Disclaimer: Terinspirasi dari seri Fate dan serial (light novel) Toaru Majutsu no Index
Bab 2 - LOST CHILD -
Bagian 1
Asrama putri Tokiwadai adalah sebuah gedung besar yang ditempati hampir 500 siswi di dalamnya. Didirikan sebagai bagian dari sekolah paling elit di Kota Akademi yaitu SMP Tokiwadai. Peraturan di asrama itu sangat ketat seperti dilarang menggunakan kemampuan supranatural di dalam asrama, tidak boleh membawa anak laki-laki tanpa seijin pengawas, tidak boleh keluar atau begadang melewati jam malam.
Pada dasarnya semua peraturan itu cukup normal bagi kebanyakan asrama pada umumnya kecuali satu peraturan yang tidak memperbolehkan siswi memakai kemampuan supranatural di dalam asrama. Peraturan itu di buat karena seluruh penghuni asrama Tokiwadai adalah para pemilik kekuatan supranatural yang biasa disebut Esper dari level 0 sampai level 5.
Namun dari sekian banyak Esper yang tinggal di dalam asrama elit itu, hanya ada dua orang yang memiliki status kekuatan level 5.
Di dalam Kota Akademi saat ini, pengguna kekuatan supranatural terkuat hanya sampai level 5. Meskipun begitu jumlah orang yang memiliki status level 5 di kota ini hanya ada tujuh orang.
Saat ini salah satu dari ketujuh orang itu sedang kebingungan memilih pakaian terbaiknya di dalam salah satu kamar asrama. Dia Misaka Mikoto adalah Esper level 5 urutan ke tiga dari tujuh esper terkuat berlevel sama. Hal itu mengakibatkan dia dijuluki sebagai Putri Tokiwadai.
Misaka dapat memanipulasi listrik sesukanya dari dalam dirinya maupun dari luar. Dari semua itu, alasan kenapa dia diakui sebagai Esper terkuat ke-3 di Kota Akademi karena dia memiliki sebuah senjata andalannya yang disebut Railgun.
"Kau sedang apa, Onee-sama?"
Orang yang bertanya tidak lain ialah teman sekamar Misaka yang baru selesai mandi.
"Oh Kuroko, aku mau pergi ke Pusat Kota"
"Pagi-pagi begini. Hmm.."
Kuroko memperhatikan Misaka yang sedang memakai pakaian modis berwarna merah.
Tidak biasanya Misaka memakai pakaian feminin seperti itu. Selama Kuroko tinggal sekamar dengannya sampai saat ini, dia hanya pernah melihat satu kali Putri Tokiwadai itu memakai pakaian feminin saat perayaan ulang tahun sekolahnya.
"J-Jangan..Jangan.. Kau mau pergi kencan dengan laki-laki lain?"
"Ap-a ...tidak..bukan seperti itu, aku hanya ingin membicarakan sesuatu dengannya"
"dengannya?..Aaaa.. jadi benar kau akan pergi kencan dengan seorang cowok"
Wajah Misaka tiba-tiba berubah merah dengan cepat.
"Siapa laki-lak itu Onee-sama? Beritahu aku,, akan aku bunuh dia!"
Kuroko memegang pundak Misaka dengan kedua tangannya. Ekspresinya menunjukkan bahwa dia sangat panik.
"Lepaskan aku Kuroko, Sudah kubilang ini bukan kencan!"
"Aku tidak akan melepaskanmu, Onee-sama.. Aku tidak rela membiarkanmu jalan dengan seorang laki-laki yang tidak jelas"
"Sudah kubilang...ini bukan kencan.. "
Saat Kuroko memeluk tubuh Misaka, sebuah energi listrik yang cukup besar keluar dari seluruh tubuh misaka dan menyelimuti mereka berdua. Kuroko yang memeluk Misaka terkejut, karena tidak sempat menghindar dia pun akhirnya tersengat listrik itu dengan teriakan *Kyaa* lalu pingsan.
Tidak menghiraukan kuroko yang terkapar di lantai dengan masih mengenakan handuk mandi, Misaka lari menuju pintu kamar dan keluar.
"Aku pergi dulu Kuroko, sampai jumpa nanti!"
"O-Onee-sama.."
Dengan suara lemah Kuroko memanggil Misaka yang telah menghilang di balik pintu.
