ADIK DURHAKA
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : M
Warning : yang dibawah umur sangat saya anjurkan untuk tidak membaca fic ini!
...
...
...
..
.
Terimakasih yang udah Review,follow and fav,,,,
ChulZzinPang
Hyuura Aoi-chan
Raine Saori
Siti583
Siti583 : jadi anda juga berfikir kalo Nagato cocok jadi ukenya Yahiko Siti-san?saya juga. Hehe. Emz...untuk widurinya,gak tau itu mau update kapan... lagi(sok)sibuk soalnya.
Lia246 : iya,ini terusnya Lia-san.
Hyuura Aoi-chan : ini lanjutnya... iya,fic Indonesianya memang jarang banget ItachiUke.
chulZzinPang : Hehe,authornya suka banget bikin Sasuke begitu sama Itachi,soalnya yang dianime bikin mewek sih hubungan mereka,jadi saya bikin lebih ceria saja.
Raine Saori : Siapa yang mau ngutuk Sasuke n Nagato-karna buat Itachi menderita-hubungi saya. Hehe...
.
.
Enjoi it, Minna-san…..
.
.
.
BULAN KESEMBILAN, MIMGGU KETIGA.
Nagato menciumi punggung naked Itachi,sedangkan pemiliknya masih berkutat dengan dokumen-dokumen yang seperti tiada habisnya. Malam ini jatahnya bercinta dengan Itachi,dan dia begitu bersemangat. Berbanding terbalik dengan partnernya yang memasang wajah dingin-karna kesal-dan jangan lupakan decakan jengkel yang keluar dari bibir pemilik weasel corp itu saat tangan-tangan Nagato menggerayanginya. Itachi benar-benar mengutuk dua hari ini,sabtu dan minggu. Karna itu artinya Nagato akan menciptakan neraka-neraka baru yang kadang membuatnya ingin hilang ditelan bumi.
Drttt...drrrtt.
Drrttt...drrttt...
"ponselmu Itachi"
"aku tau,jadi lepaskan tanganmu!"
Begitu Nagato melepaskan cengkramanya Itachi langsung hengkang dari pangkuan Nagato.
"ya...kaa-san?"
"Yagura deman,dia terus memanggil namamu. Itachi,kaa-san minta kau cepat kemari,kaa-san khawatir"
"Kaa-san tenang dulu,aku akan sampai disana besok pagi"
Setelah mengucapkan pesan hati-hati dan sebagainya,Mikoto diseberang sana mematikan sambungan telepon.
Itachi berjalan buu-buru,dia harus segera meminta Nagato menunda nerakanya.
"Nagato?"kedua alisnya bertaut,kemana teman brengseknya itu menghilang.
.
.
"disini kau rupanya"
"kemari,aku meracik minuman segar untukmu"
Itachi menyesap sake racikan Nagato.
"bagaimana?"
"terlalu berat"
"bukankah itu bagus?"
"aku harus ke Suna sekarang,jadi aku tidak mau mabuk Nagato"Itachi sangat berharap teman merahnya tidak mempersulit masalah ini,tapi-
"kau mau kabur?"suara Nagato-yang mulai tidak enak didengar-menandakan kalu ini akan sdikit sulit.
"bukan,kau tau aku tidak sepengecut itu"
"kalau begitu,jangan kemana-mana"
"tapi Nagato..."
BUGH
Kepalan tangan Nagato sukses membuat Itachi bungkam dan meringis kesakitan.
"sakit,bodoh!"Itachi memegangi perutnya.
"seperti aku peduli saja"
"panas..."
"apa Itachi?"
"panas..."
"?"
"ada aprodiasiak diminumanku kan?"
"tentu saja"
"aku benar-benar ingin memhhh... bunuhhhhhmu... Nagato"
"lakukan nanti saja kalau kau bisa,sekarang mari buat malam ini menjadi surga"
"neraka... "sahut Itachi cepat dan senyum Nagato semakin melebar indah.
.
