BITTERSWEET CHAPTER 2

Cast:

~Choi Siwon

~Kim Ryeowook

~Lee Sungmin

~Park Hyungsik

~Lee Eunhyuk

~Cho Kyuhyun

~SeoHyun

~etc (menyusul!)

Genre & Warning: Yaoi

Pairing: SiWook

Bulan November di Busan

Lagi, Siwon menghirup nafas dalam-dalam saat baru saja tiba didepan Gimhae International Airport. Hawa dingin hampir membeku menyapa kulitnya. Dingin, sangat dingin, persis seperti yang dirasakan orang-orang lainnya; tidak betah berlama-lama diruang terbuka seperti ini.

Untuk kedua kalinya Siwon harus ke Busan lagi untuk sebuah rapat. Kali ini ia hanya pergi bersama Hyungsik dan Eunhyuk, Kangin sedang berhalangan tidak bisa ikut. Walaupun tidak jauh, perjalanan bulak-balik Seoul-Busan cukup memakan waktu dan tenaga-nya sekaligus. Bukan keinginannya untuk bulak-balik keluar kota seperti ini. Ia hanya bisa berharap kalau hasil kerja Arsitek Kim yang katanya hebat ini bisa memuaskan nya, atau setidaknya memenuhi ekspetasinya.

Handphone di saku jas Siwon bergetar sekilas.

Drrt Drrt

Oppa! Sedang apa? Aku sedang afternoon tea dengan teman-temanku ^^ hehe

Pesan dari Jinyoung. Kekasih Siwon. Disertakan foto selcanya bersama teman-temannya dengan background sebuah restoran mewah.

Pria tinggi ini hanya mendengus kesal saat membaca pesan masuk tersebut. Mood nya yang sudah jelek karna lelah, makin dibuat jelek lagi karna melihat pesan seperti ini dari pacarnya sendiri.

Aku sedang di Busan Jinyoung-ah.

Oh oppa ke Busan? Kenapa tidak memberitahuku? Balas Jinyoung dengan secepat kilat.

Untuk apa? Pekerjaan, oppa?

Aku sudah pernah membahasnya minggu lalu

Kau saja yang tidak pernah ingat. Batin Siwon

Em. Meeting

Wuaaa aku lupa oppa, hehe. Okelah, semangat Siwonie oppa. Fighting! ^^

Siwon hanya merengut kesal –lagi dan mengembalikan smartphone tersebut kedalam saku jas nya. Susahnya punya pacar yang bisanya cuma senang-senang. Tidak bisa membantu disaat lelah seperti ini. Hanya bisa menjadi penghibur disaat-saat bahagia. Pikir Siwon sambil menyenderkan kepalanya ke kaca jendela mobil.

Ya, Siwon sudah satu tahun lebih –hampir dua tahun berpacaran dengan Hwang Jinyoung, adik kelasnya saat kuliah. Jinyoung cantik, manis, ceria, dan… ya, itu saja. Dia adalah wanita manis yang cukup banyak di-idam-idamkan pria lain, karna penampilan luarnya. Yap, cuma karna penampilan luarnya. Setelah lama mengenal dan tau dalamnya, Siwon tidak bisa berkomentar apa-apa selain mengandalkan wajah cantik Jinyoung yang bisa ia banggakan saat tampil didepan umum –masih lebih baik daripada harus jalan sendirian.

Sebutlah Siwon jahat karna berpendapat seperti ini. Tapi sungguh, Siwon sebenarnya tidak ada niat sama sekali juga untuk menjelekkan atau merendahkan Jinyoung; tapi kalau kau sudah mengenalnya, memang begitulah kualitas pacarnya ini. Siwon tau ini memang salahnya sendiri yang memacari Jinyoung. Prinsipnya beberapa tahun lalu memang masih sangat standard dan kolot. Mencari pacar yang bisa dibanggakan secara fisik, tidak macam-macam, setia, cocok dengannya, sederajat dengannya. Siapa wanita itu? Jinyoung.

Tapi setelah hubungan mereka berjalan, memang dasar manusia tidak akan pernah merasa puas. Siwon akhirnya menyadari kalau wanita seperti Jinyoung, ternyata jauh dari kriteria pasangan hidup yang sebenarnya ia perlukan,

Jinyoung hanyalah seorang gadis lulusan bisnis dengan nilai biasa, mendapatkan pekerjaan dengan mudah di perusahaan ayahnya, hidup manja dengan semua uang dan fasilitas dari ayah dan kakak-kakaknya. Pagi hingga sore berkerja, jam makan siang kumpul-kumpul dengan teman 'sejenisnya', weekend belanja dan kumpul kumpul lagi, membicarakan gossip, mengikuti tren fashion terbaru, belanja, tidur, spa, ke salon, dan melakukan hal tidak penting lainnya.

Kalian pasti menyebut Siwon lebih jahat lagi sekarang, menjelek-jelekkan kekasihnya sendiri seperti itu. Tapi memang begitu kenyataannya, ulang Siwon lagi. Ia tidak bisa berbohong kan? Ia sendiri mengaku naif dan tidak munafik kalau ia masih bodoh dulu, hanya mencari pacar dari penampilan fisiknya saja. Sekarang, saat pria ini semakin beranjak dewasa, dikelilingi dunia pekerjaan yang professional, jadilah Siwon makin merasa gerah sendiri tiap berhadapan dengan kekasihnya sendiri; Jinyoung.

Ia kadang iri melihat teman-temannya yang punya pasangan berpendidikan tinggi dan adalah para professional di bidangnya. Mau musisi, ada yang dokter, ada yang designer, ada yang model. Setidaknya mereka semua masih memiliki keahlian khusus dibidang tertentu dan bisa diajak ngobrol tentang pengetahuan umum atau, tidak berotak kosong. Sedangkan Jinyoung? Ditanya bisnis tidak terlalu jago, politik apalagi, soal fashion pun hanya mengikuti majalah, lainnya? Hemmm nonton berita nasional ataupun internasional saja jarang sekali.

