FAIRYTALE

Disclaimer : Naruto punya nya Masashi Kishimoto :D

Note : Sorry for Typo(S) , OOC dan segala kekurangan lain nya :D

Impianku sejak kecil adalah menikah?! Kyaaaaa~ umma membuatku shock dengan cerita nya tentang masa kecilku itu, menggelikan sekali fantasiku sebagai anak kecil! Namun pada kenyataan nya aku memang sangat menginginkan pernikahan ala negeri dongeng yang sudah kuimpikan sejak kecil. Mungkinkah bisa direalisasikan?.

.

.

.

.

Aku mengerutkan dahiku menjadi beberapa lipatan memandangi berderet-deret baju pengantin di depanku, jujur saja aku masih shock dengan "insiden" kecil di pesta Ulang tahun Sasuke dua bulan lalu. Ditambah lagi dengan keinginan Ayah dan Ibu Sasuke yang menginginkan pernikahan kami dilaksanakan secepat nya membuatku sangat stress, tepat 3 Minggu lagi pernikahan kami akan digelar dengan mewah, sungguh aku tidak mau menghamburkan uang mereka! Aku cukup sadar diri akan posisiku sebagai anak angkat dan aku juga tidak mau membebani keluarga Uchiha.

Disaat seperti ini aku menjadi sangat sedih, mengingat Ayah dan Ibu ku yang telah meninggal, aku … iri dengan mereka yang memiliki keluarga utuh, pasti bahagia rasa nya acara paling istimewa mereka dihadiri orang tua "kandung", membayangkan Ayah nya akan menangis ketika mempercayakan putri kecil nya pada pria yang nanti nya akan bertanggung jawab penuh akan diri putri sang Ayah, aku yakin jika ayah masih hidup dia akan sulit melepasku untuk Sasuke.

Tak terasa air mataku menetes, kuseka air mataku dengan punggung tangan ku, namun nampak nya sudah terlambat, Kekasih ku itu dengan indah nya sudah membuka Tirai tempat ia mencoba baju pengantin nya, Ia menyandarkan tubuh nya pada kaca tepat di sebelah ruang ganti itu, dengan menyilangkan kedua tangan nya tepat di dada.

"Menangis?! Kau menyesal akan menikah denganku?!"

"Sa … Sasuke! Bukan begitu!" aku menghela nafas dan tertunduk, rasa nya lidahku kelu, tak berani menatap mata nya yang tadi kulihat menatapku tajam.

Kudengar ia melangkahkan kaki nya mendekat ke arahku, ia kemudian duduk berlutut di depanku, menghapus air mataku dan dengan satu tangan nya ia membuat wajahku bertemu pandang dengan wajah tampan nya, mata onyx nya seolah menyelami jiwa ku, aku hanya mampu terdiam, air mataku semakin deras menyusuri kedua pipi ku.

"Mereka bangga padamu di atas sana! Apa yang membuatmu bahagia, pasti mereka akan mendukung dan ikut merasakan kebahagiaan mu!" tegas nya, menguatkanku.

"Sasuke!" Isakku, dan menerjang tubuh nya, merengkuh pemuda yang sebentar lagi akan menjadi suamiku itu.

"Hey! Hey! Kau ini! Ini jas pengantinku bisa basah dan kotor! Kau mau pernikahan kita batal dan menjadi headline di Koran dengan Judul "Pewaris Uchiha Corp. batalkan pernikahan karena baju pengantin nya ternodai" ?"

Tangan Sasuke mengusap punggungku dan kemudian melepas pelukanku.

Aku hanya tertawa kecil mendengar celotehan nya itu, kupikir aku lah Gadis paling beruntung di dunia Ini, dan dia benar! Pasti ayah dan ibu sedang tersenyum memandang kami sekarang.

"Aku tidak mau tau! Kau ini akan menjadi istri orang tertampan di dunia! Jangan bersikap seperti kau menikah dengan Pangeran Katak saja hey gadis bodoh!"

"A…apa?!" aku masih berusaha mencerna kata-kata nya itu, kulihat dia sudah menyeringai nakal dan masuk kembali ke dalam ruang ganti.

"Yak! Uchiha Sasukeeeeeeeeeeeeeeeeeeee….!"

.

.

.

.

