The Prince And The Babysitter
By: Yue Heartphilia
Genre: family, romance, humor, etc.
Warning: aneh, kurang jelas, abal, typo dimana-mana, OOC dll.
Don't like don't read.
Happy reading!
O_O_O_O_O_O_O_O_O_O_O
Ch2.
"SUMPAH LU!"
"Shhhh.. jangan teriak-teriak Ino baka!"
"CURANG!"
"Sudahlah. Aku tidak akan cerita pada kalian lagi. Aku cerita pada Hinata saja."
"Yah, Tema.. jangan ngambek atuh.."
"T-Tema-chan, memang c-ceritanya bagaimana s-sampai bisa begitu?"
Flashback
Temari baru saja menjadi babysitter di rumah Shikamaru. dan yang dijaganya adalah.. entah anaknya Shikamaru atau anak sepupunya atau barangkali kakaknya. Yuuto. Jadi Yuuto itu anak siapa? apa jangan-jangan anak Shikamaru? pikir Temari.
"Baiklah Temari, ini uang bayarannya." Yoshino memberikan Temari sebuah amplop. Temari pun melihat isi amplop tersebut.
"Emm.. Yoshino-san, ini terlalu banyak. Saya rasa-"ucapan Temari terpotong.
"Tidak apa-apa! Berkat bantuanmu, aku bisa sedikit tenang meninggalkan Yuuto dirumah." Balas Yoshino. Temari merasa sungkan dengan bayarannya yang ia rasa terlalu banyak.
TENG TENG TENG jam menunjukan pukul 21.00
"Yoshino-san, Shikamaru-san, saya permisi dulu." Ujar Temari beres-beres, lalu menenteng tasnya dan berjalan keluar.
"Temari, biar kuantar." Ujar Shikamaru. Temari hanya cengo.
"Tidak usah Shikamaru-san. Itu akan merepotkan anda." Kata Temari. ia hafal betul bahwa pemuda ini menganggap segalanya merepotkan. Shikamaru menatap Temari dengan tatapan aneh.
"Santai saja. Lagipula ini sudah malam. Tidak baik perempuan berjalan sendiri malam-malam." Jawab Shikamaru sambil mengambil kunci mobilnya. Temari menatap Shikamaru yang berjalan dengan cengo. Apa ini benar-benar Shikamaru Nara si pangeran jenius Konoha Gakuen?
"Masuklah." Ucap Shikamaru yang sudah berada di dalam mobil.
"Ahhh.. Shikamaru-san, kau yakin akan mengantarku? Aku bisa pulang sendiri." Ujar Temari berusaha meyakinkan Shikamaru. namun Shikamaru hanya menatapnya dengan tatapan yang aneh.
"Sudahlah, naik saja merepotkan.."Balas Shikamaru sambil menguap. Temari menatap pemuda itu sebal. Akhirnya ia pun naik dan diantar Shikamaru pulang.
End Flashback
"Seperti itulah.." Jawab Temari merespon pertanyaan Hinata. Keempat temannya menatapnya tak percaya.
"Selama perjalanan, lu ngapain aja? Masa bengong?" tanya Sakura penasaran.
"Hmm.. tidak ada pembicaraan sepertinya? Dari rumahnya ke rumahku hanya 30 menit. Dia hanya bertanya alamat rumahku, lalu tidak ada pembicaraan." Jelas Temari.
"O-oh ya. terus Yuuto itu anak siapa? M-masa anak Shikamaru?" tanya Hinata.
"Entahlah. mungkin anak sepupunya? Atau anak kakaknya? Atau mungkin memang anaknya?" Balas Temari yang juga bingung.
"Tapi Tema-chan enak yaa.. aku juga mau diantar pulang sama Sasuke.." Ujar Sakura sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.
"Hiiii.. Sakura mau dianter pulang sama SasUKE!" Seru Tenten lalu mendapatkan jitakan dari Sakura.
"Jangan menjelek-jelekkan Sasuke." Seru Sakura sambil cemberut. Anak satu itu memang paling tidak suka pujaan hatinya dijelek-jelekan.
"Iya iya.." ucap Tenten mengalah pada Sakura. Tak lama kemudian bel berbunyi. Pelajaran pertama pun dimulai.
Tik tok tik tok tik tok
Temari memperhatikan jam kelasnya yang terus berputar. Ia berharap hari ini ia bisa pulang secepatnya. Pertama, karena hari ini ia harus belanja barang dan kedua, setelah itu, ia masih harus bekerja. Jangan tanya bagaimana dengan PR dan lainnya.
"Sabaku-san, jawab nomor 1." Seru Asuma mengagetkan Temari. Temari pun langsung melihat ke papan.
"Ehh.. 219?" jawab Temari tak yakin.
