How to Kiss Someone, Tutorial by Park Chanyeol

Title: How to Kiss Someone, Tutorial by Park Chanyeol

Author: heisdeadinside

Pairing: chanbaek / baekyeol

Summary: The title says it all

Chapter 2

Schedule Baekhyun minggu ini benar-benar padat. Selain mempersiapkan akting musikalnya kemudian—kalian tahu latihan bercumbu dengan guru besar Park Chanyeol—ada satu lagi proyek yang harus ia tuntaskan.

Sub-unit bersama Jongdae dan Minseok.

Ketiganya sudah melakukan sebagaian besar hal yang perlu dituntaskan, seperti pemilihan lagu, rekaman di studio dan melakukan photoshoot untuk cover album dan lainnya. Ah, tidak. Sebenarnya semua sudah tuntas 3 bulan yang lalu. Tapi proyek ini harus mangkir karena pihak entertaiment ingin semuanya terencana dengan baik.

Kali ini yang harus diselesaikan adalah rekaman video clip pendek untuk teaser sub-unit, yang katanya akan diputar pada saat konser nanti.

Jam menunjukkan pukul 6 sore, dan Baekhyun sudah berada di lokasi perekaman video. Tentu saja Minseok sudah hadir menunggu sambil minum, rupanya es kopi hitam, dia tipe orang yang benar-benar tepat waktu. Para kru juga tidak henti-hentinya mempersiapkan dan mengecek peralatan-peralatan yang akan digunakan.

"Hyung, sudahkah kau melihat story boardnya?" Baekhyun mengambil minuman miliknya dan mulai menegak. Satu tegakan dan aku membuat ekspresi tidak enak. Pahit. Ternyata dia minum es kopi tanpa gula.

"Tentu, kau lihat, scene yang ini, kau jadi pemeran wanitanya." Katanya sambil menunjukkan gambar scene pemeran wanita yang tersenyum pada kamera

"Hahaha, mana mungkin aku mau"

"Sutradara yang menginginkan. Biar lucu, begitu katanya" Jongdae datang dan terkekeh

Oh shit.

Shooting berjalan dengan lancar. Dan betul, Baekhyun yang menjadi peran wanitanya. Memakai wig ikal panjang berwarna cokelat, kemudian didandani memakai eyeliner, liptint dan dress di atas lutut. Oh iya, memakai dress menurut Baekhyun ternyata benar-benar, apa ya, bisa dibilang… Menyegarkan? Hahaha itu karena ia tidak pernah menggenakan pakaian di atas lutut.

Perjalanan pulang ke dorm benar-benar sangat melelahkan, terlebih lagi ia harus menyetir sendirian. Tidak banyak kendaraan yang lalu lalang di jalanan. Tentu saja, waktu telah menunjukkan jam 2 pagi. De javu. Sepertinya Baekhyun pernah merasakan perasaan ini. Menyetir sendirian. Pagi-pagi hari. Melewati jembatan Yanghwa. Ia merindukan kesepian seperti ini.

Tidak lama ia menikmati kesunyian. Tiba-tiba ponselnya bergetar tanda pesan masuk.

Ah, Jongdae. Lagi-lagi dia berulah.

Jongdae mengirimkan video singkat ketika rekannya menggunakan wig dan dress di grup member. Sial.

Ah untungnya masih belum ada yang membalas kiriman Jongdae.

Kali ini ponsel Baekhyun berbunyi.

Chanyeol?

"Hey, ada apa?"

"Dimana?" tanyanya bersuara berat

"Perjalanan pulang"

Percakapan mereka terhenti selama tiga detik

"Latihan hari ini di studioku"

Sebenarnya Baekhyun sangat lelah dan ingin langsung membaringkan diri di kasur setelah sampai di dorm. Hari ini benar-benar melelahkan. Tapi ia mengiyakan ajakan latihan Chanyeol.

Dorm EXO sebenarnya adalah dua unit apartemen. Satu unit ditempati oleh Jongdae, Minseok dan para manager . Sedangkan unit satunya ditempati oleh Jongin, Kyungsoo, Sehun, Junmyeon, Chanyeol dan Baekhyun.

Unit yang ditempati Baekhyun memiliki lima kamar, sehingga member harus berbagi kamar. Jongin dan Kyungsoo, Sehun dan Junmyeon, Chanyeol dengan dirinya, satu kamar untuk studio Chanyeol, satu kamar lagi untuk ruang bermain game. Unit mereka sangat sepi, lampu-lampu ruangan padam. Sepi sekali, hanya suara blower dari AC yang dapat didengar.

