My Future Wife
Summary: Kuroko Tetsuna seorang siswi SMA Teiko yang biasa-biasa saja bahkan sering terlupakan karena hawa keberadaan yang tipis berhasil membuat seseorang yang perfect seperti Akashi Seijuuro tertarik (AkashixFem! Kuroko)
Warn: Typo, EYD ga beraturan,OOC, judul ga nyambung sama isi, dll!
Tetsuna mendapatkan kelas 1-A. Ya Tetsuna memang termasuk salah satu murid teladan, seperti yang sudah saya katakan di chapter satu itu. Ia berjalan pelan menuju kelasnya sambil berdoa semoga keberadaannya nanti ada yang me-notice. Bukannya ingin terkenal atau apa, Tetsuna lelah dari jaman Playgroup sampai SMP tak ada satupun warga sekolah yang menoticenya selain para sensei yang memang lumayan dekat dengannya.
"Semoga aku bisa dapat teman" Kata Tetsuna sambil menghentikan langkahnya di depan pintu bertuliskan '1-A'. Tangannya gemetar menahan tremor mendadak yang tiba-tiba muncul karena trauma tak dinotis sama sekali, keringat dingin serta degupan jantung yang berlomba padahal dirinya tak diminta untuk turun ke medan perang datang dengan sendirinya. Berusaha menghentikan segala rasa cemas yang bergelayut di benaknya, Tetsuna mengarahkan tangannya pada gagang pintu geser di depannya. Bahkan belum satu sentimeter pun gagang pintu bergeser, sebuah tepukan kecil di bahunya membuat Tetsuna menoleh ke belakang untuk melihat orang yang menepuk bahunya tersebut. Rasa tremornya seakan menghilang entah kemana, kali ini benaknya diisi oleh rasa syukur, ternyata ada orang yang menoticenya bahkan sebelum ia memasuki kelas.
"Ano...ini benar kelas 1-A kan-ssu?" Tanya pemuda tersebut pada Tetsuna yang sweetdrop di tempat. Hei, bukankah sudah jelas kalau ini kelas 1-A? Masa dia tidak membaca tulisan di atas pintu ini. Pikir Tetsuna heran pada pemuda berambut kuning yang tidak ngambang di depannya.
"Iya ini benar kelas 1-A um..." Tetsuna akhirnya menjawab meskipun sedikit tak rela membuang sia-sia tenaganya. Tapi kata mama ' kalau ada yang nanya baik-baik harus di jawab ' maka dari itu Tetsuna memutuskan untuk menjawab. Dan ia sempat menghentikan perkataanya, secara tidak langsung meminta sang pemuda bersurai kuning untuk menyebutkan namanya.
"Ah! Aku lupa! Namaku Kise Ryouta-ssu! Yoroshiku~" Kata Pemuda yang ternyata bernama Kise itu dengan semangat.
"Ah, doumo Kise-kun, namaku Kuroko Tetsuna yoroshiku onegaishimasu" Kata Tetsuna sambil sedikit membungkukkan badannya. Ciri khas anak sopan memang.
"Senang berkenalan denganmu Kurokocchi!" Kata Kise sambil langsung memeluk Tetsuna. Tetsuna masih tenang walaupun dalam hati sudah menyumpah-nyumpah Kise yang bahkan belum sampai 5 menit bertemu sudah main peluk dengan seenaknya! Dan apamaksuddariembel-embel –cchiitu?
' Kamisamma, Tetsuna udah ga bisa napas' batin Tetsuna nelangsa, sudah dipanggil dengan nama aneh sekarang dirinya bahkan tidak bisa menghirup oksigen dengan benar. Ia tidak mau mati konyol di pelukan maut seseorang yang baru di kenalnya. Tentu saja tidak.
"Ki..kise-kun se..sak" Kata Tetsuna atau lebih tepatnya bisik karena memang kadar oksigen yang tidak mencukupi memaksanya untuk tidak bisa berbicara normal.
"Lepaskan dia Ryouta" Suara seseorang yang sedikit familiar di kepala Tetsuna membuat Kise langsung melepaskan pelukannya dan melihat kearah Tetsuna. Wajah pucat semakin pucat akibat kurangnya pasokan oksigen, serta wajah yang sudah seperti orang yang hampir meninggalkan dunia dan menuju surga membuat Kise kalang kabut setengah mati.
