Ribenji To Ai
Disclamer : Naruto © Masashi Kishimoto
.
.
.
.
.
Pairing : Uchiha Sasuke
X
Haruno Sakura
.
.
.
.
.
Au, typo, ooc, dll.
.
.
.
.
.
•D.L.D.R•
chapter 2
Wajah cantik dengan gaun putih yang membalut tubuhnya hingga terlihat seperti, bahkan benar mungkin ia adalah bidadari. Ia menatap bayangannya di cermin yang menampakan seluruh penampilannya.
'GREK'
Pintu terbuka! Muncul seseorang yang melangkah mendekatinya. Orang itu tersenyum saat bayangannya nampak dengan orang yang ia hampiri. Namun senyuman itu hilang saat melihat orang yang terlihat sempurna itu meredup dengan tatapan kosongnya.
"Berbahagialah! Aku yakin dia tidak ingin melihatmu seperti ini terus." Ucap orang itu tersenyum tulus dan memegang bahu kecil yang sedang bergetar. Melangkah maju, ia berjongkok di depan gadis cantik bergaun putih yang sedang menangis.
"Aku tidak bisa." Lirihnya.
Orang itu menghapus air mata mata sang gadis. "Aku mohon! Dia juga mencintaimu seperti sahabatnya." Ia memandang sendu. Berapa banyak kejadian yang ia dan gadis ini alami. Kehilangan keluarganya dan gadis ini kehilangan cintanya.
"Aku sudah berusaha," gadis itu tersenyum getir. "T-tapi... t-api..." Perkataan gadis itu terhenti karena orang itu membawanya ke pelukannya.
"Aku yakin semua akan baik-baik saja Sakura." Orang itu membelai punggung gadis yang ternyata bernama Sakura.
"Berbahagialah! Aku menemui kesini karena harus kembali pergi." Ucap orang itu melepas pelukanya. Ia menghapus pelan air mata Sakura.
Sakura mengangguk pelan. "Aku akan berusaha."
Orang itu tersenyum dan mengecup kening Sakura. Ia sangat menyayangi Sakura seperti adiknya sendiri. Sebelum pergi ia menyerahkan kotak kecil berwarna biru dongker ke telapak tangan Sakura. "Aku yakin dia ingin memberikanmu ini jika ia masih di sini."
"Setelah ini, aku ingin menemuinya Nii-san." Sakura menatap orang yang ia panggil Nii-san. Ia tersenyum dan mengangguk kecil sebelum benar-benar pergi meninggalkan Sakura sendirian.
.
.
.
Sakura membuka kotak kecil pemberian tadi. Tanggannya bergetar saat membukanya dan melihat isinya.
"S-sasuke-kun"
Ia ingat janji mereka dulu. Ia dan Sasuke adalah sepasang kekasih dan mengikat janji akan bersama selamanya.
"Aku ingin selalu bersamamu Sakura."
Betapa bahagia ia saat Sasuke mengucapkan janji yang sama ia inginkan. "Aku juga ingin selamanya berama Sasuke-kun."
Semua itu berakhir saat hari itu. Hari pembantaian keluarga kekasihnya dan Sasuke yang masih bisa di selamatkan ayahnya namun hilang saat di rumah sakit. Betapa hancurnya ia saat kenyataan Uchiha Sasuke, kekasihnya kecelakaan. Apa ia bunuh diri? Semua tidak ada yang tahu. Karena mereka menemukan kondisinya yang hancur dan hanya identisas yang menyakinkan mereka bahwa Uchiha Sasuke telah tiada.
Dunia sudah hampa bagi Sakura. Ia kehilangan orang yang sangat berarti baginya. Bahkan sekarang ia tidak tahu apa arti hidupnya kini.
Dan sekarang, kenapa ia akan menikah dengan Sabaku no Gaara sahabatnya dan juga Sasuke.
"Aku mohon bahagialah denganku. Aku tahu dia masih ada dalam hatimu, tapi lihatlah aku yang juga sama sepertinya."
Ia tahu Gaara mencintainya sejak dulu. Tapi baginya, Gaara sudah seperti kakaknya. Jade itu memancarkan kesedihan sama sepertinya. Ia ingin mencoba tapi tetap tidak bisa. Ketika hari itu, hari pertunangannya dan Gaara di laksanakan dua bulan sebelum hari ini.
"Kau harus menikah dengan Gaara. Lupakan Sasuke." Perkataan tegas Ayahnya malam itu membuatnya menyetujuinya. Mungkin Gaara bisa mengantikan Sasuke, walau ia tidak yakin akan itu.
