Chapter 2 the strangers

Denver sedari tadi terus melirik ke arah kaca spion mobil. Ketika ia sadar kalau mobil paman nya tidak ada di belakang mengikuti mobil mereka. Denver mengguncang-guncang tangan ayah nya.

"dad, mobil paman hun tidak ada"

"kau yakin denver ?"

Kris melihat nya dari kaca depan mobil nya juga. ia mendesah sial.

"kita cari dulu paman mu ok"

Denver mengangguk setuju. Mobil kris dengan cepat berputar balik, karena jalan ini kosong sehingga dengan mudah saja mobil kris berbalik arah.

L-OVESTORY

Cast : Sehun,Luhan,and kyungsoo.

Support cast : find By your self

Genre : romance,sad,and fantasy

Rate : T+

Length : Chapter

POWERLIGTHDKS

Sehun dan kyungsoo terdiam untuk waktu yang cukup lama.

"apa kau akan diam seperti ini saja ?"

Kyungsoo menggeleng kepalanya.

"aku harus mencari seseorang"

"siapa?"

"seseorang yang dapat menyembuhkan kaki ku"

Sehun melirik ke arah kaki kyungsoo yang di perban. Dan sekarang kelihatan perban itu masih baru dan agak lebih tebal.

"apa luka nya semakin parah"

"sangat parah"

Sehun tertegun ia menelan ludah nya.

"kalau begitu kau naik mobil ku saja"

Kyungsoo menggeleng kepalanya menolak. Penyakit ini susah payah ia ingin merahasiakan nya dari siapapun. Kecuali lay, seseorang yang seperti nya bisa memberi nya kesempatan hidup lagi.

"aku harus mencari nya sendiri"

"dengan kondisi yang seperti ini"

Sehun mencegah kepergian kyungsoo dengan tubuh nya. kyungsoo terdiam lagi dan ia hendak menerobos nya.

"maaf sehun aku sangat buru-buru"

"maka dari itu naiklah ke mobil ku"

"aku bilang aku..."

Suara klakson mobil membuat percakan kyungsoo dan sehun menjadi terhenti. Mobil kris dan denver tepat berhenti di dekat mereka sekarang. sehun dan kyungsoo melirik nya bersamaan.

Kris keluar dari mobil sementara denver menunggu di mobil nya.

"aku khawatir tadi melihat mu tidak ada di belakang"

Kedua nya diam, kini giliran kris melirik ke arah kyungsoo.

"uh, apa kau teman nya sehun ?"

Kyungsoo mengangguk lemah, tiba-tiba saja sehun menarik lengan kyungsoo.

"kami akan menyusul"

"wah seperti nya kita kedapatan tamu, baiklah aku dan denver akan ada di belakang mobil mu"

Sehun mengangguk setuju, kyungsoo menahan tubuh nya kuat. Sehun berbisik di belakang telinga nya. kris sudah berlari ke mobil nya bersama denver.

" dia orang yang menolong mu juga kemarin"

Kyungsoo terdiam dan jadi mengikuti sehun masuk ke dalam mobil nya.

L-OVESTORY

Selama perjalanan tak ada topik hangat yang mereka bicarakan. Kyungsoo terus menunduk dan sehun fokus menyetir mobil nya.

Tenggorokan nya serasa gatal. Mungkin selama sehun tidak bertemu dengan kyungsoo. Ia jarang berbicara.

"apa kau hanya memakai satu mantel saja ?"

Kyungsoo merekatkan mantel nya. menutupi dada nya dengan kedua tangan yang menyilang.

"mau pinjam mantel ku"

"tidak usah"

Sehun kembali menyetir. Kyungsoo masih terus menunduk.

"apa kaki mu benar-benar merasa sakit?"

"um"

"sesakit itukah sehingga kau jadi lebih tertutup seperti ini ?"

"memang nya sejak kapan aku jadi orang yang terbuka ?"

"luhan suka bercerita tentang mu, setiap kali dia membalas email nya. cerita yang sering ia ceritakan adalah tentang kehidupan mu"

"dia membicarakan aku ?"

Kyungsoo mulai tertarik dengan percakapan ini. Meskipun lagi-lagi membicarakan tentang luhan. Sehun tersenyum senang.