.
03.00 waktu negara api.
Pelan-pelan mata sehitam onixs itu terbuka,menggeliat,lalu melirik kesamping.
"oi,Nagato!bangun"Itachi mengguncang tubuh temanya sekuat yang ia bisa.
"aku masih ngantuk Itachi..."
"cepat bangun,antar aku kebandara"
"buat apa ke bandara?"
PLAKK!
"ITTAI!,SAKIT ITACHI!"namun ngantuk yang menggelayut manja dimata Nagato membuatnya enggan membuka mata.
Itachi mendengus kesal.
"cepat bangun bodoh!"Itachi berjalan tertatih,berturut tembok sebagai alat bantu jalanya,kalau boleh dia sangat ingin menghabiskan harinya dikasur.
BRUK
Baru lima langkah,dan dia sudah jatuh.
"ssstttttz"meringis kesakitan.
"ITAcHi!"menyibak selimut yang membalut tubuh nakednya,berguling lalu menghampiri Itachi.
"apa yang kau lakukan?tubuhmu masih butuh istirahat!"Nagato memapah Itachi.
"bantu aku mandi!"
.
.
.
Setelah air hangat di bathtub siap,Nagato membantu Itachi masuk kedalam dan membersihkan tubuhnya.
"kau mau kemana?"
"Suna,aku sudah bilangkan semalam"
"ada apa?"
"kaa-san menelponku,Yagura sakit"
"oh...mmm...aku akan menemanimu kesanaa"
"dan meninggalkan kantorku?hell No!"
"tapi tubuhmu belum pulih Itachi"
"kalau kau mendengarkanku tadi malam,aku akan baik-baik saja sekarang!"
"gomen"
"simpan ucapan maafmu dan antar aku kebandara"
.
.
.
FLASH BACK: On.
Kurama,perempuan cantik dengan rambut panjang red-oranye,berjalan bergandengan tangan dengan anak laki-laki yang pantas sebagai adiknya.
"hari ini umurmu genap 21 nee-san"
"benar Itachi-kun,jadi ada hadiah untukku?"senyum lembut itu,selalu sukses membuat jantung Itachi berdetak tak beraturan.
"apa yang nee-san inginkan dariku?"
"kau mencintaiku Itachi-kun?"pertanyaan spontan yang agak sulit dipahami anak seumuran Itachi itu keluar juga.
"emz,aku rasa iya"jawab Itachi ragu,dia tidak begitu mengerti cinta. Dia hanya mendengar dari orang-orang dewasa disekitarnya.
Tawa lembut dari wanita disampingnya semakin membuat Itachi tidak mengerti.
"ada yang lucu nee-san?"
"tidak. Emz,berapa umurmu sekarang?14 tahun?"
"aku 16 tahun nee-san"
"ah,kau masih terlihat seperti 14 tahun"
"nee-saaaaan..."
"lihat kau juga merajuk seperti anak kecil"
Itachi diam,wanita ini entah kenapa selalu bisa membuatnya out of uchiha characters.
"bagaimana kalau kita membuat anak itachi-kun?"
"an...anak?"kedua alis Itachi semakin bertaaut bingung.
"kita sudah menikah dua tahun kan?"
Itachi mengangguk. Mereka memang sudah menikah dua tahun yang lalu lewat perjodohan. Baik Itachi maupun Kurama entah kenapa tidak menolak. Padahal perbedaan usia keduanya lumayan jauh. Dari sudut pandang Itachi bisa dimaklumi,dia hanya anak kecil yang patuh pada orang tua. Tapi untuk Kurama?19 tahun bukanya sudah lumayan dewasa?kenapa dia tidak menolak dijodohkan ddengan anak kecil yang bahkan lebih cocok sebagai adiknya daripada suaminya?jawaban abstak yang keluar dari bibirnya,cinta. Kata sederhana yang WAW artinya.
"kita akan buat anak?"tanya Itachi ragu.
