Dingin.

Entah kenapa, tengkuk pemuda Uchiha itu terasa dingin. Seolah-olah ada sesuatu di sampingnya yang kini berhasil merebut perhatian sang rival yang sedang menatap kosong di hadapannya. Sesuatu… yang hanya bisa dilihat menggunakan indra yang tidak semua orang mampu menggunakannya. Indra keenam.

Dan entah kenapa Sasuke merasa cemas. Keringat dingin perlahan jatuh dari dahinya. Oke, dia memang tahu kalau makhluk yang 'transparan' itu ada dan dia tidak peduli. Dia tidak takut apapun, termasuk makhluk itu. Ayolah, buat apa takut pada sesuatu yang tidak terlihat?

Tapi yang ditakutinya kini adalah, kenapa pemuda yang kini berada di hadapannya itu hanya diam setelah bertanya perihal seorang gadis yang diyakininya ada di sebelahnya sekarang? Dan tatapan kosong itu… semakin membuatnya khawatir.

Sasuke memanggil Naruto, mencoba mendapatkan tatapan dari mata safir itu, "Dobe?"

Tidak ada jawaban darinya. Mata itu tetap tidak menatap balik Sasuke.

Cemas, Sasuke menempelkan tangannya pada pipi tan Naruto yang kini terasa lebih dingin.

'Sial! Ada apa ini?'

"Oi, Naruto! Kau kenapa?" Sasuke menepuk pipi Naruto pelan beberapa kali, hingga akhirnya mata beriris safir itu menggerakkan diri, menatap onyx Sasuke. Tanpa sadar Sasuke menghela napas lega ketika mengetahui orang yang menjadi coretobjekcoretcintacoret nya sejak setengah tahun yang lalu itu menatapnya.

"Sa-Sas… 'ke…"

Karena panggilan Naruto yang begitu lirih, kelegaan itu hanya bertahan sementara ketika tiba-tiba saja tubuh itu melemas dan tertarik gaya gravitasi dengan cepat karena tidak mampu menahan beban tubuhnya sendiri.

Dan Sasuke hanya mampu berteriak saat tubuh Naruto jatuh ke lantai dengan sendirinya.


Naruto © Masashi Kishimoto

The Piece of Soul © Takeuchi Mihara

A SasuNaru Fanfiction Rated T

Romance/Supernatural

Warning : Shounen Ai, Alternate Universe, Typo bertebaran karena saya belum makan, OOC -_-)a

Don't Like, Please Don't Read.

Sekali lagi, Don't Like, Don't Read.


Belum pernah Shikamaru melihat Sasuke sepanik ini. Ketika pemuda pirang yang duduk berhadapan dengan Sasuke itu mendadak pingsan, Ia bisa melihat dengan jelas perubahan ekspresi wajah Sasuke karena dia berada di meja tepat di samping meja Sasuke bersama dengan dua orang lain, Kiba, dan Gaara. Dan karena itulah, suatu pekerjaan yang merepotkan menghampirinya.

"Shikamaru! Kau angkat bagian kakinya! Ya –hei! Jangan hanya ujungnya saja!" Sasuke berteriak kesal ketika perintahnya tidak ditanggapi dengan benar oleh Shikamaru. Sementara Kiba dan Gaara hanya sweatdrop di belakang Shikamaru.

Sementara yang diperintah hanya bisa menghela napas lelah, "Hh… Mendokusei…" meskipun mengeluh begitu, Shikamaru tetap mematuhi perintah seenak-jidat Si Bungsu Uchiha disertai dengan deathglare yang menghampirinya.

"Loh, Sasuke?" suara familiar itu terdengar oleh Sasuke ketika melewati koridor, memaksanya untuk melihat siapa pemilik suara itu.

Hyuuga Neji, salah satu bagian dari klan Hyuuga yang merupakan sahabat klan Uchiha. Dia satu angkatan di atas Sasuke, kelas XI-IPA. Mereka berdua berteman sejak kecil –meskipun Neji hanya dekat dengan Itachi , dan jangan kira Sasuke tidak tahu apa maksud Baka Aniki nya mendekati Chibi Neji waktu itu. Yah, Itachi pernah berniat menjadikan Neji sebagai Uke nya.