"tapi ia membicarakan yang baik-baik. Bukan seperti penggosip kau tahu."

"yah aku tahu"

Kyungsoo memalingkan wajah nya ke samping mobil.

"aku merasa aneh kenapa luhan lebih suka menceritakan tentang mu. Padahal yang aku rindukan adalah dirinya"

Dengan cepat kyungsoo memegang dada nya. rasa nya jantung nya ingin berhenti berdetak kemudian.

"tapi seperti nya dia benar-benar menyayangi mu"

Sehun melirik ke arah kyungsoo sekilas. Meskipun kyungsoo kini hanya melirik ke arah kaca mobil.

"tolong jangan bercerita apa-apa lagi tentang luhan ?"

Sehun agak kaget mendengar nya. ia pikir kyungsoo sama hal nya dengan -sama merindukan kehadiran luhan.

"baiklah, seperti nya pendapat mu dengan aku berbeda"

Titik air mata jatuh dari sudut matanya. Kyungsoo menyembunyikan semua nya. ia sudah tak tahan lagi.

L-OVESTORY

Setelah kris menghentikan mobil nya dan selesai parkir. Denver dengan antusias keluar dari mobil dan menuju mobil sehun.

Sehun sendiri hanya tersenyum melihat denver suka sekali memeluk kedua kaki nya. kyungsoo susah payah untuk keluar dari mobil. Melihat hal itu kris yang kebetulan melihat nya, langsung mencoba untuk menolong kyungsoo.

"terimakasih"

"seperti nya luka mu cukup serius"

"mungkin"

Sehun menghampirinya dengan menggendong denver.

"kris bukan kah denver anak mu ?"

Kris memukul kening nya dan langsung mengambil alih tugas nya sebagai ayah denver.

"baiklah kalian berdua boleh sibuk masing-masing. Aku dan denver tidak akan mengganggu kalian"

"PAMAN HUNNNNN" denver menolak di dalam gendongan ayah nya. sehun tak ingin berbuat apa-apa. sementara kyungsoo masih canggung.

"kau suka ikan bukan ?"

"aku tidak tahu apa maksud mu mengajak ku kesini"

Sehun mematung ketika ia hendak membuka pintu belakang bagasi mobil nya.

"aku hanya khawatir jika kau berjalan sendirian seperti itu. Mungkin lebih baik kau ikut"

"kau berpikir ini yang terbaik ?" nada bicara kyungsoo mulai serius dan lebih tegas. Sehun menghentikan segala kegiatan nya.

"kau tahu di tengah jalan aku hampir saja mendapat orang yang dapat membantu ku. Kau sama sekali tidak membantu"

"ku pikir dokter akan bisa menyembuhkan nya kyungsoo. Luka seperti itu dulu aku juga pernah mengalami nya"

"dokter ? apa yang akan mereka jawab setelah melihat kaki ku nanti ? " kyungsoo menarik nafas sekejap "minum antibiotik inilah itulah – "

Sehun mengangkat tangan nya dan membuat kyungsoo berhenti berbicara.

"tunggu, apa kau sangat khawatir dengan kaki mu kyungsoo ? sehingga kau tidak percaya dengan pengobatan medis ?"

Kyungsoo hanya bungkam enggan untuk menjelaskan nya secara detail.

"sudah ku bilang ini sangat parah"

Sehun menutup pintu bagasi mobil nya tiba-tiba. Menarik tangan kyungsoo lagi.

"apa lagi ?"

"mari kita cari orang itu"

"siapa?"

"orang yang bisa menyembuhkan kaki mu"

L-OVESTORY

Denver masih asik dengan kegiatan nya. satu panggilan membuat kegiatan kris memandang anak kesayangan nya itu terganggu.

"sehun ?"

Kris berpindah tempat dari posisi nya. agak menjauh dari denver.

"ada apa ?"

"kris apa kau kenal dengan orang yang bernama lay ?"

"lay ?"

Di mobil kyungsoo hanya menatap sehun yang tidak menyangka akan menjadi penolong nya. meskipun ia sempat berpikir bahwa itu tidak mungkin terjadi.

"ayolah kris kau tahu semua orang di daerah sini bukan ?"

