Summary: Ini adalah kumpulan Behind The Scene dari seluruh fic Namikazecest saya. Warning: Gaje, OOC, Ngaco, Garing

A/N: Yang pernah membaca fic-fic MinaNaru saya pasti akan paham dengan scene-scene ini. XD


Naruto © Masashi Kishimoto

Behind The Scene Namikazecest © Viero D. Eclipse

Pairing: MinaNaru and many more

Genre: Humor

Rated: T

Warning: AU, Shonen-Ai, Gaje, Ngaco, OOC, Bahasa tak baku, Garing

Don't like? Don't read!


Based from fic "Fading Away"

Take 01 - Act 05 - Itachi's Message

Minato seakan tercekat mendengar itu. Naruto terus melangkah mundur dan mulai menjauh darinya. Minato mulai gentar melihat itu. Ia hentakkan kakinya dengan cepat untuk menjangkau replikanya itu.

"Na-Naruto, kau mau kemana?"

"Aku harus pergi, Minato. Semoga kelak kita bisa bertemu lagi..."

Lagi-lagi tersenyum.

Tetes air mata kebahagiaan itu masih melumuri paras Naruto.

Minato pucat.

Tidak. Tak seharusnya ini terjadi.

"Na-Naruto, tunggu! Jangan pergi, Naruto! NARUTO!"

Terlambat. Naruto sudah pergi meninggalkannya. Pemuda itu sudah tak lagi nampak di hamparan indra penglihatannya. Minato seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Mengapa Naruto bisa semudah itu meninggalkannya lagi? Mengapa ia bisa seenaknya mempermainkan perasaan Minato seperti ini? Seburuk itukah Minato? Seburuk itukah dirinya sampai-sampai Naruto tak menginginkannya?

Naruto meninggalkannya lagi...

Mengapa?

Minato seakan membeku dengan realitas pahit itu. Kedua cobaltnya tampak keruh. Rintik hujan mulai jatuh ke hamparan bumi. Ia biarkan tubuhnya dalam keadaan basah kuyup seperti itu.

"Naruto..."

Ia hanya dapat berbisik singkat. Tertunduk pilu tak melakukan apapun. Tubuhnya mulai menggigil.

Semua berakhir tanpa sebuah jawaban yang pasti.

Triit! Triit!

Tak membutuhkan jeda lama, sebuah getaran mulai terasa di saku celana Minato. Ponselnya bergetar. Pria tampan itu lekas mengambil ponselnya dan mulai menatap layar ponsel. Ada sebuah pesan masuk. Alisnya bertaut saat melihat isi pesan itu.

From: Itachi

Tolong jangan lupa untuk ngeborong kolor-kolor murah di pasar Sennen. Ada discount ampe 95%! Fugaku juga nitip beliin kolor motif kembang warna ungu!

"WADEFAK?"

GEDUBRAAAAAKKKKZZZZ!

"CUT! CUUUUTTTT! WOII! SMS APAAN TUH? ITACHI SALAH SMS!" Lagi-lagi sebagai seorang sutradara, Tsunade mulai protes. Segenap kru, para aktor dan bahkan Minato yang sempat ambruk ke bawah, mulai kembali bangkit dengan raut aneh di paras mereka masing-masing.

"I-Ini sebenernya kenapa sih? Kenapa Itachi-san smsnya begitu?" Naruto mulai menatap ke arah Minato yang kini juga masih memaparkan raut syok. Sang pelaku utama, Uchiha Itachi, lekas mengklarifikasi hal itu.

"Ah, go-gomen, minna-san. Sebenernya itu sms dari mama Mikoto. Aku tadi salah pencet jadinya tuh pesan langsung terkirim ke nomernya Minato. Gomen. Hehehehe..."

"Jiaaaaahhh..." semua hanya dapat memutar bola mata mendengar itu. Dengan berat hati, Tsunade kembali mengumandangkan komandonya.

"Baiklah! Terpaksa scene ini harus diulang!"


Take 02 - Act 05 - Itachi's Message

Scene sms, diulang lagi~

Terlambat. Naruto sudah pergi meninggalkannya. Pemuda itu sudah tak lagi nampak di hamparan indra penglihatannya. Minato seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Mengapa Naruto bisa semudah itu meninggalkannya lagi? Mengapa ia bisa seenaknya mempermainkan perasaan Minato seperti ini? Seburuk itukah Minato? Seburuk itukah dirinya sampai-sampai Naruto tak menginginkannya?

