PLEASE LOVE ME
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance & Hurt/Comfort
Pairing : SasuHina
Rated : T
Author : okta0809
Warning : OOC, Gaje, masih banyak kekurangaun lainnya.
Don't like Don't Read
Setelah pertemuannya dengan Hyuuga Hinata , Sai terus memaksa Kiba untuk memperkenalkannya pada Hinata. Kiba yang dari awal sudah tahu Sai menyukai Hinata menolak mentah-mentah permintaan Sai, karena Kiba yang sudah lama mengenal Sai tahu kalau Sai itu adalah salah satu Uchiha yang sedikit playboy tentu saja Kiba tidak rela memperkenalkan teman kesayangannya pada Sai yang ada nanti Sai akan jadi serigala yang menerkam kelinci lemah lembut itu.
"Ayolah Kiba kau sudah berjanji untuk memperkenalkannya padaku, aku juga sudah mentraktirmu." Mohon Sai pada Kiba sedangkan Kiba hanya acuh tak acuh.
"Aku sudah bilang tidak Sai." Jawab Kiba cuek.
"Memangnya kenapa ? aku hanya ingin mengenal."
"Tidak, aku tahu kau akan lebih dari sekedar mengenalnya, aku tahu kau Uchiha Sai. Kau sudah bilang kau tertarik padanya dan itu pertanda akan lebih dari sekedar pengenalan semata." Jelas Kiba
"Baiklah, tapi memangnya kenapa kalau lebih dari mengenal memangnya kau ayahnya hah ?" Balas Sai mulai kesal.
"Aku hanya tak mau ada serigala bersenyum palsu mempermainkan himeku, kau tau Hinata itu teman kesayanganku, dia sangat lembut untuk dipermainkan" Jawab Kiba santai.
"Siapa yang akan mempermainkan siapa. Apa kau mengira aku akan mempermainkan Hinatamu itu lalu membuangnya ?" Ucap Sai mulai menggebu.
"Bisa jadi, seperti yang kau lakukan dengan gadis-gadismu dahulu."
"Apa maksudmu? Itu dulu Kiba, dan sekarang kita sudah dewasa." Sanggah Sai
"Aku tak sepenuhnya percaya bahwa Uchiha dapat berubah, kau tahu." Balas Kiba santai. Sai yang sudah kesal dengan ocehan Kibapun mulai malas meladeni.
"Baiklah kalau begitu, aku yang akan menemuinya sendiri, seharusnya aku lakukan dari kemarin-kemarin." Balas Sai sombong lalu berlalu. Kiba yang mendengar perkataan Sai berpikir 'bukannya itu lebih berbahaya' gumamnya lalu seketika terbelalak berteriak menyusul Sai "Hei tunggu, aku akan memperkenalkannya padamu, berhenti" . Sai yang menedengar teriakan Kiba tersenyum licik "Hn, Baka".
Setelah menyelesaikan argumen yang berakhir Kiba yang mengalah merekapun pergi ketaman kampus dimana tempat yang biasa Hinata tempati bersantai bersama Sakura dan Naruto. Setelah tiba merekapun menghampir Hinata yang terlihat tersenyum manis melihat tingkah kedua pasangan yang sedang bercanda.
"Ohayou minna." Sapa Kiba tiba-tiba sehingga mengaketkan mereka bertiga.
"Kiba kau mengagetkan kami." Gerutu Sakura diiyakan naruto.
"Ohayo Kiba-kun, ayo duduk." Balas sapa Hinata dengan tersenyum sambil menepuk kursi disebelahnya.
"Arigatou Hime-chan, kau selalu jadi yang terbaik dibanding mereka berdua." Ucap Kiba memandang sinis pada Sakura dan Naruto lalu duduk di samping Hinata diikuti Sai yang hanya diam sesekali memandang Hinata.
"Oh iya aku ingin memperkenalkan temanku yang baru pulang dari New York ini namanya Uchiha Sai dia pindah kesini beberapa hari yang lalu aku baru sempat perkenalkannya pada kalian." Ucap Kiba sambil menunjuk Sai, Saipun seraya menunduk dan hanya tersenyum.
"Ohayou Uchiha-san namaku Haruno Sakura dan ini Uzumaki Naruto dan dia Hyuuga Hinata. Senang bertemu denganmu kami harap kita bisa berteman" Jelas Sakura sambil memperkenalkan satu-persatu temannya Hinata dan Naruto menunduk memberi salam.
"Hai senang juga bertemu dengan kalian, Arigatou Gozaimasu." Tunduk Sai lagi sementara Kiba yang memperhatikan tingkah Sai yang tak biasa yang dari tak tau sopan santun menjadi sangat sopan seperti ini dan Kiba sudah mengetahui akal-akalan temannya yang satu ini untuk cari perhatian.
"Tak usah sungkan Uchiha-san, tak usah seformal itu pada kami." Sambung Sakura lagi.
"Baiklah, kalau begitu kalian jangan memanggil margaku cukup Sai saja, senang berkenalan denganmu Hyuuga-san." Balas Sai mulai mencari perhatian Hinata yang sedari tadi hanya diam.
"Ha-hai Uchi- Sai-san, senang be-bertemu denganmu." Balas Hinata dengan suara gagap dan sedikit menunduk pertanda dia belum nyaman dengan orang baru.
