Chimchim Aku senang banget lho, soalnya kamu emang benar-benar hubungin aku-

MinYoongi Well, karena baru kali ini aku bertemu dengan seseorang yang terlihat antusias dengan penjelasanku-

Chimchim Khe khe khe khe-

MinYoongi Laughing?

Chimchim Ne! Such a good thing, that I be 'the fisrt' for you. Terserah deh dalam hal apa aja, yang penting yang namanya 'pertama' itu sesuatu banget kan-

MinYoongi Nah...

.

At The Library

.

"Jiminie..."

"Ne, Hyung?"

"Kamu-"

Seokjin menghela napas dulu sebelum melanjutkan, ia genggam pundak kiri Jimin dan berusaha tersenyum lembut dibalik kekhawatirannya, "kamu baik-baik aja kan?"tanyanya prihatin.

Jimin malah mengernyit bingung dan tersenyum lucu, "hha?"

"Ani..."

Kini Seokjin merangkul bahu Jimin, mengarahkan sepupunya untuk duduk berdampingan di sofa kulit. Menggenggam jemari Jimin, pria yang diwaktu luangnya bekerja sebagai model itu menatap lamat pemuda di dekatnya. Dengan binar kesenduan, bola matanya bergerak-gerak, seolah-olah sedang meneliti benar keseluruhan wajah Jimin.

Jimin jadi semakin heran. Padahal tak ada yang salah dengan dirinya. Dia bahkan bangun lebih cepat pagi ini, membantu Seokjin menyiapkan sarapan dan memulai hari dengan ceria seperti biasa.

"Hari ini kamu ambil cuti aja, ya. Kamu mau Hyung temenin ke mana?"

What the-

"Hyung kenapa sih? Im fine, Hyung,"dengus Jimin, "plis, kok aku kaya orang yang butuh hiburan banget sih."

"Jim, ga usah sok-sok kuat deh. Kalo sakit bilang aja, jangan maksain senyum. Hyung jadi mikir yang enggak-enggak kan."

"Heol! Hyung mikir karna aku saking 'terpuruk' nya, aku jadi gila gitu?"

"Em, well."

"Ish! Ga ah, Hyung!"

"Baru kemaren kamu curhat kalo Yoonjae selingkuh lagi kan."

"Aaah! Si brengsek itu mah, aku udah ga peduli lagi."

"Hha?"giliran Seokjin yang merasa bingung.

Jimin berdiri, mendengus penuh keyakinan serta mengangguk mantap kepada Seokjin, "aku udah putus sama si Brengsek itu, Hyung. Tadi malam. Dan aku ga nyangka aku bisa tidur nyenyak banget, mimpi indah, cepat bangun dan kayanya mood aku bakal baik seharian ini."

"Plis, bukan karena 'gila' diputusin pacar,"sambung Jimin menggeleng-geleng cepat, "karena aku senang, akhirnya aku sadar kalo selama ini aku udah bodoh banget, idiot, tolol dan apalah itu, percaya sama dia, baik sama dia, padahal- hahahaha- aigo, udah ah! Ga usah ngebahas dia lagi. Aku dan dia, end. Aku udah ga punya rasa apa-apa lagi sama dia. Dan aku bisa pastiin-"

Jimin menjunjung tinggi kepalan munggilnya.

-aku bisa langsung move on!"

Seokjin termangu melihat senyuman manis Jimin.

"Sip, Hyung?"

"Ou, ne..."

.

.

"Hai!"sapa Jimin riang menepuk bahu Yoongi.

Yang disapa menoleh sebentar lalu kembali fokus pada bacaannya, "hai,"balasnya singkat.

"Ish! Senyum kek! Kita udah chatingan kan."

Yoongi hanya mendengus mengidikkan kedua bahu.

Jimin mencebik sebentar, kemudian bergerak duduk di seberang Yoongi, "kamu ga kaget aku datang- aaah... kamu kan emang gitu,"angguknya meletakkan totebag di atas meja, mengeluarkan beberapa barangnya seolah ia memang akan duduk lama di sana bersama Yoongi. Ia tersenyum simpul, "apa selama ini orang-orang di sekeliling kamu ga perlu ngejelasin apa-apa lagi ya."

Yoongi menatap sekilas ke arah Jimin, "perlu kau ingat, aku tidak 'semaha tahu' itu,"tekannya dengan mata malas dan menarik bibir.

Jimin merasa lucu mendengarnya, kekehannya ditahan, mengingat mereka sedang berada di perpustakaan. Jadi pemuda manis itu hanya bisa tersenyum sangat lebar hingga matanya menggaris secara sempurna.

