Sebelumnya

"Aku mencintaimu"

"Aku juga mencintaimu"

Chanyeol mendekatkan wajahnya padaku, menyatukan bibir kami, ia menciumku penuh cinta, melumatnya lembut tidak ada nafsu di sana hanya ciuman yang menyatakan jika kami sekarang adalah pasangan suami dan istri.

Chanyeol menggendongku ala bridal style dan membawaku masuk ke dalam kamar.

* Only Love *

Ku kira kami akan melakukan apa yang seharusnya pasangan suami-istri baru lakukan. Tapi ternyata Chanyeol hanya menciumku dan membaringkanku di kasur. Dan dia malah merebahkan tubuhnya sendiri.

Apa Chanyeol tidak ingin melakukannya ? Atau aku tidak menarik ?

"Kau akan berganti pakaian ?"

Tanya Chanyeol saat melihatku bangun

"Iya, aku akan membantu yang lain berberes"

Jawabku sambil berjalan keruang ganti.

Saat aku selesai berganti pakaian ku lihat Chanyeol sudah tidak ada. Mungkin dia sedang berkumpul dengan yang lain pikirku. Aku pun bergegas keluar untuk membantu .

"Apa yang sudah kalian lakukan ?"

Tanya Kyungsoo saat aku sedang membantu mencuci peralatan di dapur, ia ingin tau .

"Hah, tidak ada. Kau bicara apa ?"

Ucapku bingung .

"Hahahaha ... Sudahlah aku hanya bercanda"

Tawanya lalu pergi meninggalkanku .

Apa yang di maksud Kyungsoo, dia membuatku bingung saja.

Setelah selesai semua, aku mulai merasa lelah dan eomma juga menyuruhku untuk istirahat.

Ketika aku berjalan menuju kamar, aku melihat Chanyeol dan appaku sedang asik bermain catur. Ku kira Chanyeol akan menungguku di kamar, ternyata dia malah asik bermaim catur, karena aku sangat kesal tanpa sadar aku pun menghentakan kakiku ke lantai.

"Ups"

Desis ku .

Ternyata hentakan kakiku terlalu keras hingga membuat semua keluarga besarku yang sedang berkumpul memandangku bingung.

"SKAKKK ... !!!!!"

Teriak Chanyeol melebihi kerasnya hentakan kakiku dan membuat keluargaku mengalihkan pandangan kearah Chanyeol yang berhasil mengalahkan appaku .

"Hahahahaha"

Semua orang pun tertawa karena ulah Chanyeol .

Dan aku kembali di abaikan, aku sudah terlalu lelah, aku putuskan untuk langsung saja masuk ke kamar sendiri dan tidak mempedulikan lagi.

"Chanyeol !! Kau ini apa-apaan !!"

Teriakku kesal dalam hati .

Chanyeol kau menyebalkan .

"Hooammm"

Kantukku sudah masuk fase setadium akhir dan tidak butuh waktu lama aku pun tidur.

Hari ini hari kedua aku menjadi seorang istri. Aku sangat terkejut saat bangun karena bantal Chanyeol tidak ada di sebelahku.

"Dia tidak tidur disini semalam ?"

Tanyaku sendiri .

Aku pun bergegas untuk mandi, dan setelahnya aku aku keluar kamar.

Ternyata benar saja Chanyeol masih tertidur pulas di ruang TV bersama sepupu-sepupuku. Aku mendekatinya, Chanyeol tertidur begitu pulas mungkin dia sangat lelah. Aku duduk tepat di sebelahnya, ku belai wajah tampan suamiku.

"Ouh"

Kagetku saat tangan Chanyeol memegang tanganku .

"Selamat pagi"

Teriakku bersemangat sambil tersenyum ketika Chanyeol membuka matanya. Aku sangat terkejut Chanyeol malah menarikku dan memelukku.

"Lima menit lagi"

Bisiknya dengan suara khas orang bangun tidur .

"Maaf aku tidak menemanimu tidur. Sepupumu meminta untuk menemani bermain game dan aku tidak mungkin menolak"

Ucap suamiku halus .

"Iya tidak apa-apa. Kau mau segelas kopi ?"

Tanyaku bebisik .

"Tentu"

Ucapnya lalu mencium keningku .

