Space-Time Dimensional Adventure
Chapter 2 : Monkey Digimon, Etemon
Author : abilspendabo1
Genre : Adventure
Rating : K+
Disclaimer : Semua karakter di sini milik Akiyoshi Hongo, Toei, dan Bandai. Bukan
sepenuhnya milik saya.
Summary :
Di dunia Savers, anggota DATS berhadapan dengan fenomena kemunculan digimon di dunia nyata. Dan, petualangan melintasi dimensi ruang-waktu dilakukan demi menyelamatkan manusia. Kebetulan Masaru telah kembali dari dunia digital.
Sebelumnya, author mau ngucapin terima kasih banyak buat yang udah follow sama favorite-in cerita ini.. Yah, meskipun baru 2.. hiks... :( Tapi, author puas, kok.. Oke, tanpa basa - basi lagi, langsung masuk ke cerita...
Sebelumnya, di Space-Time Dimensional Adventure...
"Ayo, kita juga!" seru Yoshino.
"DIGISOUL CHARGE!" ucap Masaru, Yoshino, Touma, Ikuto, dan Hoshima di waktu yang hampir bersamaan.
"Are wa.. Shinka no hikari.." ucap Sora kagum.
"Patamon.. shinka.. Angemon.."
"Kekuatan keadilan, berkumpullah pada tongkatku.." ucap Angemon dengan suara yang lantang.
"ANGEMON..." Takeru berteriak dengan terisak.
"Oh, ya. Di mana kakak dan kakek tadi, ya? Kita belum mengucapkan terima kasih pada mereka." ucap Mimi saat mengedarkan pandangannya ke sekitar.
"Baiklah, ayo, semua!" seru Masaru membara.
"Emm..." jawab mereka semua dengan anggukan mantap.
Chapter 2 : Monkey Digimon, Etemon
"Ini, kita ada di mana?" tanya Yoshino sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar.
"Mungkin kita bisa pergi ke gua itu." jawab Masaru.
"Kau benar. Siapa tahu di sana kita bisa bertemu seseorang yang bisa membantu kita." sahut Touma.
Ikuto hanya diam di sana. Kemudian, mereka berempat pergi ke gua itu. Namun, di depan mulut gua, anak - anak terpilih berkumpul mengelilingi api unggun.
"Kakak, kalian kembali." ucap Takeru lalu memeluk Yoshino.
"Tentu. Kami sudah berjanji untuk membantu kalian, kan?" ucap Masaru.
"Oh, ya. Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Ikuto yang akhirnya bersuara.
"Kami sedang beristirahat untuk melawan Etemon serta menyelamatkan Sora yang sudah diculik." jawab Taichi.
"Diculik?! Bagaimana bisa?" tanya Ikuto.
"Iya. Itu terjadi saat kami melawan Etemon di piramid terbalik yang ada di seberang gua ini. Saat itu, kami tidak punya pilihan lain selain membebaskan Nanomon, musuh bebuyutan Etemon. Ternyata, Nanomon malah menculik Sora." jawab Mimi.
"Oh, iya. Ini di mana?" tanya Touma singkat.
"Kita sedang berada di Benua Server. Jauh dari Pulau File." jawab Jou.
"Tapi, bagaimana kalian bisa berada di tempat ini?" tanya Masaru.
"Setelah mengalahkan Devimon, di depan kami muncul sebuh hologram kakek - kakek yang menyebut dirinya Gennai dan dia 'katanya' ingin membantu kami. Lalu, kami diberitahu oleh Gennai bahwa kami harus mencari Crest dan Tag yang tersebar di Benua Server agar kami bertambah kuat." jawab Yamato.
"Jadi, di mana Sora?" tanya Yoshino.
"Dia juga ada di dalam piramid itu." jawab Mimi.
"Oh, ya. Di mana Agumon?" tanya Masaru saat mengedarkan pandangannya.
"Dia mengecil jadi Koromon." jawab Yamato.
"Tapi, bagaimana bisa?" tanya Masaru.
"Saat kami pergi ke colosseum karena berhasil menemukan letak Crest milik Jou-san, kami dijebak oleh Etemon yang menggunakan Greymon untuk melawan kami." jawab Yamato.
