Disclameir :

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

Cast : KYUMIN and Friends ^^

Warn : GS, Geje, OOC, Drama

.

oOo

.

Eunhyuk!

Setelah membicarakan tentang 'ciuman' dan juga tentang Kyuhyun yang tidak pernah menciumnya 'lagi' Sungmin jadi uring-uringan. Selama ini, dia tidak masalah lebih tepatnya tidak mempermasalahkan kenapa Kyuhyun tidak menciumnya lagi. Tapi kini, dirinya sungguh penasaran.

Karena itu, ia menghampiri Kyuhyun yang sedang berada di perpustakaan dan menanyakannya. Namun jawaban dari kekasihnya itu sungguh tidak memuaskan. Jadilah Sungmin kemballi ke kelasnya dengan wajah cemberut.

Dengan agak kasar, ia mendaratkan tubuhnya dikursi dan menumpu dagunya. Eunhyuk, Ryeowook dan Kibum menatap aneh pada Sungmin. Tanpa perintah, ke tiga gadis itu mengerubungi Sungmin.

"Kenapa dengan wajahmu?" tanya Kibum.

"Menyebalkan!" seru Sungmin. Kibum tahu, perkataan itu bukan ditunjukan untuknya.

"Kenapa? Kenapa?" tanya Ryeowook.

"Jangan bilang kau sedang kesal dengan Kyuhyun," terka Eunhyuk.

Sungmin menoleh pada Eunhyuk. "Kau tahu?" Sungmin bertanya balik.

Eunhyuk tersenyum angkuh. "Tentu saja."

"Ayo cerita," paksa Ryeowook. Ia juga penasaran, karena Sungmin dan Kyuhyun jarang sekali bertengkar, hihihi.

"Aku menanyakan pada Kyuhyun kenapa ia tidak pernah menciumku lagi," kata Sungmin dengan bibir yang semakin mengerucut.

"SUNGGUH?" terlihat wajah Eunhyuk, Kibum, dan Ryeowook yang terlihat sangat antusias. "Lalu, Kyuhyun menjawab apa?" tanya Ryeowook.

"Hah!" Sungmin cemberut.

Kibum mengusap punggung Sungmin. "Kyuhyun menjawab apa?"

"Hah!" Wajah Sungmin semakin muram. Gadis itu semakin menundukan kepalanya, terlihat sekali dari rautnya jika gadis itu tengah sedih bercampur kesal.

"Sungmin-ah, ayolah jangan buat kami penasaran. Kyuhyun menjawab apa?" Eunhyuk bertanya dengan penuh kesabaran. Jangan bilang Sungmin tidak ingin menjawab pertanyaan mereka.

Sungmin menghembuskan nafasnya lalu menatap satu persatu sahabatnya.

"Kyuhyun-ah aku ingin bertanya."

"Apa?"

"Kenapa kau tidak pernah menciumku lagi?"

Kyuhyun menatap Sungmin dengan wajah datar. "Hah?"

"Hah? Hyuk. Hah?" seru Sungmin. "Kyuhyun hanya menjawab 'Hah,' menyebalkan sekali kan." Sungmin menggigit buku tulisnya gemas.

Ryeowook menepuk jidatnya, Kibum geleng-geleng, Eunhyuk cengo.

"Dia tidak menjawab apa pun lagi?" tanya Eunhyuk. Sungmin menggeleng sebagai jawaban.

"Bagaimana ini? Aku putus asa Hyuk." Sungmin menatap Eunhyuk dengan mata berkaca-kaca.

Eunhyuk merangkul bahu Sungmin. Senyuman penuh arti Eunyhuk tampilkan. Ryeowook dan Kibum tahu jika gadis ramping itu mempunyai suatu rencana.

"Tenang Sungmin ah aku punya ide," Eunhyuk menaik turunkan kedua alisnya.

Kibum dan Ryeowook berdoa semoga ide yang Eunhyuk berikan pada Sungmin -yang terlihat antusian- tidak macam-macam.