Aku pun melepaskan pelukan Chanyeol, lalu bangkit menuju dapur untuk membuatkan kopi pertama untuk suamiku tercinta.

Saat aku sampai di dapur, ternyata eomma sudah ada di sana terlebih dahulu.

"Eomma itu kopi untuk appa dan .."

"Chanyeol"

Ucap eomma .

"Tidak usah. Biar aku yang membuatnya sendiri"

Ucapku cepat sambil mengambil cangkir kosong untuk membuat kopi .

Aku pun mulai membuat kopi untuk suamiku.

Eomma hanya tersenyum dan meninggalkan kopi yang tadinya untuk Chanyeol.

Ku cicipi kopi buatan ku, ternyata tak lebih enak dari buatan eomma.

"Ah sepertinya aku perlu belajar sedikit lagi"

Pikirku .

Kopi pun siap, segera aku antar untuk Chanyeol tapi ternyata Chanyeol sudah tidak ada di ruang TV, aku pun mencarinya di teras belakang rumah dan benar saja dia disana.

"Ini kopi untukmu"

Ucapku memberikan kopi buatanku pada Chanyeol sambil tersenyum .

Semoga dia tidak kecewa .

"Terimakasih, istriku sayang"

Ucapnya seraya mendaratkan kecupan hangat di keningku .

Chanyeol mulai menyeruput kopi buatanku .

"Wah, ini sangat enak sekali"

Puji Chanyeol .

"Yes berhasil"

Teriakku dalam hati dan tersenyum bangga .

"Bee"

Panggil Chanyeol lembut .

"Iya"

Jawabku .

"Segeralah kemasi barang-barang kita"

Ucap Chanyeol tiba-tiba serius .

"Kenapa ?"

Tanyaku terkejut sekaligus bingung .

"Mengapa kau terkejut ?"

"Mengapa kita harus mengemasi barang-barang kita ?"

Ucapku kembali bertanya .

"Bukankah kita akan pidah rumah.

Rumah kita sendiri"

Ucapnya santai .

Aku langsung memeluk Chanyeol, dia benar-benar tau bagaimana cara membuat aku terkejut karena bahagia.

Aku dan Chanyeol mulai mengemasi barang-barang kami yang akan kami bawa kerumah baru kami. Meski sejujurnya sungguh berat dalam hati harus meninggalkan rumah yang sudah ku tinggali hampir 23 tahun lamanya, tapi bukankah semua wanita akan seperti ku jika sudah menikah ? Ia harus mengikuti kemana pun suaminya pergi.

Saat kami selesai mengemasi barang-barang kami, eomma dan appa mengantar kami keluar rumah, terlihat ada segurat kesedihan di wajah mereka seakan tidak merelakan kepergian putri satu-satunya ini.

"Eomma jangan bersedih"

Ku peluk eommaku, aku juga sedih .

"Iya sayang, jaga dirimu baik-baik, jangan manja, ingat kau sekarang sudah menjadi istri jangan buat suami mu susah"

Pesan eomma .

"Iya eomma"

"Chanyeol jaga anak appa yang manja ini baik-baik"

Ucap appa pada Chanyeol .

"Tentu appa, itu sudah menjaga kewajibanku, aku akan menjaganya dengan baik"

Ucap Chanyeol .

Aku dan Chanyeol pun mulai masuk ke dalam mobil. Mobil yang Chanyeol bawa pun mulai melaju meninggalkan rumahku, aku terus saja memandang kebelakang, semua melambaikan tangan padaku.

"Kau tak bahagia ?"

Tanya Chanyeol .

Mungkin karena aku terus memandang ke belakang Chanyeol pikir aku tak bahagia .

"Tentu saja aku bahagia"

Jawabku bersemangat .

Bagaimana mungkin aku tidak bahagia, bahkan aku sangat bahagia.

Chanyeol hanya tersenyum memandangiku dan ku lihat Chanyeol seperti menyembunyikan sesuatu, ah tapi sudahlah aku tidak terlalu memikirkannya.

Karena aku dan Chanyeol akan tinggal di rumah baru jadi untuk persiapan aku dan Chanyeol sepakat untuk membeli bahan makanan, dan beberapa kue.

Setelah membeli itu semua akhirnya mobil kami mulai memasuki jalan kompleks perumahan.

Kupikir aku akan segera sampai di rumah baru kami.

