JIMIN SEME OR UKE?

JIMIN X YOONGI

Romance, Hurt.

Jimbbb

Mentari pagi mulai menampakan dirinya dengan begitu bersemangat, Menandakan hari ini sangatlah cerah. Namun dorm yang dihuni oleh tujuh namja itu masih terasa hening. Hanya terdengar dengkuran dan gumaman tak jelas di setiap kamar dorm itu.

Seorang namja yang tengah tertidur itu mulai terusik dengan cahaya matahari yang berhasil menyelinap ke kamarnya melalui celah jendela.

Park Jimin, salah satu member bangtan itu mulai terbangun dari tidur nyenyaknya. Karena kemarin mereka menghadiri banyak acara musik hingga larut malam. Membuat seluruh badannya terasa kaku. Namun, Jimin tetaplah seorang namja yang kuat dan jarang sekali mengeluh. Apalagi ia sering berolahraga di gym.

Jimin melirik jam weeker yang berada di meja nakasnya.

"Masih pukul tujuh pagi, perutku mulai berbunyi..."

Merasa cacing di perutnya mulai berdemo, Jimin memilih untuk beranjak dari kasur nyamannya. Mencari makanan yang sekiranya bisa mengganjal perutnya.

Jimin membuka pintu kamarnya perlahan, melihat sekitar dorm yang masih sepi. Namun ia mendengar dentingan atau gesekan barang di arah dapur dorm. Hidungnya mencium wangi masakan yang membuat perutnya semakin berbunyi.

Saat telah sampai di dapur, Jimin melihat seorang namja berkulit pucat dan tinggi badan yang setara dengannya. Tengah sibuk memasak dan menyicipi masakan yang telah ia buat. Jimin seketika menyunggingkan bibirnya ke atas membentuk senyuman. Kakinya melangkah untuk mendekati sosok itu.

Entah dorongan dan keberanian dari mana, tangannya melingkari pinggang ramping dan kecil itu. Dadanya menempel dengan punggung namja yang di ketahui adalah hyung manis kesukaannya. Min Yoongi.

Yang mendapat perlakuan tiba-tiba itupun berjengit kaget, segera menoleh ke belakang agar bisa mengetahui siapa yang berani mengganggu acara memasaknya.

"J-jiminnie.."

Bibir tipis itu seketika gugup dan pipinya seketika memerah, saat mengetahui bahwa seseorang yang memeluknya dari belakang itu adalah Jimin. Namja yang ia sukai.

"Good morning hyungie.."

Jimin memberikan kecupan manis di pipi sang hyung, hal itu sukses membuat jantung Yoongi berdetak tiga kali lebih cepat dari sebelumnya. Yoongi mengerjapkan matanya untuk mengembalikan fokusnya.

"Ah, n-nde Jiminnie good morning.."

Yoongi menyunggingkan senyumnya. Jimin yang melihatnya sangat gemas sekali. Tangannya meraih pipi merah sang hyung untuk ia cubiti.

"Kau manis sekali hyung. Oh iya, mengapa hari ini kau yang memasak hyung? kemana Seokjin hyung? biasanya ia yang akan bangun pagi dan membuat sarapan.."

Tanya Jimin sambil menumpukan dagunya ke pundak namja yang lebih tua dua tahun dari dirinya itu.

"Jin hyung tak ada di kamarnya, saat kucari ternyata dia ada di kamar namjoon. Si monster itu sepertinya menggempur jin hyung semalaman.."

Yoongi menjawabnya sambil kembali memasak makanannya, tentu saja hal itu Yoongi lakukan agar ia tak terlalu gugup di peluk oleh Jimin seintim itu. Rasanya mereka sudah seperti sepasang suami istri dengan posisi seperti ini. Batin Yoongi.

"Begitukah? namjoon hyung memang mesum ya, aku jadi penasaran bagaimana rasanya menggempur seorang bottom.."

"Eh?"

