LOVE BATTERY

Author : Love Panda [Mika]

Pairing :

Jeon Jungkook x Min Yoongi

Park Jimin x Min Yoongi

Kim Taehyung x Min Yoongi

Cast : BTS, VIXX

Genre : Romance, Sport

Rated : M

Disclaimer : Semua tokoh milik diri mereka sendiri. Saya tak memiliki hak apa-apa selain cerita ini.

Warning : Yaoi, Boys Love, to much swear and vulgar language, typo etc

Summary :

Awalnya Yoongi merasa biasa saja saat dirinya menjadi pasangan Battery Jungkook. Sebelum akhirnya ia merasakan pandangan Picher kelas satu itu saat melempar bola seakan-akan menelanjanginya.

Note :

Terinspirasi oleh komik Ace of Diamond karya Yuji Terajima.

Battery –dalam Baseballhal ini merajuk kepada duo Picherdan Catcher.

•••

CHAPTER 01

Min Yoongi lebih memilih menghabiskan hari Minggu ini dengan tidur. Beristirahat selama yang ia bisa. Pagi ini pun ingin dilaluinya dengan damai. Tapi sayang, nasib baik tidak datang untuknya kali ini karena ia kini harus menyambut hari baru ini dengan sebuah teriakan.

"Astaga, Park Jimin!"

Dengan berang Jaehwan menendang Jimin yang masih tertidur pulas sembari memeluk Yoongi.

"Demi Tuhan Yoongi. Apa kau lupa hari ini aku pulang ke asrama? Setidaknya lakukan dikamarmu."

"Maaf hyung, Taekwoon hyung sudah datang tadi malam. Jadi kami melakukannya disini. Aku pikir hyung baru pulang nanti siang," Yoongi melepas pelukan Jimin dan bangun dari kasur.

"Kalian ini," Jaehwan hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya. Kakinya masih sibuk menendang Jimin.

Selesai memakai lagi pakaiannya, Yoongi hendak pergi ketika tiba-tiba Jaehwan memanggilnya. "Yoongi!"

"Apa hyung?"

"Tadi aku bertemu dengan anak baru di gerbang asrama. Katanya ia mengenalmu."

"Siapa?"

"Aku lupa menanyakan namanya. Sepertinya dia sekamar dengan Namjoon, datangi saja tempatnya," Jaehwan yang lelah menendang Jimin yang masih terlelap akhirnya menyerah dan dengan kesal melempar barang bawaannya keatas tubuh adik kelasnya itu.

"Oh, oke."

Dengan itu Yoongi keluar dan segera menuju kamar Namjoon yang letaknya persis disamping kamar Jimin dan Jaehwan. Tanpa mengetuk lebih dulu, ia langsung masuk kedalam.

"Yoongi hyung!" Kembali laki-laki berwajah manis ini mendapat hadiah teriakan di pagi harinya yang indah.

Setelah berteriak, seseorang yang tadi tengah mengeluarkan pakaian dari tasnya itu segera berlari menuju Yoongi dan memeluknya.

"Tae?"

Melepaskan pelukannya, sebuah senyuman kotak muncul diwajah tampannya.

"Iya, ini Taehyung. Masa hyung bisalupa sama aku."

Bukannya lupa, Yoongi sebenarnya agak kaget tiba-tiba melihat mantan didepan mata. Dikasih pelukan lagi.

"Aku pikir kau tidak akan masuk kesini. Bukannya waktu itu kau bilang akan tetap melanjutkan sekolah di Daegu?"

"Awalnya. Tapi semenjak tahu hyung benar-benar serius dengan Baseball sampai harus meninggalkanku. Ini layak untuk dicoba. Toh, aku punya bakat dan pengalaman."

Mendengar itu Yoongi hanya bisa tertawa garing. Rasa bersalah mendadak muncul di hatinya dan membuatnya kembali mengingat kenangan satu tahun yang lalu.

"Maaf," dan hanya satu kata itu yang bisa terucap di bibirnya.

"Tak masalah, hyung."

Pada akhirnya mereka berdua hanya bisa terdiam sembari menatap satu sama lain. Terjerat nostalgia, tanpa sadar Taehyung mendekatkan wajahnya pada Yoongi yang sudah memejamkan kedua matanya. Sebuah ciuman hampir tercipta hingga tiba-tiba saja pintu kamar terbuka.