"Lalu, saat Taichi berada di depan Greymon, entah bagaimana Greymon dark digivolve jadi SkullGreymon." Mimi melanjutkan cerita. "SkullGreymon kemudian mengamuk, kami memutuskan untuk melawannya, tapi dia terlalu kuat. Kami akhirnya memutuskan untuk membiarkannya hingga dia kehabisan energi. Lalu, setelah dia kehabisan energi, dia mengecil menjadi Koromon." tambah Mimi.
"Ceritanya seperti Masaru." ucap Yoshino.
"Bagaimana ceritanya, kak?" tanya Takeru.
"Iya. Saat itu, kami berhasil mendapatkan digivice baru berkat latihan kami dengan BanchoLeomon. Dan, saat itu kami sedang menghadapi musuh yang kuat. Tetapi, karena kemarahan Masaru, akhirnya ShineGreymon miliknya berubah menjadi ShineGreymon Ruin Mode. Aku dan Touma berusaha untuk mengalahkannya, tapi ShineGreymon Ruin Mode sangatlah kuat hingga kami juga membiarkannya hingga kehabisan energi seperti kalian. Akhirnya, ShineGreymon Ruin Mode mengecil menjadi Koromon." ujar Yoshino.
"Pengembangan yang salah." ucap Yamato.
"Maksudmu?!" tanya Masaru penasaran.
"Iya. Gennai bilang, saat kami memiliki Crest, kami harus mengembangkan digimon kami agar tidak salah dalam berevolusi seperti yang Taichi dan Kak Masaru alami." jawab Yamato.
"Itu juga yang dikatakan BanchoLeomon. Kalau kita jangan sampai salah menggunakan DigiSoul serta jangan sampai salah mengembangkan digimon kita." sahut Yoshino.
"Yosh, minna... Sekarang saatnya kita untuk istirahat." ucap Taichi.
Kemudian, semua yang ada di sana terlelap.
Keesokan harinya...
"Yosh, hari ini kita akan mengalahkan Etemon sekaligus menyelamatkan Sora." ucap Taichi dengan penuh semangat.
"Tapi, bagaimana caranya kita melakukan keduanya?" tanya Mimi.
"Aku punya ide." sahut Touma. "Mungkin kita bisa bagi jadi 2 tim." ucap Touma kemudian.
"Setuju." sahut Takeru.
"Baiklah. Jadi, Yoshino, Masaru, Yamato, Jou, dan Takeru akan melawan Etemon. Sedangkan, sisanya akan menyelamatkan Sora. Bagaimana?" ucap Touma.
"Ide bagus, Touma. Aku akan mengalahkan Etemon dengan Agumon. Benar, kan Agumon?" sahut Masaru.
"Iya." jawab Agumon singkat.
"Baiklah. Ayo, kita berangkat!" seru Yoshino.
Kemudian, mereka berangkat bersama menuju seberang gua. Sesampainya mereka di depan piramid itu, mereka melihat Etemon juga masuk ke dalam. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengendap - endap agar tidak diketahui oleh Etemon. Setelah Etemon masuk ke dalam, mereka langsung mendekati pintu piramid itu.
"Baiklah. Setelah ini, kita akan berpencar." ujar Touma.
Mereka langsung masuk ke dalam. Sampai di dalam, mereka langsung berpencar. Tim Masaru yang akan mengurus Etemon, sedangkan Tim Touma akan menyelamatkan Sora. Setelah beberapa lama mereka berpencar, Tim Touma akhirnya bertemu dengan Nanomon serta kloningan Sora dan Sora asli yang terikat.
"Apa yang kau lakukan pada Sora?" tanya Ikuto dengan suara lantang.
"Tenang saja. Aku hanya butuh partnernya, Piyomon dan kloningannya." jawab Nanomon.
"Dasar kau! Akan aku kalahkan kau, pasti." ucap Ikuto dengan lantang. "FALCOMON.. Realize.." Lalu, muncul digimon berupa burung di depan mereka. "Ayo, Falcomon!" seru Ikuto.
Lalu, entah bagaimana di tangannya ada DigiSoul.
