SURAT CINTA DARI BAEKHYUN
By : Fifioluluge
.
.
FF ini terinspirasi dari cerita berjudul I am not straight anymore yang ditulis sama author Fandrias94
Maaf kalau menurut kalian saya updatenya lama hehehe, buat "viohunhan" gomawo sudah PM untuk mengingatkan saya segera update hehehe
Selamat membaca chingudeulll #kayaadayangbacaja #plakkk
Maaf kalau chap 2nya mengecewakan hehehe
.
.
CHAPTER 2
.
"Siapa itu?"
Hening. Tidak ada jawaban.
Sehun yang berada dalam toilet langsung membenarkan celananya dan segera keluar.
Kosong. Tidak ada siapapun. Tiba-tiba matanya terpaku pada sebuah jam tangan yang berada di wastafel. Dia yakin pasti tadi ada seseorang yang datang.
"Oppa, mau dilanjut tidak?" Tanya sesosok yeoja yang melongokan setengah badannya dari dalam kamar mandi.
"Kau lanjutkan sendiri saja. Aku pergi." Jawab Sehun yang langsung keluar dari kamar mandi sambil menenteng jam tangan milik seseorang yang Ia temukan di wastafel.
"YA! Sehun Oppa! Aishh…"
.
Setelah keluar dari kamar mandi, Sehun melihat sekeliling siapa tahu ada orang. Tapi sekolah sudah sepi. Tiba-tiba dia ingat Luhan. Kekasihnya sudah pulang belum ya?
.
To : My Baby Hannie
Kau dimana? Sudah pulang?
.
Tidak dibalas. Tumben. Biasanya seacuh apapun Luhan pada Sehun, Ia pasti akan selalu membalas pesan. Apa Luhan tidak punya pulsa? Begitulah pemikiran Sehun.
Sebagai kekasih yang merasa tanggungjawab atas masalah finasial kekasihnya, dengan keyakinan dan insiatif yang tinggi Sehun pun segera menghubungi counter langganannya dan segera mengisikan pulsa 100 ribu untuk Luhan. Loh?
.
To : My Baby Hannie
Pulsamu sudah kuisi. Cepat balas!
.
Sehun menghela napas kesal. Luhan belum juga membalas pesannya. Apa Luhan ketiduran di perpustakaan saat membantu Kang saem? Dengan pemikiran keduanya kali ini, Sehun pun bergegas menuju perpustakaan.
.
Tutup
.
Apa kekasihnya sudah pulang?
Akhirnya Sehun pun memutuskan untuk pulang atau ke apartemen Luhan mungkin? Yang jelas Sehun merasa tidak tenang karena biasanya Luhan tidak pernah tidak membalas pesannya.
Sambil berjalan menuju tempat parkir, Sehun mencoba menelpon Luhan. Tidak diangkat. Ia mencoba lagi. Diangkat! Yes!
.
"Ya! Kenapa tak membalas pesanku?"
"…."
"Luhan?"
"…."
"Kau tidak mati kan?"
"…."
"Hei, bicaralah satu kata saja!"
"…."
"Ya! Katakan padaku kau dim- LUHAN?"
.
Luhan side…
.
Luhan segera kabur dari toilet saat Ia mendengar suara Sehun. Luhan tidak habis pikir dirinya menangis hanya gara-gara memergoki secara tidak langsung Sehun tengah bercinta dengan seorang yeoja. Mungkin ini normal bagi setiap pasangan yang memergoki kekasihnya selingkuh apalagi sampai bercinta dengan orang lain. Tapi kan hubungan yang Luhan dan Sehun miliki tidak dalam konteks semacam itu.
Ah Luhan jadi pusing sendiri. Ia tidak mau jatuh cinta pada Oh Sehun. Bukan karena orientasinya jadi menyimpang tapi karena dia Oh Sehun. Namja paling brengsek di sekolah. Sudah pernah memacari sekaligus meniduri semua yeoja-yeoja cantik dan seksi di sekolah. Dan menurut rumor, Oh Sehun pantang untuk jatuh cinta. Apalagi pada seseorang yang biasa-biasa saja seperti Luhan.
.
Drtt Drtt Drrtt
.
1 Pesan dari Oh Sehun
.
"Oh Sehun sialan! Mati saja kau!"
Luhan memilih mengabaikannya. Ia kembali menghirup udara lembap di sore hari. Atap sekolah memang tempat terbaik untuk menenangkan diri. Entah kenapa Luhan malas pulang ke apartemennya. Jadi ya di sinilah Ia.