Lagi dan lagi Siwon baru menyesali kesalahannya dalam merekrut pacar dimasa sekarang. Kadang kalau meliihat idol di tv saja, Siwon masih merasa kalau idol-idol itu setidaknya lebih baik dari Jinyoung. Mereka bisa dance, mereka bisa nyanyi, mereka masih memerah keringat mereka sendiri untuk mendapatkan segepok uang. Sedangkan Jinyoung? Kalau ayah dan kakak-kakaknya tidak ada, Siwon sendiri tidak tau seorang Hwang Jinyoung akan jadi apa.

Oh Tuhan, maafkanlah dosa-dosaku yang selalu menjelek-jelekkan Jinyoung. Pikir Siwon dalam hati saat baru kembali ke alam sadar kalau mobil yang ditumpanginya kembali tiba di kantor arsitek Kim.

….

Seperti persis 4 minggu yang lalu, arsitek Kim muncul mengenakan knitwear abu-abu dan sebuah jaket biru bernuanasa gelap, sedangkan arsitek Lee menyambut mereka dengan ramah –lagi, masih dengan pakaian berwarna terang yang lebih enak dipandang –dibandingkan Ryeowook.

Sepanjang setengah jam rapat yang cukup singkat, padat, dan sangat mulus tersebut, Siwon dan Eunhyuk dibuat terkesima, puas saat melihat-lihat gambar buatan perusahaan Ryeowook dan Sungmin hingga saat ini.

Sambil masih membalik-balikkan tumpukan kertas dan mendengarkan penjelasan Sungmin yang menjelaskan satu-persatu dengan sangatlah detil, perhatian Eunhyuk dan Siwon teralihkan sejenak kepada saat sang resepsionis kantor arstiek Kim, satu-satunya wanita yang mereka bisa temukan disini, SeoHyun mengetok pintu ruangan rapat mereka, menginterupsi penjelasan Sungmin sejenak.

Tok tok..

"jeogiyo, permisi, Sajangnim.." ujar Seohyun sambil tersenyum malu-malu –tidak enak memotong pembicaraan serius pria-pria ini ditengah-tengah rapat

"Bos, anda sedang dibutuhkan di proyek, ada telepon penting" Seohyun bertukar tatapan tajam dengan Ryeowook dan Sungmin.

Ryeowook meraih handphone nya yang sejak tadi ia tinggalkan, melihat sekilas dan menemukan banyak miscall disana

"bisakah kau selesaikan, Sungmin-ah? Aku akan ke proyek sebentar" ujar Ryeowook pelan pada partner kerjanya, dibalas anggukan 'tentu saja' dari Lee Sungmin

"joeseonghamnida, Siwon ssi, Eunhyuk ssi, Sungmin akan melanjutkan penjelasannya. Ada sedikit masalah di proyek kami, saya perlu kesana sebentar, dan akan kembali secepatnya, bagaimana?" tanya Ryeowook meminta ijin pada kedua klien nya ini.

"eum, tentu saja, tidak apa-apa Ryeowook ssi, asalkan Lee Sungmin ssi masih bisa meng-handle semuanya" balas Siwon singkat. Ryeowook pun membalasnya dengan anggukan penuh percaya diri, mengingatkan beberapa hal pada Sungmin, lalu pergi meninggalkan ruangan dan kantor tersebut.

Selesai rapat, Eunhyuk tersenyum puas dengan hasil yang mereka dapatkan hari ini.

"wah.. kami sangat terkesan dengan rancangan dan gambar dari tim anda, Sungmin ssi. Benar-benar menjawab semua permintaan kami, bahkan lebih baik daripada itu, hehe. Hasil karya anda sangat memuaskan"

"haha.. terima kasih EunHyuk ssi.." balas Sungmin dengan ramah, menghargai klien-nya "ini semua juga adalah kerja keras ketua tim kami sendiri. Ryeowook lah yang merencanakan semuanya dari awal. Aku hanya bantu menjadi asisten nya saja dalam proyek ini" ujarnya dengan jujur

"oh, aku kira anda sendiri lah pemilik semua ide-ide ini? Kan anda sendiri yang menjelaskannya, Sungmin ssi"

"aniyeyo… proyek yang aku handle masih belum selesai, yaitu proyek yang saat ini sedang dikunjungi Ryeowook ssi sekarang. Ryeowook yang sedang lenggang menyempatkan langsung untuk mencari dan mengembangkan semua ide ini dari awal. Ryeowook juga yang menggambar ini semua.. aku hanya menjelaskan.. hehe" jawab Sungmin sambil masih membereskan puluhan kertas print-an 3D gambar design Ryeowook "Kim Ryeowook ssi memang jarang menjelaskan langsung ke klien, untuk tahap ini adalah salah satu tugas utamaku. Ryeowook lebih banyak mengontrol semuanya secara langsung baik di lapangan dan mengerjakannya semua gambarnya langsung…" jawab Sungmin masih dengan senyum lebar nya.

"wuaaahahahah. Jinjjaro aku sangat terkesan dengan pekerjaan Ryeowook ssi. Kalau begini terus, tentu saja perusahaan kami tidak akan pernah melepaskan kerja sama dengan perusahaan kalian, Sungmin ssi. Iya kan, Siwon-ah?"

Siwon yang sejak tadi juga masih diam saja, masih memperhatikan dengan detil data-data dihadapannya, hanya menjawab singkat setengah bergumam

"ya benar.. tentu saja…."

Tentu saja tidak sia-sia aku mencari arsitek terbaik di negeri ini.. Kalau hasilnya masih tidak memuaskan sih keterlaluan… batin Siwon masih memberikan pembelaan kepada dirinya sendiri, walaupun ia mendengar dengan jelas semua ucapan Sungmin barusan; kalau semua rancangan sempurna dihadapannya ini adalah hasil pemikiran seorang pria kecil pemilik perusahaan ini sendiri.

