Setelah kejadian memalukan itu, si Bunny Boy membatin, bahwa dia tidak akan mau dan tak akan pernah mau menemui atau bertemu lagi ke mantannya itu. Ganteng sih, setelah lima tahun lebih tidak bertemu, namun siapa yang enggak malu dapat respon begitu?

Memangnya dia enggak tahu apa? Jungkook sudah menebalkan muka hanya untuk menyapa, bahkan tebalnya sudah seperti lumpur yang lagi dalam proses pengerukan dikarenakan banjir bandang melanda. Jungkook pun sudah mengesampingkan gengsinya dan memupuk keberanian.

Enggak tahunya malah dapat begini.

.

.

.

.

.

.

.


CLBK gak Nih!?

A BTS FanFiction

Story (c) Suka Usotsuki

BTS all characters isn't mine

Rated: T

WARNING! : TYPO(S) ALUR MAKSA, BAHASA NON-BAKU, DLL.


.

.

.

.

.

.

.

Di sisi lain...

Pemuda yang tampannya kebangetan itu, malah keliatan seperti ABG yang dirundung asmara. Bibirnya enggak sedikit pun merengut walau teman bantetnya mengusilinya. Park Jimin, si teman bantetnya yang imoet itu jadi merinding disko.

"Tae, lu kenapa sih?" Jimin yang penasaran pun akhirnya membuka suara. Dia penasaran kenapa temannya bisa seperti ini. Ia sedang menduga-duga apa yang sebenarnya sedang terjadi pada sobatnya, dan pikirannya tertuju kepada pacar Taehyung yang mungkin saja—

"LU DIKASIH JATAH SAMA IRENE YA TADI MALEM!?"

Dan langsung dihadiahi tabokan keras di kepala si bantet.

Demi Hyungnya yang menyandang gelar forever alone—Hoseok—suara si Jimin membuat anak-anak lain malah menengok kearahnya. Raut terkejut terlihat jelas di wajah mereka karena mengira Peri Cantik dan Pangeran Tampan sudah sampai sejauh itu.

Taehyung meringis, "Kagak ntet! Elah! Gue abis ketemu mantan tadi perpus." Sesaat wajah Taehyung yang berseri berubah melotot sehabis Jimin berspekulasi yang enggak-enggak. Lalu kembali berseri ketika menjelaskan kejadian yang baru dialaminya di perpus.

"Jungkook?" Taehyung menganggukan kepalanya.

"Gue kaget ternyata dia satu kampus sama gue. Tadi gue pas lagi nyari buku buat referensi tugas, ada orang nepuk bahu gue sambil nyengir. Gue gak nyangka dia nyapa gue duluan. Lu tau gak, gimana dia nyapa gue?" Kedua tangannya langsung bersedekap di atas meja dengan raut wajah antusias yang membuat Jimin makin penasaran.

"'Taehyung! Lama tidak jumpa' pasti gitu, kan?" Taehyung menggelengkan kepala, "Dia bilang, 'Hai mantan!'" membuat Jimin sedikit kaget mendengar sapaan yang menurutnya terlalu frontal.

"Hah? Serius lu? Terus lu bales apa?"

"Gue bales, 'Siapa ya? Memang pernah pacaran?' eh dia langsung ngacir dan bilang salah orang," mengingat kejadian itu, Taehyung langsung tertawa. Ia merasa lucu melihat gimana tegangnya wajah Jungkook saat itu.

"Anjir! Jahad banget lu Tet! Pasti dia malu banget Tet!" Jimin pun ikut ketawa. Enggak nyangka kalau balasan Taehyung sejahat itu. Ia yakin, pasti Jungkook malu banget habis digituin sama Taehyung. Siapa yang enggak malu coba? Udah enggak ketemu bertahun-tahun, eh pas disapa, malah dapet respon gitu.

Mau taruh di mana muka?

"Gue cuma bercanda lho padahal. Serius. Aduh, jadi merasa bersalah." Taehyung meringis. Ia tahu seharusnya ia tidak boleh begitu pada Jungkook. Pasti Jungkook sudah berusaha keras untuk menyapanya, kan malu tuh ketemu mantan meskipun putusnya baik-baik aja.

.

.

.

.

.

.

.

.

Esok harinya, Jungkook dengan keadaan awan mendung melingkupi diri, pergi ke kampus bersama duo sohibnya, Bambam dan Yugyeom. Sohibnya itu udah tahu masalah Jungkook dan jujur saja mereka juga ikut dongkol walaupun awalnya ngetawain si Jungkook. Pasti Bunny Boy itu merasa malu banget. Mereka mah, kalau digituin, pasti juga enggak mau bakalan bertemu lagi sama mantannya. Eneg. Kzl.

