Zeidgeist in

Naruto © Masashi Kishimoto

High School DxD © Ichiei Ishibumi

Warning: Magic!World, AU, Out of Character, Alur Berantakan, Gaje

.

LOSERS

Summary :

Kita tak bisa menilai seseorang dari luarnya. Kau bisa mengatakan seseorang itu lemah karena tidak memiliki kekuatan dari fisiknya. Tapi apa kau melihat lebih dalam ? Sebuah kekuatan yang dapat menghancurkan dunia. Namun, aku tak tertarik akan hal itu. Dunia ini kiamat aku tak peduli. Namun, jika kau mengusik diriku, maka aku akan bertindak.

.

.


[1]

.

Terlihat wanita bersurai merah mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia melihat sekeliling dan matanya terfokus pada objek berupa manusia dengan surai kuning jabrik yang sedang menulis sesuatu. Kemudian suara dengan nada datar terdengar di hutan yang lebat.

"Kau sudah bangun?"tanya Naruto.

"Kemana para bandit itu?"tanya balik Kyuubi.

"Mereka mati,"jawab Naruto singkat.

"Siapa yang membunuh mereka?"tanya Kyuubi lagi.

"Entahlah," Naruto bangun dari duduk manisnya.

"Kita harus cepat sampai di Nobleshire. Hari sudah semakin gelap,"lanjut Naruto kemudian berjalan meninggalkan Kyuubi yang masih tengkurap.

.

~Losers~

Kyuubi agak bingung dengan pria beriris biru lautan di depannya. Masih terbesit pertanyaan 'siapa yang membunuh para bandit tadi'. Tidak mungkin ada orang yang datang membunuh mereka lalu pergi. Aneh bukan? Pastilah Naruto yang membunuh mereka semua. Namun, manusia di depannya tak mengakui hal itu. Artinya, Naruto lebih kuat dari Kyuubi itu sendiri. Kyuubi tersenyum miris mengingat betapa lemahnya dia. Memang ia mewarisi kemampuan [Human Strength] dan [Magic Healing] dari ibunya. Ia juga mengikuti divisi yang sama seperti ibunya dulu yaitu Support.

Namun, berbeda dengan Support lainnya yang biasanya berada di belakang. Ibunya, Senju Tsunade memiliki kemampuan yang mungkin setara dengan seorang Fighter kelas atas. Sedangkan ia, melawan sekelompok bandit saja ia sudah kalah. Bahkan, ia dikalahkan oleh seorang yang dijuluki Losers yaitu pria di depannya.

'Seberapa kuat sebenarnya kau, Naruto?'batin Kyuubi.

.

.

[2]

.

"Jadi Tazuna-san, bagaimana kronologis pembantaian massal tersebut?"tanya Naruto kepada pria berkacamata di depannya.

"Begini bocah, Desa Nobleshire bukanlah desa yang kaya. Walaupun begitu, desa ini merupakan desa yang makmur. Warga yang hidup di sini sangat cinta kedamaian dan mungkin tidak memiliki musuh dengan warga desa lain. Namun, suatu malam. Beberapa keluarga tewas mengenaskan dalam waktu yang bersamaan. Dan anehnya, kepala tiap korban itu menghilang dan hanya menyisakan badan saja. Kejadian itu terjadi tepat seminggu yang lalu dan kami langsung melapor ke Kerajaan,"jelas Tazuna panjang lebar.

"Boleh saya lihat rumah para korban itu?"tanya Naruto.

Tazuna mengangguk dan mengajak mereka menuju beberapa rumah. Rumah Pertama, bercak darah masih membekas pada dinding dan bercipratan ke mana-mana. Rumah Kedua, tidak terlalu membekas darahnya namun, terdapat dinding yang agak retak. Rumah Ketiga, noda darah hanya berbekas pada satu tempat. Rumah Keempat, bekas darah sudah menghilang dan juga tak terlalu berciprat.

"Arigatou Tazuna-san. Teori awalku, pembantaian ini dilakukan oleh beberapa orang yang mungkin diperintah oleh seseorang. Hal itu karena keadaan rumah tersebut. Cara pembunuhan yang berbeda. Dan kesimpulan utamaku begitu. Tujuannya? Saya masih belum bisa memastikannya. Mungkin saja para pembunuh atau si boss itu sendiri memiliki pancaran energi sehingga kami dapat melacaknya, apabila mereka ada di sini."jelas Naruto panjang lebar.

"Masuk akal,"komentar Kyuubi.

