Title : I'll Be Right Here Waiting For You ~Chapter two~
Pairing : Naruto U. & Hinata H.
Rated : T
Genre : Romance & Friendship
Disclaimer : © Masashi Kishimoto
Sumary : "Siapa gadis itu?"tanya pemuda berambut pirang tak jelas pada siapa dia bertanya./"Oh dia, dia adalah salah satu dari rombongan siswa SMU Konoha yang sedang berkunjung ke kampus kita,"jawab seorang temannya. RnR,Please ?
Sebelumnya : Hinata akhirnya berhasil menemukan Ino dan Sakura. Mereka tengah menikmati musik yang disuguhkan. Kata-kata Ino terhenti ketika dia terpesona melihat kelompok Gaara cs lewat dihadapan mereka. Ternyata Hinata mengenali salah seorang pemuda dari keenam orang tersebut.
WARNING ! Gaje, Typo bertebaran dll ..
"A-ano yang tadi bertabrakan denganku itu, senpai yang berambut kuning itu,"jawab Hinata tampak malu-malu.
"Uapa? Kau bertabrakan dengan salah satu dari 6 pangeran itu? Kenapa kau tidak cerita Hinata?"tanya Ino menggebu-gebu.
"Ino pelankan suaramu, suaramu itu membuat mereka menoleh kepada kita,"balas Sakura dengan nada berbisik. Yah, berkat suara Ino yang gede, mereka berenam menoleh kearah Ino cs. Namun mereka segera melihat kearah panggung lagi.
Hinata hanya bisa mengangguk kecil.
...
"Siapa gadis itu?"tanya pemuda berambut pirang tak jelas pada siapa dia bertanya.
"Oh dia, dia adalah salah satu dari rombongan siswa SMU Konoha yang sedang berkunjung ke kampus kita,"jawab seorang temannya.
"Ooh.. Hey Teme kau mau tahu ngga gadis yang menabrakku tadi?"tanya Naruto sambil menggoda.
"Ngga."jawab Sasuke datar.
"Hhh.. Memangnya siapa si gadis itu, ko kayanya gadis itu hebat banget sampe-sampe bikin kau yang kukira naksir Sasuke-kun jadi normal?"tanya Sai dengan wajah innocentnya.
"Apa kau bilang? Enak saja masa aku yang 100 % jantan begini dibilang naksir sama pantat ayam tak bermutu itu, yang benar saja.."gerutu Naruto. Sedangkan Sasuke, terlihat kesal. Muncul perempatan didahi kiri Sasuke.
".. Itu tuh gadis yang duduk dirumput itu, yang duduk bertiga dengan temannya. Yang mempunyai rambut indigo itu loh,"sambung Naruto sambil menunjuk-nunjuk kearah Hinata.
"Huh.. Biasa aja, ku kira kaya apa,"kata Sasuke sambil masang wajah stoicnya.
I will fly into your arm
And be with you to the end of time~
Sakura dan Hinata bernyanyi kecil mengikuti nyanyian yang sedang dimainkan. Sedangkan Ino tengah sibuk dengan Hpnya. Diam-diam dia memfoto keenam orang yang menurutnya pangeran itu. Dan tak disangka salah satu dari keenam pangeran itu mendekat kearah mereka.
"Hai ! Kalian dari SMU Konoha ya?"tanya pemuda itu yang diketahui bernama Kiba.
"I-iya,"jawab mereka bertiga dengan gugup.
"Daripada disini mendingan ikut ke tempat aku aja, itu tuh disana,"tawar Kiba sambil menunjuk tempat dimana teman-temannya sedang duduk.
"Eh?"Sakura dan Hinata tampak bingung. Sementara Ino sudah mengangguk-angguk ga jelas.
"Woi ! Kiba apa yang sedang kau lakukan?"teriak Naruto dari tempatnya.
"Ayo, jangan malu-malu. Teman-temanku baik semua ko, tenang aja,"bujuk Kiba.
Ino sudah berdiri duluan dan mengikuti Kiba. Mau tak mau Sakura dan Hinata mengikutinya.
'Huh.. Ino lihat saja nanti, kau akan ku cincang (?). Kau itu jadi cewek gampangan banget si? Tapi ada untungnya juga si, aku bisa mendekat ke cowok berambut raven itu. Kyaa ! Tampan sekali !'teriak inner Sakura dalam hati.
