Disclaimer :

Axis Power Hetalia & Hetalia World Series Hidekaz Himaruya

Tujuh Tempat Berpenghuni di Sekolah ©Tami Nagasaki

.

.

.

Happy Reading

Peringatan : bagi yang ingin baca Fic ini, saya sarankan anda melihat keadaan di sekeliling kalian, atas, bawah, depan, belakang, samping kanan, dan sampng kiri. Kalau nggak ada yang mencurigakan, silahkan dibaca Fic ini... dan jangan mimpi buruk ya(hanya untuk jaga-jaga aja)


Pukul 22.00


Yup, mereka para penantang maut tadi sudah sampai di sekolah mereka(di Gakuen Hetalia)...

Nesia : wihh… serem banget sekolah kita saat malam hari ya….

Yah begitulah adanya, sekolah super elit yang bernama Gakuen Hetalia ini pada siang hari terlihat sangat-sangat megah dan elit, tapi pada malam hari, uh… nggak bisa di bayanginlah ngerinya. Seperti gedung kosong yang udah berabad-abad nggak ada penghuninya (kebayang nggak?)

Alfred : Yosh, semuanya sudah siap?

Scott : woi sabar lah dulu baka…

Lovino : Sabar dulu humberger bastard, gue harus lihat perlengkapan isi tas gue dulu…

Alfred : hah, ya udah…*masang muka murung*

Lukas : eh Francis, kau bawa handycam nya kan?

Francis : Pastinya…

Nesia : OK… AKU SIAP! * sambil megang bamboo runcing*

Scott : aku juga *sambil megang kampak ukuran gede*

Ivan : Da~ *seperti biasa, megang pipa kran keramatnya*

Alfred : OK SEMUANYA, AYO KITA MASUK KE SE...

"Hey kalian, ngapain kalian malam-malam kesini?" tiba-tiba terdengar suara yang familiar berasal dari belakang yang sukses memotong teriakan Alfred tadi. Langsung saja mereka melihat kebelakang. Dan yang didapati mereka dibelakang adalah, seorang laki-laki berambut pirang seleher yang berasal dari Switzerland sedang memegang senapan jarak jauh, dan juga sekelas sama mereka-mereka tadi. Ya, siapa lagi dia kalau bukan Vash Zwingli.

Gilbert : lo juga, ngapai lo kesini malam-malam?

Tanya Gilbert balik...

Vash : gue kesini hanya ingin jalan-jalan.

Nesia : woi Vash, lo mau ikut nggak?

Vash : ikut apa?

Scott : ikut melihat hantu yang sudah membunuh Natalia.

Vash : mp… boleh juga, aku ikut.

Alfred : OK SEMUANYA, AYO KITA MASUK KE SEKOLAH!

All : YOSH!

Kemudian mereka langsung masuk ke sekolah yang super duper serem itu. Saat mereka memijakkan kaki mereka ke lantai sekolah, tiba-tiba Scott dan Nesia merasakan hawa aneh yang membuat mereka berdua berhenti sebentar. 'apa ini, hawa apa ini? mengerikan' pikir mereka berdua sambil bergidik. Lukas ( yang juga merasakan hawa aneh) melihat mereka berdua langsung berkata "Oi, ayo cepat dari pada kami tinggal, bukan kalian saja yang merasakannya tau". "uh.. ia-ia jangan tinggalin kami dong" balas mereka sambil kembali berjalan. "tap...tap...tap" terdengarlah suara hentakan kaki mereka di sekeliling ruangan yang mereka lewati ( yaiyalah, wong di sana nggak ada orang selain mereka).

Dua puluh menit berjalan akhirnya mereka sampai di lantai tiga, di lantai tiga inilah labor fisika berada.

Lukas : oi Francis, hidupin handycamnya terus rekam.

Francis : Yup *Hidupin Handycamp*

Setelah itu, mereka mulai berjalan menuju ke labor fisika dengan agak lambat untuk melihat melihat keadaan kelas di sekeliling mereka. Kosong... itulah yang mereka lihat di uangan-ruangn yang mereka lewati. Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka sampai di labor fisika.

Nesia : hey kalian, siapa yang buka ni pintu?

Alfred : Lo ajalah Nes.