Ketiga orang itu sedang terlibat pembicaraan serius di sebuah Café yang bernuansa minimalis dengan cat berwarna coklat muda di sekeliling nya, Ornamen-ornamen dari Jepang dan China mendominasi di setiap sudut nya.

"Jadi kalian mau konsep pernikahan nya seperti apa?!"

Sahabat Sasuke, Shion terlihat geregetan dengan pemuda yang sedari tadi menggaruk tengkuk nya karena bingung, sementara itu Ino hanya nyengir mendapati ekspresi sahabat kekasih nya yang menggeleng-gelengkan kepala nya , tak habis fikir dengan tingkah Ino dan Sasuke.

"Shion! Bisa tidak di resepsi nya nanti ada sudut khusus untuk bermain game?!"

Dengan menyeruput Apple tea nya Sasuke mengeluarkan jurus Puppy Eyes nya pada sang sahabat, membuat sahabat nya berdecak "kagum" pada nya, sejurus kemudian Shion menjitak kepala adik nya.

"Itai! Shion! Apa salahku?"

Protes Sasuke, membuat seluruh pengunjung restoran memandang nya aneh.

Mendapat "seribu" tatapan tajam pengunjung membuat Sasuke bergidik ngeri dan memutuskan untuk menyeruput kembali Minuman di depan nya.

Sedangkan Sahabat dan calon istri "durhaka" nya terkekeh pelan sembari menutup tawa nya agar tidak menganggu pengunjung lain.

"Nee! Puas kalian?!"

"Sangat puas Tuan Uchiha!" jahil, Ino mengacak pelan rambut pemuda Uchiha di samping nya.

"Aku rasa ini tak akan berhasil dengan diskusi dengan kalian, Sasuke mana mengerti dengan hal seperti ini, dan kau Ino .. kau ini apa kau tidak mempunyai bayangan pernikahan saat kau masih kecil?"

Sekarang nampak Shion memandang kedua sahabat nya dengan ekspresi bingung, memegangi dagu nya dengan sedikit berfikir keras.

"Bagaimana yang mengurus semua nya kau saja, jadi kami terima jadi?!" kilah Ino, kemudian mengerling kan satu mata nya pada Shion.

" Uzumaki Ino! Kau ini .. yang menikah bukan aku!"

"Deal! kau saja yang urus, kami akan urus Destinasi Honeymoon nanti!"

Khekhe sepertinya Sasuke memang tertular virus mesum dari Kakashi- sensei nya, dia menatap jahil calon Istri nya dengan senyum nakal seperti biasa nya.

Membuat Ino sedikit tidak nyaman dengan tatapan pemuda pecinta game itu.

"Dasar Mesuuum~!"

"Tidak! Lagipula kau nanti kan sudah jadi istriku! Jadi sah-sah saja aku mau berbuat macam-macam padamu Uchiha Ino!"

"Arghhtt!"

Ino menjulurkan lidah nya pada Sasuke, Pemuda itu hanya terkekeh pelan dan berbisik pelan di telinga Tunangan nya.

"Lihat saja nanti, Ino~!"

Mendengar perkataan itu, Ino seolah di Pause Mode, mematung sesaat.

"Kau geniiiiit sekali Sasukeeee~!"

.

.

.

.

Seorang gadis berusia sekitar 22 Tahun sedang terlihat asyik menekan tuts Piano yang ia mainkan, dengan lincah nya jari-jemari mungilnya menari diatas Grand Piano Yamaha berwarna Putih di depan nya, Gadis itu begitu cantik dengan bibir tipis dan kulit putih cerah nya.

"River flows In You!"

Tangan Pemuda itu bertepuk tangan begitu Gadis di depan nya selesai memainkan Piano, seulas senyum muncul begitu sang gadis menyadari kehadiran Pemuda yang telah menjadi kekasih nya sekarang.

"Pein!"

"Jadi Kau pulang ke Jepang tanpa memberi tahuku sebelum nya! Konan! Kau harus dihukum!"

Tangan pemuda yang diketahui bernama Pein itu kemudian mencubit gemas kedua pipi kekasih nya, membuat sang kekasih nyengir tertahan sembari menjulurkan lidah nya demi meledhek sang kekasih.