"Tak usah gugup seperti itu Hinata-chan dia tidak akan memakan." Ucap Kiba "Dia memang begitu jika belum nyaman dengan orang baru." Sambung Kiba lagi pada Sai yang nada suaranya yang disopan-sopankan.
"Kiba-kun." Colek Hinata malu.
"Tidak apa-apa Hinata-san kau akan terbiasa nantinya denganku." Ucap Sai lalu mengeluarkan senyum mautnya.
"Sudah kuduga kau dari keluarga Uchiha mata onyx Uchiha memang khas seperti mata levender Hyuuga, iyakan Hinata-chan?." Kata Naruto tiba-tiba.
"Hai Naruto-kun." Jawab Hinata singkat masih dengan senyum indahnya. Sementara Sakura terlihat bercengkrama dengan Naruto 'aku merasa ngeri melihat senyumnya' bisik Sakura pada Naruto dan Naruto hanya tersenyum melihat kekasihnya yang mengajaknya bergosip.
Waktupun berlalu kegiatan di Universitas Konoha sudah usai untuk hari ini walau masih ada segelintir orang yang terlihat entah mengurus apa, Hinatapun bersiap-siap pulang tetapi saat sampai digerbang Sai memanggil Hinata.
"Hyuuga." Panggil Sai sembari berjalan kearah Hinata, sontak Hinata yang merasa Hyuuga mencari asal suara yang memanggil marganya.
"A-apa Uchiha-san me-memanggilku ?" Jawab Hinata menunjuk dirinya lalu sedikit menunduk.
"Tentu saja siapa lagi Hyuuga disini kalau bukan kau, Hyuuga Hinata." Ucap Sai lalu berhenti tepat didepan Hinata, sadar kalau jarak Sai menurutnya sangat dengan Hinatapun mundur satu langkah mencari aman.
"Go-gomen, a-ada apa Uchiha-san me-memanggilku ?" Ucap Hinata mulai mengangkat kepalanya dan masih tergagap.
"Apa memang dari lahir kau gagap pada orang yang baru kau kenal ? aneh sekali." Tanya Sai mulai basa-basi.
"An-ano ada a-apa memanggilku Uchiha-san." Ulang Hinata, Sai hanya tersenyum melihat Hinata yang tak suka berbasa-basi.
"Baiklah, pertama aku sudah bilang jangan memanggilku Uchiha panggil saja aku Sai, atau Sai-kun. Kedua aku ingin minta tolong padamu." Ucap Sai
"Nani ?" Tanya Hinata
"Kiba tadi pulang cepat padahal tadi dia berjanji mengajakku melihat-lihat kota ini tapi aku ditinggal sendiri, jadi maukah kau menggantikan Kiba ? ini hanya permintaan teman." Jelas Sai sambil memamerkan senyum palsunya berharap Hinata setuju. Hinata tampak berpikir 'bagaimana ini aku belum mengenalnya, tapi aku juga tak enak menolak'.
"Go-gomennazai Sai-san aku t-tidak bisa, aku pu-punya urusan lain, permisi." Ucap Hinata lalu pergi begitu saja, Sai melongo melihat tingkah Hinata 'apa barusan tadi aku ditolak, Uchiha Sai apa pesonamu sudah hilang' gumam Sai mulai narsis. 'baiklah ini baru permulaan Hyuuga kupastikan kau akan memberi embel –kun dibelakang namaku, tunggu saja kau belum tahu pesona Uchiha Sai'. Gumam Sai lagi makin narsis.
-Uchiha mension-
"Taidama." Ucap lelaki tampan yang baru muncul dari pintu mension mewah Uchiha.
"Okaeri Sasuke-kun, kau pasti lelah kau mandi dulu Okaa-san sudah mempersiapkan makan malam untukmu." Sambut wanita bernama Uchiha Mikoto yang terlihat sudah berumur namun tetap cantik dengan gaya keibuan menyambut putranya Uchiha Sasuke.
"Tidak Okaa-san aku sangat lelah, aku langsung tidur saja." Ucap Sasuke lembut agar ibunya tidak kecewa.
"Kau ini, baik istirahatlah." Ucap Mikoto seraya mengusap rambut Sasuke, lalu Sasuke berlalu menuju kamarnya.
"Fugaku-kun ayo makan Sasuke sepertinya sangat lelah dia tidak ikut makan malam." Ucap Mikoto mengajak sang kepala Keluarga Uchiha Fugaku kearah meja makan. "Akhir-akhir ini sepi sekali setelah Itachi dan Konan pergi, aku tak punya teman memasak lagi, dan juga teman untuk mengusir kebosanan berada diantara Uchiha yang dingin, kenapa aku hanya ditakdirkan punya dua putra padahal aku ingin sekali anak perempuan." Omel Mikoto panjang lebar. Fugaku hanya geleng-geleng kepala.
"Fugaku-kun besok ayo kita kerumah Itachi aku sudah rindu dengan cucuku." Rajuk Mikoto pada suaminya.
"Hn." Gumam Fugaku.
"Kau ini, kenapa putraku tak ada yang mirip dengan sifatku kenapa mirip semua denganmu, dingin, irit bicara, tak asyik." Ucap Mikoto kesal melihat suaminya.
"Oh iya Fugaku-kun kata Sasuke Sai sudah pulang dari New York."