.
Drtt Drtt Drtt
.
Pesan dari Operator
.
Drtt Drrtt Drrtt
.
2 Pesan dari Oh Sehun
.
Akhirnya Luhan menyerah dan membacanya. Siapa tahu penting? Tapi pesan dari Oh Sehun tidak pernah ada yang penting. Jangan sampai si Oh Sehun keparat itu mengiriminya pesan hanya untuk memberi tahu betapa nikmatnya bercinta di toilet atau yang paling parah mengajaknya threesome. Andwe! Pemikiran macam apa itu Luhan? Sepertinya kau sudah tertular kemesuman dari Oh Sehun.
.
From : Oh Sehun
Kau dimana? Sudah pulang?
.
Cih. Luhan berdecih membaca pesan itu. Apakah setelah bercinta tiba-tiba saja si Oh Sehun itu mendapat pencerahan dan mendadak teringat Luhan?
.
From : Oh Sehun
Pulsamu sudah kuiisi. Cepat balas!
.
Apa katanya? Luhan tertawa tidak percaya membaca kalimat itu. Memangnya Luhan terlihat seperti fakir miskin yang tidak mampu beli pulsa?
.
Drrtt Drrttt Drtt Drtt
.
Oh Sehun is Calling
.
Reject
.
Drrttt Drrttt Drtt
.
Oh Sehun is Calling
.
"Ada apasih dengan keparat itu? Mengganggu saja!" umpat Luhan kemudian pada akhirnya menggeser tombol hijau namun belum sempat Ia bicara…
"Oh tidak!"
Tangannya tergelincir yang menyebab handphonenya jatuh dan tersangkut di pohon beringin yang ada di area tempat parkir. Kebetulan Luhan sedang duduk di pagar pembatas yang menghadap ke sana.
Luhan pun hendak loncat ke dahan pohon sebelum…
.
"LUHAN?""
.
Suara yang sangat familiar memanggilnya dari bawah. Luhan pun melongok dan melihat Sehun berdiri melihatnya dengan tatapan panik sambil menempelkan handphonenya di telinga seperti sedang menelpon seseorang atau menelpon dirinya?
"Luhan! Ku mohon! Jangan coba-coba loncat dari sana! Tunggu aku!" teriak Sehun kemudian berlari dengan tergesa-gesa.
Luhan menatap tidak mengerti. Apa si Oh Sehun mendadak gila setelah kepergok bercinta di toilet? Semoga saja begitu. Luhan berjanji akan rajin puasa dan solat malam (?) jika Sehun benar-benar gila lalu menjadi tidak laku dan memohon pada Luhan untuk tidak memutuskan hubungan mereka.
Pemikiran absurdnya tersebut membuat Luhan tertawa sendiri. Mungkin bukan Sehun yang gila tapi Luhan yang sudah tergila-gila pada Oh Sehun hingga memikirkan hal yang tidak masuk akal seperti itu.
Luhan bersiap akan meloncat sebelum seseorang menariknya dan…
.
Grep
.
"Apa yang kau lakukan bodoh? Kau mau aku masuk penjara hah!?" geram sosok yang tiba-tiba saja menarik dan memeluk Luhan.
"Kau ini bicara apasih? Kau mabuk? Atau kerasukan hantu kamar mandi?" balas Luhan yang sebenarnya sedang berusaha menetralkan detak jantungnya.
"Kalau kau bunuh diri, aku yang akan jadi tersangka! Tahu tidak?" ujar Sehun melepaskan pelukannya lalu mengguncang-guncang bahu Luhan sambil menatapnya tajam.
Luhan tertawa dengan puas.
"Siapa yang mau bunuh diri? Dasar bodoh. Handphoneku jatuh saat mengangkat telpon darimu. Aku hanya ingin loncat ke situ. Pikiranmu pendek sekali sih. Pantas saja kau rangking terakhir di kelas. Ckckck "
Sehun terdiam. Antara khawatir, kesal, dan malu. Mungkin yang terakhir yang paling tepat. Benar juga. Kenapa Sehun malah berpikir Luhan akan bunuh diri? Dan mengapa dia setakut ini? Oh Sehun. Sepertinya kau harus segera konsultasi. Otak dan hatimu sepertinya mulai tidak sejalan.
"Hei! Kau benar-benar kerasukan ya?"
Suara Luhan menyadarkan Sehun dari pemikiran anehnya.