"Siapa suruh kau sibuk dengan segala urusan tentang Piercing mu dan menduakanku Tuan?!"

Pemuda itu tersenyum manis nampak sangat manis dan kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik Jas Putih yang ia pakai.

"Konan .. !"

"Aku Mau …..!"

.

.

.

.

Ino P.O.V

Hari ini Sasuke-kun sibuk di Kantor sedangkan aku dan Hinata sibuk memilih beberapa makanan yang akan ku sajikan di pernikahan ku nanti.

"Hinata, Kurasa Cake coklat ini enak!"

Semenjak peristiwa itu aku dan Hinata menjadi sangat dekat, apalagi dia kan kekasih kakak ku, rasa nya menggelikan bagaimana aku haru mencemburui nya. Untuk pertama kali nya aku benar-benar cemburu dan aku harap itu tak khan terjadi lagi.

"Iya Ino-chan! Bagaimana jika dibuat Air mancur coklat pasti menyenangkan, ahh aku membayangkan akan menjahili Naruto dengan mencolekkan coklat itu ke pipi nya!"

" Kupikir itu ide bagus Hina-chan! Ahahaa aku sudah membayangkan akan ada perang coklat nanti!"

"Dan ini Ino-chan, ini enak juga dan ini juga!"

"Wahh iya Hina-chan, kita coba dulu sample nya mumpung gratis!"

Aku dan Hinata-chan tersenyum penuh arti, khahaha aku dan dia memang cocok seperti nya.

Kupikir aku akan membelikan makanan untuk Sasuke nanti setelah puas menikmati hidangan sample di depan meja kami nanti.

=F=

Ckraakkk!

Pintu itu terbuka dan gadis itu memasuki ruangan dimana Sasuke sedang sibuk memeriksa berkas-berkas di meja nya.

Meja itu berantakan sekali dengan meja penuh kertas, bulan ini begitu sibuk untuk Sasuke, Uchiha Corp tengah mengadakan kerja sama penting dengan Pengusaha Indonesia dan Jepang demi mengepakkan bisnis nya di Pasar Asia.

"Sasuke-kun!"

Suara itu membuat Sasuke mematung, ia benar-benar tau siapa pemilik suara indah nan lembut itu.

"Konan! Ya konan!"

Brughhh!

Sasuke menjatuhkan beberapa File nya ke lantai, ia nampak sekali terkejut dengan kedatangan gadis itu di depan nya, senyum indah nya itu, senyuman itu lah yang ia rindukan sampai sekarang.

Gadis itu tersenyum dan tersipu malu, mata nya yang teduh seakan berkeling karena air mata yang tertempa sinar matahari yang masuk melalui celah tirai kantor Sasuke.

Segera saja Sasuke, memundurkan kursi nya, menghampiri gadis itu, merengkuh nya ke dalam pelukan penuh kerinduan yang menghujam dada nya.

"Aku merindukanmu!"

Ucap Sasuke pada gadis itu, gadis itu nampak terisak dalam dekapan hangat sang pemuda Uchiha.

.

.

.

.

Dengan Ceria, Ino memasuki Kantor Uchiha Corp dan menyapa ramah anak buah calon suami nya, sapaan hangat pun di layangkan pada nya oleh beberapa pegawai yang mengenali nya.

Hari ini ia nampak cantik dengan memakai dress berwarna baby blue selutut tanpa lengan, satu tangan nya sibuk bersalaman dengan pegawai dan satu tangan nya membawa tas berisikan makanan untuk makan siang kekasih nya.

"Apa Tuan Uchiha ada di tempat?!"

Ino mempertanyakan keberadaan Sasuke pada Deidara, orang kepercayaan Sasuke.

"A.. ada nona!"

Nampak keraguan Dei untuk menjawab pertanyaan nya dan itu ditangkap betul oleh Ino, ia kemudian dengan cepat melihat ruangan Sasuke, melangkahkan kaki nya dengan cepat ke depan Pintu ruangan nya.

Ia ragu untuk memasuki ruangan itu, ia memutuskan untuk melihati ruangan itu dari balik kaca dan betapa terkejut nya ia mendapati orang yang ia cintai tengah memeluk erat Gadis lain.

Tanpa fikir panjang ia melangkah pergi.

