I think I Love U

.

.

.

.

Pairing:

WonKyu

.

.

Cast:

Choi Siwon

Cho Kyuhyun

.

.

Other Cast:

Jung Yunho

Kim Heechul

Henry Lau

.

.

Genre:

Drama, Romance

.

.

Disclaimer:

SM, God, Their Parents, Themself

.

.

Warning:

Gaje, Typos, YAOI, OOC, Mpreg

.

.

Rate:

T

.

.

.

.

.

.

Happy reading

.

.

.

.

.

.

"Bagaimana keadaannya Yun?" Tanya Siwon setelah Yunho selesaian memeriksa keadaan istri dan calon anaknya.

"Keadaan keduanya baik-baik saja, sebisa mungkin hindari aktivitas berat dan benturan para perutnya karena sangat membahayakan janin dalam kandungannya. Kau tahu kan kalau istrimu itu namja jadi rahim yang dimiliki istrimu itu tidak sesempurna yeoja dengan kata lain kandungannya lemah." Tutur Yunho panjang lebar.

"Arraseo, aku akan lebih menjaganya mulai saat ini. Gomawo Yun." Jawab Siwon sambil menepuk pundak Yunho, sahabatnya.

"Enak saja kau hanya berterima kasih, kau harus meneraktirku dan tega sekali kau tidak memberitahuku kabar gembira seperti ini."

"Hehe mian aku juga baru tahu semalam kalau Kyuhyun hamil."

"Kalau gitu aku pulang dulu, akan kuberitahu Jaejoong kabar gembira ini. Oia, kau harus sabar menghadapi sifat Kyuhyun mulai saat ini dan turuti semua permintaannya." Pesan Yunho sebelum pergi.

Yunho pergi meninggalkan apartement WonKyu, sedangkan Siwon menghampiri istrinya yang masih tertidur. Ia singkirkan rambut-rambut yang menghalangi wajah Kyuhyun dan diusapnya perlahan pipi chubby Kyuhyun.

"Eunggghhhh..." Kyuhyun tampak sudah sadar. Perlahan ia membuka kedua matanya dan mengerjap-ngerjapkannya perlahan. "Hyung" panggil Kyuhyun dengan suara lemah.

"Ne, Baby aku disini. Apa ada yang sakit?"

"Aniya." Jawab Kyuhyun seraya mengelus perut ratanya kemudian menatap Siwon seolah bertanya tentang keadaan aegya mereka.

"Gwenchana, uri aegya baik-baik saja." Kyuhyun pun menghela nafas lega mendengar penuturan Siwon kalau calon anak mereka dalam keadaan baik. Kenapa Kyuhyun tampak khawatir bukankah ia marah saat mengetahui dirinya tengah mengandung? Tentu saja ia khawatir, bagaimanapun juga itu adalah anaknya meskipun ia tidak menginginkannya tapi tidak mungkin juga kan ia membenci anaknya sendiri.

"Hyung lapar." Jarang-jarang Kyuhyun memanggil Siwon dengan sebutan 'hyung' biasanya hanya memanggil namanya saja atau malah dengan menyebutkan 'kau' saja. Ia sedang tidak ingin berdebat dengan Siwon makanya ia memanggil Siwon dengan sebutan 'hyung'. Bukan karena apa-apa tapi karena kondisinya yang masih lemah jadi ia tidak ingin berdebat.

"Tunggu di sini, akan ku buatkan makanan." Siwon pun pergi untuk membuatkan makanan setelah sebelumnya mengecup kening Kyuhyun. Mengecup kening Kyuhyun merupakan aktivitas yang selalu dilakukan Siwon toh Kyuhyun juga tidak keberatan. Kenapa Kyuhyun tidak keberatan? Awalnya Kyuhyun sangat marah dan selalu memberontak tapi Siwon selalu saja melakukannya membuat Kyuhyun lelah untuk terus memberontak jadi dibiarkanlah Siwon yang selalu mengecup keningnya.

Setengah jam kemudian Siwon datang membawa semangkuk bubur buatannya. Diletakkannya mangkuk bubur itu di atas meja yang terletak tepat di sebelah tempat tidur. Siwon membantu Kyuhyun untuk duduk kemudian mengambil buburnya dan mulai menyuapi Kyuhyun. Baru tiga sendok bubur yang masuk ke dalam mulut Kyuhyun, Kyuhyun langsung berlari ke arah kamar mandi.

"Hoek...hoek..hoek.." Kyuhyun memuntahkan seluruh makanannya.

