur saja"
Mereka dengan kompak mengangguk membuat Minhyun terkekeh geli, ia mengacak surai hitam Jihoon yang berada tepat disampingnya.
ooOoo
Minhyun terbangun pada tengah malam. dia melirik kesekitar ruangan yang gelap gulita. Minhyun menghela napas lelah, ia dengan perlahan turun dari kasur yang ditidurinya. Minhyun berjalan dengan sangat pelan, takut membangunkan adik-adiknya yang sedang tertidur lelap, jadwal mereka sangat padat, ia tidak mau adik-adiknya kekurangan istirahat.
Minhyun melangkahkan kakinya kearah ruang tamu, ia menduduk'kan tubunya dengan perlahan. Minhyun menatap kesekitar ruangan, rasanya semua yang ada dihadapannya sekarang masih terasa sangat asing.
"Bersabarlah Hwang Minhyun, jalani saja apa yang ada didepan matamu, yakinlah bahwa mereka tidak akan membencimu, mereka pasti akan menyambut kepulanganmu" Minhyun meyakinkan dirinya sendiri.
Tepat selesai berujar demikian air mata Minhyun mengalir tanpa bisa dicegah. Ia mendongak'kan kepalanya agar air matanya tidak terus-terusan mengalir.
"Hyung, jangan menangis"
Minhyun tersentak kaget saat merasakan seseorang memeluknya dari samping. Ia menolehkan kepalanya, dilihatnya Jihoon yang sedang memeluk lengannya dengan nyaman. Anak itu menyandarkan kepalanya dibahu lebar Minhyun. Minhyun mengusak rambut Jihoon dengan lembut, membuat Jihoon dengan refleks memejamkan matanya.
"Hyung, tidak menangis Jihoon-ah" Minhyun berujar lembut.
Jihoon mendongak, ia menatap lama Minhyun. Jelas sekali kalau hyung kesayangannya itu berbohong. Orang bodoh juga tau, kalau Minhyun sedang menangis. Apalagi seorang Minhyun, yang alergi terhadap sodium. Bahkan, airmata saja bisa membuat alerginya kambuh. Jika Minhyun habis menangis kelopak matanya akan membengkak, dan memerah. Dan itu terjadi saat ini.
"Kau, tidak pandai berbohong, hyung." Jihoon berujar sambil menatap Minhyun tepat dimatanya.
Minhyun menunduk, menghindari tatapan mata Jihoon.
"Tidak Jihoon-ah... Hyung hanya-
"Hyung, apa berada di Wanna One membuat mu semenderita itu? Apa kau tidak nyaman tinggal bersama kami? Apa kau benar-benar tersiksa harus hidup bersama kami selama satu setengah tahun kedepan? Apa tidak ada lagi tempat untuk member Wanna One dihatimu hyung? Apa kami tidak menjadi saudaramu juga?" Jihoon menghela napas panjang, setelah menyelesaikan kata-katanya. Ia merasa bebannya seperti terangkat.
Minhyun terdiam. Ia tidak tau harus menjawab apa, dia takut, jawaban yang keluar dari mulutnya malah akan menyakiti Jihoon, dan anak-anak di Wanna One.
"Hyung, katakan sesuatu, hyung"
"Jihoon-ah, tidak seperti itu, hyung tidak pernah merasa tersiksa. Hyung hanya merasa tidak adil, semua ini tidak adil. Hyung tidak merasa tersiksa tinggal bersama kalian, tidak sama sekali. Hanya saja, hyung hanya selalu bertanya-tanya, mengapa hyung tidak boleh berinteraksi dengan saudara-saudara hyung? Jangankan untuk berinteraksi, untuk menyebut nama satu sama lain saja tidak bisa, seolah kami melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Park Jihoon, bagaimana perasaanmu jika kau ada diposisiku? Produce101 adalah pilihan terakhir kami, kami berjuang bersama karena berharap NU'EST bisa terselamatkan dari bayang-bayang disband. Harapanku bisa debut bersama, minimal dengan salah satu member ku, tapi- " Minhyun tidak sanggup melanjutkan kalimatnya, ia terisak dengan keras. Minhyun sudah tidak perduli lagi jika isakannya akan membuat member lain terbangun. Minhyun hanya ingin meluapkan perasaan yang menghimpitnya, yang membuatnya tak bisa bernapas dengan benar.
Jihoon mengusap punggung Minhyun yang bergetar. Jihoon bisa merasakan kesedihan yang dirasakan hyung kesanyangannya ini. Bagaimanapun, berpisah dari orang yang kalian sayang itu terasa sangat menyiksa. Jihoon mengusap airmatanya sendiri dengan kasar. Dia tidak membayangkan bagaimana jika dia yang berada diposisi Minhyun saat ini.
"Hyung, maafkan aku" Jihoon berujar dengan suara yang bergetar.
"Tidak, Jihoon-ah, kau tidak salah" Minhyun mengusap airmatanya, ia melepaskan pelukan Jihoon dilengannya dengan perlahan. Dia mengusak rambut Jihoon dengan lembut.
"hyung, jangan bersedih lagi. Jika kau merasa tertekan bercerita lah dengan kami, kami semua juga disini saudaramu 'kan?"
Minhyun tersenyum, ia mengangguk'kan kepalanya sebagai jawaban. "Yasudah, sekarang kita tidur lagi, besok masih banyak jadwal yang menanti kita"
Jihoon tersenyum senang, ia menarik Minhyun kearah kamar. Minhyun yang ditarik tiba-tiba oleh Jihoon hanya bisa mengikuti anak itu dengan pasrah. Ia hanya menggeleng saat melihat Jihoon mulai memeluknya lagi, kali ini lebih erat dari sebelumnya.
FIN
hehe... tau kok ini udah lewat dari eps happy together... ini emang ngetiknya pas era happy together kemaren :( atulah yang pertanyaan Jihoon itu aku ambil dari komenan salah satu harters? wannable? atau akgaes Aku nggak tau dia siapa. yang jelas disalah satu artikel, pas Minhyun nangis karena nggak bisa interaksi banyak sama NU'EST di Mcountdown kemaren ada yang komen kayak gitu. betewe aku ngetik ini sambil play musik, eh pas bagian ngetik punya bagian Minhyun itu pas lagu If You T.T pas banget kan, musik aja tau dimana tempatnya(?)
curhatan gue panjang banget yaj :v udah bisa buat satu Ff wkwk, yaudah tinggalin jejak yah biar aku makin semangat nulisnya hehe :D
