Unexpected Visit
Genre: Friendship, (little) Romance
Rating: T
Main Characters: Shinichi and Kaitou KID
Pairing: KaiShin/KIDShin
Warning: Shinichi POV, OOC, pendek, gaje, plus Shonen-Ai alert! (don't like it? don't read it! ==;)
.
Disclamer:
Detective Conan © Aoyama Gosho
Unexpected Visit © S4viRa deMSN
.
Summary: Setelah aku pulang dengan hampa, aku melihat dia sedang berada di rumahku. Aku berpikir, apa yang ingin dia lakukan di sini?
Hampa, pulang dengan tangan kosong.
Yaah, hanya itu yang bisa aku komentar kepada diriku sendiri, Shinichi Kudo yang pada malam ini, gagal lagi menangkap seorang pencuri yang terkenal layaknya Kaitou KID. Sembari aku sudah di dalam rumah keluargaku, aku masih saja memikirkan malam pencurian yang aku pikir merasa "sia-sia saja".
Seperti biasa sama seperti malam pencurian sebelumnya, dia mencuri permata yang dia incar, rombongan Polisi yang salah lokasi tuk mengejarnya, dirinya yang bersembunyi di atas atap gedung, dan lain-lain. Dan pada puncak pertunjukannya, aku dan dia bertatap muka kembali, berbicara yang (mungkin) tidak begitu penting, sampai akhirnya kami berdua pun bertarung habis-habisan.
Parahnya lagi, aku selalu saja terkena peluru kartu dari senjata khususnya tersebut, dan tendangan bolaku yang sudah mencapai maksimal pun melenceng dari target. Hingga akhirnya, KID pun melarikan diri bersama permata yang telah dia curi dengan handglidernya, dan aku pun langsung pasrah ketika aku mengetahui aku gagal lagi menangkap si-pencuri-sombong-tersebut.
Tetapi berbeda pada malam ini, sebelum dia pergi terbang menuju langit malam, dia memberikan sebuah "surat lisan" kepadaku. Hingga aku masih memikirkan sampai sekarang..
"Aku merasa sedih kalau aku hanya bisa melihatmu pada malam pertunjukanku, Tantei-kun. Aku harap, aku bisa melihatmu lagi di luar waktu pertunjukkan."
Yang paling heran dari "surat" tersebut ketika KID sedih hanya karena aku? Dan apa benar kalau dia akan mengunjungiku? Ah, itu tidak mungkin.
Daripada memikirkan itu, aku langsung saja menuju ruang perpustakaan, yang juga menjadi ruang favoritku di rumahku untuk menenangkan diriku membaca novel-novel Holmes yang dikarang oleh novelis favoritku. Ketika aku melangkah ke ruangan tersebut, langkahanku terhenti di depan sebuah pintu yang masih setengah terbuka, dan sedikit menyinarkan lorong yang gelap dengan sebagian cahaya dari dalam ruangan tersebut. Aku heran, sejak kapan pintu tersebut sengaja dibuka? Padahal aku sudah menutupnya dengan rapat sebelum aku pergi ke TKP beberapa jam yang lalu.
Dengan sedikit tegang, aku langsung memasuki ruangan tersebut dengan ratusan, atau mungkin ribuan buku yang telah diatur di rak-rak buku yang mengelilingi ruangan tersebut. Ketika aku memasuki ruang perpustakaan, aku mendengar suara dengkuran yang halus, meskipun sedikit keras. Ternyata benar, ada "penyusup" yang datang dan masuk ke ruangan ini. Tetapi yang lebih heran lagi, ketika aku melihat seorang penyusup yang ternyata adalah sang Kaitou KID yang telah-membuatku-gagal-menangkap-dia-malam-ini, tertidur pulas di sofa yang empuk yang biasanya menjadi tempat dudukku dikalau aku sedang membaca buku, dengan monocle yang masih terpakai di mata bagian kanannya, dan topi pesulapnya yang tergeletak di lantai, membuatku bisa melihat rambut hitam kecoklatannya yang sedikit berantakan.
Aku hanya berpikir, apa yang ingin dia lakukan di sini?