Tanpa pikir panjang, Sasuke langsung menarik lengan pemuda itu, "Bantu aku! Kau angkat bagian pinggangnya! –ah, Naruto!" paniknya ketika tubuh pemuda berambut pirang itu mulai merosot jatuh ke lantai karena gendongan tidak seimbang dua pemuda bodoh.

Betapa Sasuke tidak menyadari bahwa hari ini dia begitu OOC.


Pintu UKS pun terlihat. Dengan sigap, Gaara –yang tidak ikut mengangkat tubuh Naruto –membuka pintu UKS dengan lebar, mempermudah tiga pemuda yang sedang bersusah payah di sebelah sana.

Sasuke, Neji, dan Shikamaru meletakkan tubuh yang lemas itu di atas sebuah kasur putih yang berada di dekat jendela ruang UKS. Sasuke meletakkan kepala Naruto dengan hati-hati di atas bantal, melepaskan beberapa kancing gakuran yang terpasang di sana, dan melepaskan hitai-ate ninja yang selalu Naruto pakai. Terkadang Sasuke heran dengan pemuda itu, apakah hitai ate ninja dengan lambang bendera Konoha itu sedang nge-tren? Karena setahu Bungsu Uchiha itu, hanya bocah pirang ini yang memakai hitai ate bodoh itu.

Sadar tidak sadar, Sasuke memang selalu memperhatikan Naruto.

"Hah… Ternyata bocah ini berat juga," Neji mengeluh, meregangkan otot-otot tangannya yang entah kenapa kaku sesaat. Pemuda bermata lavender itu melirik pemuda berambut spike yang sekarang telah menduduki tempat duduk tepat di samping single bed itu. Banyak pertanyaan yang berputar di kepalanya.

Neji memang tidak terlalu mengetahui siapa pemuda berambut pirang itu. Dia bukan orang yang terlalu peduli pada sekitar, kecuali orang-orang yang menjadi mitra keluarganya. Seorang Hyuuga kelas bawah seperti dirinya memang dididik seperti itu.

"Sasuke…" panggil Neji ke pemuda Uchiha itu, tanpa mengalihkan pandangan pada objek yang menarik perhatiannya yang kini sedang melepaskan uwabaki Naruto, si pemuda berambut merah yang entah kenapa menarik perhartiannya sejak dia diseret Sasuke.

Sasuke hanya bergumam pelan, "Hn?"

"Siapa pemuda ini…?"

Diam. Siapa? Tentu saja Naruto adalah keka –ah, bukan… "…Dia teman sekelasku," akhirnya Sasuke menjawabnya, tidak sesuai dengan pikiran sekelebat yang tiba-tiba muncul di pikirannya.

"Tidak biasanya kau menolong orang lain, Sasuke." Tatapan Neji teralihkan, kali ini dia menatap Sasuke penuh selidik. Sebagai teman sejak kecil Sasuke, dia tahu bagaimana sifat seorang Uchiha Sasuke yang notabene nya adalah anak yang pendiam sejak kecil. Dan dia juga tidak pernah bergaul dengan orang lain kecuali Neji dan baka aniki nya.

Sementara yang ditanya hanya diam. Pandangan mata onyx nya tidak teralihkan dari pemuda berambut pirang yang kini terbaring di hadapannya. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang telah terjadi. Kenapa tiba-tiba saja pemuda itu pingsan? Pasti ada sesuatu yang salah di sini.

"Jangan-jangan… Dia pacarmu?" Neji tidak menyerah, masih berusaha untuk mendapatkan balasan dari teman sejak kecilnya itu.

Masih tidak ada jawaban.

"Sasuke…? Benar, ya?"

Sasuke masih diam.

"Sasu –" "Diam. Kubunuh, kau." Habis sudah kesabaran Sasuke. Mata onyx nya menatap tajam pada mata lavender Neji, deathglare.

Yang ditatap hanya bisa nyengir tidak enak.

Satu lagi pelajaran yang kau dapat ketika berhadapan dengan seorang Uchiha Sasuke ; jangan pernah membuatnya kesal atau tatapan matanya dapat membunuhmu. Yah, bisa dipastikan kalimat ini ada benarnya ketika seseorang di belakang author tengah melancarkan deathglare andalannya, membuat author kejang-kejang sesaat.

Eerrh, maaf. Melantur.

Kiba yang sejak tadi hanya melihat drama menggelikan ini hanya bisa menghela napas lelah, "Rasanya aku tahu alasan mengapa Sasuke bersikap seperti itu," bisiknya ke Gaara.