"Hn, aku sudah tahu Yoshimura sudah memberi tahuku. Dan aku sudah menghubungi Sai aku menyuruhnya berkunjung." Jawab Fugaku
"Benar, kenapa dia tidak kesini padahal sudah lebih seminggu dia di Konoha."
"Mungkin dia banyak urusan, di juga pindah ke Universitas Konoha." Sambung Fugaku.
Sementara itu di kamar sang tuan muda Uchiha Sasuke, Sasuke berbaring di ranjangnya dengan menatap layar ponselnya. Gambar seorang model perempuan yang terlihat cantik dengan rambut pirang yang diurai. Seketika Sasuke langsung teringat dengan perkataan kekasihnya seminggu yang lalu 'Bulan depan aku akan pindah ke Tokyo, Otou-san sudah memberiku izin untuk tinggal disana. Kau tahu aku sangat senang, aku bisa terus bersamamu' Sasuke tersenyum mengingatnya dia sudah tidak sabar bertemu dengan kekasihnya setelah 1 tahun lebih berpisah.
"Aku merindukanmu. Oyasumi Ino" Gumam Sasuke mengusap layar ponselnya. Lalu terlelap.
-skip time sebulan kemudian-
-bandara konoha-
Dibandara Konoha terlihat seorang laki-laki berambut biru dongker duduk santai sepertinya dia sedang menunggu seseorang dan sepertinya orang yang ditunggu telah datang, dari jauh terlihat seorang perempuan yang memegang koper dan berjalan ke arahnya , perempuan berambut pirang yang diikat itu memang sangat mirip dengan model-model papan atas tubuh tinggi profesional, cantik, dan modis. Setelah melihat orang yang ia cari-cari ia pun melepas kaca mata hitamnya lalu berlari kearah laki-laki yang berdiri menyambutnya.
"Sasuke-kun." Teriak perempuan itu lalu langsung memeluk erat Sasuke. "Aku sangat merindukanmu." Sambungnya lagi Sasukepun membalas pelukannya setelah puas Sasuke melepas pelukannya lalu mengecup bibir sang kekasih melepas rindu.
"Aku juga sangat merindukanmu." Ucap Sasuke setelah melepas kecupannya lalu berpelukan lagi. Setelah berbincang-bincang merekapun berjalan menuju mobil Sasuke dan pergi ke apartemen Ino. Didalam mobil tak henti-hentinya Ino berbicara menceritakan kerinduannya pada Sasuke kadang ekspresinya kesal karena bosan di New York, kadang senang karena telah kembali ke Konoha dan bertemu Sasuke. Sasuke hanya menanggapi seperlunya seperti biasa.
"Sasuke-kun kau menginap saja di apartemenku malam ini, aku masih ingin bersamamu. Dan besok aku ingin ke Universitas Konoha aku juga ingin melanjutkan study disini. Mau kan?" tanya Ino memohon.
"Hn, akan kutemani." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Arigatou Sasuke-kun." Ucap Ino tersenyum senang, Sasuke terlihat sangat senang terlihat dari wajahnya yang lebih bersahabat karena tersenyum lebih lama, Sasuke tak bisa mengungkapkan rasa senangnya telah bertemu dengan kekasih yang sangat dicintainya.
"Apa kau lapar ?" Tanya Sasuke.
"Ya sepertinya aku lapar." Jawab Ino sambil memegangi perutnya.
"Baiklah, kita kerestoran dulu." Ucap Sasuke.
Setelah beberapa lama perjalanan merekapun singgah di salah satu Restoran mewah di Konoha Sasuke lalu melajukan mobilnya ketempat parkir. Saat ingin masuk tak sengaja ada perempuan yang menabrak Ino karena tak memperhatikan jalan.
"Go-gomennasai, aku tidak sengaja." Ucap perempuan yang menabrak Ino.
"Tidak apa-apa, kau tak sengaja." Balas Ino tersenyum sambil merapikan pakaiannya.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sasuke khawatir memegangi pundak Ino.
"Tidak apa-apa." Jawab Ino tersenyum.
"Sekali lagi aku minta maaf." Ucap perempuan itu lagi sambil membungkuk merasa bersalah dan menyelipkan rambut indigonya ke belakang telinganya.
"Tidak apa-apa, lain kali hati-hati." Kata Ino
"Hai, Arigatou Gozaimasu. Kalau begitu saya permisi." Balas perempuan itu lalu pergi. Saat kepergian perempuan itu Sasuke sempat melihat matanya 'Hyuuga?' gumam Sasuke.
"Hm? Apa Sasuke-kun mengatakan sesuatu?" Tanya Ino saat mendengar Sasuke bergumam.
"Tidak apa-apa, ayo masuk." Ajak Sasuke.
Universitas Konoha terlihat seperti biasanya mahasiswa-mahasiswi yang sibuk dan berlalu lalang disana-sini begitu juga Uchiha yang satu ini yang di temani Hyuuga cantik. Pertanyaannya kenapa Uchiha ini bisa ditemani dengan Hyuuga?. Setelah sebulan melakukan usaha mendekatkan dirinya Sai dan Hinata kini terlihat lebih akrab dari sebelumnya, setelah Hinata tau Sai tak bermaksud macam-macam padanya. Saat Sai berkata ingin lebih mengenal dan bersahabat dengannya, Hinata yang entah kenapa ingin saja mencoba memberi kesempatan pada Sai untuk mengenalnya. Hinata juga sudah tak gagap lagi jika bersama Sai, dia mulai terasa nyaman dengan Sai dia menganggap Sai teman yang baik.
