Bebas

Megane Uzumaki

NARUTO MASASHI KISHIMOTO

RATE : M (Language)

WARNING : FEMALE NARUTO,BAHASA KASAR, BASED ON TRUE STORY (NOT ALL), NO LEMON, GAJENESS, DE EL EL.

PAIR : SasuFemNaru & GaaFemNaru

NOTE : Anggap Itachi itu bukan kakak dari Sasuke (demi kepentingan cerita) dan Naruko itu adik dari Naruto yang masih berusia sepuluh tahun.

Kau mengurungku, tali yang kau ikatkan di leherku semakin kencang hingga membuatku sulit bernafas, kaki dan tanganku juga telah kau pasung dengan janji kosongmu, hatiku sudah lama kau curi dan tidak pernah kau kembalikan lagi. Ne, kalau kau tidak pernah mencintaiku bisa kau bebaskan aku sekarang, kalau kau memang tidak tertarik dengan perasaanku bisa kau lepaskan aku. Asal kau tahu, aku juga berhak bahagia.

This fict inspired by Young Pal / 용 팔 이 (Korean Drama)

Don't like Don't Read

No flame please

.

.

.

.

.

Happy reading !

Chapter 2 : Mengikuti Takdir

Sasuke POV.

Apakah kalian percaya dengan adanya peramal, seseorang yang dapat melihat masa depan, seseorang yang konon mampu melihat dunia lain yang tidak dapat dilihat oleh orang biasa. Apakah orang seperti peramal benar-benar ada. Jujur aku tidak terlalu mempercayainya. Aku lebih cenderung untuk menjalani hidup seperti apa yang aku inginkan, aku ingin menjalin hubungan dengan banyak orang, juga menjalin hubungan khusus dengan perempuan yang menurutku menarik. Aku tidak terlalu menyukai hal-hal yang terlalu memaksaku untuk berpikir, aku lebih suka mengambil jalan sependek mungkin untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Tidak peduli jalan itu salah atau benar aku akan tetap menempuhnya jika persentase keberhasilannya besar, seperti perjudian bukan. Untuk masalah percintaan, aku sebenarnya bukan tipe playboy seperti yang mereka tuduhkan untukku, aku hanya sedang mencari seseorang yang menurutku akan pantas mendampingiku, sebenarnya ada satu perempuan yang entah kenapa selalu saja menghantuiku setiap waktu, tapi aku sadar, perempuan sebaik dia tidak pantas mendapatkan seorang bajingan sepertiku, dia masih bisa memilih laki-laki yang lebih baik untuknya. Jangan mengatakan aku melankolis, maaf aku bukan tipe yang seperti itu. Aku hanya seseorang yang mencoba untuk menghilangkan bayangan seorang perempuan bersurai pirang, dan untuk mewujudkannya aku tanpa sadar telah banyak menjalin hubungan dengan perempuan-perempuan hanya untuk mencari perempuan yang lebih baik darinya. Tapi apa, tidak peduli setiap hari aku berpura-pura tidak peduli tetap saja aku memikirkannya. Hal yang lebih aneh adalah fakta bahwa perempuan itu bukanlah perempuan biasa, dia bisa melihat masa depan, itulah yang dia katakan. Dia pernah membaca masa depanku, dia bilang aku akan terjerat dengan seorang perempuan, aku sangat menyukainya tapi aku juga tanpa sadar terus menyakitinya, dan perempuan itu akan selalu memaafkanku, tapi sayang diakhir cerita saat aku akan menerimanya perempuan itu lebih memilih untuk hidup dengan dunianya sendiri, perempuan pirang itu juga mengatakan bahwa akhir ceritaku tergantung bagaimana aku bersikap nantinya. Kalian ingin tahu satu hal yang menurutku lucu, apa yang dia katakan benar-benar terjadi. Aku memang terjerat dengan seorang perempuan, persis seperti apa yang dia katakan, dan kalian pasti akan terkejut jika aku mengatakan bahwa mereka adalah orang yang sama. Perempuan yang membaca masa depanku, dialah perempuan yang menjeratku saat ini.

"Oi Sasuke datang ke ruanganku sekarang."

Aku menoleh saat ada yang menyebut nama belakangku, ternyata si kepala nanas seorang detektif yang bekerja seperti seorang dewa, dia bisa mengetahui setiap detail kasus hanya dari bukti-bukti yang ada. Otaknya benar-benar tajam. Aku lupa mengenalkan diri, namaku Uchiha Sasuke. Aku adalah seorang anggota kepolisian yang ada di Konoha. Laki-laki nanas yang aku katakan tadi bernama Nara Shikamaru, seorang detektif yang menjadi patnerku untuk memecahkan sebuah kasus. Dia orang yang malas dan suka tidur dijam kerja, sedangkan aku adalah orang yang cukup terkenal diantara perempuan. Tentu saja, kalian juga akan terpesona saat melihat wajah tampanku. Mau bertaruh untuk itu.