"Hn."

"…"

"…"

"Ngomong-ngomong, di mana Shizune-sensei yang bertugas menjaga UKS itu?"(*)

"AAH! Shizune-sensei!" pekik beberapa pemuda bodoh yang berada di sana.


Yang pertama kali Naruto lihat ketika mengedipkan matanya beberapa kali adalah sebuah ruangan antah berantah yang serba putih. Tempat yang asing bagi matanya.

"Tempat apa… ini?" pemuda berambut pirang itu memandang sekeliling. Raut wajah bingung terlukis di wajah tan-nya. Seingatnya sebelum sampai di tempat aneh ini, dia sedang berada di kantin sekolahnya bersama dengan seseorang berambut pantat ayam yang menjadi rivalnya sebelum–tunggu, di mana pemuda sok stoic itu?

"Sasuke?" entah kenapa yang Naruto pikirkan adalah Sasuke, otaknya menyuruhnya untuk mencari pemuda yang menjadi rivalnya sejak pertama kali bertemu di gerbang sekolah setengah tahun yang lalu itu.

Tidak menemukan pemuda yang dia cari, Naruto mencoba berjalan pelan, menulusuri sebuah jembatan berwarna putih pula yang berada tidak jauh dari tempatnya berpijak. Jembatan itu lumayan panjang, sekitar sepuluh meter dari satu ujung ke ujung lainnya. Tepat di bawah jembatan itu terdapat sebuah aliran air –eerrr, mungkin sungai –yang sangat bening, namun Naruto bisa memastikan tak ada seekor ikan pun ada di sana.

"Hei, apa ada seseorang di sini?" Naruto bergumam kembali. Sial, apa tidak ada seorang pun di sini? Dia tidak habis pikir bagaimana bisa ia tiba-tiba ada di tempat itu.

Dan ketika Naruto mengembalikan tatapannya ke depan, didapatinya seorang gadis berambut bubble gum sedang membelakanginya. Dia berada di ujung jembatan putih itu. Gadis yang tadi minta tolong padanya.

Naruto berlari, berusaha mencapai ujung jembatan dengan lebih cepat. Oke, ini benar-benar aneh. Sebenarnya apa yang terjadi di sini? Gadis itu pasti tahu sesuatu. Kalau tidak, dia tidak mungkin minta tolong pada pemuda bermarga Uzumaki itu.

Sebelum Naruto sampai di ujung jembatan, gadis itu membalikkan badannya, menatap Naruto dengan iris emerald yang memancarkan sebuah rasa campur aduk yang tidak bisa diartikan dengan kata-kata. Perlahan, bibir tipis sang gadis tersenyum hangat, seolah-olah sudah menunggu kedatangan Naruto dengan berbagai harapan yang tidak tertahankan.

Pemuda bermata safir itu terengah sambil menatap mata emerald sang gadis, "Si-siapa… Kau sebenarnya?" Naruto mengepalkan tangan berkulit tan-nya, berusaha meredam berbagai emosi yang mulai memuncak di hatinya.

Sang gadis masih mempertahankan senyuman manisnya, "Ah, perkenalkan. Namaku Sakura." Dia mengulurkan tangan kanan berkulit putih susu miliknya, berharap mendapat balasan dengan Naruto yang mau menjabat tangannya.

Naruto menaikkan salah satu alis kuningnya sebelum tersenyum masam, "Aku tidak menanyakan namamu, Sakura-san. Aku hanya menanyakan makhluk apa kau sebenarnya. Dan –pasti kau yang membawaku ke tempat aneh ini, 'kan?" Naruto mendengus. Okeee, dia mulai kesal sekarang. Tangannya kini dibiarkan menggantung, tidak menanggapi uluran tangan Sakura.

Sakura terkikik geli, "Ah, Naruto-kun. Tempat ini adalah alam bawah sadarmu, kok." Dia menarik kembali tangannya dan bersedekap, "dan kau tidak perlu repot jika sesuatu terjadi dengan tubuhmu, karena Sasuke-kun telah mengurusnya," katanya enteng. Senyum masih belum hilang di wajahnya.

Naruto tersentak begitu Sakura melontarkan nama itu. Sekilas ingatannya mengambang pada perkataan gadis di depannya ini ketika dia melihatnya berdiri di depan Sasuke sebelum dia dibawa ke tempat aneh yang belakangan diketahui adalah alam bawah sadarnya sendiri. Dan apa maksud dari pernyataan itu?