Kalau aku masih ada mood untuk sekarang, bakal aku panggil polisi untuk datang ke sini, dan dia akan dipenjara. Tetapi, entah mengapa diriku merasa hening, dan entah dari mana, wajahku mulai memerah ketika aku melihat seorang pencuri putih tidur dengan pulasnya. Tunggu dulu, mengapa aku jadi memerah begini? Padahal dia sendiri lagi tertidur dengan pulas begitu, kok malah aku yang bereaksi? Tadinya aku mau membangunkannya, tetapi karena merasa aku akan mengganggu mimpinya yang masih berjalan di alamnya, aku hanya bisa tersenyum dan ingin meninggalkannya dan keluar dari ruangan tersebut.
Pandanganku langsung menuju meja yang berada di dekat sofa yang telah ditatakkan sesuatu di atasnya. Aku yang ingin keluar, malah mengarah menuju benda tersebut yang ternyata sebuah cangkir putih dengan gambaran doodle KID yang terukir disitu. Kuambil cangkir tersebut, dan melirik ke arah isi cangkir tersebut yang berisi sebuah kopi moka panas, yang akan mendingin karena terlalu lama disimpan di meja tersebut, dan aku yakin kalau minuman tersebut belum ada yang meminumnya, bahkan oleh KID sekaligus.
Kulirik KID yang masih tertidur, dan aku pun berpikir kalau apa dia yang membuat kopi moka panas ini khusus untukku? Untuk detektif kritikus favoritnya? Aku pun tersenyum dan langsung meminumnya. Badanku mulai terasa lega nan hangat setelah aku meminum kopi moka yang hampir dingin tersebut, dan aku hanya berbisik kepada KID, "Terima kasih atas kopi mokanya." dengan wajahku yang tersipu malu. Ketika aku menaruh cangkir ke meja, aku melihat sepucuk kertas yang mungkin disimpan di dekat cangkir tersebut. Segera aku mengambilnya, dan melihat isi dari kertas (atau aku sebut saja surat) tersebut:
.
Aku membuat secangkir kopi moka ini hanya untukmu, Tantei-kun. Karena aku tahu kalau kamu bakal kecewa tidak bisa menangkapku malam ini.
Meskipun hanya datang ke sini untuk membuatmu secangkir moka, tetapi aku senang bisa melihatmu di luar waktu pertunjukanku.
With love, Kaitou KID
.
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, tetapi tampaknya KID pun menyukainya dan bahagia kalau bisa melihatku lagi, pada malam ini, di saat ini. Aku langsung menuju dirinya yang masih berada di alam mimpi, dan langsung mengecup di dahinya, mencium bibirnya dengan lembut dan wajahku makin tersipu malu, sebagai pertanda terima kasih karena telah memberiku secangkir kopi moka, sekaligus menemaniku malam ini. Rasanya, tega juga sih aku harus meninggalkannya di sini, tetapi mungkin dia sudah tertidur pulas di sana. Aku langsung melangkah kakiku dan keluar dari perpustakaan, dan meninggalkan KID beserta cangkir yang telah kosong tersebut. Namun,
"Aku senang kamu di sini, Tantei-kun. Dan aku juga senang kalau aku bisa menemanimu malam ini."
Aku terkejut dengan perkataan itu, perkataan KID yang mungkin sebuah balasan darinya. Tetapi ketika aku memandangnya, dia masih tertidur pulas. Aku pikir, dia pasti mengigau di alam mimpinya. Aku hanya bisa tertawa geli ketika melihatnya, dan aku langsung melangkah kakiku lagi menuju pintu dan langsung ke kamar tidurku. Sebelum itu, aku meliriknya dengan senyuman yang manis kepadanya, dan langsung menutup pintu dengan pelan-pelan, sambil mengatakan sepatah kata untuknya,
"Oyasumi, KID.."
THE END
A/N: halo lagi. Savira kembali lagi dan mengotori lagi FDCI dengan oneshotnya.. -_-"
karena keberatan bikin folder lagi, jadinya aku bikin aja file2 (?) oneshot yang secara-gak-sengaja dibikin.. -,- (btw, ni dibikin kemaren malem ketika gak bisa tidur..) dan aku pikir kalo oneshot yang satu ini... terlalu Fluffy-ish :3
okee, lain kali akan kubikin fanfic yang straight deh.. -w- (tapi, menghalang otakku melulu :/)
.
akhir kata, thanks yang dah baca fic ini! :D akhir kata, review?
see ya in another oneshotkaishinnyness from me! ;) (artinya? -_-")
Love and Peace, S4viRa deMSN