"Udeh deh Jeon. Jangan cemberut terus, ntuh pipi gembil makin molor ke bawah. Enggak mau keliatan cepet tua kan lu?" celetuk Bambam.

"Lu pikir siapa yang enggak dongkol digituin? Anjir! Males gue nganggep dia mantan. Jahat banget. Mati aja lu sana!" eh, si kelinci gembil malah misuh misuh sambil ngehentakin kakinya. Ceritanya mau keliatan galak, eh jatuhnya malah gemeshin.

"Duh jangan galak gitu dong ma baby bunny, kayak singa kelaparan aja. Eh enggak deng, kelinci lapar," Bambam yang gemesh liat tingkah lucu adek tingkatnya itu menguyel-uyel pipi gembilnya sambil terkekeh geli.

Tangan Jungkook langsung menepis tangan jahil Bambam sambil melotot, "Udah makan, tapi pengen makan lagi. Belikan gue makan," titah Jungkook galak.

"Enak bener lu kalo ngomong, untung sayang. Yaudah cus kita ke kantin!" Yugyeom langsung menoyor kening Jungkook sampai Bunny Boy itu kembali merengut dan disambut tawa dari keduanya.

.

.

.

.

.

.

Jungkook, Bambam dan Yugyeom pun sudah sampai kantin kampus. Demi Bunny Boy kesayangan agar tidak cemberut lagi, apa sih yang enggak untuk dilakukan? Lagian, Bambam sama Yugyeom malah senang memberi makan Jungkook terus. Kan badannya Jungkook jadi tambah melebar, pipinya pun malah makin minta diuyel-uyel terus, jadi mereka sering nyolek-nyolek badan montok Bunny Boy tersebut.

Empuk dan kenyel-kenyel gimana gitu. Ada sensasi enak tersendiri bagi mereka. He he he mesum kau BamYu!

Jungkook mah imannya selalu enggak kuad kalau berurusan sama makanan. Sudah berusaha keras untuk tidak tergoda umpan, eh duo emon itu malah selalu bisa meruntuhkan hasratnya. Yang ada Jungkook ngedumel sambil makan. Kan jadi enak Jungkooknya diginiin terus.

"Baby Bunny Boy-ku, mau makan—Lha, Jungkook? Kok malah balik pergi gitu sih?," Bambam mengernyit heran ketika tiba-tiba wajah riang Jungkook langsung masem baru masuk kantin, terus kakinya langsung memanuver putar balik dan pergi entah kemana.

Yugyeom yang menyadari sesuatu, memindai seisi kantin, dan... Bingo!

Ia menemukan penyebab Jungkook langsung melarikan diri.

Sedangkan orang yang jadi penyebab Jungkook-nya pergi itu malah menampilkan senyum kotak gantengnya lalu terkekeh geli.

.

.

.

.

.

.

"Duh, Jim, gue kena panggilan alam nih."

"Dih, pantes bau. Mau eeq ya lu?" Jimin pura-pura pasang wajah jijik sambil menutup hidungnya. Taehyung langsung melotot dan langsung nyembur, "Anjir! Bukan keleus. Gue mau B A K." Jimin masih enggak percaya, "Yaudah sono!"

Dan Taehyung pun langsung ngacir ke toilet.

.

.

.

.

.

.

Entah beruntung apa enggak, Jungkook malah ketemu Taehyung di toilet.

Dan yang enggak elitnya itu, pas restleting lagi rusak dan sedikit lagi berhasil terbenahi, eh tiba-tiba nongol wajah tampan yang tak diinginkan habis keluar membuang hajat. Taehyung terkejut dan begitu pula Jungkook.

Buru-buru Jungkook berusaha menaruh kedua tangannya berusaha menutupi zippernya yang kebuka. Wajahnya udah merah, semerah lipstick sensual yang sering dipakai emak-emak ke kondangan. Membuat Taehyung menaikkan sebelah alisnya sambil mengarahkan pandangan ke bawah, merasa ada yang janggal.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Jungkook ketus sambil melotot, berusaha menutupi rasa malu.

"Buang hajat lha. Memangnya apalagi?" pertanyaan bodoh. Tentu saja Taehyung ke sini untuk mengeluarkan sesuatu. Memangnya apa lagi? Menyadari pertanyaan bodohnya itu membuat wajah Bunny Boy semakin merah. Hampir mau meledak saking malunya. Ia meringis sambil mengalihkan pandangannya.