Siwon sendiri masih setengah percaya saat mendengar percakapan Sungmin dan Eunhyuk barusan. Kim Ryeowook ssi.. Pria itu terlihat sangatlah biasa-biasa saja dari luar. Selalu berpakaian nuansa gelap, tidak banyak bicara, tidak banyak senyum, hanya bersikap professional, tapi ternyata dialah bos semua arsitek disini, dan adalah pria jenius yang akan membangun vila miliknya nanti.. ckckck…

"mau ngopi di balkon kantor kami dulu, Eunhyuk ssi, Siwon ssi? Pesawat kalian terjadwal sore ini kan? Di lantai 2 kami punya balkoni yang menghadap langsung ke laut lepas" lagi Sungmin menawarkan service kepada dua klien-nya ini.

"oh geuromyeon, boleh boleh Sungmin ssi. Tentu saja…" Eunhyuk menerima dengan senang hati tawaran pria dihadapannya ini.

Sungmin pun membawa Eunhyuk dan Siwon naik ke lantai dua, sedikit berkeliling kantor yang berkonsep minimalis – modern ini. Kantor yang sederhana, terdiri dari ruangan-ruangan meeting, tempat kerja yang terdiri dari meja-meja kerja arsitek-arsitek mereka, dapur, dan fasilitas dasar lainnya. Di lantai 2, selain ada ruangan kerja lagi, terdapat deretan kaca besar yang membuat matahari langsung masuk, yang adalah pintu menuju balkon dengan pemandangan langsung ke pantai lepas.

Bangunan kantor ini memang agak unik, lebih tinggi daripada gedung-gedung 2 tingkat lainnya, sehingga bisa mendapatkan pemandangan indah laut dan pelabuhan Busan sambil duduk-duduk di balkoni tersebut.

"kantor ini baru dibuat 2 tahun yang lalu? Masih baru yaa?" tanya Eunhyuk setelah melihat foto-foto peresmian semua proyek arsitek-arsitek disini yang terpanjang disebuah tembok besar didalam.

"iya benar, perusahaan ini sudah berjalan hampir 4 tahun, tapi baru musim panas 2 tahun lalu kami membangun kantor ini sendiri" Sungmin menjelaskan "aku dan Ryeowook sendiri lah yang membangun semuanya dari awal. Kami yang mencari lokasi, meng-design, hingga semua finishingnya hingga menjadi tempat seperti ini sekarang"

"ohhhh" Eunhyuk mengangguk-angguk mengerti.

Eunhyuk adalah tipe orang yang ramah dan cukup bawel, makanya cocok dengan Sungmin yang juga kurang-lebih memiliki sifat yang sama; berbeda dengan Siwon yang memang dasarnya tidak banya bicara, apalagi kalau mood nya sedang tidak bagus seperi ini, membuatnya jadi terkesan lebih sombong dari biasanya.

Eunhyuk adalah Chief Executive Project Relationship Officer, jadi adalah salah satu tugasnya adalah memang untuk membina hubungan yang baik dengan mitra-mitra perusahaan mereka; termasuk dengan para arsitek-arsitek muda ini.

Tidak biasanya Choi Hotelier Group berkerja sama dengan perusahaan –entrepreneur muda seperti ini. Biasanya mereka langsung merekrut kontraktor besar untuk membangun gedung belasan lantai; tapi karna target mereka kali ini berebeda, jadinya ya untuk pertama kalinya Siwon dan kawan-kawannya akan berkerja sama dengan group kontraktor yang berbeda juga.

Walaupun perusahaan ini masih dibilang kecil dibanding perusahaan di Seoul lainnya, tapi untuk kelasnya, prestasi perusahaan ini sudah tidak bisa diragukan lagi, Eunhyuk menyaksikan langsung dengan kedua matanya sendiri.

Bulan lalu saat mereka menginap satu malam di Busan; ia, Siwon dan Kangin sempat jalan-jalan di Busan dan menemukan banyak orang konstruksi mengenakan jaket berlabel perusahaan yg didirikan Kim Ryeowook ini. Walaupun kantornya masih sangat sederhana, sepertinya koneksi, kenalan, dan kapasitas Ryeowook dan Sungmin di bidangnya sudah tidak bisa diragukan lagi.

Setelah beberapa menit menikmati suara ombak dan angin saja, tak lama kemudian suara percakapan beberapa pria di bawah sana tiba-tiba tertangkap telinga Sungmin, Eunhyuk, dan Siwon, membuat ketiganya menengok kebawah dan menemukan Ryeowook sudah kembali, sedang mengobrol dengan beberapa pria yang pastinya lebih tua dari usianya, dan… dan ada Hyungsik, sekretaris Siwon menyelip disana.

Siwon, Sungmin, dan Eunhyuk terus mengamati orang-orang ini dari atas tanpa mereka sadari. Terutama Siwon, yang menemukan sekretarisnya malah mengobrol lebih akrab dengan Ryeowook dibanding dirinya sendiri. Sedang apa Hyungsik ngobrol dengan mereka juga?!

Ryeowook tersenyum, bahkan sesekali tertawa saat bersenda gurau dengan pria-pria tersebut, dan juga sekretarisnya sendiri.

"mereka adalah mitra-mitra kerja kami di lapangan; para pekerja kasar nya langsung, anak buah –well, yeah, partner kerja kami di lokasi. Mereka-mereka lah yang nantinya akan membangun villa perusahaan kalian, melalui perusahaan kami yang adalah perantara diantara kalian berdua" Siwon mencuri dengar percakapan Sungmin dan Eunhyuk lagi.

Siwon masih memperhatikan tingkah laku Ryeowook dengan seksama. Saat pria itu dengan ramah berinteraksi dengan banyak ahjussi-ahjussi tersebut, membicarakan banyak hal tanpa batasan formal non-formal, sangat down to earth dengan para anak buah-nya.

Sambil masih terdiam, pikiran Siwon melayang lagi mengamati satu pria kecil ini. Yang membuat Siwon tertarik dengan orang ini adalah bagaimana Ryeowook selalu memilik sifat – kemampuan – tingkah laku yang sangat bertolak belakang dengan bagaimana ia terlihat dari luar; dan itulah yang menarik perhatian Siwon.