Beberapa jam kemudian Kuroko akhirnya tersadar dan dapat bergerak lagi. Dia segera bersiap dan pergi keluar asrama untuk menyusul Misaka.
"Dasar Onee-sama.. Aku tidak akan membiarkanmu semudah itu untuk pergi berkencan dengan seorang cowok"
Di sepanjang jalan trotoar di sekitar pusat kota, Kuroko bergumam sendirian.
"Aku akan mencarimu sampai ketemu, dan merusak acara kencanmu... hehehehe"
Saat Kuroko melintas di persimpangan jalan di pinggir pertokoan dia melihat Misaka sedang duduk bersama seorang cowok di sebuah tempat makan. *haaa* teriak kuroko merasa menang karena targetnya sudah ditemukan.
"Ketemu"
Dalam bayangan Kuroko dia memikirkan sebuah strategi dimana dia akan menumpahkan minuman ke baju laki-laki itu dengan kemampuan teleportnya.
- Aku akan melakukannya.. hahahaha..
Saat dia akan pergi untuk melancarkan rencananya, langkah kakinya terhenti oleh sebuah nada dering dari handphone nya. *bip..bip..* dia kemudian mengambil ponsel di saku bajunya dan mengangkat telfonnya.
"Ada apa Uiharu?"
"Ah.. Shirai-san kita ada pekerjaan baru"
"ha? disaat seperti ini.."
Kuroko merasa kecewa dengan pekerjaan mendadak itu. Dia adalah anggota dari Judgement yaitu sebuah organisasi kecil yang mengurus ketertiban kota. Berbeda dengan Anti Skill yang sering menangani teroris, Judgement adalah kelompok yang mengatasi masalah-masalah kecil seperti penyalah gunaan kemampuan spiritual atau penyelidikan orang hilang.
Setiap hari, di luar jam sekolahnya Kuroko selalu bekerja sebagai Judgement dan hampir tidak memiliki hari libur.
karena kewajibannya itu dia harus mengutamakan pekerjaan dibandingkan hal lain. Meskipun dia berharap hari ini tidak ada masalah di dalam kota, dia malah dihubungi oleh Uiharu di waktu yang tidak tepat.
"Jadi apa pekerjaan hari ini?"
"Sebenarnya Anti Skill baru saja mengantarkan seorang gadis kecil di kantor, mereka meminta tolong kepada kita untuk mengatasi gadis yang tersesat itu"
"Dasar Anti Skill itu, mereka selalu meminta tolong kepada kita tentang pekerjaan membosankan seperti itu.. baiklah aku akan segera ke kantor"
Kantor Judgement bertempat di tengah kota jadi jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kuroko saat ini. Dengan kemampuan teleportnya dia bisa sampai kurang dari lima menit.
Setelah melakukan beberapa kali teleport akhirnya Kuroko sampai di depan kantornya. Kali ini dia berjalan menaiki tanga dan menuju ke lantai dua bangunan itu. Dia bisa saja memakai kemampuannya untuk langsung berpindah ke dalam ruangan kantor tapi jika ada seseorang lain atau klien di dalam, maka Kuroko lebih memilih untuk tidak melakukannya. Alasanya karena dia tidak ingin mengejutkan mereka dari kemunculannya tiba-tiba, menurutnya itu kurang sopan.
Berlari menuju pintu yang berada di ujung lorong lantai dua itu Kuroko segera membukanya.
Setelah Kuroko masuk ke dalam ruang kantor, tatapannya terfokus menuju seorang gadis kecil yang duduk di sofa. Rambut panjangnya sangat aneh dengan warna putih. Bagi Kuroko itu adalah pertama kalinya dia melihat rambut dengan warna itu. Sesaat dia pikir mungkin itu bukan warna asli.
Mata berwarna merah gadis itu menatap ke arah Kuroko sambil memegang buku di tangannya, dia hanya terdiam.
"Huuuuuooohhhohoho"
Secara refleks Kuroko berteriak kagum seakan melihat malaikat kecil di depan matanya. Teriakannya cukup keras sehingga membuat wajah gadis itu berubah menjadi waspada.
"Ah.. Shirai-san kau sudah datang"
Uiharu menyapa namun Kuroko mengabaikannya. Kemudian dia melanjutkan dengan memperkenalkan gadis itu.
"Dia adalah klien kita hari ini, namanya Ilyasviel"
"Kyaaa.."