"Jadi, kapan kalian akan melacak mereka?"tanya Tazuna.

"Besok dan kami membutuhkan tempat untuk tidur sekarang,"

.

.

[3]

.

Terlihat tokoh utama kita sedang bermeditasi. Ia sedang berusaha melacak pancaran energi dari si pembunuh itu.

"Kau mendapatkannya?"tanya Tazuna.

"Aku melacak pancaran energi asing dari arah tenggara. Jaraknya kira-kira 2 km,"jawab Naruto.

"Kalau begitu, kita kejar mereka,"ucap Kyuubi.

Naruto mengangguk. Mereka segera menuju ke arah pancaran energi tersebut. Dalam perjalanan, mereka tidak mengucapkan sepatah katapun. Kyuubi terlalu menjungjung harga dirinya untuk berbicara dengan seorang Losers walaupun dia tahu, bahwa Naruto lebih kuat darinya. Sedangkan Naruto. Dia tak peduli dengan hal itu.

"Tunggu dulu cerewet,"ucap Naruto seketika berhenti.

"Apa maksudmu memanggilku cerewet?"alis Kyuubi berkedut mendengar panggilan 'kasih sayang' dari Naruto.

"Bawa ini,"Naruto menyerahkan sebuah rifle pada Kyuubi. Hickler & Koch G36. Rifle buatan Jerman dengan kaliber 5.56x45mm NATO.

"Untuk?"tanya Kyuubi ketika menerima rifle yang cukup berat itu.

"Jaga-jaga,"ucap Naruto.

"Huh? Cara menggunakannya?"

"Arahkan ke musuh, tekan pelatuknya. Hati-hati recoilnya!"

"Apalagi itu?!"tanya Kyuubi frustasi.

Pria yang ditanya sudah berjalan kembali meninggalkan Kyuubi yang meronta-ronta memanggilnya. Kyuubi benar-benar ingin membunuh pria pirang di depannya jika saja ia bisa. Sifatnya memang terkesan tidak peduli, namun itulah yang membuat Kyuubi kesal.

.

.

[4]

.

"Dari sini asal energinya?"tanya Kyuubi.

"Ya, dari goa itu tepatnya,"jawab Naruto.

"Kita masuk?"tanya Kyuubi lagi.

"Hn,"

~Losers~

"Ternyata hanya dua bocah kecil,"telinga Kyuubi dan Naruto menangkap sebuah suara dari kegelapan.

"Siapa kau?!"teriak Kyuubi.

[Fire Magic : Phoenix]

Bukannya menjawab pertanyaan Kyuubi, malah sebuah phoenix api melesat menuju mereka. Sontak mereka melompat untuk menghindari phoenix api yang dapat membakar mereka hidup-hidup.

"Siapkan dirimu cerewet,"ucap Naruto.

"Pertarungan ini tak bisa dihindari,"lanjut Naruto.

[Magic Maker : Yoru]

[Human Strength : Armor]

Muncul pedang hitam besar berbentuk salib dengan manik-manik pada bilahnya. Sedangkan pada Kyuubi, muncul pendar tipis yang melapisi tubuh Kyuubi. Dari kegelapan goa itu muncul 4 orang bertopeng dengan corak hewan yang berbeda.

"Kurasa kalian bisa memberi kami pertunjukan menarik,"ucap orang bertopeng anjing.

Empat orang itu segera melesat menuju Naruto dan Kyuubi dengan tanto masing-masing di tangan mereka. Kyuubi melompat mundur dan mengarahkan riflenya untuk menembak empat orang bertopeng itu sedangkan Naruto hanya diam.

SFX : TING TING TRANG

Pertarungan tak terelakan di antara mereka. Pedang besar Naruto berkali-kali menebas dan menahan serangan mereka. Ia melompat ke belakang kemudian menggenggam erat Yorunya dan menebas udara secara horizontal.

[Kokuto Issen]

Muncul gelombang hitam yang sangat tipis sehingga tak dapat dilihat dengan kasat mata bergerak lurus menuju keempat pria bertopeng itu. Pria bertopeng ular yang melihat gelombang tipis itu segera merapal mantra.

[Earth Magic : Earth Wall]

Muncul dinding tanah yang melindungi empat pria bertopeng dari gelombang yang diciptakan Naruto. Namun, dinding tanah itu terbelah secara horizontal dan mementalkan pria bertopeng ular tadi.

"Uh,"lenguh pria bertopeng ular.

"Lumayan bocah,"ucap pria bertopeng gagak.