...

Lipstik!

Minggu pagi Sungmin telah di jembut oleh Kyuhyun untuk berkencan. Beralasan jika persediaan make upnya telah habis Sungmin menyarankan untuk pergi ke daerah Garosu-gil area Sinsa-dong, Gangnam-gu.

Berjalan-jalan sebentar, kemudian Sungmin menggiring Kyuhyun masuk ke toko yang menyediakan make up dan alat-alatnya.

Sungmin berhenti di stand pemerah bibir. Disana banyak sekali jenis-jenis lipstik tersedia. Mulai dari matte, moist, lip balm, lip gloss dan lainnya.

Sungmin mengambil lipstik berwarna merah terang lalu menyapukannya pada bibirnya.

'Aku pernah membaca sebuah artikel. Katanya, pria lebih sering melirik kepada wanita yang memakai lipstik merah, dan ini fakta. Katanya juga warna merah mencerminkan sisi sensual yang meningkatkan hasrat seksual pria." Eunhyuk menaik turunkan kedua alisnya.

Sungmin tersenyum dalam hati. Setelah merasa polesan lipstiknya rapi, Sungmin menoleh pada Kyuhyun yang sedari tadi terus memperhatikannya.

'Apa Kyuhyun tergoda?' batin Sungmin.

"Bagaimana? Cocok tidak? Aku cantik tidak?" tanya Sungmin sembari membuat gerakan-gerakan bibirnya sensual, menurutnya.

Kyuhyun mematung, detik berikutnya ia meraih tas selempang Sungmin dan mengambil selembar tisu basah yang masuk dalam barang-barang yang selalu Sungmin bawa kemana pun.

Pemuda itu dengan lembut menghapus lipstik itu dari bibir Sungmin.

"Kenapa kau menghapusnya?" tanya Sungmin, sedikit kecewa. Triknya sudah pasti gagal bukan?

Kyuhyun tidak berkomentar. Ia sibuk melihat warna lipstik yang ada. Tak berapa lama Kyuhyun mengambil lipstik pilihannya. Ia mengangkat wajah Sungmin yang cemberut lalu mengoleskan lipstik itu pada bibir Sungmin. "Sebenarnya bibirmu sudah berwarna pink alami,"

Sungmin sendiri masih terdiam. "Tapi jika kau ingin memakai lipstik gunakan lipstik merah muda atau orange?" saran Kyuhyun.

"Nah, begini lebih baik. Dan aku suka." Kyuhyun membalikkan tubuh Sungmin ke arah kaca hingga Sungmin bisa melihat tampilannya sekarang.

Lipstik merahnya telah terganti dengan lipstik pink, sangat muda, polos, dan natural.

Sungmin menatap Kyuhyun. "Kau tidak suka dengan lipstik warna merah?"

Kyuhyun menggeleng keras.

"Tapi survei mengatakan jika mayoritas pria suka dengan wanita yang memakai lipstik merah."

Kyuhyun sedikit membenarkan poni Sungmin yang sedikit berantakan. "Aku masuk kedalam minoritas pria yang tidak menyukainya," ujarnya santai. "Tapi ada hal yang paling penting."

"Apa?" tanya Sungmin polos.

"Senyum mu. Aku lebih suka melihat senyummu." Kyuhyun tersenyum sangat manis dan itu langsung menusuk jantung Sungmin.

Pipi gadis itu memerah. "Kau terlalu banyak bicara," cicit Sungmin pura-pura marah.

"Sungmin-ah, apa kau terlalu banyak memakai pemerah pipi?"

"YAK!" seru Sungmin.

Kyuhyun tertawa.

...

Secret Garden!

Sungmin mendudukan Kyuhyun dengan paksa lalu mendudukan dirinya di sebrang sang kekasih.

"Tempatnya bagus. Cafe apa ini?" tanya Kyuhyun.

