Pertama – tama, saya minta makan, eh, maksud saya minta maaf, karena emang fic saya ini gak jelas, dan antara chap 1 dan 2 gak nyambungnya 97%, tapi saya tetap memegang prinsip saya, yaitu : TERUSKAN!!, jadi, apa boleh buat.

Lalu yang kedua – dua, saya mau mengucapkan sekali terimakasih bagi readers yang telah dan akan-?- mereview fic saya. Untuk yang mengusulkan oc, saya mohon banget, karena saya gak bisa nerima oc, coz – nglirik prajurit Nyi Roro Kidul – udah bejibun gitu… hehe, sory yaa. . . .

okeh, tanpa asam basa, eh, maksudnya basa – basi, kita sambut . . . . . . . . .


Jabatan Baru Ichigo

Bleach is Kubo Tite punya, betul kan ipin??

Ipin : betul betul betul!!

Author : saya!!!! Hidup saya!!! - digorok masal –

Warning : banyak banget oc, jadi harap maklum, dan isinya gak nyambung sama judulnya, saya juga gak tau kenapa – digampar –


Akhirnya, tibalah pasukan Rina di divisi 10, dan langsung mendobrak pintu masuknya.

"Sekarang, dobraakk!" perintah Rina. Dan prajurit 10 langsung mendorong – dorong pintu itu menggunakan batang pohon. Tapi sudah berkali – kali mereka coba, pintunya nggak kebuka sama sekali, tapi mereka terus aja ndobrak – ndobrak.

Sementara di dalam, Hitsugaya dan Matsumoto yang lagi mainan monopoli, mulai denger suara pintu didobrak, maklum jarak mereka dari pintu jauh, makanya baru denger.

"Eh taichou, denger nggak? Kayaknya ada yang ketok – ketok pintu deh?" Tanya Matsumoto.

"Enggak tuh, eh aku beli hotel di sini aah" Jawab Hitsugaya sambil meneruskan monopolinya.

"Ah taichou curaang, itu kan mau aku belii" kata Matsumoto. Tiba – tiba ada seorang shinigami anggota divisi 10 melapor ke Hitsugaya, kalo ada orang yang berusaha mendobrak pinti divisinya. Jadi Hitsugaya dan Matsumoto memutuskan untuk keluar. Sementara diluar,

"Ayo terus dong, masa dobrak pintu aja gak bisa!" komplain Rina kepada prajuritnya.

"Tapi susah banget komandan" jawab salah satu prajuritnya.

"Yaudah, kalian minggir aja, mau aku ledakin pintunya" kata Rina sambil bersiap melempar bom, semua prajuritpun minggir.

"DHUARRRRRR " Bom itu meledak. Tapi pintunya gak kebuka 0,01 mm pun. Rina yang udah frustasi mulai teriak teriak.

"Whooooyy, sialan lo pada, cepet buka ni pintuuu! Gue mau nyerang tau!" protes Rina ke divisi 10.

"Nggak mau yaa, buka aja sendirii!" jawab Matsumoto yang udah ada di balik pintu sama Hitsugaya.

Sementara itu di divisi 9, Rini dan pasukannya langsung masuk dan nyerang anggota divisi 9, karena pintunya mbuka dari tadi, sedangkan Renji sama Hisagi, masih asik makan pisang sambil main PS.

"Goooooolll, lo kalahh, hahahaha" tawa Renji yang baru berhasil menang, setelah Hisagi mengalah.

'Yah, baru menang sekali aja, bangga' batin Hisagi yang memang dari tadi menang terus. Tiba – tiba, datanglah seorang anggota divisi 9, melaporkan bahwa divisinya udah diserang. Akhirnya Renji dan Hisagi keluar.

"E-ehh, pasukannya, kok pada tidur disini?" Tanya Hisagi bego, padahal udah jelas – jelas pada bersimbah darah.

"Mereka mati bego, sekarang ayo kita lawan" kata Renji sambil bersiap mencabut Zabimaru. " Hoero, Zabima-, eh, lho? ranting pohon?" Renji syok karena zabimarunya berubah jadi ranting pohon.

"Hahahahahaha, kau cari ini?" Tanya Rini sambil menenteng zabimaru.

"Eh, lho? sejak kapan?" Renji bingung.

"Hahahaha, itu kemampuanku, mengambil barang dalam sekejap, hahahaha" jelas Rini diiringi tawa laknatnya.

"Eh, berarti lu bakat maling dong . . . haha", " Oh ia, gimana kalo kita kerja sama?" Renji malah nawarin kerja sama Rini. Eh, Rininya malah setuju.

Sementara di divisi 10, pasukan 10 yang udah lemes habis ndobrak – ndobrak pintu, akhirnya pingsan, dan tinggal Rina sendiri. Tiba – tiba dari atas muncullah shinigami – shinigami divisi 10 dan membunuh semua pasukan Rina, dan lagi – lagi menyisakan Rina sendiri.