Kyuubi menatap kagum serangan dari Naruto tadi. Ia tidak menyangka ada serangan yang dapat membelah dinding tanah dari kejauhan. Kali ini, ia tidak berani mengulangi kesalahan sebelumnya dan hanya menunggu perintah Naruto saja.

'Seberapa kuat kau, Naruto?'batin Kyuubi.

Naruto memegang erat Yorunya lalu menatap keempat pria bertopeng itu.

[Teleport]

Naruto berpindah tempat ke atas empat pria bertopeng dan menusukan Yorunya ke bawah dengan cepat. Sontak keempat pria bertopeng itu melompat menghindari serangan tiba-tiba yang menghancurkan tanah di sekitar mereka.

'Kena kalian,'Naruto menyeringai.

[Magic Maker : Thousand Star]

Muncul beberapa lingkaran sihir berwarna kuning keemasan tepat di belakang keempat pria bertopeng itu. Di dalam lingkaran sihir itu sudah berisi berbagai macam senjata tajam dari pisau, tanto, sampai kapak sekalipun.

"Katakan selamat tinggal pada ibu kalian,"ucap Naruto.

SFX : TIK

Dengan terdengarnya suara jentikan jari itu, muncul suara pembunuhan yang mengerikan dari goa itu diikuti cipratan darah ke mana-mana. Naruto hanya menyeringai psikopat melihat jebakan darinya berhasil membunuh keempat pria bertopeng itu. Sementara, Kyuubi menutup matanya melihat darah di mana-mana dan itu membuatnya mual.

"Hoi cerewet, kita harus membunuh boss mereka,"teriak Naruto.

Si cerewet a.k.a Kyuubi mengangguk dan mengikuti Naruto menuju tempat terdalam dari goa itu.

.

~Losers~

"Kalian cukup kuat juga, berhasil membunuh empat anak buahku,"ucap seorang pria berambut gelap.

"Tapi sayang. Ritual sudah selesai dan kalian akan... MATI!"lanjut pria itu.

Seketika pria itu berubah menjadi centaur dan menghancurkan goa itu. Makhluk setengah manusia dan setengah kuda dimana menggabungkan badan manusia serta kaki kuda dengan tinggi sekitar 5 meter dan tongkat yang berada di tangan kananya. Naruto yang menatap makhluk tak jelas itu hanya diam berbanding terbalik dengan Kyuubi yang menatap takut makhluk di depannya. Seharusnya makhluk ini tidak ada dan hanya mitos belaka. Tapi ia menghilangkan rasa takutnya dan menembak centaur itu dengan rifle yang diberikan Naruto tadi kepadanya.

SFX : DOR DOR DOR

"Kheh, kau kira senjata semut seperti itu mampu melukai ku? Jangan bermain-main denganku bocah!"Centaur itu menghentakan kakinya lalu mengayunkan tongkatnya ke arah Kyuubi dan Naruto.

[Teleport]

Naruto dan Kyuubi berpindah menghindari pukulan tongkat dari Centaur itu yang menghancurkan tanah di sekitarnya.

"Cerewet, aku ingin kau melawannya dengan [Human Strength] milikmu,"ucap Naruto.

"Kau gila! Mana mungkin aku dapat membunuh makhluk itu!"teriak Kyuubi pada Naruto.

"Aku tak memintamu untuk membunuhnya, tapi melawannya. Bedakan itu, aku akan membantumu dari belakang,"

"Cih! Baiklah,"

[Human Strength : Double Armor]

[Human Strength : Triple Armor]

[Human Strength : Twice Critical]

"Bawa aku mendekati makhluk itu,"ucap Kyuubi.

[Teleport]

"HYAHHH!"teriak Kyuubi di depan Centaur itu kemudian menghantamkan pukulannya tepat ke wajah Centaur itu dan membuatnya terseret sedikit.

"Lumayan bocah,"ucap Centaur lalu mengayunkan tongkatnya pada Kyuubi.

Kyuubi menyilangkan kedua tangannya menahan ayunan tongkat itu namun ia terpental akibat dahsyatnya serangan itu. Centaur bukanlah termasuk makhluk yang memiliki kekuatan magis. Namun, kekuatan fisiknya berkali-kali lipat lebih kuat dari manusia biasa. Serangan fisiknya konon dapat menghancurkan sebuah bukit. Untungnya Kyuubi dilapisi armor yang membuat serangan itu diredam sehingga sakit yang dirasakan tidak terlalu.