Walaupun ia dan Ryeowook adalah sama-sama pemimpin dari perusahaan masing-masing yang akan berkerja sama, Siwon tidak pernah banyak bicara langsung dengannya. Mereka hanya membuat eye-contact hanya beberapa kali dalam hitungan jari; yaitu saat berjabat tangan, dan sesekali saat Siwon menjabarkan permintaannya.

Saat mendengar permintaan pihak perusahaannya kemarin, kebanyakan Ryeowook hanya diam mendengarkan dengan seksama, hanya mencoret-coret jurnal nya saja dengan sangat dingin. Lalu hari ini, pria kecil dan kurus ini juga lebih banyak diam, Sungmin ssi lah yang meng-handle semuanya, tapi tau-taunya semua ide briian tersebut adalah hasil tangannya sendiri.

Ryeowook tidak segan meninggalkan klien penting untuk menyusul anak buahnya di lapangan, bahkan sekarang dengan santai mengobrol dan mengurus administrasi mereka dulu daripada kembali ke klien pentingnya lagi –yang adalah aku, batin Siwon.

Dia sepertinya sedang mengurus gaji, atau apalah kepada banyak perkerja dibawah sana. Tapi lagi, yang menarik perhatian seorang Choi Siwon adalah saat melihat pria ini berperilaku. Dari semua yang ia lihat dari kacamatanya saat ini; tercetak jelas sekarang kalau Ryeowook ssi pastilah seorang pekerja keras dengan bisa menyelesaikan 60% deadline dalam waktu satu bulan; kedua tentu saja ia berpendidikan tinggi dan sangatlah pintar, lagi tercetak dari semua hasil pekerjaannya dan background cv yang sangatlah brilian; ketiga, bagaimana ia mempunyai koneksi yang luas disekeliling kota Busan, dan bagaimana ia mengatur anak-anak buahnya secara langsung, terlihat jelas dari cara dia berinteraksi dengan mereka semua dibawah sana saat ini.

Ya… melihat itu semua menjadi seperti sebuah hantaman ringan bagi Siwon sendiri. Pria ini pintar, perkerja keras.. sukses di usia muda.. Well, aku juga memiliki semua itu sih, pikirnya. Tapi sukses yang didapatkan Ryeowook sepertinya berbeda.. Keberhasilan Ryeowook didapatnya mulai dari bawah dengan mengenal anak buahnya secara langsung, sedangkan Siwon… hmmm.. ini adalah pelajaran yang sangat bagus untuk dipelajari Siwon sendiri…

Saat Sungmin, Eunhyuk, dan Siwon turun mereka masih menemukan Hyungsik sedang ngobrol berdua dengan Ryeowook di ruang lobi kantor.

"Ehm" Sungmin terpaksa harus menginterupsi percakapan diantara dua orang ini dan melepas kepergian calon klien mereka kembali ke Seoul

I know that everything is gonna change,
Even the friends I knew before may go,
But this dream is the life I've been searching for.
Started believing that I was the greatest,
My life was never gonna be the same.
Cause with the money came a different status,
That's when things change.
Now I'm too concerned with all the things I own,
Blinded by all the pretty girls I see,
I'm beginning to lose my integrity.

…..

"Hyungsik ssi" Siwon tiba-tiba buka suara dari bangku belakang saat Hyungsik sedang menyetir untuk mereka bertiga kembali ke bandara.

"Ya sajangnim" jawab Hyungsik sambil melirik kebelakang

"Tadi kau kenapa jadi ikut-ikutan ngobrol dengan Kim Ryeowook dan perkerja-perkerjanya?" tanya Siwon dengan nada datar

"Hah? Ohh... Itu.. Kami hanya tidak sengaja bertemu di lobi bawah sajangnim" jawab Hyungsik sambil tertawa-tawa sendiri "kebetulan Ryeowook ssi baru saja kembali dan mengobrol tentang keadaan tanah disekitar sini, jadi aku ikut nimbrung saja, hehe…"

"Bagaimana seorang Kim Ryeowook menurutmu, Hyungsik-ah?" tanya Eunhyuk iseng ikut nimbrung juga

"Orangnya baik, sajangnim. Tadinya aku kira dia adalah orang yang sombong, tapi dia ternyata terbuka sekali walaupun baru diajak ngobrol"

"Ohhhh" gumam Eunhyuk, asal mau tau saja.

Sedangkan Siwon sendiri yang awalnya menanyakan dan mau menegur Hyungsik pun, jadi lupa sendiri karna jawaban asisten nya yang sangat jujur sambil senyum-senyum sendiri ini.

OooooO

Bulan November di Seoul

"Oyyy" Kyuhyun, seorang pria tinggi yang baru saja tiba di area bar sebuah restaurant bintang lima langsung menepuk pundak seorang pria tampan yang sudah dikenalnya dengan baik.

"Oyyy bro" Siwon membalikkan badan dan bercengkramah dengan Kyu yang membangunkan lamunannya memandangi pemandangan malam kota Seoul sejak tadi.

"Kenapa suntuk? Kerjaan numpuk lagi?" tebak Kyuhyun yang melihat wajah kusut Siwon

"Aniyo.. biasa saja" jawab Siwon singkat.

"Hahahaha lagian muka ditekuk aja"

"Aku lagi bingung aja Kyuhyun-ah" Siwon mulai tidak sabar bercerita

"Wae?"

"Jinyoung.. sepertinya aku akan mengakhiri hubungan kami" ujar Siwon

"Oh, kenapa? Kalian bertengkar?"

"Tidak sih.. kau sudah tau kan.. masih sama seperti yang kemarin…" -mengimplikasikan ceritanya di sesi terakhir curhat Siwon pada Kyuhyun.

Mendengar jawaban Siwon tersebut, Kyuhyun mulai mengeluarkan evil smirk andalannya

"alah… Kau sendiri yang menyukai nya dulu" canda Kyuhyu

"Arrayo… tapi semuanya sudah beda, kau tau.. seperti yang aku sudah ceritakan.." ujar Siwon yang menggantung ditengah-tengah lagi "terus berpacaran dengannya sudah tidak menjadi arti apa-apa untukku lagi Kyu.."

Kyuhyun mendengarkan Siwon sampai akhir baru menjawab lagi

"Jadi apa? Kau ingin memacari dosen? Atau dokter? Pelukis? Artis?"