"Dei, tolong berikan ini pada Sasuke ya, kurasa dia sedang sibuk, hehehe!"

Ino nampak tertawa namun Deidara tau apa yang dirasakan gadis Uzumaki itu sekarang, hati nya mencelos seketika, bagaimana gadis itu nampak berusaha tegar dan menahan sakit nya.

"Nona Uzumaki …!"

"Aku tidak melihat apa-apa! Sudah waktu nya aku pergi .. aku hanya mampir! Sampai jumpa Dei!"

"Nona …..!"

.

.

.

.

Sesampai nya di rumah gadis Uzumaki itu menggigit bibir bawah nya erat-erat agar kesedihan nya tak tertumpahkan di depan Keluarga Uzumaki dan Uchiha yang sedang melakukan pertemuan kecil untuk acara pernikahan mereka.

"Selamat datang cantik!"

Untuk menghormati Keluarga Uchiha, Ino menahan tangis nya dan menemui keluarga itu meskipun hanya sebentar.

"Selamat siang … ! ahh Ayah, Ibu, Paman, Bibi apa saya boleh absen hari ini .. saya sedang tidak enak badan!"

Nampak raut kekhawatiran dari keempat orang tua yang terduduk menatap putri mereka,

"Apa kita perlu ke Rumah sakit? Apa perlu kami memanggil Sasuke nak?"

"Tidak! Jangan … saya hanya butuh istirahat sebentar saja, mungkin ini hanya kelelahan mempersiapkan pernikahan kami nanti Paman!"

"Baiklah kau tidur saja dulu sayang! Istirahat lah!"

Terimakasih untuk Ibu nya, Ino buru-buru untuk menaiki anak tangga demi anak tangga menuju kamar nya, kemudian masuk ke dalam kamar penuh dengan dominasi warna Ungu muda dan baby blue itu, setelah mengunci pintu kamar nya, gadis itu terduduk, menangis terisak, menundukkan kepala nya di sela kedua lutut dan dada nya.

Hati nya terlalu sakit untuk berkata, kenapa harus saat pernikahan nya tinggal 2 bulan lagi, ia ingin mundur namun rasa nya benar tidak enak pada kedua keluarga yang sangat ia cintai itu.

=F=

"Jadi Kau ke Inggris untuk Study mu?! Lalu mengapa kau meninggalkan ku tanpa kabar?!"

Gelak tawa Sasuke kemudian hadir di tengah pembicaraan mereka, tanpa ia ketahui, Ia telah menyakiti seseorang yang mencintai nya.

"Arghht! Saat itu aku menyukai mu! Aku khan malu! Harus nya kau tidak memiliki tatapan sedingin itu, tidak sejenius itu dan tidak pandai memainkan Piano! Semua type ideal ku kau borong!"

"Jadi kau menyalahkan ku karena itu semua? Hahaha jangan mengada-ngada! Kau ini yang harus nya bersyukur! Kau cantik, pandai, suaramu indah, dan memainkan Piano? Bukankah itu keahlianmu juga Konan?!"

Sasuke mengusap kepala gadis itu pelan membuat gadis itu terkekeh.

"Tidak! Itu kau! Tapi tenang saja sekarang aku sudah seratus persen menyadari bahwa perasaanku ke padamu hanya sebatas kagum! Dan tidak lebih!"

"Gadis bodoh! Jika kau terus menyukaiku kau akan sakit hati karena sebentar lagi aku akan menikah!"

"Benarkah? Dengan siapa?"

Konan nampak terkejut dengan perkataan Sasuke, dan terlihat antusias menginterogasi Senior nya.

Konan yang berbeda 2 tahun dari Sasuke adalah Putri sahabat ibu Sasuke yang sudah ia anggap seperti adik sendiri.

Sasuke tak menampik jika ia pernah mengagumi sosok cantik itu namun ia berfikir ulang, dengan perbedaan usia yang sangat signifikan, ia rasa hubungan mereka tak akan berhasil. Dengan IQ di atas rata-rata tentu saja Sasuke berfikir realistis di setiap segi kehidupan nya.

"Dengan adik sahabatku, ini dia, Uzumaki Ino!"

"Kya~ cantik! Jadi dia calon Kakak ku? Ada juga ya yang mau dengan mu! Jelek seperti ini!"

