Story of Us
.
.
.
Summary : Because only the warm-hearted Emperor who can stand with the icy Empress. Kumpulan drabble/ficlet tentang pairing Muneyoshi Kugayama x Fuyumi Irisu. Rated T to M for some reasons. Enjoy reading :)
Disclaimer : I own nothing except the plot :)
Warning : OOC, romance gagal, abal, ngasal dan masih banyak kekurangan di sana-sini. Enjoy reading aja minna-san :)
.
.
.
"Huaaaa… Aku senang sekali, Chi-chaaan! Akhirnya aku tahu siapa yang menggambar ilustrasi manga kesukaanku!" Mayaka menggenggam tangan sahabatnya setelah menemui ketua komite festival yang memberitahukan bahwa Muneyoshi yang menggambar poster di papan pengumuman.
Desain Muneyoshi di poster sama persis dengan desain di manga A Corpse By Evening yang dijual di Festival Kanya tahun lalu.
Menurut senpainya di Klub Manga, penulis naskah manga tersebut adalah Anjou Haruna yang telah pindah sekolah. Sementara ilustrasi dan latar belakangnya dikerjakan oleh orang lain.
"Tak kusangka Kugayama-senpai bisa menggambar sebagus itu. Sayang sekali ia gak bergabung dengan Klub Manga." Mayaka tampak bersedih.
Gadis itu sangat mengagumi keahlian Muneyoshi dalam menggambarkan ilustrasi di manga A Corpse By Evening. Mayaka bahkan pernah berharap untuk mengajukan diri sebagai murid, seandainya ia bertemu dengan sang illustrator.
"Bagaimana kalau kita menemui Kugayama-senpai?" Eru mengusulkan sembari merengkuh lengan Mayaka. Wajah gadis berambut pendek tersebut langsung berseri-seri dan menyambut gembira usulan Eru.
Keduanya lantas mencari keberadaan sang ketua OSIS – yang untuk beberapa alasan – harus berpisah dari sahabat sekaligus wakilnya yang malah sibuk dengan beberapa anggota komite acara di ruang rapat.
"Kyaaaaa… Seito kaichou-samaaaa!" Langkah Mayaka terhenti ketika mendengar beberapa siswi berteriak mengelu-elukan Muneyoshi. Mayaka dan Eru yang berada di gedung B lantai dua, bergegas menuju jendela – mencari sumber suara tersebut yang berasal dari keramaian di stand permainan shoot and win.
Eru dan Mayaka dapat melihat sosok sang ketua OSIS dikelilingi kerumunan orang – khususnya para wanita. Muneyoshi tengah berdiri dalam posisi menembak sambil memegang sebuah imitasi senapan laras panjang, bersiap menembakkan peluru karet ke arah kaleng-kaleng yang tersusun rapi beberapa meter di depannya.
Kedua sahabat itu saling berpandangan. Tak memungkiri kenyataan bahwa Muneyoshi terlihat sangat keren ketika memegang senjata seperti itu. Pantas saja para gadis memekik histeris melihat aksinya.
Tak lama kemudian… DOR! Sebuah peluru karet berhasil melubangi kaleng di tumpukan ketiga hingga menembus dan tertancap di dinding. Tak pelak lagi, hal itu membuat hampir seluruh kaleng terjatuh dan hanya menyisakan empat kaleng di tumpukan paling bawah.
Semua penonton riuh memberi applause kepada Muneyoshi yang tersenyum sumringah karena berhasil menjatuhkan banyak kaleng.
Perolehan hadiah ditentukan dari banyaknya kaleng yang berhasil dijatuhkan. Sejak awal festival, hanya Muneyoshi yang mampu menjatuhkan kaleng sebanyak itu. Itu berarti… Muneyoshi akan mendapat hadiah yang besar.
Penjaga stand memberikan sebuah boneka teddy bear berwarna pink setinggi enam puluh senti meter kepada Muneyoshi. Tak lupa mengucapkan selamat atas keberhasilannya dan menanyakan tentang hadiahnya apakah untuk dirinya atau diberikan kepada orang lain – mengingat pemuda itu baru memenangkan sebuah boneka lucu nan menggemaskan yang biasanya diidamkan anak perempuan.