"Apa maksudmu? Tubuhku 'kan ada di –eh…?" tunggu, maksud dari kau berada di alam bawah sadar mu sendiri adalah ketika kau sedang tertidur dan memasuki alam mimpi. Dan itu artinya, raga Naruto tengah tertidur. atau maksudnya –

"Ya, untuk membuatmu dapat kemari, aku terpaksa 'menyerahkan' tubuhmu pada pasanganmu itu, hehehe~" Sakura nyengir ketika mengucapkan kata 'pasangan'. Dan cengirannya makin melebar ketika melihat wajah tan Naruto memerah,entah karena marah atau malu.

"Apa maksudmu dengan 'menyerahkan' dan 'pasangan', hah?" Naruto berteriak, namun tidak berani menatap mata Sakura saat ini. Malu dan kesal menguasainya. Bukan kali pertama Naruto mendengar ejekan seperti itu tertuju padanya dan Sasuke. Beberapa teman satu kelasnya yang notabene nya adalah makhluk berjenis perempuan yang mendirikan sebuah klub aneh bernama Fujo…Fujo apa? Fujodi? Fujomi? Entahlah. Yang pasti, mereka yang tergabung dalam klub itu selalu saja berteriak-teriak nista seperti ; "Kyaaaa, Sasuke-kun~! Cium Naruto-kun!" ketika dia dan sang rival bertengkar atau saling melempar tatapan membunuh.

Cewek-cewek yang aneh.

Dan entah kenapa Naruto harus bertemu lagi dengan makhluk perempuan seperti itu, apalagi gadis di depannya ini tidak jelas makhluk apa. Yang jelas bukan manusia.

Rasanya Naruto ingin memukul seseorang setelah ini.


"Dia tidak apa-apa, hanya kelelahan." Tandas Shizune setelah memeriksa Naruto. Wanita berambut hitam pendek ini hanya bisa sweatdrop ketika pemuda Uchiha yang sedang menghela napas lega di ujung sana itu menggebrak pintu ruang guru dan menyeretnya keluar hanya untuk memeriksa pemuda berambut pirang yang diketahui adalah rival abadi nya sejak setahun yang lalu –setiap warga Konoha Gakuen (sangat) tahu Naruto dan Sasuke adalah seorang rival –dan itu merepotkan.

'Hhhh... Aku jadi tidak bisa menjelaskan tips cara-cara menyenangi seme ke Iruka-sensei, deh.'

Shikamaru mengangkat alis, "Tapi kenapa selama ini? Sudah lebih setengah jam dia belum sadar juga," Otak jeniusnya kini mulai bekerja, "lagipula, sebelum pingsan dia tidak melakukan sesuatu yang membuat lelah seperti berolahraga."

"Yah, itu memang benar," satu-satunya wanita di dalam ruangan itu menggaruk dagunya yang kebetulan tidak gatal, "kemungkinan dia sakit juga tidak ada. Aku sudah mengukur suhu tubuhnya, dan hasilnya normal. Lain halnya ketika dia mengalami sesuatu yang tidak bisa dijelaskan secara medis."

Sasuke mendelik.

Dan entah kenapa ruangan itu menjadi hening. Di dalam pikiran mereka muncul berbagai spekulasi logika tentang sesuatu yang tidak masuk akal.

Lalu, semua orang di dalam ruangan itu menatap bungsu Uchiha yang kini tidak mengalihkan pandangan dari pemuda yang tengah tertidur di hadapannya.

Kali ini si pemuda berambut merah yang bersuara. Hatinya bergemuruh ingin melepaskan beban pertanyaan yang menggantung pada Bungsu Uchiha.

"Bisa kau menjelaskan sesuatu, Uchiha Sasuke?" desisnya.

Sasuke hanya terdiam.


Memeriksa laboratorium bukanlah hal yang biasa dilakukan olehnya. Tapi, ketika sebuah berita menyebar dengan cepat –uchiha Sasuke yang menjadi rival Uzumaki Naruto kini tengah menggendong Naruto yang pingsan ke UKS –memaksanya untuk kembali memeriksa laboratorium.

Begitu sampai di loker laboratorium, dia membuka salah satu loker yang terlihat usang, loker yang bertuliskan 'Haruno Sakura' di bagian depannya.

