Sehun memainkan jari-jemarinya yang panjang dan kurus. Ditatap seperti ini oleh hyung-hyungnya membuat ia menjadi gelisah. Dia jadi seperti seorang pencuri yang sedang di interogasi.
"Ehem –" Jongin berdehem mencairkan suasana.
"Jadi Sehun katakan –" dia berhenti sejenak. "Apa yang kau ketahui sedang kami tidak?"
Yang ditanya hanya menggeleng pelan.
Kyungsoo datang mendekat dan memegang kedua tangan Sehun. "Kenapa tidak cerita? Siapa tau kami bisa membantumu."
"A-aku tidak tau apapun." Cicitnya pelan.
"Sehun, kita sudah berteman sejak kecil bukan?"
Sehun menatap Tao kemudian dia mengangguk.
"Kau tau apa artinya, 'kan?"
Dia menggeleng. "Itu artinya aku sudah mengenalmu dengan sangat lama Sehun! Kita bersahabat, 'kan?"
"Ya, tentu saja."
"Kalau begitu berceritalah kepada kita semua Sehun."
Sehun menatap hyung-hyungnya yang kini tengah menatap dia balik. Ada sebersit perasaan lega ketika ia menyadari bahwa hyung-hyungnya begitu peduli padanya.
Kemudian anak itu menghirup udara sebanyak-banyaknya. Dirasa sudah siap, ia pun mulai menceritakan semuanya dari awal hingga akhir. Termasuk bahwa ia baru mengetahui ternyata mate nya adalah seseorang yang bernama Luhan.
.
.
.
Mate © Bluelight-kun
Disclaimer : EXO milik agensi beserta orangtuanya, HanHun punya fans.
Warning : Yaoi, Typo(s), gak enak dlihat, werewolf!AU.
.
.
.
Sehun membawa kakinya berlari-lari kecil. Setelah ia menceritakan semuanya kepada para hyungnya, ia pikir mereka semua akan marah kepadanya. Namun nyatanya salah, mereka justru bernafas lega.
Kyungsoo hyung bilang dia sudah tau kalau mate Sehun adalah Luhan. Dia sempat kebingungan sejenak tapi Kyungsoo menjelaskan bahwa setiap orang, mereka mempunyai tanda atau sebuah simbol yang berbeda.
Milik Luhan adalah telepati. Terbentuk jelas diceruk leher Sehun.
Meskipun Kai sempat memarahinya karena tidak mengetahui bahwa yang telah dilakukan Luhan kepadanya adalah salah satu dari proses Mating. Tapi toh akhirnya Kai jadi tidak tega juga memarahi Sehun.
Bahkan Baekhyun hyung berkata bahwa Luhan bersekolah juga disini. Sehun senang sekali, rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutnya. Geli tapi menyenangkan. Dia baru merasakan hal yang seperti ini.
Jadi tujuan Sehun kali ini adalah menuju ruang kelas tiga. Meski tidak tau secara mendetail, tapi Tao berkata bahwa Luhan itu termasuk siswa jenius yang berada ditingkat akhir sekolah, dan salah satu flower boy juga!
Dia merasa beruntung sekaligus menyesal. Beruntung karena mempunyai mate seperti Luhan dan menyesal karena tidak tau bahwa Luhan satu sekolah dengannya. Iya, salahkan sikap anti sosialnya yang membuat ia menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar.
Sehun mencium ada aroma Luhan disini dan, bingo! Luhan berada tepat didepannya hanya berjarak beberapa meter dan membelakangi Sehun. Sepertinya sedang bercengkrama dengan teman-temannya.
Dia kemudian menarik ujung jas yang dikenakan oleh Luhan, membuat si empunya berhenti berjalan termasuk juga teman-temannya.
Luhan membalikkan badannya dan cukup terkejut. Meskipun sedikit ragu, dia kira bahwa aroma ini bukanlah milik matenya tetapi tebakannya benar. Matenya ada disini, tepat berada didepannya dengan wajah yang memerah.
"Sehun?" Tanya Luhan.
"Lu-Luhan." Cicit Sehun pelan.