"He, buka dong, hueee " kata Rina sambil mewek, karena takut ditinggal sendirian. " Ayo dong, kita bertarung hiks hiks" kata Rina lagi. Akhirnya Hitsugaya dan Matsumoto lama – lama kasian juga, jadi mereka keluar.

"He, lagi ngapain lo, sujud – sujud kayak gitu?" Tanya Matsumoto bingung, karena ngliat Rina lagi sujud di depan pintu.

"Akhirnya kalian keluar juga, lama banget sih, aku cuma mau naklukin divisi ini kok, gak lebih" kata Rina sambil berdiri dan bersiap menyerang. " Tapi kok, pintunya keras banget? Gak bisa didobrak? Apa kalian udah siap – siap ya?" Tanya Rina.

"Itu mah lunya aja yang bego, liat tulisan di atas gagang pintunya dong, jangan asal ndobrak aja" komentar Hitsugaya. Dan setelah diliat, ternyata tulisannya,

" TARIK "

Rina swt, Hitsugaya sama Matsumoto ngakak.

"Pantesan, di dorong – dorong gak bisa – bisa.." kata Rina.

"Yaudah, sekarang kita bertarung yuk!" ajak Rina.

" Siapa takut!" Hitsugaya menerima, dan langsung mencabut hyourinmaru.

" Souten ni sa-, hiiiii, jorok banget sihh, jangan muntah sembarangan dong!" sebelum dia memanggil hyourinmaru, dia udah mundur kebelakang, karena liat Rina muntahin air dari mulutnya.

"Eh, ini memang kemampuanku tau!" sergah Rina.

"Kemampuan apa? Muntah – muntah iya!" balas Matsumoto.

"Kemampuanku adalah : muntahan air panas " jelas Rina. " Panas lhoo, cobain aja pegang! " kata Rina sambil memegang air panas yang baru aja dimuntahin.

"Hii, ogah ah, siapa juga yang mau megangin muntahan lo!" tanggap Hitsugaya. " Yaudah, sekarang, souten ni sa-, hiiiiii, Matsumotoooo, muntahannya udah sampe sini, cepetan di pel!" perintah Hitsugaya sambil naik ke kursi.

"Hii, gak mau ah, itu kan air panas, mending di bekuin aja sama hyourinmaru!" bantah Matsumoto.

"Ogah ah, jijay bajay deh!" hyourinmaru juga membantah. " Mendingan suruh haineko niupin sampe dingin!" usul hyourinmaru.

"Najis tralala trilili yah, kurang kerjaan amat, niupin muntahan orang!" haineko ikutan mbantah.

"Hahahahahaha, kalian takut kan sama serangankuu?" kata Rina.

" KITA GAK TAKUT, TAPI JIJIK !!" jawab semuanya kecuali Rina.

Tiba – tiba, ada lingkaran putih bercahaya dibawah Rina, dan langsung mengeluarkan es yang juga langsung membekukan Rina, kemudian es itu hancur berkeping – keping. Dan seketika itulah, muncul Rukia yang baru dari divisi 1. Dia langsung masuk aja, gak peduli ada air panas yang sedang menggenang disitu.

"Eh, Hitsugaya-taichou? Rangiku-san? Ngapain pada naik – naik kursi? Dan ini? Apa ini? Kok panas?" kata Rukia sambil mengambil air panas tadi dan mengendus – endusnya. " Hoek, kok bau jigong – jigong gimanaa gitu" komentar Rukia.

"R-rukia-chan, i-ittu muntahannya cewek tadi" Matsumoto memberitahu Rukia. Dua detik kemudian,

"UAPUAAAAAAAAAA !! Hiiiiiiiiiiiyyyyy, jijaaaaaaaayyyyy!" jerit Rukia sambil mengelap – ngelapkan tangannya ke tembok, trus dilumuri pasir.

"E-ehm, Ru-rukia, kalo butuh air, ada di belakang " kata Hitsugaya memberitahu, dan Rukia segera bershunpo ke arah kamar mandi.

"Eh eh, ini tolong di bersihin ya!" perintah Hitsugaya kepada anggotanya yang kebetulan lewat, dan dia segera mengepel lantai itu.

"Fiuh, musuhnya kalah, Matsumoto" kata Hitsugaya lega.

"Iya, kita harus berterima kasih ke Rukia-chan nih" kata Matsumoto. Lalu mereka berdua pergi ke toko kue, mbeliin Rukia kue bentuk chappi. Dan divisi 10pun aman.

"Gimana, deal or no deal?" kata Renji sambil mengajak salaman.

"Oke, deal" terlihat Rini menjabat tangan Renji dan menyetujui sesuatu.

