Author : ExoPlanet (Novian Astri Ardiana)
Title : A Thousand Word of Forgive
Genre : Hurt Romance, Angst
Cast : Kim Jong In (Kai) and Lee Dan Hae
Length : Chaptered
Rating : T
WARNING !DONT BE SILENT READERS!
HARGAILAH SAYA YANG SUDAH KERJA KERAS BUAT FF INI.
MEMBER EXO HANYA MILIK TUHAN YME, ORANG TUA MEREKA, DAN AGENSI SM ENT.
TAPI DALAM FF INI MEREKA MILIK SAYA SEPENUHNYA *evil laugh*
Bakalan banyak typo. Jadi Waspadalah! Waspadalah!
A Thousand Word of Forgive
...
...
...
Luhan kemudian membopong tubuh lemah danhae ke UKS dengan tergesa-gesa. Di ruang UKS Luhan meletakkan alat pemeriksa jantung. Luhan sangat terkejut karena detak jantung danhae yang sangat lemah. Mungkin ini yang menyebabkan danhae pingsan. Luhan kemudian mengantar danhae kerumah sakit terdekat dengan hyeri yang masih saja menangis. Jujur hyeri tak ingin hal yang lebih buruk terjadi pada danhae. didalam mobil saat perjalanan hyeri hanya menggenggam tangan pucat danhae dengan terus menangis.
"danhaeya.. bangunlah.. bangunlah danhaeya.."
"aku tau kau kuat.. kau pasti bisa bertahan.."
"ada banyak warna ungu disini danhae.. bangunlah.. ayolah bangun.. tak maukah kau melihatnya?"
"danhae aku mohon.. bangunlah.. kau jahat padaku danhaeya.. kau tega padaku danhae.. ayo danhae aku mohon.." ucap hyeri tak henti-hentinya dengan masih menggenggam erat telapak tangan danhae yang semakin dingin dan pucat.
Chapter 2
sesampainya dirumah sakit, Luhan segera menghubungi orang tua danhae. memberitahukan semua yang telah terjadi pada anak sematang wayang mereka. Sementara didalam kamar ICU Hyeri masih tetap terduduk disebelah tempat tidur danhae. Dengan air mata yang masih tetap mengalir. Walau tak sederas tangisan pertamanya, tetap saja air mata itu masih mengalir dipipinya. Hyeri menatap monitor pemeriksa detak jantung danhae. keadaannya tidak stabil. Bagi Hyeri detak jantung danhae masih saja lemah.
10 menit menunggu, orang tua danhae kemudian muncul. Terjadi percakapan panjang antara orang tua danhae dan Luhan.
"Jadi apa sebenarnya yang terjadi pada putri kami Luhan songsaengnim?" tanya Lee Yoona dengan air mata yang menetes deras dari pelupuk matanya.
"Jadi tadi putri ibu pingsan. Mungkin karena detak jantungnya yang lemah.." Jawab Luhan.
"Aku sudah menduga ini semua akan terjadi.. sebaiknya kita bawa danhae pulang.." jawab Lee Donghae appa Danhae dengan memeluk Yoona. Yang setidaknya dapat mengurangi sedikit rasa sedih instrinya.
"Tapi ini impian Danhae sejak kecil. Ia ingin sekali dapat tinggal dinegara dimana ia dilahirkan.. aku tak tega menolak permintaannya.. aku tak mau melihat penderitaan danhae semakin bertambah.." Jawab Yoona dengan terisak dalam pelukan Donghae.
"sebenarnya ini ada apa? Ada apa dengan Danhae?" Tanya Luhan penasaran.
"Jadi seperti ini. Dari kecil danhae mengidap penyakit jantung lemah. Jantungnya tak bisa memompa darah dengan normal. Jika orang normal jatuh hanya mengalami goresan pada kulitnya, maka berbeda dengan putri kami. Pada kulitnya akan terdapat luka yang cukup parah sehingga banyak darah yang keluar dari lukanya itu. itu semua karena peredaran darahnya yang tidak lancar sehingga membuat kulitnya sedikit lemah.." Penjelasan panjang lebar dari bibir Yoona dengan air mata yang masih saja berlinang.