"Kurokocchi! Daijobou-ssu!?" Kata Kise sambil menggoyang-goyangkan bahu Tetsuna berharap dengan begitu nyawanya bisa segera terkumpul.
"Sudahlah Ryouta, biarkan dia masuk ke kelas, kita juga harus masuk" Kata orang tersebut.
"Eh? Baiklah Akashicchi" Kata Kise sambil menyerahkan tubuh Tetsuna yang masih lemas pada orang tadi yang ternyata adalah Akashi.
Akashi langsung membopong Tetsuna yang masih sadar tidak sadar ke dalam kelas dan diikuti oleh Kise. Suasana kelas yang awalnya ricuh bak pasar minggu seketika berubah hening ketika Akashi, Tetsuna, dan Kise memasuki kelas. Keheningan yang menyejukkan hati tidak berlangsung lama, setelah para perempuan yang ada di kelas menyadari bahwa dua sosok pria tampan overdosis memasuki kelas mereka.
"Kyaaa! Ganteng banget!" "Itu Akashi kan!? Akashi Seijuuro!? Mimpi apa semalem gua ya tuhan!" "Kyaa! Itu Kise! Kise Ryouta!" " Nikahi Aku bang!" "Apaan sih, gantengan juga gue" abaikan suara terakhir yang merupakan keirian seorang jones sejati yang tak kunjung laku.
"Diam semuanya!" Suara sensei yang entah sejak kapan sudah ada di depan kelas sontak menghentikan celotehan kagum para kaum hawa dan celotehan iri para kaum adam.
"Kalian bertiga silahkan duduk" Kata Sensei mempersilahkan ketiga insan yang masih berdiri di depan kelas untuk duduk.
"Hai' sensei" Jawab ketiga insan tersebut serempak.
Tetsuna memilih bangku kosong di samping jendela yang terletak di bagian paling belakang kelas. Akashi yang melihat calon istri masa depannya duduk disana langsung mengambil tempat di sebelah, percayalah, Akashi tidak hanya handal dalam mengurus perusahaan, dia juga handal dalam hal bermodus ria.
"Kita bertemu lagi Tetsuna" Kata Akashi setelah berhasil mendudukkan dirinya di samping Tetsuna.
"Hai' Akashi-kun, dan terimakasih untuk yang tadi" Kata Tetsuna sambil tersenyum tipis, garis bawahi saja kalau menurut kalian itu penting. Akashi terpesona untuk kedua kalinya, ia makin yakin seyakin-yakinnya kalau malaikat biru di depannya ini adalah calon istrinya kelak.
"Akashi Seijuuro, perkenalkan dirimu" Kata Sensei memulai rutinitas perkenalan.
"Namaku Akashi Seijuuro, aku berasal dari SMP Rakuzan, dan aku adalah calon suami Kuroko Tetsuna" kata Akashi dengan nada yang bisa dibilang ditekankan pada kata 'calon suami Kuroko Tetsuna'.
Satu kelas melongo mendengar penuturan Akashi. Seorang Akashi Seijuuro berkata bahwa dia sudah punya calon istri? Tetsuna mendelik pada Akashi, dirinya merasa bahwa ia tidak pernah berhubungan apapun dengan Akashi selain teman- itu pun baru dari tadi pagi.
Sensei di depan sana berdeham untuk mengatasi kekagetan atas penuturan sang murid yang bisa dibilang spesial itu.
"Baiklah, Kuroko Tetsuna" Kali ini giliran Kuroko yang berdiri dari tempat duduknya guna memperkenalkan diri.
"Kuroko Tetsuna dari SMP Seirin, Yoroshiku onegaishimasu" Kata Tetsuna sambil membungkukkan badannya. Cara perkenalan yang normal di banding orang pertama.
"Kise Ryouta..." Panggil sensei dengan sedikit mengerutkan dahi melihat makhluk kuning tidak mengambang yang langsung berdiri dengan pedenya di atas kursi.