Getaran benda persegi (ponsel) di meja rias membuatnya tersadar dari bayangan masa lalunya. Ia mengambil ponsel itu dan tertera nama Ino di layar. Segera ia menekan tombol -yes- menjawabnya.
"Ya Ino."
"..."
"Baiklah aku kesana sekarang." Sakura tersenyum kecil dan berdiri. Tadi Ino menyuruhnya untuk menaiki mobil yang sudah tersedia di loby hotel. Ia akan ke tempat acara berlangsung.
'Teettt'
Bunyi bel membuat Sakura menoleh dan berjalan pelan. Ia sendirian karena sudah menyuruh orang yang menemaninya pergi. Keluarga dan sahabat-sahabatnya sudah menunggu di sana.
'CKLEK'
"Maaf Nona, kita harus segera pergi." Ucap seorang lelaki bertubuh sedang dan memiliki rambut abu-abu.
Sakura memandang sekilas sebelum menganguk setuju dan pergi melewati yang ia sangka utusan ayahnya.
"Bisa saya bantu Nona? Sepertinya gaun itu sangat menyusahkan anda."
Sakura menghentikan langkahnya, berbalik dan tersenyum. "Sepertinya begitu. Mohon bantuanmu ya." Ujar Sakura kembali berbalik.
Lelaki itu tersenyum dan menyeringai Saat ia memegang gaun putih yang sangat cantik ini. Kau belum tahu akan hancurnya hari ini Nona, dengus lelaki itu dan tersenyum mengejek, dengusnya dalam hati.
.
.
.
Sakura meremas kedua tangannya erat. Ia tidak bisa! Ini tidak benar, lelaki yang tadi menemuinya kini berada di samping kemudi bersama supir yang hanya diam seperti patung. Ia memakai kacamata hitam dan syal yang menutupi sebagian wajahnya. Rasanya ia seperti... menggeleng pelan karena ia mulai kembali memikirkannya.
"Ini adalah hari bahagiamu, kenapa murung Nona?"
Sakura menatap tajam lelaki tadi. Malas! Ia membuang pandangannya ke arah jendela pintu mobil di sampingnya.
"Kau tidak mencintai calonmu?" entah pertanyaan atau pernyataan yang supir itu lontarkan kepadanya dan tepat sasaran.
Sakura memejamkan matanya sejenak dan menarik nafas pelan lalu membuka matanya kembali. "Kalian orang asing!"
"..."
"Kalian tidak mengerti! Aku haya ingin dia." lirih Sakura.
"Hoohh, kenapa?"
"E-to Kau banyak tanya sekali." Sakura tersenyum kecut. "Aku hanya ingin dia. Dia adalah hidupku. Aku sangat mencintainya."
"Persetan!"
Perkataan supir membuat Sakura mengeryit alis heran. Apa katanya?
"Dengar Tuan..." Sakura berusaha tersenyum. "Dia adalah hidupku."
"Itu semua kebohongan."
Sakura melototi supir yang akan mengantarkan-nya. Tetapi pemandangan di jalan membuatnya mengeryit alis heran dan takut.
"H-hey Tuan. Kita jalan lurus bukan berbelok arah."
"Maaf saja tujuan kami adalah itu."ucap lelaki itu. Ia membuka kaca mata yang ia pakai dan menyeringai tanpa menoleh.
"S-SIAPA KAU! TURUNKAN AKU." Amuk sakura dengan badan yang bergetar kuat.
"Aku..." orang itu menyeringai dan menengok perlahan. "Aku datang untuk membunuhmu."
"S-Sasu..." emeralad itu terbuka sempurna.
"Ke..."
"Kun"
.
.
.
.
.
Tbc
Sedikit ya :). Ini fict yg aku tulis di slah satu fp. Fict SasuSaku.
Sankyuu yg udah mg'Foll, Fav, Rvw ^^
Suket alang alang : pembunuhnya siapa ya... Kizashi kah? :)
Thank's dah rnr. Nih dah lanjut walau aku tahu kau dah tahu haha
undhott : hehe iya kshan Sasukenya :"( tp kebutuhan jln crta :)
hanazono yuri : ini dah lanjut :)
ayuniejung : km bener... Siapa lagi putri Haruno klo bukan Sakura :) sankyuu dah rnr.
Uchiha Riri : hehe... Nih dh lnjut. Thank's ya ^_^
rya-chand : sankyuu ^_^
Mind to rnr :)
WRS