"yah aku tahu, tapi lay ? aku baru pertama kali mendengar namanya"

"kau gila kris jangan bercanda"

Kris melirik ke arah denver. Dan semakin menjauh untuk menjaga jarak.

"aku serius. Memang nya untuk apa kau mencari orang bernama lay?"

"ada seseorang yang membutuhkan nya ?"

Sehun melirik ke arah kyungsoo sekilas. Ia memejamkan matanya. Sulit untuk merahasiakan sesuatu dari kris.

"kyungsoo"

Dengan cepat tiba-tiba kyungsoo mengambil handphone sehun dan mematikan panggilan nya. sehun mengontrol mobil nya terlebih dahulu.

"kau gila apa yang kau bicarakan ?"

"aku tidak membicarakan apapun"

Sambil menunjuk handphone nya

"lalu ini apa? kau sama sekali tidak tahu apa-apa sehun. Turunkan aku disini sekarang juga"

"kyungsoo itu tidak mungkin"

"bahkan semakin tidak mungkin lagi jika aku melakukan nya dengan mu"

L-OVESTORY

Sekarang sehun hanya berdiam diri di tepi jembatan yang menghadap ke laut lepas ttu. Angin laut membuat anak rambut di sekitar kening nya menari-nari. Sehun menyembuyikan kedua tangan nya pada saku celana nya. sebenar nya ia gerah dari tadi untuk menolong kyungsoo tapi waktu itu kyungsoo sama sekali tak mengijinkan nya untuk membantu nya.

Setidak nya ia tidak akan terlalu merasa bersalah nanti nya.

Di tengah perjalanan denver terus menanyai lagi tentang sehun. Kris tak dapat menjawab nya, karena ketika nanti ia kedapatan hubungan ayah dan anak ini tidak akan baik selama sebulan. Dan itu sangat menyiksa nya.

Selintas kris nampak melihat mobil sehun yang terparkir di dekat jembatan.

"DADY!"

"denver sepertinya aku baru saja melihat paman mu"

"benar?"

"tentu"

Kris yang tiba-tiba senang akan hal itu segera mempercepat gas mobil nya.

Kyungsoo pergi dari mobil sehun, dan memutuskan untuk menggunakan taxi. Sedari tadi tak ada percakapan antara supir dan penumpang. Dalam hati kyungsoo terus bertanya, mungkinkah ia akan mendapat jawaban nya ketika menanyai hal ini kepada pak supir taxi.

"boleh aku tanya sesuatu ?"

"silahkan" jawab supir taxi itu dengan nada sopan. Kyungsoo menarik nafas nya dalam-dalam.

"mungkin kau sudah tinggal lama disini, apa kau kenal orang yang bernama lay ?"

"lay?"

Kyungsoo bisa melihat kerutan pada kening supir taxi itu melalui kaca depan. pasti jawaban nya tidak tahu.

"aku tidak bisa membantu, tapi seperti nya ada orang yang akan lebih bisa membantu mu. Kau ingin aku mengantarkan nya?"

"boleh, terimakasih kalau begitu"

"sudah menjadi kewajiban"

Kyungsoo melirik ke samping kaca jendela dengan santai, deburan ombak yang terdengar menabrak batu karang yang hampir habis. Semakin membuat jantung nya tak karuan. Ia masih memikirkan sehun yang ia tinggalkan tadi.

Luhan, aku sangat mencintai kekasih mu itu.

"namanya pak henry, dia memiliki sebuah cafe di kota. Cafe nya cukup terkenal ia juga suka menghafal nama-nama pelanggan setia nya"

"kalau begitu apakah kemungkinan ia bisa tahu semua nama pelanggan nya ?"

"mungkin, jika itu kebetulan"

Kyungsoo menyenderkan tubuh nya ke kursi. Entah penyakit aneh macam apa ini , yang hanya mengandalkan takdir dan kebetulan.

Di dunia ini tidak ada yang nama nya kebetulan, semua sudah di atur di garis tangan tuhan.

Tak ada yang dapat mengubah nya.

Toko nya berada di dekat pinggir jalan, tidak terlalu besar namun banyak sekali pelanggan yang datang. Awal nya kyungsoo ragu, taxi yang ia tumpangi sudah pergi setelah ia membayar ongkos nya. kyungsoo menarik nafas dalam-dalam. Ia memulai dengan langkah kaki nya yang sangat pelan.