Saat berjalan mereka tak sengaja berpapasan dengan Temari mahasiswa Seni dan merupakan senior Hinata dulu dan juga perempuan cantik disampingnya.
"Ohayou Temari-senpai." Sapa Hinata dengan senyum manisnya.
"Ohayou Hinata, kau selalu manis setiap hari." Rayu Temari. Sedangkan Sai sibuk memperhatikan perempuan yang berada disamping Temari, dia merasa sangat familiar, sedangkan orang yang diperhatikan merasa risih dan agak seperti terkejut, Seketika Sai menyeringai misterius.
"Oh iya senpai sepertinya aku mengenal perempuan cantik yang ada disampingmu ini." Pancing Sai.
"Benarkah ? kau mengenalnya Ino ?" Tanya Temari pada Ino, Ino hanya mengangguk.
"Tentu saja dia mengenalku aku satu universitas dengannya di New York." Sambung Sai tersenyum licik.
"Syukurlah kau punya teman disini Ino." Sahut Temari.
"Apa kabar Ino ?" Tanya Sai mulai menyeriangai.
"Ah- Baik Uchiha-san?" jawab Ini ragu-ragu, Sai mengangkat satu alisnya heran mendengar Ino memanggil marganya.
"Tumben sekali kau memanggilku Uchiha bukannya biasanya kau hanya memanggilku Sai. Kenapa kau bisa ada disini ?" Tanya Sai lagi. Hinata hanya diam memerhatikan percakapan Sai dengan orang yang dia kira teman Sai.
"Dia pindah kesini, tadi Sasuke yang mengantarnya dan menyerahkannya padaku katanya dia punya urusan." Jawab Temari.
"Sasuke ? apa hubunganya dengan Sasuke ?" Tanya Sai heran sedikit terkejut, Ino mulai terlihat gelisah.
"Kau tak tahu, ino-", "Ayo senpai, aku harus cepat menghadap, kami permisi dulu." Potong Ino sebelum Temari sempat menjawab dan membungkuk lalu pergi. Orang yang ditinggalkan merasa heran terutama Hinata dia tak tau apa-apa sama sekali. Sedangkan Sai yang sedari tadi menyeringai licik melihat Ino terburu-buru dia dapat menyimpulkan perkataan Temari yang sempat terpotong. 'maksudnya Ino kekasih Sasuke. Berhati-hatilah Yamanaka' Ucap Sai dalam Hati. Lalu menarik tangan Hinata dan pergi.
Di kediaman Hyuuga sedang ramai, keluarga Uchiha berkunjung ke kediaman Hyuuga sebagai permintaan maaf Itachi, mereka sekeluarga+Sai pergi di mension Hyuuga dan tentu disambut hangat oleh Keluarga Hiashi dan juga point plus untuk Sai yang juga diajak sebenarnya memaksa ikut karena dia tahu ada Hinata disana. Merekapun melakukan makan malam bersama, dan berkumpul diruang keluarga Hyuuga sambil bercengkrama dan bercanda. Terlihat Mikoto yang menggendong cucunya anak Itachi dan Konan dan Sai yang menggoda Hinata dan Hanabi, Itachi dan Sasuke yang duduk bersebelahan, Neji bersama istrinya dan istri Itachi, sedangkan kedua Pemimpin klan duduk berdua berbicara sambil memperhatikan keluarga mereka.
"Hinata kapan kau dekat dengan playboy itu ?" Tanya Neji yang sedikit kesal melihat tingkah Sai.
"Sejak pertama kali bertemu." Jawab Sai sebelum Hinata menjawabnya.
"Bukan kau yang kutanya bocah." Sergah Neji Hinata dan Sai hanya tersenyum. Sedangkan tak jauh dari sana Sasuke tampak memperhatikan Hinata seraya mengingat sesuatu 'ternyata memang Hyuuga, tapi aku tak pernah melihatnya sebelumnya' ucap Sasuke dalam hati. Itachipun tak sengaja memperhatikan Sasuke.
"Kau pasti tak mengenal kedua gadis itu tentu saja kau tak sempat melihat Hinata dan Hanabi saat itu kita pindah ke Amerika untuk sementara waktu jadi yang kau kenal hanya Neji. Namanya Hinata masih mahasiswi dia seuniversitas dengan Sai, dan itu Hanabi masih sekolah." Jelas Itachi
"Aku tak tanya." Jawab Sasuke singkat dan datar
"Kau ini Baka Otouto, gengsimu masih saja tinggi ." Cibir Itachi lalu beranjak dari sofa dan menghampiri istrinya yang berbicara dengan Tenten istri Neji.
"Senang sekali bisa berkunjung kesini, banyak anak perempuan disini." Kata Mikoto lalu menyerahkan cucunya pada Itachi dan menuju ke tempat Hanabi dan Hinata duduk. "Aku sangat bosan dikelilingi laki-laki apalagi mereka yang sangat tidak asyik diajak berbicara." Ucap Mikoto lagi sambil menggenggam tangan kedua putri Hiashi, Hanabi dan Hinata tersenyum.