Yoongi kaget, tentu saja. Jimin mengatakan hal itu di hadapannya seolah ia ingin sekali merasakannya saat ini juga.

"Hyung apa kau pernah bercinta?"

"Uhuk.. A-apa bercinta?"

Sungguh jantung yoongi berdetak sangat cepat mendapat pertanyaan seperti itu dari Jimin. Yoongi tentu saja belum pernah merasakannya. Jangankan bercinta, berciuman saja rasanya tabu sekali dalam kehidupan Yoongi. Jelas saja ia belum pernah merasakan hal intim semacam itu, karena Yoongi adalah tipe bottom yang tak perduli dengan keadaan sekitar, ia tak pernah tertarik pada siapapun sampai akhirnya ia merasa jatuh cinta pada dongasaeng se-grupnya ini.

"Iya hyung, apa kau pernah merasakannya dengan mantanmu?.."

Jimin bertanya sangat antusias sekali hingga ia tak sadar dengan jarak wajahnya dan Yoongi sangatlah dekat, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan karena Yoongi yang memang sedang menoleh ke belakang menatapnya.

"B-belum jim, aahh sudahlah intinya aku tak pernah tertarik dengan siapapun hingga aku mulai tertarik dengan-.."

"Dengan siapa hyung?"

Hampir. Hampir saja Yoongi mengucapkan perasaannya pada Jimin. Hal itu sungguh membuat Jimin sangat penasaran dengan seseorang yang sedang Yoongi sukai saat ini.

"Jiminnie, Yoongi-ah apa yang kalian lakukan?"

Kedua namja itupun langsung menoleh ke sumber suara, Yoongi menghela nafasnya karena ia telah berhasil lepas dari pertanyaan Jimin.

Orang itu, hoseok. Menatap kedua namja satu grupnya dengan pandangan tidak suka, ia tak suka kalau Jimin kesayangannya memeluk orang lain selain dirinya. Hoseok menarik paksa kursi di depan meja itu dan mendudukan pantanya di kursi itu.

"Oh hobi hyung, apa kau merasa lapar? aku sedang menunggu masakan Yoongi hyung matang, kelihatannya sangat enak sekali.."

Jiminpun melepaskan pelukannya dan beralih untuk duduk di samping hoseok. Hoseok yang melihat Jimin duduk di sampingnya itu tersenyum, tangannya terangkat untuk mengelus surai berwarna merah muda itu. Tatapan mata memuja itu terpancar di belah mata hoseok. Sungguh, hoseok menyayangi Jimin yang menurutnya sangat manis ini.

"Nde, Jiminnie perutku sangat lapar sekali. Ingin sekali aku memakan pipi chuby mu ini uri chim-chim.."

Hoseok mencubit kedua pipi Jimin dengan gemas dan hal itu membuat Jimin meringis kesakitan. Bibirnya mengerucut lucu. Hoseok semakin gemas, perlahan ia mendekatkan bibirnya ke bibir tebal milik Jimin, hingga bibir mereka hampir bersentuhan dan.

"Ekhem.. Jiminnie makanannya sudah matang, bukankah kau sangat lapar?"

Itu Yoongi. Ia membuat Hoseok menggeram kesal dan murka, karena telah menggagalkan niatnya untuk melahap bibir milik pujaan hatinya.

Jiminpun kembali berjalan mendekati Yoongi dan tersenyum kearahnya. Matanya melirik sudut bibir Yoongi yang terdapat kuah makanan. Jimin dengan tanpa ragu mengecup bibir Yoongi pelan, dan setelahnya ia memperlihatkan senyum menawannya yang berhasil membuat Yoongi kelu.

"Ada kuah di bibirmu hyung, kau mencicipi masakanmu sendiri seperti anak kecil yang baru memakan ice cream.."

Jimin terkekeh dan mengelus bibir Yoongi, jari-jari tangan Jimin juga mengelus peluh yang mengalir di dahi hyung kesayangannya. Pipi putih Yoongi bersemu merah, Sangat manis.