"Ey, masa kau tidak tahu? Ini kan cafe yang menjadi tempat syuting drama Secret Garden. Dan meja yang kita tempati ini adalah tempat Gil Ra Im dan Kim Jong Won berbicara yang berakhir dengan-"

Kyuhyun menatap Sungmin, menunggu sang kekasih melanjutkan kalimatnya. "Ah sudah lupakan."

Kyuhyun tak ambil pusing. Lalu seorang pelayan menghampiri meja Sungmin dan Kyuhyun. Menyerahkan buku menu pada keduanya.

"Ah? Ini cafe kopi ya?"

Sungmin berdecak. "Baru menyadarinya?" Kyuhyun tersenyum.

"Mau pesan apa?" tanya Sungmin. Kyuhyun menatap buku menu lalu menutupnya. "Aku tidak tahu tentang kopi." Jawabnya tersenyum lagi, lalu mengedarkan pandangannya kesegala penjuru cafe. Menyerahkan semua keputusan pada Sungmin.

Sungmin pun memesan dua gelas cappucino. Hatinya berdegup membayangkan reaksi apa yang akan Kyuhyun berikan saat dirinya menjalankan trik ini.

Pesanan pun datang.

Kyuhyun memperhatikan pesanannya. "Ini foam?" tanyanya sambil menunjuk gumpalan putih yang menutupi cappucino. Sungmin mengangguk.

"Aku baru tahu," cicit Kyuhyun pelan terkesan sangat jujur lalu ia langsung menyeruput sedikit demi sedikit cappucinonya. "Tidak buruk," jawabnya.

Sungmin diam-diam menyiapkan hatinya untuk melancarkan triknya. Ia sesap cappucino nya tanpa menjilat bibir atasnya yang pasti ia tahu sudah di penuhi oleh busa cappucino.

Sungmin pura-pura tidak tahu sampai Kyuhyun menggengam tangannya. "Hm? Apa?" tanya Sungmin.

Kyuhyun menatapnya dengan pandangan lembut, senyum tipis di bibir Kyuhyun tersungging.

"Kau ini."

Sreet!

Kyuhyun mengusap bibir Sungmin yang penuh busa dengan tisu membuat Sungmin sedikit terperangah karena kaget. "Seperti anak kecil saja, minum sampai belepotan seperti itu."

Sungmin cemberut. "Biarin."

Sungmin pikir Kyuhyun akan membersihkan foam tersebut dengan bibirnya, ah malah dengan tisu.

Gadis bergigi kelinci itu pun mengambil ponselnya kemudian mengirim pesan pada sahabatnya.

'Eunhyuk-ah, foam kiss. failed.'

...

Pedas!

'Kau tau? Pria juga suka saat melihat bibir kekasih mereka sedikit bengkak dan merah karena memakan makanan pedas. Nah! Coba trik satu itu, Sungmin-ah. Mungkin saja saat melihatmu kepedasan, Kyuhyun tergoda dan menciummu."

Trik selanjutnya usulan Eunhyuk yang Sungmin jalankan kini.

Perutnya sudah panas karena memakan ramyun pedas. Sial, kenapa bisa pedas sekali sih? Tapi jika itu bisa membuat Kyuhyun menciumnya, tak apa Sungmin rela.

Kyuhyun menatap Sungmin dengan wajah mengerut dan penasaran, Sungmin menyadari itu.

"Kenapa?" tanya Sungmin.

Kyuhyun menatap antisipasi pada ramyun Sungmin antara ingin mencoba dan tidak ingin. Namun rasa penasaran yang tinggi membuat Kyuhyun menyumpit ramyun Sungmin dan memakannya.

1 detik

2 detik

3-

"Ya Tuhan." Kyuhyun meneguk air dinginnya dengan rakus. Mengambil beberapa lembar tisu untuk menutupi bibirnya yang terasa terbakar.