Seseorang menubruk nya dari belakang, tapi untunglah karena sokongan tangan itu ia akhir nya tidak jadi jatuh.

"aku minta maaf, apa kau baik-baik saja?"

Kyungsoo sibuk memerhatikan kaki nya sendiri, sebelum akhir nya ia meringis sakit. Dan orang di samping nya terkejut begitu baru mengetahui kaki yang di perban itu milik kyungsoo.

"oh god, maafkan aku. Aku benar-benar menyesal. Apa kau masih bisa berjalan?"

Kyungsoo menggeleng kepalanya dengan bibir yang masih sibuk meringis.

"kau mau kemana sekarang, biar aku antar"

"aku hanya ingin pergi ke cafe itu"

Chanyeol melirik ke atas bangunan, dan ia melihat ada beberapa anak tangga yang harus di lewati.

"kau mau kesana, kita sama tujuan. Aku mungkin bisa...menggendong mu ?"

Kyungsoo agak canggung, ia tidak pernah seberani itu dengan lawan jenis – tapi ia juga mungkin tidak ingat apa yang sehun lakukan saat kris membawa tubuh lemas nya ke rumah sehun dan tiba-tiba berakhir di rumah sakit –

"bagaimana ?"

"ah..tuntun saja aku. Aku masih sedikit sanggup berjalan"

"bagaimana kalau luka mu semakin parah"

Kepala kyungsoo tiba-tiba sakit, ia tidak ingat kalau kaki nya bukan berbahan otot-otot manusia lagi. Melainkan kaca yang sensitive terhadap benturan. Sekali retak maka permainan sudah berakhir.

Chanyeol melihat tubuh kyungsoo linglung, tanpa seizin kyungsoo ia langsung memegang tubuh nya dan mencoba untuk menopang tubuh kyungsoo yang sudah seperti air tawar.

Orang-orang yang melihat panik, pemilik cafe nampak ikut cema. Ada gerombola aneh di depan cafe nya. setelah ia keluar ia menyuruh chaneol agar memasukan kyungsoo ke dalam cafe nya – lebih tepat nya sebuah ruangan dengan 1 tempat tidur –

Entah apa namanya ini, tapi yang pasti ini adalah hukuman dari denver karena dirinya kabur di pemancingan tadi. Sehun hanya memainkan daging sapi nya di atas piring datar berwarna putih. Kris sibuk memotong-motong daging sapi untuk anak nya.

"paman hun sapi itu sudah mati, kau bisa memakan nya sekarang"

Sehun hanya tersenyum, ia tidak sadar bahwa sedari tadi dirinya di awasi oleh anak kecil.

"denver perhatikan makanan mu"

"ok dady"

Kris menatap ke arah sehun yang sedang melanjutkan acara melamun nya. kris memerhatikan ke sekeliling rumah nya.

"apa di rumah ku ada hantu"

Sehun terlonjat dari kursi nya, ia mengelus dada nya cepat dan segera meminum air. Denver tertawa ia baru tahu paman nya takut makhluk jelek itu juga.

"haha aku bercanda, lagian kau sendiri yang melamun seperti paranormal"

Tiba-tiba denver menyimpan garpu dan sendok nya

"paranormal tidak melakukan ritual melamun untuk memanggil arwah ayah"

Kris dan sehun melirik ke arah denver

"cih benar kata ibu. Ayah ini sok tahu...mmptth" kris menutup mulut denver.

"kris menurutku denver sedang tidak bisa bernafas"

Yang menyadari hal itu kris langsung melepaskan tangan nya. denver terbatuk-batuk sehun segera memberikan segelas air putih.

"aku minta maaf denver"

Kris tersenyum aegyo agar anak nya mau memaafkan ayah pabbo nya ini. Tapi anak kecil seperti denver lebih sensitive , jadi denver tak kunjung senyum.

"kurasa denver harus kita bawa lagi ke tanah daratan"

Sehun tak menjawab apapun hanya langsung memotong daging nya

"ck hanya gara-gara kau melamun aku jadi kena masalah"

"aku?"

"ye"

Kyungsoo perlahan terbangun, ia merasa kepalanya sangat pening. Henry sang pemilik cafe pun baru datang ke kamar nya.