Ilya berteriak karena Kuroko yang tiba-tiba melompat dan memeluk tubuhnya.
"Kau manis sekali.. maukah kamu menjadi Adikku? hehehe.."
Kuroko memeluk Ilya dengan erat dan menempelkan pipinya ke wajah Ilya, tindakan itu membuat Ilya panik dan memberontak mengunakan kedua tangannya untuk menjauhkan wajah Kuroko.
"Hentikan, wajahmu terlalu dekat"
"Mungkin ini adalah takdir, kamu datang di saat aku dicampakan oleh Onee-sama. Mungkinkah kau datang ke sini untuk menjadi adikku?"
Saat Kuroko semakin memasuki mode-hentainya tiba-tiba dia merasakan sesuatu sedang menarik kerah bajunya ke belakang. Saat kuroko membalikkan badan dia tidak melihat siapapun ada di sana.
- tidak ada siapapun.. mungkin cuma perasaanku saja..
Setelah itu diapun mengabaian kejadian itu dan kembali menjadi mode-normal.
"Ehemm.. jadi adik kecil, dimana tempat tinggalmu?"
Pertama setelah kembali menjadi normal, Kuroko mencoba bertanya dengan cara normal kepada Ilya supaya situasi kembali menjadi tenang.
"Dia tidak terdaftar sebagai warga di kota ini maupun sebagai visitor"
Uiharu menjawab pertanyaan itu dan menjelaskan hasil dari penyelidikannya.
Uiharu adalah perempuan yang memiliki tubuh lebih kecil dari Kuroko meskipun dia satu angkatan dengannya. Uiharu juga merupakan anggota Judgement namun dia merupakan Esper level satu. Yang bisa dia lakukan hanyalah menghangatkan benda-benda dengan kedua tangannya.
karena itu Uiharu lebih sering bekerja di depan layar komputer sebagai pengintai maupun hacker yang membantu Kuroko.
"Huh, benarkah?"
"Iya, aku baru saja selesai mengeceknya"
"Jadi, anak ini?"
"Kemungkinan besar begitu"
Dari sekian banyak kasus yang ditangani oleh Judgement banyak diantara mereka adalah penyusup dari luar kota yang tidak memiliki akses resmi di dalam kota. Entah bagaimana mereka bisa masuk dengan mudah melewati sistem keamanan kota Kuroko masih belum mengetahuinya sampai sekarang. Karena setiap kasus itu selalu diambil alih oleh Anti Skill sehingga Judgement tidak mengetahuinya dengan jelas.
Hal itu sama seperti saat ini yang menimpa Ilya. Gadis itu adalah pendatang ilegal dari luar kota. Sangat aneh jika Anti Skill melepaskan pendatang ilegal seperti ini dan menyerahkannya kepada Judgement.
Oleh karena itu Kuroko berpikir untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelidiki bagaimana cara mereka bisa masuk ke dalam kota.
"Jadi Ilya-san, apakah kamu ke-kota ini bersama dengan keluargamu?"
Ilya hanya menggelengkan kepalanya.
"Apakah kamu bersama orang lain sebelumnya?"
"Iya"
Ilya menjawab dengan singkat.
Kuroko berencana untuk mencari tahu lebih banyak lagi tentang siapa gadis kecil ini, untuk apa dia datang ke sini dan dengan siapa dia datang ke kota ini. jadi dia pun bertanya lagi
"Jadi siapa orang itu? dan apakah kamu tahu di mana ..."
Namun sebelum sempat menyelesaikan pertanyaannya, tiba-tiba kesadarannya muali menghilang. Sekujur tubuhnya mulai lemas dan pandangan matanya sangat kabur dan Kuroko pun akhirnya pingsan.
Di sebelahnya hal yang sama juga terjadi pada Uiharu yang sudah terbaring di lantai.
Bagian 2
"Ha..ah.. mereka semua sangat menyebalkan, tante yang sebelumnya semalaman menginterogasiku dan sekarang onee-san ini juga. Sebenarnya mereka menganggapku ini apa?"
"Itu karena mereka mencurigaimu, Master"
Suara itu adalah Saber yang tiba-tiba muncul di depan Ilya.
"Haa..apa yang mereka curigai dari anak kecil sepertiku?"
"Apa yang mau kau lakukan kepada mereka berdua?"