"Kenapa anunya ditutupin? Enggak tahan mau buang air kecil atau masturbasi?" sudut bibirnya terangkat sedikit, bola matanya menatap geli pemuda lucu di depannya ini.

"Sembarangan kalo ngomong! Gue bukannya mau masturbasi ya!" tidak terima terhadap tudingan tersebut, Jungkook melemparkan tatapan menusuk setajam silet kepada Taehyung. Yang malah jatuhnya gemeshin bagi Taehyung.

Jungkook ingin keluar dari toilet, tapi masa iya dia keluar dengan tangan terus menutupi anunya? Pasti anak-anak lain akan menertawainya serta mengejeknya. Apalagi kalau duo Emon BamYu itu tahu, habislah Jungkook ingin terjun bebas.

Tapi, pikiran warasnya mengalahkan segala kemungkinan yang bakalan terjadi.

Jungkook berbalik ingin pergi keluar, namun sebuah tangan menahan lengannya hingga membuat badannya kembali memutar menghadap orang yang ingin dijauhi. Jungkook yang tak siap mendapat tarikan itu, otomatis salah satu tangannya jadi tidak menutupi restletingnya lagi. Menampilkan sedikit celananya yang terbuka.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

'ANJIR NIH ANAK! MAUNYA APA COBA!? MALU CUY! MALUUUUU!'

"Ih apaan sih!" tepis Jungkook kasar dan berniat pergi lagi.

Namun lagi-lagi tangannya ditarik. Kali ini lebih kuat sampai badan Jungkook di dorong ke dinding. Jadilah ia terpenjara. Demi kolor bolong Bambam yang pernah ditemukannya, Jungkook malu banget sekarang. Melihat mantan ada di depan, pas banget di depannya, sambil tersenyum ganteng. Buat hatinya jadi dugeun-dugeun tak karuan.

"Biar kubantu benerin deh. Itung-itung nebus kesalahan gegara di perpus kemarin," ujar Taehyung yang malah membuat Jungkook makin memerah. Melihat wajah merah itu, Taehyung menguyel-uyel pipi Jungkok gemas.

Taehyung udah mau jongkok, namun ditahan sama tangan Jungkook yang nahan kedua bahunya. Taehyung menatap pemuda imut itu dengan tatapan bingung.

"E-Enggak perlu! Gue bisa sendiri! Enggak usah bantuin gue!" seru Jungkook.

"Kenapa? Malu ya? Karena punyamu kecil?" seringaian menggoda Taehyung lemparkan, buat Jungkook merasa dongkol dan terhina.

"Anjir! Kagaklah! Gue malu keleus. Masa iya elu yang benerin? Gue bisa sendiri!" protes Jungkook enggak terima dan terlanjur malu. Taehyung jadinya makin gemas liat Jungkook yang tsundere gitu kan.

Kepalanya menggeleng sembari menghela napas. Ternyata keras kepala Jungkook tidak pernah berubah, "Udah kamu diam aja. Biar aku yang benerin. Atau biar lebih enak, buka aja celanamu. Memangnya mau aku benerin 'langsung'?" goda Taehyung lagi sambil menyeringai.

Jeon Jungkook yang melihat senyum mesum menyebalkan milik mantannya pun memilih mendorong tubuh itu sekuat tenaga hingga mantannya terjerembab ke belakang dan berteriak padanya,

"Hey Jeon Jungkook!"

BAM!

Bersamaan dengan debaman pintu yang ditutup brutal sama kelincinya itu, Taehyung tergelak. Sepertinya, mantannya yang imoet itu tidak berubah terlalu banyak. Bedanya, sekarang ia terlihat lebih tsundere kepada Taehyung. Pemuda itu lebih dari tahu mengapa Jungkook bersikap begini kepadanya, pastilah karena kejadian di perpus kemarin.

Tunggu—Kelincinya?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


Halo gaaaeeeesssssss! Akhirnya ke publish nih yang kalian nantikan. Uso mau pake bahasa yang baku sebenarnya, tapi agak malas dan otakpun sendat nyari diksi yang bagus.

Jadi, gimana? Suka? Berikan komentar kalian dungs!

Yang review juga makasih banyak TT

kukiya : uculan mana nih Vkook sama authornya? Puas gak kukies-ya? 3

Emma : NAH IYA BENER! S7! DAKU AJA MASIH DUGEUN-DUGEUN. PADAHAL MASANG TAMPANG DATAR. DUH, BERASA MUNA :(

Thank you yang udah jadi sider :* meski sider, penting memuaskan hasrat Vkook kalian. Ehe 3

Sincerely,

Suka Usotsuki