Disclaimer: Kuroko no Basuke is belong to Tadatoshi Fujimaki

Main Cast: Akashi Seijuro and Kuroko Tetsuya

Warning: Au, ooc, konsep yang (mungkin) sudah umum

Akira Scarlet present: Seiyuu of The Year

Chapter 2: Jobs and other things

Pasti ada teka-teki di dunia ini yang tidak dapat kau jawab, sejenius apapun dirimu.

"Tampaknya Aomine-kun dan Kise-kun tidak datang hari ini," ujar Kuroko saat melihat kursi Aomine dan Kise yang kosong. "Kemana mereka pergi?"

"Hari ini mereka harus membuat video clip. Kau tahu mereka melakukan duet bukan?" Midorima menaruh sebuah pistol air di mejanya, yang merupakan lucky itemnya hari ini.

"Oh. Jadi seorang model yang katanya akan berduet dengan Aomine-kun itu Kise-kun ya?" tanya Kuroko. Midorima mengangguk. "Begitulah."

"Apa yang sedang kalian bicarakan?"

"Akashi-kun, selamat pagi," sapa Kuroko. "Kau suka kejutannya?"

"Kejutan? Kejutan apa?" tanya Midorima bingung.

"Jangan bercanda Tetsuya. Kejutanmu sangat tidak menyenangkan," jawab Akashi. "Aku tidak mungkin mau melakukannya."

"Kau penakut Akashi-kun," balas Kuroko datar. "Padahal pekerjaan itu sama saja dengan biasanya."

"Apa katamu? Semua orang juga akan berpikir hal yang sama denganku. Mungkin kau yang tidak normal?"

"Atau mungkin sebaliknya," Kuroko mulai membuka buku miliknya. "Itu artinya aku lebih hebat darimu, bukan? Kau tidak berani melakukannya tapi aku berani."

"Apa?"

"Berarti kau kalah dariku bukan?"

"Begitukah?" tanya Akashi. Ia berdiri, "Baiklah Tetsuya, aku akan melakukannya! Aku akan membuktikan kalau aku tidak akan pernah kalah, apalagi oleh orang sepertimu."

Oke, mungkin bukan sifat Akashi yang emosian seperti ini. Tapi biar saja, apapun yang terjadi dia tidak akan pernah kalah. Itu adalah ajaran ayahnya yang selalu diingatnya. Yang menang akan diingat dan yang kalah akan dilupakan.

"Aku menantikannya," jawab Kuroko. Di balik bukunya, ia tersenyum kecil. Ia teringat perkataan orang tersebut kepadanya, juga apa yang harus dilakukannya.

Pada dasarnya Akashi adalah orang yang tidak ingin kalah. Sesuai rencana, dia menolak tawaran pekerjaan tersebut. Dan untuk membujuknya, kau hanya perlu memancing emosinya. Lalu dia pasti akan menerima tawaran tersebut.

Tepat seperti yang dikatakannya. Hebat, pikir Kuroko.

.

.

"Aominecchi ayo kita pergi membeli minum!"

"Malas ah."

"Mou! Aominecchi jahat!" Kise memasang tampang merajuk. Aomine tersenyum melihatnya. "Baiklah baiklah," Ia berdiri. "Ayo cepat."

Mereka berdua berjalan menuju salah satu vending machine terdekat di taman tersebut. Saat ini mereka sedang mengadakan syuting, dan taman kota adalah tempatnya. Syutingnya sendiri sudah selesai beberapa waktu yang lalu. Dan mereka hanya sedang beristirahat sebelum kembali menuju rutinitas masing-masing.

Kise membeli sekaleng soda. Hanya sekaleng, membuat Aomine menatapnya. "Hanya satu? Mana untukku?"

"Kau tidak minta. Beli saja sendiri," balas Kise sambil membuka kaleng tersebut.

"Huh dasar pelit," Aomine memasukkan uang ke dalam mesin tersebut, membeli sekaleng soda juga. "Oh ya Kise, setelah ini apa kau mau bermain basket?"

Tidak terdengar jawaban dari Kise, membuat Aomine menoleh ke arahnya. Kise tampak sedang menatap lurus bangku taman, seolah-olah ada sesuatu yang membuatnya tercengang disana.

Aomine mengikuti pandangan Kise. Ia melihat seorang pemuda bersurai perak sedang duduk di bangku taman. Pemuda itu memakai pakaian formal, yang membuat Aomine bertanya-tanya apa yang sedang pemuda itu lakukan disitu.

Pemuda itu menoleh dan menatap Aomine dan Kise. Senyumnya mengembang dan ia mengangkat tangannya, menyapa. Aomine bingung melihatnya. Namun tiba-tiba Kise ikut melambaikan tangan kepada pemuda itu.

"Haizakicchi! Selamat siang!"

"Hai..za..ki?" ulang Aomine. "Siapa dia?"

Sayangnya pertanyaan Aomine tidak terjawab. Kise berlari kecil ke arahnya, lalu duduk di samping pemuda itu. Mereka tampak sangat akrab, membuat Aomine merasa cemburu.

Tunggu dulu, cemburu?

.

.

"Jadi bisa tolong jelaskan dengan singkat isi cerita dari anime yang akan kita mainkan?" tanya Akashi. "Tidak ada yang aneh-aneh bukan?"