"Biarkan saja mereka tidur, kita sebaiknya pergi dan mencari master yang lain.. atau bagaimana kalau kita memburu knight hitam itu?"
Ilya melihat ke arah dua orang perempuan yang terbaring di lantai. Mereka berdua terkena efek sihir yang membuat orang tertidur dengan cepat. Saber lah yang membuat mereka seperti itu.
Sebelumnya Ilya memerintahkan Saber untuk menutup mulut mereka dengan cara memakai sihir ini.
"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan, Master"
"Ayo kita pergi dan segera mengakhiri perang ini"
Ilya dan Saber akhirnya meninggalkan Kuroko dan Uiharu yang masih tertidur di lantai. Sudah dua hari sejak pertempuran Saber dengan Knight Hitam itu.
Namun suasana Kota masih sama seperti kemarin, meskipun terlihat tenang namun sesungguhnya setiap hari Anti Skill selalu pergi ke suatu tempat untuk menyelidiki sesuatu. Ketika Ilya menyuruh Saber untuk membuntuti mereka, Saber mengatakan bahwa Anti Skill sedang menyelidiki kasus pembunuhan.
Mungkin karena hal itu Anti Skill memindahkannya ke tempat Judgement pikir Ilya.
Setelah berjalan cukup lama berkeliling di kota bersama dengan Saber tiba-tiba Ilya merasa perutnya mulai lapar. Dia baru sadar kalau sejak pagi tadi dia belum makan.
Ilya mulai menyesal telah pergi dari Judgement sebelum mendapatkan makan pagi.
"Apa kau lapar, Saber?"
Di sebelah Ilya, Saber berjalan mendampingi masternya. Kali ini Saber mengenakan pakaian biasa layaknya manusia normal padahal dia hanya melepaskan armor metalnya saja. Menyisakan pakaian berwarna biru panjang bertudung tidak seperti pakaian kuno pada umumnya namun memiliki tekstur kain yang agak kasar . Ilya heran apakah jaman dulu sudah ada pakaian modern seperti itu.
"Tidak, sebagai servant aku tidak merasakan lapar maupun haus"
"Ah itu benar, kupikir sesaat yang lalu kau itu manusia"
*Kruuyug* Suara yang aneh terdengar dari perut Ilya.
"Apa kau lapar, Master?"
Wajah Ilya tiba-tiba memerah, sementara dia melirik sekitarnya memastikan apakah ada orang lain yang mendengarnya Saber menunjuk ke arah sebrang jalan. Sebuah tempat makan keluarga yang tidak terlalu besar di sana.
"Kalau begitu ayo kita ke sana, aku akan menemanimu makan"
Mereka berdua kemudian segera pergi menuju tempat makan itu. Ilya memesan dua piring omelet dan dua gelas jus buah untuk mereka berdua. Mengingat bahwa dia hanya membawa uang tidak terlalu banyak yang ia peroleh dari Stella, pelayan setianya di kastil Einzbern. Ilya bersyukur beberapa hari yang lalu dia mendapatkan makanan gratis dari Anti Skill tanpa mengurangi uang yang dia bawa.
Setelah mengatakan suatu kata seperti 'itadakimasu' mereka berdua mulai memakan makanannya dengan lahap.
Saat dia sedang makan, Ilya menyadari bahwa beberapa orang yang juga ada di tempat makan itu sedang memperhatikan mereka berdua. Jika diperhatikan baik-baik Ilya yang memiliki rambut panjang berwarna putih dan warna mata merah dan Saber yang memiliki rambut pirang dengan mata birunya tampak seperti bukan orang Asia, mereka berdua tampak seperti orang asing di tempat itu. Pantas saja jika orang-orang memperhatikan momen langka ini. Namun Ilya mengabaikan hal itu dan tetap memakan makanannya dengan lahap.
Setelah selesai menghabiskan makanannya, pandangan Ilya beralih ke pada dua pasangan yang duduk di dekat kaca. Seorang laki-laki berambut hitam runcing yang duduk sambil meminum minumannya dengan sedotan sementara yang satunya adalah seorang perempuan yang mamiliki rambut pendek berwarna kecoklatan.
Yang menarik perhatian Ilya adalah perempuan itu sedang memarahi pasangannya dan tiba-tiba dari kepala perempuan itu muncul listrik yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Dengan cepat, listrik itu kemudian menyambar ke arah laki-laki yang duduk di depannya namun listrik itu menghilang setelah mengenai tangan kanan dari laki-laki itu.