Tapi mobil Chanyeol malah berhenti dan yang lebih membuatku terkejut ku lihat Kyungsoo dan Jong In keluar dari gerbang menyambut kedatangan kami.

"Ini rumah siapa ?"

Tanyaku setelah keluar dari mobil .

"Ini rumah kami"

Teriak Kyungsoo seraya mengambil bingkisan kue yang tadinya untuk tetangga baruku. Tapi ku biarkan saja biar nanti kami membelinya lagi.

Kyungsoo dan Jongin menyuruh kami untuk masuk, kami berbincang-bincang cukup lama. Sampai akhirnya Chanyeol meminta untuk berpamitan pulang.

Rasanya aku sangat tidak sabar kerumah baruku.

"Kau siap kerumah baru kita ?"

Tanya Chanyeol saat kami masuk ke dalam mobil .

"Siap !!! Ayo !!!"

Teriakku bersemangat

Chanyeol mulai melanjutkan mobilnya, belum saja mulutku menutup setelah berteriak tadi, mobil kami sudah berhenti lagi.

"Kenapa ? Mogok ?"

Tanyaku cemas .

"Tidak, kita sudah sampai"

Jawab Chanyeol santai .

Aku menoleh kebelakang, jika ini rumahku itu berarti Kyungsoo dan Jongin adalah tetangga baruku karena rumah kami tepat bersebelahan.

"Selamat datang tetangga baru !"

Teriak Kyungsoo dan Jongin dari gerbang rumahnya .

"Kyaaaa, kalian semua menyebalkan !!"

Teriakku kesal saat kembali keluar dari mobil.

Chanyeol tertawa tebahak-bahak, aku memang sangat kesal tapi aku tak dapat menyembunyikan kebahagiaanku.

Chanyeol langsung memelukku dan mencium keningku.

Aku dan Chanyeol mengadakan makan malam bersama Kyungsoo dan Jongin merayakan kepindahan kami. Kami kembali berbincang-bincang cukup lama sampai Kyungsoo dan Jongin berpamitan pulang karena sudah larut malam dan kami pun memutuskan untuk tidur karena kami sudah sangat lelah.

=SKIP =

Hari ini hari ketiga aku menjadi seorang istri. Tangan kekar dan hangat milik Chanyeol masih memelukku mesra, ku lepaskan pelan-pelan dan bergegas kedapur mempersiapkan untuk suamiku.

Nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi menjadi menu pagi ini. Setelah siap aku langsung mengantarkan sarapan dan meletakannya di meja nakas samping Chanyeol, berharap Chanyeol terbangun karena menghirup aromanya. Ku belai pipinya lembut, lalu ku menuju ke taman belakang rumah kami untuk menghirup udara segar pagi ini.

Rumah Kyungsoo masih sepi tapi sudah ada bau masakan, mungkin Kyungsoo sedang memasak.

"Terimakasih"

Bisik Chanyeol dari belakang sambil memelukku .

"Iya kembali"

Balasku halus .

"Masakanmu lezat"

Bisik Chanyeol lagi .

Aku membalikan badanku dan ku kecup bibir Chanyeol sekilas.

"Morning kiss"

Ucapku, Chanyeol hanya tersenyum sambil mengusap rambutku .

"Bee, besok aku mulai bekerja kembali"

Ucap Chanyeol tanpa melepas pelukannya .

"Ya, aku akan menunggumu"

Jawabku yang juga memeluknya .

"Bisakah kau memasak untukku seperti ini dan berdandan cantik untuk menyambutku pulang ?"

Tanyannya .

"Ya, tentu !!"

Teriakku bersemangat .

"Aku mencintaimu"

Bisiknya .

"Aku juga"

"Ah~ aku akan terbang"

Teriak Chanyeol sambil merentangkan kedua tangannya, aku hanya tersenyum kecil melihat tingkah suamiku. Chanyeol kembali memelukku .

"Aku akan ikut terbang"

Bisikku dalam pelukannya .

"Tidak ! Aku tidak berharap kau ikut"

Ucap Chanyeol tiba-tiba dengan nada yang serius .

"Apa ?"

Tanyaku terkejut dan mencoba melepaskan pelukan Chanyeol .

"Kenapa ?"

Tanyaku lagi kecewa .

Aku tidak menyangka jika Chanyeol tidak ingin mengajakku terbang bersamanya .