"Jadi, kenapa kamu bisa tau aku bakal ke sini? Kita belum chatingan lagi sejak tadi pagi kan."

"Ntahlah, aku merasa kau memang akan ke sini."

Jimin memiringkan kepala, "ga ada analisis?"

"Opseo. Murni karena firasat."

"Hmmm."

Gumaman panjang itu terdengar bernada kecewa bagi Yoongi, jadi ia menutup bacaannya dan untuk beberapa saat memperhatikan sosok Jimin.

Yoongi memperbaiki letak kaca matanya, "kau bangun lebih cepat pagi ini, tataan rambutmu rapi sekali meski sudah jam segini, bahkan kau sempat memberi perawatan pada kuku-kukumu, jika kau lakukan itu tadi malam, kau tidak akan menjawab emailku dengan cepat. Jadi kau melakukannya pagi ini, kau memiliki waktu yang cukup banyak. Stelanmu senada sekali, berarti kau bebas memilah-milah pakaian sampai bisa mencocokkan pakaianmu dengan sepatu, jam tangan, tas dan- dompetmu itu, itu bukan yang kemarin kau pakai kan."

Senyuman lebar Jimin kembali tercipta. Tangannya tersilang rapi di atas meja dengan tubuh yang semakin condong ke arah Yoongi, "lagi!"ucapnya riang.

"Firasat yang tadi aku katakan,"lanjut Yoongi,"well, tidak sepenuhnya firasat sih, di chatingan kita, kau bilang 'kebetulan banget besok aku banyak jam kosong, hari aku makin cerah nih.' Tipikal yang mudah dan sangat bersemangat untuk hal-hal yang menarik bagi dirinya, itu kau. Dan kau sudah tahu di mana aku biasa menghabiskan waktu luang kan. Jadi, ada kemungkinan kau akan berusaha menemuiku."

"Ne!"angguk Jimin semangat, "lagi?"

Yoongi memundurkan kursinya, hingga ia bisa melihat keseluruhan sosok Jimin sampai ujung sepatu pemuda Busan itu. Setelah menengok sebentar ke bawah meja, Yoongi kembali memandang ke arah wajah Jimin.

"Kau diantarkan sepupumu ke kampus,"terkanya.

"Hei, kamu udah bisa manggil dia Seokjin-hyung kan, sepupu sepupu, aku udah cerita tentang Jinni-hyung kan tadi malam."

"Ou, Seokjin, oke, namanya Seokjin ya? Lee Seokjin?"

"Kim Seok- heol, kamu lupa?"

"Well, aku cukup susah dalam mengingat nama."

Jimin mengerut sebentar, lalu langsung tersenyum lebar dan senyuman itu juga langsung dimengerti oleh Yoongi.

"Em, untuk kasusmu- kemarin itu-"kata Yoongi gugup.

Deretan gigi Jimin terlihat sempurna, ia bersungut-sungut mengerti, dan sebenarnya ingin sekali menegaskan bahwa 'kenapa ya Yoongi cepat mengingat namanya, apa karena dia memang spesial', tapi ia merasa belum pantas untuk menggoda Yoongi, "ne, aku diantar Jinnie-hyung pagi ini,"karena itu ia mengalihkan pembicaraan ke topik semula.

"Hujan sudah turun sejak tadi pagi- oh, ini nanti bisa aku jelaskan. Ada yang lebih penting."

"Hm?"

"Coklat. Sebelum ke sini kau menghabiskan cukup banyak coklat ya?"

"WOW! DARI-"Jimin cepat-cepat mengontrol volume suaranya, "-dari mana kamu tau!?"bisiknya takjub, "ga mungkin penciuman kamu setajam itu! Heol! Apa hidungmu-"

Jimin terdiam melihat Yoongi mengerut seraya tersenyum tipis menahan tawa.

"Bukan, bukan,"geleng Yoongi samar, "bukan karena itu. Mustahil aku bisa menangkap aroma mulutmu. Tapi, em."

Pemuda pucat menunjuk giginya, "masih ada sisa coklat di gigimu."

Sontak Jimin cepat-cepat meraih handphone, lalu berpaling dengan wajah malu. Membersihkan giginya dengan sapuan lidah, ia kembali menghadap ke arah Yoongi setelah mengumpat dalam hati betapa ceroboh dirinya itu.

"Seharusnya kamu bilang ini dari awal!"desis Jimin tajam.

"Well, cukup menarik melihat kau yang tersenyum lebar dengan coklat di gigimu."

"Ish!"

"Nah. Lagipula, dari mood-mu yang terlihat baik ini, berarti kau sehabis mengkonsumsi makanan manis kan."