Siwon pun tidak tinggal diam, ia segera menyusul Kyuhyun dan memijat tengkuk Kyuhyun "Baby gwenchanayo?" Tanya Siwon khawatir pada keadaan istrinya.

Kyuhyun yang sudah selesai dengan kegiatan memuntahkan makanannya berbalik menatap horor Siwon "YA kau ingin membunuhku,eoh? Apa yang kau masukkan ke dalam bubur itu, racun hah?" Bentak Kyuhyun dengan sifat Evil nya yang sudah kembali seperti semula.

"Mana mungkin aku ingin membunuhmu Baby, dan aku juga tidak memasukkan racun ke dalam bubur itu." Bantah Siwon atas tuduhan sang istri, mana mungkin ia tega membunuh istri yang sangat dicintainya terlebih lagi di dalam rahim istrinya ada anak mereka.

"Buktinya aku muntah-muntah setelah memakan bubur buatan mu." Balas Kyuhyun

Siwon menautkan keduan tangannya di pipi Kyuhyun "Dengar Baby, aku sangat mencintaimu jadi tidak mungkin aku membunuhmu. Apa yang harus aku lakukan untuk membuktikannya padamu?"

"Kalau begitu makan buburnya." Perintah Kyuhyun yang langsung disetujui oleh Siwon.

"Baiklah aku akan memakannya." Siwon berjalan keluar dari kamar mandi yang diikuti Kyuhyun di belakangnya. Siwon mengambil mangkuk yang berisi bubur itu yang tadi diletakkannya di atas meja kemudian memakannya.

1 sendok

2 sendok

3 sendok

"Tidak apa-apa kan?"

"Kau kan baru memakannya tiga sendok, bagaimana mungkin aku percaya begitu saja." Bantah Kyuhyun yang terus saja tidak mau kalah dari Siwon.

"Tadi juga kan kau memakannya 3 sendok Baby." Kyuhyun cengo mendengar jawaban Siwon, ia mulai berfikir kata-kata yang tepat untuk melawan Siwon.

"Tetap saja berbeda, habiskan semuanya baru aku percaya." Titah Kyuhyun dan Siwon dengan senang hati melakukannya. Siwon menghabiskan buburnya dan tentu tidak terjadi apa-apa dengan Siwon.

"Benarkan aku tidak menaruh racun ke dalam buburnya?"

"Bisa sajakan kau sudah memakan penawar racun sebelum."

"Ayolah baby jangan selalu menuduhku dengan alasan yang mustahil dan tidak pernah aku lakukan."

"Aku mau ke rumah eomma." Ucap Kyuhyun mengacuhkan Siwon.

"Kau tidak mau makan dulu aku akan me—."

"Ani, bisa saja kau memasukkan racun yang lebih mematikan lagi ke dalam makananku." Potong Kyuhyun "Antarkan aku ke rumah eomma sekarang." Lanjut Kyuhyun.

Siwon yang sudah tidak ingin berdebat lagi pun memilih diam dan menyejui permintaan sang istri, toh berdebat juga tidak ada gunanya dan tidak ada akhirnya "Arraseo, kalau gitu kau mandi dan akan aku antarkan ke rumah eomma."

.

.

.

~03~

.

.

.

CHUP~~~

Siwon lagi-lagi mengecup kening Kyuhyun "Mian aku tidak bisa mengantarmu masuk Baby, aku benar-benar sedang buru-buru saat ini. Aku—."

"Ne Wonnie aku menegrti." Potong Kyuhyun karena tidak mau mendengar penjelasan panjang lebar yang menurutnya tak berguna itu. Hey kenapa Kyuhyun memanggil Siwon dengan sebutan 'Wonnie' bukankah itu terdengar sangat manis. Kyuhyun hanya menggunakan jurus terakhirnya karena dengan panggilan itu Siwon akan langsung diam.

Kyuhyun keluar dari dalam mobil "Baby" panggi Siwon, Kyuhyun menoleh ke arah Siwon.

"Hati-hati, ne dan sampaikan salamku pada eomma, appa dan mochi." Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman yang dipaksanya kemudian bergumam tak jelas.

Kyuhyun masuk ke dalam rumah yang pernah dihuninya sebelum ia menikah dengan Siwon. "EOMMA" teriak Kyuhyun yang baru melangkahkan kakinya di ruang tamu. Tidak ada jawaban dari yang dipanggil "Kemana sie nenek sihir itu."

"YA apa kau bilang tadi, nenek sihir eoh?" Ucap seorang yeoja yang tiba-tiba muncul begitu saja dari kamar.