- Listrik?
Ilya sesaat merasa kebingungan dengan situasi itu. Di depannya Saber terlihat sependapat dengannya dengan mengatakan sesuatu.
"Tampak seperti sihir, tapi aku tidak merasakan mana dari gadis itu"
"Itu bukan sihir, tapi melihat respon orang-orang di sekitar tampaknya hal itu sudah biasa di kota ini"
"Dulu di kerajaanku juga ada orang seperti itu, seseorang yang memiliki kemampuan sihir khusus tak-terbatas dari satu jenis tipe sihir. Orang itu sama sekali tidak memerlukan mantra dalam menggunakannya"
"Di kerajaanmu, huh..."
Mendengar cerita masa lalu Saber Ilya teringat sesuatu dari pertarungan dua hari yang lalu ketika Saber bertarung dengan seseorang Knight Hitam yang sepertinya adalah seorang perempuan yang juga kenalan Saber.
Saat itu Ilya mengira bahwa Knight Hitam itu adalah saudara Saber, namun dia ragu-ragu setelah memikirkan bahwa tidak ada sejarah maupun legenda yang mengatakan bahwa Raja Arthur memiliki seorang saudara.
Jadi Ilya berpikir untuk menanyakannya langsung kepada Saber.
"Hei Saber, mengenai Knight Hitam itu apakah dia saudaramu?"
Mendengar pertanyaan itu wajah Saber berubah menjadi tegang. Butuh beberapa detik sebelum Saber menjawabnya dengan singkat.
"Bukan"
"Ehhh.. Jadi dia bukan saudaramu.. tapi dia memiliki nama Arthuria mirip sepertimu"
Akibat keterkejutannya Ilya berteriak cukup keras membuat Saber menjadi panik dan menengok ke sektar untuk memastikan bahwa orang di sekitar tidak terganggu.
Kemudian Saber menjawab dengan suara lebih pelan.
"Aku tidak memiliki saudara, Master, seharusnya kau tahu dari legendaku"
"Iya, itu benar tapi bagaimana kau menjelaskan mengenai hal itu?"
"Emm.. ya baiklah, sebagai Servantmu aku memiliki kewajiban untuk menjelaskannya kepadamu.. jadi apa kau tahu apa kelas dari servant hitam itu?"
Sejenak Ilya kembali mengingat Knight Hitam itu, dari penampilannya tampak jelas seperti seorang kesatria berpedang jadi itu berarti dia adalah kelas Saber namun itu tidak mungkin karena kelas Saber sudah dimilikinya.
Pemikiran Ilya sudah buntu sampai di situ.
"Aku tidak tahu, seharusnya dia berada di kelas Saber"
"Itu benar, aku juga berpikir seperti itu juga. Namun aku yakin dia adalah Saber yang sebenarnya"
"Apa maksudmu?"
"Waktu itu aku pernah berkata bahwa Knight Hitam itu adalah sisi lain dari diriku, Arthuria Pendragon dia juga Raja Britain dan juga raja dari para kesatria"
"Hah? itu tidak mungkin.."
Ilya sempat bingung dengan penjelasan Saber yang mengatakan bahwa Knight Hitam itu sebenarnya juga Raja Kesatria. Tidak mungkin ada dua raja yang memerintah, satu kerajaan tapi jika orang itu telah memerintah Britain sebelum atau sesudah Raja Arthur itu mungkin saja, tapi..
"Aku akan jujur kepadamu, Master, Aku tidak pernah terlahir ke dunia ini. Saat dipanggil sebagai seorang Servant, Aku tidak memiliki keinginan untuk mendapatkan Holy Grail"
"Jika kau tidak terlahir di dunia ini lalu dari mana asalmu?"
"Aku terlahir dan terpanggil menjadi servant dari sebuah legenda di dalam buku yang diyakini oleh orang-orang di dunia ini sebagai Raja Arthur. Aku akan bertanya kepadamu Master, apa yang kamu pikirkan tentang karakter Raja Arthur? jangan melihat dari sisiku"
"Seorang laki-laki hebat yang memimpin kerajaan dengan gagah berani, seperti itu"
"Keyakinan itulah yang memanggilku dalam wujud ini, sementara Raja Arthur yang sebenarnya sangat berbeda dari bayanganmu. Dia adalah seorang perempuan yang terjebak oleh takdirnya sendiri setelah berhasil mencabut pedang Caliburn"
"Jadi, maksudmu kau bukan raja yang asli melainkan Knight Hitam itu?