"Hey! Hey kau menghina ku ya?! Aku ini khan Tampan!"

"Benarkah?!"

Tangan mungil Konan mengacak pelan Rambut Sasuke kemudian.

"Ehem!"

Deidara berdiri di ambang pintu dengan membawa Tas berisi makanan yang tadi dibawa oleh Ino.

Dengan Segera Sasuke berdiri dan membenarkan dasi nya, Konan terlihat canggung dengan Keadaan yang tiba-tiba menjadi sepi, entah mengapa ia merasa Dei menatap nya tajam.

"Tuan Muda, Tadi Nona Uzumaki kesini dan menitipkan ini untuk makan siang Tuan!"

"Apa? Apa? Ino?!"

"Saya rasa ada yang dilihat Nona sehingga ia buru-buru untuk pergi, saya lihat ia nampak menahan air mata nya!"

"Tidak mungkin! Konan… aku harus segera pergi! Kurasa ia tengah membuang air mata nya secara Cuma-Cuma!"

"Sasuke-nii aku ikut! Aku akan jelaskan semua pada nee-chan!"

"Tidak .. jangan dulu! Nanti saja ketika ia sudah sedikit tenang!"

"Baiklah! hati-hati ya …!"

Sasuke segera berlari ke mobil nya dan melepas jas nya, membuang nya sembarang di kursi penumpang mobil Audi putih yang ia kendarai.

Fikir nya melayang dan membayang kan macam-macam akan kelanjutan kisah nya dengan Ino! Kekasih nya itu pasti sudah berfikir macam-macam sekarang.

"Aku dan Sasuke-nii hanya kakak beradik, Dei-nii, tidak perlu khawatir! Sasuke-nii adalah putra Sahabat ibu ku! Aku menyukai nya hanya sebatas kekagumanku karena ia begitu pandai, dan segala nya dari nya mirip dengan Pangeran yang selalu kubayangkan dari aku kecil, namun 15 tahun telah berlalu, sekarang aku sudah menemukan sosok pangeranku sendiri! Aku harus pulang sekarang, permisi!"

Konan sungguh merasa tidak enak tengah menjadi "pengacau", ia hanya berharap bahwa Sasuke dapat membujuk gadis nya itu, tanap harus terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada hubungan mereka yang sejati nya akan melangkah ke tahap yang lebih serius.

.

.

.

.

Sasuke nampak terengah memasuki kediaman Keluarga Uzumaki, ia berjumpa dengan Naruto yang tengah memakai celana pendek selutut kotak-kotak (?) dengan kaos Hitam nya.

"Kau habis berlari marathon?"

"Dimana adikmu?"

Sasuke masih terengah dan menengguk minuman yang tengah Naruto bawa,

"Temeeeeeeee! Itu Jus ku!" Protes nya.

"Maaf Dobe .. aku haus tau! Adikmu pasti tengah menagis sekarang, ia salah paham dengan apa yang ia lihat tadi!"

"Dia tadi bilang tidak enak badan dan langsung ke kamar nya, ini kunci cadangan kamar nya, jika kau membutuhkan, semoga saja ia tidak mengunci nya dengan kunci manual ya!"

"Dobe kau baik sekali!"

Sasuke bersiap berlari ke Kamar Ino, namun baru beberapa langkah untuk menjauh langkah nya berhenti dan kembali ke tempat Naruto berada.

Ia segera merebut kembali gelas di genggaman Naruto dan meminum nya sampai habis kemudian berlari ke atas dengan cepat sebelum Teriakkan Naruto meledhak.

"Yahhh! Temeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee ! Awas kau …!"

=F=

Sasuke mengetuk pintu berwarna putih berkali-kali namun tak ada tanggapan dari dalam sana, ia mulai kesal dengan semua ini.

"Uzumaki Ino! Buka atau aku akan buka secara kasar?!"

Hening, tanpa ada sahutan lagi-lagi!

"Uzumaki Ino jangan salahkan aku jika aku masuk secara paksa!"

Teriak Sasuke lagi.

Dengan segera Sasuke membuka pintu kamar Ino dengan Kunci duplicate yang diberikan Naruto tadi, Gotcha! Pintu itu terbuka, ia takjub dengan Kamar gadis ini, begitu tertata rapi, dia lihat sekeliling nya dan di salah sudut tepat diatas ranjang berwarna Ungu muda itu terpampang dengan besar Foto nya denga Ino diapit oleh Hinata, Naruto, Shikamaru dan Kiba.