Naruto meninggalkannya lagi...

Mengapa?

Minato seakan membeku dengan realitas pahit itu. Kedua cobaltnya tampak keruh. Rintik hujan mulai jatuh ke hamparan bumi. Ia biarkan tubuhnya dalam keadaan basah kuyup seperti itu.

"Naruto..."

Ia hanya dapat berbisik singkat. Tertunduk pilu tak melakukan apapun. Tubuhnya mulai menggigil.

Semua berakhir tanpa sebuah jawaban yang pasti.

Triit! Triit!

Tak membutuhkan jeda lama, sebuah getaran mulai terasa di saku celana Minato. Ponselnya bergetar. Pria tampan itu lekas mengambil ponselnya dan mulai menatap layar ponsel. Ada sebuah pesan masuk. Alisnya bertaut saat melihat isi pesan itu.

From: Itachi

Chi, tolong ya, majalah ama kumpulan CD-CD porno punya papa, kamu sembunyiin di laci dalem lemari punya papa. Ntar papa beliin es cream deh~

...

...

Jawdrop.

"GOMEN! ITU SMS DARI PAPA FUGAKUUU!"

GUBRAAAAAKKKKSSS!

"CUUUUT! CUUUUT! ULANG LAGI! ULAAAAAANG!" Tsunade kembali frustasi. Minato hanya dapat menatap Naruto dengan pandangan aneh.

"Aku gak nyangka kalo Fugaku ternyata begono..."

"Sama. Aku juga gak nyangka. Bokap loe, Sas... ckckckck..."

Sasuke hanya sweatdrop dengan hal itu.


Take 03 - Act 05 - Itachi's Message

Scene diulang. Lagi.

Minato seakan membeku dengan realitas pahit itu. Kedua cobaltnya tampak keruh. Rintik hujan mulai jatuh ke hamparan bumi. Ia biarkan tubuhnya dalam keadaan basah kuyup seperti itu.

"Naruto..."

Ia hanya dapat berbisik singkat. Tertunduk pilu tak melakukan apapun. Tubuhnya mulai menggigil.

Semua berakhir tanpa sebuah jawaban yang pasti.

Triit! Triit!

Tak membutuhkan jeda lama, sebuah getaran mulai terasa di saku celana Minato. Ponselnya bergetar. Pria tampan itu lekas mengambil ponselnya dan mulai menatap layar ponsel. Ada sebuah pesan masuk. Alisnya bertaut saat melihat isi pesan itu.

From: Itachi

Woi, coy~ Ntar jangan lupa buat ngikut dugem di klub malem AKATSUKI bareng mas Pein, bu Konan, jeng Dei(?) ama kakanda Sasori. Hari ini DJnya bung Hidan! Mantep oiyy~ Ntar kita pulang naek becak aja! Hemat biaya, Chi! Lagian motor gue masih di bengkel!

GUBRAAAAAKKKKSSS...

"GOMEN! ITU SMS DARI KISAMEEE! HP GUE EMANG RESEK PARAH NIH! DAMN!"

"UDAH, CHI! DIKAU PAKE HPKU AJALAH! HPMU GAJE! SEMUANYA! KITA ULANG LAGI SCENE-NYAAA!"

Semua hanya dapat menghela napas pasrah dengan hal itu. Semoga ponsel milik Tsunade tidak se-gaje milik Itachi.


Take 04 - Act 05 - Itachi's Message

Minato seakan membeku dengan realitas pahit itu. Kedua cobaltnya tampak keruh. Rintik hujan mulai jatuh ke hamparan bumi. Ia biarkan tubuhnya dalam keadaan basah kuyup seperti itu.

"Naruto..."

Ia hanya dapat berbisik singkat. Tertunduk pilu tak melakukan apapun. Tubuhnya mulai menggigil.

Semua berakhir tanpa sebuah jawaban yang pasti.

Triit! Triit!

Tak membutuhkan jeda lama, sebuah getaran mulai terasa di saku celana Minato. Ponselnya bergetar. Pria tampan itu lekas mengambil ponselnya dan mulai menatap layar ponsel. Ada sebuah pesan masuk. Alisnya bertaut saat melihat isi pesan itu.