"Sudah sore. Ayo pulang!" ajak Sehun berusaha meluruskan pikirannya.
"Tapi handphoneku nyangkut di pohon."
"Nanti ku belikan yang baru." Sehun mengatakannya dengan ringan lalu menarik lengan Luhan untuk segera mengikutinya turun.
Sedangkan Luhan hanya diam dan sedikit tersenyum. Antara senang akan dibelikan handphone baru atau karena saat ini Sehun menggenggam tangannya.
Dan Luhan sudah memutuskan. Untuk pura-pura tidak pernah mendengar sesuatu di toilet. Kalau memang benar Luhan jatuh cinta pada Sehun. Ia harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ia juga ingin setidaknya memiliki kenangan indah bersama seseorang yang dicintainya. Karena Ia tahu tidak lama lagi hubungan mereka akan berakhir. Mungkin segera setelah Luhan pada akhirnya akan mengakui perasaannya pada Sehun.
.
XXX
.
Sehun merasa aneh pada sikap Luhan belakangan ini. Apa mungkin ini strategi Luhan untuk membuatnya jatuh cinta?
Luhan yang biasanya cuek menjadi perhatian dan agak posesif. Luhan selalu mengekori kemana pun Sehun pergi bahkan ke toilet pun dia ingin ikut.
"Aku takut kau tertidur di toilet."
Begitu katanya saat mengikuti Sehun ke toilet bahkan menungguinya tepat di depan pintu. Sungguh, tingkahnya ini patut dicurigai.
"Kau sedang tidak salah makan kan?" Tanya Sehun saat mereka sedang makan di kantin.
"Tidak. Kenapa memangnya?"
"Kau jadi aneh. Oh iya, nanti siang aku tidak bisa mengantarmu pulang. Aku ada urusan mendadak."
"Urusan apa?"
"Kau tidak perlu tahu?"
"Wae? Aku kan kekasihmu."
"Walaupun kau istriku sekali pun. Ada batas-batas yang kau tidak boleh melewatinya. Arraseo?"
Luhan hanya mengangguk dengan enggan. Setelah tragedy di toilet itu Luhan menjadi lebih waspada dan sering menaruh curiga jika Sehun tidak sedang bersamanya.
Sungguh, ini bukan keinginan Luhan untuk menjadi posesif. Hanya saja hatinya mendesak untuk mempertahankam dan melindungi Sehun dari serangan wanita jahanam di luaran sana yang dengan mudahnya membuka pahanya lebar-lebar untuk seorang Oh Sehun.
Apa Luhan juga harus melakukannya? Tidak. Tidak. Luhan bukan murahan. Dia harus tetap shine bright like a diamond sampai Sehun mengemis-ngemis cinta padanya.
'Kau bisa Luhan! FIGHTING!'
Luhan tidak sadar kalau Sehun memperhatikan dirinya sejak tadi. Sehun menatap aneh Luhan yang tiba-tiba saja mengepalkan tangannya ke udara.
.
XXX
.
Luhan menjadi detektif dadakan siang ini. Ia harus. Sangat harus mengikuti Sehun. Ini demi kelangsungan hubungan percintaannya dengan Sehun. Luhan tidak mau jadi gegana jika Sehun nanti memutuskannya.
Luhan sudah siap dengan baju serba hitam, masker dan juga kacamata hitam. Padahal di Korea sedang musim panas. Sangat terbayang betapa Luhan sangat gigih untuk memata-matai kekasih tapi bukan kekasihnya itu.
Kini Luhan sedang bersembunyi di balik pohon. Ia melihat kekasihnya masuk ke sebuah toilet. Dan pemikiran Luhan langsung parno jikalau kekasih tapi bukan kekasihnya masuk ke dalam toilet. Tapi kemudian Ia langsung bernapas lega kala melihat Sehun tak lama keluar dari sana dengan kaos putih polos dan celana jeans hitam.
'Huft… Ternyata hanya ganti pakaian.'
Ia pun melihat Sehun masuk ke café. Sendirian. Atau sedang menunggu seseorang? Sepertinya yang kedua lebih tepat. Berkali-kali Sehun melihat jam tangannya? Tunggu dulu.
"Jam tangan? Itu kan jam tanganku." Gumam Luhan dengan heboh.
Mengaku orang kaya, tapi jam tangan saja pakai milik orang lain. Ah ralat, maksudnya pakai barang temuan. Dasar tidak punya modal.