Tampak raut wajah Jimin tidak setuju mendengar itu, "mood-ku baik bukan karena itu kok,"sanggahnya seolah-olah kecewa dengan pemikiran Yoongi.

"Eh?"

"Mood aku baik,"tekan Jimin,"karena kita bisa ketemu lagi secepat ini."

Jimin tersenyum manis. Sedang Yoongi terdiam sejenak, lalu berdehem dua kali.

Ada jeda beberapa detik dari keduanya. Si manis tak berhenti mematai sosok di hadapannya. Sedang si tampan terlihat kikuk tak tahu harus melihat ke mana.

"Well, berarti kau mau menerima ajakanku nanti malam,"Yoongi akhirnya kembali bersikap tenang, setelah kesusahan menahan ledakan merah jambunya.

"Makan malam?"

"Nah, hanya menemaniku minum barangkali."

"Mau! Aku mau. Boleh ngajak Hobie dan Kookie ga? Aku kepengen ngenalin kamu ke mereka."

"Well, kalau begitu aku juga akan mengajak salah satu temanku."

"Kamu punya teman!?"

"Kesannya tidak ya?"

"Eee, jeosonghamnida. Hehe."

"Em, apa menurutmu aku aneh? Maksudku berbeda?"

"Hmmm. Ga aneh juga kok. Cuman emang 'beda' sih dari orang kebanyakan. Tapi aku yakin lho, aku bisa nyaman sama kamu."

"Really?"

"Yup."

"Well, asal kau tau, temanku yang satu ini jauh lebih 'beda dari orang kebanyakan' dibanding diriku."

"Jeongmal? Waaaah..."

.

.

CUE

.

.

Gamsahamnida ^^

Aish! Auk ah!

Hahahhahahaha

Nah, begitulah. Ini ga series, cuman oneshot oneshot yang ditulis kalau saya lagi mood. Tapi oneshot itu rada nyambung laaaaah Hehe.

Once again, gamsahamnida ^^

.

.

Isi chatingan Yoongi and Jimin, ga semuanya, cuman sebagian aja, soalnya mereka chatingan sampai tengah malam dan Jimin itu lumayan cerewet kalo di chat jadi kalo ditulisin semua bakal kepanjangaaaaaaannnnn.

MinYoongi

Selamat Malam. Ini aku, Min Yoongi - 10.03pm

Chimchim

Huwaaaa! Jinjja!? - 10.30pm

MinYoongi

Ne. Yang tadi sore di halte bis -10.30pm

Chimchim

Iya, iya ^^ Astaga! Kamu benaran ngechat aku. Haha -10.31pm

MinYoongi

Kau sedang apa? - 10.31pm

Chimchim

Baru mutusin pacar -10.31pm

Beneran lho! Hahaha -10.35pm

Hei ~ Napa speechless gitu? -10.38pm

Haloooo -10.39pm

MinYoongi

Em, aku paling ga bisa ngehibur orang -10.39pm

Chimchim

Khe khe khe khe - Aku ga butuh hiburan kok ^^ Malah aku seneng banget -10.39pm

Ugh! Napa ga dari kemaren2 aku mikir kaya gini ya?! Heol. Masa muda aku jadi terbuang sia2 selama tiga tahun ini! -10.39pm

Daebak! Aku seneng banget lho sekarang. Sumpah. Lega ~ Kebetulan banget besok aku banyak jam kosong, hari aku jadi makin cerah nih. Hehe -10.39pm

MinYoongi

Ga da yang sia-sia ketika kita menjalin hubungan dengan seseorang. Pengalaman sesuatu yang berharga lho -10.39pm

Chimchim

Eh eh eh XD Kalo jurusan, aku udah tau dari buku-buku kamu. Tapi aku belum tahu nih kamu tingkat berapa. Older? Younger? -10.40pm

MinYoongi

Aku juga tingkat dua -10.40pm

Chimchim

Hoooo. Jinjja? Aku panggil Yoongi aja kalo gitu -10.40pm

MinYoongi

Yup -10.40pm

Chimchim

Da kamu boleh panggil aku Jimin atau chimchim X) Sebelum ngechat aku, ngapain tadi? -10.41pm

MinYoongi

Bikin tugas -10.41pm

Chimchim

Haha. Aku sih, bikin tugas di kampus terus, bareng yang lain. Kalo udah di rumah, bawaannya malas -10.42pm

MinYoongi

Im the nerd one -10.42pm

And Im the lazy one. Hahaha. Kamu pasti betah di perpus -10.42pm

MinYoongi

Well -10.42pm

.

.

.

Ganto, 12th October 2016