Ia menatap Sungmin dan mangkuk ramyum kekasihnya bergantian. "Kau ingin sakit perut ya?" Kyuhyun sedikit bicara dengan nada tinggi. Ia mengambil paksa mangkuk ramyum Sungmin dan menjauhkannya dari jangkauan kekasih cantiknya.

"Jangan makan itu lagi," kata Kyuhyun tegas. "Ya ampun pedas sekali." Lelaki itu melepas tisu yang menutupi bibirnya kemudian meneguk air lagi sembari memberi petuah ini itu untuk kekasih cantiknya –yang lagi-lagi tidak di dengarkan oleh Sungmin.

Sedangkan Sungmin terdiam sembari mengamati Kyuhyun. Pemuda itu tidak kuat dengan rasa pedas, apapun. Sedikit saja, reaksi pada Kyuhyun akan sangat terlihat. And tara! Hanya satu suapan ramyum pedas sudah membuat bibir Kyuhyun bengkak dan memerah.

Dan parahnya Sungmin terpokus pada kedua belah bibir milik Kyuhyun. Tebal, bengkak, merah, sexy, dan berkilat karena Kyuhyun mengulum bibirnya terus menurus berusaha meredakan rasa pedas.

Oh my god!

Sungmin dengan berat hati mengirim pesan pada Eunhyuk.

'Bukan Kyuhyun yang ingin menciumku. Tapi aku yang ingin menciumnya.'

...

Got'cha!

Donghae memiringkan kepalanya ke kiri kemudian detik selanjutnya ke kanan terus seperti itu, ia tengah berpikir sambil menatap Kyuhyun yang serius mengerjakan tugas.

Merasa jengah di tatap intens oleh sahabatnya. Kyuhyun melotot. "Apa?"

Donghae tersentak karena di tatap tajam dengan tiba-tiba. "Hahaha, tidak."

Kyuhyun berdecak lalu kembali mengerjakan tugas. Setelah mantap dengan tekadnya, Donghae mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun memastikan jika jaraknya berada di tempat aman sekaligus bisa berbisik pada sahabatnya itu.

"Kyuhyun-ah."

"Apa?" jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya.

"Kenapa kau bisa tahan tidak mencium Sungmin –lagi?" Donghae menjauhkan tubuhnya lagi dan tersenyum santai walau dalam hati jantungnya sudah dagdigdug. Kenapa pula sahabatnya itu memiliki tatap mata setajam elang?

"Hahaha, well kau tahu," Donghae berusaha mencari bahan pembicaraan lagi agar setidaknya Kyuhyun tidak terus menatapnya seakan ingin menelan dirinya bulat-bulat. "Aku belum genap 1 bulan berpacaran dengan Eunhyuk tapi kami sudah tidak terhitung berapa kali kami ciuman. Nah aku jadi penasaran kenapa kau tidak seperti kami."

Mati! Dirinya malah tidak sadar melayangkan pertanyaan yang sama.

"Aku tidak harus memberitahumu, bukan? Lagian hal seperti itu bukan untuk konsumsi publik."

Donghae bernafas lega karena Kyuhyun tidak menatapnya tajam lagi. Ia jadi lebih rileks. "Memang, itu privasi sih tapi ya tetap saja yang namanya penasaran ya penasaran."

Kyuhyun mengangguk menyetujui. "Kalau begitu terus lah penasaran karena aku tidak akan pernah memberitahukannya," celetuk Kyuhyun.

Donghae menyandarkan punggungnya di kursi. Menatap seisi kelas yang tampak begitu ramai karena sedang istirahat.

"Jika dipikir, Kau beruntung mendapat paket komplit, Sungmin cantik, baik, imut, menggoda. Kau juga tahu Sungmin banyak yang menganggumi termasuk aku well, hanya menggagumi ya catat," ralatnya buru-buru. Tapi itu memang benar karena cintanya kan untuk Eunhyuk.