Sesampainya mereka ditempat tongkrongan Gaara cs, mereka disambut dengan tatapan heran, namun tatapan Sasuke sangat dingin dan sepertinya ia tidak suka dengan kehadiran Ino cs. Sementara Shikamaru malas memperdulikan kehadiran Ino dkk. Dan sisanya, Naruto, Gaara, dan Sai tersenyum ramah.
"Nah, ini adalah teman-temanku. Mmm.. Kayanya ngga enak banget kalau kita belum kenalan, iya ngga guys ?"kata Kiba dengan memamerkan senyumannya. Teman-temannya hanya bisa memutar kedua bola mata.
"Um.. Namaku Yamanaka Ino. Salam kenal,"kata Ino dengan ditambah senyuman. Ia membungkuk seraya memberi hormat.
"Huh, mendokusai,"balas Shikamaru tak berperasaan. Ino jadi menundukan kepalanya merasa malu, sementara Sakura dan Hinata juga ikut malu.
"Dasar Shika ! Kau itu tidak boleh seperti itu tau, tuhkan Ino-chan jadi sedih,"bela Kiba dengan lebaynya. Namun hal ini jadi membuat Ino bersemangat lagi.
"Salam kenal juga Yamanaka-san, maafkan kelakuan temanku yaa.."akhirnya Gaara membuka mulut dan sebuah senyum tipis terlihat diwajahnya. Membuatnya terlihat sangat imut dan cara bicaranya yang penuh karisma.
'Kyaa ! Imutnya ! Andai aja aku bisa jadi pacarnya"batin Ino kegirangan.
"Lanjut,"kata Kiba lagi.
"Umm.. Aku Haruno Sakura,"kata Sakura tampak malu-malu. Tangannya memegangi ujung bajunya, sedangkan pandangannya menunduk kebawah karena ngga berani menatap 6 orang pemuda yang cool-cool itu.
" Lho Sakura-chan mengapa menunduk begitu? Takut diliatin sama Teme ya?"tanya Naruto sambil melirik kearah Sasuke.
"Ck, namaku bukan Teme Naruto ! Jadi kau jangan memanggilku seperti itu,"bentak Sasuke yang tampak kesal.
"Huh, biasanya kau biasa aja dipanggil seperti itu, waah kau malu ya aibmu itu kebongkar didepan Sakura dan teman-temannya?"tutur Naruto dengan nada mengejek.
'Sudah tau pake nanya lagi ! Dasar dobe ! Bagaimanapun juga aku kan harus jaga imej didepan semua orang,"gerutu Sasuke dalam hati.
"Sudah-sudah,lanjut,"kata Kiba. Kini giliran Hinata, semua mata tertuju kepadanya kecuali Shikamaru yang malah asyik didalam mimpinya sendiri. Mereka semua penasaran dengan Hinata, cewek yang ditaksir Naruto. Menyadari semua (except Shika) menatapnya intens, Hinata jadi makin gugup.
"Un.. A-ano na-na-namaku Hyuu-hyuga Hinata.."tutur Hinata dengan sangat gugup. Hal ini jadi membuat Ino dan Sakura ikut gugup.
Mendengar nama 'Hyuuga' disebut, kelima cowok itu tersentak kaget.
"A-apa? Hyuga? Apa kau saudaranya Neji?"tanya Kiba dengan tampang terkejutnya.
"I-iya,"jawab Hinata ragu-ragu.
'Jadi dia adik dari Neji yang sok keren itu, huh.. padahal masih kerenan aku,'batin Naruto sok kepedean.
"Nah kan ngga adil kalau kalian doang yang memperkenalkan diri, jadi kami juga ingin memperkenalkan diri ke kalian, benar kan teman-teman?"Kiba melirik ke arah teman-temannya.
"Oke, nama aku Inuzuka Kiba, tapi panggil Kiba aja yaa,"kata Kiba dengan sok tebar pesona.
"Namaku Uzumaki Naruto, ehehe,"lanjut Naruto sambil menyengir gaje.
"Namaku Sai, salam kenal,"lanjut Sai dengan memberikan senyum andalannya.
"Perkenalkan aku Sabaku no Gaara,"lanjut Gaara dengan senyum ramah.
"Oo iya, temanku yang suka tidur itu namanya Shikamaru, hobinya memang tidur,"tambah Kiba.
"Oei Teme kau belon ngenalin diri lo, jangan curang dong,"sahut Naruto ngedumel.
"Iya bawel, Sasuke !"balas Sasuke yang dengan sangat terpaksa.
"Yang bener dong Teme, kau ini gimana si?"kritik Naruto.
"Hn ! Namaku Sasuke, Uchiha Sasuke puas ?"kata Sasuke ketus.