"DIGISOUL! FULL CHARGE.." seru Ikuto.
"Falcomon.. shinka.. Peckmon.."
"Peckmon.. shinka.. Yatagaramon.."
"GAOMON, Realize.."
"Gaomon!" seru Touma yang disambut anggukan oleh Gaomon. Di tangannya lalu ada DigiSoul.
"DIGISOUL! FULL CHARGE.." seru Touma.
"Gaomon.. shinka.. Gaogamon.."
"Gaogamon.. shinka.. MachGaogamon.."
"Kita juga." ucap Koushiro.
"Tentomon.. shinka.. Kabuterimon.."
"Palmon.. shinka.. Togemon.."
"Digimon apa itu?" tanya Koushiro lalu membuka laptopnya dan mulai mengakses sesuatu dari sana.
Di layar laptopnya, muncul info dari digimon yang ia cari.
"MachGaogamon. Tingkat Sempurna. Tipe Data. Serangan spesialnya Winning Knuckle. Meninju musuhnya dengan kekuatan tangannya." Lalu, menghilang dan berganti dengan digimon lain. "Yatagaramon. Tingkat Sempurna. Tipe Vaksin. Serangan spesialnya Mikafutsu no Kami. Menyerang musuhnya dengan orb gelap yang terkumpul di bawah sayapnya."
"A-apa?! Tingkat sempurna?" tanya Koushiro.
"Maaf, ya. Sebenarnya, kami ingin memberitahu kalian dari awal." ucap Touma. "Bahkan, sebenarnya kami bisa mengubah digimon kami menjadi tingkat Ultimate." lanjut Touma.
"Tapi, mengapa tidak ubah saja digimon milik kalian menjadi tingkat Ultimate?" tanya Mimi.
"Entah mengapa, kami tidak bisa melakukannya." sahut Ikuto.
"Menurut dataku, kami hanya bisa berubah menjadi Ultimate jika ada di antara kalian yang sudah mencapainya." kata Touma.
"Sudahlah. Ayo, kita urus Nanomon dulu!" seru Ikuto.
"Ayo!" seru mereka.
"Winning Knuckle..."
"Mikafutsu no Kami..."
"Chiku Chiku Bang Bang..."
"Mega Blaster..."
Mereka menyerang Nanomon bersamaan dan berhasil mengenai Nanomon. Kemudian, Nanomon membalas serangan mereka.
"Plug Bomb..."
Sebuah bom kemudian meledak di hadapan mereka semua. Saat asap yang ditimbulkan oleh bom itu memudar, mereka tidak menemukan Nanomon di manapun.
"Sial! Dia kabur." umpat Touma. "Ayo, semuanya! Kita akan menyusulnya." ucap Touma kemudian.
"Ayo, Yatagaramon!" seru Ikuto.
Mereka kemudian pergi keluar ruangan itu untuk menyusul Nanomon. Sementara itu, di tempat Masaru dan lainnya.
"Ayo, semuanya!" seru Masaru.
"DIGISOUL! FULL CHARGE..."
"Agumon.. shinka.. GeoGreymon.."
"GeoGreymon.. shinka.. RizeGreymon.."
"DIGISOUL! FULL CHARGE..."
"Lalamon.. shinka.. Sunflowmon.."
"Sunflowmon.. shinka.. Lilamon.."
"Gabumon.. shinka.. Garurumon.."
"Gomamon.. shinka.. Ikkakumon.."
"Trident Revolver..."
"Marvel Shot..."
"Fox Fire..."
"Harpoon Vulcan..."
Serangan itu berhasil mengenai Etemon. Tetapi, setelah menerima semua serangan itu, Etemon masih mampu berdiri tegak di hadapan mereka, bahkan ingin menyerang mereka.
"Dark Spirits..."
Di saat Etemon berhasil menyerang mereka, Nanomon sampai di tempat itu dan menantang Etemon. Tapi, tidak disangka, Nanomon disusul oleh Touma dan yang lainnya.
"Minna..." seru Yamato.
Lalu, mereka semua berkumpul.
"Ayo, kita pergi dari sini!" seru Ikuto.