- flashback

Karena kemampuan Rini yang dapat menukar ataupun mengambil benda dalam sekejap, Renji tertarik, sehingga ia ingin memanfaat kemampuan Rini itu. So, dia buat perjanjian sama Rini, isinya, kalau Rini setuju, Renji dan Hisagi akan pura – pura kalah, dan Rini gak akan dimarahi kanjeng ratunya, Tapi Rini harus membantu Renji dulu melaksanakan niat haramnya, yaituuuuu …………………..

" Mencuri Pisang Dari Kebun Komamura "

Kenapa Renji mau itu? Coz udah dari kecil dia pengen banget ngrasain pisang dari kebonnya Komamura, tapi setiap baru selangkah aja dia di kebon itu, keluarga Komamura langsung nguber – uber, bahkan Renji pernah hampir mati mau ciuman sama trek tronton, karena lagi dikejar – kejar sama anak – anaknya Komamura, nglewatin perempatan jalan dan tanpa tengak - tengok.

- end of flash back -

Sebenernya sih, Hisagi keberatan, karena itu perjanjian sepihak, tapi gak jadi protes, karena nanti kalo protes, divisinya bakalan diserang lagi, dan banyak yang pada mati.

Setelah melaksanakan perjanjiannya dengan Renji, Rini pulang dan mengatakan bahwa ia sudah mengalahkan divisi 9, dan di divisi 9, Renji dan Hisagi acting pura – pura mati.

- di tempat mangkalnya pasukan nyi roro kidul -

Rini pulang sendirian, sambil berakting pincang.

"Lapor kanjeng ratu, saya sudah berhasil menaklukan divisi 9, tapi sepertinya Rina kalah" lapor Rini.

"Hmm, baiklah, terimakasih, kau beristirahatlah!" perintah kanjeng ratu, lalu Rini langsung diobati oleh prajurit dokter.

"Okelah kalo beg beg beg beg gitu, Ratna, it's your turn!" perintah nyi roro kidul. Dan pasukan 8 segera berangkat menyerang. Ratna yang memang memiliki kemampuan santet, hanya menyerang dari tempatnya sekarang, dengan atribut : boneka berbentuk Kyoraku, paku berkarat, jarum, dan air panas.

"Oke, persiapan beres, saatnya, mulai" Ratna lalu membaca mantra – mantra pengikat, dan benar saja, Kyoraku yang lagi pesta sake sama Rangiku dkk langsung ngrasa aneh, karena nyawanya lagi dikendaliin sama Ratna.

Pertama – tama, Ratna menusukkan paku berkarat ke perut boneka itu, dan Kyorakupun kesakitan sampe muntah darah. Matsumoto yang ngliat langsung panic dan membawanya ke divisi 4. Tapi aksi Ratna belum selesai, selanjutnya dia mencelupkan boneka itu ke air panas, dan Kyoraku kepanasan bukan main.

"U ugh pa-panaaasss" Kyoraku merintih. Unohana yang bingung bagaimana mengatasinya, langsung memanggil Hitsugaya.

"Ah, Hitsugaya-taichou, tolong kau dinginkan Kyoraku-taichou ini ya!" perintah Unohana.

"Gak mau ah, ngapain buang – buang tenaga" Hitsugaya menolak.

"Ahh, panas, tolooong, panaass!" jerit Kyoraku.

"Oh, tolonglah, Hitsugaya-taichou" Unohana memohon.

"Gak!" Hitsugaya tetep menolak.

"Panaaasss, toolooonggllaahh" Kyoraku semakin terdengar memilukan.

"Apa kau tidak kasihan melihatnya? Tolonglah!" Unohana masih memohon.

"Gak, sekali enggak ya enggak!"

"Pliiss, Hitsu-", "Panaaaaaaaasssss….."

"Iya sabar kenapa sih, ini juga lagi dimintain tolong!" Bentak Unohana sambil melempar gunting bedah di tangannya ke Kyoraku. Kyoraku yang terkena lemparan maut itu langsung pingsan, tapi dua detik kemudian sadar lagi.

" Yaudah deh, tapi sekali aja ya! Semuanya harap pake jaket! Souten ni saze, hyourinmaru" Hitsugaya akhirnya setuju dan membekukan Kyoraku, tapi sedetik kemudian, es itu kembali mencair, dan tubuh Kyoraku mulai bergerak menonjok – nonjok sendiri. Unohana yang berada di sampingnyapun harus rela terkena tonjokan maut dari Kyoraku. Saat dia mau menenangkan, eh malah dia kena tonjok di muka, sampai terpental sejauh 5 meter. Unohana yang sadar mukanya ditonjok, langsung mengeluarkan aura – aura hitam, dan reiatsunya meningkat dengan cepat.