"Lalu apa hubungannya dengan gelang yang danhae pakai?" Tanya Luhan.
"Putri kami tak suka mengkonsumsi obat. Ia akan menolaknya mentah-mentah. Maka dari itu kami memesankan gelang khusus yang dilengkapi dengan aliran magnet dan aliran listrik. Sehingga peredaran darahnya bisa lancar. Dan jika putri kami tak memakai gelang itu selama 2 jam, maka ia akan koma. Karena alat medis dokter tak bisa membantu.." kali ini donghae yang menjelaskan pada Luhan. Luhan tercengang mendengar penjelasan donghae.
Tanpa mereka sadari, dari balik tembok Luhan, Yoona dan donghae berbincang-bincang terdapat seseorang yang tengah menguping pembicaraan mereka dengan tak sengaja. Hyeri melebarkan matanya tak percaya mendengar penjelasan eomma dan appa Danhae.
Hyeri kemudian memasuki ruang ICU dimana danhae sedang tertidur koma didalam sana. Hyeri menghapiri tubuh lemah danhae dengan perlahan. Hyeri menatap danhae nanar. Ia sangat prihatin dengann keadaan Danhae sekarang.
"Danhaeya.. kenapa kau tak pernah mengatakan semua ini padaku? Kenapa kau harus merelakan beban yang sangat berat kau pikul sendiri dipundakmu? Apa kau tak mempercayaiku? Danhae.. aku ingin berjanji padamu untuk satu hal. Aku berjanji akan menemukan gelangmu itu. aku tak ingin melihatmu terus menerus menutup mata dengan terbaring lemah antara hidup dan mati. Aku ingin melihatmu tersenyum tulus padaku danhaeya.." Ucap danhae dengan tangan yang masih menggenggam tangan pucat danhae.
Keesokan harinya hyeri menempuh semua pelajaran sekolah sendiri. Danhae tak ada disebelah hyeri. Danhae sedang koma sekarang. Ia berulang kali melirik bangku kosong disebelahnya. Mungkin saja hyeri masih bisa melihat bayangan dimana danhae yang terus menerus tersenyum tulus setiap hyeri melihat kearahnya.
"Hyeri.. dimana si korea utara itu?" tanya chanyeol dari belakang hyeri.
"ia tak masuk." Jawab hyeri singkat dan dengan raut muka sangat datar.
"hey! Ada apa denganmu? " Tanya hyeri penasaran.
"APA KAU TAK TAHU?! ATAU MEMANG PURA-PURA TAK TAHU HAH?! DANHAE SEKARANG TERBARING KOMA DIRUMAH SAKIT! DAN KAU TAHU INI SEMUA KARENA SIAPA?! INI SEMUA KARENA TEMAN SEBELAHMU YANG TAK PUNYA HATI SEDIKITPUN! DANHAE SUDAH SANGAT MENDERITA SELAMA INI! DAN DIA (menunjuk Kai) MENAMBAH PENDERITAAN DANHAE! TAK SADARKAH PERBUATAN BODOH KALIAN KEMARIN YANG MENGACUHKANKU AKAN BERDAMPAK BURUK BAGI DANHAE?! DANHAE SEKARANG TERBARING ANTARA HIDUP DAN MATI! KAU PEMBUNUH KAI!" Bentak Hyeri berkali-kali dan menggebrak meja Kai dan Chanyeol berulang kali melampiaskan kemarahannya. Chanyeol hanya terdiam menanggapi perkataan Hyeri. Ia merasa sangat bersalah.
"Benarkah ia antara hidup dan mati sekarang? Seharusnya kau bersyukur Hyeri. Ia akan segera lenyap dari sini. Dan tentu saja lenyap dari kehidupanku!" Jawab kai asal kemudian meninggalkan Hyeri yang masih sangat marah karena perkataan kurang ajar Kai.