"Bagaimana kami tidak bosan jika kami diajak berbicara tentang masakan, pakaian, dan segala hal milik perempuan." Balas Itachi tak setuju.
"Kau ini anak durhaka, siapa suruh kau mengambil Konanku sekarang aku jadi perempuan sendiri lagi." Cibir Mikoto. Hiashi dan Fugaku hanya geleng-geleng. "Hiashi-san bagaimana kalau kau membiarkanku merawat kedua putrimu ini ? mereka sangat manis." Gurau Mikoto tersenyum menatap Hanabi dan Hinata.
"Bisa saja, tetapi kau tinggal denganku." canda Hiashi lalu mereka tertawa.
"Andaikan Hitomi-chan masih hidup dia pasti sangat senang berkumpul keluarga seperti ini." Ucap Mikoto dengan nada sedih seketika suasana jadi sedikit suram.
"Sudahlah Mikoto jangan buat suasana jadi suram seperti ini." Lerai Fugaku.
"Ah- Gomennasai." Ucap Mikoto.
"Tidak apa-apa Obaa-san, Okaa-san juga melihat kita dari atas sana dia pasti juga sangat senang diatas sana. Okaa-san sudah tenang disana." Jawab Hinata terseyum dengan mata berkaca-kaca. Sentak Mikoto terdiam dan bernostalgia kembali Hinata sangat mewarisi sifat lemah lembut Ibunya. Tak lama kemudian suasana menjadi normal kembali, setelah meminta permisi Hinata langsung ke toilet.
Sasuke merasa bosan dengan suasana disini diapun berinisiatif untuk mencari tempat yang lebih segar, diapun pergi dari tempat itu. Saat akan melewati ruangan makan tak sengaja ia berpapasan dengan Hinata nyaris tabrakan tetapi Hinata langsung mendongkak. Hinata terdiam sejenak merasa pernah bertemu sebelumnya. Setelah tersadar dia pun membungkung memberi salam , dan Sasuke berlalu begitu saja. 'sepertinya aku pernah melihatnya' gumam Hinata lalu tiba-tiba jantungnya berdegup sontak dia memegangi dadanya 'Kami-sama ada apa denganku'. Gumam Hinata lagi.
Hari ini pagi dikota Konoha terlihat cerah musim semi ini memang sangat digemari penduduk begitupun dengan gadis yang satu ini Hyuuga Hinata yang tengah menikmati kopinya di sebuah cafe favorite yang biasa ia kunjungi dipagi hari bersama sahabatnya tetapi hari ini dia terlihat sendiri duduk menikmati seuasana sejuk khas musim semi, ia duduk ditempat biasa dengan jendela kaca yang langsung mengarah keluar cafe sehingga dia dapat melihat orang-orang berlalu lalang menjalankan aktivitas masing-masing.
Saat sebuah mobil berwarna biru melaju dengan pengemudi tampan didalamnya ditemani perempuan berambut blonde seketika mata Hinata terbelalak melihat mobil itu lebih tepatnya orang yang ada di mobil itu, untung saja jendela kaca mobil itu terbuka sehingga Hinata dengan tidak sengaja melihat mereka, entah kenapa Hinata tiba-tiba saja mengalihkan perhatiannya dan memegangi dadanya 'kenapa tiba-tiba jantungku berdetak seperti ini, kami-sama ada apa denganku akhir-akhir ini apa aku harus periksa kedokter' gumam Hinata masih memegang dadanya 'yang tadi di mobil itu sepertinya Sasuke-san dengan seorang perempuan tapi siapa, tunggu kenapa aku memikirkan Sasuke-san aku sudah gila, tapi aku juga merasa aneh jika bertemu Sasuke-san. Kami-sama' desah Hinata lalu menyesap kembali kopinya.
Tiba-tiba ponsel yang diletakkan di meja samping buku catatannya berdering dengan nama Sakura sebagai pemanggil.
"Moshi-moshi Sakura-chan, Ada apa ?" Tanya Hinata menjawab teleponnya.
"Hinata-chan kau dimana ? aku tak melihatmu dikampus." Jawab Sakura diseberang sana.
"Aku ada dicafe tempat biasa Sakura-chan, memangnya kenapa ?"
"Kau di Cafe kenapa kau tak mengajakku, kita bisa pergi bersama." Sambung Sakura.
"Aku kira kau lagi bersama Naruto-kun jadi aku tak enak mengganggu."
"Kau ini, Aku tidak lagi bersama Naruto dia ada urusan tadi, jadi aku mecarimu. Tapi kau akan kekampuskan ?" Tanya Sakura
"Iya Sakura-chan aku sudah diluar Cafe aku akan berangkat." Jawab Hinata lalu berjalan ke halte bus, Hinata memang lebih suka menggunakan kendaraan umum dibanding diantar jemput dengan mobil mewah, menurutnya dia lebih bebas kesana-kemari jika tak ada supir karena dia juga tak bisa mengemudi.
"Baiklah aku tunggu." Jawab Sakura lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Tak lama di perjalanan Hinata sudah sampai dikampusnya dengan buru-buru dia berlari menuju gerbang dan tak sengaja 'Bruukk' dan kesekian kalinya Hinata menabrak orang lagi.