"Ah tidak, sudah lupakan.

Eum ayo kita jalan-jalan selagi udara pagi masih segar"

Ucap Chanyeol lalu menggandengku dan mengajakku untuk olahraga.

Aku dan Chanyeol mulai berlari keluar rumah menuju taman kompleks perumahan kami.

"Hai !"

Teriak Jongin saat melihat kami melintas di depan rumahnya, ia hendak membuka gerbang rumahnya .

"Pengantin baru kalian mau kemana ?"

Tanya Jongin .

"Hanya berjalan-jalan kecil saja"

Jawab Chanyeol .

"Kau sendiri ?"

Tanyaku saat melihat Jongin begitu rapih dengan setelan kemejanya .

"Berangkat kerja"

Jawabnya .

"Eum"

Gumamku sambil mengangguk mengerti .

"Kapan kau akan kembali bekerja ?"

Tanya Jongi pada Chanyeol .

"Besok. Aku tidak tega meninggalkan istriku sendirian"

Jawab Chanyeol sambil merengkuh tubuhku .

"Ish, aku bukan anak kecil"

Berontakku melepas pelukan Chanyeol .

Ish dia pikir aku anak kecil yang harus selalu di jaga, menyebalkan.

"Hahahaha ... Baiklah selamat menikmati pagi ini"

Ucap Jongin sambil masuk kedalam mobiknya .

Aku dan Chanyeol pun kembali melanjutkan aktivitas kami.

=SKIP=

Ketika malam hari entah mengapa hatikku begitu gelisah seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatiku dan itu membuatku susah untuk tidur.

"Kau tidak tidur ?"

Tanya Chanyeol sambil memandangiku di sebelahnya .

"Aku tidak bisa tidur"

Desisku pelan .

"Eum, apa kau mau main game ?"

Tanya Chanyeol sambil bangkit dari tidurnuya .

"Jika kau kalah maka kita tidur"

Ucap Chanyeol sambil menyalahkan TV .

"Dan jika kau yang kalah, bisakah kau menyentuhku sebagai istrimu ?"

Tanyakku kemudian .

Entah mengapa setelah mengatakan itu aku begitu merasa lega dan aku juga tidak tau mengapa pertanyaan itu keluar begitu saja. Mungkin itu naluriku sebagai seorang istri.

Aku tidak tau apa alasan Chanyeol tak pernah menyentuhku. Apa ada yang salah denganku ? Atau aku tak menarik ?

"Iya"

Jawab Chanyeol begitu singkat setelah cukup lama terdiam. Dia terlihat berpikir keras hanya untuk menjawab itu.

Kami pun memulai permainanya. Permainan pertama kami seri sampai permainan kedua pun masih kami masih seri dan tanpa terasa jam sudah menunjukan jam 2 pagi.

"Goolllll"

Teriak Chanyeol saat berhasil memasukan bola ke gawangku .

"Yaahh, aku kalah"

Desis ku kecewa .

"Sudahlah, kita masih bisa main lagi besok. Sekarang waktunya kita tidur, oke"

Ajak Chanyeol sambil menggendong tubuh kecilku .

"Eum baiklah, besok juga kau harus kembali bekerja bukan"

Ucapku masih kecewa .

Chanyeol hanya tersenyum dan mencium keninggku saat kami hendak tidur.

Sejujurnya aku ingin lebih dari sekedar kecupan manis di kening, aku menginginkan apa yang di lakukan pasangan suami-istri lakukan.

Tapi sudahlah aku hanya dapat menuruti apa yang di lakukan suamiku, aku yakin dia punya alasan kuat untuk menunda melakukan hal itu padaku.

Hari ini hari ke empat aku menjadi seorang istri. Aku bangun lebih siang. Dan Chanyeol sudah tidak ada di sebelahku. Mungkin dia sudah bangun lebih dulu.

Suara gemericik air dari arah kamar mandi terdengar dingin, aku yakin itu pasti Chanyeol.

Aku segera melompat dari tempat tidur ketika teringat Chanyeol mulai kembali bekerja hari ini. Segera ku siapkan kopi dan roti tawar untuk sarapan, semoga saja Chanyeol tidak kecewa dengan menu sarapan pagi ini.