"Ani, aku tidak bilang nenek sihir. Eomma saja yang salah dengar, sepertinya eomma harus pergi ke dokter untuk memeriksakan telinga eomma." Elak Kyuhyun kemudian berjalan menuju arah dapur dan melewati eommanya yang berdiri dengan amarah yang sudah memuncak.

PLAKK

Sebuah pukulan melayang ke kepala Kyuhyun tepat saat ia melewati sang eomma. "Aww.. appo."Ringis Kyuhyun sambil mengelus kepalanya.

"Kenapa kau datang kemari?" Tanya Heechul a.k.a eomma Kyuhyun.

"Aish apa salah seorang anak mengunjungi orang tuanya sendiri." Balas Kyuhyun

"Tentu saja tidak salah, tapi kalau kau itu salah. Setiap datang kau selalu saja protes tentang suamimu. Terakhir kau datang, kau bilang suamimu menyiksa, menggigit dan memukulimu padahalkan ia hanya menidurimu dan menciummu."

"Itu sama saja dengan kekesaran dalam rumah tangga eomma, eomma kan sudah lihat sendiri banyak memar di tubuhku. Dia menggigit seluruh tubuhku eomma." Kyuhyun yang tidak mau kalah terus saja membantah setiap kata yang dilontarkan eommanya.

"Itu namanya kiss mark bodoh." PLAKK. Heechul memukul lagi kepala Kyuhyun, ia merutuki kebodohan anaknya yang satu ini.

"Aish sudahlah, aku lapar. Berikan aku makanan." Perintah Kyuhyun pada eommanya.

"Kau pikir rumah ini restorat. Apa suamimu itu tidak menafkahimu eoh, samapai kau harus makan disini."

"Pelit sekali, aku kan hanya minta makanan saja. Kalau dia tidak memasukkan racun ke dalam makananku, aku pasti sudah makan eomma." Terang Kyuhyun yang tentu saja tidak dipercaya oleh Heechul. Heechul sudah sangat bosan mendengar anaknya yang selalu saja mengeluh tentang suaminya dan menjelek-jelekkannya.

Kyuhyun memasuki dapur dan mencari-cari makanan disana tapi yang dapatkan hanyalah bahan makanan. Tentu tidak masalah kalau ia bisa memasak dan kalau ia bisa memasak tentu ia tidak perlu repot-repot datang ke rumah orang tuanya. Lalu kanapa tidak makan di restoran saja? Ia tidak terlalu suka sering-sering makan di restoran karena menurutnya makanan buatan sendiri jauh lebih sehat.

Kyuhyun berjalan menuju sebuah kamar melewati Heechul yang asyik dengan majalah fashionnya tanpa memerhatikan keberadaan Kyuhyun di rumahnya.

CEKLEK

"Gege kapan kau datang." Teriang seorang namja yang langsung berhamburan memeluk Kyuhyun.

"Ya mochi lepaskan." Namja yang dipanggil Mochi itupun melepaskan pelukannya "Buatkan aku makanan sekarang aku lapar." Titah Kyuhyun tanpa merasa berdosa sedikitpun. Sang dongsaeng yang bernama Henry atau lebih sering dipanggil Mochi itu menuruti saja perintah Kyuhyun karena tidak mau membangunkan sisi Evilnya. Kyuhyun dan Henry merupakan kakak-adik yang begitu berbeda sifatnya, Kyuhyun yang lebih cenderung mewarisi sifat sang eomma 'Heechul', sedangkan henry lebih cenderung mewarisi sifat sang appa 'Hankyung'.

Kyuhyun dengan setia menunggu Henry yang sedang memasakkan makanan untuknya. Lima belas menit kemudian makanan pun telah siap. Sepiring nasi goreng beijing, makanan kebesaran keluarga Cho yang merupakan hanya bisa dibuat oleh Cho Hankyung dan Cho Henry karena hanya kedua orang inilah yang bisa memasak. Meskipun nasi goreng beijing buatan henry tak seenak buatan appanya namun bagi Kyuhyun ini sudah cukup untuk mengganjal perutnya.

"Makanlah gege kau terlihat sangat lapar." Henry meletakkan sepering nasi goreng di hadapan Kyuuhyun.

"Kau memang dongsaengku yang paling pengertian." Kyuhyun melahap makanannya, baru beberapa sendok yang ia makan namun tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang tidak beres dengan perutnya. Ia menutup mulutnya dan berlari ke kamar mandi.

"Gege kau mau kemana?" Tanya Henry bingung kemudian berlari mengejar Kyuhyun.

"Hoek..hoek.." Lagi-lagi Kyuhyun muntah.