Nesia : IH,ogah ah, lo aja yang buka sono!

Alfred : Hah kok akusih? Francis ajalah

Francis : o tidak bisa, gue kan lagi ngerekam,suruh aja Elizaveta

Elizaveta : Ih kok akusih, Gilbert ajalah...

Gilbert : kok gueyang awesome yang buka pintunya,lo lah Lukas

Lukas : nggak sudi gue buka ni pntu, lo sajalah Scott.

Scott : nggak nggak, Lovino ajalah

Lovino : demi semua tomat yang ada didunia, gue nggak mau! si Humberger bastard sajalah yang buka!

Ivan : Da~kau sajalah Alfred

Alfred : a...a...ap..apa? OH NUOOOO!

Vash : udah-udah, sini biar gue yang buka.

Akhirnya Vash membuka pintu labor itu "Krieeettt" kosong, tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam labor, itulah yang didapati Vah di dalam labor. "hoy masuklah aman kok!" teriak Vash, langsung saja mereka masuk kedalam labor. "kosong, sayang sekali da~" kata Ivan 'biarin saja kosong dari pada tu hantu muncul' pikir Francis dalam hati, sekarang dia lagi merekam keadaan disekitar labor. Saat merekam keadaan dilabor, tanpa sengaja dia merekam sebuah almari labor yang tiba-tiba bergerak sendiri, ya seperti ada orang disana yang lagi berusaha membuka pintu almari itu dari dalam. Francis yang menyadari apa yang direkammya langsung bertanya " hey guys, itu pintu almarinya bergerak " spontan saja mereka melihat kearah pintu almari,dan benar sajalah apa yang dikatakan Francis tadi, pintu almarinya bergerakseperti ada yang mendobrak pintunya dari dalam. Dan untuk sementara waktu, mereka sudah mengambil ancang-ancang buat kabur dari labor (apalagi si Alfred) . "BRAAKKK" Akhirnya pintu almari itu terbuka, mereka langsung terkejut melihat siapa yang membuka pintu almari itu. Ya, yang membuka pintu itu adalah penunggu labor fisika yang telah membunu Natalia. Tapi yang lebih membuat mereka ngeri adalah wujudnya, mata yang hampir lepas dari tempatnya, tangan kanannya sudah menjadi tulang yang sedang memegang pisau belati, perutnya bolong, memakai baju seragam Gakuen Hetalia yang sudah berlumuran darah tangan kirinya mempunyai kuku yang sangat panjang dan tajam dan ada sebuah pisau yang tertancap di kepalanya (kebayang nggak sama kalian?).

"GYAAAA" Pekik Alfred yang udah ketakutan, Francis yang di depan sekarang sedang merekam penampakan mahluk itu. Setelah itu dialangsung mematikan Handycamnya karena ketakutan. Sekarang hantu itu sedang menggerakkan tangan kirinya untuk menggapai mereka sambil berjalan dan berkata "let me go".Mereka semua langsung mundur beberapa langkah. Francis yang udanh sangat ketakutan langsung terjatuh, hantu itu mendekati Francis yang sudah berkeringat dingin sambil mengayunkan pisau belati ke arah Francis. Francis yang sudah pasrah karena dirinya akan mati langsung menutup matanya."Brak!".

Sekarang Francis membuka matanya, setelah membuka matanya, dia mendapat hantu itu jatuh dan mengerang kesakitan. Ternyata saat Francis menutup mata tadi, Scott dan Nesia menyerang hantu itu dengan sebuah tangkai pel nyasar, dan sebuah sapu yang ada di belakang pintu masuk. Setelah memukul hantu itu, Scott langsung berteriak " SEMUANYA PERGI DARI SINI" langsung saja mereka pergi dari labor itu sambil berpencar. Hantu itu yang sudah bisa berdiri langsung mengejar Scott dan Nesia


Ditempat Ivan dan Gilbert


Gilbert : Oi Ivan, hantu itu ngejar siapa?

Ivan : aku rasa, hantu itu mengejar Scott dan Nesia.

Gilbert : hah syukurlah.

Kemudian mereka diam membisu, dan terjadilah keheningan

hening...

masih hening...

dan akhirnya...

Ivan : eh Gilbert, apa kau tau kita sekarang dimana?