"Bagus. Tapi lain kali tolong perhatikan. Jangan melamun." Kata Asuma lalu melanjutkan pelajaran. Temari hanya menghela nafasnya. Beruntunglah otaknya cukup cepat menjawab. Kalau tidak.. entah apa yang akan terjadi padanya.
-w-w-w-w-w-
"Guys, gue pulang duluan ya." Kata Temari yang sudah selesai membereskan buku-bukunya.
"Oke! Sampai jumpa besok!" Seru Sakura dan Ino yang masih mau mengerjakan PR bersama.
"Hati-hati ya." Kata Hinata. Ia harus mengerjakan tugas piket dulu sebelum pulang.
"bye-bye!" Seru Tenten. Temari pun melesat pulang. Di depan gedung sekolahnya, ia bertemu Gaara dan Kankuro.
"Gaara, Kankuro, ayo." Panggil Temari. mereka bertiga pun pergi ke supermarket.
"Hmm.. susu, kecap, gula, garam, minyak, telur, sabun, sampo, detergen, sabun cuci piring, sabun pel, apa lagi yang kurang?" Temari mengingat-ingat. Semua yang ada di daftar barang yang ia buat sudah ada. Apa ada lagi yang terlupakan?
"Nee-chan! Sosis!" Seru Kankuro.
"Huhh.. kita lihat saja ya.." Balas Temari lalu mencari sosis murah. Dilihatnya harga dan barangnya.
"Kankuro, sosisnya mahal. Satu kantong 2000 ryo. Nanti saja ya, tunggu diskon." Bujuk Temari pada Kankuro.
"Yaahh.." Kankuro terlihat kecewa.
"Nee-chan! Boleh beli es krim ga? Lagi diskon nih!" Seru Gaara sambil menunjukkan papan diskon tersebut pada Temari.
"Baiklah." Temari mengambil sekotak eskrim, lalu menaruhnya di kereta belanjaan mereka.
"Nee-chan.. inii.." Kankuro menunjukan sosis yang bentuknya cukup mini, dan berjumlah 10. "500 ryo.. boleh yaaaaaa? Yaaaaaaa?" Kankuro benar-benar ingin sosis. Karena kasihan, akhirnya Temari pun mengiyakan permintaan Kankuro.
Setelah selesai belanja, mereka pun pulang. Masing-masing memegang kantung belanjaan yang cukup berat dan mulai berjalan pulang.
TIN TIN Temari melihat ada mobil hitam di depan mereka.
"Kalian butuh tumpangan? Sepertinya barang kalian berat." Ujar Shikamaru tiba-tiba datang dan menawarkan tumpangan. Ada angin apa dia menjadi seperti ini?
Temari POV
Dafuq? Ada apa dengan orang ini? Apa dia salah makan obat? Tiba-tiba datang entah darimana dan menawarkan tumpangan? Ada dia sakit sampai seperti ini?
"Shikamaru-san, tidak usah." Balasku tidak enak.
"Nee-chan! Cape! Seru Gaara dan Kankuro. Ini sudah yang kesepuluh kalinya mereka mengeluh seperti itu. Shikamaru melihatku sambil mengangkat sebelah alisnya. Entah kenapa tatapannya membuatku merinding.
"Baiklah. Bolehkan kami menumpang?" tanyaku lagi pada Shikamaru.
"Tentu." Ia pun turun dan membukakan garasi dan membantuku menaruh barang-barang kami digarasi mobil. Setelah selesai, kami pun naik ke mobil Shikamaru.
"Aku didepan!" Seru Kankuro.
"Aku juga mau didepan!" Seru Gaara. Mereka pun berantem.
"Bagaimana kalau kalian berdua di depan?" saranku.
"Ga mau! Sempiiitt.." balas Kankuro.
"Baiklah, kalau begitu nee-chan yang di depan. Kalian berdua dibelakang." Seruku lalu langsung membuka pintu mobil, dan melihat Yuuto yang sedang duduk dipangkuan Shikamaru sambil bermain-main dengan setir mobil.
"Hai Yuuto." Sapaku pada Yuuto kecil. Melihatku, Yuuto langsung berteriak-teriak dan begitu aku duduk, Yuuto langsung pindah ke pangkuanku.
"Nee-chan, itu siapa?" Tanya Gaara melihat Yuuto.
"Ini Yuuto. Oh ya. Shikamaru, Yuuto ini anakmu?" tanyaku polos dan langsung membuat Shikamaru yang sedang minum tersedak.
"Tentu saja bukan. Yuuto ini anak kakakku. Aku terlalu muda untuk menjadi seorang ayah.." Jawab Shikamaru dengan muka datar.
"Ohh.. Kau punya kakak?" setahuku dia itu anak tunggal.
"Kakak sepupu. Tapi dia sudah tinggal bersamaku sejak aku berumur 5."
