Rii : Ohayou, minna-san ! ^^ Ketemu lagi ma Rii!

Sasuke : Ngapain loe teriak-teriak gaje macam itu? - -

Rii : *ngelihat sasuke dengan tampang males* Ngapain lu Sasukecebong ke sini?

Sauke : Lha? Suka-suka gue.. Gue kan juga pemeran utama di cerita ne.. - -

Naruto : Iya lu author baru. Dia kan pemeran utama juga di fic ini.

Rii : Okelah. Terserah lu lu pada.

Sasuke : Hn.

Rii : Hah! Gini nih gak asyik ngomong sama orang yang pendiamnya gak bisa ditolong lagi. Kok Naru bisa tahan sama ne Sasukecebong,ya ? *nunjuk-nunjuk Sasuke*

Sasuke : Ya, bisalah author baru bego.. Gue sama Naru-chan kan pair sejati yang tak ada tandingannya di dunia ini. *rape-rape Naruto*

Rii : Woy-woy, Ayam mesum! Jangan melakukan adegan mesum! Ini rate T bukan M coy.

Naruto : Sas…sasuke, stop..seeee…toop.

Rii : Ya, ampun daripada kita lihat ne adegan mesum. Lebih baik kita mulai langsung cerita geje ini.

.

.

_Secret Love of Dokter Cinta_

DISCLAIMER

MASHASHI KISHIMOTO

GENRE

Romance / Humor

RATING

T

PAIR

SasuNaru

NejiGaa

KibaHina

SaIno

ItaDei

KakaIru

dll.

SUMMARY

Naruto merupakan seorang Dokter Cinta di sekolahnya. Tetapi dia sendiri tidak tahu bagaimana harus berhadapan dengan orang yang disukainya dan malah menjadi rivalnya, Uchiha Sasuke. Bagaimanakah kisahnya?

WARNING!

Boys Love, STRAIGHT, Gaje, Miss Typo (s), sedikit –banyak banget- OOC, dll., dsb., dkk.

DON'T LIKE? DON'T READ!

.

.

Chapter 1

Naruto dengan menaiki skateboard, dia pergi menuju sekolahnya 'KONOHA HIGH SCHOOL'.

Sekolah elit yang terkenal mendunia dengan fasilitas oke, guru-guru berkualitas, lingkungannya yang asri, dan segala kebijakan-kebijakan sekolah yang sangat sesuai dengan standar pendidikan masa ini dan kemampuan anak.

Dengan waktu beberapa menit, Naruto pun telah sampai di gerbang sekolahnya yang besar berwarna biru langit.

"Ohayou, Izumo-san, Kotetsu-san!"sapa Naruto pada satpam-satpam sekolahnya.

"Ohayou, Naruto!"balas sapa kedua satpam muda tersebut sambil membalas senyuman atau cengiran Naruto. Naruto pun melanjutkan perjalanan menuju ruangan loker.

Dalam perjalanan menuju ruang loker, Naruto selalu tersenyum kepada setiap orang yang ditemuinya. Karena semua orang dari adik kelas, teman sebaya, kakak kelas, sensei-sensei di KHS ini telah mengenal Naruto, maka mereka pun membalas senyuman lima jari Naruto itu.

Mengapa Naruto yang kemampuan otak gak pintar-pintar amat, wajah gak maskulin amat untuk ukuran cowok bisa terkenal sampai segitunya di KHS?

Selain karena dirinya yang ceria, mudah akrab dengan orang lain, wajahnya yang imut untuk ukuran cowok, dan ayahnya yang terkenal. Warga sekolah KHS mengenal Naruto karena dia adalah seorang….

DOKTER CINTA.

.

.

.

Chapter 2

Dokter cinta? Yah, takdir telah menyebabkan dirinya harus menjadi seorang dokter yang membantu percintaan orang lain yang berkonsultasi padanya.

Naruto tetap berjalan dengan senyuman merekah di wajahnya. Walau pun awalnya ia frustasi atas julukannya sekarang, tapi karena sudah terbiasa dia pun menjadi enjoy kembali dan menjadi seorang Namikaze Naruto yang ceria, berisik, hiperaktif, polos, dan innocent seperti biasanya.

