My Sexiest Model

FF by :

Diyaah Park & Dyah Cho

Cast : Park Jimin X Min Yoongi

Other Cast : Kim Seokjin, Kim Taehyung

Rate : M

Genre : Romance

Warning : Boys Love/Yaoi, NC

Gak suka jangan baca Okeh

Let's Start~

Chapter 2

5

4

3

2

1

Yoongi sedang mematut dirinya didepan cermin, dengan setelan kemeja bergaris berwarna biru yang dimasukan kedalam celana jeans hitam ketatnya sehingga menimbulkan kesan seksi pada kaki Yoongi yang ramping itu. Lalu tak lupa Yoongi menyisir rapih rambut blonde nya dan menempelkan pelembab pada bibirnya.

"Yoongi- ah kajja" terdengar suara Jin yang menyembulkan kepalanya dibalik pintu kamar Yoongi.

"Nde Hyung, tunggu sebentar" Yoongi bergegas mengambil sepatu kets yang berwarna biru senada dengan kemejanya lalu memakainya dan tak lupa memakai mantel berwarna coklat untuk menghangatkan tubuhnya dari udara pagi yang dingin itu dan segera menyusul Jin yang sudah berada didalam mobil yang terparkir di depan apartementnya.

.

.

.

.

"Yoongi- ah kau sudah yakin mengambil pekerjaan ini?" Jin menoleh sekilas ke arah Yoongi lalu matanya kembali fokus untuk melihat jalanan didepannya. Yoongi pun menoleh sekilas ke arah Jin "Aku yakin hyung, sudah sejak lama aku menginginkan pekerjaan sebagai model dan ini merupakan sebuah kesempatan untukku bukan?" Jin yang mendengar penuturan Yoongi menghembuskan nafas beratnya "Aku tau Yoongi- ah, tapi apa kau bisa menjadi model yang mengharuskan kau membuka seluruh pakaianmu? Selama bekerja di club itu kau tidak pernah menampilkan seluruh tubuhmu meski ada yang membayarmu mahal tapi sekarang?" Yoongi pun hanya diam mendengarkan ucapan Jin yang benar itu, selama ini memang dia tidak pernah mau mengumbarkan seluruh tubuhnya meski ada yang mau membayarnya mahal sebagai penari namun kini dengan mantap menerima tawaran sebagai model majalah dewasa gay terkenal milik seorang pemuda bernama Park Jimin yang mengharuskannya mengumbar seluruh tubuhnya.

"belum terlambat jika kau membatalkannya Yoongi- ah, kita belum tanda tangani kontraknya jadi kau masih bisa mengambil keputusan" Jin yang melihat Yoongi sedari tadi hanya diam kembali bersuara. "Tidak hyung, aku akan tetap melanjutkannya. Tidak perduli aku harus telanjang sekalipun aku tidak mau menyia – nyiakan kesempatan ini" Jawab Yoongi dengan mata yang masih menatap lurus jalanan didepannya. Jin pun kembali menoleh sekilas ke arah Yoongi lalu kembali menghembuskan nafas beratnya "Yasudah jika itu sudah menjadi keputusanmu, aku akan tetap mendukungmu Yoongi- ah" Jin kembali menoleh ke Yoongi lalu tersenyum hangat. Yoongi pun menoleh lalu tersenyum "Gomawo hyung".

.

.

.

.

.

.

.

.

Jin dan Yoongi keluar dari dalam mobil yang terparkir di area parkiran yang terletak dibelakang gedung perusahaan besar itu lalu mereka segera menuju lift yang akan membawa mereka pergi menuju seseorang yang telah menunggunya, siapa lagi kalau bukan Park Jimin selaku pemilik perusahaan yang mereka injak sekarang.

Ting

Bunyi lift terdengar dan berhenti pada lantai 10, Jin dan Yoongi segera keluar dari dalam lift lalu mereka mencari seseorang yang bisa ditanyai, dan terlihat seorang lelaki berpakaian rapih dengan membawa tumpukan berkas ditangannya.

"Permisi tuan, ruangannya Park Jimin disebelah mana ya?" ucapan Jin sontak membuat lelaki yang berjalan itu berhenti lalu membalikan badannya menatap Jin. "Ahh ruangan Tuan Park ada di pojok sebelah kanan sana, kau hanya perlu lurus dari sini" jawab lelaki itu. "Ohh, baiklah terima kasih" lelaki itu tersenyum sambil menganggukan kepalanya lalu kembali berjalan. Jin dan Yoongi pun segera berjalan menuju ruangan Jimin.

Seketika Jin berhenti melangkahkan kakinya membuat Yoongi yang berdiri disampingnya mau tak mau berhenti juga.

"Astagaa aku lupa punya janji dengan Namjoon" pekik Jin sambil menepuk keningnya. Yoongi pun tersenyum geli melihat tingkah Jin. "Pulanglah Hyung, jangan sampai Namjoon ngambek gara – gara kau lupa dengan janjinya" ucap Yoongi. "Tapi kau sendiri Yoongi" Yoongi kembali tersenyum mendengar nada khawatir Jin. "Yak hyung, aku sudah besar kok dan aku bisa pulang sendiri nanti, lagipula kau sudah mengantarku sampai sini, jadi pergilah lagipula kau sudah berjanji bukan? Tidak baik mengingkari janji kekasihmu itu" Jin tersenyum hangat sambil mengacak rambut Yoongi saat mendengar ucapannya. "Baiklah aku pergi dulu, jika ada sesuatu kau hubungi aku okee" jari Yoongi membentuk huruf O saat mendengar ucapan Jin.

