{ Special Thanks To: }

{ tohko ohmiya, }

{ Hina Heartfillia, }

{ Joker-nyan, }

{ Nnatsuki, }

{ azalya dragneel, }

{ Novi Eucliffe, }

{ Guest AND YOU }

Minna! Ketemu lagi deh sama aku…. Maaf Updatenya lama coz ada masalah sedikit tentang sekolah.

seperti biasa, cerita ini collaborasi dengan Teru-nee! Langsung saja… Selamat baca.. :D


Natsu memegang tangan Lucy yang dingin dan pucat. Badannya gemetar ketika melihat sahabatnya tergeletak tak sadarkan diri ditangannya, takut terjadi sesuatu padanya. Natsu menoleh dan mencari-cari sahabatnya, Wendy. Tapi tak ada.

Desclamire: Fairy Tail by Hiro Mashima Sensei

..

Battle Of Future by Sagara Ai & Shinigami teru-chan

..

Warning: OOC, typo(s), AU, GaJe, Semi Canon

"Don't Like. Don't Read"

...

"Dimana Wendy?" tanya Natsu kepada Erza. Mata Erza langsung mencari gadis yang dikuncir dua dan imut itu.

"Sepertinya dia lagi melakukan sebuah misi." jawab Erza yang masih mencari Wendy.

"Bukannya kamu tahu Natsu, tadi pagi Wendy pergi bersama Happy." kata Gray memastikan. Gray menatap Lucy yang sama sekali tidak bergerak. Ia menekukkan kedua kakinya dan mendekati Lucy. Telinganya ia taruh didekat dada Lucy dan memejamkan matanya. Anggota Fairy Tail terlonjak akibat perbuatan Gray sedangkan Natsu terpana melihat Gray melakukan hal itu.

"Ap―apa yang kamu lakukan Gray-sama?" tanya Juvia gugup sambil berlinangan air mata. Gray kemudian kembali posisi seperti biasa dan melihat Natsu.

"Sepertinya Lucy dalam keadaan yang sangat gawat. Detak jantungnya tidak kedengaran." desah Gray sambil menggarukkan kepalanya.

"Bodoh! Tidak mungkin Lucy mati!" seru Natsu.

"Ck..Aku tidak mengatakan bahwa Lucy akan mati." gumam Gray sambil berdecak.

"Sial! Bagaimana sekarang?" desah Natsu. Semua anggota Fairy Tail terdiam.

"L―lebih baik kita bawa Lucy ke ruang perawatan." kata Mira memecahkan keheningan.

"Ide bagus." kata Erza setuju. Ia langsung membuka jalan untuk Natsu. Natsu mengangkat tubuh Lucy dengan kedua tangannya. Beberapa orang anggota Fairy Tail langsung pergi ke ruang perawatan untuk memastikan tempat tidur dalam keadaan baik dan layak. Mirajene langsung mengikuti Natsu dari belakang.

"Tidak usah." Ucap Lucas menghentikan gerakan semua orang.

"Kamu?! Mengapa kamu masih disini?!" Teriak Natsu yang masih mengangkat Lucy. Seketika Erza mendekati Natsu dan…

PLAK!

Suara pukulan kepala yang sangat keras mendarat di kepala Natsu.

"Ouch! Sakit tau!" seru Natsu sambil membalikkan badan. Matanya terbuka lebar dan mendapat bahwa Erza-sang pembunuh sedang menatap dengan Death Glare―nya. Natsu langsung tersenyum samping dan mundur beberapa langkah.

"Natsu! Jangan ganggu dia. Dia lah orang yang mengusir anggota Black Moon," kata Erza sambil membela Lucas.

"Tapi?!"

"Kumohon Natsu-kun, biarkan aku mencoba menyembuhkan Lucy-san. Tolong baringkan Lucy-san di lantai." kata Lucas dengan sopan.

Lucas mengambil sebuah benda dari kantong yang diikat di pinggang kanannya. Seketika itu juga mata Natsu terbelalak kaget melihat benda yang dipegang oleh pemuda asing itu. Sebuah kunci perak sedang dipegangnya. Sejurus kemudian tangannya melambaikan kunci itu ke udara.