Sasuke, tersenyum geli, ia mendekati gadis nya yang tengah tertidur dan memandangi nya, hati nya terenyuh melihat jejak air mata yang belum sepenuh nya mengering, dengan sigap ia menghapus air mata itu dari pipi putih gadis nya yang tertidur bak malaikat, tidak lama lagi ia akan menikmati lebih lama pemandangan memukau ini, bahkan setiap hari, fikir nya.

Ino mengerjapkan mata nya pelan, menyadari sapuan lembut pada wajah nya, ia terkejut dan mendudukkan posisi nya sekarang.

"Sasu…!"

Lirih ia mengumandangkan suara Sasuke, ehm lebih ke arah menggumam seperti nya.

"Kau menangis? Bodoh! Dia itu junior ku! Dia baru saja pulang dari Inggris!"

Sasuke memeluk Ino, dan mengusap punggung gadis nya hangat

"Jadi jangan berfikir macam-macam lagi! Jangan buat ku hancur! Atau berfikir untuk mundur! Aku akan gila Ino! Kumohon!"

Pemuda itu kemudian melepas pelukan nya, merangkum wajah cantik gadis nya dengan kedua tangan nya.

"Sasuke-kun!"

Jari-jemari lentik Sasuke menghapus air mata yang mengalir di kedua sudut indera penghlihatan ino.

"Kau membuang air matamu secara sia-sia! nanti saja ketika kita menikah!"

Lagi Sasuke mendekap kekasih nya hangat, ia takut! Terlalu takut untuk kehilangan Ino dari hidup nya.

Tibalah hari yang dinanti mereka, sebuah pesta bernuansa Putih dan Baby Blue mendominasi di setiap sudut dari pesta yang bertema Garden Party, yang dilaksanakan di sebuah padang golf di pusat kota Konoha.

Tak ada dresscode tertentu cukup memakai baju dengan warna Putih agar nampak serasi dengan Konsep yang sudah disusun oleh Shion, sesuai kesepakatan… bahwa Shion lah yang mengatur Konsep Pernikahan.

Resepsi akan dilaksanakan saat Matahari mulai terbenam dan senja menyapa agar suasana romantis dapat terasa di tengah tamu-tamu.

Sasuke nampak tampan dengan jas pengantin nya di depan Altar, namun raut ketegangan tidak bisa ia sembunyikan, Yak! Uchiha Sasuke Tegang menghadapi pernikahan nya, hal itu jugalah yang membuat Naruto, Shikamaru dan Kiba terkekeh geli melihat sahabat nya itu, sebagai pendamping Pengantin Pria Naruto menepuk-nepuk Pundak adik ipar nya untuk sekedar mengurangi rasa Tegang Sasuke.

Ino's Room.

Dengan memakai baju pengantin jenis column, halter neck pada bagian atas, gaun Simple ini nampak cantik membalut tubuh ramping Ino, ia mengenakan Mahkota kecil dan kain penutup.

Cantik Sekali…

"Kau siap Nak?" ucap Minato menggandeng Putri nya dalam haru.

"Ayah … terima kasih banyak telah membesarkanku! Dan menuntunku sampai aku dapat berdiri sendiri dengan kedua kaki ku!"

Minato menangis terisak mendengar perkataan sang Putri, ia tak kuasa menahan rasa haru nya.

"Ayah jangan menangis! Kumohon!"

Langkah pelan namun pasti, Ino diiringi oleh lagu pengiring mantap memijakkan kaki dan langkah nya mendekat pada Sasuke, ia gugup dan tegang tentu saja!

Tepat dihadapan Sasuke, Minato melepas gandengan tangan nya pada Putri nya dan menyerahkan Putri kecil nya pada Sasuke.

"Kuserahkan dan Kupasrahkan Putriku padamu, nak! Jaga dia! Jangan sakiti dia!"

Kemudian Minato melangkah mantap menuju barisan tempat duduk Istri dan besan nya, nampak ia menghapus air mata nya sekarang, walaupun Ino bukan Putri kandung nya, namun ia sudah menganggap gadis itu putri nya sendiri, terlebih Ino tumbuh menjadi gadis baik hati dan penurut, Minato sangat menyayangi gadis itu.