Tiba-tiba saja mata Luhan terpaku pada seseorang yang sangat Ia kenal. Tentu saja mereka sudah bersama sejak dalam kandungan. Bukan kembaran. Tapi saat Eomma Luhan mengandung, Eommanya juga sedang mengandung.
.
"Baekhyun? Sedang apa dia di sini?" gumam Luhan dengan mata nyalang penuh curiga.
Mata Luhan semakin memicing kala Ia melihat sepupu tercinta tapi sedang marah padanya itu masuk ke café yang sama dengan Sehun dan Oh duduk di depan Sehun. Sehun? Dia tersenyum pada Baekhyun.
Ada apa ini? Kenapa Baekhyun bertemu dengan Sehun? Ini pertanda buruk. Baekhyun yang cinta mati pada Oh Sehun bertemu dengan Oh Sehun yang brengsek.
Tidak mungkin kan Baekhyun menusuk dia dari belakang? Tunggu! Bukankah Luhan yang menusuk Baekhyun dari belakang? Oh kenapa mereka jadi saling tusuk? Jadi sebenarnya siapa yang korban di sini?
Pemikiran Luhan buyar kala melihat HunBaek keluar dari café sambil… APA? Mereka berpegangan tangan? Andwe! Luhan saja yang kekasih tapi bukan kekasihnya jarang memegang tangan Oh Sehun. Ah tapi mereka kan sering berciuman?
Luhan menampar dirinya sendiri karena memikirkan hal yang tidak-tidak.
'Kau harus fokus Luhan!'
Luhan semakin kelabakan saat melihat HunBaek naik ke mobil. Bagaimana ini? Uangnya sudah habis dipakai ongkos taksi saat tadi mengikuti Oh Sehun. Kalau Ia ke atm dulu nanti Luhan bisa kehilangan jejak. Baiklah Luhan, kau harus melakukannya!
Luhan mengendap-endap ke belakang mobil dan yeah untung saja bagasinya tidak dikunci. Ia buru-buru masuk ke dalam.
'Bukankah pengorbanan akan sebanding dengan hasil?'
Begitulah pemikiran Luhan saat Ia sepenuhnya pasrah dan ikhlas harus menumpang di bagasi mobil kekasih tapi bukan kekasihnya karena alasan finansial.
Baekhyun yang kemungkinan selingkuhan Oh Sehun bisa duduk dengan nyaman di sebelah kekasihnya tapi dirinya? Yang kekasih asli tapi tidak bisa disebut begitu. Malah mendekam di balik bagasi yang sunyi dan pengap. Oh Luhanku yang malang -_-
.
"Eunghhh…" lenguh seseorang yang sejak tadi masih ada di dalam bagasi.
"Ah sial, aku ketiduran!" siapa lagi kalau bukan Luhan.
"Berapa lama aku tertidur?"
Luhan pun mengecek jam di handphonenya, mengingat jam tangan kesayangan miliknya sudah berpindah tangan pada si Oh Sehun Keparat yang sialnya kekasih tapi bukan kekasihnya.
"Omona! Sudah jam 7 malam. Otokhae? Rencanaku ku gagal total. Pengorbananku sia-sia hueeeee…."
Baiklah. Mungkin lain kali dia bisa melakukannya lagi. Sekarang dia tinggal keluar dari bagasi dan pulang ke apartemen. Tunggu! Kenapa tidak bisa dibuka. Tidak mungkin! Bagasinya dikunci. ANDWEE!
Baiklah Luhan, keselamatannmu adalah yang utama.
.
Klik
.
Panggilan cepat nomor 1
.
Tut Tut Tut
.
Klik
.
"Luhan? Tumben kau menelponku."
.
XXX
.
Rencananya kemarin benar-benar gagal. Ia kapok mengikuti Oh Sehun. Badannya pegal semua. Untung saja sahabatnya yang satu itu datang. Memang hanya dia yang bisa diandalkan. Selain tukang kunci, sahabatnya itu juga ahli membobol pintu rumah. Sangat berbakat jadi penjahat professional. Tapi dia bukan. Tenang saja.
"Kau sakit? Lesu sekali." Tanya Sehun mencoba perhatian pada kekasihnya.
"Diam kau. Aku semakin pusing mendengar suaramu." Jawab Luhan dengan sebal.
Sehun hanya diam tidak menanggapi. Sepertinya kekasihnya ini kembali ke sifat awal.
Tiba-tiba saja Sehun memegang dahi kekasihnya. Tapi Luhan langsung menepisnya mengingat tangan itu sudah dipakai memegang tangan orang lain yang notabene sepupunya sendiri.