Kai melangkahkan kakinya menuju kolam renang sekolahnya. Kolam renang adalah tempat favorit Kai jika ia sedang tertekan. Kai sangat suka berenang untuk menghilangkan rasa stress yang melandanya.
Saat kai sedang menyelami kolam renang itu, kai tiba-tiba merasa ada sesuatu yang mengilaukan pandangannya. Kai segera mengambil benda itu dan melihatnya. Benda yang tampak sangat aneh untuk Kai. Sebuah gelang berwarna hitam dengan warna perak ditengahnya. Ia tertarik dengan gelang itu kemudian ia memungutnya dan memakainya.
Sekembalinya dikelas Kai langsung saja duduk ditempatnya tanpa ada seutas senyum yang mengembang. Tanpa ada ekspresi diwajahnya. Menyadari ada yang berbeda dari Kai, Chanyeol kemudian menannyakannya pada kai.
"Gelang baru kai?" Tanya Chanyeol menunjuk gelang yang melingkar ditangan kiri Kai.
"aku menemukannya dikolam renang saat menyelam tadi. karena bagus, maka aku mengambilnya.." Jawab Kai dengan memperhatikan gelang yang saat ini tengah melingkar dipergelangan tangan kirinya.
"sepertinya aku tak pernah melihat gelang yang seperti itu kai.." Ucap Chanyeol.
"aku juga" jawab Kai singkat.
Menyadar dua orang dibelakangnya tengah membicarakan tentang gelang yang aneh, maka hyeri menolehkan kepalanya kebelakang. Ia mencoba melihat gelang yang saat ini tengah melingkar di pergelangan tangan kiri kai. Hyeri sangat senang karena gelang itu telah ditmukan.
"Kai.. kau tau gelang siapa yang sekarang tengah kau kenakan?" Tanya Hyeri.
"Aku tak tahu. Apa urusanmu?" jawab kai dingin dan balik bertanya.
"Gelang itu milik Danhae. orang yang hampir kau bunuh kai. Masih berani kau mengenakan barang korbanmu hah?" Tanya Hyeri dengan smirk yang terlukis jelas diwajahnya.
"benarkah? ih! Tak sudi aku memakainya. Ini! Berikan ini pada danhae. tanganku telah terinfeksi gara-gara gelang ini.." Jawab kai kemusian melepaskan gelang itu dan melemparnya kepada hyeri.
Heyri sangat senang. Dari raut mukanya yang sangat berbinar-binar, hyeri sangat bahagia karena ia bisa menepati janjinya pada danhae. hyeri tak sabar melihat besok melihat danhae bersekolah lagi dengan senyuman tulusnya yang tak pernah memudar.
Sepulang sekolah, hyeri segera bergegas kerumah sakit dan mengenakan gelang itu dipergelangan tangan kiri danhae. dalam hati hyeri berdo'a agar usahanya ini akan berhasil. Ia berdo'a dan berdo'a. Sampai akhirnya hyeri melihat perubahan detak jantung danhae pada monitor disebelah danhae. detak jantungnya kembali normal. Perlahan, hyeri melihat danhae menggerakkan jemarinya dan mulai membuka matanya perlahan dengan senyuman yang terlukis setelah danhae melihat wajah hyeri ada dihadapannya.
Keesokan harinya Danhae kembali masuk sekolah. Kedatangan danhae disambut meriah oleh hyeri. Hanya hyeri. Danhae tersenyum senang melihat kebaikan sahabatnya. Danhae kemudian melihat kai yang tengah melihatnya dengan sinis. Lagi lagi seperti itu.
"Kenapa kau ada disini? Bukankah seharusnya kau koma dan kemudian mati?" Tanya Kai dengan wajah datar.
"oh itu.. iya memang aku kemarin koma. Tapi sekarang aku sudah siuman. Apa kau tak senang melihatku baikan?" Tanya danhae dengan senyuman diwajahnya.