Henry yang panik segera berteriak memanggil sang eomma "EOMMA EOMMA EOMMA"

"Hoek..hoek..hoek." Kyuhyun terus saja memuntahkan makanannya.

Tak lama kemudian Heechul datang mengahmpiri keduannya "Ya Henry kenapa kau jadi berteriak-teriak se—." Ucapan Heechul terhenti ketika ia melihat Kyuhyun yang muntah-muntah dengan kedua tangan yang memegangi wastafe.

"OMO, Kyunnie kau kenapa?" Heechul menghampiri Kyuhyun kemudian memegangi tubuhnya yang hampir terjatuh.

"YA Mochi kau ingin membunuhku juga,eoh?" Tuduh Kyuhyun sambil menatap tajam Henry, sedangkan Henry hanya diam bingung dengan apa yang dimaksud Kyuhyun.

"Aniya gege, mana mungkin aku ingin membunuh gege." Jawab Henry jujur

"Aish..apa semua orang ingin aku mati hah. Tadi pagi si Siwon mesum itu yang mau membunuhku dan sekarang dongsaengku sendiri." Cibir Kyuhyun meratapi nasibnya.

"Tunggu-tunggu apa tadi pagi juga kau muntah-muntah Kyunnie?" Tanya Heechul membuat kedua pasang mata menatap kearahnya.

"Ne, wae?" Jawab dan tanya Kyuhyun.

"Jangan-jangan kau hamil, kita harus segera memeriksakannya." Tebak Heechul girang.

"Memang aku hamil dan aku juga sudah memeriksanya." Jawan Kyuhyun santai.

"Ya kenapa kau tidak memberitahuku."

"Salah eomma tidak bertanya."

"Jadi kalau eomma tidak bertanya kau tidak akan memeberitahukannya,eoh."

"Mungkin." Jawab Kyuhyun yang mendapat satu hadian pukulan dari Heechul, sedangkan Henry hanya menjadi penonton saja sedari tadi.

"Aww..lalu kenapa aku muntah-muntah terus?"

"Dasar bodoh, kau muntah-muntah itu bukan karena Henry meracunimu tapi karena kau sedang hamil. Muntah-muntah itu biasa dialami saat awal kehamilan."

"Ooooo jadi begitu."

.

.

.

~03~

.

.

.

Sore harinya Siwon menjemput Kyuhyun kemudian mengantakannya ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaanny paska pukulan yang mendarat di perut Kyuhyun sekaligus berkonsultasi masalah Kyuhyun yang selaalu memuntahkan makanannya. Kabar kehamilan Kyuhyun pun menyebar dengan cepat, semua keluarga Choi dan kerabat dekat pun sudah mengetahuinya tak terkecuali appa Kyuhyun, Cho Hankyung yang saat ini tengah berada di China langsung di telepon oleh Heechul tentang berita baik ini.

Setelah dari rumah sakit, Siwon dan Kyuhyun langsung kembali ke apartement mereka karena Siwon tidak mau Kyuhyun sampai kelelahan dan membahayakan bayi mereka. Kyuhyun merebahkan tubuhnya di atas kasur, tak lama kemudian Siwon datang menghampirinya.

"Minum dulu susu nya sebelum tidur Baby." Perintah Siwon sambil menyodorkan segelas susu ke hadapan Kyuhyun.

"Shireo." Tolak Kyuhyun

"Ayolah Baby, kau dengarkan kata Yunho (dokter) tadi kalau kau harus minum susu agar uri aegya tumbuh dengan sehat." Bujuk Siwon, akhirnya Kyuhyun pun luluh dan mau meminum susu nya.

Kyuhyun sudah menghabiskan susunya tanpa tersisa sedikitpun kemudian Siwon mengelap bekas susu yang ada di bibir Kyuhyun dengan menggunakan tissue.

"Sekarang tidurlah, uri aegya juga pasti sangat lelah." Ucap Siwon seraya mengelus perut rata Kyuhyun.

"Cih, hanya memedulikan anaknya saja." Gumam Kyuhyun pelan yang masih bisa ditangkap oleh pendengaran Siwon.

"Aku juga peduli padamu Baby." Ucap Siwon kemudian mengecup kening Kyuhyun dan pergi ke dapun untuk meletakkan gelas.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Segini dulu dech buat chap ini..heheh

Gimana memuaskankah atau mengecewakan? Sepertinya Mommy sudah mulai jatuh cinta sama Daddy. Mian kalo banyak typo, males ngedit lagi. Belom ada konflik untuk chap ini tapi nanti pasti ada konfliknya kok tenang aja. Sedikit bocoran buat Next Chap bakal terjadi sesuatu...