"Terbukalah pintu gerbang perak, Nuers!" seru Lucas. "Tolong sembuhkan Lucy-san…." lanjutnya. Sesosok elf memakai baju dokter muncul dihadapnya. Kulitnya berwarna biru dan rambutnya berwarna putih. Mata indahnya berwarna biru raven setiap kali berkedip. Nuers menatap Lucy yang masih tidak sadarkan diri.

"Lucy? Maksudmu―" kata Nuers.

"Sst! Kerjakan apa yang kusuruh!" sela Lucas sambil menatap tajam Nuers.

"Ba―baik tuan muda." kata Nuers agak terbata-bata. Kemudian kedua tangan Nuers mendekat ke lengan kiri Lucy yang terkena kutukan. Pelan-pelan kedua tangannya mengeluarkan sinar berwarna biru, cahayanya menerangi seluruh ruangan itu.

"Lucy bertahanlah…." gumam Natsu sambil memegang tangan Lucy.

"Dia juga pengendali kunci?" kata Natsu dalam hati sambil melirik ke arah Lucas. Tubuh Lucas sangat gagah dan ia memiliki wajah yang tampan. Tingginya sama dengan Natsu. Rambut lurus yang tidak disisir dengan indahnya melekat di kepala Lucas. Lucas menoleh ke arah Natsu dan secepat mungkin Natsu kembali fokus melihat keadaan Lucy. Tak lama kemudian mata Lucy terbuka pelahan-lahan.

"Lucy! Syukurlah kau sudah sadar" seru semua anggota Fairy Tail. Erza dan Gray menghela nafas senang dan Natsu tersenyum sambil melepaskan pegangan tangannya

"Ugh…. Dimana aku?" tanya Lucy setelah sadarkan diri sambil memegang kepalanya. Ia mencoba untuk duduk dan Natsu dengan segera membantunya. Lucas langsung memeluk Lucy yang sedang duduk.

"Untunglah kamu selamat! Lucy-san." kata Lucas dengan nada khawatir.

"Ah..erm.." kata Lucy gugup. Semburat merah keluar dari pipinya. Natsu dan yang lainnya hanya bisa terpaku melihat kelakuan Lucas. Lucas yang tiba-tiba tersadar pun mendorong Lucy, kemudian dia berdiri dan terbatuk dengan paksa. Ia malu karena perbuatannya.

"Ini apa?" tanya Lucy sambil memegang lengannya yang terasa nyeri. Sebuah bercak hitam menempel di lengan kirinya, bercak itu berdenyut seolah hidup dan setiap bercak itu berdenyut Lucy akan merasakan sakit yang luar biasa. Lucas langsung mendekat dan mengamatinya dengan seksama.

"Sepertinya Nuers tidak bisa menyembuhkan kutukan itu. Kutukan itu hanya bisa disembuhkan oleh orang yang memberi kutukan itu dan orang itu adalah Link." kata Lucas dengan nada menyesal.

"Kamu tidak apa-apa Luce?" kata Natsu yang akhirnya bisa berkata juga.

"Mungkin." jawab Lucy dengan singkat sambil memegang lengannya.

"Tuan Muda, aku akan kembali." kata Nuers sambil memberi hormat kepada Lucas.

"Jangan dulu. Sembuhkan luka Natsu-kun yang tadi terkena pukulan." Suruh Lucas dengan singkat.

"Tahu apa kamu tentang luka ku?!" bentak Natsu. Erza langsung mendekati Natsu dan―

Krek!

Baju Natsu tersobek sehingga punggung Natsu kelihatan. Punggungnya sangat terluka parah. Sekujur punggungnya dipenuhi oleh luka dan memar. Natsu hanya bisa menghela nafasnya.

"Natsu! Punggungmu biru semua!" Jerit Lucy. Lucy bergidik ngeri melihat punggung Natsu yang dipenuhi oleh luka lebam

"T―tidak apa-apa kok." Kata Natsu terbata-bata.

"Apa yang kau katakan, bodoh!" omel Lucy sambil menjitak Natsu.

"Auch! Sakit Luce."

"Natsu tidak akan mati hanya karena luka sekecil itu" kata Erza.

"Benar, Lucy-san. Yang lebih mengkhawatirkan itu adalah lukamu. Jika kita tidak segera mendapatkan penawarnya nyawamu akan terancam. " kata Lucas sambil menatap noda kehitaman yang mulai menjalar ke bagian tubuh Lucy yang lain.