"senang? Apa kau sudah gila?! Atau kau memang sinting setelah komamu kemaren hah?! Bahkan aku sangat berharap kau tak lagi muncul dalam hidupku.." Jawab kai santai.
Hyeri mendengus kesal mendengar kata-kata keji yang terlontar begitu saja dari bibir kai. Hyeri ingin sekali memukul wajah kai saat itu juga sampai kai tak bisa berbicara lagi. Sehingga kai tak akan bisa mengatai danhae dengan kata-kata kejinya itu yang mungkin akan membuat hati sahabatnya itu sakit. Tapi hyeri harus menahan perasaan marahnya itu. ia tak ingin bertengkar dihadapan danhae.
"oh.. jadi itu keinginanmu kai? Jangan khawatir.. sebentar lagi akan terwujud kok.. maaf karena aku tak bisa menuruti permintaanmu sekarang kai.. maaf.." Jawab Hyeri dengan senyuman yang tak kalah mengembang dari senyumannya sebelumnya.
Chanyeol dan Hyeri tercengang mendengar perkataan yang baru saja hyeri lontarkan"oh.. jadi itu keinginanmu kai? Jangan khawatir.. sebentar lagi akan terwujud kok.. maaf karena aku tak bisa menuruti permintaanmu sekarang kai.. maaf.." . Chanyeol dan Hyeri sama-sama bingung dengan arti perkataan danhae. chanyeol bertambah bingung dengan ekspresi danhae yang terlihat sangat bahagia saat melontarkan kata-kata itu. sementara kai menanggapi perkataan danhae dengan mengangguk-anggukkan kepalanya malas.
Setelah menjawab pertanyaan kai, danhae segera duduk ditempatnya. Ia bersiap untuk memulai pagi ini dengan pelajaran dari wu fan songsaengnim.
Setelah dari kantin danhae dan hyeri segera memasuki kelas. mereka berjalan bersama dengan tawa mereka yang tiada henti-hentinya. Hyeri memasuki kelas terlebih dahulu, kemudian danhae menyusul hyeri memasuki kelas.
Betapa terkejutnya danhae saat ia ada diambang pintu kelasnya, tiba-tiba sekantong plastik besar tepung terigu yang mengenai badannya. Danhae menutup matanya rapat tanda refleks. Kemudian danhae merasakan tubuhnya tengah diguyur dengan air es yang sangat dingin dari atas kepalanya. Danhae tetap menutup matanya rapat-rapat. Hyeri curiga dengan suarra gaduh dibelakangnya. Hyeri menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati danhae tengah berdiri mematung memejamkan matanya ditengah-tengah anak-anak kelasnya yang melempari danhae dengan tepung dan telur secara bergantian. Hyeri mencoba berlari menyelamatkan danhae. namun ada seseorang yang kemudian mendorongnya kebelakang,
"Yak! Lepaskan aku!" teriak hyeri.
"mau jadi pahlawan eoh?" Tanya kai mengejek.
"kai! Sadarlah kai! Apa yang kau lakukan hah! Dimana akal sehatmu! Hentikan kai!" bentak hyeri pada kai.
"aku tak melakukan apapun. Kau lihat kan. tanganku tak memgang apapun." Jawab kai santai dengan menunjukkan tangannya yang tak memegang apapun.
"Tapi aku tahu kau dalang dibalik ini semua kai! Ada apa denganmu kai! Kau berubah kai! Kau BRENGSEK!" bentak hyeri dengan penekanan pada kaliamat "Brengsek".
Hyeri tak mau menanggapi apa yang akan kai lakukan padanya agar ia tak bisa menolong danhae yang tengah dibully oleh anak seluruh sekolah. hyeri berlari menerobos segerombolan anak yang tengah mengepung danhae. hyeri dengan cepat merangkul tubuh danhae yang dipenuhi oleh tepung, air es dan telur. Kali ini lemparan itu juga mengenai tubuh hyeri. Hyeri kemudian membawa danhae kekamar mandi terdekat. Sepanjang perjalanan banyak sekali siswa yang memicing memandang mereka yang dipenuhi oleh tepung, air es dan telur. Mereka sudah tau jika yeoja itu adalah Lee DanHae. siswa baru pindahan dari korea Utara.