Gilbert :di labor biologi kan?

Ivan : ia, dan kau tau kan tentang labor biologi?

Gilbert : ia aku tau, tentang penampakan hantu dan tengkorak yang bisa bergerak sendiri tu kan?

Ivan : betul *senyum penuh arti*

Gilbert : Ivan, kenapa kau menanyakan hal itu?

Ivan : karena yang kau bilang tadi sudah muncul da~

Gilbert :a...apa? d...dimana?

Ivan : tu lihat aja di depan

Spontan saja Gilbert melihat kedepan, dan benarsajalah apa yang dibilang Ivan tadi, hantu berambut panjang yang setengah badannya sudah menjadi tulang berulang dan tengkorak labor yang bergerak sendiri. Langsung saja Gilbert berteriak "GYAAAA" sambil memeluk Ivan karena ketakutan, sedangkan Ivan nya, dia malah merekam penampakan hantu itu pakai handycam kakaknya yang diam-diam dia bawa ke sini, sebenarnya bukan Francis aja yang bawa Handycam, tapi semuanya membawa handycam. termasuk si Ivan. " ke-ma-ri lah kalian"kata hantu berambut panjang itu sambil menggapai-gapai mereka.

Gilbert :Gyaaaa! Ivan ayo kita cepat pergi dari sini! jangan merekam terus!

Ivan : sabar da~ *matiin Handycam*

Kemudian mereka langsung kabur dari labor biologi. Hantu dan tengkorak itupun langsung menghilang setelah mereka pergi (tapi selanjutnya pasti muncul lagi ni hantu).


Di Tempat Vash


Vash POV

Karena kecapean lari turun tangga, akhirnya aku berhenti di depan toilet lantai satu paling ujung. 'huh, untung nyawaku selamat...' pikirku dalam hati, tapi setelah aku melihat ke arah kanan depan ku, aku langsung kaget karena aku baru ingat kalau toilet lantai satu paling ujung ini adalah salah satu dari tujuh tempat berpenghuni itu! aku langsung bergidig sambil mengeluarkan senapan dan kertas mantra dari Nesia 'apa guna kertas ini ya?' batinku, aku langsung menyimpan kertas mantra yang diberi Nesia tadi di kantong celanaku dan mengingat saat Nesia memberikan kertas mantra ini padaku...

Flash back

Sebelum memijakkan kaki ke sekolah, Nesia memberikan sebuah kertas mantra kepada Vash

Nesia : Vash

Vash : hah?

Nesia : ini, ambil * nyodorinsebuahkertas mantra*

Vash : hah? apa ini?

Nesia :ini adalah kertas mantra, lengketkan di senapan mu saat mau menggunakannya, dan ingat! dipakai saat keadaan terdesak

Vash : tapi...

Nesia : udah jangan banyak tanya lagi, ayo cepat

Vash : b...baik

End Of Flash back

Vash POV

'Kriettt' terdengar suara pintu yang dibuka dari arah toilet itu, aku langsung menghidupkan handycamku dan merekam pintu yang yang terbuka tadi, karena aku tau siapa yang membuka pintu ini, pasti dia, sipenghuni toilet yang tanpa kepala. Kenapa tanpa kepala? konon dulu ceriatnya, ada seorang guru sekolah ini yang dimutilasi oleh seorang kepala sekolah sebelum pak Rome. Katanya, badannya dimasukkan kedalam bak yang ada di toilet dan kepalanya entah dikubun dimana. Dan konon katanya, arwah guru itu gentayangan karena ingin balas dendam serta mencari kepalanya yang etah dikubur dimana. Dan, benar sajalah apa yang kubilang tadi hantu itu menampakkan dirinya. Kalau kalian mempertanyakan aku merekam penampakan hantu itu?, jawabannya Ia,aku memang merekam hantu itu. setelah satu menit aku merekam penampakan hantu itu, aku langsung mematikan handycamku dan mundur beberapa langkah.