Lelaki pendek itu mengetuk pintu studio Chanyeol, kemudian membukanya pelan. Chanyeol menoleh dan tersenyum padanya.

"Kau cantik sekali tadi, sayang aku tidak bisa melihatnya secara langsung", Chanyeol berdiri menghampiri dan duduk di sofa besar dibelakang meja komputernya.

"Tentu"

"Bisakah kita memulainya sekarang? Lebih cepat lebih baik, karena aku mengantuk sekali." Tanya Chanyeol tanpa basa-basi.

Sesi kali ini Baekhyun yang memulai. Ia mengalungkan kedua tangannya pada leher Chanyeol dan mulai mengecup-kecup kecil bibir bawah tebal milik Chanyeol. Bibirnya sangat lembut dan lembab. Setelah itu dibasahi bibirnya dengan lidah Baekhyun kemudian ia mainkan lidahnya dalam mulut si Giant—Chanyeol

Suasana studio rekaman Chanyeol memanas. Hanya suara-suara kecupan dan nafas tak beraturan yang terdengar.

Entah kenapa kali ini Chanyeol ingin sesuatu yang lebih. Lebih dari ini. Lebih dari ciuman. Lebih… Terlebih lagi setelah ia melihat video Baekhyun bertransformasi menjadi gadis yang cantik. Ia tidak dapat menahannya.

Chanyeol dengan tidak sabar mengarahkan tangan besarnya ke junior milik Baekhyun yang masih terbalut celana jeans. Menekan-nekan lembut kejantanan Baekhyun hingga Baekhyun menggelinjang kecil.

"Holy shit, Baekhyun you're so hot." ucap Chanyeol di dekat telinga Baekhyun. Kata-katanya membuat Baekhyun terangsang. Dia mendesah. Tubuhnya semakin memanas.

Chanyeol melanjutkan kegiatannya menciumi leher, meninggalkan bercak-bercak merah disana. Mengadahkan kepala Baekhyun keatas lalu melihat mata Baekhyun yang sayu, dia semakin bersemangat untuk melakukan hal ini dengan Baekhyun.

Saat Chanyeol menemukan titik sensitif pada leher milik Baekhyun, dia semakin menggodanya dengan menghisap spot itu lebih kencang lagi Suara lenguhan Baekhyun terdengar. Baekhyun belum pernah merasakan kenikmatan ini.

Manusia tak akan pernah puas, begitu pula Chanyeol, ia tak puas dengan leher putih dan bersih partnernya. Nafsu telah membutakan Chanyeol, saraf-saraf di otaknya hanya bisa berserah diri menuruti keinginan nafsu. Lalu Chanyeol menyandarkan Baekhyun pada sofa lalu menelusupkan tanganya ke dalam kaus Baekhyun. Menemukan puting Baekhyun dan mulai mencubit-cubitnya.

"Ahh... Ah... Chanyeol" kata Baekhyun terbata-bata sambil memejamkan mata keenakan. Tak tahan, tangan kecil milik mulai meraba-raba penisnya sendiri yang sudah setengah mengeras.

Shit. Fuck me now.

Baekhyun sedikit mulai kegerahan. Chanyeol mengerti, dia bisa melihat bulir-bulir keringat pada dahi Baekhyun. Melihatnya seperti itu... Tak lama kemudian, ia melepas pakaian Baekhyun dan menunggingkan senyuman. Tubuh Baekhyun sangat indah. Benar Chanyeol pernah melihat Baekhyun bertelanjang dada, namun saat ini berbeda, tubuh Baekhyun benar-benar indah. Memiliki kulit putih nan lembut layaknya seorang bayi yang baru lahir ke dunia.

Ia mulai menghisap puting milik Baekhyun yang sedari tadi mengeras.

"Ah... Fuck..." lagi-lagi Baekhyun melenguh, menjambak rambut Chanyeol kuat.

Itu masih belum apa-apanya, Baekhyun. Batin Chanyeol.

Merasa keadaan semakin panas, Baekhyun berusaha untuk menanggalkan pakaian bagian bawahnya. Dengan bantuan Chanyeol, dia berhasil melepasnya.

"Chanyeol tolong bantu... Ah..." rengek Baekhyun sambil memijat-mijat sendiri kemaluannya.