Chanyeol pun selesai mandi dan masih mengenakan mantelnya lalu duduk dan melahap roti tawar dengan selai coklat yang ada dimeja. Aku senang melihat Chanyeol sarapan begitu lahap walau hanya dengan roti tawar.

"Sruuppp"

Suara seruputan kopi yang terdengar begitu nikmat menukaskan bahwa Chanyeol menikmati sarapannya.

"Kau akan pulang jam berapa ?"

Tanyaku saat merapihkan kerah kemeja yang di kenakan Chanyeol .

"Jika tidak ada penerbangan mungkin aku akan pulang jam 8 malam"

Jawab Chanyeol .

"Baiklah"

Balasku sambil tersenyum .

Chanyeol mendekatiku dan mendaratkan ciuman di bibirku hanya sekilas.

"Aku mencintaimu"

Bisiknya mesra, aku hanya tersenyum .

"Chaaa, suamiku sudah tampan, segeralah berangakat"

Ucapku .

Aku dan Chanyeol pun berjalan keluar rumah, aku akan mengantarkannya kedepan.

"Tunggu !!"

Teriakku menahan Chanyeol masuk ke dalam mobil .

Aku pun kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil syal untuk Chanyeol karena pagi itu begitu dingin. Aku kembali ke depan rumah.

"Pakailah"

Ucapku sambil ku pakaikan syal berwarna hitam ke leher suamiku .

"Eum, ini jauh lebih hangat. Terimakasih"

Ucap Chanyeol dan sekali lagi mencium keningku .

"Segeralah pulang, pai"

Teriakku seraya melambaikan tangan ke arah mobil Chanyeol, suamiku pun mulai keluar gerbang dan melanjutkan mobilnya.

Aku segera membersihkan rumah, merapihkan tempat tidur, mencuci piring, menyapu halaman. Saat ku lihat dinding rumah baruku ini terlihat terlalu hambar di pandang mata. Aku teringat akan photo pernikahan yang masih ada di dalam film. Ku ambil kamera dan menghampiri rumah Kyungsoo .

"Kyungsoo"

Teriakku memanggil nama sahabatku itu .

"Ada apa ?"

Tanyanya saat membukakan pintu .

"Temani aku mencetak photo-photo ini ya"

Ucapku sambil menunjukan kameraku .

"Kau sedang tidak sibukkan ?"

Tambahku .

"Tidak. Yasudah tunggulah sebentar aku ganti pakaian dulu"

Jawabnya lalu pergi berganti pakaian

Dia memang sahabatku yang paling baik. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu Kyungsoo, kami pun segera berangkat menuju percetakan photo di sebuah pusat perbelanjaan.

Sambil menunggu photo-photo itu di cetak, aku dan Kyungsoo pun sedikit berjalan-jalan mencuci mata di toko-toko sepatu dan toko-toko baju.

"Wah cantik"

Ucapku sambil menunjukan sebuah baju berwarna hitam .

"Ah itu seperti baju berduka cita saja"

Ucap Kyungsoo .

"Ah tidak juga"

Ucapku lalu menghampiri baju itu .

Entah mengapa akhirnya aku membelinya juga.

Setelah aku dan Kyungsoo selesai berbelanja cukup lama kami kembali ke percetakan untuk mengambil photo-photoku.

"Ajjusshi, mengapa photo ini ikut tercetak ?"

Tanyaku sambil menunjukan photo close up Chanyeol .

"Wah maaf nona, itu untuk bonus saja"

Jawab paman pencetak photo itu .

"Ah tak apalah, lagi pula itu photo suamimu sendiri"

Timpal Kyungsoo .

"Oh tidak usah, aku akan membayarnya"

Ucapku .

Setelah sampai dirumah aku langsung memasang photo yang ku cetak tadi. Lalu ku simpan photo close up Chanyeol yang tak sengaja tercetak tadi kedalam lemari bersama baju yang tadi ku beli.

Ku pandangi dinding dengan sangat bahagia, terlihat disana senyum kami yang menghiasi dinding. Rasanya aku seperti wanita paling beruntung di seluruh dunia. Setelah selesai aku pun kembali membereskan rumah.

Tak terasa saat ku lirik jam ternyata sudah hampir jam setengah tujuh malam. Aku segera membuat nasi goreng, mandi dan berias wajahku secantik mungkin untuk menyambut suamiku pulang.