"Aku kembali!" Dan Hoseok pun jadi penyumbang teriakan ketiga dipagi ini. Sekaligus perusak adegan romantis yang hampir saja terjadi.

Melihat posisi Yoongi dan Taehyung, tanpa sadar Hoseok membuka mulutnya.

"Mangsa barumu Yoongi?"

Demi Tuhan Yoongi ingin sekali melempar teman mirip kudanya itu sampai ke bulan.

"Perkenalkan hyung. Namaku Kim Taehyung, siswa kelas satu dan anggota baru klub Bisbol. Salam kenal."

"Aku Jung Hoseok. Kelas dua sekaligus bertugas sebagai Shortstop di klub."

Entah kenapa Yoongi memutar malas kedua bola matanya saat melihat Hoseok dan Taehyung berjabat tangan. Rasanya akan jadi hal yang menyebalkan kalau kedua orang amat kelewat ceria itu menjadi akrab.

"Sebagai awal dari pertemanan kita, ayo jalan-jalan bersama. Bertiga!"

"Ayo!"

Yoongi ingin protes karena tiba-tiba diajak Hoseok. Tapi mengingat rasa bersalahnya pada yang paling muda, akhirnya ia setuju.

"Oke, tapi biarkan aku mandi terlebih dulu."

•••

Sebagai perayaan karena sudah berhasil masuk ke Akademi Bangtan, Jungkook berencana menghadiahi dirinya dengan membeli Bat baru. Walaupun statusnya adalah seorang Pitcher, tapi ia juga Batter yang handal. Jungkook cukup percaya diri dengan pukulannya.

Sibuk memilih tongkat barunya, Jungkook agak terusik dengan suara-suara berisik dari pengunjung toko yang lain. Niatnya ingin ia hiraukan saja sampai tiba-tiba ia mendengar nama sesorang yang belakangan ini menyita perhatiannya itu terdengar.

"Yoongi, kau saja yang bayar. Traktiran untuk adik kelas."

Jungkook pun berjalan mendekati sumber suara. Memastikan Yoongi yang dimaksud itu orang yang sama dengan Catcher dambaannya. Dan ya, itu memang Min Yoongi si jenius.

"Min Yoongi hyung."

Sebuah panggilan itu berhasil membuat tiga kepala menoleh kearahnya.

"Ya?" Yoongi buka suara sembari menatap laki-laki dihadapannya dengan heran. Ia tidak ingat pernah kenal dengannya.

"Namaku Jeon Jungkook. Mulai tahun ini aku sekolah di Akademi Bangtan juga anggota klub Bisbol. Seorang Picher dan calon pasangan Battery hyung."

"Wow," Hoseok tak bisa menahan mulutnya untuk tidak terbuka. Adik kelasnya satu ini berani sekali.

Disisi lain Taehyung merasa mendapat saingan.

Sedangkan Yoongi sendiri merasa kaget. Mendengar hal itu rasanya seperti tiba-tiba ditembak oleh orang tak dikenal. Dan ya, ini pertama kalinya ia bertemu bocah pemberani ini.

"Kenapa bisa seyakin itu kau akan jadi pasangan Battery-ku?"

"Tentu saja karena aku adalah Pitcher yang hebat."

"Oh my, percaya diri sekali. Apa kau yakin? Yoongi ini tak mau sembarangan punya pasangan Battery loh."

Yoongi mengangguk mendengar penuturan Hoseok. Namun, kalimat selanjutnya dari mulut Hoseok membuat Yoongi ingin memukul sahabatnya itu.

"Tapi kalau kau jadi pasangannya di ranjang dia pasti mau." Dan ya, Yoongi akhirnya menyikut pinggang Hoseok dan menginjak kaki kanannya.

Dititik ini Taehyung hanya bisa diam sambil cemberut.

"Jangan dengarkan yang barusan. Itu hanya bercanda."

"Kalau kau seyakin itu. Mari kita buktikan sehebat apa kau," lanjut Yoongi sembari berusaha menaikan derajatnya lagi.

.

.

Pada akhirnya mereka berempat sekarang ada di taman. Diam-diam Yoongi menarik Hoseok menjauhi bocah-bocah kelas satu yang tengah berkenalan.