"Kise Ryouta-ssu! Aku seorang model terkenal! asal SMP Kaijou~ senpaiku Kasamatsu juga bersekolah disini loh! Blablabla...yoroshiku minna!" Kata Kise memperkenalkan diri yang sebenarnya lebih baik disebut sebagai curhatan wanita PMS. Para murid lelaki dan beberapa murid perempuan sudah sibuk dengan urusan mereka sendiri-sendiri, masa bodo dengan semua curhatan Kise yang memang tak penting. Para penggemar setia Kise sudah pingsan bersama dengan darah segar yang mengucur deras dari hidung akibat feromon yang berlebihan. Sensei di depan memijat kepala pasrah, punya murid terkenal memang beda pikirnya.
"Baiklah, selanjutnya..."
Lebih baik kita lewati bagian perkenalan selanjutnya, kita lihat saja ke kelas Chihiro dan Nijimura.
"chihiro...hiro-chan..." bisik Nijimura sambil menoel-noel lengan teman sebangkunya Chihiro.
"Apaan sih ji!? Gua bilang jangan panggil gua Hiro-chan!" Kata Chihiro sambil melemparkan novelnya pada jidat mulus Nijimura. Membuat bibir Nijimura maju beberapa senti lagi.
"Hiro, lu jahat banget sih" Kata Nijimura sambil mengusap jidatnya yang terkena sambitan maut dari Chihiro.
"Rasain" Jawab Chihiro acuh sambil melanjutkan membaca novelnya yang terganggu akibat ulah Nijimura. Nijimura sudah kebal dengan sikap sang pujaan hati. Ia malah memeluk lengan Chihiro mesra. Chihiro berjengit kaget merasakan ada sesuatu yang memeluk legannya, dilihatnya Nijimura sedang memeluk lengannya dan tidur disana layaknya anak kucing.
"Niji! Lepasin! Najis tau ga!" Kata Chihiro sambil menendang-nendang wajah Nijimura agar mau melepaskan pelukannya
"Ih,Hiro-chan mah gitu~" Kata Nijimura yang ternyata tidak kapok dengan tendangan serta penganiayaan dari Chihiro. Calon uke maso memang.
"Pergi lo!" Chihiro menendang Nijimura sekuat tenaga hingga terpental. Dirinya langsung mengungsi keluar dari kelas karena memang sedang jam kosong. Mungkin atap sekolah bias jadi tempat yang tepat.
Tetsuna menghela napas parah. Berdebat dengan seorang Akashi Seijuuro memang tidak akan ada habisnya.
Flashback
"Akashi-kun, apa maksudnya tadi?" Tanya Tetsuna pada Akashi saat sensei sudah keluar dari kelas.
"Kenapa Tetsuna? Apa Tetsuna ingin kita segera menikah?" Tanya Akashi.
"Tidak Akashi-kun, lagipula kita baru berkenalan tadi pagi" Kata Tetsuna datar. Akashi tersenyum tipis.
"Cinta bisa datang kapan saja Tetsuna" Kata Akashi menyanggah perkataan Tetsuna.
"Tapi mungkin saja itu bukan cinta Akashi-kun" Kata Tetsuna masih keras kepala
"Kau menarik Tetsuna" Kata Akashi keluar dari topik pembicaraan.
"Baiklah, Akashi-kun menang" Kata Tetsuna sambil menghela napas
Flashback End
Tetsuna lagi-lagi menghela napas lelah, mungkin ia telah menciptakan rekor menghela napas terbanyak selama hidupnya saat ini. Akashi di sebelahnya tersenyum penuh kemenangan, dirinya tidak boleh menyerah mendapatkan calon istrinya…
TBC
Yak! Momon update~ nyiahahah~ capek ngetiknya- karena waktu updatenya juga bareng sama Kuroko Not Again! Tapi semoga memuaskan~ kalo soal kapan Kisedai lainnya muncul? Mereka kan muncul bertahap~ saatnya bales review ga login~
Hyori Sagi males login desu: Terimakasih buat saran-sarannya ya! ^^ sampe panjang-panjang gitu~ ini udah lanjut~ and thanks for review!
AkaKuroFans: Ini udah lanjut kok! dan tenang~ KNA ga akan hitus kok...thanks for review~
sekian…akhir kata
Mind to Review?