"maaf aku bawakan ini"

Tampan kayu yang ia bawa berisi beberapa makanan dan juga di samping nya ada tablet obat.

"aku simpan disini"

Kyungsoo hanya diam ia masih sibuk menekan-nekan kepala nya.

"aku punya obat, mungkin bisa meredakan sakit kepala mu itu"

Kyungsoo masih diam, ia memerhatikan henry dengan obat di tangan nya.

"minumlah, percaya padaku aku sudah sering meminum obat ini saat sakit kepala ku sering kambuh"

Kyungsoo malu-malu dan agak takut, rasa keraguan nya yang lebih besar membuat nya memilih untuk menolak nya.

"tidak usah , aku akan baik-baik saja"

"kau yakin, baiklah. Tapi makanan ini pasti kau mempercayai nya bukan"

Kyungsoo menatap henry hati-hati, seperti nya memang henry sudah tahu kalau kyungsoo tidak mudah percaya kepada orang lain.

Ia baru meneguk air putih di gelas yang ia pegang.

"ada orang yang menunggu mu di luar, apa itu kekasih mu?"

Kyungsoo jadi tersedak di buat nya, ia terbatuk-batuk. Henry mulai cemas lagi.

"haha apa kau kaget, ku pikir aku salah ya kan ?"

Kyungsoo masih diam dan terus berusaha menormalkan tenggorokan nya lagi.

"aku tidak punya kekasih, aku kesini sendirian"

"sendirian"

"yah, untuk menemui mu"

Henry diam sejenak, mengusap dagu nya. matanya sesekali melirik ke arah kyungsoo. Angin di luar nampak terus berhembus semakin kencang. Bagaimana nasib nelayan di laut sana.

"memang nya kau butuh apa?"

Kyungsoo semakin memajukan tubuh nya

"lay"

"lay ? apa itu lay?"

"orang, pelanggan mu yang pernah datang kesini. Kata supir taxi tadi katanya kau menulis nama-nama pelanggan mu yang datang kesini"

"aku tidak yakin, tapi apa hanya itu yang kau butuh kan"

Kyungsoo mengangguk dua kali, henry mengerti dan ia beranjak dari tempat nya.

"kau mau ikut atau aku yang bawakan buku nya kemari?"

"aku ikut saja"

"tapi... bagaimana dengan kakimu ?"

Kyungsoo perlahan melirik ke arah kaki nya. ia menggigit bibir tebal nya.

"setidak nya aku masih bisa jalan, dengan di tuntun"

Henry tersenyum, ia memutuskan untuk membantu pelanggan nya yang satu ini. Kyungsoo tidak menyangka bahwa henry akan benar-benar membantu nya.

Cafe ini sudah sunyi, ia tidak tahu seberapa lama dirinya tertidur di ruangan tadi. Dan nampak ada satu orang yang sedang duduk di sana sendiri. Dengan satu gelas bir kuning.

Kyungsoo duduk di sebelah nya, tapi seperti nya kehadiran kyungsoo membuat chanyeol kaget.

"aku pergi ambilkan buku nya, kalian boleh minum apa saja"

"terimakasih henry"

"kau sudah tahu nama ku teryata"

Kyungsoo hanya tersenyum, chanyeol di samping nya sudah menjulurkan tangan nya mengajak nya berkenalan.

"namaku park chanyeol, panggil saja chanyeol"

Kyungsoo tersenyum ia menerima jabatan tangan besar itu.

"kyungsoo, kau disini sendirian ?"

"tidak tadi aku bersama kekasih ku, tapi aku tidak enak meninggalkan mu disini sendiri. Makanya aku memutuskan untuk kembali lagi kesini setelah mengantar baekhyun"

"kekasih mu bernama baekhyun"

"yah lucu bukan ? aku suka namanya" chanyeol mengangkat gelas bir nya lalu meminum nya dalam beberapa tegukan. Kyungsoo mengerjap, ia tidak tahu kapan terakhir kali melihat laki-laki minum dengan cara seperti itu. Keren. Diam-diam kyungsoo menganggumi nya.