Setelah selesai ku tata rapih meja makan. Aku duduk sambil menunggu Chanyeol pulang. Tepat jam 8 malam, mobil Chanyeol masuk ke halaman. Aku berlari menyambut di depan pintu rumah.

"Kau cantik"

Bisik Chanyeol sambil merengkuh tubuhku .

"Tidak ada penerbangan ?"

Tanyaku sambil melepaskan rengkuhannya .

"Eum"

Gumamnya .

"Kau pasti lelah, ayo kita makan"

Ajakku sambil menggandeng lengannya .

"Euuummmm, dari sini baunya tercium sangat sedap"

Ucap Chanyeol, aku hanya tersenyum .

Kami pun masuk kedalam rumah, tapi saat di pertengahan jalan menuju ruang makan tiba-tiba saja Chanyeol menghentikan langkahnya dan nampak bingung.

"Ada apa ? Kenapa kau berhenti ? Ayo kita makan"

Ajakku sambil menarik lengan Chanyeol .

"Kau yang menatanya ?"

Tanya Chanyeol sambil memandangi dan menatap photo-photo yang aku pajang tadi pagi di ruang tengah .

"Hehehe, iya. Kyungsoo juga ikut membantuku"

Jawabku .

"Terimakasih"

Ucap Chanyeol sambil mencium keningku, aku hanya tersenyum.

Kami kembali berjalan menuju ruang makan.

"Hmmm, mari kita makan"

Teriak Chanyeol ceria seperti anak kecil .

Aku senang Chanyeol seperti biasa makan dengan lahap. Terus saja ku pandangi wajah tampan suamiku, Chanyeol. Dari sudut mana pun Chanyeol terlihat sangat tampan seperti tidak ada celah untuk kata yang buruk untuk masuk merusak image tampannya. Aku sangat beruntung memiliki suami seperti Chanyeol.

"Besok aku harus bangun pagi, ada penerbangan"

Ucap Chanyeol sambil memakan nasi gorengnya .

"Baiklah, segeralah mandi dan beristirahat"

Ucapku .

"Kau tahu apa yang akan aku katakan saat ini ?"

Tanya Chanyeol sambil menatapku .

"Aku mencintaimu"

Timpalku sambil mengecup bibirnya yang masih beraroma nasi goreng .

"Aku juga mencintaimu"

Bisik Chanyeol .

Hari ini hari kelima aku menjadi seorang istri. Jam 4 pagi aku sudah bangun menyiapkan seragam Chanyeol dan membuatkan sarapan untuknya. Chanyeol harus bangun pagi hari ini, aku tidak ingin dia terlambat hanya karena enunggu sarapannya.

"Waaahhhh kau sangat tampan"

Teriakku memuji Chanyeol sambil mengacungkan dua ibu jariku kearahnya, saat aku melihatnya mengenakan seragam pilotnya. Dia terlihat tampan dan sangat gagah pagi ini .

"Terimakasih"

Ucapnya sambil tersenyum, senyuman termanis diduniaku .

"Makanlah"

Ucapku, Chanyeol kembali tersenyum .

"Kau pulang jam berapa ?"

Tanyaku saat mengantar Chanyeol keluar .

"Besok pagi juga, sekitar jam 9 pagi"

Jawab Chanyeol .

"Euummm lama .. Aku pasti merindukanmu"

Ucapku manja .

"Hahaha .. Pulanglah kerumah eomma, jika kau kesepian"

Ucap Chanyeol sambil mengusap rambutku .

"Ah tidak usah, kan ada Kyungsoo"

Jawabku sambil tersenyum, aku tak ingin membuat Chanyeol khawatir hanya karena sikap manjaku ini .

"Baiklah. Teruslah tersenyum seperti ini, dengan begitu aku tidak akan berat membiarkanmu sendiri"

Ucapnya sambil mendaratkan kecupan dikeningku seperti biasa .

"Hati-hati"

Bisikku sambil memeluknya .

"Tentu"

Jawab Chanyeol .

TBC

Makasih udah mau baca karya abal kagak karuan saya Hhahaha :'D

Maapkeun jika membaca ini menjadi membuang waktu kalian ..

please comment I need its .

Promo boleh ya wkwkwkwk xD

Yang mau berteman lebih deket yuk ..

Follow ig aku @real_tutu61

Kalo mau add line aku tutu_