From: Itachi

Jeng, ntar jangan lupa laundry-nya bisa diambil sore ini juga. Trus itu pakaian dalemnya jeng yang motifnya totol-totol macan itu warnanya agak luntur, Jeng. Sorry. Oh ya, Jeng. Sama mau ngingetin juga kalo biaya laundry-nya jeng udah nunggak 3 bulan. Harap dibayar ya, Jeng. Thanks.

...

...

Hening.

Semua mulai menatap Tsunade. Wanita sutradara itu sudah tampak mematung dengan wajah merah.

"Kenapa kalian menatapku seperti itu, hah! Itu sms dari departemen laundry langgananku!"

Hening.

Tsunade semakin memerah.

Itachi hanya dapat sweatdrop dengan kesalahan yang ia lakukan.

"Sepertinya aku gak bakat make Hp..."


Take 01 - Act 06 - Grave

Minato lekas menuruti perintah di pesan Itachi. Dengan perasaan berkecamuk, ia langkahkan kakinya ke arah utara hingga sebuah dinding batu di perbatasan taman mulai menghantam penglihatannya. Sebuah gapura besar menghadangnya dan ia pun mulai masuk ke dalam. Dan alangkah syoknya ia setelah tahu areal apa yang ia tapaki itu.

Sebuah pemakaman...

Dan di hadapannya, sudah tampak Itachi dan Sasuke yang terduduk di dekat sebuah batu nisan. Minato semakin kalut. Untuk apa mereka menyuruhnya untuk masuk ke areal pemakaman seperti ini?

Dan nisan siapa itu?

Sasuke dan Itachi tampak mengenakan baju hitam. Uchiha muda terlihat meletakkan seikat bunga di dekat nisan itu. Dan Minato seakan berparas horor saat menatap ukiran nama yang ada di nisan itu.

.

.

.

DUDA SEKSEH UCHIHA MADARA (?)

GUBRAAAAAAAAKKKKKKSSSSSSSSS!

"ASTAJIM! CUT! CUUUUT!"

Semua orang ambruk ke bawah dengan posisi yang tidak elit. Madara tiba-tiba masuk ke dalam lokasi syuting dan mulai emosi.

"WOOIII! KENAPA NAMA GUE ADA DI NISAN ITU, HAH! GUE BELUM MATI, KAMPREEET!"
Semua orang sweatdrop mendengar itu. Tsunade hanya dapat menggaruk belakang kepalanya dengan sangat canggung.

"GOMEN, MAD(?)! INI YANG BIKIN NISAN KAYAKNYA LAGI KATARAK MATANYA!"

"Jiaaahhh..."

Dan semenjak itu, semua orang pun tahu bahwa dalam proses pembuatan fic Angst, suasana syuting pun tak selamanya harus... angst.

TBC


A/N: Jiahahahaha! Kembali ke dalam Gaje-ness~ Makasih buat semua yang udah mau ngereview atau bahkan masukin nih fic Gaje ke dalam Fave! Buset... hahahah! Padahal nih fic cuman iseng aja lho. XD Thanks Btw!

Balesan review:

Sarah avengeance: Thanks juga udah review, sis! Ehehehehe! :D

Uzumaki Andin: Senang bisa menghibur Anda juga~ Ahahahaha! XD

via-SasuNaru: Makasih buat ucapan welcomenya! Tenang, D-cest tetep prioritasku. Aku makin cinta ama tuh pair. Fuhuhuhuhu! xD

Angelic Heaven: Wakakakakaka! Syukur deh nih fic gaje bisa menghibur. Thanks reviewnya, Honey! =D

Chi-anak'baik: Makasih buat reviewnya! Syukur deh bisa menghibur! =)

muthiamomogi: Amien! Mohon doanya ya! xD Semoga aku bisa ngontribusiin beberapa fic MinaNaru lagi di FNI ini~

Cui'Pz Cherry: Wkwkwkwkwk... syukur deh klo lucu. Thanks banget buat reviewnya, Cui~ xD

Wokeh, sampai jumpa di chap berikutnya. Tunggu aja, fic MinaNaru apalagi yang akan kutunjukin Behind The Scene-nya. Keep stay tune and REVIEW again if you don't mind~ :3

Jaa~