Naruto milik Masashi Kishimoto, saya hanya mengarang cerita dengan menggunakan karakter naruto.
Selamat Membaca :3
Forget us not
chapter : 1
"Siapa Kau?"
Gelap...
Aku berdiri di tempat yang gelap, sangat gelap. Aku tak tahu dimana aku. Di tempat ini, aku tidak bisa melihat cahaya. Namun aku dapat mendengar suara. Suara perempuan yang lain, bukan suara Ibuku. Suara perempuan yang tidak asing lagi bagiku tetapi aku tidak mengenalnya.
"Naruto.." lagi-lagi suara itu. Aku tidak tahu siapa pemilik suara ini, sehingga aku hanya diam tanpa menjawabnya. Suara itu terus bergema dikepalaku. Sungguh, aku merasa pusing. Semakin keras suara itu, semakin lemah tubuhku, aku tak kuat berdiri sehingga aku menjatuhkan badanku ke bawah dan memegang kepalaku.
"HENTIKAN!"
Terang...
Seketika aku bisa melihat cahaya... Aku dapat melihat sinar lampu yang ada di langit-langit. Aku membiasakan mataku untuk dapat melihat sinar lampu dengan jelas. Sambil membiasakan mataku, aku mulai mendengar suara mesin yang berasal dari alat medis ang berada di sekitarku.
Ah... aku baru sadar. Aku berada di tempat ICU di suatu rumah sakit karena banyak sekali alat-alat medis yang berada di sekitarku dan aku melihat seorang dokter yang mengenakan pakaian lengkap beserta masker dan jubah putih kebanggaan dokter, ekspresinya terlihat lega? Mungkin, aku tidak tahu tetapi hanya menebak dari pandangan matanya saja. Ingin rasanya aku bertanya ada apa, tetapi saat aku membuka mulutku dan ingin bersuara, suara yang kuinginkan tidak keluar. Hanya angin yang keluar dari mulutku tanpa menghasilkan suara. Badanku terasa berat untuk digerakkan, bahkan tangan kiriku sudah tak bisa kurasakan lagi.
Haha... ini hanya mimpi... aku yakin itu. Aku hanya butuh istirahat lagi, ini efek karena aku terlalu banyak bergadang untuk belajar ujian tengah semester.
0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0
"Naruto, kau tidak apa-apa?"
Aku mendengar suara Ibuku, kurasakan kehangatan ketika beliau memegang tangan kananku. Aku menatap wajah Ibuku, mukanya terlihat lelah. Disamping Ibuku, ada Bapakku yang berdiri disampingnya, muka beliau juga terlihat lelah. Kenapa semua orang terlihat lelah, itulah yang kupikirkan, sampai aku sadar bahwa yang tadi kulihat bukan mimpi, melainkan kenyataan. Aku dirawat di rumah sakit. Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku?
Seperti membaca pikiranku, Ibu mulai menjelaskan apa yang telah kualami. Beliau menjelaskan aku mengalami kecelakaan. Kecelakaan ini terjadi saat kami sedang jalan-jalan ke suatu tempat hiburan. Saat itu aku berusaha membantu anak kecil untuk menyebrang jalan, saat aku ingin kembali ke tempatku, ketika menyebrang, sebuah truk melaju cepat ke arahku. Kecelakaan tak bisa dihindari. Setelah menabrakku, truk tersebut juga menabrak suatu restoran hingga tempat tersebut hancur, beberapa pengunjung yang sedang makan pun terluka, namun syukurlah, mereka hanya terkena luka kecil seperti pecahan kaca atau yang memar dibagian tubuh mereka.
Lukaku lumayan parah, begitulah kata Ibuku. Tangan kiriku patah, kaki kiri hampir patah tetapi urat kaki kiriku putus, intinya bagian tubuhku sebelah kiri mengalami luka paling parah karena langsung terkena truk itu, sedangkan tubuh bagian kanan tetap sama sakitnya hanya saja tidak terlalu parah seperti bagian kiri.
Haha... yang penting aku masih selamat.
Setelah itu, dokter datang kepadaku dan menjelaskan bahwa tenggorokkanku masih sakit untuk digunakan menelan makanan yang keras sehingga aku harus memakan makanan yang memiliki kandungan air yang banyak untuk saat ini seperti bubur. Alasan kenapa suaraku belum bisa keluar, aku tidak tahu, penjelasan dokter terlalu panjang, yang aku tahu hanyalah suaraku akan kembali lagi seperti biasa hanya saja membutuhkan waktu tiga hari lagi agar dapat bersuara normal.
Ternyata aku sudah beristirahat di rumah sakit ini selama satu minggu, lama juga ya. Saat itu juga Bapak dan Ibu bergantian menjagaku, bahkan Bapak rela mengambil cuti untuk menemani aku dan Ibu di rumah sakit. Setelah aku sadar, kedua orang tuaku sangat senang. Aku juga senang. Selama satu minggu ini, aku berada di dunia yang gelap yang mana hanya ada suara seorang perempuan yang memanggilku.
Masalahnya, yang jadi kebingunganku adalah aku tidak mengikuti ujian tengah semester. Aku sudah belajar sungguh-sungguh demi mendaptkan peringkat satu untuk mengalahkan Uchiha Sasuke, manusia sok keren yang menjadi pujaan para hawa tetapi sombongnya bukan main.
Pintu kamarku terbuka, terlihat ada beberapa temanku yang mengunjungiku. Aku terharu, mereka mengunjungiku saat aku sedang sakit. Memang mereka teman terbaik, tapi aku melihat ada Sasuke! Wah! Kena demam apa orang ini sampai mengunjungiku segala HAHA. Mereka membawakanku buah dan bunga sebagai buah tangan mereka dan aku hanya bisa membalas perkataan mereka dengan senyuman karena untuk saat ini aku tidak bisa menjawab omongan mereka. Sasuke adalah orang yang terakhir keluar dari kamarku, sebelum ia keluar ia mengatakan,
"Cepat sembuh, Bodoh! Kelas tanpa kebodohanmu itu sepi sekali."
Kata-kata yang menyebalkan namun membuatku ingin tertawa, ia merindukanku.
HAHA.
CUIH!
Kata 'BODOH' itu jangan diulangi dua kali!
Membuatku emosi saja.
Walaupun aku senang. Argh!
"Naruto.."
Suara ini, suara yang kudengar selama aku berada di kegelapan mimpiku. Aku langsung menoleh ke sumber suara ini berasal. Kulihat seorang perempuan yang sepertinya sebaya denganku, ia berambut lurus yang panjangnya sebahu, memiliki warna rambut merah muda, berwajah oval, memiliki warna mata hijau tua, dan ekspresi mukanya terlihat lelah, karena aku bisa melihat kantong mata di sekitar matanya.
'Siapa kau?'
Kata-kata inilah yang ingin kulontarkan kepadanya, sayangnya suaraku tak bisa keluar untuk saat ini.
Sesungguhnya, siapa kau?
TBC
0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0—0
Balik lagi setelah setahun lebih menghilang haha. gegara draft ff yang udah dibikin keformat di notebook jadi mau gak mau harus tulis ulang lagi hoho dan sekarang idenya baru kembali muncul, jadinya baru bisa nulis lagi hehe.
Makasih buat yang udah baca ^^ , maafin untuk ini pendek dulu yaa hehe