Dikamar mandi mereka segera membersihkan badan mereka dan mengganti pakaian mereka dengan baju olahraga yang ada diloker mereka. Hyeri marah dengan danhae. ia marah karena sikap bodoh danhae. ia marah kenapa danhae tak mau membalas mereka? Kenapa danhae hanya diam saja? Dan kenapa danhae tak menghindar sedikitpun?
Karena keadaan rambut mereka yang basah, maka hyeri dan danhae mengurai rambut mereka. Mereka memasuki kelas dengan terlambat. Untung saja belum ada guru yang memasuki kelas mereka.
Kai tanpa sengaja melihat hyeri tengah memasuki kelas dengan pakaian olahraga. Kai juga melihat seseorang dibelakang hyeri. Kai tahu jika yeoja itu adalah danhae. tapi kai sedikit terkejut dengan penampilan danhae yang berbeda. Rambut hitam panjang terurai dengan indah dengan poni yang menutupi keningnya. Kali ini kai melihat penampilan berbeda danhae. kai tersadar, ternyata danhae adalah yeoja yang cantik hanya dengan penampilan sesederhana itu.
"danhae ternyata cantik ya kai.." ucap chanyeol dengan terus memandang danhae.
"apanya yang cantik? Sudah jangan ganggu aku!" ucap kai berbohong pada chanyeol.
Malam harinya dikamar kai sedang membuka-buka sketch book miliknya yang ada diatas meja belajarnya. Kai membuka lembar demi lembar buku tersebut sampai akhirnya kai melihat lukisan wajah yeoja yang ada diatas kertas sketch book miliknya. Kai melihatnya dengan detail.
Flashback On
Suasana membosankan didalam kelas membuat namja berparas tampan dengan kulit tan, tinggi, dingin dan cuek mengalihkan perhatiannya menuju lapangan sekolah yang kini tengah digunakan siswa kelas X Expert berolah pagi ini. Ia memperhatikan setiap siswa dan siswi tersebut dengan sedikit memicingkan matanya yang menyorotkan tatapan tajam. Mereka sangat berkelas dengan julukan kelas Expert. Hanya murid yang super kaya, cantik, tampan dan modis yang dapat memasuki kelas pilihan tersebut.
Sampai sesaat perhatiannya hanya terjudu kepada seorang yeoja yang sedang berjalan menyebrangi lapangan sekolah itu. setiap pasang mata dilapangan yang melihatnya hanya memandangnya rendah dan saling membisikkan kata kata sindiran. Penampilannya begitu buruk. Sepertinya ia tidak begitu memperhatikan penampilannya. Ia hanya mengepang 2 rambutnya dengan poni yang dijepit diatas keningnya dan kacamata tebalnya yang ia pakai. Pakaiannya juga. Sepatu berwarna merah menyala dan seragam rok yang panjangnya sebawah lutut. Perhatiannya menghilang saat yeoja itu sekarang telah menghilang memasuki koridor sekolahnya. Dengan seribu pertanyaan yang masih mengiang diisi kepalanya, ia berusaha mengalihkannya dengan meneruskan kegemarannya menggambar wajah yeoja yang tadi ia lihat. Yeoja yang mebuatnya bertanya tanya. Siapa dia? Darimana asalnya? Untuk apa dia kemari? Apa yang ia lakukan disekolah ini? Kenapa penampilannya seperti itu? mengapa aku tak pernah melihatnya sebelumnya? apa dia siswi baru? Dikelas mana ia akan ditempatkan?
Flashback Off
"bukankah ini wajah danhae? yeoja yang saat itu membuatku bertanya-tanya hanya dengan melihatnya untuk pertama kalinya." Ucap Kai dalam hati yang tentu saja tak bisa didengar oleh sahabat sebangkunya, Chanyeol.