Sesampainya di ruang loker, ia segera mencari lokerya dan mengambil bukunya. Lalu kemudian dia meletakan skateboard-nya di ujung ruang loker.

'Hari ini aku harus siap menghadapi banyaknya monster-monster berwujud wanita yang ingin berkonsultasi' batin Naruto miris mengingat banyaknya teman-teman wanitanya yang selalu mengejarnya ke mana pun hanya untuk berkonsultasi tentang percintannya. Ck, nasib-nasib.

Dalam perjalanannya ke ruangan kelasnya, yaitu kelas XI IPA/ F. Ia bertemu dengan para kliennya maupun mantan kliennya. Dan Naruto selalu menanggapi mereka dengan senyum merekah di wajahnya.

Sesampainya di depan pintu kelasnya, Naruto bertemu dengan gadis indigo yang menjadi kliennya. Ia pun berhenti karena sepertinya ada yang ingin dibicarakan oleh cewek pemalu tersebut

"Ada apa, Hinata-chan?" tanya Naruto ramah.

"Ano…begini Naruto-san eum…Dok..eumm…," kata Hinata bingung mau manggil Naruto dengan sebutan apa.

"Panggil Naruto aja oke? Gak usah pake dokter-dokter segala. Aku bukan dokter sungguhan," kata Naruto risih.

"Baiklah," kata Hinata. "Naruto-kun, terima kasih karena Naruto-kun, a-aku bisa lebih de-deket sama dii-dia…," kata Hinata malu sambil menundukan kepala dengan muka merah merona. Tapi, Naruto melihat bahwa Hinata sekali-sekali melirik ke arah lelaki dengan 2 tato segitiga terbalik di wajahnya.

"Owh..jadi dia itu si anak pecinta anjing sekaligus ketua klub berita, Inuzuka Kiba toh," kata Naruto kepada Hinata sambil manggut-manggut tanda mengerti.

Hinata mendongakan kepalanya terlihat bahwa dia sangat kaget karena perkataan Naruto. Mukanya pun terlihat semakin merah.

"Ssssttt, Naruto-kun,ja-jangan bi-bilang siapa...si-siapaa,ya!" pinta Hinata kepada Naruto sambil meletakan jari telunjuknya ke bibirnya sendiri.

Naruto yang mendengar perkataan Hinata hanya cekikikan tak jelas. "Hehehe..Hinata-chan, tenang saja. Rahasiamu akan aman di tangan Namikaze Naruto ini," kata Naruto bangga sambil menunjuk dirinya sendiri dengan jempol kanannya.

"Te-terima..kas-kasih," kata Hinata malu-malu. Lalu ia pun kembali duduk di bangkunya, di sebelah anak lelaki pecinta anjing.

Naruto yang sedang berjalan ke bangkunya tepatnya di pojok kanan paling belakang, makin cekikikan gaje saat melihat Hinata ngomong malu-malu dengan Kiba.

Saat nyampe di tempat duduknya, Naruto menyapa teman racoon sebangkunya, Sabaku Gaara.

"Yo, Gaara!" sapa Naruto

"Ya,"balas Gaara, singkat, padat, dan amat sangat kurang jelas. Tapi Naruto maklumi aja soalnya sahabatnya yang satu ini sedang belajar dan kalau sudah belajar susah deh kalau diajak ngomong.

Naruto duduk dengan anteng di tempat duduknya. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

'Oh,ya, bukannya yang buat aku jadi seperti sekarang tuh Kiba dan Kakashi-sensei,ya?' batin Naruto sambil mengingat kejadian setahun yang lalu.

Flashback

Di Café Kyuubi (punya Kushina)

"Naru-chan, ada yang cari kamu thu," panggil Kushina kepada Naruto yang sedang ngelihatin Pak Teuchi, salah satu koki di Café Kyuubi yang sedang buat ramen.

"Iya,Kaa-san," kata Naruto, "Teuchi jii-san, nanti aja deh, aku belajar buat ramennya," kata Naruto kepada Pak Teuchi.