"Jangan sentuh!"
"Ya! Kau ini kenapa? Aku hanya memastikan kau demam atau tidak?"
Luhan diam saja. Dia sangat sebal pada Oh Sehun.
"Mau ku temani ke ruang kesehatan?" Tawar Sehun mencoba sabar menghadapi kekasihnya yang terlihat sedang marah padanya.
"Tidak mau." Tolak Luhan dengan tegas.
"Kalau begitu, makan sedikit saja. Kau hanya mengaduk makananmu daritadi."
"Memang kau peduli?" sindir Luhan tepat menusuk lengan Sehun. Loh?
"Aww.."
Ya, Luhan tidak sengaja menusuk lengan kekasih tapi bukan kekasihnya itu dengan garpu. Untung saja tidak sampai berdarah. Hanya lecet sedikit. Maaf saja. Luhan hanya sedang kesal maksimal.
"Mian."
"Sshhh kau ini kenapa? Kau marah padaku gara-gara aku tidak mengantarmu pulang kemarin?"
"Bisa jadi."
"Kan sudah ku bilang aku ada urusan, sayang." Ujar Sehun mulai mengeluarkan jurus mautnya dengan kata 'sayang'
"Cih. Memangnya kau sayang padaku?"
Sehun langsung diam. Huh bodoh sekali kau Luhan. Kau bertanya sesuatu yang menyakiti dirimu sendiri. Tentu saja Sehun tidak sayang padanya.
"Aku sayang padamu." Jawab Sehun dengan nada menggoda.
"Kau bohong."
Melihat raut kecewa Luhan, entah kenapa Sehun jadi merasa bersalah. Lagipula kenapa Luhan tiba-tiba bertanya seperti itu? Aneh.
"Sudahlah, Lu. Kenapa sih kau jadi melankolis begini?"
Luhan diam lagi.
'Tentu saja gara-gara kau Oh Sehun, bodoh!'
.
XXX
.
Luhan berjalan menuju pintu apartemennya sambil melamun. Di belokan dia bertemu Baekhyun tapi Luhan tidak menyadarinya dan terus berjalan seperti mayat hidup. Baekhyun melihatnya dengan heran. Ada apa dengan Luhan? Tidak biasanya.
Walau bagaimana pun Baekhyun tidak mungkin membenci sepupunya sendiri. Apalagi hanya gara-gara lelaki macam Oh Sehun. Sebagai penggemar, Baekhyun sangat tahu Oh Sehun sama sekali bukan namja baik-baik aka brengsek.
Tapi, sudahlah. Mereka kan sedang bertengkar. Baekhyun pun akhirnya lebih memilih mengabaikan sepupunya.
.
Tet tet tet tet
.
Cklek
.
Luhan membuka apartemennya dengan lesu. Dia semakin bingung. Awalnya dia ingin memperjuangkan cintanya pada Sehun, tapi melihat sifat Sehun yang sepertinya tidak melihat diri Luhan special, Luhan jadi ingin menyerah saja. Daripada Ia tetap mempertahankan hubungan mereka lebih lama dan pada akhirnya Luhan mungkin lebih terluka. Jadi sebelum hatinya jatuh terlalu dalam, Luhan sudah membuat keputusan baru.
.
Sehun Side…
.
Drttt Drrtt Drtt
.
"Sehun, handphonemu bergetar tuh. Sepertinya ada yang telpon." Lapor Kai yang sedang berbaring di ranjang.
"Biarkan saja atau kau saja yang angkat. Terserah." Cuek Sehun yang sedang konsentrasi bermain game melawan Chanyeol, sepupu Sehun yang tampan tapi konyol.
Karena tidak ada kerjaan, Kai pun akhirnya mengambil handphone Sehun di meja nakas. Kai sudah siap mengangkat sebelum membaca nama kontak yang tertera di layar, Ia pun tersenyum penuh arti.
"Yakin nih tidak mau diangkat?"
"Hmm."
"My Baby Hannie ya? Kau romantis juga kkkk…" goda Kai membuat Sehun meninggalkan gamesnya dan segera merebut handphonenya dari tangan Kai.
Namun karena terlalu lama, Luhan di seberang sana memutuskan sambungan. Sehun mendelik ke arah Kai dengan tatapan kenapa-tidak-memberitahu-kalau-kekasihku-yang-telpon. Kai hanya mengedikan bahunya dengan tatapan salah-sendiri-sok-tidak-peduli.
.