"Kau sadar juga sekarang Kai?" tanya Chanyeol dengan tanpa menoleh kearah Kai. Chanyeol bertanya kemudian karena chanyeol telah memergoki lukisan wajah seseorang yang ada diatas lembar buku Kai.
"hah? Apa maksudmu?" tanya Kai masih bingung.
"Apa kau tau jika wajah yeoja yang kau gambar dulu itu wajah danhae? baru menyadarinya?" Tanya Chanyeol dengan wajah datarnya.
"Bagaimana kau bisa tau?" Tanya kai masih tetap kebingungan.
"Aku melihat saat kau melukisnya dulu. Awalnya aku berfikir kau menyukainya, maka dari itu kau menggambar dengan sedetail itu. tapi aku sangat terkejut saat kau menjeglangnya. Aku bingung dengan apa yang telah kau lakukan.." Jawab Chanyeol panjang lebar.
"..." Kai terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ia merasa sangat malu kepada Chanyeol dan merasa sangat bersalah kepada danhae.
Hari telah berganti dengan minggu. Kini tepat minggu ke-2 Danhae tinggal di Korea Selatan. danhae sangat senang karena ia mendapatkan banyak pengalaman baru. Dia juga mendapatkan sahabat baru dan musuh baru.
Danhae juga sangat bersyukur karena kini tak ada anak-anak yang dengan sengaja mengerjainya. Danhae dan Hyeri kini tengah berada di taman belakang sekolah. tempat favorit mereka.
"Danhaeya.. apa kau merasa senang?" tanya Hyeri dengan wajah antusias.
"Aku senang. Tapi sejujurnya aku merasa hariku disekolah sedikit kosong.." Jawab danhae polos.
"Kosong? Kau tak menganggapku ada?" Tanya hyeri dengan memanyunkan bibirnya.
"Ah.. aniyo.. bukan itu maksudku Hyeri. Aku hanya merasa kosong karena akhir-akhir ini tak ada anak yang mengerjaiku seperti dulu.." Jawab danhae dengan senyuman jahil diwajahnya.
"Yah Danhaeya.. seharusnya kau bersyukur karena mereka tak mengganggumu lagi.. kau ini bagaimana sih.. oh ya.. ngomong-ngomong apa kau pernah punya namja chingu?" tanya Hyeri to the point dengan wajah yang sama. Sangat antusias.
"aniyo." Jawab danhae singkat.
"Lalu apa kau menyukai namja?" tanya hyeri lagi.
"yak. Pertanyaan macam apa itu? tentu saja pernah. Kan aku yeoja normal. Ishh.." Jawab danhae dengan ekspresi cemberut.
"haha.. arasseo arasseo.. apa sekarang kau menyukai seseorang?" tanya hyeri seakan tak merasa bersalah.
"hmm.. eohtteoke? eohtteoke? Ne... isseo!" jawab danhae kemudian.
"nuguinkayo? Eoh.. nugu nugu?" tanya hyeri lebih antusias.
"aku menyukai Jongin. Kim Jongin.." Jawab danhae kemudian. Dengan menatap langit yang tampak sangat cerah. Sama seperti suasana hatinya sekarang.
"Oh.. Jongin.. APA?! KAU MENYUKAI KAI! KAU BERCANDA! KAU SUDAH HAMPIR MATI KARENA BOCAH BRENGSEK ITU! DAN SEKARANG KAU MENYUKAINYA?! DANHAEYA.. SADARLAH! AIGOO.. BANYAK ORANG YANG LEBIH BAIK DARI BOCAH BRENGSEK ITU!" Bentak Hyeri dengan berdiri didepan danhae yang tengah duduk sekarang. Hyeri tak habis pikir, bagaimana sahabatnya ini menyukai 'Bocah Brengsek' seperti Kai. Kai tak pantas menjadi orang yang danhae sukai. Kai lebih pantas menjadi orang yang danhae benci pikirnya.
