Shi: Akhirnyah! AKHIRNYAAH!! Saia bisa ngetik ini juga!! Maav lama!! Gara-gara adek lagi ujian, saia ga boleh nyalain komputer selama beberapa hari, akibatnya SAIA GA BISA MAIN KOMPUTER SELAMA BEBERAPA HARI!! THAT'S THE TRUE HORROR!! Sementara bocah edan itu ternyata malah main tiap hari di warnet. Awas aja, ratain ama tanah ntar pas pulang. WTF?? KOK SEALONLINENYA GA BISA DIMAININ?? –nabok komputer-
Matt: Woi mba! Mendingan terusin tuh fict…
Shi: OKEH!!
Disclaimer: I don't own Detnot… suer…sumpa…
Warning: Makin ancur karna sang author lagi bad mood.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
MELLO AND MATT'S 'MISSION'!!—part 2
Yak… akhirnya… sekarang bisa kita lihat—atau lebih tepatnya membayangkan—Mello berdiri di depan cermin dengan wajah pucat penuh bedak, lingkaran hitam di bawah mata, baju terusan putih dengan corak darah di bagian dadanya, dll. Kalau ditambah wig rambut hitam panjang, maka jadilah dengan sukses Sadako versi jadi-jadian alias Sundel Bolong!! (JRENGJRENGJRENG)
"Gimana Matt, udah keliatan serem belom?" Tanya Mello sambil melihat bayangannya sendiri di cermin dengan pose narsis. Matt yang sekarang berdiri di sampingnya, ngeliat Mello dari atas ampe bawah, kepala pundak lutut kaki lutut kaki (loh?)
"Ahahaha… kalo elo sih ga usah kayak gini juga udah serem!"
-BLETAK-
"Aw!"
"Sekarang giliran lu…" kata Mello sambil memegang bedak dan segala properti lainnya. Nyengir.
"Hah? Gue juga?"
"YA IYA LAH!!" jawab Mello dengan pasti. "Matt, cepat lepas itu!!"
Matt yang mendengar perkataan Mello barusan langsung blushing dan dengan OOCnya bertingkah malu-malu. "Mel, ternyata… ah, jangan sekarang..."
"Hah? YANG GUE MAKSUD LEPAS GOGGLE, BUKAN LEPAS BAJU LO!!"
"Oh… yah…" Matt malah ketawa-ketawa ga jelas. Mello merinding. Apa yang tadi dia pikirin? Mencurigakan…"Eh, tunggu dulu! Gue ga mau ngelepas ni goggle! GA MAU!! Gue ma goggle ini udah jadi solmed! Ibarat kamar mandi ma WCnya!!"(-sweatdropped- ga ada perumpamaan yang lebih bagus?)
"MANA ADA HANTU PAKE GOGGLE, GUOBLOK!!"
"Ya kali aja ada, hantu modern taun 2008…"
"Dasar dodol. Udah lepas ajah! Mata lu ga bakal bintitan lepas goggle doang!!" kata Mello sambil melepas gogglenya dengan paksa. Terpampanglah wajah Matt yang keren bin ganteng tanpa goggle, matanya yang tajam dan…KYAAA!!—MATT FANGIRL MODE: ON— Hah? Ehem… —MATT FANGIRL MODE: OFF—
Setelah melalui berbagai macam pergulatan (halah) dan make over dari Mello, (tunggu dulu, Mello punya kosmetik? Jangan-jangan…)jadilah Matt dengan penampilan yang…ehm, maksudnya sih maunya jadi zombie, tapi yang ada malah keliatan kayak hasil blasteran zombie ama zebra (nah lo, kayak apaan tuh) karena bajunya tetep garis-garis.
'Sialan…' pikir Matt dalem hati.
"Hmm… rasanya ada yang kurang…" Mello mengamati baik-baik penampilannya Matt. "OH IYA!!" serunya sebelum pergi mengambil sesuatu lalu kembali lagi sesaat kemudian. Apa yang dia bawa? Sambel Indopud. (versi abal dari Indofood) "Pake ini aja! Pura-puranya ini darah. Kan kalo gelap mirip tuh…"
"Iya juga! Pinter juga luh, Mel!!"
"Iya dong, Mello githu loch!" kata Mello dengan bangga dan narsisnya, sambil mengoleskan sambel itu ke wajah Matt, di pipinya, dekat mata, katanya sih supaya kelihatan kayak nangis darah. Yah, awalnya sih ide ini dianggap ide brilian bin jenius, tapi tak lama kemudian…
"HAAH!! MATA GUE! MATA GUE!! MATA GUE PEDIH!!" tereak Matt histeris.
Kesimpulan: Sambel + Orang bego + Mata sama dengan Dudulism?