"Aku akan memberikannya kepada seseorang yang spesial." Muneyoshi menjawab tanpa keraguan sama sekali.
"Hooooo…" Semua orang saling berpandangan, terkejut dengan ucapan Muneyoshi yang cukup mencengangkan. Mereka pun lantas menerka-nerka… Siapa orang yang spesial di hati sang ketua OSIS yang tampan itu?
"Ahhh… Mungkinkah itu Anjou-san?" Mayaka memiliki jawabannya sendiri. Haruna dan Muneyoshi bekerja sama dalam pengerjaan manga A Corpse By Evening.
Hal itu cukup mengindikasikan bahwa keduanya memiliki hubungan yang cukup dekat. Mungkin lebih dari seorang sahabat.
"Itu mungkin saja! Tak kusangka Kugayama-senpai orangnya romantis yaa." Eru memegang kedua pipinya yang bersemu merah jambu karena membayangkan Muneyoshi berperan sebagai aktor drama favoritnya dalam serial drama romantis yang selalu ditontonnya setiap malam.
'Hei, lihat! Dia menuju ke sini!" Kali ini Mayaka yang berteriak histeris tatkala Muneyoshi berhasil membebaskan diri dari orang-orang yang mengerumuninya dan melangkah masuk ke dalam gedung B. Kedua gadis itu pun menunggu Muneyoshi di ujung tangga.
Pemuda itu menaiki tangga sambil bersenandung pelan. Senyum tak pernah luput dari wajahnya. Beberapa kali ia pun menjawab sapaan orang-orang yang berpapasan dengannya.
Tak mengherankan bila Kugayama Muneyoshi menang telak dalam pemilihan ketua OSIS. Semua orang suka padanya dan dia pun menyukai semua orang. Bukankah begitu?
Maka dari itu, banyak orang yang terkejut dengan penuturannya yang menyiratkan bahwa ia memiliki seseorang yang spesial di hatinya. Dan dia akan memberikan boneka teddy bear itu pada orang tersebut.
Mayaka… Mungkin juga Eru, menyangka bahwa orang tersebut adalah Anjou Haruna yang telah pindah sekolah setahun yang lalu.
Sementara yang lainnya tak mampu memprediksikan apalagi menebak, siapa orang yang sangat beruntung hingga sang ketua OSIS menganggapnya begitu spesial sampai ingin menghadiahkannya sebuah boneka yang gak bisa dibilang kecil.
"Selamat siang, Kugayama-senpai." Mayaka dan Eru menyapa Muneyoshi ketika pemuda itu menjejakkan kaki di lantai dua gedung B, persis di depan kedua gadis tersebut.
Muneyoshi memposisikan bonekanya ke samping dan membalas sapaan kedua adik kelasnya dengan sikap ramah yang selalu ditujukan pemuda itu tanpa pandang bulu.
"Sa-saya sangat kagum dengan poster buatan Senpai yang dipajang di depan ruang rapat." Agak terbata, Mayaka berusaha mengutarakan pendapatnya tentang hasil karya Muneyoshi.
Ucapan Mayaka lantas mengundang senyum lebar sang ketua OSIS. "Waaah… Tak kusangka ada yang memperhatikan poster itu. Terima kasih yaa."
Muneyoshi sudah hendak pergi – namun diurungkannya – saat Mayaka mengungkapkan alasan kekagumannya yang lain.
"Sa-sa-saya juga sangat kagum dengan manga A Corpse By Evening. Senpai yang membuatnya kan?! Bersama Anjou Haruna-san. Manga itu sangat bagus. Itu merupakan manga favorit saya!"
Sekali lagi, Muneyoshi hanya menoreh senyuman di wajah maskulinnya. Dia memandang Mayaka dan Eru bergantian – tampak sedang mengamati kedua gadis tersebut sebelum akhirnya tatapannya kembali berubah lembut layaknya seorang kakak laki-laki.
"Sekali lagi… Aku sangat berterima kasih atas apresiasimu. Aku sangat senang mendengarnya walaupun aku hanya membantu menggambar ilustrasinya. Anjou-san pun pasti akan gembira mendengarnya."