"Oh,ya, udah Naruto," jawab Pak Teuchi sambil melanjutkan acara membuat ramennya.

Naruto pun berjalan keluar dari 'Kitchen Room' itu. Dan menghampiri Kaa-san-nya yang sedang mengawasi para pegawainya bekerja.

"Siapa yang mencari Naru, Kaa-san?" tanya Naruto.

"Oh,ya. Itu tuh lelaki aneh berambut silver yang duduk di meja nomor 19. Katanya sih dia gurunya Naru-chan," jelas Kushina kepada anaknya sambil menunjuk ke arah pria dewasa berambut silver dengan masker yang menutupi wajahnya sedang membaca buku kecil orange berjudul 'Icha-Icha Paradise'.

Naruto pun melihat ke arah yang ditunjuk Kaa-san-nya. Dan sudah dipastikan dia sangat mengenal orang itu.

"Sankyuu, Kaa-san!" kata Naruto kepada Kaa-san-nya. "Ya," jawab Kushina sambil melanjutkan kegiatannya yang tertunda akibat anak blondie-nya tersebut.

Naruto pergi menghampiri lelaki aneh berambut silver di meja 19 itu.

Tanpa izin dari pria silver itu, Naruto langsung menduduki kursi di depan pria tersebut dan tentu saja masih 1 meja dengan pria aneh tersebut.

"Ada apa, Kakashi-sensei?" tanya Naruto malas-malasan kepada pria tersebut yang baru kita ketahui namanya.

Kakashi lalu menutup buku yang dibacanya. Memandang Naruto sejenak lalu menyeruput teh hijau yang baru dipesannya.

"Begini, Naruto. Kau tahu kan bahwa aku menyukai guru kesayanganmu itu?" tanya pria itu dengan tatapan madesu (masa depan suram).

Naruto menganggukan kepalanya sekali.

"Nah, sudah kau lakukankah permintaan tolongku kepadamu untuk menanyakan pendapatnya tentangku?" tanya Kakashi lagi masih dengan tatapan madesu-nya.

Naruto mengangguk lagi.

"Apa katanya?"tanya Kakashi penasaran.

"Eumm..kata Iruka-sensei, sensei itu baik, selalu perhatian padanya, dan cakep juga," kata Naruto.

"Owh, begitu yah.. Gak ada plus-plus-nya ya aku di matanya," kata Kakashi kepada Naruto dengan tatapan madesu plus bosen hidup.

Naruto kasihan melihat sensei mesumnya yang satu ini menjadi seperti itu. Dalam hati memang dia merasa sensei mesumnya ini cukup baik untuk sensei tersayangnya.

'Baiklah. Aku akan memberi dukungan penuh dan saran untuk Kakashi-sensei, sepertinya ia adalah orang yang terbaik untuk Iruka-sensei. Kalau si mesum ini menyakiti Iruka-sensei, akan aku mutilasi dia. Lihat saja,' batin Naruto bertekad.

"Eum..ano.. Kakashi-sensei,"kata Naruto bingung mau ngomong apa.

"Ada apa?" kata Kakashi bukan hanya tatapan matanya saja yang sekarang madesu, tapi cara bicaranya pun telah madesu.

Naruto berfikir sejenak apa yang ingin di bicarakan. Beberapa detik kemudian dia pun mendapat ide untuk membuat sensei mesumnya yang satu ini bersemangat lagi mengejar cintanya.

"Kakashi-sensei, sebenarnya ada point penting dalam perkataan dan tindakan Iruka-sensei dalam pemberian pendapatnya tentang diri sensei," kata Naruto sambil memajukan badannya beberapa centi ke arah Kakashi.

Kakashi yang mendengar itu langsung ikut memajukan badannya ke arah Naruto, seakan arwahnya baru kembali dari perjalanan tour ke dunia roh.

"Apa itu?" tanya Kakashi sangat-sangat penasaran akan perkataan Naruto.