Terdengar suara tegukan air liur. Fuck. Chanyeol benar-benar ingin melakukannya. Dengan segera ia mencari sesuatu di loker meja kerjanya. Lube.

Menjadi seorang member boyband ternama korea, sangatlah tidak mudah bersembunyi dan diam-diam membawa seseorang ke asrama. Tidak mungkin bisa. Saat Chanyeol memiliki masalah dengan keinginan bodoh nafsunya, Ia memilih mengatasinya sendiri dengan cara duduk di toilet, mengoleskan cairan lube ke juniornya dan mengocok perlahan ataupun cepat hingga air maninya menyembur keluar.

Tapi itu tidak akan pernah memuaskannya. Dia butuh partner. Dia butuh sesuatu yang nyata. Dan sesuatu yang nyata itu tepat berada di depannya.

Kembali ke sofa, Chanyeol menemukan Baekhyun mengocok penisnya ke atas ke bawah bertempo cepat, mendongakkan kepalanya ke atas sambil memejamkan mata. Gambaran itu nyata, tertangkap dan terekam jelas pada otak Chanyeol.

Tidak sabar dia menanggalkan celana dan hoodienya di lantai.

"Beraninya kau melakukan itu dengan tanganmu sendiri Baek" ucap Chanyeol dengan suara berat.

"Kau pikir aku tidak bisa membantumu huh?"

Chanyeol berjalan mendekat ke arah Baekhyun dan membisikkan kata-kata kotor disamping telinganya.

"Kau pikir aku tidak bisa membantumu mengocok penismu?"

"Atau mengulumnya?"

Baekhyun terangsang hebat ia terus mengocok kejantanannya yang telah berekresi dan menutup lubang keluarnya air mani.

"Chanyeol, ahhhh... shut up and do me" ucapnya sambil menatap Chanyeol penuh dengan nafsu.

"No."

"Chanyeol, please fuck me, fuck me babe. Aku tidak bisa menahannya"

Dengan tiba-tiba Chanyeol meraup batang kejantanan Baekhyun yang pada ujungya terdapat rembesan semen. Mengecup-ngecup buah zakar, pangkal dan batang penisnya. Mengulumnya keluar masuk dan menggumam hingga membuatnya bergetar kecil.

"Shit shit... ahh... fuck..." Baekhyun melontarkan kata-kata kotor.

Merasa batang kejantanan Baekhyun bertambah tegang, Chanyeol dengan sengaja memainkan lidahnya pada ujung penis Baekhyun. Memutar-mutarnya erotis hingga Baekhyun menggelinjang hebat, mendesah keenakan dan mengeluarkan cairan semennya.

Jantung Baekhyun berdegup kencang.

Tak perlu menunggu waktu yang lama, Chanyeol mengeluarkan suara beratnya, meminta Baekhyun melakukan hal yang sama "Baekhyun, sekarang lakukan apa yang telah aku lakukan padamu, kulum penisku, baby"

Menurut apa yang dikatakan Chanyeol, Baekhyun berdiri pada lututnya dan meminta Chanyeol untuk berdiri. Baekhyun meraih kejantanan Chanyeol yang berwarna merah pada ujungnya dan mengulum kejantanan itu dalam hingga seluruh benda itu masuk di dalam mulutnya, menyentuh kerongkongannya.

Fuck.

Chanyeol menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan tempo lambat.

Entah tahu darimana Baekhyun tiba-tiba menghisap-hisap batang kemaluan itu.

"Ahh... Ahhhh... Fuck... Hisap terus... Ahh... Fuck..."

Hisapan Baekhyun semakin lama semakin kuat, membuat Chanyeol menyemprotkan sperma di dalam mulut partnernya.

"Fuck Baekhyun, I want to fuck you so hard"

"Then fuck my hole raw, genjot lubangku, Chanyeol"

Chanyeol dengan segera mendorong Baekhyun kasar hingga ia berbaring pada sofa. Membuka penutup botol lube dan memencetnya hingga cairan pelumas itu keluar. Chanyeol mengoleskannya pada pintu masuk lubang Baekhyun lalu pada jari jemarinya.

"Ahhhhh... Chanyeol masukkan jarimu" rengek Baekhyun sambil menyentuh pintu masuk lubangnya.