"Hati – hati hyung"Jin kembali menoleh saat mendengar suara Yoongi dibelakangnya lalu tersenyum sambil melambaikan tangannya kea rah Yoongi. dan Yoongi pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan Jimin.

Tok Tok Tok

Yoongi mengetuk pintu ruangan Jimin.

"Masuk" terdengar suara dari dalam yang menyuruhnya masuk dan Yoongi yakini itu milik Jimin. dengan perlahan Yoongi membuka pintu dan memasuki ruangan itu. Terlihat Jimin yang sedang fokus menatap layar laptopnya dengan kacamata yang bertengger di wajahnya. Jimin masih belum menyadari bahwa Yoongi yang datang dan membuat Yoongi harus meruntuhkan fokusnya Jimin.

"Ekhem permisi tuan Park" suara Yoongi sontak membuat aktifitas Jimin berhenti dan mendongakan wajahnya melihat Yoongi. "Ahh Yoongi- ssi, kau sudah datang rupanya" Jimin tersenyum lalu bangkit dari kursinya dan menghampiri Yoongi. "Ck, kau bahkan tidak mendengar pintu ruanganmu terbuka Jimin- ssi" Yoongi berbicara ketus sambil menaikan sudut bibirnya kepada Jimin, dan mau tak mau Jimin kembali tersenyum melihat Yoongi yang kesal "Baiklah maafkan aku Yoongi- ssi, silahkan duduk" Yoongi pun mendudukan tubuhnya pada sofa berwarna hijau yang terletak di ruangan Jimin. Jimin pun berjalan menuju mejanya dan mengambil berkas – berkas lalu kembali duduk berhadapan dengan Yoongi dan menaruh berkas – berkas tersebut di meja.

"Langsung saja Yoongi- ssi, aku mau kau membaca terlebih dahulu isi kontraknya" Jimin menyodorkan map berwarna merah kehadapan Yoongi dan dengan segera Yoongi mengambil map itu lalu membacanya.

"Bisakah aku tanda tangani ini sekarang?" Jimin yang sedang menyenderkan tubuhnya pada sofa tersentak lalu meluruskan tubuhnya kembali saat mendengar suara Yoongi. "Kau sudah membaca semuanya?" tanya Jimin. Yoongi menganggukan kepalanya "Sudah" jawabnya. Jimin pun tersenyum lalu mengeluarkan sebuah pulpen dari dalam saku kemejanya lalu memberikannya kepada Yoongi. Yoongi pun menerimanya dan segera membubuhkan tanda tangannya di kertas putih tersebut.

Disebuah ruangan lain terlihat blitz – blitz lampu dari kamera professional memotret sekumpulan laki – laki yang sedang berpose dengan gaya berbeda disetiap orangnya. Ada yang berdiri, duduk, bahkan berbaring. Dengan tanpa mengenakan sehelai pun baju yang menutupi tubuh mereka.

Jimin memasuki ruangan tersebut bersama Yoongi dan orang – orang yang berada disana menyadari kehadiran Jimin lalu semua membungkukan tubuhnya kepada Jimin lalu menatap heran Yoongi yang berada disamping Jimin.

"Kenalkan, ini Min Yoongi. mulai hari ini Yoongi akan bergabung dengan kita sebagai model baru" Jimin menoleh kesamping memberi isyarat pada Yoongi untuk memperkenalkan dirinya.

"Annyeonghaseyo, Min Yoongi imnida, saya akan bekerja dengan baik, mohon bimbingannya" Yoongi tersenyum lalu membungkukan tubuhnya. Orang – orang yang menatapnya heran kini mengerti lalu menghampiri Yoongi dan menjabat tangannya.

Yoongi pun kembali tersenyum saat semua orang yang berada disana menyambutnya dengan hangat. Lalu Jimin menepuk pundak Yoongi dan membuatnya menoleh. "Bekerjalah dengan baik Yoongi- ssi". "Tentu Jimin- ssi" Yoongi menjawab sambil menyunggingkan senyumannya yang tulus kepada Jimin. dunia Jimin seakan berhenti melihat senyuman tulus Yoongi, pasalnya ini pertama kalinya Yoongi tersenyum seperti itu semenjak mereka bertemu. Jimin pun masih terdiam ditempatnya dan terlihat Yoongi yang sudah berjalan menjauh mengikuti salah seorang staff yang berada diruangan itu untuk memberikan pengarahan kepada Yoongi.

"Tidak, ini tidak benar. Sadarlah Park Jimin" Jimin berbicara dengan nada rendah sambil menepuk kedua pipinya dengan kedua telapak tangannya. Lalu Jimin berbalik dan segera pergi dari ruangan tersebut.

.

.

.

.

TBC

Nah loh tebeceh lagi /ditendang lagi/ Haha

Maafkeun nih ceritanya masih belom nyambung yah? Gak sabar nunggu Yoongi naked? Apa gak sabar nunggu pertempuran ranjang Jimin Yungi? Haha

Tenang para shipper tercintah, aku gak bakal kupa memberikan adegan ranjang mereka kok haha tapi berhubung belum waktunya jadi belum bisa diekspos Haha

Trus juga sengaja aku gg bikin panjang di setiap chapter takutnya ceritanya membosankan.. u.u

Big thanks juga buat para readers yang pada ripyu di pemanasan kemarin, jujur seneng juga kalian pada suka ama cerita hasil imajinasi kita berdua ( Diyaah Park & Dyah Cho ) /Kiseu atu2/

Oya ampun gak sabar juga nunggu comeback nya BTS, duh Jimin ama Yoongi kenapa gemesin banget sih, pake kalung couple pula lagi, kan para Shipper jadi gembira Hahaha

Okedeh sekian dulu yah..

See You in Next chap~

Salam Manis…

Dyah Cho & Diyaah Park