"Sebenarnya kamu siapa?" tanya Lucy sambil memicingkan matanya. Sedari tadi ia curiga dengan sosok pemuda yang tiba-tiba memeluknya itu.

"A―aku bukan siapa-siapa" kata Lucas gugup.

"Maksudmu apa? Jika kamu bukan siapa-siapa, Mengapa kamu mengenal anggota Black Moon itu?" tanya Erza intens. Belum ada seorang anggota Fairy Tail pun yang bisa mengelak tatapan membunuh Erza.

"Erza, kamu menakutkan." Kata Gray takut.

"Diam!" bentak Erza. Seketika Gray langsung menciut ketakukan.

"Maaf, Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya," ucap Lucas sambil menggosok-gosok lehernya berusaha mengelak pertanyaan yang diberikan perempuan berambut merah itu.

"Mengapa?" tanya Erza jengkel sambil melangkah mendekati Lucas.

"Karena itu akan mengubah masa depan," jelas Lucas sambil menghindari tatapan si gadis scarlet itu.

"Kamu datang dari masa depan?" tanya Levy tiba-tiba.

"Eee.. maaf sebaiknya kalian tidak perlu tahu,"ucap Lucas gugup.

"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksa." ucap Erza

"Kemudian siapa mereka tadi?" tanya Gray penasaran.

"Berani-beraninya mereka merusak dan membuat Lucy terluka!" kata Natsu geram.

"Mereka adalah anggota dari Black Moon. Black Moon adalah salah satu guild kegelapan. Mereka melakukan kegiatan-kegiatan ilegal dan berbahaya, saat ini mereka sedang mencari Moon Stone." Jelas Lucas.

"Moon Stone?" tanya Lucy yang duduk disamping Natsu. Beberapa anggota Fairy Tail kembali ke aktivitas barunya yaitu membersihkan dan memperbaiki kerusakan di Guild.

"Sesuai dengan namanya, Moon Stone adalah sebuah batu yang berasal dari bulan. Namun itu bukan batu biasa, batu itu dapat memanggil seekor naga." jelas Lucas sambil duduk di atas meja. Lucas merutuk dalam hati karena ia akhirnya membocorkan sesuatu yang seharusnya ia rahasiakan.

'Haah…apa boleh buat, jika aku tidak segera menceritakannya, aku pasti akan didesak oleh mereka semua, sekarang ataupun nanti rahasia ini terungkap akan sama saja bagiku,' batin Lucas

"Benarkah?!" seru Natsu tidak percaya. Badannya ia gerakan sedikit hingga membuat Nuers berdecak.

"Sepertinya mereka akan menggunakan batu itu untuk menghacurkan Fiore, dan aku datang kesini untuk mencegahnya" kata Lucas.

"Ooooh, begitu rupanya. Tapi mengapa mereka datang ke sini dan menghancurkan guild kita?" tanya Erza penasaran

"Benar juga ya… Memangnya kita punya masalah apa dengan guild itu? Black Moon? Eem..Sepertinya aku tidak pernah mendengar nama Guild itu." tukas Mirajane sambil membersihkan puing-puing reruntuhan.

"…." Lucas tidak dapat menjawab apa-apa.

"Apa jangan-jangan salah satu dari kalian berdua tanpa sengaja menghancurkan guild mereka?" tanya Erza kepada Natsu dan Gray dengan tatapan menuduh.

"TIDAK MUNGKIN ERZA!, jika kami melakukan itu pasti kami akan mengingatnya" kata Natsu disusul oleh anggukan Gray.

"Mereka sepertinya mengenal kita semua, buktinya mereka mengetahui nama kita" kata Gray sambil menatap Lucy, Natsu dan Erza bergantian.

"Benar apa yang kau katakan Gray, sepertinya mereka mengenal kita," kata Erza sambil mengerutkan kening. Tiba-tiba percakapan mereka terhenti karena suara teriakan Lucy.

"AAaakh!" teriak Lucy yang tidak bisa lagi menahan sakit yang berasal dari lengan kirinya itu. Sekarang noda hitam itu sudah menjalar sampai ke bahu Lucy.