"YAK! Hyeriya.. jangan membentakku seperti itu! aku punya telinga. Bagaimana kalau nanti ada yang dengar? Bagaimana kalau yang dengar itu Kai? Bagaimana jika yang mendengar itu yeoja yang saat ini sangat menyukai kai sekarang? Aku bisa gawat.." Jawab Danhae menyeret Hyeri agar duduk disampingnya.
"Tapi danhaeya.. kau tak seharusnya menyukai si bocah brengsek itu!" Jawab Hyeri masih berapi-api..
"Hyeri.. berhenti menyebutnya bocah brengsek. Ia bukan bocah brengsek. Aku menyukainya. Sejak pertama kaliaku melihatnya.. salahkah aku?" Tanya danhae dengan polos.
"tentu salah. Salah besar! Kau akan bahaya jika kau menyukainya. Kau tak boleh menyimpan perasaan itu sedikitpun danha! Apa kau lupa hah? Kau hampir saja mati karena Kai!" Jawab Hyeri dengan emosi yang meledak dalam dirinya.
"tapi aku terlanjur menyukainya.. eohtteoke? Ah.. aku menyukainya hyeri. Aku akan tetap menyukainya. Kai tak pernah membuatku akan mati. Justru ia yang telah menyelamatkan nyawaku. Dia menemukan gelang itu. bagaimana kalau gelang itu tak ditemukan? Pasti sampai saat ini aku masih terbaring koma." Jawab danhae dengan memandang langit. Lagi.
"ah.. terserah padamu ! aku hanya bisa memperingatkanmu. Jangan salahkan aku jika kau sakit hati nantinya." Jawab Hyeri kemudian dengan ikut memandang langit yang tampak cerah sekarang.
Ceklekk~
Suara ranting kering yang patah karena telah diinjak oleh seseorang. Danhae dan Hyeri menyadari suara itu dan langsung menolehkan kepala mereka kesumber suara tersebut. Tapi hanya kekosongan yang mengisi pandangan mereka. Hanya ada pohon, daun kering dan juga ranting kering. Dalam hati danhae dan hyeri sangat mengerti jika telah ada orang yang menguping pembicaraan mereka. Entah itu sengaja atau tidak sengaja.
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Hyeri dan Danhae sengaja pulang bersama karena mereka akan menuju toko es krim terdekat untuk membeli eskrim dam memakannya bersama. Mereka berjalan beriringan dengan tawa yang mengiringi langkah demi langkah kaki mereka. Dengan angin yang berhembus cukup kuat. Mereka berdua tak menyadari jika dibalik kegembiraan mereka terdapat berpuluh-puluh pasang mata yang memperhatikan mereka berdua dengan gejolak amarah dan emosi.
"HEY KAU!" teriak seseorang dari balik tubuh mereka. Danhae dan hyeri kemudian berbalik arah dan mendapati Jung Krystal tengah berdiri tepat dibelakangnya. Dengan raut wajah penuh amarah.
"Jung Krystal? Kau memanggilku?" tanya danhae dengan menunjuk wajahnya dengan jemari telunjuknya.
"ya kau! Siapa lagi hah?" jawab krystal tak sopan.
"Krystal! JAGA UCAPANMU! Dia ini sunbaemu! Kau harus menghormatinya. Kau tak boleh berbicara dengan nada seperti itu!" sahut Hyeri tak terima karena sahabatnya diperlakukan tak sopan oleh hoobae mereka.
Krystal adalah anak kelas X expert. Ia sangat cantik, modis dan kaya. Ia disukai banya orang dan mempunyai bannyak sekali teman. Hanya saja sifatnya yang sombong dan semaunya sendiri menjadikannya yeoja yang kasar. Krystal sangat menyukai Kim JongIn, Kai. Tapi kai tak pernah mau membalas perasaan Krystal. Kai telah menolaknya berkali-kali dengan sopan. alasan Kai menolaknya tak lain karena Kai tak menyukai Krystal, dan karena Krystal merupakan yeoja yang kasar dan sombong.