"Apakah Senpai masih aktif membuat manga lain setelah A Corpse By Evening?" Mayaka agak mencondongkan tubuhnya ke depan. Gadis itu berubah agresif ketika dirinya diliputi rasa ingin tahu yang hampir membludak karena telah terpendam cukup lama – hampir menyerupai Eru.
"Sebagai anggota Klub Manga, Senpai adalah panutan saya dalam menggambar ilustrasi," dia melanjutkan.
Sejujurnya, Muneyoshi tak tahu harus mengatakan apa. Di satu sisi, ia sangat senang jika ada yang memperhatikan dan memberikan pendapat terhadap hasil karyanya yang bagi Muneyoshi hanyalah sebuah keisengan untuk menghilangkan jenuh.
Terlebih jika orang itu sampai menjadikannya panutan. Sungguh hal yang menggembirakan.
Namun di sisi lain, ia merasa sedih karena menggambar manga malah mengingatkan pemuda itu pada kesalahannya di masa lalu yang masih terus membayangi hidupnya sampai sekarang.
"Aku tidak pernah membuat manga lain. A Corpse By Evening pun hanya kerjaan iseng di kala senggang. Aku tidak pernah benar-benar ingin membuat suatu hasil karya seperti para mangaka profesional. Maaf kalau mengecewakanmu yaa."
Mayaka malah kaget mendengar ucapan maaf dari seniornya. Gadis itu jadi merasa bersalah karena menganggap dirinya terlalu lancang bicara.
Mayaka pun segera meminta maaf dan membeberkan maksud sebenarnya bahwa ia hanya ingin memuji kemampuan Muneyoshi dalam menggambar ilustrasi.
"Never mind… Kau tak perlu merasa sungkan seperti itu. Sekali lagi terima kasih yaa. Semoga kau bisa menjadi mangaka yang sukses di masa depan. Terus berusaha dan jangan menyerah. Tetap semangat!"
Dukungan dari sang panutan berarti segalanya bagi Mayaka. Gadis itu tak mampu berkata apa-apa dan malah terisak saking bahagianya. Eru merangkul bahu sahabatnya – ikut berbahagia mendengar support yang diberikan Muneyoshi tanpa dibuat-buat. Gadis bersurai hitam itu lantas mengucapkan terima kasih pada sang ketua OSIS.
"Baiklah… Aku pergi dulu. Jaa ne!" Muneyoshi pun berpamitan pada Mayaka dan Eru kemudian berjalan menyusuri koridor di lantai dua menuju ruang audio visual di ujung koridor.
"Kugayama-senpai ternyata sangat ramah dan baik hati yaa," puji Eru seraya menatap punggung tegap Muneyoshi menjauh dari pandangannya. Mayaka mengiyakan – masih belum pulih dari rasa bahagianya yang membuat gadis itu seolah berada di atas awan.
Muneyoshi berhenti di depan stand kelas 2-F yang menawarkan tontonan film misteri sebagai wujud partisipasi mereka dalam Festival Kanya tahun ini. Semua penjaga stand di depan ruang audio visual menyambut kedatangannya, namun Muneyoshi tampak sedang mencari seseorang.
Seorang siswi berkacamata yang memakai name-tag bertuliskan PANITIA terlihat masuk ke dalam ruangan. Beberapa saat kemudian, siswi itu keluar lagi, diikuti oleh Irisu Fuyumi yang berjalan di belakangnya.
Fuyumi pun langsung menghampiri Muneyoshi yang menurut teman sekelasnya, Muneyoshi tengah mencari dirinya. Tanpa membuang waktu, Muneyoshi pun memberikan boneka teddy bear tadi kepada Fuyumi.
Sungguh tak ada yang menyangka. Semua orang yang berada di sekitar mereka – termasuk Mayaka dan Eru – terperanjat setengah mati melihat Muneyoshi memberikan boneka itu pada Fuyumi.
"A-a-ahhh… Itu berarti Fuyumi-san orangnya…"
.
.
.
Feel free to critic and review. Thanks anyway :)