"Yaa!"

"Hahahah bercanda bro. Habis kau kejam sekali, mencampakkannya hanya karna hal sepele itu saja" sambung Kyuhyun

"Itu tidak sepele, itu namanya realistis, Cho Kyuhyun" Siwon menengguk one-shot minumannya lagi, sedangkan Kyuhyun masih terkekeh sendiri. "Iya sih, hahahha"

"Kalau kau ada diposisi ku kau juga akan melakukan hal yang sama, Cho Kyuhyun"

"Aku tidak akan pernah memacari gadis seperti itu dari awal kalau aku jadi kau Siwon-ah, hahaha" jawab Kyuhyun enteng.

Siwon hanya menaikkan ujung bibirnya mendengar jawaban Kyuhyun barusan. Ya, temannya satu ini memang selalu bisa menjawab semua argumennnya.

"Jadi apa, kau sudah menyukai orang lain yang lebih perpendidikan?" Tanya Kyuhyun straight forward

"Bukan masalah berpendidikan Cho Kyu.." belum selesai Siwon bicara Kyuhyun sudah memotong,

"Ne nee arra.. seseorang yang lebih.. lebih bisa diajak bicara serius dan juga untuk merencanakan masa depan, bagaimana?"

"Terserah kau lah" Siwon mulai lelah disudutkan dengan Kyuhyun terus daritadi walaupun ia tau temannya ini sedang bercanda.

Memang selalu seperi ini kalau bicara dengan Kyuhyun.. Siwon sudah biasa.

"hahahah.. Eyy aku serius…" Kyuhyun menyenggol lengan Siwon lagi "apa karna orang ketiga?"

"Aku belum menyukai siapa-siapa" Siwon menggelengkan kepalanya pelan

"Ohhhh"

"Apa standarmu jadi mau mengejar seorang professional sekarang? Tidak mau punya pasangan yang hanya diam dirumah lagi setelah menikah nanti?" tanya Kyuhyun refleks; tanpa ia menyadari kalau ucapannya tersebut itu sangatlah nancep kedalam hati lawan bicaranya, haha.

Siwon tertawa sendiri mendengar pernyataan Kyuhyun barusan. Ya, memang itulah keinginannya dulu, punya pasangan yang bisa melayani nya dirumah saja. Dulu, dulu sebelum keadaan hidupnya belum seperti sekarang, dan sebelum ia tersadar akan apa tuntutan 'hidup' sebenarnya.

Lucu memang kadang, bagaimana kita melupakan apa yang pernah kita ucapakan sendiri di masa lalu. Makanya memang Siwon kadang butuh orang-orang semacam Kyuhyun yang bisa membawa dan menyadarkannya kembali ke dunia realita.

"Hahah, aniyeyo. Mungkin. Mungkin itu adalah yang aku inginkan saat ini. Tapi entahlah, aku tidak berani bicara apa-apa lagi kalau sudah bicara jodoh. Takut kemakan omongan sendiri lagi" ujar Siwon sambil menengguk minumannya lagi

"Sepertinya itu adalah standarmu untuk saat ini. Percayalah denganku.

Tapi iya sih benar katamu, tidak akan ada yang bisa menebak nantinya kita berakhir dengan siapa."

Dann seperti inilah kira-kira percakapan dua bujangan diujung usia 20-an mereka. Sama-sama sibuk, sama-sama (hampir) single, sama-sama masih mencari cinta sejati mereka masing-masing.

I don't want another pretty face

I don't want just anyone to hold

I don't want my love to go to waste

I want you and your beautiful soul.

OoooO

Bulan Desember di Seoul –kantor Choi Hotelier Corp

"Sajangnim, rapat dengan perusahaan Kim jadi bentrok dengan jadwal peresmian gedung di Gungju" ujar Hyungsik dari balik laptopnya diruangan kerja Siwon. Sedang ada Eunhyuk juga kebetulan disana.

"Oh ya? "Tanya Eunhyuk dan Siwon hampir bersamaan mendengar kabar penting tersebut

"Ne, keduanya jatuh pada hari Jumat tanggal 16"

"Kalau begitu jadwal ulang rapat di Busan jadi secepatnya setelah tanggal 16" perintah Siwon tanpa perlu berpikir. Sudah jelas mana yang bisa ditunda, mana yang tidak.

"Mereka hanya bisa seminggu kemudian, di hari Jumat lagi sajangnim" ujar Hyungsik lagi

"Hari jumat tanggal 23?"

"Iya"

"Ya sudah, boleh." Siwon masih sibuk dengan dokumen-dokumennya.

"Tanggal 23 desember? Aku sudah cuti Choi Siwon. Kenapa tidak setelah tahun baru saja sih?" Timbrung Eunhyuk sambil mengamati kalender dihadapannya. Bos nya ini gila ya? Tanggal 23 desember? Masih kerja?

"Kelamaan kalau menunggu tahun baru Eunhyuk-ah. Aku ingin melihat semua hasil nya secepatnya."

"Aku tidak akan bisa ke Busan tanggal 23 Siwon ssi" ulang Eunhyuk lagi.

"Yasudah aku saja yang kesana. Aku yang akan mengambil semua gambar-gambarnya" jawab Siwon enteng sambil melihat kedua pria dihadapannya ini bergantian, membuat Eunhyuk dan Hyungsik melongo lagi.

"Ehhmm sajangnim. Aku hanya ingin memberitahu kalau aku.. Mulai dari tanggal 23 aku sudah ijin cuti juga" ujar Hyungsik juga

"Kau juga?" Siwon menunjuk sekretarisnya dengan pena yang sedang digenggamnya.

Hyungsik mengangguk dengan agak gugup.