"Haah..haah..haah..," Lucy bernafas dengan berat "Teman-teman… aku…. Sudah tidak kuat lagi.." kata Lucy sambil menahan rasa sakit.

"Sebaiknya kita harus segera bertindak, kalau tidak Lucy―" kata Lucas tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.

"Lucy bertahanlah… kami akan segera mencarikan obat penawarnya" kata Erza dengan wajah khawatir. Tiba-tiba Lucas merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah pil.

"Lucy-san coba kau minum pil ini, mungkin ini akan sedikit meredakan rasa sakitnya," kata Lucas sambil menyodorkan sebuah pil berwarna hijau lumut ke arah Lucy. Dengan ragu Lucy meminumnya. Ternyata benar, pil itu dapat mengurangi nyeri di lengan kirinya.

"Terima kasih" kata Lucy malu-malu.

"Sama-sama. Tapi maaf Lucy-san, pil itu hanya bereaksi sementara, jika reaksinya hilang maka rasa sakitnya akan kembali" kata Lucas dengan nada menyesal.

"Kamu tahu dimana mereka?"tanya Natsu tiba-tiba sehingga membuat Lucy dan Lucas menoleh bersamaan.

"Tentu saja. Mereka di Xolium village."jelas pemuda berambut pirang dan bermata onyx itu.

"Dimana itu?" tanya Natsu lagi.

"Letaknya ada di sebelah timur Magnolia." jelas Lucas

"Ayo kita kesana."

"Tunggu sebentar…. Siapa namamu?" tanya Erza sambil menyibakkan rambut indahnya.

"Lucas." jawabnya singkat.

"Ok Lucas, .. Aku, Natsu, Gray, Gajeel dan kamu akan ke Xolium village. Sisanya jaga disini dan menunggu Master Makarov pulang." kata Erza memberi perintah.

"Juvia ingin ikut dengan Gray-sama~" kata Juvia sambil memeluk Gray. Gray langsung menggeliat dan berusaha keluar dari pelukkan Juvia.

"Juvia lepaskan!" seru Gray. Juvia langsung melepaskannya sambil cemberut.

"Juvia, kamu jaga guild kita." perinta Erza. Juvia langsung mengangguk dengan cepat dan kembali ke persembunyiannya.

"Thanks Erza." kata Gray sambil menghela nafasnya.

"Iya." timpal Erza.

"Kalian harus cepat pulang. Karena guild kita dalam keadaan kritis." kata Mira sambil menunjuk sebuah lubang besar di dinding. Natsu, Gray, dan Erza langsung menggangguk.

"Ora! Aku membara!" seru Natsu sambil berdiri. Lucy hanya bisa meringis melihat Natsu melakukan hal seperti itu. Lucas berjalan mendekati Lucy. Nuers pun menghilang kembali ke dunia roh bintang.

"Lucy-san. Kamu juga harus ikut ya… karena keberadaanmu akan sangat membantu" pinta Lucas.

"I―iya… tap..tapi―" jawab Lucy dengan gugup. Semburat merah melintas di pipi Lucy. Natsu yang menyadari itu hanya bisa terdiam. Ia memegang dadanya yang tiba-tiba berdenyut ketika melihat pemandangan itu.

"Perasaan apa ini? " tanya Natsu pada dirinya. Ia memegang dadanya sambil melirik Lucas yang sejak pertama kali bertemu tidak bisa melepaskan tatapannya dari Lucy.

.TBC.


OMG!. Akhirnya selesai juga chapter 2 ini. Rasanya lamaaaaaaa banget buatnya. -_-

Bagaimana minna? Aneh? (O_o)

Maaf kalau updatenya lama.

Thanks for Reading and Review ^_^

Erza : "Natsu, apa kau cemburu?!"

Natsu : "What?!"

Gray dan Gajeel mengangguk.

Natsu : "Ah menyebalkan! Author jangan buat cerita aneh –aneh!"

Ai : -_- kabur

Natsu : "Jangan Kabur!"

Lisanna : "Natsu cemburu?"

Teru-nee : "Itu bukan cemburu"

Ai : "iya itu bukan cemburu"

Natsu : "Weh! Kok kembali lagi"

Ai : "ya udah kabur saja." kabur |||-_-

Teru-nee : "Thanks for Reading and Review! Tunggu kelanjutannya ya!"