Drrttt Drrtt Drrttt
.
My Baby Hannie is Calling
.
Entah kenapa Sehun merasa berdebar hanya karena ditelpon kekasihnya. Mungkin karena sebelumnya Luhan tidak pernah menghubunginya duluan. Dan kalau saat ini Luhan menelpon artinya ada sesuatu yang penting dan tidak tahu kenapa Sehun merasakan sesuatu itu buruk bagi dirinya mengingat kelakuan Luhan padanya di sekolah tadi siang benar-benar tidak bersahabat.
'Baiklah, Sehun. Tenangkan dirimu.'
Kai yang sejak tadi memperhatikan Sehun yang terlihat ketar ketir hanya karena ditelpon kekasihnya hanya geleng-geleng kepala. Sedangkan Chanyeol yang tidak mengerti apa-apa berusaha mengkode Kai namun diabaikan. Poor Chanyeol -_-
.
Klik
.
"Yeobseo"
"Aku di depan rumahmu, Hun."
"Mworago?"
"Kau ada di rumah kan?"
"Ne. Kenapa tidak bilang dulu mau ke rumahku?"
"Mian, ada yang mau ku katakan padamu."
"Araseo. Aku akan segera turun."
.
Klik
.
Sehun menarik napasnya dalam-dalam. Tiba-tiba saja dia merasa gugup. Firasatnya sangat kuat jika akan terjadi hal buruk.
"Ada kekasihmu?" Tanya Kai namun diabaikan oleh Sehun yang terlihat buru-buru keluar dari kamar.
"Ada apasih?" Tanya Chanyeol yang sejak tadi diabaikan.
"Biasalah, sepupumu kan brengsek." Jawab Kai dengan santai diikuti anggukan polos Chanyeol.
.
Sehun terlihat tergesa-gesa menuruni tangga lalu berlari ke pintu depan rumahnya.
.
Cklek
.
"Lu.." panggil Sehun membuat Luhan berbalik dari posisi memunggungi.
Luhan tersenyum untuk pertama kalinya pada Sehun membuat Sehun sedikit tertegun dibuatnya. Apalagi sekarang? Mengapa Luhan tersenyum seperti itu? Namun jauh di dalam hatinya, Sehun menyukai senyum Luhan. Yang Sehun tidak tahu adalah mungkin senyuman itu adalah senyum terakhir yang bisa Luhan berikan untuknya
"Aku tidak menyangka kekasihku akan berkunjung. Ayo masuk, Lu. Nanti kubuatkan minum spesial untuk kekasihku. Kebetulan di dalam ada Ka-…
"Hun…"
"Ne?" balas Sehun dengan senyuman lebar, sepertinya terlalu bersemangat karena Luhan mampir ke rumahnya.
"Aku ingin mengakhiri kepura-puran kita selama ini."
"Maksudmu?"
Sehun langsung tergugu. Ia tahu maksud dari kalimat itu. Tapi entah kenapa dia ingin pura-pura tidak tahu dan mengira semua baik-baik saja. Hubungan mereka. Taruhan mereka. Sehun belum menginginkan semuanya berakhir. Karena Ia merasa perlu menyadari sesuatu.
"Oh Sehun…Naneun….
.
.
Saranghamnida"
.
XXX
.
TBC
.
Mind To Review?
.
Silahkan memberikan apresiasi kalian pada kotak review
-Terima Kasih-
.
Karena Saya cinta banget sama readers yang review, jadi mau saya balesin satu2 nih biar adil hehehe, kalian luar biasa! Buat yang follow dan fav juga jeongmal gomawo chingudeul.
.
Balasan Review :
NoonaLu : sudah dilanjut hehehe, gomawo sudah dibilang keren hehehe, saya masih belajar
vhiie chereewetzz : iya nih udah lanjut… Jangan dong chingu kasian Luhan ntar jadi jomblo abadi kkkk
cloudy white : sudah dilanjuttt
hunhaminute : hehehe sebenarnya ini ga complicated kok chinguuu,, gomawo sudah menyukai ff ini kkkk… Sudah update nih!