"Nanas aku masuk."

Kubuka pintu ruangan Shikamaru yang memang selalu tertutup, dia pernah bilang kalau dia tidak suka pintu ruangannya terbuka, karena dia tidak bisa tidur jika pintunya terbuka. Dasar, apa memang orang cerdas itu selalu bertingkah aneh sepertinya.

"Sasuke kita mendapatkan kasus baru."

Aku mengerutkan keningku, sejak kapan Shikamaru menjadi semangat hanya karena sebuah kasus baru. Biasanya dia akan menggerutu kesal saat kasus baru datang, aku penasaran kasus seperti apa yang bisa membuatnya bersemangat seperti ini.

"Kasus apa ?"

Tanyaku tanpa bisa menahan rasa penasaranku, aku mengambil tempat duduk di sofa yang terdapat di dekat pintu, kubaca beberapa majalah yang berserakan di meja tanpa minat.

"Percobaan pembunuhan."

Aku menghentikan acara membaca majalahku, kulirik ekspresi Shikamaru yang sekarang tampak berseri-seri. Aneh, ini bukan pertama kali kami mendapatkan kasus percobaan pembunuhan. Tapi kenapa dia bisa semangat seperti sekarang, apa yang ada dipikirannya sekarang. Entahlah, otak orang cerdas memang berbeda jalur.

"Lalu apa menariknya ? wajahmu seperti anak sd yang mendapat mainan baru."

Dia terkekeh, dia lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Matanya terpejam tapi senyuman aneh itu tetap saja terpasang di wajah malasnya.

"Hah, apa menurutmu setelah lebih dari sepuluh kali lolos dari maut adalah hal yang wajar ?"

Apa yang dia maksudkan, tentu saja itu bisa terjadi. Yah, walaupun sedikit jarang terjadi menurutku, entah kenapa aku tidak yakin hanya karena itu dia bisa tertarik dengan kasus ini. Pasti ada alasan lain.

"Kau tahu hal yang menariknya ?"

Apa aku bilang, pasti ada alasan lain yang membuat si pemalas itu bersemangat seperti sekarang.

"Shiranai."

Jawabku acuh, walaupun sebenarnya aku sangat penasaran dengan sesuatu yang membuatnya bersemangat seperti sekarang. Tapi aku tidak ingin jatuh kedalam perangkapnya.

"Dia adalah seorang presiden di perusahaannya, sekretaris pribadinya melaporkan percobaan pembunuhan yang dialami presiden itu, dia meminta kita untuk melindunginya dan mencari tahu siapa otak dari percobaan pembunuhan ini. Dan satu lagi –"

Dia menggantungkan ucapannya, lalu sebuah seringai mengerikan terpampang jelas di wajahnya. Seringai itu berhasil membuat bulu kudukku berdiri, aku tidak tahu kalau Shikamaru memiliki sisi gelap seperti itu.

"Penelitian kita tidak boleh meninggalkan bau, jika ada satu saja bau yang tertinggal maka nyawa kita akan menjadi taruhannya."

Tubuhku menegang, firasatku buruk tentang kasus ini, entah kenapa aku teringat dengan perempuan pirang itu. Hal terakhir yang dia ucapkan padaku. Sebelumnya aku terus berusaha untuk menjauhkan diriku darinya, tapi saat aku akan menerima takdirku dia menyerah. Dia mengatakan bahwa semuanya sudah terlambat, dia tidak akan mau menungguku lagi, dia sudah menyerah dengan semua ini.

"Aku akan masuk kesebuah dunia yang baru."

"Apa maksudmu ?"

"Dunia yang akan aku masuki seperti sebuah pasir hisap, sekali kau masuk kedalamnya kau akan terus terhisap sampai kau menyerah."

"Lalu biarkan aku membantumu !"

"Tidak bisa, kalau kau memang ingin membantuku kau harus menghilangkan semua bau yang melekat ditubuhmu, karena jika ada satu saja baumu yang tertinggal, nyawamu akan terancam."

Perasaan aneh apa ini.

"Ini adalah perjudian nyawa. Apapun yang terjadi kau tidak boleh kalah, jika kau kalah kau tidak akan bisa melihat matahari terbit."

Aku mengangguk. Di dalam hati aku mengutuk diriku sendiri yang sekarang ikut bersemangat untuk menyelesaikan kasus ini sebersih mungkin. Kuharap firasat burukku tidak pernah terjadi. Semoga saja.

TBC

Preview next Chapter : Sayap

"Sensei, soal yang ini bagaimana caranya ?"

"Bagaimana kalau kita dinner malam ini ?"

"Okay, I'll waiting for you in Namikaze café at 19.00."

"Ya."