"Apa kau tahu tentang anak itu? Kemampuannya sehebat apa?" Yoongi bertanya sembari melirik Jungkook yang sedang mengeluarkan bola dan pitcher's glove miliknya dari dalam tas.

"Sayangnya aku tidak tahu. Sepertinya klub Bisbol SMP nya tidak begitu terkenal. Kenapa bertanya? Apa kau takut?"

Yoongi hanya menggeleng singkat menjawab pertanyaan Hoseok. Dibanding takut ia lebih merasa khawatir. Firasatnya mengatakan untuk jauh-jauh dari Jungkook.

"Hyung! Sudah siap?" Pertanyaan Jungkook barusan hanya dibalas anggukan dari Yoongi yang masih sibuk memakai sarung tangan mitts-nya.

"Lemparan seperti apapun akan kuterima. Jadi tak perlu sungkan," Yoongi berjongkok. Sudah siap dengan posisinya.

Mendengarnya Jungkook tanpa sadar tersenyum lebar. Itu memang tujuan utamanya. Setelah menarik napas dalam, ia melakukan ancang-ancang. Dan dengan segera melempar bola dengan tangan kanannya.

BWOOSH

DUASH!

Suara bola berbenturan dengan mitts terdengar. Min Yoongi berhasil menangkap lemparan Jungkook.

"Gila! Itu tadi salah satu lemparan Stright tercepat dari anak SMA yang pernah aku lihat," Hoseok kembali membuka mulutnya, terlalu takjub dengan kemampuan Jungkook.

"Tidak buruk."

"Memang cepat. Tapi, aku yakin itu ball," ucap Taehyung yang mencoba tidak terlalu memuji.

Sementara itu si pelempar masih diam ditempatnya. Matanya menatap dalam kearah Yoongi.

"Sial," dan sebuah kata umpatan terucap. Min Yoongi benar-benar jenius.

Lemparan tadi adalah lemparan terhebat dan tercepat miliknya. 100% kemampuannya. Meski begitu Yoongi bisa menangkapnya dengan mudah. Dan ketika Yoongi kini menghampirinya dengan sebuah senyuman cantik. Tepat saat itu, kekaguman Jungkook berubah menjadi cinta.

"Kau hebat juga calon pasangan battery-ku."

•••

Min Yoongi baru saja selesai mandi. Sebuah handuk menggantung di lehernya dan tangan kirinya membawa peralatan mandinya. Wangi sabun menguar dari tubuhnya ditambah lagi rambut hitamnya yang masih basah itu membuat penampilannya begitu menggoda. Anak-anak lain bahkan rela membuat Yoongi mandi paling pertama agar bisa melihatnya seperti itu. Meskipun hal itu jarang terjadi karena Yoongi susah bangun pagi. Bahkan baru sampai di lapangan atau ruang kelas di menit-menit terakhir.

Membawa tubuh kecilnya menuju kamar. Yoongi seketika terkejut saat masuk ke ruangan itu. Dengan bola matanya ia menangkap sosok tampan yang tadi siang ia tangkap lemparannya.

"Ah hyung, sepertinya kita sekamar."

Ketika melihat senyuman Jungkook, detik itu juga Yoongi ingin melempar pelaratan mandinya tepat ke wajah sang adik kelas.

Disatu sisi, Jungkook merasa terpanggil melihat penampilan Yoongi sehabis mandi. Ia jadi makin tertarik dengan Catcher manis ini.

Dan tak jauh dari sana Taekwoon duduk di kasurnya sembari mendengarkan musik. Tidak peduli dengan dua teman sekamarnya yang tengah saling menghujam dengan tatapan masing-masing.

'Aku ngantuk,' pikirnya.

TBC

Note :

Shortstop – penjaga lapangan yang berada diantara base I dan II.

Batter – pemain yang bertugas memukul bola.

Pitcher's glove – sarung tangan khusus Pitcher.

Mitts/Mitt – sarung tangan khusus Catcher. Ukurannya lebih besar dibanding sarung tangan yang lain dan tidak memiliki ruas-ruas jari.

Stright – dalam Bisbol artinya adalah lemparan lurus.

Ball – meski bisa diartikan sebagai bola. Istilah ini merajuk pada bola yang dilempar tidak berada dalam zona strike.

Kalau ada yang masih bingung. Tanyain aja. Diusahain bakal aku jawab pertanyaannya

So, mind to review? XD