"Yasudah tak apa, aku saja sendirian yang kesana. Pesankan aku tiket pesawat saja Hyungsik ah, dan pasang rapat tanggal 23 siang. Sorenya aku akan kembali ke Seoul"

Hyungsik hanya bisa mengangguk-angguk menuruti perintah bos, sibuk mengetik sesuatu lagi di komputer

"Apa mereka masih berkerja tanggal 23?" tanya Eunhyuk

Hyungsik diam sejenak belum menjawab

"Perusahaan Kim baru saja menjawab… Katanya mereka bisa, walaupun Lee sajangnim sudah cuti, tapi masih ada Kim sajangnim yang bisa menghadiri rapat tersebut"

"Baiklah, sempurna kalau begitu" ujar Siwon lega sebelum tenggelam kedalam lembaran kertas proposalnya lagi.

Sempurna apanya. Masih berkerja di tanggal 23 desember. Hadeh hadeh choi Siwon.. Pikir Eunhyuk sambil geleng-geleng kepala

….

Pintu lift terbuka; Hyungsik dan Eunhyuk masuk berdampingan kedalam elevator tersebut.

"Eunhyuk sajangnim, kenapa sih Siwon ssi jadi gila berkerja seperti itu?" Tanya Hyungsik dengan serius tapi tetap hati-hati saat mereka saja yang berada didalam lift tersebut.

"Gak tau, marah-marah melulu juga kerjaannya akhir-akhir ini." Eunhyuk mengangkat kedua bahunya "Biasaa... Habis putus cinta, jadi larinya ke pekerjaan dehh" jawabnya sambil menyengir lebar

"Hahaha sajangnim bisa saja!" Hyungsik jadi tertawa terbahak-bahak sendiri mendengar balasan Eunhyuk barusan. Bos nya yang satu ini memang selalu bisa mencairkan suasana.

OoooooO

23 Desember, Busan

Siwon melirik keadaan diluar yang sudah gelap gulita. Matanya bergerak lagi kearah jam dinding yang tergantung di dekat pintu. Sudah jam tujuh kurang lima belas menit malam; di bulan Desember, musim dingin, 2 hari menuju Natal, dan dia masih rapat.

Tidak dibiarkan bengong terlalu lama, dalam sekejap Kim Ryeowook sudah kembali lagi duduk dihadapannya membawa satu file dokumen. Tadi pria ini keluar sejenak untuk mengambil file ini sendiri dari ruang kerjanya. Maklum, kantor ini sudah kosong melompong sejak siang tadi. Kalau biasanya saja memang gedung ini tidak pernah ramai, tapi hari ini malah cuma Seohyun, security, 2 3 orang lainnya yang hendak pulang, dan Kim Ryeowook sendiri yang Siwon temui ditempat ini.

Seharusnya Siwon datang ke Busan sejak siang, tapi karna cuaca yang jelek, banyak pesawat dicancel, hingga Siwon hampir mau naik KTX, tapi akhirnya bisa juga naik pesawat pukul 4 sore. Untung saja Ryeowook masih mau menemaninya. Dan untung saja Hyungsik masih mau mengurusinya walaupun pria itu sedang cuti. Hah.. akan kuhitung dia cuti setengah hari saja untuk hari ini (tetap pelit); pikir Siwon.

Jadilah walaupun hari sudah gelap, percakapannya dengan Ryeowook masih belum selesai-selesai juga.

"kami belum membuat daftar harga dan biaya kontrak secara resmi Siwon ssi, tapi ini adalah angka yang kami perkirakan.. Belum termasuk biaya kalau ada perubahan dari penjelasan hari ini yaitu 40% dari seluruh proyek" Ryeowook menjelaskan dengan telaten satu persatu gambar, grafik, angka, dan setiap kalimat disemua kertas putih tersebut pada Siwon.

Suara Ryeowook terdengar agak bindeng, mungkin karna flu secara ia berkerja di area laut. Lehernya dilindungi erat dengan scarf abu-abu tebal. Jaket dan baju berlapis-lapis untuk melawan dingin membuat Ryeowook terlihat lebih gemuk dari luar; tapi Siwon tau persis betapa kurusnya tubuh arsitek satu ini.

"oh oke.. aku tidak ada masalah dengan biaya nya sejauh ini.." ujar Siwon.

Selama satu jam terakhir ia hanya mendengarkan hasil rancangan dan design Ryeowook, dan mengubah apa yang ia tidak setuju, meminta itu semua untuk diubah, dicatat satu persatu dengan serius oleh Ryeowook.

Selesai, hampir selesai. 2 bulan dan rancangan vila ini benar-benar hampir selesai. Benar-benar tidak sia-sia hasil keringatnya selama ini, hffft…. Walaupun lelah Siwon tetap merasa lega dan senang. Ia yakin Ryeowook juga merasakah hal yang sama. Pria ini terlihat sangat ambisius dengan pekerjaan dan karirnya.

Sejak tadi mereka berdua hanya bicara tentang pekerjaan tanpa jeda.

…..

19:30

Siwon masih menghubungi satu nomor yang sejak tadi bernada sibuk sambil beridiri tegap di lobi kantor asosiasi arstiek Kim di Busan ini. Penjaga gedung sedang sibuk mematikan semua lampu, listrik, dan melakukan pengecekan. Setelah pertemuan Ryeowook dan Siwon selesai, kantor ini akan tutup hingga 27 Desember nanti. Ryeowook memberikan cuti kepada semua arsiteknya hingga tanggal itu.

"kau sedang menelepon taxi, Siwon ssi?" tanya Ryeowook yang baru tiba sambil mengancingkan coat biru tebalnya

"ah, ne.. sejak tadi aku telepon tapi sedang sibuk melulu" jawab Siwon sambil masih mencoba santai. Ayolah.. ia sedang berada di kota asing, sendirian, di sebuah wilayah antah berantah seperti ini, sebentar lagi gedung ini akan ditutup pula. Haruskah ia menunggu diluar sendirian? Haish…

Siwon datang dengan taksi tadi, karna tidak ada sekretarisnya yang menyetir. Salahnya, ia belum memesan taksi untuk kembali ke bandara lagi. Dan jadi seperti ini lah keadaannya sekarang.

"anda mau kemana? Ke bandara?"

"iya" jawab Siwon singkat sambil masih sedikit salah tingkah. Ini pertama kalinya ia berbicara dengan Ryeowook se non-formal ini.