"GAHAHAHA... Kau akan mati di sini bocah!"teriak Centaur itu lalu berlari menuju Kyuubi untuk membunuhnya dengan tongkatnya.

Kyuubi segera bangkit dan menghindar dari terjangan Centaur itu. Tubuhnya masih terasa nyeri karena serangan tadi. Ia menggelengkan kepalanya dan menatap makhluk setengah-setengah itu.

[Human Strength : Gigantic Punch]

Kyuubi memukul udara dan menghasilkan gelombang dengan tekanan besar yang mengarah langsung menuju Centaur itu. Centaur itu hanya diam karena serangan itu.

"Kau seperti meniupkan angin padaku bocah,"ucap Centaur itu.

Kyuubi menggeram marah akibat perkataan Centaur itu. Oke ia terprovokasi. Kyuubi segera melesat menuju Centaur itu dan menyerangnya dengan pukulan secara membabi buta. Centaur itu menahan pukulan bertubi-tubi itu dengan tongkat dan tangannya. Wajahnya tidak menunjukan raut kesakitan.

"Kau sebut itu pukulan,"ucap Centaur di saat ia tengah dihujam pukulan bertubi-tubi.

Centaur itu memukul balik Kyuubi sehingga terpental cukup jauh bahkan menghancurkan beberapa pohon di belakangnya.

"Itu baru namanya pukulan. Kheh, kukira kau akan membuatku tertarik. Kalau begitu, mati saja kau bocah!"

Centaur itu berlari dengan kecepatan penuh menuju Kyuubi. Sementara Kyuubi hanya menatap pasrah Centaur yang akan membunuhnya itu.

[Teleport]

[Kokuto Saku]

Tepat beberapa meter sebelum Kyuubi diseruduk, Naruto muncul tiba-tiba dan menebas Yorunya ke atas, menghasilkan gelombang udara yang menghentikan pergerakan dan mementalkan Centaur.

"Kurasa sudah cukup kau melawannya, cerewet,"ucap Naruto.

"Brengsek kau bocah!"maki Centaur.

"Kau terlalu banyak bicara, Centaur-san,"Naruto menebas udara dengan Yorunya.

[Kokuto Issen]

Kaki dari Centaur itu terpotong dengan mudah seperti memotong kertas dengan gunting. Teriakan kesakitan dari si Centaur itu menggema di seluruh hutan.

"Kau akan merasakan akibatnya bocah!"

"Aku jadi takut, Centaur-san,"

Naruto menutup matanya dan menggengam erat Yoru. Ia memusatkan seluruh mananya pada Yoru. Tak lama, ia membuka matanya dan menebas Yorunya secara vertical.

[Chi wo Hau Zangeki]

Muncul gelombang berwarna kebiruan dengan jangkauan yang luas, melesat cepat menuju Centaur itu. Naas, Centaur itu tidak memiliki kaki untuk menghindar sehingga ia terkena serangan itu dengan telak.

"BRENGSEK KAU BOCAH!"teriak murka Centaur tepat sebelum terkena serangan itu.

SFX : KABOOMMM

Ledakan dahsyat muncul ketika gelombang biru itu mengenai tubuh Centaur dan menghancurkan tanah di sekitarnya.

"Apa serangan itu berhasil membunuhnya?"tanya Kyuubi.

"Mungkin tidak. Fisik dari Centaur sangatlah kuat, tapi seranganku mungkin membuatnya lemah,"jawab Naruto yang berjalan menuju tempat dimana Centaur itu terkena serangan mematikan dari Naruto itu sendiri.

"Ara~ Centaur-san, apa ada kata terakhir?"tanya Naruto di depan Centaur yang terbaring lemas itu.

"Bunuh aku,"jawab si Centaur.

"Memang itu yang akan kulakukan,"Naruto mengayunkan Yoru pada kepala Centaur itu.

SFX : CRASH

"Jika kau dapat membunuhnya dengan mudah seperti itu, kenapa kau menyuruhku untuk melawannya?"tanya Kyuubi.

"Aku hanya mengumpulkan manaku,"jawab Naruto singkat.

"Penggunaan [Teleport] sangatlah menguras manaku. Kita kembali ke Nobleshire lalu ke akademi,"lanjutnya lagi.

.

.

"Menarik!"ucap siluet hitam tidak jauh dari arena pertarungan.

.

.

[5]

.