"Ah, Go-gomen, Gomennasai. Anda tidak apa-apa ?" tanya Hinata pada orang yang ditabraknya setelah berdiri sambil membersihkan pakaiannya, dan pada saat ia melihat siapa orang yang ditabraknya dia terbelalak kaget bukan kepalang dan jantungnya mulai berdetak dengan kencang lagi.
"Sa-sasuke-s-san." Ucap Hinata dengan gagap.
"Hyuuga ?" Kata Sasuke menaikkan alisnya heran.
"Ah-Go-gomennasai Sa-suke-san aku t-tidak sengaja." Sambung Hinata masih dengan gagapnya dengan kepala tertunduk.
"Tch, ceroboh." Ucap Sasuke sinis Hinata yang mendengar itu langsung mendongkakkan kepalanya memandang Sasuke, saat melihat tatapan tajam Sasuke nyali Hinata langsung menciut apalagi jantungnya berdetak tidak karuan.
"Ke-kenapa Sa-suke-s-san ada di si-sini ?" Tanya Hinata takut-takut.
"Bukan urusanmu." Jawab Sasuke lalu pergi begitu saja. Tiba-tiba setetes bening keluar dari mata gadis yang ditinggalkan perasaannya saat ini entah mengapa ia sangat sedih dan kecewa, saat menyadari airmatanya keluar Hinata segera menghapusnya 'kenapa aku menangis, dan kenapa denganku kami-sama kenapa rasanya sa-sakit sekali' Ucap Hinata dalam hati air matanyapun menetes lagi. Sedangkan tak jauh dari sana seorang perempuan berambut pink yang berlari menuju kearah Hinata berdiri.
"Hinata-chan sedang apa disi-, kau menangis ada apa Hinata-chan?" pertanyaaan Sakura terpotong saat melihat air mata Hinata.
"Sakura-chan, tidak apa-apa tadi aku hanya kelilipan." Jawab Hinata sambil mengusap air matanya lalu tersenyum.
"Kau bohong Hinata-chan, katakan padaku dan siapa laki-laki yang berbicara denganmu tadi apa dia yang membuatmu menangis ?" Sakura tak puas dengan jawaban Hinata.
"Sungguh Sakura-chan aku hanya kelilipan, di-dia dia itu teman kerja Neji-nii aku tadi hanya menyapanya." Jawab Sakura 'aku tak tau Sakura-chan apa karena dia aku menangis' sambung Hinata dalam Hati.
"Begitukah, kau jangan coba-coba menyembunyikan sesuatu dariku Hinata-chan, cepat atau lambat aku akan tahu." Hinata hanya mengangguk dan meraih tangan Sakura lalu masuk kekampus mereka.
Sementara itu sebuah Restaurant ternama duduk dua sepasang kekasih yang sedang menikmati hidangan yang terlihat mewah, perempuan dan laki-laki itupun berpenampilan formal. Uchiha Sasuke dan kekasihnya Ino Yamanaka sedang menikmati makan malamnya dengan suasana romantis di restoran tersebut.
"Terima kasih Sasuke-kun sudah mengajakku makan malam romantis seperti ini, aku senang sekali." Ucap Ino yang tampak cantik dengan balutan dress panjang berwarna ungu lembut dengan rambut yang sengaja di gerai.
"Hn." Jawab Sasuke singkat lalu menikmati hidangannya lagi.
"Jarang sekali Sasuke-kun mau melakukan ini, tapi bagaimanapun malam ini aku senang sekali." Ucap Ino lagi dengan senyumnya, Sasuke tak menjawab hanya memandang Ino lekat-lekat. "Kenapa memandangku seperti itu Sasuke-kun apa ada yang salah ?" Tanya Ino yang risih.
"Tidak, Kau ... Cantik." Ucap Sasuke lalu tersenyum pada Ino, Ino terlihat malu-malu dengan rona merah dipipinya. Dan mereka menikmati kembali makanannya. Tak lama kemudian ponsel Ino bergetar sekilas Ino menatap pemanggilnya denga ekspresi terkejut.
"Sasuke-kun aku ketoilet sebentar." Tanya Ino tanpa menunggu jawaban dari Sasuke diapun melesat pergi.
-ditoilet-
"Moshi-moshi." Ucap Ino setelah masuk dalam toilet dan mengunci pintu.
"Apa kabar Ino ?"
"Kenapa kau menghubungiku ?" Tanya Ino pada orang yang berbicara di telepon.
"Apa-apaan pertanyaanmu itu." Jawab orang itu yang terdengar suara laki-laki.
"Bukan, maksudku bukan begitu. Maksudku ada apa ? aku sedang makan malam dengan Sasuke-kun."
"Benarkah ?" Jawab laki-laki tersebut dengan nada kecewa.
"Iya, ada apa ?" tanya Ino lagi.
"Kau tidak peka sekali Ino-chan, kau tidak dengar nada suaraku. Aku akan ke Tokyo besok, bagaimana menurutmu ?" Ino yang mendengar itu tersenyum sekaligus terkejut.
"Nani ? ke Tokyo ? apa maksudmu kau sudah gila ?" Tanya Ino mulai kesal.
"Memangnya kenapa, aku merindukanmu. Tak ada alasan aku sudah mengambil penerbangan tercepat besok, kuharap kau bisa menjemputku." Ucap laki-laki itu dengan tegas sedangkan Ino menghela nafas mendengarnya.