"Ohh…" tak lama kemudian, kami pun sampai.
"Baiklah, Shikamaru. terima kasih sudah mengantar kami." Akupun keluar dari mobil dan mengeluarkan semua belanjaan kami. Lalu mobilnya melesat jauh.
"Nee-chan, Shikamaru-nii itu pacar nee-chan ya?" tanya Gaara. Membuatku yang sedang membuka pintu hampir saja tersandung dengan barang belanjaan.
"Te-Tentu saja bukan Gaara." Balasku lalu menyuruh mereka semua masuk dan kami pun menyusun barang belanjaan.
"Nee-chan pacaran aja sama Shikamaru. biar kita sering-sering naik mobil.." Ujar Kankuro sambil cengar cengir. Dan ia pun mendapat jitakan gratis dariku.
"Nee-chan! Aku kan cuma bercanda!" seru Kankuro kesakitan.
"Bercandamu itu kelewatan. Sudah, sana mandi." Aku menyuruh Kankuro dan Gaara mandi, sedangkan aku memasak dan membereskan belanjaan.
Setelah memasak makan malam dan membereskan belanjaan, akupun menghitung pengeluaran dan pemasukan, lalu beralih ke tumpukan Koran dan majalah yang berisi kupon diskon dan lainnya.
"Hmm.. di toko A besok ada diskon sayur. Lalu di toko C ada diskon daging. Dan di toko E ada diskon up tp 70%. Mungkin aku akan lihat-lihat."
"Nee-chan! Kamar mandi sudah kosong!" Seru Gaara.
"Oke!" Seruku. Setelah melihat-lihat lagi, aku pun merapihkan Koran-koran tersebut dan pergi mandi.
Normal POV
Matahari beranjak turun dan digantikan oleh bulan diangkasa. Langit terang berubah menjadi gelap menandakan hari sudah malam. Dan Temari pun sudah siap berangkat ke tempat kerjanya.
"Kalian berdua baik-baik ya. kerjakan PR nya, dan jangan lupa kunci pintunya. Jangan bukakan pintu pda orang asing dan jangan tidur malam-malam" Seru Temari menasihati Gaara dan Kankuro.
"Iya Nee-chan." Jawab mereka berdua.
"Baiklah. Nee-chan pergi ya." Gaara dan Kankuro melambaikan tangan mereka, dan setelah itu, mereka pun masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rumah.
30 menit perjalanan menggunakan bus, Temari pun sampai di tempat kerjanya, cupcake factory.
"Permisi.." Temari masuk ke dalam lewat pintu belakang.
"Tema-chan! Untung kau datang tepat waktu! Kita kebanjiran konsumen hari ini!" Seru Konan, pemilik Cupcake factory. Cupcake factory adalah toko kue yang menjual berbagai kue dalam bentuk cupcake. Dari kue ulang tahun sampai kue pernikahan gaya cupcake pun ada disini.
"Lucky! Tema-chan, ayo ganti baju. We need you fast." Seru Samui Temari pun langsung ganti baju.
"Temari, antarkan ini ke meja 7 dan yang ini ke meja 8." Seru Samui. Temari pun mengambil penampan yang sudah ada dan mengantarkan ke meja yang ditentukan. Cupcake factory memang memberikan meja-meja bagi para tamu untuk menikmati langsung kue mereka. Namun biasanya tidak seramai ini.
"Silakan." Seru Temari menyamperi meja 7 dan meja 8, lalu kembali.
"Temari, meja 12." Seru Samu. Temari melihat penampannya.
'Wow. Penuh? Ini antara orang yang memesan banyak atau orang yang memesan rakus..' pikir Temari lalu mengantarkan kue tersebut ke meja 12.
"Silahkan." Seru Temari menaruh kue tersebut satu per satu di meja.
"Neji, dia ini mirip Temari ya. Temari yang dikelas kita itu.." Seru Naruto. Temari pun menatap Naruto.
"OHH! Temari! Kau bekerja disini! Kau terlihat imut dengan seragammu." Seru Naruto menyerocos. Temari menatap pemuda itu dan sekelilingnya. Sh*t. para pangeran dan beberapa anggota Akatsuki ternyata sedang disini. Tak bingung kenapa hari ini bisa seramai ini.
"Permisi.." Kata Temari pelan. Namun ditahan oleh Shikamaru. sebelum Temari melesat kembali, Shikamaru keburu memegang tangannya.
"Hei, aku ingin pesan triple choco 2, penut jelly tanpa krim 3, strawberry brownies 3. Dibungkus." Kata Shikamaru, lalu melepas tangan Temari. Temari pun langsung mengambil kertas pesanan, dan menulis yang ia ingat.
"Tunggu.. kau memesan triple choco 2, penut jelly tanpa krim 3, strawberry brownies 3, betul?" tanya Temari. Shikamaru mengangguk.