Di Styx Academy dikenal sistem Guild. Satu guild dapat terdiri dari 5-10 siswa. Setiap siswa yang ada di akademi haruslah mengikuti guild. Tujuannya? Untuk mendekatkan diri kepada sesama siswa akademi. Dengan adanya guild juga membuat siswa yang masuk guild dapat berlatih dengan sesama anggota guild sehingga mereka menjadi lebih kuat. Biasanya, setiap 4 bulan sekali, diadakan Guild War dimana anggota guild akan bertarung dengan anggota guild lainnya dalam. Mereka harus bekerja sama untuk mengalahkan semua anggota guild lawan. Guild pemenang akan mendapatkan hadiah berupa Medal. Guild dengan Medal terbanyak akan diberi hadiah berupa uang pada akhir tahun dan dinobatkan sebagai Top Guild di Styx Academy.

Sementara, tokoh utama kita tidak mengikuti guild. Itu termasuk melanggar aturan yang dibuat sekolah. Naruto sendiri selalu dipanggil ke ruang gurukarena tidak mengikuti guild. Namun, apa daya. Kepala Sekolah Azazel saja tidak bisa menasehatinya. Pernah Naruto diajak bergabung dengan guild milik Sona, namun ditolaknya mentah-mentah. Alasannya,

"Aku tak tertarik,"ucap Naruto pada wanita di depannya.

"Kau akan terus dipanggil ke ruang guru jika kau tetap keras kepala begini,"ucap wanita di depan Naruto.

"Jika dipanggil aku akan datang, mendengar nasehat mereka, lalu pergi. Lagipula apa anggota guildmu setuju aku masuk guildmu kheh, Sona?"jawab sekaligus tanya Naruto santai.

"Jika aku yang memberi keputusan, pasti mereka setuju,"ucap wanita itu a.k.a Sona.

"Tidak mungkin mereka menerima Losers sepertiku,"

Sona menghela nafas panjang. Pria di depannya selalu merendah seperti itu. Selalu mengganggap dirinya lemah. Padahal ia sangat kuat, jauh di atas dirinya sendiri. Namun, ia tak mau menunjukannya. Dan itu berakibat ia tak memiliki teman. Mungkin, dialah satu-satunya teman Naruto.

"Hah, lupakan saja tentang itu. Tiga bulan lagi Battle Royal akan diadakan. Kau tak ingin menunjukan kemampuanmu?"tanya Sona.

"Entahlah Sona. Mungkin ya mungkin juga tidak,"jawab Naruto.

"Jika kau menunjukan kemampuanmu, mungkin kau menjadi target utama dari 10 Petarung Terkuat,"ucap Sona.

"Target utama ya?"gumam Naruto.

"Tapi persyaratannya harus mengikuti guild jika kau ingin ikut dalam Battle Royal,"ucap Sona.

"Apa aku boleh membuat guildku sendiri?"

"Tentu tapi harus terdiri dari minimal 5 anggota,"

"Aku akan mencari anggota,"

"Perlu aku bantu?"

"Tidak,"

Naruto meninggalkan Sona di atap sekolah. Sona tersenyum karena temannya itu akan menunjukan kekuatannya nanti. Pasti seluruh sekolah akan terkejut karena kemampuannya ini. Magic Maker memang lemah. Namun, jika kau kreatif, itu akan menjadi sesuatu yang mematikan. Sona meningalkan atap sekolah untuk kembali ke pekerjaannya.

.

.

To Be Continued


Yo, ketemu lagi ama Zeidgeist. Pertama-tama, saya ngucapin terima kasih sama semua yang ngedukung fic ini lanjut huhu.. T_T aku jadi terharu. Oke mungkin masalah word, karena saya masih pemula dalam nulis beginian, jadi word belum bisa sampe 4k ato 5k. Update fast? Saya gak bisa mastiin lho. Paling maks mungkin 2 kali seminggu. Tapi tergantung mood juga sih.

Untuk inspirasi Magic Maker, yap itu dari fic nya Al-kun666-senpai. Aku suka idenya itu. Tapi bukan cuma itu kok kekuatannya Naruto. Seiring berjalannya waktu bakal ada penambahan. Kyuubi lemah? Enggak lemah sekali sih. Dibawah Naruto, dia juga Support bukan Fighter.

Untuk Chap 2 ini mungkin agak gaje scene fightnya. Huhu... T-T saya sudah berusaha. Tapi gini hasilnya. Oleh karena itu, saya butuh saran/kritik dari senpai-senpai sekalian yang sudah berpengalaman dalam hal ini. Mau bilang apa lagi ya? Udahlah segini aja ya~ Sekain eh, maksudnya Sekian.

Zeidgeist out...