Kemudian Luhan menatap teman-temannya, dan seakan mengerti apa yang Luhan katakan, mereka pun meninggalkan Luhan dan Sehun. Hanya berdua.
Sang alpha pun memegang tangan kecil omeganya yang masih memegang ujung jasnya dan menggenggamnya erat.
"Ada apa?" Luhan tidak bisa menahan senyumannya saat melihat wajah omeganya yang semakin memerah. Ugh, benar-benar menggemaskan.
"A-ano itu uhm a-aku—" Sehun berkata dengan terbata-bata, dia tidak tau harus bicara apa sekarang. Jantungnya berdetak sangat cepat.
"Merindukanku?" Tebak Luhan asal.
Sehun mendengus pelan meskipun rona merah terlihat begitu jelas diwajanya. "Percaya diri sekali." Yeah, meskipun tebakkan Luhan tidaklah salah, dia memang merindukan alphanya.
Pemuda yang lebih tinggi kemudian tertawa, dia sangat suka perubahan sikap Sehun yang mendadak, apalagi saat bibir tipis yang berwarna merah muda itu mencebik kedepan. Benar-benar lucu sekali. Luhan harus menahan sisi binatangnya agar tidak menyerang Sehun ditempat. Konyol memang.
"Aku akan mengantarmu kekelas." Ucap Luhan tenang.
Sehun memerhatikan Luhan dari ekor matanya. Bagaimana tubuh tegap itu berjalan, wajah tenang Luhan yang mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya. Sampai mata Sehun burgulir kebawah menatap bagaimana tangan alphanya menggenggam tangannya lembut, tapi juga begitu posesif.
Tidak lama kemudian kepalanya menggeleng cepat, kenapa dia jadi berpikiran seperti itu?
Dan sekarang giliran Luhan yang menatap Sehun dengan pandangan khawatir. "Ada apa?"
Sedang yang ditanya hanya menggeleng cepat –lagi.
"Kau yakin?" tanya Luhan memastikan.
Yang ditanya hanya mengangguk. "Ya –mungkin aku sedikit risih karena diperhatikan."
Tangan Sehun yang digenggam dikecup singkat oleh Luhan, kemudian pemuda itu tertawa. "Kau tidak suka jadi pusat perhatian?"
Demi Tuhan! Alphanya ini ingin melihat dia mati cepat ya? Rasanya Sehun ingin membenturkan dahinya ke tembok secara berulang!
"Biarkan saja mereka mengetahui hubungan kita. Bahwa Oh Sehun adalah mate dari Luhan, mengerti?"
Kali ini mata mereka bertubrukan. Hitam dan amber. Mereka bertatapan cukup lama, sampai Sehun memutuskan kontak matanya dengan Luhan.
Genggaman tangannya pada Luhan dieratkan sebagai jawaban.
"Pulang sekolah nanti aku akan menjemputmu." Ucap Luhan ketika mereka telah sampai di depan kelas Sehun. Anak itu hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Tautan tangan mereka terlepas.
Aneh. Rasanya ada sesuatu yang menjanggal ketika tautan tangan mereka terlepas. Sejujurnya Sehun enggan untuk melepaskannya, dia ingin sedikit lebih lama lagi bersama Luhan.
Setelah itu Sehun berjalan menuju kelasnya, tapi lengannya dicekal oleh Luhan.
"Ada a –"
"Aku mencintaimu."
"–pa?"
Luhan langsung bergegas pergi sebelum Sehun menyelesaikan kalimatnya, meninggalkan Sehun dalam lautan kebingungan.
Kenapa? Bahkan mereka baru saling mengenal belum berselang satu hari penuh. Tapi kenapa? Kenapa Luhan mengatakan bahwa dia mencintai Sehun dengan begitu mudahnya? Dan apa-apaan jantungnya ini yang berdetak lebih cepat dari yang sebelumnya.
Sehun kemudian memegang dada kirinya. Dengan suara pelan Sehun berkata. "Apakah seperti ini rasanya jatuh cinta?" tanyanya entah pada siapa.
.
.
.