Naruto tersenyum. "Iruka-sensei berkata bahwa sepertinya dia menyukaimu. Dan sensei tahu? Iruka-sensei berkata seperti itu dengan wajah merah merona dan malu-malu. Aku baru pertama kali melihat Iruka-sensei seperti itu," kata Naruto dengan pelan di depan wajah sensei mesumnya.

Masih dengan posisi yang sama. "Jadi apa saran darimu sebagai muridku dan muridnya, agar aku bisa mendapatkannya?" tanya Kakashi kepada Naruto dengan volume suara untuk ukuran berbisik.

"Hehehe…," Naruto cengengesan sendiri sepertinya dia telah merencanakan sesuatu. "Buat Iruka-sensei merasa kalau sensei membencinya, lalu saat Iruka-sensei merasa kau sudah tak peduli lagi bahkan membencinya. Dan...DOOOR!.."kata Naruto.

"...Ia pun akan terjerat pada sensei SE-LA-MA-NYA," lanjut Naruto dengan penekanan pada setiap suku kata dari kata selamanya.

Kakashi merubah senyum liciknya menjadi senyuman mesum. Dan tentu saja Naruto tidak tahu bahwa itu adalah senyuman mesum karena Naruto masih amat sangat terlalu polos.

Posisi mereka pun kembali dengan posisi duduk biasa.

Kakashi tersenyum sejenak kepada Naruto. Meletakan uang bayaran atas teh hijaunya di atas meja. Lalu Kakashi berdiri dan berjalan ke arah Naruto.

"Terima kasih. Walau kau belum berpengalaman tentang urusan cinta, tapi saranmu sangat berarti buatku," kata Kakashi sambil mengacak-ngacak rambut pirang murid manisnya tersebut.

"Hehehe…," cengir Naruto sambil mendongakan kepalanya untuk melihat Kakashi yang berdiri.


Keesokan harinya….

Di KHS, Kakashi mengikuti semua perkataan lebih tepatnya saran Naruto.

Pertama, ia menyueki salam sapa dari Iruka..

Kedua, ia tak pernah lagi perhatian kepada Iruka saat Iruka dalam suatu masalah.

Ketiga, ia tak pernah lagi mengajak Iruka untuk pulang bersama, dll.

Seminggu sudah Kakashi bersikap seperti itu kepada Iruka. Iruka pun merasa frustasi, entah mengapa dia sendiri tak tahu.

Iruka menjadi tidak konsen lagi saat dia melakukan pekerjaan apa pun. Sejauh mata memandang hanya Kakashi seorang yang tertangkap oleh matanya. Setiap malam saat mau tidur pun hanya Kakashi saja yang dipikirkannya.

Sejak saat itulah, Iruka tahu bahwa ia telah jatuh cinta dengan Kakashi.

Saat 1 bulan berlalu, Kakashi yang tidak tahan melihat Iruka-sensei frustasi akan perubahan sikapnya merencanakan akan secepatnya menyatakan cintanya kepada Iruka.

1 minggu setelahnya, KHS dikejutkan akan berita menghebohkan abad ini. Bahwa Iruka-sensei, guru termanis di KHS BERPACARAN dengan Kakashi-sensei, guru termesum dan teraneh seantero KHS.

Kiba, sang ketua klub berita langsung mempertanyakan ini ke Kakashi-sensei di ruangan Kakashi.

"Kakashi-sensei, maaf mengganggu pekerjaan anda. Saya hanya ingin menanyakan sesuatu," kata Kiba sopan.

"Apa itu?" tanya Kakashi yang sepertinya menanggapi perkataan dari sang ketua klub berita.

"Begini, ini pertanyaaan seputar Kakashi-sensei dan Iruka-sensei. Kapan anda berpacaran dengan Iruka-sensei?" tanya Kiba dengan mata amat penasaran dan ia juga sudah siap untuk menulis semua jawaban Kakashi atas pertanyaannya.

"Owh..baru kemarin," kata Kakashi santai sambil melanjutkan kegiatannya menilai hasil ulangan matematika murid-muridnya.

Kiba segera mencatat jawaban Kakashi di buku kecil yang sering ia bawa ke mana-mana dengan cepat.