"mau kuantar saja tidak? Akan susah memanggil taksi untuk kesini terutama dimalam hari" ujar Ryeowook sambil mengajak Siwon keluar gedung karna semua pintu akan dikunci, dengan ekspresi seperti menambahkan 'apalagi kalau kau harus menunggu ditengah dingin seperti ini'

Siwon sendiri hampir speechless mendengar tawaran Ryeowook barusan

"hah? Oh ya? Yakin tidak apa-apa?" jadilah yang keluar dari mulutnya hanya kalimat klise seperti wanita saat didatangi pria yang disukainya

"eung, aku akan mengantar Seohyun kerumahnya juga, sekalian cukup searah ke bandara" jawab Ryeowook santai menunggu Seohyun untuk menyusul keluar.

Siwon baru bernafas lega saat mendengar ada Seohyun juga. Ah…. At least aku tidak sendirian. Pikirnya.

"ahh.. baiklah, boleh. Terima kasih Ryeowook ssi! Tidak merepotkanmu kan?"

"aniyo, tidak sama sekali. Silahkan masuk" jawab Ryeowook sambil masih merapikan kupluk biru nya yang sangat lucu *eh

Entah kenapa juga Siwon jadi segugup ini saat bicara langsung dengan Ryeowook seperti saat ini. Mungkin karna ia beberapa kali sudah mengamati Ryeowook secara sepihak sebelumnya, jadilah ia merasa nervous sendiri saat ngobrol dengan orang ini langsung.

Siwon duduk disebelah Ryeowook yang menyetir sedangkan Seohyun duduk di bangku penumpang belakang, menembus kota Busan yang cukup sibuk dan cukup cantik pemandangan malamnya ditengah musim dingin ini.

Kebanyakan hanya suara lagu dari radio yang terdengar, walaupun kadang SeoHyun dan Ryeowook mengobrol juga. Mereka berdua membicarakan rencana ngumpul-ngumpul kantor mereka Christmas nanti dan juga tahun baru nanti. Tapi sayangnya banyak arsitek mereka yang berasal dari Seoul atau kota lain, jadilah mungkin tidak semuanya bisa datang. Seperti Sungmin misalnya, yang ternyata adalah orang Seoul dan sedang berada disana makanya sudah cuti sejak 2 hari yang lalu.

Ya, yang Siwon lakukan selama 20 menit hanyalah diam dan mendengarkan semua percakapan antara Seohyun dan Ryeowook.

"hati-hati Seohyun-ah"

"ne.. terima kasih sajangnim!" Seohyun membungkuk sopan sambil mobil Ryeowook berlalu kembali ke jalan raya, menuju jalan tol untuk ke bandara. Tinggal lah Wook dan Siwon saja.

"kau.. apakah, orang asli Busan, Ryeowook ssi?" Siwon akhirnya buka suara untuk memecahkan suasana awkward diantara mereka berdua. Kata Hyungsik dia bukan orang yang sombong; yasudah lah aku ajak bicara saja. Pikir Siwon.

"eumm.. tidak juga. Tapi aku tumbuh disini waktu dulu, Siwon ssi"

"ohhhh…" Siwon mengangguk paham

"apa kau tinggal menetap disini? Maksudku.. saat ini juga" tanya Siwon lagi

"ne, aku tinggal dan menetap di kota ini saat ini" jawab Ryeowook lagi

Siwon baru menyadari kalau Ryeowook sedikit-sedikit juga masih cukup kental aksen Busan-nya. Tadinya ia tidak sadar karna tidak terlalu jelas terdengar kalau Ryeowook hanya membicarakan perkerejaan.

"bagaimana denganmu, Siwon ssi? Apa kau berasal dari Seoul juga?" tanya Wook

"ya, aku berasal dari Seoul, dan tinggal disana"

Ryeowook hanya balas mengangguk juga mendengarkan.

Jalanan menuju bandara sangatlah mulus.. Tapi tidak saat mereka tiba disana.. bandara tersebut terlihat sangatlah ramai dan padat, melebihi kesibukkan biasanya.

Ryeowook meminggirkan mobilnya untuk menurunkan Siwon

"oke, terima kasih banyak Ryeowook ssi! Jeongmbal gomabda atas bantuannya mengantar ku kesini. Sampai jumpa di rapat selanjutnya, ne?" ujar Siwon sambil bersiap turun.

"ne sama-sama…" balas Wook "yakin tidak mau lihat kedalam dulu Siwon-ssi? Apakah kau sudah punya tiket untuk ke Seoul?" tanya Ryeowook yang sebenarnya sudah bisa menebak keadaan seperti apa didalam terminal sana, melihat orang sebanyak ini diluar.

"ani gwenchanayo, nanti aku akan beli tiket paling cepat dan menunggu didalam. Aku duluan ne, terima kasih!" jawab Siwon cepat dan menutup pintu mobil Ryeowook sambil tersenyum lebar.

Ryeowook pun jadi lanjut menginjak gas mobilnya untuk melanjutkan perjalanannya malam ini.

….

Kim Ryeowook, dibalut sebuah coat biru tua, kupluk biru dan scarf abu-abu tebal berjalan santai diantara ratusan krumunan orang, menuju bagian counter penerbangan local di bandara internasional Gimhae tersebut.

Matanya menerawang jauh sambil berjalan mengitari terminal tersebut, kali-kali saja menemukan orang yang mungkin bisa ditemukannya disini.

Dan benar saja, tak lama ia memperhatikan, di counter Korean Air pria berlesung pipi manis ini menemukan Siwon sedang bercakap-cakap panjang dengan seorang petugas counter.

Ryeowook berjalan kearah calon rekan kerjanya tersebut, menghampiri Choi Siwon dan memanggilnya dari belakang.

"Siwon ssi"

Siwon menengokkan badan dan agak kaget melihat Ryeowook ada dihadapannya lagi. Aigoo, apa dia belum pulang?

"oh, Ryeowook ssi!"

Ryeowook melirik tangan kanan Siwon yang menggenggam sebuah kartu kredit platinum.

"apa kau sudah mendapatkan tiket?"