"Hyeri Sunbae.. mianhaeyo.. tapi aku tak pernah memiliki sunbae seperti dia!" jawab Krystal mendekati danhae dengan mengacungkan tangannya kearah wajah danhae.
"Dasar kau!" Ucap Hyeri akan memukul wajah krystal. Tapi danhae mencegahnya. Danhae menggenggam telapak tangan hyeri yang tengah mengepal kuat. Perlahan akhirnya kepalan tangan Hyeri melemah.
"Ada apa Krystal?" Tanya danhae dengan senyuman.
"Kenapa kau tersenyum padaku? Senyummu itu palsu danhae. kau tak bisa menutupi semuanya sekarang!" jawab Krystal merendahkannya.
"apa maksudmu?" tanya danhae berusaha mengendalikan dirinya.
"Kau menyukai Kai oppa kan?!" tanya Krystal to the point.
"iya.. aku menyukainya.. kenapa?" jawab danhae dengan senyumannya.
"apa kau tak tahu! Aku sangat menyukai kai oppa! tak ada yang boleh mencintainya selain aku!
kau mengerti?!" jawab Krystal sedikit membentaknya.
"salahkah aku menyukainya?" Tanya danhae polos.
"tentu saja salah. Kau mau mati hah! Kau sudah menderita kan selama ini berhadapan dengan Kai oppa?! lalu sekarang kau menyukainya?! Kau gila!" Bentak Krystal.
"aku tak gila krystal." Jawab danhae singkat.
Karena amarah yang sangat memuncak mendengar perkataan terlampau jujur dari danhae, krystal kemudian mendorong bahunya keras sehinggan danhae jatuh dengan telapak tangan yang menahan berat badannya. Danhae bisa merasakan telapak tangannya kini mengeluarkan darah segar. Danhaepun menutupinya dengan mengepalkan telapak tangannya. Hyeri yang saat ini ingin menolong danhae tiba-tiba ada seseorang yang memeganginya dari belakang. Sehingga Hyeri tak bisa membantunya. Hyeri menangis dan berusaha melepaskan tangannya yang telah dipegang kuat oleh seseorang yang ada dibelakangnya.
Baru saja danhae akan berdiri, danhae kemudian merasakan ada benda keras dan tajam yang sepertinya itu pecahan kaca menyentuh permukaan kulitnya dan menyobeknya diberbagai permukaan kulitnya. Danhae tak mengangis sedikitpun. Danhae saat ini ingin pergi dari kerumunan siswa-siswi yang tengah menghukumnya. Menghukum perbuatan lancangnya untuk menyukai seorang seperti Kai.
Baru saja danhae akan berlari, tiba-tiba ada seseorang yang mendorong punggungnya dari belakang dengan cukup keras. Danhae hilang keseimbangan dan kemudian jatuh tersungkur dengan kepala yang menyentuh kerasnya aspal. Danhae tak menggunakan telapak tangannya untuk menyangga badannya. Itu karena telapak tangannya tengah sakit sekarang. Kepala danhae mengenai batu yang ada disana sehingga menyebabkan darah yang mengalir cukup banyak dari sudut pelipis kanannya. Hyeri menjerit melihat danhae seperti itu. danhae tak sadarkan diri ditempat karena ia telah kehilangan banyak darah.
Semua anak yang telah menganiaya Danhae segera menjauh dan berlagak seakan tidak ada yang terjadi. Merek benar-benar tidak memperdulikannya. Sementara saat ini hyeri tengah menangis dengan memangku kepala danhae yang dipenuhi dengan darah yang keluar dari pelipis kanannya.
"Ayo kita bawa dia kerumah sakit sekarang..." ucap seorang namja yang tiba-tiba brjongkok didepan hyeri dengan memandang nanar kearah danhae yang tak sadarkan diri.
-TBC-
Annyeong gimana nih sama chapter 2 nya? Bagus gak? Bagus gak?
FF ini bakal aku bikin sampek chapter 3 doang kok.
Jadi, REVIEW PLEASE ;-)
GAMSAHAMNIDA *wink*xoxo*