Normal POV

Hantu tanpa kepala itu mendekati Vash yang mundur beberapa langkah tadi sambil menjulurkan tangannya ke depan untuk menggapai Vash. Vash yang udah ketakutan, tanpa pikir panjang langsung menembak hantu itu. Namun sayang, tembakan Vash tadi tidak mempan terhadap hantu sudah dalam keadaan terdesak, Vash langsung mengambil kertas mantra Nesia tadi dari kantong celananya dan melengketkannya di senapan, terus dia langsung menembak tepat ke arah jantung hantu itu. Seketika itu, hantu itu mengerang kesakitan, badannya langsung terbakar dan lenyap.

Langsung saja Vash lari dari toilet itu dengan legah, karena satu tempat dari tujuh tempat berpenghuni itu sudah tiada (maksudnya penghuninya itu sudah tak ada lagi, jadi aman). 'oo... jadi itu ya gunanya kertas mantra ini' batinnya. Sebenarnya kertas mantra pemberian Nesia tadi gunanya adalah untuk melenyapkan hantu dalam hitungan detik. Dan sekarang Vash sudah bisa bernafas legah karena nggak dikejar hantu lagi.


Ditempat Lukas


'i..ini diamana?' tanya Lukas dalam hatinya, langsung saja dia meliha sekeliling ruangan, ada piring, meja makan, sendok, kuali, kompor dan lain lain. "oh ini di kantin ya, aku harus menghidupkan handycam ku dan merekam ruangan ini" katanya dengan nada datar sambil menghidupkan handycam kesayangannya yang berwarna ungu. Lukas merekam keadaan di kantin berharap menemukan penampakan penghuni kantin, namun hasilnya nihil, tidak ada penampkan penghuni kantin ini. Tapi, setelah beberapa menit merekam, mata Lukas langsung tertuju ke seorang atau bisa dibilang sesosok anak kecil yang lagi duduk di kursi kantin, untungnya sesosok anak kecil tadi melihat kebelakang, jadi dia tidakmelihat Lukas.

Langsung saja Lukas mengarahkan handycamnya ke arah penampakan tadi, setelah beberapa menit merekam sesosok anak kecil tadi, Lukas langsung mematikan handycamnya dan langsung keluar dari kantin sambil berlari.

Sesosok anak kecil tadi yang sebenarnya menyadari kehadiran Lukas tadi langsung menyunggingkan sebuaah senyuman dibibirnya sambil berkata " kau pasti bisa memusnahkan roh jahat yang ada disini".Dengan arti kata, yang direkam Lukas tadi adalah penghuni kantin yang baik. Setelah itu sesosok anak kecil tadi langsung menghilang ditelan cahaya.

Lukas yang sedang berlari di lorong sekolah yang menyadari kalau yang direkammya tadi adalah penampakan penghuni yang baik pun langsung berkata "mp... aku pasti bisa memusnahkannya..."


Ditempat Elizaveta dan Lovino


Lovino : hah...hah... konoyaro... capek banget nih, udalah bolak balik turun naik tangga, malah nyasar kesini!

Elizaveta : eh, bukan losendiri yang capek tau, gue juga capek!

Lovino : ini gara-gara si dukun santet gaje dan Scott tadi, masa iya, pake acara mukulin tu setan keparato? kan kita yang kenak imbasnya!

Elizaveta : daripada nggak sama sekali, malah bertambah korban jiwanya oon!

Lovino : terserah

Elizaveta : eh, ini di taman ya?

Lovino : hah? *melihat sekeliling tempat* ia..*diam benter dan...* WADUUUUHHHH! ELIZA, AYO CEPAT PERGI DARI SINI SEBELUM DIA DATANG...

TBC


Masamune : woi nanggung tu! selesaiin yang ini dikit napa!

Author : ah nanti lah... itu untuk chapter tiga aja, aku lagi mikir bagaimana bentuk hantu yang akan muncul selanjutnya...

Masamune : alasan lo author, bilang aja lo lagi pusing mikirin tugas kan?

Author : ia sih, tapi memang betul kok yang tadi!

Masamune : a... banyak alas..

Author : masamune~ sekali lagi lo bicara, nyawamu akan melayang

Masamune : *diam*

Author :baik...halo reader... apa kabar, bagaimana ceritanya, ada gajekah, aneh kah, kurang serem kah,atau kurang keren, yah mohon maaf kalo ada typo yang bertebaran. yang penting mohon direview fic ini yah... dan seperti biasa... saya tidak menerima FLAME titik.