"iya,aku ingin ada kenang-kenangan dariku untukmu"
"seperti nee-san akan pergi jauh saja"
"haha...siapa tau Itachi-kun"
"jangan!"
"kenapa?"
"karna aku tidak mau ditinggal kurama nee-san"
"baiklah,tapi kita akan tetap buat anak. Oke?"
"oke!"jawab Itachi semangat.
Semburat merah senja dilangit barat menemani mereka menyelami kebahagiaan sore itu. Dan saat sinarnya benar-benar hilang mereka sadar harus kembali keperaduaan. ups,maksudnya kembali kerumah.
"anoo...nee-san?"
"ya itachi-kun?"
"emm,bagaimana cara kita membuat anak?"
tawa lepas yang merdu dan sangat disukai Itachi itu sekali lagi keluar. Kurama mendekatkan bibirnya ketelinga Itachi.
"nanti malam akan kuajari"
Cup
Semburat merah harus rela Itachi terima sebagai hiasan pipinya.
.
.
.
Kelahiran seseorang selalu membawa senyum bagi para penantinya. Saat usinya yang ke-16 lebih tiga bulan Itachi resmi menjadi ayah. Dan resmi juga menjadi duda sekaligus single perent. Karna tangis kelahiran putranya juga tangis kehilangan ibunya. Siapa yang lebih malang,Itachi atau Yagura putranya?
FLASH BACK: Off.
.
.
.
"tou-samaaaaaaa"anak laki-laki berusia 10 tahunan menyambut kedatangan Itachi dari atas ranjang. Walau dengan suara lirih namun terdengar sangat bahagia.
Itachi mengacak rambut Yagura lalu menciuminya. Disusul pelukan ayah-anak yang terlihat semanis gula-gula.
"tou-san benar-benar sampai sini pagi-pagi,seperti kata tou-san semalam"
"apa tou-san pernah ingkar janji,baby?"
"umm,tidak"
"tentu saja tidak,tau kenapa?"
"kenapa?"
"karna Yagura sangat berharga untuk Tou-san"
"apa aku membuat tou-san khawatir?"
"tentu"
"gomen ne..."
"tidak apap,jadi bisa ceritakan pada tou-san?"
"um,iya. Aku kehujanan saat pulang dari makam kaa-san..."
"..."
"apa tou-san marah?"
"tidak"Itachi membelai putranya sayang.
"Tou-san..."
"kaa-san mengatakan sesuatu padaku?"
"oh ya?"
Yagura mengangguk semangat lalu berpindah kepangkuan ayahnya
"apa yang kaa-san katakan"
"dalam mimpiku kaa-san bilang kalau aku akan punya dua orang tua,apa ayah akan menikah lagi?"
Itachi tertawa. Menikah lagi? Dia belum memikirkanya.
"mungkin kaa-san sedang ingin bercanda,baby"
"tidak tou-saaaan,kaa-san serius. Dia bahkan memberitahuku siapa orangnya!"
"wow,jadi siapa orangnya,hem"
"tou-saaannnn,aku serius!"
"haha,baiklah-baiklah. Siapa orangnya?"
"orangnya?dia tampan tou-san..."
Uhuk
"bukan,tou-san lebih tampan"
"lalu?"
"paman yang rambutnya merah..."
Uhuk
"yang suka memberiku permen, yang teman tou-san sejak junior school"
Uhuk
"yang suka main game sama paman Sasuke?
Uhuk
"aku lupa namanya,siapa ya. Tou-san...?"
Uhuk. Eh?
"apa?"
"siapa namanya?paman yang itu?"
"Nagato?" uhuk.
"iya. Tou-san?"
"apa lagi,baby?"
"kenapa tou-san batuk-batuk terus dari tadi, tou-san suka paman itu?"
Uhuk. Uhuk. Uhuk.
.
.
.
"Hanya perasaanku saja,atau Yagura sekarang seperti Sasuke?"
.
.
.
Tteeeee beeee ceeeee...
Terimakasih sudah membaca.