-
Berhubung pake sambel malah berakhir dengan kelaknatan, akhirnya mereka memutuskan untuk memakai selai stroberi—hasil nyolong dari B—buat pengganti darah. (catatan: Mereka ga kepikiran aja, kalau ada yang lebih bagus buat kayak gituan, yaitu CAT AIR MERAH. Sementara cat itu dengan indahnya tergeletak dia atas meja tanpa dianggep keberadaannya sama skali. Intinya, sebenernya mereka ga perlu susah-susah nylong segala. Wakaka…ah sudahlah…)
"Oke!! Segala persiapan selese!! Ayo mulai!!" seru Mello dengan penuh semangat 45 berjalan keluar dari kamar mereka dan memasuk koridor. Sementara tampang Matt kucel, ngucek-ngucek matanya yang masih merah dan belekan gara-gara tragedi sambel berdarah(?) tadi.
-KREK-
"Paan tuh?" kata Mello, ngerasa nginjek sesuatu yang keras.
"GOGGLE GUEEEEE!!NOOOOO!!" kali ini Matt beneran nangis darah. Ngga deng.
-:MISSION START!:-
Mereka berjalan menelusuri salah satu koridor Wammy's House yang saat ini sangat sepi dan hanya diterangi cahaya bulan yang masuk dari jendela.
"Hmm, kok sepi ya?" Tanya Mello sambil celingak-celinguk.
"Barangkali udah pada masuk ke habitat, eh kamarnya msaing-masing, atau masih pada ngumpul di ruang utama?" ujar Matt. Udah tenang karena merelakan gogglenya yang udah almarhum.
Tiba-tiba ada seseorang yang tidak dikenal muncul sekelebat. "Kwrik kwrik kwrik, untyung adha jwngkhwrik, jwadhinyah ga sephwi dewh!" Mendadak ilang lagi.
"…" Sweatdropped.
"Apaan tadi?"
"Au."
Beberapa saat setelah mereka kembali berjalan, pandangan mereka menangkap sesosok anak perempuan berambut pirang dikuncir dua sedang berjalan membelakangi mereka.
"Ah! Itu Linda!!"
-:TARGET ACQUIRED!:-
Dengan perlahan mereka mengendap-endap mendekati Linda lalu sekonyong-konyong mereka tereak bareng, mengagetkan cewek itu.
"Boo!!"
"EH MONYONG, EH BUJUG BUSET! SETAN!! KYAAAA!!" tereak Linda (plus latah) ketakutan melihat makhluk jadi-jadian yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
-:TARGET SUCCESSFULLY DEFEATED! GAIN 143 EXPERIENCE POINT!:-
Mello dan Matt cuma bisa ketawa terbahak-bahak ngeliat Linda yang terus tereak karena shock.
…SEJAM KEMUDIAN…
Linda masih tereak.
"Woi! Uda woi!!" kata Mello berusaha menyadarkan Linda yang udah ga tau lagi di dunia mana. Sementara Matt malah cengo.
…SEJAM KEMUDIAN…
Linda tetep tereak.
"Ah, sudahlah…" kata Mello sambil meninggalkannya bersama Matt dengan cueknya. Anggep aja kaset rusak.
Mereka pun mendatangi target-target lainnya. Ada yang tereak histeris…
-:GAIN 150 EXPERIENCE POINT!:-
Ada yang pingsan…
-:GAIN 167 EXPERIENCE POINT!:-
Ada yang ampe ayan dan jantungan…
-:GAIN 180 EXPERIENCE POINT!:-
Dll…
-:LEVEL UP!:- (Woi woi, kok jadi kayak main videogame gini??)
"Ahahaha… ternyata nakut-nakutin orang tuh asik juga!" kata Matt sambil ketawa dan berjalan mengikuti Mello.
"Iya kan?? Ya kan?!" kata Mello seneng, ketawa-ketawa laknat.
Sementara mereka terus berjalan, tiba-tiba Matt mendengar suara yang tidak asing lagi, entah dari mana. "Sst! Ada suara Roger!" Mereka pun berhenti bergerak dan menajamkan pendengarannya untuk mencari arah datangnya suara.
"…I love you…" terdengar lagi suara Roger dari arah teras. Terdengar dia sedang mengobrol dengan seseorang. Eh tunggu dulu, tadi apa katanya?
"Roger lagi ngomong ama sapa?" bisik Mello."…ngomong 'I love you' gitu. Emang dia punya pacar?"
"…Mencurigakan…" bisik Matt sambil berpose ala detektif yang menemukan tersangka. (tapi penampilannya tetep hasil jogres zombie ma zebra) " Udah tua gitu… Jangan-jangan Roger itu pedo?!" Bisa mereka bayangkan Roger dengan tampang mesum nyulik salah satu anak Wammy's House buat dicabuli. BUSED?? Karena penasaran, akhirnya mereka berjalan mengendap-endap tanpa suara, hendak mengintip dari pinggir pintu teras supaya bisa melihat, siapakah 'kekasih' Roger itu.
Lalu, yang terlihat adalah…
TBC…
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
Shi: JRENGJRENGJREENG!! Ui, jangan berpikiran macem-macem dulu. Pokoknya tunggu aja chapter berikutnya! Coba tebak, Roger lagi bareng ma sapa?! REVIEW!! REVIEW!!
Bocah edan: -pulang dengan tampang tak bersalah-
Shi: -nuang kopi panas di atas kepalanya-
Bocah edan: AGH!! -mati menggenaskan-
Shi: MWAHAHAHAHAHAH! I'M EVIL!!