" E-eh, sorry, tubuhku gerak sendiri" kata Kyoraku. Tapi Unohana nggak menjawab dan tangannya mengepal. Hitsugaya yang merasakan firasat buruk, mencoba menenangkan Unohana, tapi terlambat,

" JDUAKK! "

Satu set alat pemicu detak jantung dan satu buah meja yang berisi alat – alat bedah, udah menindih Kyoraku, hingga membuat Kyoraku pingsan. Hitsugaya cengok.

' Wihh, buseett! Mendingan aku pergi dari sini, daripada nanti tabung oksigen yang menindihku' batin Hitsugaya, dan segera pamit, lalu bershunpo ke divisinya.

5 detik kemudian,

" Eh, lho, pada keman-, astaganagasari! Kyoraku-taichou!" Unohana kaget karena ngliat Kyoraku yang pingsan ditindih Meja dan alat pemicu detak jantung, lalu dia menurunkan alat – alat tersebut. Tapi setelah diturunkan, Kyoraku kembali nonjok – nonjok, akhirnya Unohana yang kebingungan, memanggil Nanao, siapa tau dia bisa menanganinya.

Sementara di tempat Ratna, dia lagi ketawa – ketawa setan, sambil terus mainin boneka Kyoraku. Lama – kelamaan dia bosen juga, trus dia memutuskan untuk membunuhnya dg cara mengiris leher Kyoraku pake silet.

"Hari, Harii, cepet beliin silet!" perintah Ratna kepada salah satu pengawalnya yang bernama Hari.

"Iya non, bentar ya" jawab Hari sambil berangkat membeli silet.

- di divisi 4 -

Nanao yang udah sampe di divisi 4, segera memeriksa Kyoraku yang lagi kejang – kejang.

"Hmm, sepertinya, taichou di santet" komentar Nanao.

"Eh? Disantet? Terus gimana dong?" Tanya Unohana bingung.

"Gampang" jawab Nanao lalu mengambil buku setebal 18cm dari balik bajunya. Diapun memukul kepala Kyoraku pake buku itu, sehingga Kyoraku terlempar ke depan dan membentur tembok. Tapi seketika itulah dia sadar dan nyawanya kembali.

"Aduuhh, eh, dimana aku?" Tanya Kyoraku kebingungan sambil celingukan. Unohana langsung menerangkan apa yang sebenernya terjadi kepada Kyoraku dan Nanao.

"Kalo gitu, jangan – jangan, taichou disantet, sama pasukannya nyi roro kidul!" kesimpulan Nanao setelah mendengar penjelasan Unohana. " Oke, akan aku kuak semua misteri ini!" kata Nanao sambil bertampang horror, Unohana n Kyoraku swt.

"Kaca mata byakugan!" Nanao menggunakan kacamata hasil percobaan Mayuri, yang bisa melihat aliran reiatsu dan tembus pandang.

"Eh, bagaimana, Ise-fukutaichou?" Tanya Unohana.

" Ya, aku melihat aliran reiatsu taichou, mengalir ke suatu tempat, dimana disana banyak sekali reiatsu besar, ah, itu dia orangnya! Yang telah menyantet taichou! Dia harus diberi pelajaran!" kata Nanao sambil mengambil buku setebal 20cm, yang ada di atas meja.

"Eh, itu buku isinya daftar obat – obatan, buat ap-"

"Diem lo!" Nanao memotong perkataan Unohana dengan tampang horror tingkat akut, Unohana menciut.

3 detik kemudian,

"Heaaaaaahhhh, lemparan maut Nanao!.....praanngg" kata Nanao sambil melemparkan buku tadi keluar, melewati jendela, menuju Ratna.

Sedangkan di persemayaman nyi roro kidul, Ratna yang baru kembali dari kamar mandi, meneruskan aksinya,

"Hariiiii, mana siletnyaaaa!" Ratna teriak pake toa manggil Hari, Haripun dateng membawa silet yang baru dibeli. Lalu Ratna langsung mengiris boneka tersebut menggunakan silet itu. Tapi sebelum leher boneka itu putus, dia merasa seolah – olah ada benda yang sedang melesat ke arahnya, tapi dia tidak peduli dan terus saja mengiris – iris boneka itu, dan kemudian,

"BUGGG!!" buku yang dilempar Nanao dari divisi 4, sukses membuatnya tak sadarkan diri + gegar otak permanent. Dan berakhirlah Ratna ditangan Nanao. Nyi roro kidul yang mengetahuinya, geram dan memutuskan untuk menyerang dengan 3 pasukan sekaligus.

"Robingah, Ranti, Resti, kalian menyerang sekaligus! Cepet berangkat!" Nyi roro kidul mulai naik daun, eh, naik darah maksudnya. Dan berangkatlah tiga pasukan itu sekaligus.


Wahh, bersambung lagii, tetep RnR yaa!!

Byeee. . . . .