hunexohan : emang yah Sehun minta ditampol hahaha,, saya aja kesel sama Sehun (loh?) hahaha… Kalau sama Baek ntar jadi Hunbaek dong bukan hunhan hehehe
tjabaekby : kamu teh orang sunda? Saya juga loh hehehe #gaadayangnanya , gomawo chinguuu
nabila : iyayah kenapa coba saya bikin sehun murahan, tapi si sehun gasadar ya kalau dia murahan wkwkwk… Ini sudah dilanjuttt
yoyo947 : Saya familiar deh sama pen name kamu hehehe, kamu author our love kan? Hehehe #soktau … Ini sudah di update hehehe
seluhunhan : Sudah dilanjut nih chinguu
taenggoo : Iyanih chinguuu, namanya juga hati ga bisa diatur #plakkk
lottt : Siap chinguuu, ini sudah updatenya hehehe
key : Iya ini sudah update chinguuu
Deer20 : Sip ini udah dilanjut hehehe tenang aja saya selalu bikin yang happy end kok chinguu
Selu325 : Iya nih udah lanjut ehehe tenang aja, Sehun mah harus disiram dulu biar sadar hahaha
Ohdeer1220 : Sudah dilanjut chinguuu
dita : Iya tenang aja chinguu, ntar Sehunnya saya bikin sadar hahaha Baekyung sebenernya ga beneran marah kok kkkk
hunhan1220 : Iyanih sudah lanjut hahaha… Sehun karakternya emang saya bikin begitu kkkk… Baekyung ga beneran marah kok sama Luhan hehehe
FLAn2910sh : Sudah lanjuttt
Oseh : Boleh tuh chingu, kalo perlu sampe botak kkkk… Gomawo chinguuu hehehe… Sudah dilanjut kok!
oryn5 : wah ada juga ya chingu? Hehehe… Karena yang author Fandrias94 juga aslinya belom selse, tapi kalo yang saya bikin kan hanya idenya yang adaptasi jadii kemungkinan akan cepat ending hehehe
Frozen Peony : Ahhh chinguu kamu bisa aja hehehe gomawo ne chinguuu… Ini sudah dilanjutt
ASR9490 : sudah dilanjut ya chinguu… Tenang aja… Luhan kan strong!
Oh jisoo94 : Gomawo chinguuuu,, ini sudah dilanjuttt
joohyunkies : Sudah dilanjut yaaa… Semoga chap ini tidak mengecewakan hehehe
wijayanti628 : Sudah dilanjut chinguuu tapi kayaknya Sehun ga bakalan terlalu sedihh hehehe
intan hunhanshipper : Iya ini sudah lanjut kok chinguu… Mian saya gabisa double update hehehe.. Tapi tenang aja, saya bakalan lanjutin sampe ending kok
RilakkumaDobby : Ya betul betu betul chinguuu, seperti di chap ini hehehe… Ini sudah dilanjutt
RZHH 261220 II : Iyanih sudah lanjutt chinguu
blackkamjong : Sudah dilanjut yaaaa :D
virra viany : Hehehe mian chinguuu, gapapa kan Luhan aja yang duluan hehehe… Sudah dilanjutt
sehunwife : Tinggal di next kok chinguu hehehe
Guest : Sudah dilanjuttt
mrs tiny : Sudah dilanjutt, mian saya baru update hari ini hehehe
samiyatuara09 : Woooww sudah dongg hehehe
rappergadungan : Sudah dilanjut chinguuu, gomawo semangatnya :D
nisaramaidah28 : Sudah sudah sudah
ludeer : Emang nih si Sehun gatau diri dan ga sadar diri kkkk… Tenang aja chinguuu, Luhan itu ga lemah kok hehehe… Sudah bisa di next!
Wenny widyasari50 : Sudah sudah sudah dilanjutttt hehehe… Masih penasaran tidak? kkkk
HunLoveHan : Ne saengieeee…. Waeyo? kkkkk
BabyZi : Tenang aja chinguuu… Luhan itu ga se cengeng dan selemah apa yang kamu pikirkan hehehe
Bylvcky : Hahaha iya soalnya Luhan ngerebut Sehun sih hehehe… Mian chinguuu tapi saya sudah bikin sebaliknya, gapapa kan? *puppy eyes*
mr albino : Luhan ga bakalan stress kok kalo Cuma ditinggal namja brengsek macem Sehun hahaha… Sudah dilanjuttt
ainindya13 : Hahaha sudah dilanjut nih… Idenya saya tampung yaaa yang soal Kris akan masuk ke hubungan hunhan hehehe… Gomawo atas sarannya :D
kimyori95 : Aduh chingu jangan marah2 dulu yaa hehehe Sehun bukannya maen belakang, tapi dia emang karakternya kaya gitu, dengan atau tanpa Luhan disisinya #eaaa
Richa Byun926 : Luhan selalu strong kok chinguuu selow aja hehehe… Sehun mah bentar lagi juga klepek2 sama Luhan kkkk
ohluhan07 : Iyayah apaan sih Sehun -_- hehehe… Mian chinguuu tapi saya sudah buat sebaliknya, gapapa kan? hehehe
JYHYunho : Iya nih chinguuu Luhannya udah mulai cinta bukan suka lagi hehehe… Tenang aja, Baek ga beneran marah kok sebenernya… Ini sudah dilanjutttt
hunlulu06 : Sudah dilanjut yaaaa… Namanya juga hati orang gaada yang tau hehehe… Sehun emang saya bikin kaya gitu karakternya kkkk
ciciluhan : Sudah dilanjuttt… Ga kelamaan kan? Kan?