"Tidak ada," ujar pemuda berkacamata yang merupakan senior mereka – khususnya Kuroko karena mereka satu agensi – Hyuuga Junpei. "Meskipun ini anime homo, tapi hanya sebatas perasaan saja. Tidak ada yang aneh-aneh."

Akashi menghela nafas lega. "Baguslah. Jadi bagaimana dengan ceritanya?"

"Sebenarnya kalau mau dibilang tema anime ini adalah perang. Jadi kalian bertemu di medan perang sebagai musuh, berhadapan satu sama lain, peristiwa yang membuat kalian saling menyukai, dan usaha kalian untuk bersama."

"Begitu," ujar Kuroko yang sedari tadi berada di samping Akashi. "Siapa nama kedua lelaki tersebut?"

"Kau Toshiyaka Yuki," jawab Hyuga pada Kuroko. "Dan kau Noriaki Michiro."

"Baiklah," kata Kuroko. "Bisa kita mulai sekarang?"

.

Di luar dugaan, ternyata proses pengambilan suara kali itu ternyata berjalan lancar. Tidak ada pertengkaran – meski awalnya Akashi agak canggung dalam mengucapkan dialognya. Juga tidak ada pengulangan berkali-kali.

Pemikiran Akashi terhadap Kuroko juga ternyata salah besar. Pemuda itu sebenarnya pemuda yang polos dan menyenangkan, di luar wajah datarnya. Dan sepertinya Akashi akan mulai menganggapnya teman sejak hari ini.

Saat tugas mereka benar-benar selesai, matahari sudah tenggelam. Lampu-lampu jalanan sudah mulai dinyalakan, dan orang-orang sudah pulang dari kantor tempat mereka bekerja.

Akashi berjalan pulang bersama Kuroko.

"Akashi-kun, kau pulang berjalan kaki?" tanya Kuroko.

"Tidak juga. Aku hanya berjalan sampai seberang jalan sana," Akashi menunjuk lurus ke depan. "Seharusnya disana ada mobil yang menungguku."

"Oh," hanya itu yang diucapkan Kuroko, sebagai balasan.

"Kau mau pulang naik mobilku?" tawar Akashi berbaik hati. Tidak biasanya ia seperti itu.

"Tidak perlu, terima kasih," jawab Kuroko menolak.

"Baiklah," Mereka berdua berjalan kembali. Akashi memandang langit, yang saat itu sudah dihiasi oleh bintang-bintang.

Akashi menatap sebuah gedung yang terlihat paling tinggi dari antara gedung lain. Gedung itu adalah kantor terbesar di Tokyo. Akashi menatapnya beberapa saat hingga..

Akashi terkesiap saat terlihat kilatan cahaya dari gedung tersebut. Ia segera menarik tangan Kuroko untuk menunduk. Dan refleknya saat itu tepat, karena setelah mereka berdua menunduk, sebuah peluru melesat di atas kepala mereka.

"Apa itu?" tanya Kuroko. Ia kembali berdiri.

"Peluru. Ada sniper yang menembakannya dari gedung itu sepertinya," jawab Akashi. Ia masih terkejut dengan keadaan saat ini.

"Peluru itu bukan ketidaksengajaan kan? Memang ada salah satu dari kita yang diincar?" tanya Kuroko, membuat Akashi tercengang.

"Yah kau betul. Atau bisa jadi kita berdua yang diincarnya."

Mereka berdua berjalan menuju seberang jalan secepat mungkin. Disana, mobil milik Akashi sudah menunggunya. Sopir mobil tersebut membukakan pintu mobil untuk Akashi.

"Kau yakin tidak mau ikut?" tanya Akashi. Kuroko menggeleng.

"Kalau begitu kau harus hati-hati. Siapa tahu," Akashi memelankan suaranya, khawatir sopirnya akan mendengar. "Sniper tadi mengincarmu lagi."

Kuroko mengangguk. "Kau juga Akashi-kun."

Sepanjang perjalanannya pulang, Akashi terdiam. Ia mengingat-ingat peristiwa tadi, dan berpikir apa maksud dari semua itu.

"Siapa yang diincar, aku atau Tetsuya? Apa gunanya melakukan hal itu?"

Dan untuk pertama kalinya, seorang Akashi Seijuro tidak dapat menemukan jawaban atas teka-teki yang diberikan kepadanya.


To be continued...


Rasanya di fanfic ini Akashi dan Aomine OOC banget ya? Kalau iya harap dimaklumi, karena sifat mereka yang seperti ini berpengaruh dengan jalannya cerita (masa?)

Thanks to saphire always for onyx, kakaknyakurokotetsuya, gladys-chan, bona nano, hanabi, dan hakyuu yang sudah mereview fic ini. Jawaban saya cuma satu "sudah di update nih. Mudah-mudahan kalian menyukainya. ^^"

Also thanks to ariska, ichikawa arata, kakaknyakurokotetsuya, kuroshi satsumi, namikhrakyra, princessxxxsky, rizumu hikari, hanabi, shiraume machida, eruchan.777, saphire always for onyx, dan unavaible yang sudah mem-favorite. Juga kepada akari kareina, ariska, kuroshi satsumi, namikhrakyra, rizumu hikari ,hanabi, shiraume machida, eruchan.777, hakyuu, dan saphire always for onyx yang sudah mem-follow.

Lastly, thank you to all of you for reading my fanfic.. Hope you like it!