Chanyeol tersenyum malu ke arah kyungsoo

"maaf, cara meminum ku memang terlihat seperti unta haus"

"memang" kyungsoo menjawab di bawah alam sadar nya

"maksud mu ?"

"ah .. ah tidak tidak maksud ku, itu wajar-wajar saja. Karena kau seorang lelaki"

"benarkah, wah terdengar seperti pujian"

"anggap saja seperti itu"

Hening seketika, kyungsoo hanya memainkan jari-jari beserta kuku pendek nya.

"oh iah aku hampir lupa, apa kaki mu masih merasakan sakit?"

Entah kenapa hari ini banyak sekali orang yang lebih memerhatikan kaki nya. separah itukah kaki nya di mata orang lain.

"agak mendingan, untung nya aku masih bisa berjalan"

"mau minum ?"

"aku tidak minum bir"

Chanyeol hanya menggangguk dengan leher panjang nya, kyungsoo mengalihkan pandangan nya ke sudut lain.

"aku menemukan nya"

Henry datang dari balik lemari bar nya. kyungsoo semakin tidak sabar untuk mengetahui nya.

"aku akan coba memeriksa nya"

"kau...sudah menyimpan nya berapa lama?"

Henry sudah membuka lembaran yang kelima.

"aku juga tidak tahu"

Tembok pencegah abrasi itu seperti hendak akan roboh karena hantaman ombak yang besar.

"memang nya kau sedang ingin mencari siapa?"

"lay"

Chanyeol terdiam hendak memikirkan sesuatu yang ada di kepalanya. Sementara henry masih sibuk mencari nama pelanggan yang bernama lay.

"yang tinggal di dekat danau payau itu ?"

Henry masih tetap dengan kegiatan nya, sementara kyungsoo langsung melirik cepat ke arah chanyeol.

"kau...mengetahui nya?"

"yah tentu saja, dia sudah ku anggap seperti teman ku sendiri"

Henry akhir nya berhenti dari kegiatan nya.

"apa kau bisa membantu ku?"

Chanyeol masih berpikir, beberapa kendaraan lewat di jalanan ini. Suara nya bercampur dengan air hujan.

"aku siap kapan saja, tapi aku tidak yakin dengan lay ingin bertemu dengan orang baru"

Kyungsoo mencengkram kedua lengan chanyeol erat.

"aku dan lay sudah bertemu tadi, tapi ia tiba-tiba cepat pergi dan aku tidak bisa mengejar nya"

"kalau begitu aku bisa memberikan mu alamat rumah nya juga penjelasan arah jalan ke rumah nya"

"memang nya kenapa?"

"sangat susah mencari alamat nya di internet" chanyeol tersenyum tertawa, sementara kyungsoo tersenyum senang. Semua kejadian tadi ada artinya.

Holla yeorobun… yah garing -_-

Aku suka review kalian ^^ benerkan kata ku. Walaupun cuman 1 review aku akan mengapresiasi reders ku. Just say next ? it's not problem. Bukan nya aku mengharap kata imbalan, tapi sebagai manusia dan warga Negara Indonesia yang baik pasti tau bagaimana cara menghargai sesama. Indonesia ini kaya akan sikap orang-orang nya yang bertoleran /? Ngomong apa iki -_-

Aku gak punya spoiler untuk FF ini. tapi aku JANJI bakalan lanjut ^^ kalau ada waktu. karena aku juga sayang sama SESOO :* sayang sama readers /?

Ada yang nanya :

boleh dijelasin lagi ga kondisi kakinya kyungie knp? Agak gagal faham nih..

kalau aku jelasin sama aja ngasih spoiler dong ^^ sabar yah next chapter aku fokusin lagi ke duduya nya

Author-nim,...
Sebener.a ini cerita.a tentang apa sih,.?
Apakah ini ada fantasi.a,.?

Terus ini ff punya author sendiri atau translit,.?
Kok kek.a bahasa.a agak berantakan,.

Mohon di perjelas lagi cerita.a author-nim,...

Pokok nya tentang… itu haha kamu ikutin terus aja pasti lama-lama ngerti kok. Iah ini ada fantasy nya di luar pemikiran logis. Ini punya ku cinta T_T. makasih kritikan nya berarti sekali. Doa in aja semoga author bisa memperbaiki nya di next chapter yah. amiiin

See you soon ^^