"Nah gitu dong,"Naruto kembali nyengir.
Diam-diam Ino merekam pembicaraan mereka dari mulai perkenalan Kiba. Selanjutnya topik pembicaraan hanya didominasi oleh Kiba dan Naruto, yang lain hanya menjadi pendengar setia. Lalu mereka menyanyi dengan fals, mengikuti lagu yang tengah dinyanyikan (yang nyanyi cuma Naruto dan Kiba aja si, namun pelan-pelan, pelan banget Ino cs ikut menyanyi, namun Hinata menyanyi dalam hati).
Kuakan pergi meninggalkan dirimu
Menyusuri liku hidupku
Janganlah kau bimbang dan janganlah kau ragu
Berikanlah senyuman padaku
Selamat tinggal kasih sampai kita jumpa lagi
Aku pergi takkan lama ..
Hanya sekejap saja kuakan kembali lagi
Asalkan engkau tetap menanti~
Ketika mereka semua tengah asyik bernyanyi, Ino dkk tak sadar waktu mereka telah habis. Semua teman mereka telah kembali ke bis. Guru Iruka menyadari bahwa muridnya kurang 3 orang. Dan menyadari bahwa yang hilang itu adalah Ino dkk. Lalu dia segera menelpon Ino.
HP Ino bergetar, -Incoming : Iruka Sensei- Ino langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Ino kau ada dimana, kau bersama Sakura dan Hinata kan? Cepatlah ke bis karena bisnya mau jalan,"suara dari orang seberang.
"Iyo aku sedang bersama mereka, baik sensei aku akan segera ke bis !"jawab Ino.
'Cklik' sambungan pun terputus.
Sakura dan Hinata sudah tau apa yang ingin Ino beritahukan kepada mereka. Sakura dan Hinata mengangguk mengerti. Lalu mereka berpamitan kepada para senpai.
"Wah padahal lagi asyik, tapi kalian malah harus pergi. Yasudahlah,"tutur Kiba yang dibuat-buat sedih.
"Kenapa bisa pas sekali ya lagunya, habis nyanyi bersama lagu Ello yang Selamat Tinggal Kasih, eh sekarang kalian udah mau pergi,"tambah Naruto.
"Terima kasih ya atas kunjungannya, semoga berkesan. Dan semoga kita dapat bertemu lagi,"kata Gaara (lagi-lagi omongannya udah kaya nerima tamu kepresidenan).
"Iya, makasih ya senpai-senpai sekalian karena udah baik sama kita,"kata Sakura.
"Kapan-kapan main lagi ya, oh bukan kami tunggu kalian sebagai adik kelas, jaa.."seru Sai sambil melambaikan tangan kepada Ino dkk. Mereka bertiga lalu membalas lambaian tangan tersebut dengan ditambah senyuman.
Mereka lekas pergi dari tempat tongkrongan itu, dan segera menuju ke bis mereka. Sementara ditempat tongkrongan itu :
"Woii ! Temari Gue mau request lagu dong !"teriak Naruto sambil melambaikan tangan ke arah panggung.
"Apaa ?"tanya seorang Mc yang namanya disebut tadi.
"Lagunya Richard Richard yang waiting-waiting itu loh?"jawab Naruto dengan kencang dan dengan pedenya padahal salah. Hal ini mengundang warga kampus untuk tertawa.
"Richard-richard? Maksudnya Richard Marx kale ? Right Here Waiting ?"tanya Mc lagi.
"Nah itu maksudnya, cepetan puterin dong,"pinta Naruto ngga sabar.
"Sabar dong dikira ini orkes dangdut apa?"omel sang Mc.
Lima menit kemudian lagu berdendang (lho ?).
Reff : Wherever you go, whatever you do
I will be right here waiting for you~
Whatever it takes or how my heart breaks
I will be right here waiting for you~
Naruto hanya menyanyi dibagian reffnya aja, karena dia ngga hafal lagunya. Suaranya yang cempreng dan fals sangatlah menusuk kuping. Merusak lagu yang indah.
"Woi Naruto, lebih merdu kalau kau ngga ikut nyanyi,"saran Kiba sambil menutup kedua kupingnya.
"Yee syirik aja lo Kib, suka-suka gue dong, orang lagu ini gue yang nge-request,wee~"gerutu Naruto sambil menjulurkan lidahnya.
"Emang lagunya buat siapa si Nar ?"tanya Gaara kepo.
"Yang pasti bukan buat si Teme pantat ayam itu ya,"sambil melirik kearah Sasuke.