"Baiklah." Temari pun kembali.
"Temari! Antarkan ini ke meja 3 dan 4. Ada apa dengan mukamu? Kau demam?" tanya Samui melihat muka Temari yang merah padam seperti kepiting rebus.
"A-Aku tidak apa-apa." Balas Temari mencoba menenangkan dirinya. "Oh ya. Samui, ini pesanan dari meja 12." Temari menaruh kertas pesanan tersebut di atas meja, lalu melanjutkan kerjanya.
"Konan.." panggil Pein memanggil pemilik toko. Konan pun menyamperi mereka.
"Ada apa?" tanyanya.
"Aku ingin bertemu dengan pelayan yang melayani kami tadi.. siapa namanya? Temari?" Itachi mengingat-ingat.
"Memangnya kenapa? Dia salah memberi pesanan atau-"
"Tenang Konan, dia tidak melakukan apa-apa. Aku hanya penasaran saja dengannya.." Balas Deidara membantu Itachi.
"Kau tidak akan mengambil pegawaiku kan?" Tanya Konan selidik. Mereka yang ditanya malah memalingkan wajahnya, cengar-cengir, dan tidak menjawab.
"Huhh.. baiklah. Tunggu toko tutup." Ujar Konan, lalu kembali bekerja.
Waktu bergulir dengan cepat. Tak terasa sekarang sudah jam 10 malam, dan sudah waktunya toko tutup. Temari, Samui, dan pegawai lainnya sedang bersih-bersin toko. Konan menyamperi Temari.
"Temari, bisa ikut denganku sebentar?" tanya Konan. Temari yang bingung hanya mengangguk dan mengikuti Konan ke kantornya.
Temari POV.
Konan-san memanggilku. Apa tadi aku ada salah mengantarkan pesanan atau sebagainya? Seingatku tidak ada. Mungkin ia ingin bicara masalah lain. Begitu masuk ke kantornya, kulihat berbagai macam wajah disana.
"Emm.. Jadi Temari, teman-temanku ingin berbicara denganmu." Jelas Konan. Aku mengangguk dan melihat sekitar. Ada Akatsuki dan para pangeran.
"Jadi Temari-san, aku melihat potensimu sebagai model." Kata Deidara. Temari hanya megangkat sebelah alisnya.
"Okay.. lalu?" tanyaku lagi. Aku memang pernah ditawari beberapa kali menjadi model. Namun selalu kutolak. Walaupun memang, gaji menjadi model mungkin lebih besar, tapi entah kenapa semua orang yang menawariku menjadi model itu tidak meyakinkan.
"Kami ingin kau menjadi model untuk summer collection kami nanti." Kata Deidara lagi. "Bagaimana? Kudengar kau juga sedang kesulitan keuangan kan?" katanya lagi.
Oh God, apa yang harus kulakukan sekarang?
TBC
Kyaaa~~ terima kasih ya buat reviewnya! Maaf kalo ch2 nya kurang memuaskan.
Bales review:
Takana Nara: akan diusahakan bisa update kilat. Terima kasih ya sudah review! XD
Nara Kazuki: Hinata itu sepupu Neji. Nanti diceritakan kok gimana ceritanya sampai dia bisa jadi miskin. Ditunggu yaa.. terima kasih sudah review!
Mayra: Sip! Diusahakan engga ada typo.
Uchiha Hime Is Poetry Celemoet: sudah update! Terima kasih review nya.
Min Cha 'ShikaTema: terima kasih reviewnya. XD
Putri Suna: tenang, masih banyak yang akan terjadi kepada mereka berdua. –w- terima kasih sudah review!
Kagome Sabaku: Yuuto itu anak sepupunya Shikamaru. hehehe. Makasih ya sudah review!
Cherlene Choi: Cherlene-chan! terima kasih ya sudah review! XD
Reynaras: tenang. itu bukan anak Shikamaru. Kasihan Shikamaru kalo jadi teen dad. Hehehe. Makasih ya udah review.
Seika hoshino ga login: Seika-chan! Smoga chapter ini sesuai harapan. Makasih ya sudah review.
Emma ShikaTema: diusahakan bisa update kilat. Makasih sudah review! XD
Hello Kitty cute: diusahakan update kilat. Makasih sudah review.
Byzan: Huwaa! Sankyu to the core! XD kuharap ini sudah mengejutkan dan romantis. Makasih sudah review.
Happa: ini ch2 nya.. terima kasih sudah review~
Suzuhara yamami: salam kenal juga. Semoga suka ch2 nya. makasih ya sudah review! XD
Sekian balasannya, terima kasih bangeeet buat yang udah review. Ide, saran, flame(yang membangun), tanggapan, dan lain sebagainya boleh di reviewkan atau via PM juga engga apa-apa.
-w-