Perlahan Sasuke mengenggam Tangan Ino erat, nampak seperti pertama kali ia bertemu gadis di depan nya sekarang, ia begitu cantik.

~SKIP TIME~

Sasuke memasangkan Titanium Wedding Bands pada jari manis Ino, begitu pun juga dengan Ino. Mereka memandang geli satu sama lain, hahaha mungkin mengingat kisah mereka yang telah lalu.

Kini tiba saat nya Sasuke membuka Kain Penutup yang menutupi wajah cantik Ino,

Dengan rambut berponi lurus nya Ino nampak cantik dan elegan, hati Sasuke berdegup dengan kencang ketika menatap gadis itu, perlahan ia dekatkan wajah nya hanya untuk memperdekat jarak diantara mereka, kemudian dengan mantap ia mencium bibir pengantin Wanita nya hangat.

Dan disambut meriah para undangan yang hadir.

Senja Menyapa dan semakin Larut pesta berlangsung semakin meriah dengan Musik yang mengalun dari Mini Orchestra di samping Kanan tempat pelaminan Sasuke dan Ino bersanding, sesuai dengan Konsep yang diimpikan Ino tempat itu di desain dengan cantik ala negeri dongeng, jujur saja Ino sangat terharu dengan konsep ini, apalagi sekarang ia dan Sasuke sudah berganti Pakaian, Sasuke dengan Jas serba Putih nya, dan Ino dengan Gaun Tanpa ekor berwarna Putih, Strapless dan bermodel A Line, untuk memudahkan nya berdansa nanti, rambut nya digulung rapi dengan hiasan mahkota membuat nya nampak anggun.

Banyak ornamen pohon-pohon besar dan sulur-sulur yang melingkar di sekeliling nya.

Tak Lupa sangkar-sangkar burung merpati, Sebuah Kue pengantin berwarna Baby Blue bertingkat 5 terlihat megah di depan pelaminan.

Sebuah air mancur coklat, dan pahatan es berbentuk Angsa saling berhadapan diletakkan di tengah, diantara menu yang berjajar, dari menu internasional sampai dengan menu makanan jepang.

Tamu-tamu nampak menikmati acara itu, kepuasan tersendiri bagi Shion yang kini memakai Kimono biru menyala menatap kedua sahabat baik nya dari kejauhan.

"Bahagia?"

"Tentu saja! Ahhh … kau disini?!

Seru Shion dan mencubit gemas pria di samping nya.

Suami nya, Sai.

"Hahaha! Kau terkejut?! Ternyata bisnis berjalan dengan lancar dan aku bisa pulang secepat nya!"

"Sai ….! Aku merindukanmu!"

Shion memeluk Suami nya erat, melepaskan kerinduan yang telah beberapa bulan ini ia kesampingkan.

"Hinata, aku jadi ingin menikah juga!"

Uhuk-uhuk! Hinata yang tengah menengguk Minum nya menyemburkan kembali Minuman nya keluar mendengar pernyataan Naruto.

"Tidak! Aku mau menyelesaikan Kuliahku dulu Naruto-kun!"

"Memang siapa yang mau menikah dengan mu?!" Sergah Naruto dengan menahan tawa nya, mendapati ekspresi lucu Hinata.

"Yaaaa! Uzumaki Naruto!"

Tawa Naruto meledhak kemudian melihat ekspresi Kekasih nya merah padam.

"Aku bercanda! Aku akan menunggu mu sayanggg~!"

Sasuke dan Ino berjalan menuju Kue pernikahan mereka, bersamaan mereka memotong kue coklat berbalut cream mentega berwarna Baby Blue, mereka saling bersuapan kemudian.

Senyum tak berhenti mengembang dari kedua nya.

"Time to dance, lets dance baby!"

Bisik Sasuke, tepat di Telinga Ino, membuat Ino bergidik ngeri karena seringai evil itu lagi-lagi muncul dari wajah tampan pemuda yang telah resmi menjadi suami nya.

Ino mendengus kesal dan mengikuti langkah Sasuke yang menggandeng nya ke lantai dansa.