"Kok elo jadi bawa-bawa gue si ?"protes Sasuke tak mau dibawa-bawa namanya.
"Biarin aja, mulut-mulut gue ini, kenapa elo yang sewot !"
"Nama-nama siapa coba yang tadi lo sebut?"tanya Sasuke dengan penuh emosi.
"Nama elo,"
"Yaudah, berarti gue berhak dong marah, kan itu nama gue,"
"Oo iya ya, kau benar juga,"kata Naruto dengan tampang polosnya. Sasuke sudah berancang-ancang ingin menimpuk Naruto dengan botol Teh Botol Sosro (ups,maaf merk dagang disebutkan-Author).
"Sudah-sudah kalian ini bertengkar mulu, kelakuan kalian itu childish tau ngga? Oia Naruto, pertanyaanku tadi belum kau jawab dengan benar kan ?"relai Gaara yang mulai gerah melihat perdebatan kedua temannya itu.
"Emm.. Lagunya itu buat Hinata ehehe,"jawab Naruto dengan malu-malu kucing, pipinya tampak sedikit nge-blushing.
"Oh jadi kau beneran naksir padanya Naruto? Dia itu kan adik dari musuh bebuyutan kita,"tanya Kiba.
"Emm.. Mungkin, tapi yang kutaksir itu kan adiknya bukan Nejinya jadi ya gapapa lah, lagipula Hinata itu berbeda jauh dengan Neji yang sok keren itu !"jelas Naruto. Yang lain cuman ber-oh ria, kecuali Sasuke yang menatapnya dengan tatapan sinis dan Shikamaru yang masih asyik berada dialam mimpinya.
"Pokoknya aku akan menunggu Hinata, aku yakin nanti dia pasti kuliah disini. Dan nanti kalau Hinata kuliah disini aku pasti akan menembaknya dan jadi pacarnya,"tutur Naruto sok kepedean cintanya akan diterima.
"Huhh.. apa bagusnya si' si Hinata itu ?"tanya Sasuke masih dengan tatapan sinis.
"Ya jelas baguslah, dia itu cantik,baik, dan dia juga kalem ko' ngga seperti temannya Ino, dan hei Teme sepertinya si Sakura itu naksir kamu deh. Ciyee Teme~"kata Naruto sambil bersuit-suit ria.
"Iya Hinata memang kalem, nanti dia bisa ketularan virus gila dari kamu. Dan satu lagi, aku ngga tertarik sama si Sakura itu !"jelas Sasuke.
"Jadi Sasuke-kun tertarik sama siapa dong ? Sama Naruto-kun ya ?"lagi-lagi si Sai nanya hal aneh yang membuat Sasuke+Naruto merinding mendengarnya.
"Ya jelas bukan Dobelah ! Aku itu pria normal tahu !"protes Sasuke tak terima dituduh gay.
"Aku juga mana mau sama kau Teme !"sambung Naruto sambil membuang muka.
"Hem, aku doain deh semoga Hinata bisa masuk ke universitas ini nanti, biar impianmu terkabul Naruto,"kata Gaara.
"Makasih yak sob, you're the best. And for you Hinata, I will be right here waiting for you,"kata Naruto sok bahasa Inggris.
"..Oo iya aku juga ngga lupa berdoa, semoga Hinata kesininya sama Sakura dan Ino lagi, jadi aku sama Hinata, Teme sama Sakura, dan kau Kiba sama Ino, amiin, NO COMENT !"tambah Naruto.
Setelah selesai ngomong dia lalu pergi ngeloyor entah kemana. Jadi Sasuke dan Kiba tak sempat protes.
^ Fin^
Yuhuu~ Chapter 2 finish~ Tamat deh riwayatku eeh salah maksudku tamat deh ceritanya.. Ehehe akhirnya Ries berhasil namatin satu cerita, padahal cerita yang pertama aja belon Ries tamatin. Habis kayanya idenya udah buntu buat cerita yang pertama ( Mengejar Cinta Kondektur Kereta, mampir kesini yaa!) lagian reviewnya juga sepi, tapi gapapa deh mungkin itu permulaan jadi ceritanya masih jelek (laah si die curhat -_-'). Semoga cerita kali ini ada peningkatan. Amiin...
Para readers yang terhormat once again Ries mohon reviewnya yaa :D . Daan ga lupa Ries mengucapkan banyak2 Arigatou buat yang udah mampir baca + nge- review~
Review please ? (bila menurut readers ceritanya lumayan dan berkesan dihati readers)
Triimsiiii~
With love,
Riesling du beauvoir