"Tapi, bagaimana dengan Sora?" tanya Yamato.
"Tenang saja. Yatagaramon sedang membawanya keluar sekarang." jawab Ikuto.
"Yatagaramon?!" ucap Yamato heran.
"Digimon milik Ikuto-san." jawab Koushiro.
"Tapi, bukannya digimon milik Ikuto-san itu Peckmon?" tanya Jou.
"Iya. Itu digimon miliknya saat ada di tingkat sempurna." jawab Koushiro.
"Apa kau bilang? Tingkat Sempurna?" tanya Yamato.
"Ah, sudahlah. Lebih baik kita pergi dari sini sekarang." ucap Touma.
Lalu, mereka semua berlari keluar dari tempat itu. Di luar, mereka melihat piramid terbalik itu perlahan runtuh.
"Oh, ya. Apa kalian berhasil mendapatkan crest milik Sora?" tanya Yamato.
"Apa maksudmu benda ini?" tanya Ikuto sambil memperlihatkan sebuah benda berbentuk persegi panjang berukuran kecil dengan simbol seperti hati di dalamnya. "Falcomon bilang ini terbawa di saku milik Sora." lanjut Ikuto sambil menyerahkannya pada Sora.
"HAHAHAHA..." tawa yang menggelegar itu berhasil membuat mereka menoleh ke belakang. "Kali ini, akan kupastikan kalian musnah, anak - anak terpilih. Rasakan ini!" ucap Etemon yang berada di dalam sekumpulan kabel melayang.
"Dark Spirits Chaos..."
Serangan itu hampir mengenai mereka. Setelah itu, mereka mengevolusikan digimon mereka.
"Gabumon.. shinka.. Garurumon.."
"Piyomon.. shinka.. Birdramon.."
"Tentomon.. shinka.. Kabuterimon.."
"Palmon.. shinka.. Togemon.."
"Gomamon.. shinka.. Ikkakumon.."
"Agumon.. shinka.. GeoGreymon.."
"GeoGreymon.. shinka.. RizeGreymon.."
"Gaomon.. shinka.. Gaogamon.."
"Gaogamon.. shinka.. MachGaogamon.."
"Lalamon.. shinka.. Sunflowmon.."
"Sunflowmon.. shinka.. Lilamon.."
"Ikuzo, minna..." seru Masaru.
Lalu, mereka mulai menyerang Etemon itu. Tapi, hanya serangan RizeGreymon, MachGaogamon, dan Lilamon yang berhasil mengenai tubuh Etemon.
"Ayo, Taichi! Aku juga ingin bertarung." ucap Koromon.
"Tapi, Koromon, aku tidak mau membuatmu tidak terkendali seperti sebelumnya." jawab Taichi.
"Ayo, Taichi! Kau pasti bisa mengatasinya. Kau hanya takut bertarung, itu saja." ucap Masaru.
Koromon kemudian berubah menjadi Agumon.
"Ayo, Taichi!" seru Agumon.
Berkat ucapan Masaru, keyakinan Taichi kembali dan akhirnya memutuskan untuk ikut bertarung. Crest milik Taichi bersinar.
"Agumon.. shinka.. Greymon.."
"Greymon.. chou shinka.. MetalGreymon.."
"Giga Blaster.."
Serangan dari MetalGreymon itu membuat Etemon mundur. MetalGreymon bersama RizeGreymon dan digimon tingkat sempurna lainnya menyerang Etemon hingga akhirnya tercipta sebuah lubang dimensi yang menyedot mereka semua.
"Kita ada di sini lagi." ucap Touma saat mereka tiba di sebuah tempat yang gelap tanpa cahaya satupun.
Selanjutnya, di Space-Time Dimensional Adventure..
"Kita harus melawannya.."
"Sora!"
"Aku tidak ingin semua orang yang kusayangi terluka.."
"Crestnya bersinar.."
Maaf, ya, minna-san.. Baru bisa update sekarang.. Oh, ya, ini author pake author pov terus, takutnya kalau kebanyakan pov kaya di cerita author yang lain, ok... Jadi, tetap RnR, ya.. Baca dan jangan lupa reviewnya... :D