Bukannya Ryeowook sok perhatian atau banci perhatian atau sok-sok kepo mengikuti Siwon terus, tapi memang kenyataannya, keadaan di bandara tersebut saat ini sedang agak chaos. Banyak orang mengantri, berdebat dengan para petugas tiket, karna banyak pesawat yang di delay dan cancel karna cuaca buruk.

Ia hanya merasa simpatik pada klien nya ini, dan Ryeowook sudah tau keadaan bandara diakhir pekan dengan cuaca jelek seperti ini bahkan hanya dengan melihat dari luar. Jadilah ia iseng mengecek keadaan Siwon dulu sebelum benar-benar pulang.

"ah.. belum.. pesawat terkahir malam ini sudah penuh katanya, karna pesawat sebelumnya di cancel sehingga dipindahkan ke flight ini.. aku sedang nego dengan para petugasnya untuk memberikan ku satu kursi saja" Siwon menjelaskan dengan memasang wajah 'aku tidak apa-apa' walaupun ia sendiri tidak tau kalau wajahnya saat ini mencetak jelas kejengahan, kelelahan, kekesalan seakan-akan mau berteriak 'aku mau pulang ke Seoul malam ini juga bagaimanapun caranya!' tapi hanya coba disembunyikannya dari Ryeowook.

"seat nya sudah dibooking semua? Apa semua penumpangnya sudah datang?" tanya Ryeowook masih dengan tenang, dan Siwon tidak mengerti apa maksud pria ini. Apa semua penumpangnya sudah datang? Mana aku tau!

Belum sempat Siwon membalas, Ryeowook melangkah maju untuk mengajak bicara seorang petugas tiket.

Siwon menunggu beberapa menit melihat Ryeowook yang membicarakan sesuatu dan sang petugas yang jadi mengecek sesuatu di data komputernya. Hemmm apa yang sebenarnya mereka lakukan..

"ada satu tiket tersisa Siwon ssi, bisakah kau tunjukkan ID mu pada mereka" ujar Ryeowook saat ia akhirnya membalikkan badan untuk bicara dengan Siwon. Satu kalimat: satu tiket tersisa. Satu kalimat yang menyelamatkan hidup Siwon untuk melewati satu lagi hari yang penuh kesialan.

Siwon dengan cepat menunjukkan ID nya, dan semenit kemudian ia benar-benar mendapatkan tiket ditangannya, pesawat jam 9, satu jam lagi, menuju Seoul! Oh yesss! Walau ia masih tidak mengerti bagaimana Ryeowook mendapatkannya, mereka berdua mundur berlalu dari kerumunan orang yang masih membutuhkan bantuan dan berjalan menuju tengah terminal bersama.

Sumpah, Siwon masih tidak percaya melihat ini. 10 menit tadi ia berdebat dengan orang yang sama, meminta –memohon agar ia bisa mendapatkan satu tempat duduk saja. Dan sekarang, dalam 3 menit seorang Kim Ryeowook bisa mendapatkannya?!

"bagaimana kau bisa mendapatkan ini, Ryeowook ssi? Neomu neomu kamsaheyo" tanya Siwon saat mereka sudah menyingkir ke tempat yang lebih tenang.

Ujung bibir Ryeowook terangkat sebelah melihat ekspresi lucu Siwon dihadapannya. Baru kali ini Siwon melihat Ryeowook tertawa ataupun tersenyum secara langsung.

"Aku sudah memesan beberapa tiket dari Busan ke beberapa kota sebelumnya untuk akhir pekan dan tanggal-tanggal merah seperti ini Siwon ssi. Rekan-rekanku di kantor, dan client-client kami banyak yang harus bulak-balik Busan sepertimu, jadi kami memfasilitasi dengan memesan tiket in advance seperti ini kalau mereka membutuhkan.

Beruntung aku masih punya stock satu tiket untuk penerbangan hari ini. Harusnya untuk tadi sore, tapi pesawatnya cancel jadi aku bisa meminta untuk diganti jadi flight jam 9 hari ini"

Siwon bengong sebentar saat mendengar ucapan Ryeowok barusan. Yaampun ini kebetulan dari planet darimana orang ini bisa menyelamatkan hidupku tanpa diminta ya Tuhannn? Pikir Siwon dalam hati lagi

"yaampun, terima kasih, sungguh terima kasih banyak Ryeowook ssi. Aku sudah tidak tau bagaimana lagi kalau tidak ada tiket ini, sungguh"

Ryeowook tertawa kecil lagi melihat ekspresi Siwon yang begitu senang

"hahah, sama-sama Siwon ssi. Anggaplah ini service dari perusahaan kami kepada customer. Cheonmanayo" jawab Ryeowook sambil tersenyum sekilas. Hanya sekilas.

"masuklah, sebentar lagi pesawatmu berangkat" Ryeowook bersiap untuk kembali kebawah juga, kembali ketempat parkir.

"ne. Aku benar-benar berhutang padamu Ryeowook ssi. Akan kubayarkan hutangku nanti, ne? terima kasih!" Siwon berjabat tangan lagi dengan Ryeowook

"ne, ne, masuklah, annyonghigaseyo!"

Dingin. Tangan kecilnya sangatlah dingin. Siwon melepas jabatan tangan Ryeowook dan masuk kedalam, berpisah dengan pemilik perusahaan arsitek Kim ini.

Masih bisa dilihatnya kupluk biru Ryeowook bergerak keluar gedung, menuju kebawah untuk kembali ke tempat parkir. Hati Siwon tidak bisa tidak merasa lega dan hangat mendapatkan kejutan seperti ini. Dari semua tragedi yang menimpanya dalam waktu 12 jam ini; hanya 2 uluran tangan Ryeowook yang sepele tapi membantunya sangat banyak, dan hal-hal tersebutlah yang sangatlah berarti.

Siwon masih tidak habis pikir bagaimana Ryeowook bisa se-sepikiran itu hingga menyusulnya kedalam terminal bandara. Hingga malam tiba, walaupun sudah hampir menutup matapun, Siwon masih sulit melupakan semuanya yang terjadi hari ini.

TBC!

Silahkan review ~ terima kasih