"1 tahun 3 bulan hanya ciuman sekali? bukankah itu tidak masuk akal? Bagaiama kau bisa bertahan? Sekali ciuman saja bisa membuat pemuda seperti kita ketagihan. Inginnya selalu mencium bibir gadis kita, rasanya ada yang kurang kalau tidak mencium bibir Eunhyuk satu hari pun hihihi." Donghae jadi membayangkan saat dirinya berciuman dengan Eunhyuk.

"Terus dan terus inginnya kecup lagi kecup lagi, kalau umur sudah legal bisa jadi kita membawa gadis masing-masing ke atas ranjang hahaha konyol sekali ya, itu gara-gara ciuman, terus rape, terus wooh. Itu bahaya jika terjadi di umur kita, ya tindakanmu yang tidak sering mencium Sungmin aku rasa benar-"

"..."

"..."

Kyuhyun dan Donghae saling menatap, saling mematung. Bukankah secara tidak sadar Donghae telah menebak kenapa Kyuhyun tidak pernah mencium Sungmin lagi? *smirk.

"AH?"

"Yak!"

Donghae mengulum senyum pada Kyuhyun. "Benarkah itu? Kau takut hilang kendali?"

"YAK LEE DONGHAE!" seru Kyuhyun sedangkan Donghae sudah kabur. Namun sepertinya Kyuhyun belum puas jika belum menyumpal mulut sahabatnya. Karena itu terjadilah aksi kejar-kejaran Kyuhyun dan Donghae.

...

KYAA!

Semua trik sudah Eunhyuk berikan pada Sungmin namun semuanya berakhir gagal. Sungmin sangat putus asa. Kenapa Kyuhyun tidak terpancing sedikit pun? Apa karena bibirnya kering saat ciuman? Bibirnya tidak enak? Tidak manis?

Karenanya, Eunhyuk terus mendesak Sungmin untuk mengatakan bagaimana Kyuhyun menciumnya waktu itu?

Dengan malu, akhirnya Sungmin menceritakannya. Jika saat itu mereka sedang di bioskop menonton film romantis. Awalnya Sungmin dan Kyuhyun santai-santai saja, namun mereka berubah kikuk dan canggung saat melihat adegan ciuman.

Dari Kyuhyun berdehem, Sungmin menggaruk kepala sampai tangan mereka bersentuhan tidak sengaja saat akan mengambil popcorn, mereka berpandangan satu sama lain. Kyuhyun perlahan mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Perlahan-lahan dan kemudian bibir mereka bertemu. Pertama hanya bersentuhan biasa, beberapa detik Kyuhyun menahan kepala Sungmin hingga bibir mereka saling menekan lalu Kyuhyun pun menjauhkan wajahnya.

Itu kronologi ciuman mereka.

Nah, karena itu Eunhyuk mengusulkan untuk melakukan trik yang sama. Menonton film romantis.

Tapi sampai film selesai, Kyuhyun tidak melakukan apapun. Sungmin sungguh putus asa. Ia berjalan didepan meninggalkan Kyuhyun. Ia merasa kesal dan marah, entahlah.

"Sungmin, kau kenapa?" Kyuhyun berhasil menangkap tangan gadisnya namun Sungmin tidak mau melihat padanya.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya lalu kembali berjalan, kini mereka beriringan. Tak ada satu pun yang berbicara, hingga tak terasa mereka telah sampai di taman yang dua blok dari rumah Sungmin.

Karena tak tahan dengan kediaman sang kekasih, Kyuhyun menarik Sungmin ke taman. Memerangkap Sungmin antara pohon dan dirinya.

"Kau kenapa?" tanyanya.

Sungmin masih tidak ingin melihatnya. "Tidak kenapa-kenapa," jawab Sungmin.

"Kenapa?" desaknya.

Sungmin pun menatap Kyuhyun. "Jawab aku. Kenapa kau tidak pernah menciumku lagi?"

Kyuhyun mematung mendengarnya. "Hah?"