"Fuck Baekhyun, jangan lakukan itu dengan tanganmu sendiri"

Tanpa pikir panjang Chanyeol mengunci kedua tangan Baekhyun menggunakan tangan kirinya. Membawa kedua kaki Baekhyun ke samping agar akses lubang tidak terhambat. Lalu ia memasukkan satu jari kedalam lubang Baekhyun.

"Aaaahh, Chanyeol it feels so weird" Baekhyun merengek kesakitan.

"Shh... Kau akan merasakan kenikmatan setelah ini, baek. Aku berjanji." kata Chanyeol meyakinkan.

Satu jari Chanyeol bergerak keluar masuk hingga Baekhyun tidak merasa kesakitan. Ia menambahkan jarinya lagi dan membuat gerakan menggunting agar lubang Baekhyun membesar.

Raungan-raungan kesakitan Baekhyun terdengar indah di telinga Chanyeol. Membuatnya lebih terangsang lagi. Kejantanannya lagi-lagi bertambah keras.

Ketika Chanyeol merasa lubang Baekhyun sudah pas, Ia melumuri kejantanannya dengan lube dan mengarahkannya ke lubang milik Baekhyun.

Chanyeol memasukkan ujung penisnya kedalam lubang Baekhyun. "Ah! Chanyeol, sakit..." ucap Baekhyun dengan muka meringis kesakitan.

"Shh... belum saatnya cantik, bersabarlah. Lihat mataku"

Segera Baekhyun memalingkan wajahnya dan melihat muka Chanyeol, pandangannya kabur namun Ia masih bisa melihatnya.

Dengan kesabaran Chanyeol berhasil memasukkan seluruh juniornya. Ia mulai menggenjot pelan.

"Aaahhh! Pelan-pelan"

Baekhyun merasa badannya seperti dibelah menjadi dua bagian! Ini sangat menyakitkan! Baekhyun sangat yakin dia tidak akan bisa berjalan seperti biasanya.

Raungan kesakitan Baekhyun lama-lama berubah menjadi desahan kenikmatan penuh dengan nafsu ketika ujung kejantanan Chanyeol menemukan sweet spot milik Baekhyun. Menumbuknya terus menerus dengan irama yang konstan.

"Ahh... Ahhhh... Chanyeol, ini sangat enak"

"Apa kau ingin aku menggenjotmu lebih kasar lagi, sayang?" Chanyeol menggodanya.

"Uhhh... fu— fuck yeaaah... yeaahhhh... Genjot lubangku dengan penismu yang besar itu, baby... ahh... please..."

"Kau menginginkannya, hm?"

"Ohhhh... Shit... Yeaah... Ahh... Chanyeol cepat genjot aku"

Terangsang karena kata-kata yang dilontarkan oleh Baekhyun, akhirnya Chanyeol menuruti permintaan Baekhyun menggenjot kasar dengan tempo yang cepat. Baekhyun merasakan kenikmatan luar biasa. Sambil diiringi kecupan-kecupan manis dari bibir Chanyeol di sekujur tubuhnya.

Apakah ini yang namanya surga dunia?

Dorongan-dorongan pinggul Chanyeol mulai memelan saat mereka berdua sampai pada tahap klimaks. Bunyi detak jantung, raungan kenikmatan bisa terdengar. Baekhyun dapat merasakan junior Chanyeol berkedut.

Nikmat sekali.

"Ahhhh... feels so... good..." Chanyeol melepaskan cairan semennya di dalam tubuh Baekhyun. Kehangatan, itulah yang mereka berdua rasakan.

Chanyeol mengeluarkan penisnya, dengan seketika sperma yang berada di dalamnya merembes keluar. Ia tahu Baekhyun kelelahan, membiarkannya beristirahat, menyelimutinya, membasuh peluh yang ada di sekitar wajahnya, memeluknya dan mengecup pucuk kepalanya.

"Apa yang telah kita lakukan?" tanya Baekhyun sambil mengulas senyuman kecil dan mengelus rahang seseorang yang tepat di depannya.

Mereka berdua menatap mata. Diam terbungkam mengamati keindahan wajah satu sama lain.

Dengan nada serius, Chanyeol memecah keheningan. "I don't know. Sex, maybe?"

Mereka berdua tertawa, saling berpelukan, bertukar kehangatan dan akhirnya tertidur pulas, di atas sofa studio rekaman Chanyeol.

p.s:

Snorts. Maafkan aku masih belum bener-bener bisa nulis adegan ena-ena. Hahahahaha. Jangan lupa direview eeaps. Terimakasih udah baca

twitter: heisdeadinside