Music classic mengiringi langkah dansa mereka, tak lama kemudian tak sedikit tamu yang mengikuti prosesi dansa itu.

"Aku bahagia dapat memilikimu di sisiku!"

Ino menahan tawa nya di sela dansa mereka, menggelikan rasa nya melihat Sasuke dengan ekspresi seperti Itu.

"Ada apa?!"

Protes Sasuke kemudian.

"Kau menggelikan jika bersikap seperti ini Sasuke-kun! Hahaha!"

"Yak! Uchiha Ino! Awas kau besok ya! Aku tak khan memberimu ampun!"

"Ha?! Uchiha Sasuke jangan menatapku seperti itu, gyah~ kau membuat bulu kudukku berdiri semua!"

"Hahaha!" Sasuke mencubit gemas kedua pipi pengantin nya, membuat tamu yang menghadiri acara mereka mencair dengan suasana hangat pesta.

=F=

"Sasuke-nii …" sapa gadis itu ceria pada Sasuke yang menemui tamu nya satu persatu.

"Hai Konan! Ini pangeranmu?!"

"Pein! Nama nya Pein! Kya~ kau mirip pangeran! Lihat nee-chan juga bak Putri, Cantik! kau tidak salah pilih!"

"Ya! tentu saja, Hai Pein! Jaga Konan baik-baik untukku ya! Dia adikku satu-satu nya!"

Celoteh Sasuke, bawel menceramahi Pein yang notabene adalah kekasih "adik" nya.

"Tentu saja aku akan menjaga nya, Sasuke!"

"Ino! Kemari lah!"

Sasuke memanggil Ino untuk mendekat, Ino terlihat tersenyum hangat pada sepasang kekasih di depan nya.

"Dia Konan! Gadis yang kau lihat sedang ku peluk dan ini adalah kekasih nya Pein! Sekarang sudah sangat jelas khan! Jangan cemburu lagi!"

"Senang bertemu kalian Konan, Pein! Kalian sangat serasi!"

"Terima kasih Ino, selamat atas pernikahan kalian semoga langgeng sampai maut memisahkan!"

" We hoped So! Dan Konan .. mau berkolaborasi? Kau memainkan piano dan aku yang menyanyi!"

"Tentu saja!"

"Ini untuk mu Ino!" sebelum Sasuke melenggang ke panggung ia mencium kening Ino.

Dengan balutan busana Putih panjang nya Konan nampak anggun berjalan beriringan dengan Sasuke menuju tempat dimana Mini Orchestra bertempat.

"Terima kasih telah menghadiri pernikahan pertamaku, dan kuharap satu-satu nya pernikahanku, aku akan berkolaborasi dengan adik ku tercinta, Konan dan teman-teman dari Live band disana, Khusus untuk Istriku Tercinta Uchiha Ino, Together untuk mu Sayang!"

.

.

.

.

"I'm gonna be the love that's gonna last, And be the one that got your back, Ain't nothing never that bad that we would be together, And though we both made our mistakes, And some we never wish we made, But we'll be Okay if we just stay together"

Senyum merekah pada bibir pink Ino, ia menghampiri suami nya dan memeluk Sasuke erat.

Tak memperdulikan lagi dengan beberapa ratus pasang mata yang memandang mereka.

Bouqet bunga yang ada digenggaman nya ia lempar begitu saja sedang kan ia tengah asyik berciuman dengan Suami nya.

"Yakkkk! Aku dapat!" Seru Sakura berjingkrak senang.

"See! Kita akan menikah secepatnya!"

Kerling Gaara Jahil pada kekasih nya.

Malam yang panjang untuk Pasangan Suami istri baru itu, Pesta berlangsung meriah dengan beberapa games yang mendekatkan mereka, semua bersenang-senang dan jika ada suatu awal pasti ada akhir bukan?

It's Time For them to Prepare their selves!

Honeymoon time ….

Korea…

TO BE CONTINUED . . .

What the … =_= OOC n Crackpair yang sangat terlalu … Gomen banget … lagi blank, Ga kebayang deh tu Sasuke nyanyi-nyanyi kaya begitu hahahah *Ditendang Sas-Uke #plakk, typo dimana-mana . . . , menyedihkan banget u.u

Heehehhe … Mind to R & R? xD