"J-jiminnie, itu first kiss ku.."

Ucap Yoongi tergagap. Jimin membulatkan matanya, terkejut dengan apa yang barusan Yoongi ucapkan.

"Mianhae Hyungie, a-aku tak tahu. ah, itu aku akan membangunkan member yang lain kalau begitu.."

Jimin segera pergi di hadapan Yoongi yang sedang berusaha mengumpulkan kesadarannya. Tangan Yoongi naik mengelus bibirnya sendiri yang baru saja di kecup oleh orang yang ia sukai. Yoongi tersenyum kemudian dan menggigit bibirnya. Ingin sekali ia berteriak saking senangnya.

"Cih, kau pintar sekali Min Yoongi.."

Hoseok berdecih tak suka, ia menatap Yoongi dengan tatapan meremehkannya. Jari-jari tangannya telah memutih karna ia sedari tadi menahan emosinya yang semakin memuncak melihat Jiminnya bermesraan dengan orang lain.

"Apa hakmu hoseok?" Yoongi balas menatap Hoseok dengan ekspresi datarnya.

"Asal kau tau Yoongi, Jimin itu sebentar lagi menjadi miliku. Dan dia satu derajat denganmu, Jimin itu bottom ku.."

Yoongi terbahak seketika mendengar ucapan hoseok barusan. Mungkin jika Yoongi mau memvideokan perlakuan manis Jimin padanya, ia akan langsung menjejalkannya pada mulut lebar Hoseok yang sangat berisik itu.

"Terserahmu saja hosiki, tapi Jimin sepertinya lebih menginginkan menjadi top seperti Namjoon. Bahkan dia bertanya bagaimana rasanya menggempur seorang bottom padaku.."

Hoseok semakin menggeram kesal mendengar penuturan namja yang lebih tua darinya itu.

"Dasar jalang"

"Apa kau bilang?"

"Kau seorang jalang Min Yoongi, mencari cara agar Jimin mau menidurimu. Haha murahan sekali"

"Brengsek tutup mulut tak bergunamu itu sialan!"

Yoongi yang mulai tersulut emosipun mendekatkan dirinya dengan Hoseok dan segera mencengkram kerah baju Hoseok, Jangan lupakan ekspresi marahnya yang bisa membuat siapa saja menciut. Namun tidak dengan Hoseok, ia bahkan meremehkan Yoongi.

"Min Yoongi kau jalang murahan, pergi ke club dan temui para pria hidung belang disana saja sana" Ucap Hoseok sarkatik.

Bugh

Yoongi melayangkan tinjuannya di pipi kiri namja tampan yang sialnya brengsek dan munafik itu.

Semua member yang mendengar dan melihat adegan itupun segera menghampirinya. Jimin meraih tubuh Yoongi dan menahannya agar ia tak lagi menyerang Hoseok.

"Jaga ucapanmu Jung Hoseok, aku akan mengirimu ke neraka jika kau sekali lagi berkata seperti itu.."

"Jalang sepertimu sangat menjijikan Min Yoongi.."

"Keparat kau.."

Hoseok hampir saja menyerang Yoongi jika saja para member yang lain tak menahannya. Jimin yang melihat itu semua segera membawa Yoongi pergi.

"Kita pergi Yoongi hyung.."

Jimin dan Yoongi akhirnya pergi di hadapan Hoseok. Membuat Hoseok semakin geram karena Jimin lebih memilih orang lain daripada dirinya.

"Hoseok-ah ada apa dengan dirimu?"

Namjoon sang leader menatap murka ke arah hoseok yang tengah duduk di kursi meja makan itu. Hoseok tak menjawabnya ia hanya duduk terdiam sambil terus mengepalkan tangannya dengan sekuat tenaga hingga jari tangannya memutih.