Dibukanya loker itu, hanya untuk mencari sesuatu yang seharusnya tidak hilang di dalam loker itu.

Perlahan, seringai mengerikan terukir di wajah pucatnya, "Kau yang meminta ini, Sakura…"

Diremasnya botol cairan yang dipegangnya, meninggalkan beberapa serpihan kaca dan tetesan darah di lantai putih laboratorium.


TBC

(*) Kira-kira, siapa yang mengucapkan kalimat itu? XD ada yang mau nebak? #dor

Chapter ini dater-datar aja dan sangaaaat pendek. -_-) Belum nyampe inti nya~ mohon untuk bersabar… Saya sedang konsen untuk masuk ke SMA dan bikin fic buat S.N Day #digampar bolak balik

.

MINNA, AYO KITA MERAMAIKAN SASUNARU DAY YANG JATUH PADA TANGGAL 10 JULI TAHUN INI DENGAN MEM-PUBLISH DAN ME-REVIEW SETIAP FICT SASUNARU! MERDEKA! ALL HAIL SASUNARU! #bawa spanduk


Review reply di chapter 1 ^^ (Entah kenapa p.m saya rada ngaco, dibales di sini aja, ya XD #grin )

TataLupaPassword : Hm, kapan yaaaa~? *nyengir* Bisa menebaknya kah? *digampar* makasih udah review. Lagi donk… #puppy eyes

-Riicho : Salam kenal ^^ Tidaaaaaak~ Jangan panggil saya Senpaaaai~ ToT Kamu lebih senior daripada saya… Jangan panggil saya senpaaaaaiii~! *ditendang* Makasih udah di fav XD jadi malu *eh* Um, gore? Mungkin ada, dikit kok XDD Review lagi? #dor

Xxx : Mungkin miripnya karena tema nya hantu-hantu juga kali, ya? O.O)a

Ttixz lone cone bebe : Hm, gimana yaaa? Iya apa nggak yaaaaa? XD *dirajam* Makasih udah review, lagi donk~ #ngek

Gekikara hn : makasih ^^ ini udah apdet~ mau review lagi? #eh

Meg chan : makasih, ini udah apdet, Cuma abal. -_-)a #ngek

Uchizuku no RenMay : ayo lanjut~ XDD Review lagi? #dor

Aiko-Qie males login. XD : Okaaaaa~ *3* *nyipok* iya dan bukan rated M! okaa mesuuum! Mesuuuum! *dilempar ukulele* liat aja nanti XDD Review lagi donk~ #gotong2 gentong

Uchikaze no Naruels : Elsu, gomen nggak apdet kilat -_-)a Iya, mereka bodoh karena nggak nyadar sama perasaan masing-masing. *dirasenchidori* makasih udah review. Mau review chap 2 yang abal ini? OwO #dor

Akai no Tsubasa : Makasih koreksiannya. ^^ masih ada nggak, ya? *eh* iya, aku juga males nge-italic in -3- rempong sih bok~ *bences*Yosh, bagaimana dengan chapter ini? OwO

Superol : Makasih. ^^ bagaimana dengan chapter ini? Menurutku kurang seru –w- *joged* masih mau review, nggak? #puppy eyes

Artemisaish : Makasih ^^ maap kalau apdetnya nggak fast *ditendang* review lagi? OwO

Vii no Kitsune : makasih ^^ E-eerr, saya nggak bisa bikin humor. -_-)a paling kalau ada di filter, genre nya gaje~ *ditabok* penjelasan itu bakal mengalir seperti air~ *nyeh* Um, kalau kelas 1 SMA itu umurnya berapa ya? O.O)a mau review lagi, nggak? #nyeh

Ryuu Dobe Lamperouge : kekeke XDD #grin Ibiki? O.O mungkin maksudmu Ebisu, ya? Owo Pair ini SasuNaru! Iyeeeei! XDD mau review lagi? OwO

: makasih ^^ E-errr, apa ini namanya apdet asap? #digibeng Review lagi mau nggak? oWo

CCloveRuki : kekeke, makasih, ini udah apdet XDD Mau review lagi?

Charlotte : ini udah apdet ^^ mau review lagi? Owo


Makasih udah review. ^^ Saya tahu, chapter ini ababil banget. -_- Saya minta koreksiannya, ya. #pundung


With love,

Takeuchi Mihara.