"Baiklah, sebenarnya aku senang kau bisa kesini, aku juga merindukanmu." Sambung Ino tersenyum dan memutuskan panggilan, setelah merapikan sedikit penampilannya dia kembali ke tempat makan malamnya.
"Kenapa lama sekali ?, aku menelponmu tapi ponselmu sibuk." Tanya Sasuke yang menunggu lama.
"Tidak apa-apa, tadi Obaa-sanku menelpon jadi aku sedikt lama di toilet." Jawab Ino berusaha santai.
Keseokan harinya dimalam hari di kediaman Uchiha. Uchiha Sai berkunjung ke mension Uchiha dengan tujuan untuk sekedar berkunjung. Dia terlihat sedang berbincang dengan Fugaku dan Mikoto diruang tamu.
"Bagaimana kabar Okaa-san dan Otou-sanmu, Sai-kun ?" Tanya Mikoto pada Sai.
"Mereka baik-baik saja Oba-san." Jawab Sai
"Kudengar kau tinggal di apartemen ?" Tanya Fugaku sambil menyesap teh hangat yang sudah disediakan.
"Iya Oji-san, Otou-san yang menyiapkannya. Tempatnya tidak terlalu jauh dari sini."
"Kenapa kau harus tinggal di apartemen Sai-kun kau punya keluarga disini kau bisa tinggal disini, aku mulai merasa rumah ini terlalu besar dengan penghuni tiga orang." Ucap Mikoto.
"Aku hanya tidak mau merepotkan Oji-san dan Oba-san, dan aku juga ingin mencoba hidup mandiri." Jawab Sai kalem.
"Kau ini mirip sekali Otou-sanmu. Kalau begitu sering-seringlah berkunjung kesini Sai-kun."
"Pasti Oba-san. Apa Sasuke ada dirumah ?" Tanya Sai melihat keatas arah kamar Sasuke.
"Ada, dia dikamar. Kau langsung saja kekamarnya." Jawab Mikoto mempersilahkan Sai.
"Baik Oji-san Oba-san." Sai memberi salam lalu menuju kamar Sasuke.
Sesampainya dikamar Sasuke dia langsung membuka pintu tanpa mengetuknya.
"Ohayou." Ucap Sai sok akrab lalu menuju ke ranjang Sasuke sedangkan pemilik kamar sedang berkutat dengan dokumen-dokumen di meja kerjanya.
"Kau tidak sopan." Ucap Sasuke tanpa mengalihkan penglihatannya. Sai yang mendengarnya hanya mengidikkan bahunya dan mengambil majalah bisnis disamping ranjang Sasuke dan membacanya dengan santai. "Kenapa kau kesini ?" Tanya Sasuke sinis.
"Aku hanya berkunjung."
"Hn." Ucap Sasuke lalu menutup dokumennya yang sepertinya sudah selesai. "Kalau tak ada perlu kau bisa pulang." Ucap Sasuke lagi sambil duduk di sofa.
"Kau senang sekali mengusirku, nanti saja aku masih ingin disini. Oh iya kau kenal Yamanaka ino ? aku melihatmu mengantar-jemputnya di kampus."
"Bukan urusanmu" Jawab Sasuke singkat.
"Oh ayolah aku hanya ingin tahu, belakangan ini aku selalu berpapasan dengannya tapi dia terlihat menghindar. Kenapa ya." Kata Sai menyeringai. Sasuke yang mendengarnya hanya memandang tajam Sai.
"Dia tidak mengenalmu."
"Bagaimana mungkin dia tidak mengenalku, kau tahu di New York aku seUniversitas dengannya dan kami sering berbicara tetapi aku heran sekarang. Apa jangan-jangan dia kekasihmu." Sambung Sai lagi mulai memancing Sasuke, sontak Sasuke kaget tetapi langsung kembali berwajah datar.
"Kalau dia kekasihku memangnya kenapa?." Tanya Sasuke mulai terpancing. 'Sudah kuduga' ucap Sai dalam hati.
"Sudah kuduga, tidak apa-apa kalian terlihat cocok. Kalau begitu aku pulang dulu." Ucap Sai lalu bangkit saat dipintu dia berbalik "Sepupu kau harus lebih hati-hati." Kata Sai lalu pergi.
"Cih, apa maksudnya." Balas Sasuke tanpa memikirkan perkataan Sai.
-bandara konoha-
"Moshi-moshi kau sudah sampai ?" Ucap perempuan berambut blonde dengan kaca mata dan topi yang menutupi sedikit wajahnya.
"Ya aku sudah sampai, tunggu aku disana Ino. Kau berpakaian warna apa ?" jawab suara laki-laki yang berada ditelepon tersebut.
"Baiklah, aku berpakaian Merah topi putih." Ucap perempuan itu yang tak lain adalah Ino. Tak lama kemudian dari kejauhan terlihat seorang laki-laki berambut merah dengan wajah baby face menuju ke arah Ino, Ino yang melihat laki-laki tersebut langsung berlari.
"Sasori-kun." Teriak Ino lalu langsung memeluk laki-laki yang dipanggil Sasori, laki-laki itupun langsung meletakkan kopernya dan membalas pelukan Ino.