"Baiklah. Pertanyaan kedua, apa anda tidak malu berpacaran dengan sesama lelaki, yah..walau pun di sini pernikahan sesama jenis diterima tapi kan baru anda berdua pasangan sejenis di KHS ini?" tanya Kiba sopan.

"Ah..tentu saja tidak. Saya mencintai Iruka, Iruka pun begitu. Jadi, tak ada masalah. Mungkin dengan berawalnya saya dan Iruka berpacaran, maka akan muncul pasangan yaoi-yaoi baru di KHS ini," kata Kakashi dengan sangat santai.

Kiba yang mendengar hal itu langsung takjub. Dia pun segera mencatat jawaban yang terdengar cool dan romantic dari Kakashi.

"Pertanyaan ketiga sekaligus terakhir. Mengapa anda bisa mendapat guru termanis di KHS, padahal banyak guru dan murid lelaki yang bisa dikatakan homo seperti anda menginginkan Iruka-sensei. Mengapa?" tanya Kiba sopan dan sangat penasaran.

Kakashi tersenyum mencurigakan. "Ini semua karena Namikaze Naruto. Karena saran darinya saya bisa mendapatkan Iruka," kata Kakashi.

"Naruto? Namikaze Naruto kelas X D?" tanya Kiba menyakinkan.

"Yup.. Dan aku minta tolong kepadamu. Tulis hal itu di beritamu dan katakan bahwa 'Namikaze Naruto adalah seorang DOKTER CINTA yang akan membantu kalian dalam percintaanmu'," kata Kakashi menyeringai.

Kiba yang mendengar hal itu langsung menulis di bukunya, Setelah selesai, Kiba pun berdiri.

"Arigatou atas waktu dan informasinya," kata Kiba sambil membungkukan badannya. Lalu ia pun keluar dari ruangan Kakashi-sensei.

Keesokan harinya berita tentang asal mula Kakashi-sensei dapat berpacaran dengan Iruka-sensei karena Namikaze Naruto pun tersebar luas di KHS.

Namikaze Naruto adalah Dokter Cinta juga tersebar dalam waktu singkat. Karena Kiba, sang ketua klub berita membuat brosur yang ditempel di Mading dan dimuat di majalah KHS yaitu 'KHS magazine' minggu itu.

Sejak saat itulah Naruto sering diminta bantuan untuk urusan percintaan, padahal sang 'Dokter' sendiri belum pernah sekali pun pacaran..

End of Flashback..

'Ah, sialan gara-gara mereka berdua aku harus kayak gini,' batin Naruto kesal.

'Malah gak dibayar lagi. Mulai besok akan aku pungut biaya untuk mentraktirku makan di kantin selama seminggu kepada yang meminta bantuanku jika berhasil. Tentu saja Hinata belum termasuk untuk itu' batin Naruto bertekad.

Tanpa disadari Naruto. Ada pemuda berambut raven yang berjalan ke arahnya.

"Woy, Dobe. Jangan melamun terus. Kembali ke tempat lu," kata pemuda berambut raven itu a.k.a Uchiha Sasuke.

Naruto kaget sentengah hidup mendengar panggilan sayangnya (?) dari Teme-nya.

Naruto pun segera berdiri, menantang Sasuke. "Apa-apaan sich, Teme! Ini tempat duduk gue. Ngapain gue pindah? Jangan mentang-mentang lo wakil ketua kelas di sini jadi bisa seenaknya, ya!" tanya Naruto kepada Sasuke dengan geram.

"Dasar. Loe ini benar-benar dobe," kata Sasuke dengan nada sinis meledeknya yang sering ditujukan kepada Naruto.

"Apa maksud loe, Teme? Hari ne gue gak mau cari gara-gara sama loe ya!" kata Naruto geram sambil tanpa sadar memajukan tubuhnya lebih dekat dengan Sasuke, menantang Sang Ice Prince KHS.

"Ckckck.. Loe lihat gak sich kelas kita ini, Dobe?" tanya Sasuke malas kepada Naruto.