"Jung Hoseok jawab aku, yaak kau mau pergi kemana"

Namjoon berteriak frustasi melihat kelakuan teman se linenya itu. Tak biasanya Hoseok seperti ini. Hoseok itu adalah seorang namja yang baik hati, ceria dan jarang sekali marah. ia biasanya tersenyum dan membuat orang lain tertawa dengan lelucon yang ia lontarkan.

"Sudahlah sayang, mungkin hoseok sedang setres. Dia membutuhkan waktu untuk menenangkan fikirannya" Ucap Seokjin sang kekasih.

"Hoseok hyung berani sekali ya berucap seperti itu pada Yoongi hyung, biasanya dia selalu menuruti kemauan Yoongi hyung.." Ucap Taehyung dengan tampang kebingungannya.

"Mungkin ini karna mereka mempermasalahkan status Jimin hyung dimata mereka.." Kata Jungkook mengira-ngira.

"Bisa saja kookie-ah, Jimin bantet itu terlalu labil dengan orientasi seksnya. Terkadang dia memuji betapa manisnya Yoongi hyung hingga dia berfikir untuk mengurungnya di kamar, terkadang dia juga berkata kalau hoseok hyung sangat menarik dan seksi saat di panggung. dan terkadang juga Jimin melirik dada besar wanita. ini sungguh membingungkan" Ucap Taehyung sambil menggelengkan kepalanya.

"Astaga dapurku"

.

.

Jimin dan Yoongi kini tengah berada di kamar milik Jimin. Jimin mendudukan Yoongi di ranjangnya dengan perlahan, Ia sendiripun duduk di samping hyung gulanya.

Jimin menatap Yoongi dengan tatapan lembutnya, tangannya ia gunakan untuk merapihkan poni Yoongi yang menutupi netra indah itu. Mengelus pipi putih yang kini bersemu merah, yang semakin membuat kadar kemanisan Yoongi bertambah.

"Jadi hyung, bisa kau ceritakan apa yang terjadi sebelumnya?"

Yoongi yang awalnya menunduk untuk menyembunyikan pipi meronanya pun, perlahan mengangkat wajahnya. Menatap sosok yang begitu ia sayangi lebih dari seorang teman.

"J-jiminie, ku mohon jika kau mendengar cerita ini setelahnya kau jangan menjauhiku.."

Yoongi berbicara gugup di hadapan Jimin, membuat Jimin kembali tersenyum dan meraih pipi hyungnya itu untuk ia elus.

"Asal kau mau jujur padaku, aku tidak akan menjauhimu hyung.."

Yoongi akhirnya mengangguk dan mulai menceritakan percakapannya dengan hoseok dari awal, hingga ia murka dan meninju wajah tampan itu.

Jimin yang mendengarkan cerita itu memang tak merasa heran, karena sudah banyak orang di luar sana yang mempertanyakan posisi dirinya. Bahkan diapun masih ragu dengan dirinya sendiri, Top or bottom or straight? entahlah ia hanya akan melakukan sesuai kata hatinya sendiri.

"Jadi orang yang kau maksud itu aku? apakah orang yang kau sukai itu aku hyung?"

Jimin menunjuk dirinya sendiri di hadapan Yoongi, Yoongi tentu saja gelagapan harus menjawab bagaimana. Masa ia harus mengungkapkan perasaannya dengan cara seperti ini, Sungguh memalukan.

"Hyung jujurlah, jangan tutupi semuanya dengan sikap dinginmu selama ini.." Jimin kembali mendesak Yoongi agar ia angkat bicara.

"I-iya jim, a-aku menyukaimu lebih dari teman dan lebih dari seorang hyung kepada dongsaengnya.."

"Sejak kapan perasaan itu muncul?" Jimin menatap Yoongi dengan intens dan terlihat sangat penasaran sekali.

"Se-semenjak kita debut album pertama, d-dan kau memperlihatkan ototmu itu.."