"Apa kau sudah menemukan dimana keberadaan anak itu sekarang?" orang itu berkata pelan tetapi suaranya sukses meciptakan gema yang mengerikan diruangan gelap dan hampa itu.
"Cukup susah untuk melacaknya dengan baunya, karena anak itu sudah lama tinggal dikawasan mereka. Tapi tenang saja, anak buahku sudah menemukan keberadaan anak itu. My Lord."
Matanya melonjak lebar, mendapati sosok wajah seseorang yang dipanggilnya 'Lord' itu beberapa senti dari mukanya. Lehernya dicekik kuat-kuat, membuatnya kesulitan bernafas. Kemudian tubuhnya perlahan terangkat keudara.
Masih dengan mata bulat melebar, dengan lancangnya prajurit ini berani menangkap mata dingin berwarna merah darah pekat yang mengerikan itu. Tak ada hal yang bisa dilakukannya kali ini, selain membeku dan membiarkan ketakutan menggerogotinya dari dalam. Sampai akhirnya, seseorang yang dipanggil 'Lord' itu berbicara padanya dengan suara rendah.
"Jaga ucapanmu. Mulut kotormu tidak berhak berucap seperti. Panggil dia pangeran, karena kelak dia akan menjadi Raja yang menguasai kaum kebanggaanku."
Rahangnya kaku, lidahnya kelu, mulutnya setengah terbuka. Tak ada ucapan yang bisa prajurit itu lontarkan karena sepertinya syarafnya berhenti bekerja sepenuhnya. "M-maaf –kan ke –kelancangan s-saya. M-my –Lord."
Kemudian tubuh prajurit itu dilempar dan terhempas kuat-kuat hingga menimbulkan seara debuman keras yang memekikkan telinga.
Sang Lord kemudian berucap. "Segera bawa pangeran kesini. Kita harus cepat membawanya sebelum binatang-binatang itu menyadari keberadaannya dan menginginkannya."
.
.
.
Tawa yang mengerikan kemudian terdengar memenuhi ruangan gelap itu. "Aku tidak sabar menantikan kedatanganmu, cucuku."
A/N: yuhuuu~ saya nongol lagi *clingukan* masih adakah yang menanti epep ini? :3 maafkan kesalahan saya karena baru muncul sekarang *hikssuu* disini adegan HanHun nya sudah muncul-ssu!:'3 meskipun belum tahap anu-anu HAH!XD dan ohyaa akar permasalahan disini muncul jugaaa :') apakah ada yang sudah punya gambaran bagaimana alur cerita ini kedepannya?
beberapa pertanyaan yang akan saya jawab:
Q: Sehun gag sadar ya udah jadi matenya si Luhan?
A: di chap ini sudah terjawab ya chingu :D
Q: Apakah Luhan alpha terkuat?
A: pertanyaan akan terjawab dichap selanjutnya chingu XD
Q: Apakah Luhan punya saingan?
A: *manggut-manggut* tenang aja saingan Luhan udah ada kok, tapi bukan dari member EXO *tjeheee* XD
Q: Luhan udah nandain sehun tp belum jadi mate kn ?
A: yup. Luhan cuma ngelakuin salah satu prosesnya doang yaitu nandain. dengan kata lain mating mereka belum sempurna/kuranglebihbegitu/?*lol* disini Luhan punya alasan kenapa dia gak sampe ngelakuin anu-anu sama Sehun XD
Q: Luhan kenal Sehun drimna? dan dari reaksi Kyungsoo, dia pasti tahu sesuatu
A: pertanyaan akan terjawab di chapter depan-depannya lagi XXD
Q: luhan msh sklh jg gk?
A: jawabannya sudah ada dichap ini chingu ;)
kurasa jawabannya cukup untuk chap kemarin, semoga puas dengan jawabannya/lho/?'_'
Dan saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk kalian semua yang sudah menantikan FF ini *bow* semoga puas dengan chap duanya.
jangan lupa tinggalkan jejaknya chingu:'') karena jejak kalian sangat berarti untuk kelangsungan hidup epep ini :'D jangan jadi silent readers oke:"))