"Eh?" kata Naruto bingung akan perkataan Sasuke sambil memiringkan kepalanya, tanda minta penjelasan lebih. Tapi saat melihat mata onyx milik Sasuke tersebut berkilat kesal, ia urungkan niatnya untuk bertanya lebih. Lalu ia pun segera melihat seluruh penjuru kelas.

'Ada apa sih emangnya?' batin Naruto bingung.

'Weits..tunggu dulu perasaan kemarin Karin duduk sama si Shion tapi kok sekarang sama si Suigetsu? Nah, Hinata kok tadi duduk ma Kiba ya, bukannya kemarin-kemarin sama Neji? Lah? Kok semua orang tempat duduknya pindah?' batin Naruto sangat-sangat teramat bingung.

"Ne~Teme, kok semua orang tempat duduknya pindah?" tanya Naruto innocent kepada 'Teme-nya', setelah selesai melihat seluruh penjuru kelas.

"Haa..," hela nafas Sasuke, sudah biasa menghadapi rivalnya yang super duper ekstra idiot *RASENGAN*.

"Woy, Baka, loe ke mana aja sih kemarin? Roh loe lagi diajak bermain sama shinigami ya?" tanya Sasuke ngawur dengan maksud, tentu saja mengejek. "Teme!" geram Naruto akan panggilan 'sayang' dari Teme-nya.

"Oke-oke. Dasar Baka Dobe. Masa loe gak ingat, si Kakashi-sensei wali kelas kita itukan menyuruh Neji sebagai ketua kelas untuk mengatur posisi duduk kita. Masih ingat kan loe seharusnya duduk di mana?" jelas Sasuke datar, sedatar-datarnya, lalu tanpa izin dari Naruto langsung ngeloyor pergi ke tempat duduknya, di paling pojok kiri belakang dengan senyum tipis misterius a la Uchiha.

Naruto langsung manggut-manggut mengerti akan penjelasan yang amat singkat dan padat dari Sasuke, tanpa mengambil pusing Sasuke yang dengan seenak jidat pergi dari hadapannya.

'Lalu aku duduk sama siapa ya?' batin Naruto mengingat-ingat pengumuman posisi tempat duduk dari Neji kemarin.

Beberapa detik kemudian..

"TIDAAKK!" terdengarlah suara teriakan seorang Namikaze Naruto di seluruh penjuru KHS.

.

TO BE CONTINUED

.

_Hikarii Hana_

Rii : Bagaimana senpai-senpai dan readers sekalian? Masih banyakkah typo-nya? Semoga saja tidak. Rii sadar kok chapter 1, masih sangat-sangat kurang bagus. Awalnya Rii gak mau apdet lagi cerita ne karena melihat chapter 1 yang banyak banget miss typo nya. Tapi karena ada beberapa reviewer yang memasak *ditampol* ( reviwers: gak thu! Gk usah geer deh!), jadi ya Rii lanjutin aja.

Sasuke : Ah! Loe author geblek. Mana ada sih yang suka n nungguin cerita loe. Ide pasaran kayak gini.

Naruto : Sudah-sudah, Sasuke. *ngibas-ngibasin tangan di depan muka Sasuke*. Namanya juga author baru, masih perlu pengalaman. Lagian ini juga cerita pertamanya.

Rii : *menangis terharu* Hiks..Makasih, Naru.

Sasuke : Dasar Author lebay. *buang muka karena iri ma rii yang dibelain Naru-chan*

Rii : Oh, ya.. Sekali lagi gomen ne~ atas miss typo yang super banyak di chapter pertama, soalnya waktu itu rii gak baca ulang lagi. *bungkuk-bungkuk ala Jepang*

Sasuke : Sudahlah, author geblek. Buruan balasan review nya. Capek gue di sini.

Rii : Iya-iya. Sabar donk. Dasar Sasukecebong.

Sasuke : Hn. *stoic mode:on*

Rii : -sweatdropped-

Balasan Review.

Naruto : Pertama, dari Aoizawa-san.

Rii : Owh.. Nah, Aoizawa gak penasaran lagi kan tentang asal mula Naru bisa jadi dokter cinta? Itu semua karena si mesum, kakashi n si puppy, kiba.