"Aku merindukanmu Ino-chan." Ucap Sasori.
"Aku sangat merindukanmu." Balas Ino lalu melepaskan pelukannya dan langsung mencium bibir laki-laki yang ada didepannya lama sampai pasokan udara mendesak mereka untuk melepaskan satu sama lain.
"Kau sudah meningkat rupanya." Ucap Laki-laki itu Sasori, Ino merona mendengar perkataan Sasori. Setelah itu mereka langsung menuju ke apatemen Ino.
Setelah menempuh perjalanan sampailah mereka di apartemen Ino, mereka langsung masuk setelah mengambil barang. Sasoripun langsung meletakkan barangnya dan duduk di sofa diruang Tv.
"Sasori-kun mau minum apa ?" Tanya Ino setelah melepas kacamata dan topinya.
"Terserah saja. Sementara ini aku ingin tinggal disini, bagaimana ?" Tanya Sasori sambil melihat keseliling. Ino datang membawa kaleng minuman dingin dia ragu menjawab permintaan Sasori, jadi Ino hanya diam.
"Bagaimana Ino-chan, kau setuju aku tinggal disini ?"
"Berapa lama ?" Tanya Ino.
"Aku tak tau, aku mengambil cuti kuliahku. Tenang saja kau tak lupa aku juga orang jepang, aku juga punya keluarga disini. Aku akan kesana setelah melepas rindu denganmu." Jelas Sasori sambil memegang tangan Ino. Ino hanya menunduk tak menjawab.
"Kenapa kau diam? Oh kau takut pada Uchiha kekasihmu itu ? sampai kapan kau menyembunyikanku seperti ini ? aku juga kekasihmu Yamanaka Ino dan lebih mencintaimu dibanding Uchiha brengsek itu." Jelas Sasori emosi, Ino terkejut mendengar kemarahan Sasori.
"bu-bukan begitu Sasori-kun, ini tidak akan lama." Ucap Ino yang mulai takut.
"Tiga tahun menurutmu tidak lama ? aku selalu menunggumu, aku selalu ingin kau memberi tahu semua orang bahwa aku kekasihmu bukan Uchiha Sasuke."
"Iya aku mengerti tapi mohon tunggu sebentar lagi, sekarang ini aku sudah yakin kalau Sasuke sudah sangat mencintaiku, setelah ini aku akan meninggalkannya dan aku yakin dia akan hancur seperti apa yang dulu dia perbuat pada sahabatku. Yakumo-chan bunuh diri Cuma karena ditolak dan dipermalukan Uchiha itu, aku tak bisa terima itu Sasori-kun." Jelas Ino dengan air mata yang mulai menetes mengingat masa senior high schoolnya dulu bersama sahabatnya.
"Sudahlah Ino-chan jangan kau pikirkan itu, aku minta maaf sudah berbicara kasar." Ucap Sasori lalu memeluk Ino yang semakin terisak.
-Universitas Konoha-
Tidak terasa aktivitas di Universitas Konoha telah usai satu persatu mahasiswa meninggalkan kampus dan melanjutkan aktivitas selanjutnya.
"Ohayou Yamanaka." Sapa perempuan bercepol empat yang bernama Temari.
"Ohayou Senpai, hari ini hari yang cerah ya." Ucap Ino tersenyum
"Begitulah, oh iya aku tadi tidak melihat Uchiha mengantarmu ? apa ada sesuatu ?"
"Tidak juga, Sasuke-kun sedang sibuk pagi ini jadi dia tidak sempat mengantarku." Jawab Ino
"Begitukah, yasudah aku duluan, Jaa-nee." Ucap Temari melambaikan tangan dan pergi.
Saat Temari pergi Ino merogoh tas dan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Moshi-moshi Sasuke-kun." Ucap Ino pada orang yang dia telpon.
"Hn, aku sudah diluar kantor aku akan menjemputmu."
"Tidak, tidak Sasuke-kun, Gomen hari ini kau tak usah menjemputku. Hari ini Okaa-sanku ke Konoha jadi aku akan menjemputnya dibandara. Gomennasai." Kata Ino dengan nada menyesal terkesan dibuat-buat.
"Aku akan mengantarmu."
"Tidak Usah, aku sudah ada diperjalanan, lanjutkan saja pekerjaanmu Sasuke-kun. Aku akan baik-baik saja." Ino meyakinkan, lalu berjalan menuju ke mobil yang berisi seorang laki-laki berambut merah dan masuk kedalam mobil.
"Yasudah, kau hati-hati." Balas Sasuke lalu memutuskan sambungannya. 'aneh' gumam Sasuke. Sementara itu mobil yang tadi dimasuki Ino melaju dengan dikemudikan oleh laki-laki berambut merah yaitu Sasori. Tak jauh dari sana seseorang yang tak disangka-sangka memperhatikan mereka dengan mobil sportnya tak lupa seringaiannya 'rupanya dia diKonoha, kau terlalu bodoh Yamanaka' gumam laki-laki yang mengikuti mobil Ino.
tbc
Ohayou ...
Wah sebelumnya Arigatou banget ya udah mau baca fanfic saya dan review senang banget
Kritik dan sarannya sangat berarti buat saya maaf kalau ceritanya kurang memuaskan. Arigatou Gosaimazu Minna-san ...
Review