niaexolu : Ga bisa twoshoot sepertinya chinguu, paling threeshoot, gapapa kan? Hehehe… Walaupun Luhan jatuh cinta duluan tapi dia kan strong chingu, jadi santai aja oke?
oh lulu : Sudah dilanjuttt… review jeballl hehehe
Liuzhng18 : Udah dilanjut nihhh… Semoga tidak mengecewakan yaa?
hunhan : Ini sudah dilanjuttt hehehe… Seriusan chinguu? Sehun kan jahat huhuhu… Saya usahakan ya chinguuu…
karina : Bisa dilihat jawabannya di chap ini heheheh... Sudah bisa next yaaa
flowerainbow : Iyanih Sehun kaga sadar diri kkkkk… Sudah dilanjuttt… Gomawoo chinguuu muahhh
xxx : Aduh yaampun chinguuu, sepertinya dirimu sangat membenci karakter Sehun kkkk… Tenang aja, Luhan keep strong kok! Sudahh di update yaaa
eneng hartini : Siap deh chinguuu ini sudah dilanjutt
Erliyana : Ahhh gomawo chinguu jeongmal gomawooo hehehe.. Ya begitulah chinguuu… Sudah dilanjut yaaa hehe
HunHanHyuunniie : Gomawo chinguuu… Ga jadi di delete, karena support dan apresiasi kalian saya jadi semangat lanjutnyaaa… Fighting!
PrinceOh : Sayangnya iya nih chinguu, gimana dong? Hehehe Begitulah Sehun, saya bikin dia jadi bad boy di sini hehehe… Sudah dilanjuttt
fujoshi kronis : Sudah dilanjut yaaa :D
who am i : Saya suka pennamenya hahaha kamu amnesia? Iya ini saya kasih tbc kok kkkk… Yahh chinguu tapi saya sudah terlanjur bikin Luhan suka duluan, gapapa ya? Ya? Ya?
LisnaOhLu120 : Iya ini dilanjutttt… Luhan ga bakalan lemah kok, dia strong! Hehehe… Gomawo semangatnyaaaa muahhh :*
Novey : Mian chinguuu karena ini edisi bulan Ramadhan, jadi saya belum bisa naikin rated kkkk
exofujo12 : Memang dia brengsek kok kkkk… Sudah di update yaaa
OhLuhan : Jangan panggil saya min, ne chinguu? Hehehe… Gomawoo :D
Long : Sudah sudah sudah dilanjut kokk hehehe… Iya engga berenti ditengah jalan kok chinguuu kkk… Bagaimana pun juga Luhan tidak selemah kelihatannya hahaha.. Bukan telat jatuh cintanya tapi telat nyadarnya chinguu… Gomawo sudah menunguuu :D
silviinhiyer : Saya yeoja alias perempuan alias wanita alias bukan cowo kkkkk… Ini sudah dilanjuttt… Sebenernya saya ga akan bikin yang berbelit2 hehehe… Gomawooo,,, bener ya review lagi? Hehehe… Annyeong new reader :D
Guest 2 : Iyah chinguu iyah ini saya lanjut kokk… hehehe gomawoo :D
hyojinp33 : Sudah dilanjuttt
ChagiLu : Sudahhhhhhh… Dari awal juga udah cinta mati kok hahaha… Sehun emang karakternya bad boy, dia begitu kok sama semua orang hehehe… Iyanih, kan si hun ya yang mencemari hahaha
LUsyndrome : Gomawo chinguuu :D
pabopabo : Iya chinguu ini saya lanjut kok hehehe
Leona838 : Sudah dilanjut yaaaaa
viohunhan : Hey kamu yang PM yaa? Hehehe… Aku suka kok dipaksa, paksa aku terus yaaa kkkk