"Jangan hanya 'hah'," Sungmin tampak kesal. "Jawab yang benar." Gadis itu menundukan kepalanya. "Agar aku tidak berpikir macam-macam."

"Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan?" Sungmin menatap Kyuhyun sebal. Kenapa jadi Kyuhyun yang memberinya pertanyaan? Harusnya pemuda itu yang menjawab pertanyaannya.

"Mungkin kau kecewa saat kita berciuman," Sungmin memelankan suaranya. "Jadinya kau tidak pernah menci-"

Cup!

Sungmin membulatkan matanya. Kejadiannya sungguh tiba-tiba, apa baru saja Kyuhyun mengecup bibirnya.

Kyuhyun menatap Sungmin dengan senyum kecilnya. "Tidak pernah apa?" tanya nya lagi.

Sungmin menelan ludahnya susah. "Kau ti-tidak-"

Cup!

"Tidak apa?"

Kan? Kyuhyun mengecup bibirnya lagi.

"Kau menciumku," cicitnya. "Kenapa baru sekarang?"

"A-a-aku ingin melindungimu. Aku remaja lelaki yang penuh hormon." Kyuhyun sebenarnya malu mengakuinya, ia mencoba menyamarkan arti sesungguhnya dari kata-kata yang ia keluarkan agar tidak terlalu jelas arti sebenarnya.

"Kau mengertikan maksudku?" tanya Kyuhyun hati-hati.

Sungmin mengulum bibirnya, entah mengapa Kyuhyun terlihat manis sekarang. "Itukah alasannya?"

"Ya. Maaf telah membuatmu berpikir macam-macam."

Sungmin memeluk Kyuhyun, ia senang mendengar kenyataannya. "Mulai sekarang jangan menahan diri. Jika kau ingin menciumku, cium saja." Sungmin tersenyum menyadari Kyuhyun kembali mematung. Apa dia terlalu agresif?

"Hah?"

Apa 'hah' adalah kata favorit Kyuhyun sekarang?

Sungmin melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun. "Jangan takut hilang kendali. Aku yakin kau tidak akan merusakku, dan sebelum itu terjadi aku pun akan menghentikanmu jika kau sudah kelewatan." Sungmin terkekeh, memperlihatkan deretan giginya yang putih.

"Kau harus berjanji akan menghentikanku jika diluar batas." Kyuhyun mengangkat jari kelingkingnya.

Sungmin tertawa lalu mengaitkan jari kelingkingnya pada jari Kyuhyun. "Janji."

"Baiklah kalau begitu," Kyuhyun tersenyum lebar. "Aku tidak sungkan-sungkan."

"Eoh?"

Sebelum Sungmin mengerti maksud Kyuhyun. Pemuda itu telah meraup bibirnya. Walau terkejut awalnya namun Sungmin tersenyum dalam ciumannya kemudian menutup mata, merasakan buncahan bahagia saat bibir Kyuhyun menyapa bibirnya -lagi.

...

HAPPY JOYday 3 3 3

Terharu liat di sosmed banyak pict pict KyuMIn bertebaran banget rasanya kayak KyuMIn waktu dulu. Terharu sampai pengen nangis liatnya T.T

Happy JOYday happy JOYday

#HappyKyuMinDay

#WineCouple

#StillKyumin

#JOyerTahanBanting

Nah, Joyerdeul chapter 2 is up.

Chukkae buat beberapa temen yang udah nebak kenapa Kyu ga nyium min lagi. Hahaha kyu mah atuh udah dari sononya penuh hormon ya tuh udah diijinin mah langsung sikat hahaha...

Makasih buat temen-temen yang udah kasih reviewnya. Jongmal gomawo :D maaf aku belum bisa sebut satu-satu ataupun bales reviewnya tapi aku beneran berterima kasih.

Masih ada satu chapter lagi nih, walau kayaknya agak molor heheh. Jadi see you all ^_^