Sungguh Yoongi gugup sekali mengatakannya, namun ia harus melakukan ini agar dirinya tak terlalu sakit memendam rasa cintanya kepada Jimin. Yoongi ingin sekali melihat reaksi Jimin bagaimana, tapi ia urungkan niat itu karna terlalu takut.

"K-kenapa kau tak mengatakannya dari dulu hyung?"

Jimin gelagapan juga, karena yeah sungguh ia kaget mendengar pengakuan dari hyung gulanya ini. Ia memang merasa bahwa semenjak bts debut, Yoongi seperti memperhatikannya. Mulai dari ia yang selalu memperingatkan Jimin untuk beristirahat saat latihan, Memberikannya air minum saat Jimin telah kelelahan. Sungguh Jimin tau itu.

Tapi.

"Maaf hyung, aku masih ragu dengan perasaanku sendiri.."

Benar, Jimin masih ragu dengan dirinya sendiri. Ia takut jika memutuskan untuk menjalin kasih dengan member satu grupnya bisa mendatangkan kehancuran. Semua jalinan kasih tak akan selalu berjalan mulus benar? dan hal itu yang ia takutkan. Jadi Jimin memilih bungkam untuk sementara agar ia yakin dengan keputusannya.

"Tak apa Jiminnie, aku mengerti. Setidaknya kau sudah tau perasaanku padamu, dan itu membuatku merasa bebanku menghilang. Tapi kumohon, jangan kau menjadikan perasaanku ini sebagai beban hidupmu. Aku mencintaimu Park Jimin.."

Jimin langsung menarik hyung gulanya ke pelukan hangatnya, terbesit rasa bahagia di hatinya dan mungkin sebentar lagi ia akan mengalah untuk hatinya. Entahlah, kita lihat saja nanti.

.

Jimbbb

.

Seorang namja tengah duduk di sebuah bangku taman, Tangannya sedari tadi menscrool gambar-gambar dan video dirinya dengan seseorang yang ia sukai, Park Jimin.

Masih teringat di benak Hoseok saat Jimin dengan sengaja membangunkan dirinya yang tengah terlelap di kursi, Jimin membangunkannya dengan cara meniup lehernya yang terekspos. Dan pada saat itu Jimin memposting ke akun sns nya.

Hoseokpun ingat saat Jimin bergelayut manja padanya karena ingin diberikan makanan, Jimin yang mengusal pada lehernya tanpa tau malu di perhatikan oleh orang lain itu sungguh menggemaskan.

Atau pada saat Jimin tengah kesal dan menggembungkan pipinya yang chubby itu.

Ia merindukan sosok Jimin yang manja padanya, menjadikan dirinya sandaran saat Jimin kelelahan usai latihan panjang mereka. Mengecup kening Jimin dengan perlahan saat Jimin sudah terlelap ke arah mimpi.

Apa ia boleh egois sekarang? ingin menjadikan Jimin pasangannya, menjadikan Jimin sebagai pusat keindahan yang selalu ia perhatikan dengan cara apapun?

Tapi apa Jimin melakukan setiap skinship kepadanya itu, dilakukan dengan perasaan? seperti dirinya yang selalu menatap Jimin dengan padangan memuja?

Hoseok rasa tidak, Tapi ia ingin Jimin memiliki perasaan yang sama dengannya.

"Park Jimin aku mencintaimu" Ucapnya dengan lirih.

.

.

.

To Be Continue.

.

Ko ceritanya aneh dan pasaran banget ya? heran akutu haduh, pengen nerusin cerita ini tapi banyak yang ga setuju. huhu tapi ya gimana lagi aku Suka MinYoon sama HopeMin. Tapi tenang aja aku lebih suka Jimin jadi dominan ko, toh di cerita ini paling banyak MinYoonnya daripada HopeMin. ehehe jangan jadi sider ya kalo udah baca ini.

Love ya

#MinYoonForLife
#MinGaReal
#TeamTopJimin
#TeamBottomYoongi