Ilya mencoba menyimpulkan penjelasan yang diutarakan oleh Saber dengan cara yang telah dia pahami hingga saat ini. Saber kemudian membenarkannya
"Itu benar, namun aku juga Raja Arthur seperti yang kamu yakini. Aku memiliki ingatan sebagai Raja Arthur seperti yang kamu ketahui di dalam legenda karena aku terpanggil menjadi servant dari latar belakang legenda di dalam buku. Holly Grail mewujudkan bayanganmu tentang tokoh Raja Arthur, lalu menyisipkan jiwa kepadanya kemudian dengan energi sihir yang kamu miliki aku dapat diwujudkan sebagai seorang servant.. aku rasa seperti itu"
"Apa yang menyebabkan Holly Grail melakukan hal itu?"
Saber mengangkat tangannya dan saling mengepalkan kedua tangannya untuk menyandarkan keningnya. Sepertinya dia sedang berpikir keras sementara Ilya menatap Saber dengan kebingungan.
"Hmm... Benda apa yang kamu gunakan sebagai katalis pemanggilan servant?"
Ilya meraba saku bajunya lau merogohnya kemudian menunjukkan sebuah lempenga logam kecil berwarna perak tipis. Tekstur permukaannya halus mengkilap namun kasar di bagian perpotongannya.
"ini hanya bagian kecil yang aku pungut dari dalam istana Einzbern, mereka bilang ini adalah bagian dari pedang Caliburn milik Raja Arthur"
"Sudah kuduga"
"Jadi apa?"
"Alasannya mungkin karena ada dua buah katalis yang digunakan untuk memanggil tokoh pahlawan yang sama yaitu Raja Arthur oleh dua orang master yang berbeda termasuk kamu. Jika itu benar maka orang yang pertama berhasil melakukan ritual adalah master dari Knight Hitam itu yang mendapatkan Arthuria, lalu setelahnya adalah kau yang memanggilku"
Kali ini Ilya mengerti apa yang dipikirkan oleh Saber. Itu sangat mungkin bahwa ada dua katalis yang berhubungan dengan Raja Arthur dipakai oleh master yang berbeda. Namun ada yang salah dengan teori itu. Seharusnya yang berhasil terlebih dahulu mendapatkan kelas Saber yang asli kan.
Mungkinkah keduanya menjadi kelas Saber?.
Orang yang menyadarinya adalah Ilya.
"Jika memang benar begitu, seharusnya master selain diriku mendapatkan kelas Saber yang sesungguhnya kan. Apakah Arthuria adalah kelas Saber? menurutku itu aneh jika seorang raja berpenampilan serba hitam seperti itu"
"Aku juga tidak tahu kenapa dia menjadi seperti itu. Sepertinya kita harus bertanya langsung kepadanya"
Saber tersenyum tipis sebelum Ilya membalasnya dengan anggukan.
"Kalau begitu, ayo kita cari dia, Saber"
Setelah mengakhiri diskusi itu, Ilya dan Saber kemudian juga mengakhiri acara makan itu dan segera membayar makanannya. Orang yang membayarnya adalah Ilya dengan menghabiskan setengah dari uang yang ia bawa.
Catatan:
Chapter 2 sudah selesai namun cerita masih belu berakhir.
Cerita dalam chapter ini masih menceritakan kisah Ilya yang bertemu dengan Shirai Kuroko (Esper lv 4) namun karena kejadian sebelumnya Ilya dikira sebagai anak hilang dan akhirnya kabur bersama Arthur. Apa yang terjadi selanjutnya..
Chapter selanjutnya rencananya berjudul - Assassin - akan ada pertempuran dan karakter lain bermunculan seperti Emiya Shirou dan Tohsaka Rin. Meskipun begitu sebenarnya saya masih belum mengetik ceritanya hehe.. Aku akan berusaha untuk membuat cerita selanjutnya menjadi menarik jadi mohon saran dan komentar kalian sebagai sesama penggemar dua seri anime ini. Terimakasih..
Dukung lanjutan dari cerita ini dengan menulis review oke..
- Ronye -