Naruto : Iya. Huh! Gara-gara mereka aku jadi repot gini *menggembungkan pipi*

Sasuke : Ya, salah lu. Mau aja ngebantuin si sensei mesum itu.

Kakashi datang tiba-tiba..

Kakashi : Hei! Jangan menjelekan gue ya! *ngeluarin sharinggan*

Rii : Stop-stop, donk. Lagian kata Aoizawa, Naru keren n imut kok jadi dokter cinta.

Sasuke : Of course. Gak jadi dokter cinta pun dia tetep imut.

Naruto : *blushing*

Kakashi : Kedua, Ame no haru uzumaki.

Rii : NEECHAN! ^^ *teriak-teriak gaje*

Sasuke : Apaan sich loe! Bising amat

Rii : *cuek* Iya loh, ini Hikarii, imotou mu yang imut-imut *readers n Hachi-nee muntah berjamaah*

Naruto : Narsis amat lu. Biasanya gak pernah narsis gitu.

Rii : Biarin.

Sasuke : Oh,ya. Ngapain lu, sensei mesum ke sini?

Kakashi : *cuek* Berikutnya, dari nami kusunoki

Sasuke : Kayaknya gue gak guna n berarti di sini *pundung di pojokan karena gak ada yang nanggepi*

Rii : Nih. Udah rii apdet ceritanya. ^^

Kakashi : Lanjut! Dari NaruEls

Rii : Hehehe..gomen atas banyaknya typo(s) yang ada di chapter 1.

Naruto : Biasalah ni anak author baru. Mana Sasuke?

Rii : Gak tahu. *gak peduli*

Kakashi : Mungkin udah pulang

Naruto : Owh.

Sasuke : Hiks. *tambah pundung di pojokan

Kakashi : Eumm…dari Misyel

Rii : Nih. Sudah rii apdet. Tapi, maksud 'manjur apa' thu apaan sich? *bingung 100 %*

Naruto : Tolong dimaklumi author baru yang telmi ini. *serius*

Kakashi : Dari Ri-EroFujo

Sasuke : *kembali stoic n gak pundung lagi* Seberapa banyak sih typo lu?

Rii : Gak tahu. Gomen! *bungkuk-bungkuk ala Jepang*

Naruto : Nih. Sudah di apdet nih. Tapi iya pa ni cerita keren? *gak yakin*

Sasuke : Hn. Moga.

Kakashi : Dari Fuyuki no wind

Rii : Sudah di apdet, nih!

Naruto : Kok banyak sih yang bilang cerita lu keren? Perasaan gue gak deh.

Rii : Apaan sich, Naru. Cerita utamanya aja belum dihidangkan jadi jangan gak yakin gitu donk.

Naruto : Whatever.

Kakashi : Berikutnya, dari Kyukei HieRu

Rii : Wow! Hie-senpai, salam kenal juga!

Sasuke : Hn. Awas loe kalu peluk Naruto lagi. *deathglare*

Naruto : *blushing*

Kakashi : Lanjut lagi. Dari arget delois

Rii : Kamu gak nyangka Naru jadi dokter cinta? Aku aja nggak. *dirajam arget*

Sasuke : Dasar. Kenapa banyak banget yang suka sama uke gue. Kalau gini, gue harus jaga Naruto super ketat *gumam-gumam gaje*

Rii : *sweatdroped* Hati-hati kalian para penyuka Naruto ya? Nanti di chidori Sasu.

Rii : Owh. Thanks for the review! ^^

End of balasan review

Rii : Ada yang tahu gak Naruto duduk sama siapa? Coba tebak!

Sasuke : *smirk*

Kakashi : Clue-nya : Para seme selalu bertindak semau mereka, termasuk dua orang yang jadi ketua n wakil ketua kelas tersebut. *smirk*

Naruto n para uke lain : *merinding*

Rii : Ckckck…Oh,ya! Kayaknya aksi n penampilan Naruto pas jadi dokter cinta mode : on akan ditampilkan di chapter 3. Mungkin. *ditampol readers karena gak yakin*.

Naruto : Dasar author gak jelas.

All : PLEASE REVIEW, MINNA-SAN!